Posted in Comfort, FF Kontes, Genderswitch, Hurt, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

[FF Kontes] Change My Destiny

cover FF

Change My Destiny

Author: @RT_Dhilla

Main cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon.

Genre: GS, Hurt-Comfort, Romance

Rated: PG-13

Summary:

“Ketika saat dimana semua orang menutup hati dan pikiran untuk ku aku hanyalah seonggok sampah tak berguna yang tak dapat berbuat apa-apa, dan kini ketika aku bangkit salahkah bila aku mencari keadilan? Salah kah bagi ku untuk mengubah takdir ku sendiri? Kenapa terasa lebih menyakitkan dibanding  menjadi seonggok sampah?-Cho Kyuhyun”

 

 

Desa AhnMyunDo –  Korea Selatan 1998

 Dua orang remaja tengah sibuk bermain di tengah padang ilalang bersama. Salah seorang remaja yang lebih muda nampak menjahili yang lebih tua dengan menggelitikkan ilalang itu pada yang lebih tua dan terkikik geli.

 Cho Kyuhyun itulah nama yeoja  yang lebih muda, seorang remaja bertubuh kurus yang lugu. Di desa ini Kyuhyun adalah anak yang sangat populer, ia sangat di sukai oleh semua penduduk desa karena tingkah nya yang manis dan baik hati. Kyuhyun senang membantu setiap penduduk yang dia bisa, tak jarang ia sering mendapat upah baik dalam bentuk uang atau pun barang. Kyuhyun selalu menerima semua yang diberikan. Karena bagi nya rezeki itu tidak boleh di tolak, jika ia diberi ia akan menerima nya tapi jika tidak ia tidak akan meminta apapun.

 Tapi sayang hidup Kyuhyun tidak lah mudah, memiliki seorang ayah pemabuk dan senang berjudi membuat nya hidup semakin sulit, tanpa di temani seorang ibu yang telah pergi terlebih dahulu, mendapat pukulan jika ayah nya mabuk dan ini lah alasan bagi Choi Siwon-namja yang lebih tua dari Kyuhyun selalu berada disamping nya.

 “Siwonie~ aku lelah..” Kyuhyun mendudukan dirinya di tanah. Siwon tersenyum kecil melihat nya.

“Kyu aku ingin mengatakan sesuatu..” Ujar Siwon ragu. Kyuhyun menoleh.

 “Aku…besok aku akan pergi ke Seoul. Aku akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi Kyu” Kyuhyun membulatkan matanya, namun sedetik kemudian ia mencoba mengendalikan dirinya yang resah.

 “Jinjjayo? Wah bagus kalau begitu. Semoga kau berhasil.” Ujar Kyuhyun pelan dengan senyuman yang sedikit di paksakan. Ya Siwon melihat itu, ia tidak menyukai senyuman Kyuhyun yang seperti itu.

 “Aku tahu Kyu, kau pasti sedih jika aku pergi. Jangan khawatir ini tak akan lama setelah ujian itu selesai aku akan langsung pulang eoh?” Ujar Siwon meyakinkan sambil menggenggam tangan Kyuhyun.

 Sebenarnya berat bagi Siwon untuk pergi jauh dari Kyuhyun meski hanya sehari, ia sangat mencemaskan Kyuhyun, takut jika sesuatu terjadi seperti apa yang sering ayah Kyuhyun lakukan. Siwon tahu ia tak berhak apapun atas Kyuhyun karena ia bukan hyung nya, tapi setidaknya ia dapat membawa lari Kyuhyun jauh dari jangkauan ayah kejam itu meski hanya sebentar karena setelah nya Kyuhyun sendiri yang meminta pulang.

 “Ne~, semoga kau dapat mengikuti ujian dengan lancar agar cita-cita mu menjadi seorang hakim terwujud, hati-hati ya disana dan cepatlah kembali” Kini berbeda senyum yang Kyuhyun berikan adalah senyuman lugu yang penuh ketulusan dan yang selalu Choi Siwon kagumi.

.

.

.

Seoul – South Korea 2014

(Victory Hall)

 “Berikan tepuk tangan kepada Presdir Victory Grup baru kita” Ujar MC acara pelantikan presdir Victory Grup.

 Suasana riuh tepuk tangan pun tercipta didalam aula megah bagunan itu. Dan tak lupa senyuman menawan dari presdir yang baru saja di lantik itu.

 “Selamat Cho Kyuhyun. Kau pantas mendapatkan ini semua.” Bisik nya pada diri sendiri disertai seringaian yang dapat membuat siapa saja yang melihat jatuh dalam pesona nya.

.

.

.

 Terlihat seorang namja berumur 34 tahun sibuk dengan berkas-berkas yang ia pegang, ya wajar saja ia adalah seorang pengacara ternama lulusan Harvard University sudah banyak kasus-kasus yang ia selesaikan dengan tuntas dan lancar. Tak jarang ia sering mendapat clien-clien orang ternama tak hanya di Seoul bahkan hingga Jepang dan China.

 “Siwon apakah kau sudah menandatangani kontrak dengan Kim Kibum?”

“Kibum? Aku tak menemukan surat kontrak dari nya, seperti nya belum ku cek.” Ujar Siwon masih dengan tidak mengalihkan pandangan nya dari berkas-berkas penting itu.

“Hey.. apa kau tidak merasa tidak asing dengan nama itu? Ku pikir kau akan mendahulukan nya karena dia seseorang yang kau kenal.”

Siwon menghentikan kegiatan nya dan memandang rekan kerja nya Lee Donghae.

“Apa maksud mu? Kibum? Kim Kibum…Kibum” Siwon mencoba menggali ingatan nya dengan menyebut nama itu berkali-kali.

“AH… Kim Kibum ! Aku ingat sekarang. Aisshh pbabo kenapa aku sampai begini”

Siwon mencari surat kontrak dari Kibum untuk ia pastikan bahwa yang menyewa nya kali ini adalah seseorang yang sebelum nya ia kenal. Donghae hanya menggeleng pelan melihat tingkah sahabat nya yang mulai pikun.

“Benar. Ini Kibum seseorang yang ku kenal. Hae kenapa kau tak mengatakan nya secara rinci saat itu. Mungkin saja aku sudah bersiap menangangi kasus nya.”

“Bagaimana aku akan bicara jika sampai tadi saja kau masih sibuk dengan tumpukan berkas disana. Isshh bisanya hanya menyalahkan.”

“Heehehe arraseo..arraseo mian. Baiklah ini sudah larut aku pulang duluan Hae, mungkin besok aku akan menemui Kibum titip kan salam ku saja pada Eunhyuk jika kau bermalam kembali dengan nya.” Setelah mengatakan itu Siwon buru-buru pergi karena takut terkena pukulan Donghae karena telah menggoda nya.

.

.

.

Kediaman Presdir Victory Grup

Kyuhyun keluar dari kamarnya hendak mengambil air putih, ia melihat seluet seseorang tengah berdiri sedang menelpon. Kyuhyun tak bermaksud menguping orang itu hanya saja menunggu nya hingga selesai tidak ada salah nya.

Namja itu pun berbalik dan seketika membulat kan matanya saat melihat Kyuhyun saat ini sudah ada di depan nya dengan menyeringai.

“Wae? Kau terlihat kaget Kibum-ssi? Apa kau mengira aku menguping pembicaraan mu?” Tanya Kyuhyun.

“Sedang apa kau disini?” Tanya Kibum dengan nada yang cukup dingin.

“Hanya menunggu apa yang tengah ‘puteri’ ku lakukan. Seperti orang tua lain pada umum nya.” Ujar Kyuhyun dengan menekan kan kata Putera pada kalimat nya.

“Aku bukan puteri mu, berhenti lah seolah kau adalah nyonya di rumah ini, terlihat menjijikan.” Kibum berbicara sambil menatap Kyuhyun tajam.

“Lagipula mana ada ibu yang bahkan usia nya lebih muda 3 tahun dari ku.” Lanjut Kibum menyeringai.

“Ckckck Kibum-ssi bukan kah itu benar? Aku adalah nyonya di rumah ini. Bagi ku usia bukanlah segalanya, Sedangkan dirimu..?” Kyuhyun mendekati Kibum perlahan dan berbicara sangat pelan mempermainkan setiap ucapan nya.

“Patutlah bersyukur saat ini kau tak menjadi gelandangan di luar sana. Kau tahu dunia ini sangatlah kejam, jika kau hanya menjadi anjing manis di rumah ini maka kau tak akan pernah mencium bau sampah di luar sana. Heum?”

Kibum mengepalkan tangan nya wajah nya telah memerah sempurna menahan amarah yang memuncak dalam hatinya. Tapi saat ini ia tak bisa berbuat apa-apa ia hanya dapat menunggu suatu saat dimana Kyuhyun akan mencium kaki nya.

“ Joahh~ katakan apapun yang ada di pikiran mu saat ini. Kau tahu tak selamanya hidup berada diatas. Suatu saat kau akan tahu tempat dimana seharusnya kau berada Kyuhyun-ssi.” Ujar Kibum tenang. Kemudian meninggalkan Kyuhyun sendiri di dapur.

“ Kau salah Kibum ! Aku sudah merasakan bagaimana rasanya mencium tanah terbawah. Dan kini aku pantas mendapatkan semua. Kita lihat saja siapa yang akan benar-benar kembali mencium bau sampah terkotor dunia ini Kim Kibum !” Desis Kyuhyun tajam. Di sertai seringaian yang mematikan.

.

.

.

Rainbow Cafe

Siwon saat ini sedang berada di sebuah café kecil menunggu seseorang yang telah lama ia tak temui. Siwon membuka dompet nya, entah sudah berapa kali Siwon begitu merindukan sosok yang ada di balik foto dalam dompetnya. Senyum lembut nya terkesan polos dan lugu, ah~ Siwon benar-benar mengagumi sosok itu.

‘Kyuhyun-ah apakah kau baik-baik saja?’ bisik nya pelan. Sambil tersenyum pahit.

.

.

.

Dilain tempat.

Yeoja cantik itu masih sibuk dengan presentasi nya di tampak antusias dan sesekali diiringi tawa renyah untuk menciptkan suasana yang hangat tanpa bersitegang karena godaan para pegawai kantor lainnya.

Dengan pakaian formal khas seorang Sajangnim perusahaan membalut tubuh ramping nya, terlihat tampan sekaligus cantik di waktu bersamaan.

.

.

.

Back To Rainbow Café

“Mianhae membuat mu menunggu lama Siwon-ssi.”

“Kibum-ah uremaritta (lama tak jumpa)” Ujar Siwon santai dengan senyuman menawan, membuat seseorang dihadapan nya sedikit merona.

“Hahaha nado~ bagaimana kabarmu?” Tanya Kibum berbasa-basi.

“Baik, kau sendiri? Apakah kau berhasil dengan perusahaan mu?”

Ucapa Siwon membuat raut wajah Kibum berubah, Siwon menyadari hal itu kemudian ia meminta maaf atas apa yang telah ia ucapkan.

“Ah, mian. Apakah pertanyaan ku mengganggu mu Kibum-ah?”

“Mmmhh anii. Justru kedatangan ku kemari adalah untuk membicarakan sesuatu hal yang berkaitan dengan perusahaan. Aku tahu kini kau telah menjadi seorang pengacara terkenal dan handal maka dari itu, bisakah kau membantuku oppa?” Kibum menatap Siwon dalam. Siwon tahu ia memang seseorang yang sering Kibum andalkan dulu, sama seperti Kyuhyun yang selalu berlidung dibawah nya.

Tapi Kyuhyun berbeda, yeoja manis itu tetap memiliki ruang hati tersendiri dalam dirinya.

“Ya, apa masalah mu Kibum-ah, ku harap aku dapat membantu mu.”

“Kau bisa. Kau pasti bisa oppa. Dan aku meminta mu tak hanya sebagai pengacara ku. Tapi sekaligus asisten pribadi ku” Siwon tersenyum mendengar ucapan Kibum. Siwon tak pernah merasa keberatan atas apa yang Kibum minta. Karena baginya Kibum sudah seperti adiknya sendiri.

Flashback

Desa AnMyunDo – Korea Selatan 1998

Siwon meringis merasakan sikutnya memar dan beberapa anggota tubuh nya sakit akibat kecelakaan yang dialaminya.

“hiks.. appo~ hiks…”

Ia mendengar isakan tangis dari dalam mobil yang Siwon kenali, dan seketika matanya membulat melihat seseorang yang ia kenali terluka cukup parah, tubuhnya menyandar pada jok mobil dengan kepala yang berdarah.

“Kibum-ah!! Kibum-ah irreona~~ eoh? Mianhae~ mainhae~~

Siwon yang memang phobia terhadap darah ikut bergetar dan panik melihat Kibum berdarah banyak seperti itu.

Ia pun menggendong Kibum dan membawa nya keluar dari mobil dan berlari cepat mengabaikan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Drrrttt.drrrttt

Siwon mengabaikan getaran ponsel nya karena rasa panik yang teramat sangat ia rasakan.

Ia tidak tahu bahwa inilah awal dari sebuah takdir

End Flashback

“Kau selalu berkata seperti itu, rupanya kau tak banyak berubah.”

“Haha, ne~ apakah kontrak itu sudah kau tandatangani?”

“Tentu saja. Kau ingin aku menjadi pengacara mu dalam kasus apa?”

“Mengambil alih perusahaan Victory Grup menjadi atas namaku sepenuhnya.” Ujar Kibum di sertai seringai mengerikan di wajahnya.

.

.

.

Victory Grup

“Jadi model untuk konsep kita kali ini adalah Jung Yunho? Aktor tampan yang sedang naik daun?” Ujar Kyuhyun pada sekertaris nya sambil membolak-balik file ditangan nya.

“Ne sajangnim. Jung Yunho sedang dalam perjalanan menuju kemari. Semua dekorasi juga telah di persiapkan. Ini pidato yang akan anda sampaikan nanti pada pembukaan acara.”

“Arraseo, masih tersisa 30 menit. Aku akan bersiap. Pastikan tidak terjadi kesalahan.”

“Ne sajangnim.”

Kini tinggalah Kyuhyun sendiri dalam ruangan itu. Kyuhyun mengambil dompetnya dan membuka pada bagian untuk foto.

“Aku masih ingat, demi mempertahankan selembar foto ini aku harus menerima ratusan cambukan pada punggung ku.”

Dalam foto itu terlihat dua orang yeoja dan namja yang menampilkan raut wajah yang gembira. Yang satu terlihat manis dan cantik dan yang satu lagi terlihat tampan dan menawan.

“Napeun namja, apakah kau baik-baik saja?” ujar Kyuhyun pada foto itu dengan dengan senyum luka yang mendalam.

.

.

.

Kediaman Victory Grup

Ruang makan terasa mencekam, bagaimana tidak dua orang yang bahkan tak pernah saling melempar senyum sedang makan malam bersama diatas satu meja.

Kyuhyun dan Kibum. Hanya dentingan suara garpu dan sendok yang memecah keheningan.

Hingga makan malam berakhir Kyuhyun hendak pergi meninggalkan Kibum terlebih dahulu hanya saja suara Kibum mengintrupsi nya.

“Apa yang akan kau persiapkan besok.?” Ujar Kibum datar.

Kyuhyun menoleh “Apa maksudmu?”

“Aku akan memberikan sebuah kejutan besok, kau ingat besok adalah hari kembali nya aku bekerja disana. Pastikan posisi mu tidak akan terancam Kyuhyun-ssi.”

“Ha.ha.ha apapun ancaman mu tak akan sedikit pun membuat ku goyah.” Kyuhyun pun meninggalkan ruangan itu dan Kibum kembali menyeringai ‘Aku tak sabar untuk melihat wajah terkejut mu Kyuhyun!’ batin Kibum.

.

.

.

Perusahaan Victory Grup

Ruang rapat itu di penuhi oleh beberapa pemilik saham Victory Grup dan karyawan lain nya. Saat ini mereka tengah berkumpul untuk menyaksikan anggota baru perusahaan yang menurut Kyuhyun ini sama sekali tidak penting karena sebagai sajangnim hal ini sama sekali tidak ada pengaruh apa-apa.

“Annyeonghasimnika~ Nan Kibum Imnida putri tunggal Kim Jongwoon, saya memohon bantuan dari semua.” Kibum menunduk memberi hormat kepada semua orang yang berada dalam ruangan itu.

“Saya sadar bahwa kemampuan saya dalam perusahaan masihlah dibawah Kyuhyun sajangnim, maka dari itu saya juga mengutus asisten sekaligus pengacara saya. Silahkan masuk!” Ujar Kibum mempersilahkan seseorang untuk memasuki ruangan tersebut.

Kemudian seseorang bertubuh tegap dan tampan memasuki ruangan itu dan berjalan ke arah Kibum. Ia bahkan tidak menyadari seseorang yang memandang nya terkejut dan sedikit bergetar.

“Annyeonghasimnika~ Nan Choi Siwon imnida” Siwon membungkukkan badan nya.

Sementara di ujung meja utama sebelah sana Kyuhyun menatap Siwon terkejut, ia tak menyangka akan bertemu dengan Siwon kembali, dan dalam keadaan yang berbeda. Kyuhyun mengatupkan kedua tangan nya kebawah menahan getaran yang mendera tubuhnya.

Sementara Kibum menyadari perubahan raut wajah Kyuhyun ia menyeringai, ini lah yang ingin Kibum lihat. Kibum pun memperkenalkan Siwon kepada sajangnim perusahaan itu.

“Siwon-ssi di sebelah sana adalah sajangnim perusaahan ini.”

Siwon pun mengalihkan pandangan nya, mata nya terbelalak memandang seseorang di ujung sana. Jantung nya bergerak lebih cepat tangan nya bergetar.

‘Benarkah? Benarkah dia Kyuhyun? Cho Kyuhyun?’ batin Siwon dalam hati.

Kibum dan Siwon di persilahkan duduk di sebelah Kyuhyun, Kyuhyun benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Presentasi yang telah ia siapkan semalam lenyap begitu saja. Tidak bisa ia tidak bisa melanjutkan rapat ini.

“Rapat sampai disini saja. Kita sambung kembali besok.” Ujar Kyuhyun terburu-buru kemudian ia meninggalkan ruangan.

Lalu semua orang diruangan itu pun meninggalkan ruangan menyisakan Kibum dan Siwon.

“Kibum, apa maksud semua ini? Jadi.. selama.. ini.. kau..kau mengetahui keberadaan Kyuhyun?” Ujar Siwon terbata, ia benar-benar tidak menyangka Kibum merahasiakan ini pada Siwon.

“Keurre. Wae? Oppa akan membenciku?”

Siwon membuang muka dan bernafas kasar. Tidak ia bahkan tidak bisa untuk membenci Kibum, karena ia cukup sadar bahwa dirinya ikut andil dalam hidup Kibum sehingga Kibum seperti sekarang.

“Anii.. bukan begitu.. hanya saja.. ini semua begitu tiba-tiba. Kau mengatakan ingin mengambil alih perusahaan sepenuhnya dari seorang sajangnim yang telah merebutnya dari mu, dan sajangnim itu adalah..”

“Seseorang yang ingin sekali kau temui.” Potong Kibum cepat. Siwon menatap Kibum tak percaya.

“Aku melakukan semuai ini, karena tak ingin kau datang padanya. Aku… aku mencintaimu oppa~ kau tahu itu kan” Ujar Kibum pelan.

“Aku.. sengaja tidak memberitahu mu semua kebenaran ini. Aku ingin kau mengerti semuanya, maka dari itu inilah saat kau mengetahui keberadaan nya, dengan berada di samping ku.”

Siwon terdiam, sungguh ia merasa kacau saat ini.

“Oppa kumohon tetaplah berada disamping ku. Dan bantu aku mengambil alih semuanya. Kau tahu bagaimana terpuruknya hidupku. ” Kibum menatap Siwon berkaca-kaca.

Ya, Siwon tahu bagaimana terpuruknya hidup Kibum, beberapa tahun kebelakang Siwon lah yang senantiasa membantu dan menolongnya. Ia juga tahu bagaimana perasaan Kibum padanya. Tapi ia tak pernah menyangka bahwa Kibum menyembunyikan semua ini.

“Aku harus pergi, jangan hubungi aku dulu Kibum-ah.” Ujar Siwon kemudian pergi meninggalkan ruangan itu. Kibum menatap Siwon sedih. ‘sudah selama ini, apa aku masih tidak bisa menempati hati mu oppa?’ batin Kibum.

.

.

.

Ruang Presdir Cho Kyuhyun

Kyuhyun terlihat frustasi saat ini, dalam hati ia terus berkata mengapa ia harus bertemu kembali dengan namja itu. Namja yang benar-benar Kyuhyun tak ingin temui, walau ia terus menyangkal bahwa pertemuan nya dengan Siwon tadi membuat hatinya sedikit merasa rindu.

Kring…kiring (Suara telepon kantor)

Kyuhyun mengangkat nya dan berkata untuk tidak ada yang mengganggu nya saat ini. Namun baru saja ia mengatakannya seseorang sudah terlebih dahulu masuk kedalam ruangannya.

“SIAPA YANG BERANI MENYURUH MU MEMBUKA PINTU?” Teriak Kyuhyun, ia benar-benar tak ingin di ganggu dan saat ini seseorang yang sejak tadi berada dalam pikiran nya lah yang berada dihadapan nya.

“Kyuhyun-ah aku ingin kita bicara.”

“Siapa kau berani memasuki ruangan tanpa ijin ku. Pergi !”

“Kyuhyun-ah jeball kita perlu bicara, tidakkah kau merasa rindu padaku? Dan mengapa kau bersikap seperti ini sekarang”

Siwon-namja itu merasa heran dengan sikap Kyuhyun, pasalnya Kyuhyun yang sekarang ia lihat sangat berbeda dengan Kyuhyun yang ia kenal dahulu.

“Rindu? Kau pikir siapa yang merasa rindu padamu?” Ujar Kyuhyun sambil mencoba mengatur emosi nya.

“Aku tak pernah menyangka jika kau bisa hidup sebagai seorang simpanan.” Ucapan Siwon benar-benar menusuk Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan matanya dan menghela nafas.

“Aku bukanlah simpanan, tahu apa kau tentang hidupku?” suara Kyuhyun mulai bergetar, Siwon menyadari hal itu dan ia merasa sangat menyesal telah melontarkan ucapan seperti itu.

“Kyuhyun-ah aku…”

“Keluar!” Usir Kyuhyun, ia benar-benar sudah tak tahan melihat namja yang berada di depan nya ini.

Siwon berusaha mendekati Kyuhyun, kali ini ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan dapat berada di dekat Kyuhyun. Kyuhyun panik, ia pun menekan tombol khusus pengawal perusahaan untuk menyeret Siwon keluar ruangan.

“Kyuhyun-ah ku mohon. Aku benar-benar ingin bicara dengan mu.” Mohon Siwon mencoba menggapai tangan Kyuhyun, namun saat beberapa langkah lagi ia menggapai Kyuhyun para pengawal itu datang dan menyeret Siwon.

Siwon meronta dan berteriak memanggil Kyuhyun, namun Kyuhyun sendiri hanya terdiam. Setelah Siwon keluar dari ruangan itu. Kyuhyun tak dapat menahan tangis nya. Air mata itu perlahan namun pasti mengalir dari kedua mata indah Kyuhyun. Ia pun menangis keras melampiaskan kesedihan hatinya.

.

.

.

Ruang Kim Kibum Victory Grup.

 Siwon dan Kibum tengah membicarakan urusan kantor, keduanya terlihat serius hanya saja Siwon tidak begitu terlihat serius seperti Kibum.

“Oppa bagaimana dengan resort di Guangzhou, ku dengar saham nya juga menurun. Tapi yang sangat aneh adalah kenapa Kyuhyun tidak menjual resort itu.” Kibum memberikan dokumen pada Siwon dan Siwon hanya menerima nya tanpa banyak bicara.

Kibum bukan tak menyadari perubahan sikap Siwon, hanya saja ia sudah bertekad tak akan terpengaruh oleh apapun ia akan terus berusaha agar Siwon berada di pihaknya.

“Ku pikir Resort itu sangat penting bagi Kyuhyun, maka dari itu… Kita harus menjualnya.”

Perkataan Kibum kali ini membuat Siwon menoleh dan menatapnya. Kibum pun melanjutkan kembali ucapan nya.

“Aku akan—.”

“Kibum-ah~” Potong Siwon cepat.

“Aku mengerti bagaimana keinginan mu untuk kembali merebut perusahaan ini. Tapi mengapa harus dengan cara-cara yang akan membuat Kyuhyun tak suka?”

“Berhenti memperdulikan nya oppa, sampai kapanpun aku membencinya. Kau tahu sendiri ia memilih menjadi simpanan appa ku dan akhirnya menikah walau tak banyak tercium media hingga aku berhasil menyembunyikan nya dari mu” Ujar Kibum sarakatis.

“Tidakkah kau membencinya oppa? Dia tiba-tiba menghilang dan sekarang bertemu dalam status yang berbeda.”

Siwon terdiam mendengar ucapan Kibum, ya memang benar di sisi lain hatinya ia ingin membenci Kyuhyun tapi disisi lain ia masih menyimpan perasaan itu.

.

.

.

Kyuhyun berjalan tergesa-gesa menuju ruang rapat dengan amarah yang membuncah ia benar-benar tak habis pikir pada ‘anak’ tiri sialan nya itu. Berani sekali mengadakan rapat tanpa sepengetahuan Kyuhyun.

BRAKK

Semua yang berada dalam ruang menoleh ke arah pintu.

“Kim Kibum atas dasar apa kau dengan berani mengadakan rapat tanpa seijin ku?”

“Dan kalian semua… Berani sekali hadir dalam rapat yang bahkan aku tak ikut andil didalam nya !”

Kibum berdiri dan menatap Kyuhyun sinis.

“Omo~ Sebelumnya aku minta maaf sajangnim karena tak meminta ijin dari mu untuk mengadakan rapat. Tapi apa itu perlu? Mengingat aku juga memiliki posisi penting dalam perusahaan ini. Dan pemilik Victory Grup pun masih atas nama appa ku.” Kibum menyeringai melihat raut wajah kesal Kyuhyun. Ucapan nya membuat semua orang berbisik-bisik.

“Ne~ kau benar, tapi mengadakan rapat tanpa seijin ku bukanlah hal yang perlu diabaikan. Bagaimana pun kau harus menunjukan kesopanan mu Kim Kibum. Aku ini ibu mu ingat?”

Siwon yang berada dalam ruangan itu, mendengar apa yang Kyuhyun katakan ia merasa sakit saat Kyuhyun mengatakan bahwa ia adalah ibu Kibum.

Suasana dalam ruangan itu cukup menegangkan, semua orang yang berada didalam hanya terdiam tak berani bersuara. Kyuhyun duduk ditempatnya dan memulai rapat.

“Presentasikan Myungsoo-ssi!” Perintah Kyuhyun. Myungsoo sedikit gugup kemudian mulai presentasi.

“Nilai saham Victory Grup di Guangzhou mengalami penurunan drastis untuk mengatasi nya kami merekomendasikan untuk menjual resort yang berada di sana.”

Kyuhyun membulatkan matanya.

“Apa maksudnya menjual resort Victory yang berada di Guangzhou?”

“Waeyo sajangnim? Kami semua disini telah sepakat dengan penjualan resort itu. Kau seharusnya lebih mengerti bukan?”

Kyuhyun mengepalkan tangan nya. Tidak ! ia sudah lama mempertahankan resort itu bagaimanapun juga resort itu sangat berharga dan merupakan amanat dari Tuan Kim-suaminya terdahulu.

“Tidak bisa! Resort itu sudah lama dipertahankan bahkan oleh suami ku.”

Nyutt..

Sakit Siwon semakin meringis merasakan betapa sakitnya mendengar seseorang yang ia cintai menyebut nama laki-laki lain di depannya.

“Tapi ini demi kebaikkan Victory Grup. Anda tidak bisa egois Kyuhyun sajangnim.”

Kyuhyun terdiam, sementara Kibum menyeringai melihat Kyuhyun. Kali ini ia merasa menang satu langkah di depan Kyuhyun tapi ini tidak akan seberapa sebelum ia benar-benar merasa di puncak Kyuhyun.

.

.

.

Kyuhyun merenung di dalam ruangannya. Ia benar-benar merasa kalah dari Kibum, bahkan entah mengapa hatinya berdenyut sakit kala melihat Siwon selalu berada di sisi Kibum. Kyuhyun mengeluarkan sesuatu di balik hiasan kotak berwarna biru dari laci meja kerja nya.

Kyuhyun memakai gelang itu dan mengusap bandul berbentuk bintang.

“Bahkan melupakan janji mu.”

Flashback AnhMyunDo 13 Oktober 1998

“Siwonnie lihatlah bintang disana. Ukhh sangat cantik bukan?”

“Kau tahu? Aku selalu bermimpi dapat memetik mereka semua hihihi”

Kyuhyun merasa aneh karena tak mendapat respon apapun dari Siwon, ia pun mengalihkan pandangannya kea rah pemuda itu. Dan ia terkejut ketika wajah pemuda tampan itu telah berada beberapa centimeter di depannya.

“Si..Si..Siwonnie waegere?(ada apa?)  wajah mu terlalu dekat…” Ujar Kyuhyun Gugup.

“Kyuhyun-ah bagiku kau jauh lebih cantik dari bintang.”

“Ck..so cheesy. Yak kau menyamakan aku dengan bintang?” Pipi Kyuhyun memanas mendengar nya.

“Anii.. kau sendiri bukan yang mengatakan bahwa bintang-bintang itu cantik.”

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban Siwon, namun tak dapat di pungkiri bahwa hatinya sangat senang Siwon mengatakan demikian.

“Chaaa~ hyung memiliki sesuatu untuk mu.”

Siwon mengeluarkan sesuatu dari balik saku celananya sesuatu yang berkilau yang membuat  mata Kyuhyun berbinar.

“Wah~~”

“Eotte? Apa kau menyukainya?”

“Eum, neomu yeoppeoyo~” Kyuhyun terus menatap kagum benda di tangan nya. Sebuah gelang bernbandul bintang. Siwon pun memakaikan gelang itu di pergelangan tangan Kyuhyun.

“Kau jaga benda ini sebaik mungkin. Jika kau melakukan nya aku akan sangat bahagia karena dengan begitu aku dianggap orang yang berharga bagimu Kyunie~”

Siwon tersenyum pada Kyuhyun, Kyuhyun pun balas tersenyum pada Siwon.

“Tentu saja Siwonnie~ aku akan menjaganya karena kau sangatlah berharga bagiku.”

Keduanya terdiam, cukup lama hingga Siwon lah yang membuka suara.

“Kyu~ aku ingin mengatakan sesuatu, errr mungkin ini terdengar bodoh hajiman… apakah kau mau menjadi kekasih ku?” Siwon mengusap tengkuknya menghilangkan rasa gugup. Kyuhyun sendiri wajahnya kembali berubah memerah. Ia terdiam membuat Siwon menjadi salah tingkah.

“Eotte Kyu? Mmmhh baiklah lupakan saja, anggap ini tidak—.”

“Aku mau Siwonnie~ Tentu saja aku mau” Potong Kyuhyun cepat, sementara Siwon menatap Kyuhyun dengan terkejut ia benar-benar terkejut mendengar jawaban Kyuhyu yang bersemangat.

“Seluruh waktu ku selalu sebagian besar ku habiskan bersamamu bagaimana bisa jika kita bukanlah sepasang kekasih. Aku telah menanti ini sejak lama. Terimakasih Siwonnie~” Kyuhyun tersenyum tulus kepada Siwon, Siwon pun menggenggam tangan Kyuhyun erat dan menatap Kyuhyun dalam.

“Maafkan aku baru mengatakannya. Aku berjanji akan selalu ada disamping mu. Jangan alihkan pandanganmu pada yang lain selain diriku Kyunie~ karena aku akan sangat marah.”

Kyuhyun tertawa dan eduanya pun saling bergenggaman tangan sambil memandang bintang.

End Flashback

“Geotjimall, napeun namja~” Bisik Kyuhyun dengan mata yang sudah memerah menahan air mata yang akan keluar dari balik mata bulatnya kapan saja.

Drrrtttt…drrrttt

“Kyu~ cepat datanglah kemari. Aku tahu kau tidak berada dalam kondisi yang baik. Palliwa~”

Kyuhyun menghela nafas dan mengusap matanya. Kemudian ia pergi meninggalkan ruangan.

.

.

.

Novotel Seoul Ambassador Gangnam Cafe

Donghae dan Siwon tengah mengisi waktu luang dengan mengobrol ditemani 2 cangkir kopi berbeda rasa. Donghae melihat sebuah dompet tergeletak di samping Siwon dan ia tahu apa yang telah dilakukan Siwon. Ternyata kebiasaan nya sedari dulu masih belum berubah.

“Maaf jika aku bertanya seperti ini, tapi… apa kau masih memikirkan nya?”

Siwon menatap Donghae, tercetak jelas dalam matanya menyirat kan sebuah kerinduan yang mendalam.

.

.

.

Kedai Jjangmyun Itaewon

Terlihat dua yeoja sedang menghabiskan waktu nya dengan meminum soju dan beberapa cemilan di meja itu.

“Eunhyuk-ah apa kau salah memilih tempat? Aku yang sekarang tak pantas minum ditempat seperti ini.” Ujar Kyuhyun angkuh. Namun kemudian menuangkan sebotol soju ke gelas kecil nya.

“Ck sombong sekali kau Kyu. Kau sendiri tahu jika keuangan ku tak semulus dirimu sekarang.” Jawab Eunhyuk sedikit mabuk.

“Kau ini, tinggal datang saja ke tempat yang kau inginkan tak perlu takut tak bisa membayarnya. Itu akan menjadi urusan ku.” Ujar Kyuhyun sambil mulai melahap jjangmyun itu.

“Kyu..Kyu aku tak ingin menjadi teman yang matre seperti kebanyakan teman-teman mu sekarang. Lagipula malam ini aku yang akan membayar semua nya, kau cukup nikmati semua yang ada di meja arraseo Cho Kyu Hyun~~~”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, memang benar apa yang dikatakan teman nya satu ini. Semua teman Kyuhyun adalah hanya rekan bisnis, mereka ada karena hubugan bisnis selain itu tidak ada yang spesial. Kyuhyun tertawa miris, tapi inilah kehidupan yang ia inginkan dengan hasil jerih payah nya. Ia tak akan menyesali barang sedikitpun.

“Kyuhyun-ah kau masih menyimpan gelang itu?” Ucapan Eunhyuk menyadarkan nya dari lamunan singkatnya.

“Ne? Ah, ini sesekali aku menggunakan nya Eunhyuk-ah.” Ujar Kyuhyun dengan sedikit gelagapan dengan cepat ia menyembunyikan nya dari pandangan Eunhyuk.

“Aku tahu kau tak benar-benar bisa membencinya Kyu.” Eunhyuk menuangkan soju kedalam gelasnya.

Kyuhyun menatap Eunhyuk dalam. ‘benarkah? Apa aku masih mencintai nya?’ ujar nya dalam hati.

“Kyu tidakkah ini semua membuat mu tersiksa? Ya, kau menginginkan semua ini dan kau berhasil meraih nya. Lalu apalagi yang kau inginkan? Tidakkah sekarang kau ingin ia kembali ke sisimu?” Ujar Eunhyuk mulai serius meski dirinya sedikit mabuk.

“Mollayo~ Eunhyuk-ah tapi entah mengapa setiap hari aku….”

.

.

.

“Aku…. setiap hari aku selalu merindukan nya Donghae-ya~” Ujar Siwon masih dengan senyuman menawan nya. Namun kali ini senyuman itu syarat akan luka.

Donghae menatap Siwon sahabatnya, ia tahu apa yang Siwon rasakan.

“Terkadang aku berpikir kapan aku akan berhenti merindukan nya.”

“Lalu apa alasanmu yang tak pernah mencari nya?”

“Aku hanya mengikuti takdir, aku tahu tanpa berusaha bahkan tangan-Nya pun takkan membantu. Tapi aku hanya mencoba percaya pada takdir…”

“Takdir seperti apalagi yang kau tunggu Siwon?” Siwon mengusap cangkir kopi di depannya tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan nya.

.

.

.

“…..Aku merindukan nya.” Ujar Kyuhyun lirih.

Kyuhyun menatap Eunhyuk dengan mata berembun, Kyuhyun tak pernah menampilkan sosok rapuhnya pada siapapun kecuali Eunhyuk sahabatnya. Ya hanya Eunhyuk lah yang setia menemani Kyuhyun.

“Aku hanya berjalan mengikuti takdir, aku hanya mencoba percaya pada takdir yang akan membawa ku.”

“Takdir telah mempertemukan kalian Kyuhyun-ah~” Eunhyuk menggenggam tangan Kyuhyun mencoba menguatkan sahabatnya.

“Jangan bohongi hati mu karena itu hanya akan membuat mu terluka, cobalah bicara dengannya. Maka kau akan tahu seperti apa takdir yang kau percaya. Apa yang kau inginkan sekarang?”

.

.

.

Siwon berjalan gontai menuju ruangan Kibum, ia berencana untuk menemuinya karena ada sesuatu yang ingin ia katakan. Siwon menekan tombol lift dan menunggu beberapa saat hingga pintu lift itu terbuka dan terlihat seseorang yang sangat ia rindukan berdiri mematung memandang nya

‘Aku ingin menemuinya, aku ingin mengatakan bahwa aku sangat merindukannya Eunhyuk-ah~’

‘Aku ingin bertemu dengannya dan mendekapnya dalam pelukanku erat.’

Kedua nya masih saling menatap tanpa melepas kontak mata, tersirat kerinduan yang mendalam di dalam kedua pasang mata itu, tanpa bisa di tahan Siwon mendekap sosok yang berada di depannya itu erat. Kyuhyun balas memeluk Siwon erat dan menenggelamkan wajahnya dalam ceruk leher Siwon.

Pintu lift tertutup membuat seseorang yang sedari tadi memperhatikan apa yang terjadi di dalam lift itu berkedip dan bulir air mata mulai berjatuhan.

.

.

.

Sejak hari itu hubungan Kyuhyun dan Siwon mulai membaik, keduanya terlihat baik dapat saling bertegur walau terkadang kecanggungan sering mereka alami. Malam itu tidak ada pembicaraan khusus hanya saling menggenggam tangan erat sebagai ungkapan bahwa keduanya saling rindu.

Hingga Siwon mengantar Kyuhyun ke rumahnya dan esok harinya keduanya terlihat baik-baik saja. Belum ada yang ingin membuka luka lama dan mencari tahu alasan mengapa takdir mempermainkan mereka seperti ini. Keduanya hanya berjalan mengikuti takdir kemana membawa nya.

“Sajangnim para pemegang saham menginginkan rapat dadakan untuk voting pemilihan Ceo Victory Grup.” Ujar Shindong asisten pribadi Kyuhyun. Kyuhyun membelalakan matanya terkejut setelah seminggu yang lalu ia telah merelakan resort yang telah dijual demi kepentingan perusahaan dan kini masalah baru menimpa nya dan ini menyangkut posisinya di perusahaan.

“Bagaimana bisa Shindong? Aku adalah Presiden di perusahaan ini, bagaimana bisa mereka meminta voting untuk pemilihan Ceo di perusahaan siapa yang akan menjadi pilihan?”

“Kim Kibum. Ia menyalonkan diri karena merupakan keturunan dari Ceo sebelumnya dan para pemegang saham sepakat untuk mengadakan rapat terkait masalah itu.”

“Brengs*k Kim Kibum kau kembali bermain-main dengan ku.” Kyuhyun menggebrak meja kerja nya keras membuat Shindong yang berada di dekatnya bergidik ngeri.

“Kosongkan jadwal ku aku akan menemui para tua Bangka sial*n itu”

“Ne sajangnim”

.

.

.

Sesampainya di ruang rapat, Kyuhyun berjalan dengan anggun menuju tempat duduk nya. Ia menatap sinis semua yang berada di dalam sana termasuk Kibum yang sedari tadi hanya menunjukan seringaian nya.

“Jadi masalah apa yang membuat kalian semua menginginkan rapat mendadak kali ini?” Kyuhyun membuka suara dengan gaya pemimpin nya seperti biasa.

“Kami menginginkan adanya voting terkait Ceo Victory Grup. Memang seperti kita tahu bahwa sajangnim adalah Pemimpin perusaan tapi terkait kepemilikan Victory Grup masih belum ditentukan siapa pemiliknya.”

“Bukankah sudah jelas Victory Grup adalah milikku? Dalam surat wasiat Kim Komisaris beliau memberikan semua sahamnya padaku apa kalian sudah lupa?”

“Tapi situasi saat ini berbeda, Kim Kibum sebagi puteri Kim Komisaris memiliki posisi kuat bagi perusahaan.” Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Siwon, ia benar-benar tak menyangka Siwon akan mengatakan hal itu sebagai bentuk pembelaan pada Kibum. Ah ia bahkan baru mengingatnya. Siwon adalah pengacara sekaligus asisten pribadi Kim Kibum.

“Ia bahkan baru terlihat. Puteri dari seorang selingkuhan pantaskah mendapat posisi dalam perusahaan?”

PLAKK

Kibum menampar Kyuhyun dengan penuh amarah matanya memerah nafasnya memburu.

Kyuhyun yang merasa di permalukan hendak menampar balik Kibum sebelum tangan nya di cegah oleh Siwon.

“Hentikan. Kibum apa yang kau lakukan?” Siwon mencoba menjadi penengah diantara keduanya.

“Jika aku pantas lalu apakah kau pantas? Kau hanya seorang simpanan sebelumnya Kyuhyun-ssi. Setidaknya aku merupakan darah daging Komisaris Kim.” Ujar Kibum sarkatis dengan menyeringai. Mendengar itu Kyuhyun semakin merasa di permalukan didepan para pemegang saham ia tak terima ia kembali berusaha meraih Kibum ingin menarik rambutnya dengan berteriak kesal. Hancur sudah pertahanan nya beberapa orang disana pun mencoba untuk meredakan situasi menegangkan itu. Bahkan Siwon sendiri sudah menarik Kyuhyun menjauh dari Kibum membawanya keluar ruangan.

Siwon dan Kyuhyun berada di kediaman Kyuhyun, ini pertama kalinya Siwon menginjakan kaki ditempat yang selama ini Kyuhyun tinggali.

“Lepaskan!” Ujar Kyuhyun dingin.

 “Kyuhyun-ah mengapa seperti ini? Geumanhae Kyu..Geumanhae~” Ujar Siwon tegas dan menatap Kyuhyun dalam. Kyuhyun menatap Siwon tajam.

“Apa maksudmu? Berhenti? Apa yang akan ku hentikan? Seharusnya kau yang berhenti Choi Siwon BERHENTI BERADA DI PIHAKNYA!!!!!!!” Jerit Kyuhyun

“ Tidak bisakah kau hanya berada disisi ku tanpa melihat status ku kini?”

“Bukan Kyu.. ini bukan tentang status mu, aku.. aku bisa menerima jika memang kau adalah mantan simpanan Komisaris Kim.” Kyuhyun memejamkan matanya untuk merasakan sakit saat Siwon mengatakan itu.

“Tapi ini bukanlah tempat mu, ini milik orang lain kau tidak bisa berada di tempat yang tidak seharusnya Kyuhyun-ah”

“Dakgga!(Pergi) Aku tak ingin mendengar apapun dari mulutmu.” Kyuhyun berdiri dan berkata sinis pada Siwon.

“Kyuhyun-ah!” Siwon mencekal lengan Kyuhyun, dan seketika Kyuhyun menghempaskan nya dengan cepat.

“ Victory Grup, mobil, resort, rumah bahkan debu di rumah ini. Semua ini miliku Choi Siwon. Semua ini ku dapatkan tak mudah, keringat dan darah telah ku keluarkan demi mendapatkan semua ini. Dan kau? Dengan mudah mengatakan itu tanpa mengetahui apa yang telah kulakukan untuk semuanya.” Kyuhyun berbicara penuh dengan emosi matanya menyiratkan akan kemarahan. Siwon melihat itu semua, tidak ini bukan seperti Kyuhyun nya yang dulu. Kyuhyun nya yang lugu, polos dan lembut. Bukan Kyuhyun yang serakah dan ambisius.

“Bahkan saat ini aku menginginkan mu~ menginginkan mu berada disisi ku. Mengapa kau berpihak padanya? Apakah uang? Berapa dia membayar mu Cho Siwon?”

Siwon tidak tahan dengan sikap Kyuhyun seperti ini ia mencengkram kedua bahu Kyuhyun keras hingga Kyuhyun meringis kesakitan, namun ia tidak peduli. Cukup sudah kesabarannya menghadapi sikap Kyuhyun sekarang,

 “Jangan pernah membicarakan uang dengan ku. Aku membantunya mendapatkan apa yang seharusnya ia miliki, dan aku tahu ini menyakiti mu maka dari itu lepaskanlah semua dan kita lari !” Siwon menatap Kyuhyun tajam.

“Micheosso? Aku tak akan melepaskan ini semua.” Kyuhyun terus meronta dan Siwon semakin mengeratkan pegangannya pada kedua bahu Kyuhyu

“Dengarkan aku Cho Kyuhyun!” teriak Siwon. Kyuhyun berhenti meronta matanya memanas dan air mata itu turun perlahan membasahi pipinya. Sesaat Siwon terenyuh melihat itu tapi ia harus mengatakan ini.

 “Lepaskan semuanya, aku ingin membawa mu pergi. Aku ingin tugasku selesai bersama Kibum aku tak bisa membiarkan Kibum begitu saja. Aku memiliki kesalahan dan aku harus menebusnya. Ku mohon Kyu, ini bukanlah tempat mu. Kau bukan Cho Kyuhyun yang ku kenal, kau tidak serakah kau baik hati. Kau—-.”

 “Geumanhae Choi Siwon….” Kyuhyun berujar pelan. Siwon terdiam.

“Aku yang seperti ini, adalah karena mu. Hingga aku menjadi seorang simpanan ini semua karena kau. Penderitaan ini luka ini semua karena mu. Kau egois, kau menginginnkan urusan mu dengan Kibum selesai dengan mengorbankan diriku yang harus menyerah. Kau menginginkan aku ‘kembali’ menyerah? Untuk Kim Kibum? Kali ini aku benar-benar membenci mu Choi Siwon” Kyuhyun memandang Siwon penuh luka. Siwon tidak mengerti ia benar-benar tidak mengerti maksud dari ucapan Kyuhyun dan apa Siwon mendengar sendiri Kyuhyun menangatakan benci padanya. Dada nya terasa sesak mendengar hal itu ia melepas genggamannya dari Kyuhyun. Kyuhyun pun pergi menuju kamarnya tanpa memperdulikan Siwon yang mematung menatap nya.

 Telinga nya dapat mendengar Kyuhyun terisak keras di kamarnya. Ia mendengar Kyuhyun menangis, separah itukah luka yang ia torehkan pada Kyuhyun?

.

.

.

 Kondisi di perusahaan semakin memanas terkait pemindahan kepemilikkan perusahaan.

Kyuhyun masih terus mempertahankan posisinya sementara Kibum juga melakukan hal yang sama.

 Siwon masih berada di pihak Kibum terkait masalah perusahaan membuat Kyuhyun semakin sakit. Siwon sendiri entah harus berbuat seperti apa sejujuurnya yang ia inginkan adalah Kyuhyun nya yang dulu kembali, ia tak ingin melihat Kyuhyun yang seperti ini. Maka Siwon bertekad untuk membantu Kibum dan membawa Kyuhyun pergi.

 PLAKK

Siwon terkejut mendapat tamparan cukup keras pada pipi kanannya. Dan seseorang yang menamparnya adalah sahabat Kyuhyun—Eunhyuk.

“Eunhyuk-ah apa yang kau lakukan?” Donghae sama terkejutnya dengan Siwon.

“Seandainya aku lebih dulu mengetahui bahwa Siwon teman yang kau maksud adalah Choi Siwon namja brengs*k yang menyakiti sahabatku. Sudah ku bunuh ia sejak awal !!!!!!!” Eunhyuk berteriak kesetanan di ruangan Donghae, begitu ia mengetahui Siwon sahabat Donghae adalah Choi Siwon yang Kyuhyun maksud Eunhyuk langsung menemui nya di kantor Donghae dan ia adalah kekasih Donghae.

“Eunhyuk-ah ada apa? Jelaskan pada ku kenapa kau menampar Choi Siwon?”

“Dia.. dia orang yang telah banyak menorehkan luka pada sahabat ku Donghae-ya~ hikss.. asal kau tahu berapa banyak penderitaan yang Kyuhyun tanggung ketika kau pergi..” Eunhyuk mulai terisak dan jatuh terduduk karena merasa lemas dengan apa yang ia rasakan sekarang.

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon dengan penuh rasa penasaran, karena ucapan Eunhyuk mengingatkan nya pada ucapan Kyuhyun tempo hari.

“Saat kau pergi….”

Flashback AhnMyunDo 1998

“hikss…hiksss appa jeball geumanhae~ arrggthh !!”

“Mwora? Kau pikir apa yang telah kau lakukan tidak cukup mempermalukan ku? Rasakan ini anak sial!”

Bukk..Bukk..Bukk..

Pukulan bertubi-tubi itu Kyuhyun terima. Sakit namun hati nya lebih sakit ketika appa kandungnya dengan tega hendak menjualnya pada seorang madam pemilik Bar besar di Seoul. Namun Kyuhyun berhasil lari dan berakhir dengan siksaan yang ia terima dari sang appa.

“Appa… sakit.. hikss..arrgthhh”

Appa Kyuhyun menyeret Kyuhyun dengan cukup keras, ia bahkan mengabaikan batu-batu kecil namun runcing itu ketika menyeret Kyuhyun yang sudah jelas pasti Kyuhyun merasakan sakitnya tertusu-tusuk batu itu.

Byurr…

Appa Kyuhyun menyiram Kyuhyun dengan seember minyak tanah yang biasa Kyuhyun jual. Kyuhyun telah meronta dan berteriak panik.

“Appa…appa..appa..!!!”

“Kau memang pantas mati !!!!”

Dengan sekuat tenaga Kyuhyun berlari menghindari amukan appanya, tentu saja appa nya mengejar dan Kyuhyun mencoba bersembunyi dibalik tempat sampah, dan merogoh saku celana nya berharap ponselnya masih dapat menyala. Ia tekan nomor yang sudah ia hafal Choi Siwon, pria itu tak dapat di hubungi Kyuhyun sudah mencoba berkali-kali.

“Siwonnie jeball, tolong aku..” namun itu semua terhenti saat seseorang menemukan keberadaan Kyuhyun.

END Flashback

“Kyuhyun ditemukan oleh salah satu suruhan madam pemilik bar terbesar di Seoul, mereka menyeret Kyuhyun dan memperkerjakan Kyuhyun layaknya budak, hingga suatu hari Kyuhyun bertemu dengan Komisaris Kim dan mengubah Kyuhyun menjadi sekarang.”

“Saat itu hanya kau yang Kyuhyun ingat bagaimana ia berharap kau datang menolongnya seperti biasa yang sering kau lakukan. Dan Kyuhyun harus menerima kenyataan pahit bahwa kau tak akan pernah datang. Dan alasan Kyuhyun menjadi terkenal dengan kekekayaannya seperti sekarang karena ingin kau menemukannya ”

Eunhyuk mengakhiri ceritanya dan menatap Siwon yang saat ini terlihat shock tidak pernah menyangka nasib yang Kyuhyun alami seperti  itu, bahkan secara tidak langsung ia terkait didalamnya.

‘Seandainya ia menjawab telepon itu’

 “Jangan banyak berandai Siwon-ssi. Kini hadapi lah semua, dan berhenti menyakiti Kyuhyun.”

.

.

.

Siwon melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata saat ini yang ingin ia temui hanya Kyuhyun. Ia tahu Kyuhyun berada dimana sekarang, Kantor adalah rumah kedua bagi Kyuhyun dan Siwon tersenyum miris menyadari bahwa ini semua adalah karena nya.

Siwon dan Kyuhyun kini berada di apartemen Siwon, entah mengapa Kyuhyun mengikuti Siwon ketika ditarik menuju apartemen nya, tidak seperti beberapa waktu yang lalu Kyuhyun histeris saat Siwon menemuinya.

Brakk !

Tanpa membuang waktu Siwon memeluk Kyuhyun erat, hingga Kyuhyun sendiri merasa sesak tapi Kyuhyun membalas pelukan Siwon karena memang saat ini itulah yang ia butuhkan.

.

.

.

Siwon tidak banyak bicara ia hanya membawa Kyuhyun ke apartemen nya dan kini Kyuhyun berada dalam dekapan Siwon, kedua nya terbaring ranjang Siwon masih terdiam hingga Siwon membuka suara.

“Mianata~ nattaemuniya~(karena aku)” Ujar Siwon bergetar

“Shhh~ Gwenchana” Ujar Kyuhyun pelan, entah mengapa kali ini Kyuhyun tak ingin bersikap egois, ia hanya ingin Siwon merasa nyaman berada disisi nya.

“Kyuhyun-ah aku—.”

Cup..

Tiba-tiba Kyuhyun mencium Siwon hanya menempel namun ia berharap dapat membuat Siwon tak banyak bicara tentang masa lalunya. Ya ia sudah tahu bagaimana Eunhyuk mengatakan semuanya. Karena sendiri mendengar dari sambungan telepon Eunhyuk.

“Aku mencintai mu. Selalu seperti itu.. aku lelah bawa aku pergi seperti yang kau ingin kan Siwonnie~”

Entah mengapa hati Siwon terasa senang mendengar Kyuhyun kembali memanggil nya seperti dulu. Dan Siwon semakin mendekap Kyuhyun dalam pelukannya lalu keduanya pun tertidur.

.

.

.

“Ambil semua yang kau ingin kan! Jika memang itu membuat mu senang Kibum-ssi tapi asal kau tahu kepemimpinan tetaplah yang dibutuhkan bukan hanya status kepemilikkan yang memegang segalanya.” Ujar Kyuhyun.

“Aku merasa telah menang semuanya Kyuhyun haha. Kau begitu bodoh telah menantang ku.”

Kyuhyun merelakan kepemilikan di pindah tangankan pada Kibum karena hasil voting juga menentukan dan mereka semua memilih Kibum walau tak sepenuhnya karena Kyuhyun tetap mimiliki 40% saham Victory Grup. Siwon pun berhenti menjadi pengacara sekaligus asisten Kibum dan mengatakan padanya untuk berhenti mencintai dirinya.

“Anii.. kau tetap kalah. Kalah karena tak akan pernah bisa mendapatkan hati seorang Choi Siwon.” Ujar Kyuhyun dengan senyum penuh kemenangan. Setidaknya ia tahu bahwa Choi Siwon hanyalah milik seorang Cho Kyuhyun.

.

.

.

Apartemen Siwon 13 Oktober 2014

Kedua sejoli itu nampak sangat mesra, dengan Siwon yang memeluk Kyuhyun dari belakang dan Kyuhyun yang menempelkan pipi nya pada Siwon.

“Kau lihat bintang di sana?” Ujar Kyuhyun

“Eum..waeyo~” Bisik Siwon.

“Bintang itu paling terang diantara semua bintang mala mini.”

“Anii.. kau lebih terang dari semua bintang itu Kyuhyunie~”

“So cheesy. Ckck”

Siwon tertawa dan mengeratkan pelukan nya pada Kyuhyun.

“Apakah aku masih menjadi kekasih mu?”

“Ne?”

“1013 kau tak mengingatnya?”

“Pbabo bagaimana mungkin aku melupakannya, kau lihat gelang ini? Aku selalu memakainya kapanpun”

Kyuhyun menunjukkan gelang berbandul bintang nya pada Siwon, Siwon hanya tersenyum melihat nya. Ia merasa senang karena dengan itu ia benar-benar dianggap berharga oleh Kyuhyun.

“Tapi 1013 kali ini berbeda.” Mendengar itu Kyuhyun membalikkan badan nya dan menatap Siwon penuh tanya.

“Will you marry with me Kyuhyun ?”

Kyuhyun memeluk Siwon dengan sedikit keras ia menubrukkan dirinya dalam dekapan Siwon dan tanpa Kyuhyun menjawab pun Siwon sudah tahu apa jawaban Kyuhyun ia mendengar Kyuhyun terisak dan ia tahu apa arti isakkan itu.

‘Tentu saja kau harus menikah dengan ku Siwonnie~ ini lah takdir kita, tanpa perlu mengubah takdir karena takdir itulah yang akan mebawa kita. Saranghae.. jeongmal saranghamnida’ ia mendengar Kyuhyun terisak dan ia tahu apa arti isakkan itu.

‘Tentu saja kau harus menikah dengan ku Siwonnie~ ini lah takdir kita, tanpa perlu mengubah takdir karena takdir itulah yang akan mebawa kita. Saranghae.. jeongmal saranghamnida’

 

END

.

Klik di sini jika ini FF favorit kalian ^^

Advertisements

15 thoughts on “[FF Kontes] Change My Destiny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s