Posted in BL, Comedy, Family, Fluffy, Genre, Humor, Romance, Series, WonKyu Story

LOVE FIGHT!!– ♦Behind The Scene♦

LOVE FIGHT!! ♦BEHIND THE SCENE♦

Author : Ojin

Cast : WonKyu, Mochi xD

Rate : Aman

Genre : Apa adenn xD

Lenght : Cuma Sekali Tembak 🙂

Disclimer : Walaupun absurd2 gini punya Ojin lohhh xD

Warning : Ini Boys Love. Yang gak berkenan dengan BL bisa baca yang GenderSwitch, kalo disini belum banyak ada yg GS WonKyu nanti Ojin banyakin(Mudahan sempat). Wkwkwkwk xD Yang gak berkenan dengan WONKYU, dengan tanpa mengurangi rasa sopan sebaiknya klik tanda silang merah di pojok kanan atas ^^ Ojin gak suka war.. Yeay~ Kritik dan saran diterima

🙂

.

.

.

.

.

.

.

[Warning, ini adegan sebelum Kyuhyun pingsan dari sudut pandang Siwon tapi memakai Point of View dr Henry xD Duh mudahan ngarti dah :v wkwkwkwkwk(Baca Love Fight Miliknya)]

.

.

.

 

*HENRY POV ˋ△ˊ*

Orang-orang dewasa sering memanggilku bocah ingusan. Mengejek dengan tampang sok dewasa mereka dan sering mengusak tatanan rambut tampanku. Huh! Menjengkelkan sekali. Mereka juga sering kali tak mengubris pendapatku. Pokoknya orang dewasa itu menyebalkan. Seperti orang di hadapanku ini. Aku tak mau mengakuinya tampan. Tapi bagaimana pun aku menyangkal, kakak sepupuku ini memang terlihat begitu–uh! Yah tampan! Oke aku menyerah. Tunggu saat aku sudah besar nanti, aku akan menyaingi hyungku satu ini.

“Hyung, kau dipanggil appa ke ruangannya” Kucegat sosok tegap nan gagah ini yang terlihat berlari tergesa di koridor. Merentangkan kedua tanganku, tak membiarkan ia lolos. Kedua bodyguard setiaku juga memegang masing-masing tangannya dengan erat. Pasti dia tidak bisa lolos sekarang.

“Henry, ada sesuatu yang harus hyung lakukan. Nanti hyung akan menyusul kesana. Kau pergilah dulu”

“Tidak mau. Ruangan appa itu membosankan. Aku ingin pulang saja tapi sayangnya appa tak mengijinkan. Hyung ikut pulang denganku ya, ayo bermain bersama” Kukeluarkan jurus andalan puppy eyes ku padanya. Orang dewasa itu bodoh sekali. Selalu kalah oleh yang namanya aegyo anak kecil.

“Mianhae Henry, kapan-kapan kita mainnya ne” Hyung tampak memberontak dalam kukungan dua bodyguard ku. Dan entah bagaimana jalannya, tiba-tiba hyungku sudah melarikan diri. Berlari cepat sekali. Mentang-mentang tubuh bak atlit. Mau pamer eoh? Menyebalkan.

“HYUNG!!! JANGAN LARI HYUUUNGGG!!!” teriakku lantang.

“Bodoh kenapa malah melihatiku!! Kejar dia!!” Dua bodyguardku bodoh sekali. Malah melihatiku, menunggu perintah. Tidak bisa mandiri! Seperti paku yang harus dipukul dulu supaya mau menancap. Aish bodyguardku ini harus diberi perintah dulu baru mau bergerak. Payah!

Kenapa orang dewasa bisa lari secepat itu? Makan apa sih hyung ku itu. Setelah berlarian beberapa meter. Kami tampak celingukan karena tak tahu pasti kemana hyung berlari. Diperampatan koridor ini yang mana yang benar? Ke kanan? Ke kiri? Atau lurus saja?

“Oke kita bagi tugas saja. Kalian masing-masing kesana. Biar aku yang mencari hyung kesini” Mengintruksi bodyguardku untuk berpencar. Satunya koridor kanan dan satunya lagi koridor kiri. Dan koridor di depanku, biar aku yang mencari.

“Baik tuan muda” mereka menjawab bersamaan.

Koridor tampak sepi. Semua siswa siswinya memang dominan melakukan aktifitas di lapangan. Karena kegiatan belajar mengajar di tiadakan hari ini tentu saja. Persiapan mereka untuk festifal tahunan tahun ini. Untuk itulah appa di kantor juga tambah sibuk. Pekerjaan menjadi kepala sekolah benar-banar tak mudah.

Kepalaku tak henti-hentinya bergerak ke kanan dan ke kiri. Mencari sosok tegap itu.

Dan tak kuduga sosok yang kucari sekarang tengah menghampiriku tergesa, lebih tepatnya berlari dengan membawa seseorang dalam dekapannya. Tampaknya pingsan.

“Hyung!” Seruku tak terima begitu Siwon Hyung–sepupuku– tampak berlalu begitu saja dari hadapanku. Hello? Apa aku begitu pendeknya sampai tak terlihat?

“Ah! Henry, kau membuatku terkejut” Ungkapnya spontan dengan masih mendekap sosok yang terlihat mungil itu dalam gendongan bridal stylenya.

“Siapa itu hyung? Kau baru saja membuat anak orang pingsan?”

“Ani Mochi-ah… Aish~ Nanti saja kujelaskan. Aku harus ke ruang kesehatan membawanya”

“YAK! SIWON HYUNG TUNGGU AKUUU!! DAN JANGAN PANGGIL AKU MOCHI!” teriakku membahana. Teriakkan ku yang bergema nyaring semakin membuat suasana sekitar semakin mencekam. Uh~ seram sekali. Tega sekali Siwon hyung ingin meninggalkan ku sendirian disini.

Kususul Siwon hyung ke ruang kesehatan. Ia meletakkan sosok mungil itu diatas kasur putih bersih kontras sekali dengan kulitnya yang putih pucat.

“Mochi-ah, kau tunggu disini sebentar okey?” Siwon hyung berujar pelan. Kebingungan karena apa yang ia cari tampak tak ia temukan di lemari P3K.

Aku menganggukan kepala singkat. Tak menggubris panggilan Mochi-nya. Malas berdebat.Duduk ditepian kasur. Masih betah memperhatikan sosok mungil berpakaian Senior High School ini.

Eh? Aku baru menyadari dia ternyata murid sekolah ini juga. Tubuhnya kecil sekali. Dan dia aneh. Kenapa yeoja memakai celana? Bukannya pakai rok, malah memakai celana.

Ya ampun bulu matanya lentik sekali. Bibirnya juga mungil seperti pita, pink merekah. Ish! Wajahnya rupawan tanpa cacat, tanpa jerawat. Kenapa sosok ini terlihat sempurna sekali?

Sialan!

Berhenti berdetak jantung bodoh!

Ugh appo~ Tapi detakan ini kenapa begitu menyenangkan? Apa ini yang dinamakan jatuh cinta oleh para orang dewasa itu?

Huwaaaa~ Eomma! Kedua pipiku panas sekali. Apa aku demam?

Aku ingin sekali membangunkannya untuk sekedar mengetahui nama noona ini. Tapi tak tega juga melihat tidurnya yang begitu damai. Kelopak matanya yang tertutup membuat ia terlihat cantik ketika tertidur begini.

Name tag pun tak melekat di seragamnya. Ah! Nanti saja aku tanyakan pada Siwon hyung.

“Mochi, ummamu menjemputmu dan menyuruhmu pulang sekarang” Suara menginterupsi Siwon hyung yang tiba-tiba begitu membuatku kaget. Niat awal ingin menyentuh pipi cebal itu, kandas sudah. Aih~ Siwon hyung mengganggu.

“Apa yang sedang kau lakukan Mochi-ah?” Kedua mata Siwon hyung tampak memicing ke arahku.

“Aku tak melakukan apapun. Tadi ada lalat diwajahnya” ujuarku beralasan.

“Pulang sana”

“Ish! Siwon hyung menyebalkan!” Kenapa tidak berlama-lama saja keluarnya? Jadi kan aku bisa mencium pipi noona sedikit saja, lanjutku dalam hati.

“Hyung, noona itu siapa namanya?”

“Kau tidak perlu tahu bocah, sana pulang” Siwon hyung menjewer sebelah kupingku pelan. Walau tak sakit, tapi ini sungguh menyebalkan. Kenapa orang dewasa senang sekali menjewer kuping berhargaku ini? Tidak eomma, tidak appa, tidak Siwon hyung, semuanya menyebalkan.

Aku sudah 10 tahun. Kurasa umur segitu sudah cukup mereka memperlakukanku seperti anak-anak. Ish!

“Siwon hyung?” Suara lain tampak menginterupsi kegiatan Siwon hyung yang asik menjewer sebelah kupingku dan menuntunku keluar dari ruangan kesehatan.

“Kyunie~ kau sudah sadar?”

Jadi… namanya Kyunie??

Demi koleksi baju superman ku, untaian selembut dawai bibir mungil milik sosok yang baru bangun dari pingsannya itu begitu merdu Ya Tuhan. Aku terpaku, tidak berkedip sedikit pun. Kalau tadi aku katakan kelopak matanya yang tertutup tampak membuat ia cantik, namun sekarang saat kedua kelopak mata itu terbuka memperlihatkan caramel eyes yang memikat, membuat ia terlihat sangat indah.

Aigo~ sejak kapan aku jadi pintar menggombal seperti ini. Ini pasti karena virus kegombalan appa yang tertular padaku. Oh eomma, Henry menderita penyakit serius. Bagaimana ini?

.

.

.

.

.

Antrian panjang terlihat di depan kelas II A Sky High School. Sekolah itu tampak begitu sibuk hari ini. Masing-masing kelas sudah tidak nampak seperti kelas pada umumnya. Murid-murid menyulapnya menjadi sebuah stand yang tak umum sama sekali demi mencuri perhatian calon murid yang akan bersekolah disini.

Ya, festifal tahunan sekolah diadakan sebagai hiburan untuk siswa sendiri. Dan juga sebagai ajang perkenalan awal kepada calon murid Sky High School karena hanya pada saat festifal tahunan sekolahlah sekolah ini dibuka untuk umum.

Kelas II A yang terlentak di lantai dua itu begitu mencolok dengan stand maidnya. Berbeda dengan stand yang bersebelahan dengan mereka yang tampak begitu sepi.

“Antrian nomor 1013?” Tiffani salah satu staf kelas II A, berteriak lantang. Memanggil antrian yang dimaksud, melambai-lambaikan sebuah blackboard bertuliskan angka 1013.

Sesosok anak kecil, maju mendekati Tiffany menyerahkan gulungan kertas–nomor antriannya–

“Noona, ini nomor antrianku” Orang itu tersenyum lima jari memamerkan gigi putihnya yang berderet rapi.

Tiffani berjengit geli melihati seorang bocah setinggi pinggangnya tampak antusias untuk masuk ke dalam stand mereka. Mengusak rambut bocah itu pelan, lalu Tiffani berjongkok dihadapan anak itu.

“Adik kecil, dengan siapa kau datang kemari? Apa kau sudah bawa uang?” Tiffani bertanya ramah sambil sebelah tangannya tidak bisa diam untuk sekedar mencubit pipi chubby milik bocah itu yang sangat serupa seperti kue mochi. Bagaimana pun harga makanan di stand mereka terbilang cukup mahal. Tentu saja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dan Tiffani sama sekali tak mau merugi nanti. Penggarapan stand mereka juga memang lumayan banyak mengocek won.

“Sudah kok noona. Kedua bodyguard ku yang akan membayar semua tagihannya. Dan sekarang bolehkah aku masuk?” Anak kecil itu mencebil tak suka karena merasa disepelekan. Menunjuk kedua bodyguard setianya yang berjaga ketat masing-masing disamping kanan dan kirinya.

“Oops mianhae. Maaf adik kecil, noona tak tahu. Kukira mereka juga akan ikut mengantri. Ayo silakan masuk. Dan ini nomor mejamu. Terimakasih” Tiffani tersenyum ramah, menghiraukan ekspresi kesal dari bocah itu. Bangun dari jongkoknya dengan membungkuk sopan ke bocah itu mempersilakannya masuk. Omona, bagaimana ia bisa tak melihat dua sosok besar yang berada di samping bocah itu.

“Noona, apakah disini ada seseorang yang bernama Kyunie?” Bukannya malah masuk kedalam, bocah itu kembali merebut perhatian Tiffani dengan menarik-narik ujung dress maidnya agak kencang. Semua anak-anak kelas II A hari ini memang memakai pakaian maid. Stand mereka berlatar belakang sebuah cafe coffe dan cake.

“Kyunie? Apa yang kau maksud itu adalah uri Kyuhyun?” Tiffani mengkerutkan alisnya. Bertanya-tanya dalam hati ada apa gerangan anak ini mencari-cari Kyukyu mereka.

“Ah, ya benar noona! Maksud henry, Kyuhyun. Kyuhyun noona. Hehehehe.. apakah kyunie noona ada di dalam?” Lagi-lagi bocah itu tak berhenti bertanya. Menakupkan kedua tangannya lucu, tampak antusias sekali. Bibirnya terus menyunggingkan senyum tak henti-hentinya.

“Noona? Tapi…”

“Kyunie noona ada di dalam kan? Henry masuk saja ya. Gomawo noona”

Tifanny menganga lebar, terlihat terkejut dengan panggilan noona untuk Kyuhyun. What? Sungguh, ingin rasanya Tifanny tertawa keras-keras saat ini. Omo~ ia tau kalau Kyuhyun itu memang manis menjurus ke cantik, kekekekeke bahkan anak yang mengaku namanya Henry tadi saja sampai pangling membedakan gender Kyuhyun.

Henry–bocah bercelana pendek, berkemeja kotak-kotak lengkap dengan dasi kupu-kupunya– masuk ke dalam kelas II A yang kini telah disulap menjadi sebuah kafe mini yang sederhana. Dengan tidak terlalu memakai ornamen rumit yang terkesan kampungan, menjadikan kelas ini benar-benar mirip seperti kafe betulan.

Bocah tampan itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Mencari-cari keberadaan seseorang yang bahkan sampai ia rindukan itu. Padahal mereka belum berkenalan secara resmi, tapi sudah membuat bocah itu rindu dengan wajah manis ‘noona-nya’ itu. Hemm.. Aigo~ Sepertinya kuda kita dalam bahaya ne…

Kedua bodyguard yang masih setia berjaga ketat dikedua sisinya itu tampak berdiri tegak, tak menghiraukan tatapan aneh yang mulai berdatangan dari orang-orang pengunjung kafe.

“Huft, Kyunie noona dimana? Orang-orang dewasa ini menghalangi pandanganku. Kenapa sih orang dewasa itu mempunyai porsi tinggi yang lebih banyak dariku? Ini namanya diskriminasi terhadap anak-anak” Henry berkata sebal. Bersidekap lucu, tanpa sadar menguarkan tingkah kekanakan yang selama ini terbungkus rapi dalam sikap sok dewasanya. Bayangkan umurnya saja baru 10 tahun, tapi si bocah berpipi gembul–menyaingi gembulnya pipi Kyu– sudah merancang masa depannya sendiri. Sebenarnya lebih ke rancangan masa depan absurd versi henry sendiri -,- Maklum jiwa anak-anaknya masih begitu melekat. Polos, tapi sok dewasa. Aigo~

“Selamat datang di cafe kami. Ada yang bisa kamu bantu, tuan kecil?”

Suara itu…

“Kyunie noona!!”

Brukk..

Dengan satu tubrukan kencang, Henry memeluk erat pinggang seorang berpakaian maid, yang sesaat tadi menghalangi pandangannya melihat sekitar. Suara ini Henry sangat mengenalnya. Suara mendayu-dayu dan aroma strobery yang begitu ia ingat. Bau yang membuat ia rindu. Bau lembut dan menenangkan. Ya pasti ini Kyunie noonanya!! Calon istrinya di masa depan. Memikirkannya saja sudah membuat Henry ingin menjerit dan melompat-lompat kegirangan.

“Noona?? Naega..?” Orang yang dipeluk Henry itu mengerjap-ngerjap bingung. Merasa aneh dengan panggilan noona yang dilayangkan oleh anak kecil yang masih betah memeluknya ini.

“Tapi… tapi Kyunie… Kyunie… bukan…”

“Ssstttt… Noona tidak perlu malu. Henry tau, noona itu jodoh Henry” kata bocah itu tidak sinkron. Menarik pergelangan tangan sosok manis itu, memaksanya berjongkok agar menyamai tinggi badannya. Henry dengan tingkah sok dewasanya membungkam bantahan orang yang dipanggilnya ‘Kyunie noona’ itu dengan sekali sentuhan jari telunjuk di bibir miliknya. Sedangkan lawan bicaranya hanya bisa mengerjap-ngerjap. Sungguh menggemaskan sekali ya ampun.

“Tapi tuan kecil, Kyunie memang…”

“Noona, apa noona tidak suka pada Henry?” Tanya bocah nakal itu berkaca-kaca berpura-pura sedih.

“Bukan… bukan seperti itu tuan kecil. Tapi…” Kyunie menggigit-gigit bawah bibirnya cemas. Takut-takut membuat anak ini menangis. Karena dia memang paling tidak bisa melihat orang lain menangis. Ujung-ujungnya dia juga yang akan ikut menangis.

“Kyunie, apa sudah selesai? Banyak yang minta dilayani oleh mu”

Kyunie–lebih tepatnya Kyuhyun– membagi perhatiannya dari Henry. Menoleh pada seseorang yang baru saja memanggilnya. Sunny. Yeoja pendek itu tampak sedang menenteng buku pesanan di kedua tangannya. Menatap interaksi Kyuhyun dan seorang bocah yang rasanya tak ingin lepas dari Kyuhyun itu.

“Tapi Kyunie tidak bisa, tuan kecil ini terus menahan Kyunie disini. Eotteokhae??” Kyuhyun mempoutkan bibirnya tanpa sadar. Padahal baru saja ia berjanji kemarin pada sesorang untuk tidak mempoutkan bibirnya sembarangan.

Kyuhyun dengan baju maid model kimono motif sakuranya, menghipnotis pengunjung stand mereka hari ini. Ditambah rambut palsu sepanjang punggung yang ia kenakan semakin membuatnya bertambah cantik saja. Pasti tak ada yang menyangka kalau sebenarnya dia itu adalah seorang laki-laki.

Salah satu korban kesalahpahaman itu contohnya Henry si bocah yang sok dewasa. Melihat Kyuhyun dengan kostum maidnya semakin membuat Henry terlena. Auch~ Apa ia harus memberitahu appanya sekarang? Calon menantu ideal kelurga Choi sudah di dapatkannya xD

“Tuan kecil, sebaiknya tuan kecil duduk dulu ne. Biar Sunny noona yang melayani tuan kecil.”

“Shireoo” kata Henry horor. Kedua matanya memicing tajam. Tidak suka mendengar Kyunie noonanya akan digantikan orang lain. Pokoknya dia mau Kyunie noona saja titik!

“Tapi tuan kecil…” Kyuhyun mencoba bernegosiasi.

“Kyunie noona. Namaku bukan tuan kecil. Panggil saja aku Henry. Choi Henry lebih tepatnya. Dan noona adalah calon istriku di masa depan.”

Zziiiiinggg…

Hening. Suara sendok yang beradu dengan garpu milik pengunjung kafe yang sedang asik makan, sudah tidak lagi terdengar. Suara berisik orang-orang yang mengantri tadi hilang entah kemana. Keheningan itu seakan-akan meledek Henry saat ini. Bahkan dapat Henry liat Noona pendek tadi berusaha menahan tawa, membekap mulutnya sendiri.

“Tapi, Kyunie sudah mempunyai suami. Suami Kyunie bernama Choi Siwonie. Wahh, marga kalian sama! Kekekekeke… Siwonie Kyunie itu sangaaattt tampaann. Tubuhnya tinggi. Bisa membelikan Kyunie apa saja. Siwonie seperti kantong ajaib milik doraemon! Henry tau kan Doraemon? Bahkan kami sudah memiliki calon baby sekarang” Kyuhyun malah bercerita dengan hebohnya. Sesekali mengelus-ngelus perutnya yang masih raa itu. Tanpa memperdulikan ekspresi memelas Henry. Terus saja memuji-muji Hyung yang sudah dianggap saingannya itu.

“Kyunie sayang” Tiba-tiba Siwon datang, merebut perhatian Kyuhyun. Menarik pinggangnya dan mengecup sembarangan bibir kisable yang sewarna peach itu.

Sumpah! Henry sudah menangis sekarang.

MWOYA?? JADI SIWONIE HYUNGNYA SUDAH MEREBUT KYUHYUN DARI SISINYA?? INI TIDAK BISA DIBIARKAN! KYUNIE NOONA ITU CUMA MILIKNYA!! TIDAK ADA YANG BISA MEMILIKINYA! DEMI SEMUA KOLEKSI ROBOT MILIKNYA!

.

.

.

“Siwon hyung, jangan ambil Kyunie noonaku! Hyung!”

Badan mungil itu menggeliat gelisah. Memutar-mutar tidak jelas diatas kid bed, berseprai superman miliknya. Sedari tadi tubuh itu berguling tidak nyaman, dengan kedua mata masih menutup erat.

Sampai pada akhirnya, tubuh itu terpelanting kebawah, jatuh dengan naasnya dengan kepala lebih dulu.

“Aw!” Bocah itu menjerit keras. Kentara sekali kesakitan.

“Loh. Kok Henry disini? Bukannya tadi ada Kyunie noona??” Ucapnya dengan suara khas baru bangun. Menggaruk-garuk kepalanya yang entah kenapa terasa gatal. Ia bingung sekarang. Jadi… itu cuma mimpi?

Kejadian memilukan itu cuma mimpi??

EHHHH… CUMA MIMPII??? O.O

.

.

.

.

.

.

Duh hampir 2 bulan gak nulis. Tiba2 nulis lagi, berasa kaku ta. Duh xD Absurd lagi kan :> Behind The Scene Ojin bawain anggep aja kayak bonus gitu :v Tapi beneran rada kaku deh kayaknya xD Wahahaha.. Oh yah mohon maaf untuk Kyuhyun first love story gak bsa saya post, soalnya saya takut xD Kemaren ada issue plagiat yg sampek di bawa ke jalur hukum. Kan banyak tuh yng nyandur novel/manga, ati2 deh mulai sekarang. Kalo kedapetan penerbit atau ada yg gak suka sama kamu trus kamu dilaporin, dendanya gedeeeee.. Makanya deh ojin bikin ini aja -,- gak berani soalnya yg gak suka KPOP utamanya pd protes gak suka. Ojin bentar lagi apdet new epep chapter :3 Tunggu aje ye ^^ :v Mohon maaf atas segala kekurangan dlm ff ini :> Kritik dan saran di terima ^^ Tengkyuuuu…. Tanya deh, ada yang kangen??**DilemparinBom** Oh yah, Ojin author tetap di WKC loh sekarang. Terimakasih untuk para admin WKC yang sudah menerima Ojin dimari ^^ Gomawo buat unssi eon :v HIhihihi.. Wah salam kenal buat author tetap yang baru ^^ Halo cat cat**digamparin** duh XD salam kenal yakkk 😀

 

Advertisements

Author:

Bibliophile

35 thoughts on “LOVE FIGHT!!– ♦Behind The Scene♦

  1. Haii ojin,, akhirnya updte love fightnya juga,, henrynya lucu,,
    Baru x ini baca ff wonkyu henry jd saingannya siwon,, haha gimana jadinya ya,,

    Lanjut ya updt nex chap ,,
    Oh ya slmat untuk ojin jd author ttp wkc,, moga ff wonkyu semakin banyak ,,

    1. Hai santiii.. iya nih.. ahahaha.. maaf kelamaan ●0●

      Duh iyaa xD Biar tau rasa tuh si siwon punya saingan yak :v Saingannya bocah lagi xD hihihihihi

      OKeyyyyy…. Tengkyu ya :*

  2. Henry ah inget umur msh 10 th udh mikirin jodoh,,
    Ternyata henry cuma mimpi kirain beneran dtng k stand maidnya kyu…
    Ngegemesin bgt si henry ini…

  3. khas Ojin deh.. imut2 gt.. bikin gemes… 🙂 🙂 🙂
    aku udaa baca dengan sangat amat seriuuss…
    kirain terjadi bner…. 🙂 🙂
    *ngarep
    ternyata cuma mimpi eoh…..
    ah, indahnya kisah mereka….
    monggo di lanjut Ojin….
    selalu ditunggu yaaahhh…
    Fighting!!! XD XD

    1. Kekekeke… entar abis imut-imut, Ojin coba bikin yang galak-galak. Wahahahaha… Okeey okeeyy ^^ Bakal diapdet cepet deh mudah2an kelar.. HOhohohoho.. Fightiiinggggggg!!!! ^^

  4. halo ojin! akhirnya kamu update fict lagi ya! terima kasih 😀 aku suka sekali love fight series ini dan selamat ya udah jd author tetap di blog ini. semakin rajin update fict wk ya! daaaan kenapa babykyu pede sekali sih bilang kalo udah punya anak sm siwon. emang ngerti hal begituan lol? next chapter update asap plis 🙂

    1. Halo Drianca~~ :* Yourwellll anca >o< kekekekkeke~ Bersyukur banyak yang suka ya 🙂 Wih wih wih tengkyu lagi XD itu tuh ngipi absurd punya Henliii.. Ahahahaha.. iya ya emang baby kyu ngarti yang begituan??? okeee ^^ tengkyu ude pantengin LF nya di wkc ya ^^

  5. Ebusyeeeet,
    Henry bneran deh. .
    10 thn tp udh sok dewasa, 😂😂😂

    Malah udh brani ngajakin wondad saingan pula. . ahahahahaha
    Henry, Hendry, wkwkwkwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s