Posted in BL, Drama, Family, FF Kontes, Genre, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

[FF Kontes] Love And Happiness

WK E

Love And Happiness
Author : LanaWonkyuShippers
Maincast : WonKyu
Other Cast : HanChul, KangTeuk and Lee Donghae
Genre : Romance, BL, M-Pregnant
Rate : T
Summary : Siwon dan Kyuhyun menikah atas perjodohan orang tua mereka, akankah ada cinta dan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga mereka?

.
Happy WonKyu Day

Love And Happiness

.

Di kediaman Keluarga Choi sore hari.

Di kediaman keluarga Choi yang terletak di dareah perumahan elit Gangnam-gu terlihat beberapa maid yang sedang berlalu lalang membersihkan rumah mewah milik Choi Family itu, sedangkan sang pemilik rumah berkumpul di halaman belakang sambil menikmati camilan sore hari di tambah dengan harumnya bunga-bunga yang mekar di musim semi, menambah damai suasana sore kala itu. Di kursi panjang yang terletak di bawah pohon sakura yang sedang mekar Choi Family berkumpul ada Choi Hangeng sang kepala keluarga, ada sang istri yang duduk di sebelahnya sambil merajut sweeter yang bernama Choi Heechul, dan dihadapan mereka ada seorang namja yang berstatus sebagai anak mereka yang bernama Choi Siwon.

“Siwon” Hangeng memanggil nama sang anak sambil menyesap kopi special buatan sang istri cantiknya.

“Ne appa?” Siwon menyimpan handphonenya kedalam kantong celana hitam yang di pakainya.

“Berapa umur mu sekarang nak?” Siwon terlihat berpikir sebelum menjawab.

“27 tahun appa, ada apa memangnya?” Hangeng tersenyum.

“Kau tahu appa semakin bertambah tua sekarang, appa ingin sekali melihat putra appa menikah dan mempunyai anak untuk meneruskan perusahaan kita. Kapan kau akan memiliki seorang pendamping Siwon? Appa rasa kau sudah cukup matang untuk memiliki pendamping” Siwon menghela nafas. Topik inilah yang paling tidak ingin dia bahas.

“Appa sudah berapa kali aku katakan aku belum ingin memiliki pendamping untuk saat ini, aku masih ingin menikmati kehidupanku sendiri. Paling tidak sampai aku menjabat sebagai CEO di perusahaan pusat milik kita. Kalau sudah saatnya aku pasti akan mendapatkan pendamping dan memberikan appa dan eomma cucu”

Heechul menghentikan kegiatannya sejenak dan menatap kedua pria tampan itu bergantian. Sambil tersenyum atau lebih tepatnya sedikit menyeringai Heechul berucap, “Oh ya Siwonnie, maukah kau eomma kenalkan dengan anak dari teman eomma sewaktu sekolah dulu? Eomma dengar kini dia kuliah di Kyunghee University semester 3 jurusan Modern Music . Dia seorang namja yang manis sekali, eomma pernah melihat fotonya ketika berkujung ke kediaman Cho Family.
Eomma rasa dia cocok untukmu” Siwon cemberut mendengar perkataan Heechul karena secara tidak langsung dia dipaksa untuk menikah.

“Eomma aku kan sudah bilang, aish kenapa kalian tidak mengerti sih?”

“Ayolah Siwon siapa yang memaksamu untuk langsung menikah dengannya? Kalian kan bisa memulai dari penjajakan dulu kalau merasa cocok barulah kalian menikah aish yang tidak mengerti itu kau” Tuding Heechul gemas. Sungguh Heechul tidak habis pikir tentang putranya ini sampai kapan Siwon mau menyendiri.

“Besok malam eomma mengundang mereka untuk makan malam bersama di sini, jadi kau harus bersikap baik dan tidak ada protes Choi Siwon” Heechul memandang galak sang putra ketika melihat Siwon ingin protes. Siwon menghela napas dan mengangguk pasrah terhadap keputusan sepihak sang eomma. Heechul tersenyum puas sedangkan Hangeng hanya menggelengkan kepala melihat kekeraskepalaan sang istri yang terlalu protektif terhadap kebahagiaan sang anak. Akhirnya hanya ada keheningan yang tercipta setelah diskusi itu, mereka tenggelam dalam pikiran dan kegiatan mereka sendiri, sampai sang matahari tenggelam di peraduannya dan memberikan sang rembulan kesempatan untuk menyinari malam yang indah itu bersama dengan bintang yang bertaburan di langit malam yang terlihat cantik ketika di lihat dengan mata telanjang.
.
.
.
Kediaman Keluarga Cho setelah makan malam

Kring… Kring…Kring…

Dering telepon menggema di rumah sederhana namun terkesan mewah itu. Seorang namja yang telah berumur hampir setengah abad namun masih terlihat tampan atau cantik itu berjalan menghampiri meja telepon dan mengangkat telepon yang sedari tadi berdering.

“Yeobseo kediaman keluarga Cho”

“Yeobseo Teukie Hyung ini aku Choi Heechul” Teukie atau Cho Leeteuk mengerutkan kening mencoba mengingat-ingat, seketika senyuman manisnya terkembang mengingaat nama sang penelpon yang ternyata sahabat dekatnya. Choi Heechul.

“Ah Chullie-ah apa kabar?” Sapa Leeteuk riang

“Kabar baik hyung” Heechul tak kalah girangnya.“Bagaimana dengan hyung sekeluarga?”

“Kami baik Chullie-ah, ada apa?”

“Ah tidak, kami hanya ingin mengundang hyung sekeluarga untuk makan malam ke kediaman kami besok malam, Itupun kalau hyung berkenan.”

“Tentu saja kami mau Heechul-ah, kebetulan kami juga tidak sibuk” Dan obrolan itu terus berlanjut sampai sesosok namja manis yang berdiri di ujung tangga memanggil sang eomma yang masih sibuk dengan sambungan teleponnya.

“Eomma” Panggil sang anak dengan suara yang sedikit keras membuat sang eomma memperhatikannya.

“Tunggu sebentar Chullie-ah putra ku memanggil” Heechul bergumam sebagai jawaban

“Ne Kyunnie ada apa nak?” Suara Leeteuk yang lembut itu membuat sang anak yang sedari tadi cemberut sedikit tersenyum.

“Eomma tahu kemana PSPku yang ada di atas nakas? Aku sudah mencarinya tapi tidak ketemu” Kyuhyun menjadi cemberut lagi ketika mengingat benda belahan jiwanya menghilang entah kemana.

“Kyunie sudah mencarinya dengan benar?” Kyuhyun mengangguk.

“Eomma minta maaf karena tidak bisa membantu Kyu untuk menemukannya, eomma sedang menerima telepon dari sahabat eomma. Coba Kyu tanya dengan Donghae hyung mungkin dia tahu” Kyuhyun mengangguk dan berbalik arah menaiki tangga menuju kesebuah kamar yang bersebelahan dengan kamarnya, di daun pintu yang terbuat dari kayu pinus itu tertulis nama sang pemilik kamar yaitu Donghae, hyung kesayangan Kyuhyun. Tanpa mengetuk pintu Kyuhyun masuk begitu saja toh sudah biasa. Hal yang pertama Kyuhyun lihat adalah kamar sang hyung seperti kapal pecah bahkan mungkin lebih parah, di sana sini berserakan baju-baju kotor, bungkus camilan yang sudah kosong, dan robekan kertas. Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepala, hyungnya itu tampan tapi sangat jorok. Kyuhyun berjalan dengan langkah pelan sambil menghindari barang-barang yang berserakan itu menuju ke tempat tidur yang terdapat gulungan besar yang pasti sudah bisa di tebak di dalamnya ada sang hyung tercinta.

“Hyung” Kyuhyun menggoncang gulungan besar itu agar Donghae yang entah tidur atau tidak itu terbangun.

“Ne Kyu, ada apa?”

“Hyung tahu PSPku di mana? Tadi pagi aku meletakkannya di atas nakas tapi sekarang tidak ada” Donghae mengerutkan kening mencoba mengingat sesuatu yang bernama PSP. Tiba-tiba wajah Donghae berubah pucat dan tersenyum garing atau lebih tepatnya meringis sambil berdo’a di dalam hati agar nyawanya selamat.

“Mi-mian Kyu PSPmu rusak saat hyung memainkannya tadi, ta-tapi hyung janji akan menggantinya dengan yang lebih bagus” Wajah Donghae semakin pucat melihat ekspresi sang adik yang berubah menjadi menakutkan. Tiba-tiba terdengar teriakan membahana dari dalam kamar Donghae, membuat orang-orang yang ada di dalam rumah itu terkejut, bahkan anjing bulldog yang ada di kandangnya di luar rumah saja terkejut mendengar teriakan membahana penuh nada pilu itu.

Setelah puas menganiyaya sang hyung sampai babak belur, Kyuhyun keluar kamar sambil membanting pintu tanpa berprikepintuan. Sementara Leeteuk hanya bisa menggelengkan kepala, dia sudah terlampau terbiasa dengan semua itu.
.
.
.
Sesuai janji, malam ini keluarga Cho sedamg bersiap untuk pergi ke rumah keluarga Choi untuk makan malam.

“Sudah siap yeobo?” Tanya Kangin begitu melihat sang istri berjalan menghampirinya, Leeteuk mengangguk. Tidak lama muncullah dua sosok pria tampan dan manis dari dalam rumah, yang satu memasang wajah cerah sedangkan yang satunya memasang wajah sulking.

“Kenapa Kyunnie ikut juga eomma?” Tanya sang bungsu kesal, bagaimana tidak kesal dia dipaksa sang eomma untuk ikut makan malam di rumah sahabatnya di saat dia sedang focus bermain PSP yang baru di belikan Donghae tadi pagi sebagai ganti PSPnya yang di rusak Donghae semalam.

“Karena anaknya ingin bertemu dengan Kyunnie, kajja berangkat nanti kita terlambat” Tanpa memperdulikan protesan Kyuhyun, Leeteuk masuk ke dalam mobil yang di ikuti oleh sang suami dan putra sulungnya.

“Cepat princess nanti kau di tinggal”
“Berisik kau ikan nemo” Dengan menghentakkan kakinya kesal akhirnya Kyuhyun masuk juga kedalam mobil setelah mendapat plototan tajam dari sang eomma. Selama kurang lebih setengah jam akhirnya Cho Family sampai di kediaman Choi Family dengan selamat. Setelah menekan bell terdengar bunyi pintu yang terbuka, seorang maid yang berumur sekitar 30 tahunan mempersilahkan sang tamu masuk dan mengantar mereka ke ruang tamu di mana sudah ada pasangan HanChul dan Siwon yang menunggu.

“Hyung~” Sapa Heechul riang kemudian memeluk erat Leeteuk.

“Chullie-ah~ akhirnya kita bertemu lagi” Ucap Leeteuk tidak kalah riangnya. Heechul mempersilahkan mereka duduk setelah melepas pelukannya dan saling bersalaman.

“Silahkan duduk” Cho Family mengangguk dan saling duduk berhadapan dengan sang tuan rumah.

“Ini dia yang namanya Kyuhyun yang eomma ceritakan kemarin Siwon-ah, bagaimana manis kan?” Siwon mengangguk tanda menyetujui perkataan Heechul, sedangkan Kyuhyun hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahnya yang tiba-tiba merona.

Obrolan mereka semakin seru tapi hanya para orang tua dan Donghae saja yang mengobrol sedangkan Siwon dan Kyuhyun hanya bisa diam dalam kecanggungan. Tidak berapa lama seorang maid datang menghampiri dua keluarga itu, memberitahukan makan malam telah siap.

Makan malam itu di lalui dengan keheningan, hanya denting suara sendok dan garpu yang saling beradu dengan piring yang terdengar. Setelah makan malam, kedua keluarga itu mengobrol kembali di ruang tamu. Minus Donghae yang pergi setelah makan malam selesai bersama temannya. Tiba-tiba suara Heechul mengagetkan Kyuhyun dan Siwon yang sedari tadi duduk diam sambil saling bertatapan. “Siwon sebaiknya bawa Kyuhyun ke kamarmu” Siwon mengangguk.

“Ayo Kyu” Kyuhyun berjalan mengikuti Siwon menuju kamarnya yang berada di lantai 3 rumah mewah itu. Setelah Siwon dan Kyuhyun tidak terlihat lagi akhirnya kedua keluarga itu berbicara tentang masalah yang sebenarnya.

“Bagaimana menurut kalian, apa Siwon dan Kyuhyun cocok jika bersama?” Tanya Heechul, HanKangTeuk kompak mengangguk.

“Menurutku mereka sangat cocok dan serasi, seolah mereka sudah di ciptakan untuk bersama”

“Kanginie benar, aku akan sangat senang sekali apabila Siwon dan Kyuhyun bersama”

“Benarkah?” Leeteuk mengangguk meyakinkan.

“Bagaiman menurutmu Hannie?” Tatapan Heecul beralih kearah suami tercinta.

“Aku setuju saja, asalkan bisa melihat Siwon tersenyum bahagia aku sudah senang, apalagi kalau bersama Kyuhyun, aku semakin senang” Hangeng tersenyum melihat wajah penuh kebahagiaan Heechul, tanpa sadar Heechul dan Leeteuk bersorak senang.

“Horeeee”

Mari kita tinggalkan para orang tua yang sedang menyusun rencana untuk putra mereka. Lebih baik kita intip keadaan Siwon dan Kyuhyun yang kini berada di dalam kamar Siwon dalam suasana canggung.

Tik tik tik

Hanya suara detik jarum jam yang menjadi pengusir hening di kamar modern minimalis itu, terlihat dua orang namja yang masih betah diam di posisi masing-masing. Siwon yang duduk di tepi kasurnya sambil memainkan handphonenya dan sesekali melirik mahkluk manis yang sedang duduk di sofa berwarna hitam itu. Kyuhyun sebenarnya menyadari bahwa sedari tadi Siwon mencuri pandang ke arahnya namun, Kyuhyun pura-pura tidak peduli dan lebih memilih memandang kamar yang hampir sama besar dengan kamarnya. Hanya bedanya kamar itu sedikit terdapat barang-barang, hanya ada lemari pakaian, satu set sofa panjang dan mejanya, dan satu tempat tidur plus nakas yang diatasnya terdapat lampu tidur dan foto keluarganya.

“Jadi Kyuhyun-ssi berapa usia mu?” Suara baritone Siwon memecah keheningan.

“19 tahun”Jawab Kyuhyun singkat. Siwon beranjak dari tempat tidur menuju sofa tempat Kyuhyun duduk dan mendudukkan dirinya sendiri di samping Kyuhyun. Posisi yang terbilang dekat itu membuat jantung Kyuhyun berdetak kencang dari yang semestinya.

“Hhh, sudah ku duga akan jadi begini akhirnya” Kyuhyun menatap Siwon dengan pandangan bingung.

“Maksudmu?”

“Yeah maksudku tidak mungkin eommaku mengundang kalian datang kerumah ini tanpa sebuah tujuan. Dan aku tahu pasti tujuan itu berhubungan dengan kita” Kyuhyun mengangguk mengerti.

“Maksudmu kita di jodohkan begitu?” Siwon mengangguk.

Kyuhyun menunduk ketika melanjutkan perkataannya. “Aku tidak masalah dijodohkan dengan mu, karena aku yakin kau pasti jodoh yang di kirimkan Tuhan untukku dan kau juga pasti yang terbaik.” Sungguh Kyuhyun tidak mengerti kenapa dia bisa bicara seperti itu bahkan dia tidak mengenal dekat pria dewasa di sampingnya ini, yang dia tahu hanyalah jantungnya yang tiba-tiba berdebar kencang serta ada perasaan hangat dan terlindungi ketika pria ini berada di sebelahnya.

“Kau tidak keberatan?” Kyuhyun mengangguk namun tidak mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk untuk menutupi semburat merah yang ada di pipinya.

“Tapi aku jauh lebih tua darimu, lagipula kita saja baru bertemu hari ini, jangan-jangan kau percaya pada ungkapan cinta pada pandangan pertama?”

“Ne tentu saja karena banyak yang mengalaminya, lagi pula memangnya umur kita beda berapa tahun?” Siwon sesaat terpesona melihat wajah cantik nan manis milik pemuda ini, bahkan wajah cantik sepupunya Kim Jaejoong saja kalah. Menurut Siwon, Kyuhyun sekarang berlipat-lipat kali lebih manis dengan mata bulat seperti boneka yang menatapnya polos, hidung yang mancung, pipi yang chubby, dan jangan lewatkan bibir yang berwarna merah cherry, sungguh membuat Siwon ingin menciumnya. Sadar akan pikiran anehnya, Siwon menggeleng-gelengkan kepala dan menghela napas.

“Sekitar 8 tahun”

“Tidak masalah”Jawab Kyuhyun santai, membuat Siwon mengerutkan kening.

“Kau tidak masalah? Aigo aku baru bertemu dengan orang sepertimu yang lebih menyukai orang yang jauh lebih tua dari umurmu” Siwon terkekeh, ah suasana canggung tadi menguap entah kemana, Siwon bisa merasakan perasaan hangat ketika bicara dengan bocah di sampingnya ini. Kyuhyun merubah posisinya menjadi menatap Siwon.

“Jadi Siwon hyung tidak mau?” Siwon menoleh lalu tersenyum manis sambil menatap lurus ke dalam mata Kyuhyun yang bersinar. Cantik. Hmmm sepertinya Choi sajang jatuh dalam pesona Kyuhyun.

“Tentu saja hyung mau kalau calon istri hyung ini sangat cantik dan manis sepertimu” Kyuhyun merona mendengar pujian Siwon, Kyuhyun berusaha menyembunyikan rona merah diwajahnya dengan menundukkan kepala namun, tiba-tiba jari jemari Siwon yang panjang terangkat menuju dagunya dan mendongakkan wajah manis Kyuhyun.

“Hei jangan sembunyikan wajah manismu baby, hyung ingin melihatnya karena ini hal yang luar biasa. Hyung belum pernah merasakan perasaan hangat dan menyenangkan seperti ini” Ujar Siwon lembut sambil membelai bibir bawah Kyuhyun menggunakan jempolnya.

“Hyuuung jangan tatap Kyu begitu” Kyuhyun merengek dengan nada manja sambil mempoutkan bibir mungilnya, membuat Siwon ingin melumatnya, tapi seketika Siwon sadar bahwa mereka belum resmi berpacaran alias masih penjajakan.

“Hyung?” Kyuhyun mengerutkan kening melihat tingkah absurd hyung tampannya itu. Saat ini Siwon sedang menggelengkan kepala sambil komat kamit merutuki pikiran kotornya. Merasa di panggil Siwon menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun dan menghela napas.

“Ne baby?”

“Aniyo” Kyuhyun menggelenglan kepalanya imut. Ck berapa umurnya yang sebenarnya sih? Kenapa sangat imut begini? Batin Siwon.

Tiba-tiba pintu kamar Siwon di ketuk oleh seseorang. Dengan langkah yang di paksakan Siwon membukakan pintu.

“Ne ahjussi Park ada apa?”

“Anda di panggil tuan besar ke ruang keluarga” Siwon mengangguk dan menutup pintu ketika butler itu pergi.

“Baby?” Kyuhyun menoleh.

“Hyung ingin kebawah sebentar, baby ikut atau tetap di sini?” Lama Kyuhyun berfikir.

“Kyu di sini saja hyung, mau tidur katakan pada appa dan eomma Kyu menginap”

“Tentu. Tidur yang nyenyak ne?” Siwon berjalan keluar kamar dan tidak lupa menutup pintu sambil tersenyum seperti orang bodoh. Ah malam yang menyenangkan. Pikir Siwon sambil ber yes-yes gaje.

“Appa memanggilku?” Siwon langsung duduk di samping sang eomma-Heechul-.

“Ne, kami sudah memutuskan bahwa kalian akan segera menikah, jadi persiapkan diri kalian” Heechul yang duduk di samping Siwon mengusap pundaknya. “Kau tidak keberatan kan Wonnie?”

“Ne gwenchana aku setuju” Tidak ayal pernyataan dari Siwon itu membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut.

“Kau serius nak?”

“Ne appa, aku serius lagi pula sepertinya aku telah jatuh cinta dengan Kyuhyunie” Tiba-tiba Leeteuk dan Heechul bersorak gembira karena Siwon menerima Kyuhyun tanpa paksaan, dan tentunya mereka tidak harus menggunakan paksaan untuk menyatukan dua sejoli itu. Tanpa sepengetahuan mereka ada sesosok namja cantik yang mengintip dari balik dinding sambil tersenyum bahagia lengkap dengan rona merah di pipinya.
.
.
.
Tidak terasa seminggu telah berlalu, kedua keluarga yang bahagia itu akan melepas putra-putra mereka dalam kebahagiaan. Pasangan yang sebentar lagi akan bersama selamanya itu terlihat tengah bersiap-siap.

“Aigoo anak eomma sangat cantik ne?” Kyuhyun merona mendengarnya pasalnya tidak hanya dia dan eommanya di ruangan itu tapi ada juga Siwon dan eomma mertuanya.

“Ne kau benar Teukie hyung, ah sungguh aku tidak sabar melihat mereka berdua bersanding di altar nanti. Bagaimana menurutmu Siwonnie?” Siwon hanya mampu mengangguk, dia bingung ingin mendiskripsikan Kyuhyun seperti apa. Karena Kyuhyun sekarang terlihat sangat cantik, manis sekaligus tampan dengan balutan tuxedo berwarna putih dengan dasi hitam yang menggantung di lehernya dan juga tidak lupa rambutnya yang ditata sedemikian rupa menambah keterpesonaan seorang Choi Siwon. Kyuhyun yang di tatap secara intens oleh Siwon hanya bisa menundukkan kepala menyembunyikan rona merah di pipinya. Tidak bisa Kyuhyun pungkiri bahwa sekarang calon suaminya itu begitu tampan, dengan menggunakan pakaian biasa saja dia terlihat sangat tampan apa lagi sekarang Siwon tengah memakai tuxedo berwarna hitam melengkapi kesempurnaannya di hari ini.

“Cha sudah waktunya ayo kita keluar” Pasangan WonKyu dan kedua eomma mereka berjalan meninggalkan ruang rias dan bergegas menuju gereja yang tidak jauh dari sana. Di gereja itu tidak banyak yang hadir, hanya keluarga kedua belah pihak serta sahabat Kyuhyun dan Siwon. Gereja itu pun dihiasi dengan sederhana, bukan karena mereka tidak mampu hanya saja ini permintaan dari Siwon dan Kyuhyun yang menginginkan pernikahan diadakan dengan sederhana namun sakral. Setelah melaksanakan pemberkatan dan janji suci penikahan, sekarang tiba saatnya untuk para tamu undangan memberikan ucapan selamat pada pasangan yang tengah berbahagia itu.

“Baby lelah?” Kyuhyun hanya mampu mengangguk lemah karena badannya benar-benar lelah. Sebagai suami tentu Siwon sangat khawatir.

“Kalau begitu kita istirahat saja ne?” Belum sempat Siwon menggendong Kyuhyun datanglah sang eomma mertua a.k.a Cho Leeteuk.

“Siwonnie setelah ini pergi lah kerumah baru kalian yang telah kami siapkan, rumahnya tidak jauh dari rumah utama keluarga Cho” Pandangan Leeteuk beralih kepada Kyuhyun yang tengah terduduk di bangku gereja. Tiba-tiba raut muka Leeteuk berubah khawatir.

“Kyuhyunie gwenchana chagi? Kyu lelah?”

“Ne eomma badan Kyu lelah sekali” Leeteuk tersenyum mendengar rengekan manja sang buah hati, sedikit rasa tidak rela terselip di hatinya ketika memikirkan bahwa sang anak manjanya akan berpisah darinya meskipun hanya berjarak beberapa blok dari rumahnya. Namun, dia juga ingin membuat anaknya yang manja itu mandiri.

“Kalau begitu Kyunnie pulang bersama Siwon ya?”

“Ne eomma, kalau begitu kami pulang ya?” Leeteuk mengangguk kemudian memeluk sang putra dengan sayang, setelah itu giliran Siwon yang di peluk. Selesai acara peluk-pelukan, Siwon dan Kyuhyun kemudian pulang menuju rumah baru mereka dan bersiap menjalani hari sebagai pasangan suami istri.
.
.
.
“Eungghhh” Kyuhyun membuka matanya dengan perlahan guna menyesuaikan cahaya yang masuk ke rentina matanya. Kemudian menguletkan badan dan tidak sengaja pandangan matanya jatuh pada pemandangan kamar yang berantakan, baju di mana-mana dan tempat tidur yang tidak karuan. Kyuhyun mengingat kembali kejadian tadi malam bersama namja yang kini telah resmi menjadi suaminya. Pipi nya merona dan semakin merona ketika melihat tubuhnya yang penuh dengan kissmark dan bau cairan sperma. Menggelengkan kepala untuk membuang pikiran kotor yang tiba-tiba muncul, Kyuhyun segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah sebelumnya memberikan ciuman selamat pagi di dahi sang suami tanpa mengetahui bahwa sang suami a.k.a Siwon telah lebih dahulu terbangun, senyum simpul yang tulus tercipta di bibir joker Siwon.

20 menit kemudian Kyuhyun keluar kamar mandi dengan badan yang fresh dan telah memakai pakaian lengkap, kepalanya celingak celinguk melihat keadaan kamar yang telah rapi dan mengerutkan kening ketika melihat tempat tidur yang kosong. Mungkin di dapur, setuju dengan pemikirannya Kyuhyun bergegas melangkah ke luar kamar dan menuju dapur, dan benar saja Siwon tengah memasak pancake dan membuat 2 gelas susu vanila. Merasa di perhatikan Siwon membalikkan badan dan tersenyum lembut melihat Kyuhyun yang berdiri di dekat pintu dapur.

“Kajja baby kita sarapan” Ucap Siwon sambil menghidangkan pancake dan susu di atas meja. Kyuhyun berjalan dengan semangat karena perutnya sedari tadi minta diisi.

“Hyung aku rasa mulai minggu depan hyung tidak usah menyiapkan makanan lagi” Siwon menatap Kyuhyun dengan dahi berkerut.

“Kenapa?”

Wajah Kyuhyun merona, “Karena Jae hyung akan mengajariku memasak” Siwon tersenyum.

“Ne terserah baby saja, tapi ingat jangan sampai kelelahan ya?” Kyuhyun mengangguk patuh. Setelah itu tidak ada yang bicara karena menikmati sarapan sederhana pagi itu.
.
.
.
3 Minggu Kemudian

“Segarnya, ah Siwon hyung belum pulang?” Monolog Kyuhyun.

Ting tong

Kyuhyun bergegas menuju ruang tamu dan membuka pintu. Kyuhyun tersenyum manis.

“Baby I miss you”

“Miss you too hyung, hyung sebaiknya lekas mandi air hangat telah aku siapkan”

“Ok baby kau memang istri yang terbaik” Kyuhyun merona mendapat pujian dari namja tampan berusia 27 tahun itu. Siwon tersenyum dan tanpa bisa di cegah Siwon mencium bibir manis istrinya dengan penuh gairah, sepertinya tuan Choi haus akan sentuhan istrinya. Siwon terus mengecup dan menjilat permukaan bibir Kyuhyun untuk meminta ijin, dengan senang hati Kyuhyun membuka belahan bibirnya. Kedua lidah itu saling bertarung dan membelit guna menunjukkan eksistensinya. Namun, sepertinya Kyuhyun harus menerima kekalahan dan membiarkan Siwon menjelajah.

“Eungghhh hyuunghhh sudhahh ahhh” Kyuhyun berusaha mendorong bahu Siwon untuk menyadarkannya bahwa Kyuhyun butuh bernapas dan demi Tuhan sang penguasa alam mereka bahkan masih berdiri di depan pintu yang terbuka. Dengan usaha yang terbilang cukup berat akhirnya Kyuhyun berhasil membuat Siwon melepaskan ciuman mautnya meskipun dengan wajah penuh ketidak relaan.

“Hah hah hah, hyung cepat mandi sana ini sudah malam”

“Ne baby” Dengan wajah merona merah akibat ciuman Siwon, Kyuhyun bergegas menutup pintu dan berjalan menuju dapur meninggalkan Siwon yang berjalan kearah kamar mereka sambil terkekeh geli.

“Tidak sia-sia memang aku menikah dengannya. Aish mantra apa yang kau tiupkan padaku baby? Kenapa aku begitu mencintaimu huh?” Siwon terus berjalan sambil tersenyum manis.

“Baby?” Kyuhyun menoleh begitu namanya di panggil. “Ne hyung, duduklah makanan segera siap” Siwon mengangguk patuh, dia sudah tidak sabar untuk makan salahkan pekerjaannya yang begitu mencekik mengakibatkan dia tidak sempat untuk makan malam. Dengan lahap Siwon makan, ditemani oleh Kyuhyun yang hanya menatapnya sambil tersenyun. Merasa ditatap Siwon mendongak.

“Baby tidak makan” Tanya Siwon heran, Kyuhyun hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.

“Waeyo? Kalau baby tidak makan nanti sakit” Siwon bergegas berpindah tempat duduk dan menarik kursi di sebelah Kyuhyun sambil membawa piring makannya.

“Aku tidak nafsu makan hyung, sudah hampir seminggu ini kalau makan selalu muntah-muntah.” Kening Siwon berkerut dan seketika terbelalak.

“Ne baby kita ke rumah sakit sekarang”

“Untuk apa hyung?” Tangan Kyuhyun segera menggapai lengan Siwon yang ingin berajak dari sampingnya.

“Tentu saja untuk memeriksa dirimu baby” Dahi Kyuhyun berkerut heran apalagi melihat senyum Siwon yang terasa janggal di matanya. Akhinya Kyuhyun hanya bisa pasrah atas paksaan suaminya.

“Bagaimana dok hasilnya?” Siwon segera bertanya pada dokter yang telah keluar dari ruang pemeriksaan pasien.

“Keadaannya baik-baik saja, istri anda tengah mengandung usianya baru 15 hari, maka dari itu anda harus ekstra hati-hati menjaganya karena dalam kasus male-pregnant biasanya rahimnya tidak sekuat rahim wanita pada umumnya, jadi sangat rentan terhadap kemungkinan keguguran.” Setelah memberi penjelasan dan nasehat dokter itu pun pergi setelah Siwon mengucapkan terima kasih.

Dengan perasaan bahagia yang membuncah di dadanya Siwon masuk keruangan sang istri dan menemukan Kyuhyun tengah duduk di ranjang sambil melihat keluar jendela yang sengaja dibuka.

“Baby?” Kyuhyun menoleh dan melihat Siwon yang tersenyum hangat padanya. Namun seketika matanya terbelalak melihat ada air mata yang jatuh dipipi Siwon, seketika perasaan khawatir meliputi hatinya. Ada apa sebenarnya, batin Kyuhyun.

“Hyung kenapa?” Siwon menggeleng sambil tetap memasang senyum. Tangannya terangkat untuk mengelus kepala Kyuhyun, saat ini Siwon tengah duduk di depan Kyuhyun di atas ranjang rumah sakit itu.

“Hyung bahagia baby, Tuhan begitu baik dengan hyung, selain Tuhan memberikan malaikat cantik ini untuk jadi istri hyung, Tuhan juga telah memberikan anugrah yang luar biasa dalam kehidupan kita.”

“Maksud hyung apa sih? Jangan bertele-tele” Kyuhyun mempoutkan bibirnya yang tentu saja membuat pipi chubbynya bertambah chubby dan tidak lupa melipat kedua tangannya di depan dada, ngambek. Kyuhyun pun tidak mengerti akhir-akhir ini dirinya begitu sensitive apalagi kalau keinginannya tidak terpenuhi dia bisa marah besar ataupun menangis seperti anak kecil dan keadaan itu cukup membuatnya pusing sendiri.

Siwon terkekeh dan mencium pipi bulat istrinya dengan gemas. “Baby sebenarnya di sini ada kehidupan lain.” Ucap Siwon sambil mengelus perut rata istrinya dari luar baju. Mata Kyuhyun terbelalak dan seketika itu air mata kebahagiaan tumpah dengan derasnya setelah Kyuhyun selesai memproses perkataan Siwon di otak jeniusnya , Kyuhyun terisak sambil memeluk Siwon. “Ya-yang benar Wonnie huks?”

“Ne baby, sudah 15 hari” Tidak ada yang lebih membahagiakan lagi dari ini bagi Kyuhyun. Tuhan begitu baik padanya dia diberikan suami yang sangat mencintainya dan kini dia diijinkan untuk mengandung buah cinta mereka. Sungguh Kyuhyun sudah tidak menginginkan apapun lagi sekarang. Sambil mengelus perutnya Kyuhyun mengucapkan do’a.

“Chagi bila kau lahir nanti jadi lah anak yang berbakti pada keluarga, agama, nusa dan bangsa. Jadilah anak yang kuat dalam menghadapi cobaan hidup ini dan buat lah kami bangga dengan perjuanganmu nanti, kami selalu ada untukmu percaya lah.” Pandangan Kyuhyun beralih pada Siwon yang menatapnya sambil menitikkan air matanya, dengan lembut Kyuhyun menyeka air mata Siwon dan tersenyum manis. Malam itu ditutup dengan pelukan hangat untuk orang yang sangat mereka cintai, pasangan WonKyu dan tentunya keluarga besar Cho-I sudah tidak sabar menantikan kelahiran anak, keponakan, cucu dan pewaris keturunan mereka kelak. Semoga kebahagiaan kalian abadi selamanya. Tuhan memberkati.
.
.
.
END

.

Klik di sini jika ini FF favorit kalian ^^

Advertisements

21 thoughts on “[FF Kontes] Love And Happiness

  1. Sama” jatuh cinta pada pandangan pertama eciieee~ 🙂
    kirain tadi end nya smpai baby choi lahir soalnya pnasaran hehehe

  2. Awwwwww…. >..<
    Sequel pleaseeeee… u,u
    if you want to make it.. 🙂
    Bb Kyu so cute with his behavior~ ♥♥♥♥
    keep write WK's ff, yes??
    ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s