Posted in Genderswitch, Genre, Oneshoot, Romance, Sad, WonKyu Story

Bila waktu ….

171bae9187097fba34ef62561fa44e33

Autor : Cat_meonks

Cats : cho Kyuhyun (yeoja)
Choi Siwon (namja)
Kibum (yeoja)
Lee Donghae (namja)

GS,romantis,sad,

Dulu cerita ini pernah aku post di facebook aku tapi bukan wonkyu iseng aku ganti semoga aja suka…. jadi saya bukan plagiat….

“Menikahlah denganku Kyunnie…” gadis itu terdiam mengigit bibirnya.

“Aku mohon… kali ini jangan tolak lamaranku… aku tak perduli sebarapa parah penyakitmu.. yang aku tahu aku mencintaimu…” pemuda itu kini berlutut mengulurkan kotak merah berisi cicin manis yang sudah dia siapkan sejak satu tahun lalu.

“Kau menikahi calon mayat… sudah aku bilang kita sudah tak punya hubungan lagi… kau tahu Kibum mencintaimu… mencintaimu lebih dari aku… kenapa kau masih mengejarku…”

“Aku juga sama denganmu… dan aku akan mengejar cintaku sampai ujung dunia…”

“Kau tahu bumi ini tak berujung …”

“Aku tahu baby. Karna itu aku tak akan kemana-mana hanya tertancap di titik bumi yang terdapat mata yang berbinar…”

“Kau bodoh Siwon…”

“Ya.. kau tahu aku memang bodoh… kenapa dulu aku harus mengambil kuliah bisnis bukan kedokteran kalau aku tahu bila orang yang aku cintai menderita penyakit mematikan. Minimal dia tak akan mencampakanku seperti ini…”

Tes… Sebenarnya Kyuhyun terharu setiap kali mantan kekasihnya itu mengucapkan kalimat itu tapi dia harus bisa merelakan pemuda yang masih mempunyai harapan banyak itu layak hidup bahagia dengan orang normal bukan gadis penyakitan seperti dia.

“Karna itu pergi… jangan tampakan wajahmu lagi. Aku tak butuh manusia bodoh tak bermutu sepertimu…”sentaknya.

“Tidak akan. Aku akan terus berlutut sampai kau menerimaku.”tegasnya.

“Kau ingin aku mati… kau ingin penyakitku kambuh ha… kau tahu aku tak bisa menerima tekanan bukan.”ancamnya.

“JANGAN BICARA SEPERTI ITU AKU TAK SUKA. KAU LEBIH BAIK MEMUKULKU, MENGHINAKU ATAU MENCACIKU ASAL JANGAN KATAKAN MATI- DEMI TUHAN AKU TAK SUKA…”

“Karna itu ku mohon pergilah…!!! Apa kau tak bosan hidupmu satu tahun hanya kau gunakan hal yang tak bermutu.”

Pemuda itu menarik nafas berat. Jujur dia ingin berlari memeluk orang yang dia cintai itu namun dia tak ingin kyuhyun tertekan.

“Baik. Aku pergi. Tapi jangan rindukan aku karna aku dan Kibum akan pergi ke luar kota untuk urusan bisnis. Kau baik-baik tunggu sampai aku pulang…”

Gadis itu terdiam. Menundukan wajahnya sampai tak sadar pemuda itu berjalan mendekatinya mengecup keningnya sekilas.

“Apa- yang kau lakukan…?”sontak Khuhyun mendorong tubuh pemuda itu menjauh.

“Menciummu seperti biasa… yang kita lakukan…”

Gadis itu tak bisa bicara apa-apalagi.

“Sudah masuklah!!! Aku tak ingin kau sakit..”

“Kau yang membuatku tambah sakit.”

“Padahal yang ingin aku dengar, bahwa aku adalah satu obat untukmu tapi… sudahlah!!! Masuklah udara malam tak baik untuk kondisi lemahmu…”

Kyuhyun masih terdiam namun setelah mengambil nafas sesaat dia mulai melangkah pergi. Siwon masih terdiam, berharap gadis yang dia cintai melambaikan tangan ke arahnya namun…

“Good nite angel. Mimpi indah. Aku akan selalu mendoakan untuk kesembuhanmu.”gumam Siwon.

DEG!!!Tiba-tiba jantung Khuhyun terasa sakit dan langjahnya berhenti. Siwon sontak berlari untuk menangkapnya namun terlambat seorang pemuda sudah siap menangkapnya.

“Kau tak apa?”tanya pemuda itu. Kyuhyun mengangguk dengan senyuman sebelum sedetik kemudian dia pingsan.

******

Suara burung berkicauan saling menyambut pagi dengan nyanyian. Udara pagi ini begitu indah. Pemuda itu tersenyum menyambut pagi.

“Kau sudah bangun. Bagaimana tidurmu…” tanya gadis cantik itu.

Pemuda itu tersenyum kecil, “Hmmm… nyaman… ahh tak terlalu buruk hotel ini. Pasti Kyunnie suka… lihat penginapan ini…begitu banyak tumbuhan hijau dan burung-burung.”ceritanya antusias.

“Apa tak bisa kau hilangkan dia sebantar di otakmu. Kau sekarang bersamaku bukan dengan Kyuhyun.”terdengar sungutan ke marahan.

“Maafkan aku Kibum kau sudah tahu pasti bagaimana perasaanku.” SIWON menjawabnya dengan santai tanpa menoleh ke arah gadis itu.

“Apa begitu sulitnya… aku bisa menjadi Khuhyun.. lebih dari dia lakukan kenapa kau tak bisa melihat ketulusanku Ha… di matamu hanya ada dia, kenapa kau tak bertolak melihatku walau sejenak…”ucapnya dengan tangisan yang mengebu-gebu.

“Karna aku mencintainya dan sampai kapan pun aku akan tetap mencintainya hingga akhir hayatku…”

Chuu…

Tiba-tiba Kibum mencium bibir Siwon. Namun pemuda itu hanya diam dan mendorong pelan tubuh gadis itu.

“Aku mohon… jangan buat aku melanggar janjiku dengan Khuhyun agar tak menyakitimu seperti waktu itu….”

“Kyuhyun ..Khuhyun… kenapa gadis itu harus lahir di dunia ini bila hanya menyusahkan orang banyak… KENAPA DIA TAK MATI SAJA.”

PLAKKSS!!!

Kibum memegangi pipinya yang memerah karna tamparan Siwon yang keras.

“Kau…” mata Kibum memerah.

Siwon terdiam menatap telapak tangannya. Dia sekali lagi memukul Kibum padahal dia sudah berjanji tak akan menyakiti gadis ini lagi. Dia pun berjalan mundur sampai menghantam dinding. Air matanya mengalir membasahi pipi.

“Maaf…maafkan aku Kyunnie maaf…”sesalnya bukan karna sudah menampar Kibum namun karna janjinya dengan Kyuhyun

Hal itu semakin membuat Kibum menatap sinis dan penuh dendam membara.

*******

Kyuhyun menatap langit-langit kamarnya. Ini sudah satu minggu dia tak bertemu Siwon. Rindu? Iya dan begitu rindu hingga menusuk jantung.

“Kau merindukannya?”

“Hae, sejak kapan kau di situ…?”

“Sejak kamu melamunkanya.”

“Apa’an…?? Siapa yang melamunkan Siwon?”rona merah terhias semburat di kedua pipi gadis cantik itu.

“Aku tak bilang Siwon? Kenapa kau langsung menyebut nama itu?”

“DONGHAE-SII jangan mengodaku…”

Dokter muda itu tersenyum di duduk tepi ranjang membelai lembut rambut yang mulai menipis dan kusut itu.

“Kau tampak cantik, apa menunggu dia datang,”

Kyuhyun terdiam mentap arah taman dari jendela kamar. Burung-burung berterbangan liar mengelurkan suara indah.

“Aku- sudahlah!!! Kau sudah membawa obat terkutuk itu… sungguh aku lelah… ”

“Jangan pernah lelah,Kyuhyun demi orang-orang yang sayang padamu…”

Kyuhyun hanya terseyum miris dengan nasipnya.

“Mungkinkah sampai musim hujan aku masih bisa melaluinya agar bisa merasakan kemarau lagi…”

“Bisa… aku nyakin bisa kau tahu bukan Tuhan adil dan maha penguasa… kau tahu bukan…”

Kyuhyun menatap dokter pribadinya itu. “Kau percaya ke ajaiban?”

Donghae mengangguk, “Mungkinkah Tuhan akan hilangkan penyakit ini….”

“Tak ada yang tak mungkin Kyunnie, kau harus percaya dan jangan berhenti berharap.”

Terlihat senyuman harapan di bibir manis gadis cantik itu. Donghae pun menyambutnya dengan senang hati.

“Kau tahu senyum itu menular…”kata Kyuhyun. Donghae hanya mengangguk semakin melebar senyuman.

*******

Kyuhyun berjalan memasuki gerbang istana itu. Penjaga rumah itu sudah hafal benar setiap hari pemuda itu tiada lelahnya meluluhkan hati anak majikanya.

“Dia tak bisa keluar…”jawab nyonya Cho . Ibunda Kyuhyun.

“Kalau begitu biarkan aku masuk…” kukuh Siwon.

“Dia melarangku… ”

“BABY KAU DENGAR AKU BUKAN….”Siwon mengeraskan suaranya tanpa rasa sopan di hadapan mantan calon mertuanya.

“Kenapa kau egois… kenapa kau merasaa dirimu hebat melawan penyakitmu sendiri Ha… kenapa kau tak ijinkan ku temani kala masa sulitmu…”

Siwon mengambil nafas. Sedangkan nyonya Cho hanya mampu menitihkan air mata di pelukan suaminya. Semua maid terdiam melihat ke gigihan Siwon

“Bagaimana kau bisa merasa bangga dengan dunia yang sementara ini? Kau tahu aku pun akan mati sama seperti kau… dunia di penuhi hiasa indah, tapi kita tetap akan kembali pada-Nya… kita tak akan tahu… kenapa kau egois dan bisa berkata akan mati esok sedangkan kau bukan Tuhan….Kyuhyun … apa kau lupa punya Tuhan….”

Mata Siwon memanas tapi dia tak ingin kembali rapuh. Dia ingin tunjukan pada babynya dia kuat. Kyuhyun muncul dari persembuyianya.

“Kau bodoh… Wonnie…”

Siwon tersenyum manis, “Suaramu itu bisa menghentikan detak jantungku…”

“Tidak… kau tahu benar suaraku akan bangkitkanmu… kau ingat bukan tiga bulan yang lalu karna teriakanku detak jantungmu kembali…”

Kyuhyun menangis sejadi-jadinya. Dia tak kuasa lagi menahan air matanya mengalir deras.

“Kau tahu bila dokter bilang bila hidupku tak sampai musim kemarau ini?”

“Sudah ku bilang dokter bukan Tuhan…”

“Namun dia tahu penyakitku semakin menguasaiku. Kau tak lihat rambutku semakin menipis…”

“Tuhan itu selalu dekat dan penuh kasih sayang… karna kemurahannya dan kasih sayang dia masih memberimu nafas sampai detik ini. Sadarkah ini semua muhjizat…”

“Tapi tetap saja penyakit ini tak akan hilang…”

“Bodoh… kali ini kau yang bodoh… kau tahu Tuhan tak akan biarkan hambanya menangis… kau tahu Tuhan yang tahu apa terbaik untuk umatnya…”

“Kau tak merasakan bagaimana menjadi posisiku? Betapa menderitanya ketika penyakit itu mulai menguasaiku…”

“Aku memang bukan di posisimu, tapi aku tahu Tuhan akan ringankan rasa sakitmu bila kau memintanya… percaya padaku tidak… tidak bukan padaku tapi pada Tuhan… ya Tuhan… kau tahu dia mampu memberikan keteduhan, kenyamanan. Memohon ampunlah!!! Kita akan bisa lalui bersama… aku akan temanimu dalam setiap hari-harimu…”

“SIWONNIE…” Kyuhyun mulai merasa pusing namun dia tahan. Pemuda itu mengulurkan tanganya namun Kyunnie hanya terdiam menatap mata tajam itu kini berlumur air mata.

“Menikahlah denganku!!! Kita lalui berdua dan memohon pada Tuhan….”

“Bagaimana Tuhan sewaktu-waktu memanggilku….?”

Siwon menarik nafas berat. Dia tak bisa berkata apa-apa karna air matanya yang tertahan, “Bila memang waktu memanggilmu… aku siap relakan kau… aku akan berusaha walau aku tahu itu sulit… tapi kenapa kau tak mencoba menikmati waktu yang di berikan Tuhan pada kita…”

Mereka saling menatap dengan air mata yang mengalir. Berlahan Kyuhyun mampu tersenyum begitu pula Siwon.

“Benarkan aku bilang kalau senyum itu menular…” canda Kyuhyun.

Tak hanya mereka namun semua penghuni itu tersenyum dengan di temani air mata. Siwon mengangguk dan kembali mengulurkan tangan kanannya. Berlahan tangan Kyuhyun inginnya mencapainya walau sedikit ada rasa ragu.

“Ku mohon…” pintanya. Kyuhyun menggigit bibirnya untuk menahan air matanya lolos dari matanya lagi. Namun dia berusaha mengumpulkan tenaganya. Kyuhyun menarik nafas berat dan menyambut uluran tangan Siwon.

Semua semakin tersedu karna pada akhirnya nona mudanya luluh juga dari pertahannnya. Siwon berlahan mendekat dan memeluk kekasihnya itu.

“Aku tahu Tuhan adil, dan terima kasih Tuhan karna ku tahu hati manusia yang kau ciptakan bukan dari batu…”gumamanya membuat Kyuhyun semakin tersedu dan mempererat pelukannya.

******

Hari ini Siwon dengan senang hati cek up kesehatan istrinya. Ya sudah 3 bulan Jihan menjadi istrinya. Meski selalu di lalui dengan debaran jantung setiap kali Siwon bangun tidur namun dia berusaha tetap bersyukur atas semua karunianya. Kembali ke kuasaan Tuhan di tunjukan pada keluarga kecil itu.

“Selamat kalian akan menjadi appa dan eomma…”

Sungguh pernyataan itu membuatnya tercengang.

“Lalu apa mungkin bayi itu akan bisa tumbuh sempurna dengan kondisi saya?”

Dokter terdiam karna dia tak tahu apa jawabanya. Kyuhyun mengenggam tangan suaminya.

“Saya tak bisa menjamin karna Anda hamil saja itu sebuah keajaiban….”

Kyuhyun menatap suaminya dan Siwon tersenyum mengenggam tangan istrinya semakim kuat.

“Kita bisa…”lirih Siwon memberi semangat. Kyuhyun mengigit bibir bawahnya. Lalu tersenyum kecil ketika suaminya melontarkan senyum terbaiknya.

******

Hari demi hari mereka lalui. Kandang Kyuhyun drop namun dia tetap bertahan… setiap hari Siwon selalu berdoa untuk keselamatan dua orang yang dia cintai itu. Semua ptoses kehamilan di lalui oleh kyuhyun . Mulai dari nyidam sampai mual. Hari-hari yang indah. Tak sedetik pun Siwon lewatkan. Membelai lembut perut istrinya yang semakin buncit.

“Argh!!!” Kyuhyun berteriak dengan sekuat tenaga. Ya kini Kyuhyun sedang bertarung nyawa mengelurkan buah cintanya dengan Siwon. Sungguh kondisinya sedikit drop namun dia tetap memaksa untuk melahirkan secara normal.

“OWEK…OWEKK….”

“Selamat bayi Anda laki-laki…” ucapan dokter itu membuat kyuhyun yang lemah sedikit berkurang rasa sakitnya. Lalu sedetik kemudian semua menjadi gelap. Membuat semua orang di ruang bersalin itu kelabakan.

*******

Siwon mondar-mandir tak tentu di ruang gawat darurat.

“Bagaimana dok?”tanya siwon atusias.

“Bersyukurlah nyonya choi memalui masa kritisnya…”jawab dokter membuat siwon mampu bernafas dengan lega.

“Terima kasih, dok…”

“Berterima kasihlah pada Tuhan karna dia yang menyelamatkan nyonya kyuhyun bukan saya.”

Siwon mengangguk dan segera berlari masuk ke dalam ruang rawat istrinya.

“Terima kasih Tuhan kau masih berbelas kasihan padaku dan anak kami.”ucapnya dengan deraian air mata.

Siwon mencium punggung tangan istrinya.

********

Semalaman Kyuhyun tak sadarkan diri. Siwon masih dengan setia menemaninya.

“Siwon …”Kyuhyun membelai lembut rambut suaminya.

“Eh…Baby.. kau sudah sadar…?”

Kyuhyun tersenyum membelai lembut wajah suaminya yang terlihat kacau pagi ini.

“Kau buat aku jantungan…” gerutu Siwon, “Sudah aku bilang lebih baik operasi kau malah membuat keputusan yang membuatku hampir kehilanganmu…”

“Bukan sejak awal kau sudah siapa kehilanganku setiap waktu…”

“Tapi bukan dengan ke adaan yang extrim seperti itu…”

“Aku ingin merasakan menjadi wanita seutuhnya dan Tuhan memberiku ke sempatan…” Kyuhyun tersenyum puas.

Siwon pun memeluk istrinya. “Lain kali jangan lakukan lagi…”

“Iya. Oh, ya dimana anak kita?”

“Suster sedang memandikan jagoan kita…”

“Selamat pagi nyonya Choi… ini si tampan sudah mandi. Waktunya minum susu…” kata suster itu.

Kyuhyun tersenyum kecil dan menerima anaknya.

“Hai, tampan…”sapa Kyuhyun

“Wah, lalu siapa nama jagoannya? ” tanya suster.

Kyuhyun menatap suaminya, “Maaf aku panik dan belum sempat memberikan nama untuknya…” Siwon membelai rambut istrinya.

“Bagaimana kalau Minho. CHOI MINHO?”

“Tak buruk.”jawab Kyuhyun yang kini menyusui putranya.

“Baik saya tinggalkan kalian.”suster itu pun keluar ruangan.

“Dia mirip denganmu… “kata Kyuhyun sambil membelai wajah anaknya.

Chu…

“Terima kasih kau sudah bertubi-tubi memberikan kebahagian untukku…”

“Harusnya aku yang berterima kasih karna mau menemanku sampai detik ini.”

Siwon tersenyum manis. Kembali memeluk kedua orang yang dia cintai.

*****

Hari mulai larut. Suasana makin indah dengan segala paronama langit yang ke orangean.

“Tidurlah!! Hampir seharian kau tak istirahat bermain dengan Minho…”

“Entah kenapa aku begitu takut… takut tak bisa melihat Minho..”

“Usttt… kau bicara apa? Kau akan melihatnya setiap hari…”

Kyuhyun tersenyum kecil dan mengangguk lalu mengecup bibir suaminya sekilas.

“Kenapa wajahmu jadi tegang? Itu hanya ketakutanku saja…”

Siwon tersenyum kecil dan memeluk istrinya.

21.30

“Kenapa belum tidur?”tanya Siwon.

“Belum lelah… karna aku masih ingin melihat wajahmu…”

Ya mereka berdua sedang tidur di ranjang putih yang sempit. Saling memeluk dan menatap satu sama lain. Siwon memeluknya menengelamkan wajah istrinya dalam pelukannya.

“Bila waktu telah memanggilku ku mohon tetap lanjutkan hidup demi anak kita…”pinta Kyuhyun.

“Kau bicara apa? Kita akan merawat Minho berdua…”

“Iya…iya… aku hanya berdoa semoga rasa sakit ini hilang…”

“Pasti…pasti Tuhan akan hilangkan rasa sakitmu…”

“Benarkah?”

Siwon hanya mengangguk karna menahan air matanya.

“Wonnie, aku leleh. Aku ingin tidur….”

“Tidurlah!! Besok kita akan bermain seharian lagi dengan Minho…”

Kyuhyun mengangguk dan mempererat pelukannya.

“Kau tahu, Kyu. Kamu adalah kebahagianku dan aku tak menyesal….”

“Aku juga tak menyesal mencintaimu, Wonnie…”

“Tidurlah!!” SIWON mengecup kening istrinya dengan lembut sampai Kyuhyun memejamkan mata lelahnya.

******

06.00

Siwon yang baru selesai mandi belum mengetahui kondisi istrinya. Dia menatap dokter jaga yang memperiksa kondisi istrinya dengan wajah tegang. Apalagi di tambah kedua mertua dan orang tuanya menangis terseguk-seguk.

“Ada apa ini?”tanya siwon dengan mata yang membulat.

“Tuan Choi… Anda harus ihklas…” kata dokter Donghae

“Kau kenapa Donghae-ssi? KHUHYUN BAIK-BAIK SAJA KAN…?”kata Siwon sambil mencengkeram kedua kerah baju Donghae

“Siwon tenangkan dirimu…”setak Donghae

Siwon berjalan mundur menghantap lemari kecil ketika melihat istrinya mulai di selimuti kain putih. Tangaisannya pun pecah seketika.

Ketika pemakaman Siwon tak hentinya menangis bahkan tak mau meninggalkan makam istrinya. Sedangkan Minho terus menangis tiada henti.

*****

15 tahun kemudian….

Siwon datang bersama Minho ke makam istrinya.

“Kyunnie kami datang. Bagaimana kabarmu? Kini penyakit kangkermu telah hilang… Tuhan benar-benar hilangkan rasa sakitmu…lihat Minho sudah besar dan setiap hari mendoakanmu…”kata Siwon.

“Daddy ayo berdoa…” aja anak laki-laki itu sambil memberikan bunga pada appa

Siwon pun tersenyum kecil lalu mengacak rambut putranya. Lalu mereka mulai berdoa di depan makam istrinya.

“Tuhan jaga mommy disana seperti Kau menjaga kami disini… Mommy datanglah ke mimpi Daddy malam ini karna Daddy tak mau makan lagi akhir-akhir ini. Aku lelah mommy mengomel seperti anak gadis…”doa Minho

SIWON hanya tersenyum kecil lalu mengusap rambut anaknya.

“Daddy jangan mengangguku terus aku sedang berdoa…”omel anak laki-laki itu.

Siwon kembali terkekeh, “Lihat Kyu walau dia pria tampan namun semua sifatmu menurun padanya…” kata Siwon dengan sebilas senyuman.

Mereka pun meninggalkan makam Kyunnie dengan bergandengan tangan. Sampai detik ini Siwon tetap mencintai Kyuhyun dan seberapa besar kedua orang tua dan mertuanya mencarikan jodoh dia tetap bertahan dengan kesendirian. Pada akhirnya mereka pun menghargai keputusanya.

“BABY aku merindukanmu….”batin SIWON,

Kadang aku lupa bagaimana rasa rindu itu tercipta
karna terlalu lama
hingga susah untuk bernafas…
Lupa untuk berjalan…
Lupa apa arti menunggu…
Lupa akan arti mencoba
Lupa arti hidup sendiri atau berdua
Lupa …lupa… dan lupa
Ini terlalu sakit… Tuhan…
Menarik selembar udara hanya untuk temani paru-paru
namun terkadang jenuh dan ingin akhiri saja…
tapi ketika awan iringi senyumanmu
aku lupa…lupa akan sakit ini
dan kembali mencoba mencari nafas baruku
Walau jenuh dan bosan…
Namun aku akan bertahan demi cinta yang tercipta
Demi kasih yang kau berikan
Ku akan menjaganya
Menjaga buah cinta… dari takdir yang pahit
(SIWON)

Lakukan apa pun yang terbaik seolah-olah waktu akan berakhir kapan pun tanpa kita tahu
(kyuhyun)

THE END

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

19 thoughts on “Bila waktu ….

  1. uhhh,ampe nangis bacanya,walaupun mommy udah meninggal,tetapi cinta daddy tax pernah berkurang sedikit pun.
    I LOVE WONKYU’ 🙂

  2. nangis aku, meskipun babykyu akhirnya hrs pergi utk selamanya tp dia sdh memberikan kado terindah utk siwon, babymin, buah hati mereka. selamanya babykyu adalah cinta abadinya siwon.

  3. indahnya cinta
    walo sesaat kyu bahagia pasti
    apalagi kebahagiaan adanya baby min
    ooh walo nyesek huhuhuh
    kyu pergi tanpa penyesalan
    tapi mommy sakit apa ???
    minho cerewt kaya mommy tapi demi kebaikan it’s okay

  4. Sedih bgt
    Tapi setidaknya wonkyu sempat merasakan kebahagian sampe mereka memiliki anak
    Pada akhirnya kyu tetao harus meninggaljan orang2 yg dicintainya

  5. Pintar nya anak nya mr. Choi. Dia selalu bsa membuat d sekeliling nya merasa sangat senang karna sifat nya yg persis k mommy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s