Posted in BL, Drama, FF Kontes, Hurt, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

[FF Kontes] Joeult’ende

Joeult'ende

Joeult’ende

Author : Cho Anggra (Iis Dewi Anggraeni)

Maincast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Stella Kim

Rated : PG 15

Summary : Ketika Siwon menemukan kebuntuan atas hubungannya dangan sang kekasih- Cho Kyuhyun, dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka demi kembali kepada sang mantan- Stella Kim.
Apakah keputusannya sudah benar? Apakah Ia tidak akan menyesal?

Genre : Hurt/Comfort, little bit of Romance

Warning : BL (Boys Love) , Typo(s), dan sebagainya.

.
.

Normal POV

“Kyu…”

Ne, Hyung?”

“Sepertinya hubungan kita harus berakhir sampai disini”

“…..”

“Kau tahu kan? Belakangan ini hubungan kita terasa semakin hambar, aku merasa semakin aneh dengan hubungan kita. Tidak ada lagi hal-hal manis seperti pertama kali kita berpacaran Kyu. Kau mengerti kan?”

“….Lalu maumu apa Hyung?”

“Aku ingin kita putus, aku ingin kita berteman biasa seperti sebelumnya. Seperti bersama member yang lain Kyu.”

“Apa ini karena mantanmu itu mulai menghubungimu lagi Hyung? Karena dia kah? Jadi apa artinya hubungan kita selama tiga tahun ini kalau ternyata kau selalu berada di bawah bayang-bayang masa lalumu dengannya? Apakah… aku hanya menjadi tempat singgahan sesaat bagimu Hyung?

“…………”

Siwon yang mendengar penuturan Kyuhyun pun terdiam. Kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Kyuhyun sukses menohok hatinya. Benarkah itu semua? Benarkah kalau ternyata selama ini Ia hanya menjadikan Kyuhyun sebagai tempat singgahan sesaat untuknya?

“Sudahlah Kyu… Aku tidak ingin kita bertengkar disini. Aku harap kau bisa menghargai keputusanku Kyu. Aku pergi.” Ucap Siwon sambil memperbaiki penyamarannya –kacamata hitam dan topi- seraya bergegas pergi dari Café tempatnya dan namja bernama Kyuhyun itu membicarakan masalah mereka, tanpa tahu bahwa namja manis itu sudah tidak dapat menahan genangan air mata yang berusaha di tahannya sejak kata ‘putus’ keluar dari bibir joker namja tampan bernama Choi Siwon.

“Hiks… Apakah kau sudah benar-benar tidak mencintaiku lagi Hyung? Aku lelah… Kau selalu seperti ini jika wanita itu muncul kembali ke dalam hidupmu… Aku lelah Hyung… Baiklah jika ini semua adalah kebahagianmu Hyung, aku akan menyerah. Aku akan mundur… Namun, jika suatu saat kau menginginkan kembali kepadaku seperti sebelum-sebelumnya, aku tidak akan dengan mudahnya menyerahkan hatiku padamu lagi Hyung…” Lirih Kyuhyun bersamaan dengan tetesan air matanya yang sukses meluncur dari kedua bola mata bermanik caramel itu.
.

.

.
Dorm Super Junior (10 p.m KST)

‘Ceklek’

“Oh Kyu, kau sudah pulang?” Tanya Leeteuk sang Leader Super Junior.

“Ne Teukkie Hyung…” Jawab Kyuhyun.

“Eeiii… Kenapa kau lesu begitu magnae? Dan mengapa kau pulang sendiri? Mana Siwon? Apakah dia langsung pulang ke apartemennya?” Serbu namja ber-gummy smile –Lee Hyukjae-

“…..” Kyuhyun hanya diam,’tak berniat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh rekan satu team-nya itu sambil terus melangkahkan kakinya menuju kamar yang dia tempati bersama room mate-nya –Lee Sungmin-

“Hey magnae! Kau ini tidak sopan sekali! Dengarkan jika Hyung-mu sedang bi–“

“—Biarkan dia Hyukkie, ku rasa Kyu sedang ada masalah dengan Siwon. Tidak biasanya bukan dia berwajah masam seperti itu setelah berkencan dengan Siwon meskipun harus sembunyi-sembunyi dan melakukan penyamaran?” Potong Leeteuk saat Eunhyuk akan berteriak kepada sang magnae karena melenggang ke dalam kamarnya tanpa menjawab rentetan pertanyaan yang diajukannya.

“Ne Teukkie Hyung, kau benar. Baiklah, kita biarkan saja Kyuhyunie sendirian. Mungkin dia sedang ingin menyendiri saat ini” Ucap Eunhyuk yang hanya dibalas anggukan oleh sang Leader Super Junior.

.

.

.

KyuMin’s Room

“Oh Kyunnie, kau sudah pulang?” Tanya Sungmin –room mate Kyuhyun- ketika melihat Kyuhyun masuk ke dalam kamar mereka.

“Ne Hyung” Jawab Kyuhyun singkat yang ditanggapi oleh naiknya alis sang King of Aegyeo.

“Kyu? Ada apa? Tidak biasanya kau lesu begini setelah pergi dengan Siwon. Kalian ada masalah?” Khawatir Sungmin. Karena biasanya setelah Kyu pergi berkencan dengan namja chingunya yang merupakan teman satu kelompok mereka, pasti yang tergambar diraut wajahnya adalah kegembiraan. Bukan kesedihan seperti ini.

“Tidak ada apa-apa Hyung. Kami baik-baik saja.” Elak Kyuhyun,

“Jangan berbohong Kyu, kau tahu dengan baik kan kalau kau tidak akan pernah bisa mengelak dariku? Ceritakanlah Kyu, jangan kau pendam sendiri.” Bujuk Sungmin. Karena Ia tahu betul, Kyu tidak akan seperti ini jika tidak ada masalah dengan Siwon.

“Untuk saat ini biarkan aku sendiri Hyung, kau mengerti kan?” Jawab Kyuhyun.

“Baiklah jika untuk saat ini kau ingin sendiri. Tapi jangan terlalu lama memendamnya sendiri Kyu. Tidak baik bukan kalau kau mempunyai banyak beban fikiran yang kau pendam sendirian?” Nasihat Sungmin. Karena jujur saja, dia lebih suka Kyu yang suka menjahili para Hyung nya ketimbang Kyu yang pendiam seperti ini.

“Ne Minnie Hyung, aku akan menceritakannya nanti” Ucap Kyuhyun sambil berjalan menuju tempat tidurnya.

“Baiklah, Hyung akan tidur di kamarnya Heenim Hyung saja. Kalau ada sesuatu yang kau butuhkan jangan segan-segan memintanya kepada kami ne Kyu?” Pesan Sungmi seraya berjalan menuju pintu kamar mereka.

“Ne Hyung, jangan terlalu meng-khawatirkanku” Jawab Kyuhyun pelan yang hanya di respon gelengan kepala oleh Sungmin.

Blaaam!

Setelah keluarnya salah satu dari pemilik kamar itu, hanya kesunyian lah yang tertinggal. Sementara satu-satunya namja manis yang mengisi kamar itu hanya berbaring dalam diam sambil mencoba menahan isakan yang sejak tadi ditahannya.

“Hiks…”

“Hiks…”

“Hiks…”

“Kau jahat Hyung, hiks… A-aku tidak akan membiarkanmu kembali lagi kepadaku dengan mudahnya jika suatu saat kau ingin kembali kepadaku Hyung, hiks… Seharusnya kita baik-baik saja, seharusnya semuanya baik-baik saja.. Tapi kenapa jadi seperti ini Hyung…? Hiks…”

Setelah lelah menangis, akhirnya magnae Boyband ternama Super Junior ini pun jatuh tertidur dengan setetes air mata yang sukses jatuh dari kelopak matanya.
.

.

.
Pagi ini semua member Super Junior sedang berkumpul untuk latihan dance Album ke-7 mereka, MAMACITA. Semua member terlihat sangat bersemangat untung menghafal gerakan dance lagu yang ada di Album baru mereka, MAMACITA dan SHIRT, termasuk sang magnae, Kyuhyun. Ia berusaha untuk bersikap professional, tidak membawa masalah pribadi mereka dalam urusan pekerjaan.

“Ok semuanya, kita istirahat selama 15 menit!” Ucap Leeteuk, sang leader kepada semua dongsaengnya.

“Ne, Hyung!” Jawab mereka semua serempak.

Kyuhyun yang memang merasa kurang enak badan, akhirnya memilih memisahkan diri dari ruang latihan seraya mencari tempat yang enak untuk mengistirahatkan tubuhnya yang memang sudah lumayan lemas.

“Hahahahaha Ne, Stella-ah..”

“Kau akan kembali ke Korea? Jinjja? Kapan?”

“Oh Ne, cepatlah kembali ke Korea. Kita sudah lama tidak bertemu kan? Apa kau tidak merindukanku, hum?”

“Hahahahaha Ne. See yaa, Honey~”

Kyuhyun yang ketika melewati ruang artis mendengar suara seseorang menyebut-nyebut nama Stella pun akhirnya memutuskan untuk mengintip.

‘Siwon Hyung?’ Tanya Kyuhyun dalam hati ketika melihat namja yang sangat di kenalinya sedang bertelepon dengan seseorang yang Ia yakini Stella itu.

‘Ah, Siwonie Hyung sangat mencintai yeoja itu ternyata. Sampai-sampai wajahnya berseri-seri seperti itu. Apakah sudah tidak ada lagi harapan untukku Hyung? Ah Kyu! Apa yang kau pikirkan?! Jangan berpikir yang macam-macam!’ Ucap Kyu dalam hati hingga tanpa sadar Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri, sehingga membuat namja tampan yang sejak tadi diperhatikannya pun sadar jika ada seseorang yang memperhatikannya diluar pintu masuk.

“Kyuhyun? Ada apa? Kau ingin masuk? Masuklah… Aku sudah selesai” Ucap Siwon menghentikan sang namja manis yang sedari tadi masih setia dengan acara menggeleng-gelengkan kepalanya.

“A-apa? O-oh… Ani Hyung, kau teruskan saja. Aku ingin mencari angin” Jawab Kyuhyun sambil bergegas pergi tanpa menunggu jawaban Siwon. Dan tentu saja tanpa tahu bahwa namja tampan itu terus menatap punggungnya dengan perasaan bersalah.

“Maafkan aku, Kyu…”
.

.

.
‘Kau harus segera melupakan perasaanmu kepadanya Kyu, jangan seperti ini terus! Bukankah kau sudah bertekad tidak akan membiarkannya kembali dengan mudah kepadamu lagi?! Kau harus terbiasa dengan keadaan ini Cho Kyuhyun!’ Ucap Kyuhyun dalam hati kepada dirinya sendiri.

Saat ini Kyuhyun sedang berada diatap tempat latihan mereka. Tempat ini memang didesain seperti ini untuk sedikit mengurangi rasa penat setelah latihan seperti yang saat ini sedang magnae Super Junior itu lakukan. Angin sepoy-sepoy yang membelai lembut wajahnya, membuat Ia merasa sedang diajak untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Dan tentunya melupakan sedikit demi sedikit perasaannya kepada Choi Siwon.

‘Ah, mengingatnya hanya membuatku sedih’ Batin Kyu sembari mengusap wajahnya yang mulai mendingin karena terkena angin senja.

…..

“Kyu? Kau ada di sana?” Ucap seorang namja cantik, Kim Heechul yang membuat sang namja manis menoleh kearah datangnya suara itu.

“Ah, ne Hyung. Latihannya sudah akan di mulai lagi?” Ucap Kyu seraya memandang kearah Hyung tertua keduanya di Super Junior.

“Berhenti bersikap seakan semuanya baik-baik saja, Cho Kyuhyun!” Bentak Heechul kepada sang magnae secara tiba-tiba.

“A-apa maksudmu Chullie Hyung? Kenapa kau membentakku?” Tanya Kyuhyun seraya menatap Heechul dengan pandangan tak percaya.

“Aku tahu hubunganmu dengan Siwon sedang tidak baik. Aku tahu semuanya! Alasan dia memutuskanmu, karena Ia akan kembali kepada mantannya itu kan?! Berhenti beracting seakan semuanya baik-baik saja! Aku muak melihatnya! Kalau kau masih mencintainya, pertahankanlah cintamu itu Cho Kyuhyun! Jangan mengalah semudah itu! Bukankah selama ini kau selalu berjuang untuk mendapatkan cinta dari seorang Choi Siwon?! Kenapa setelah kau perjuanganmu selama ini kau bisa menyerah dengan begitu mudahnya hanya karena wanita murahan itu datang kembali, Kyu?! Kenapa?!” Ledak Heechul. Ia tidak akan membiarkan Kim Stella itu dengan mudahnya mengambil kebahagian dongsaeng yang sangat disayanginya. Kyuhyun berhak bahagia atas perjuangannya selama ini untuk mendapatkan seorang Choi Siwon

“Aku tidak bisa, Hyung… Ini kebahagiannya. Ini yang dia inginkan. Aku tidak bisa memaksanya untuk mencintaiku, Hyung… Aku tidak bisa egois seperti itu.” Ucap Kyu seraya menerawang jauh, memandang hampa langit yang mulai berpendar jingga.

“Lalu, jika suatu saat dia ingin kembali kepadamu seperti sebelum-sebelumnya, apakah kau akan membiakannya seperti yang lalu-lalu, Kyu? Ucap sang namja cantik mulai melunak.

Kyuhyun tidak langsung menjawabnya. Ia hanya memandang lurus menikmati terbenamnya matahari ditengah-tengah kota Seoul yang padat ini.

“Tidak akan Chullie Hyung… Aku tidak akan membiarkannya kembali dengan mudah kepadaku” Ucap Kyu seraya tersenyum kepada sang Hyung setelah mereka terdiam beberapa saat.

“Baguslah Kyu. Karena aku tidak akan membiarkan namja itu kembali kepadamu setelah ini!” Sahut Heechul geram seraya tersenyum dengan tulus kepada sang magnae.

“Kyu?” Panggil Heechul.

“Ne, Hyung?” Jawab Kyu.

“Kau tidak ingin pulang? Ini sudah gelap.” Sahut Heechul.

“Ah, ne Hyung! Ayo kita pulang! Aku menumpang denganmu, ne? Ucap Kyu dengan imutnya.

“Ah, ne, ne! Wajah merengekmu itu memang yang terbaik, magnae!” Gerutu Heechul saat Kyu mulai bersikap manja lagi padanya. Walaupun Ia tahu, Kyu melakukan ini untuk menghilangkan ke-khawatirannya, Ia cukup lega karena Kyu bisa bersikap seperti ini kembali. Ia tahu, semuanya pasti akan baik-baik saja.

“Yeay! Heechul Hyung memang yang terbaik! Ucap Kyu dengan manja seraya memeluk Heechul Hyung nya dari belakang, yang hanya dibalas kekehan geli oleh Heechul.

.

.

.

Hari ini adalah Comeback Stage Super Junior dengan membawakan lagu baru dan dance di album ke-7 mereka. Mereka tampil dengan sangat memukau. Mereka sudah berusaha dengan keras untuk mempersembahkan yang terbaik kepada fans mereka yang sudah menunggu mereka selama dua tahun.

Sekarang, semua member Boyband ternama itu sedang beristirahat setelah penampilan perdana mereka. Mereka semua merasa senang dengan reaksi fans mereka –ELF- seperti apa yang mereka harapkan.

“Teukkie Hyung…” Panggil sang visual, Choi Siwon.

“Ne Siwon-ah, waeyo? Tanyanya.

“Aku izin keluar duluan, ne? Ucap Siwon.

“Eh? Memangnya kau mau kemana Siwon-ah? Ada urusan keluarga mendadak? Tanya sang Leader.

Saat ini, semua mata memandang ke arah mereka berdua. Mereka semua penasaran kenapa Siwon ingin pulang lebih dulu. Termasuk Kyuhyun yang diam-diam mem-pausekan game diPSP kesayangannya yang sedari tadi dimainkan olehnya.

“Aku ingin menjemput Stella di airport, Teukkie Hyung. Hari ini dia pulang ke Korea dan beberapa menit lagi pesawatnya akan mendarat. Boleh kan, Hyung?” Jawab Siwon dengan tergesa-gesa karena Ia tidak ingin terlambat menjemput sang mantan yang sekarang telah menjadi pacarnya lagi. Tanpa sadar ada sepasang mata yang memandangnya dengan tatapan sendu.

“Ah ne, kau boleh pulang duluan Siwonnie” Sahut sang Leader seraya mencuri pandang kearah Kyuhyun yang saat ini sedang menundukkan kepalanya, berpura-pura focus kepada game yang dimainkannya.

“Gomawo Teukkie HyungHyungdeul, Wookie-ah, Kyuhyun-ah, aku pamit duluan, ne?” Pamit Siwon kepada semuanya.

“Ne~~” Jawab Eunhyuk, Sungmin, dan Ryeowook kompak. Sedangkan yang lainnya hanya menganggukkan kepala mereka sebagai jawaban.

…..

Tiba-tiba saja suasana menjadi hening setelah kepergian Siwon. Kini semua member beralih memandang kearah sang magnae yang sedari tadi tetap setia dengan posisi menundukkan kepalanya. Semua member sudah tahu mengenai berakhirnya hubungan Siwon dan Kyuhyun beberapa hari terakhir. Salahkan Siwon yang belakangan ini dengan terang-terangan ber-telepon ria dengan Stella.

“Kyu? Kau baik-baik saja?” Akhirnya sang Eternal Magnae-lah yang pertama kali berhasil memecahkan keheningan tersebut.

“…..”

“Kyu?” Panggil Donghae karena tidak ada jawaban yang keluar dari bibir sang magnae.

“…..”

“Kyuhyunie, jangan seperti ini… Menangislah jika kau ingin menangis, jangan ditahan seperti ini. Kau membuat kami khawatir” Ucap Kangin yang memang duduk bersebelahan dengan Kyuhyun. Ia sangat khawatir, karena ternyata Kyuhyun sudah tidak lagi memainkan PSP nya. Melaikan sekarang tangannya sedang memegang dengan sangat kencang PSP tersebut dengan buku-buku jarinya yang kelihatan memutih. Menunjukkan seberapa erat Ia memegang PSP tersebut.

“Hiks…” Tangis Kyuhyun pecah di hadapan semua Hyungdeul-nya. Ia sudah tidak bisa menahan isak tangis yang berusaha ditahannya sedari tadi, setelah nama ‘Stella’ keluar dari bibir seorang Choi Siwon.

Wanita itu akan berada di Korea mulai hari ini. Entah sampai kapan. Itu berarti Kyuhyun ‘dipaksa’ untuk membiasakan diri melihat Siwon yang akan bermesraan dengan Stella dengan waktu secepat ini? Bahkan Ia belum bisa menghilangkan sedikit saja perasaannya kepada Siwon. Sekarang Ia dipaksa untuk bisa menerima melihat namja yang Ia cintai bermesraan dengan wanita lain? Apakah Ia sanggup? Tidak akan! Tapi harus bagaimana lagi? Apakah Ia harus kabur untuk lari dari keadaan ini?

“Hiks…” Isakan kedua yang disusul oleh isak tangis entah yang keberapa muncul setelahnya.

Semua Hyungdeul namja manis tersebut pun kini bergerombol menghampiri magnae mereka yang sedang menangis. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk menghibur namja manis tersebut, sebisa mungkin menghilangkan kesedihannya meskipun hanya sedikit.

“Menangislah Kyu, menangislah sepuasmu… Jangan lagi kau menahan kesedihanmu seorang diri. Ada kami, Hyungdeulmu, yang bisa menampung segala kesedihanmu Kyu… Walaupun kami tidak bisa membuat kesedihanmu musnah dalam sekejab, setidaknya kami masih bisa membuatmu melupakan sedikit rasa sedih tersebut…” Ucar sang Leader berusaha menenangkan Kyuhyun yang masih terisak dipelukannya.

“Ne Kyu… Jangan bersikap seolah-olah kau hanya sendiri disini. Berbagilah masalahmu kepada kami Kyu. Kau bisa mempercayai kami dalam hal ini.” Ucap Shindong menimpali.

H-Hyung… A-aku tidak sanggup jika seperti ini… Melihatnya yang b-berteleponan mesra de-dengan wanita itu saja sudah membuatku merasa p-putus asa, Hyung… Apalagi jika a-aku harus- hiks… melihatnya berada di sini de-dengan Siwonnie, Hyung. Hiks…” Ungkap Kyuhyun dengan isak tangis yang masih setia mengiringinya.

“Kalau kau tidak sanggup, tidak usah melihatnya Kyu… Jangan melihat mereka. Hyung akan berusaha berbicara pada Siwon agar tidak membawa wanita itu kehadapanmu… Kau tenang ne? Semuanya akan baik-baik saja…” Ucap Leeteuk menenangkan Kyuhyun yang diamini oleh semua member, meskipun mereka tahu bahwa semuanya tidak akan baik-baik saja setelah ini…

.

.

.

Hyungdeul!! Wookie!! Kyuhyunnie!! Kalian di mana?” Teriak namja ber-dimple smile, Choi Siwon, didepan pintu masuk setelah memasukkan kode dorm Super Junior.

“Kami di ruang tengah Siwon-ah!” Jawab Donghae yang memang sedang menonton tv bersama member yang lain.

Siwon pun masuk kedalam dorm dengan menggandeng lengan seorang wanita yang berjalan disampingnya sambil tersenyum cerah.

Annyeong Hyungdeul, Wookie, Kyuhyunnie! Ada seseorang yang ingin aku kenalkan kepada kalian semua…” Serunya riang.

Semua member yang tadinya focus melihat acara ditelevisi pun serentak menoleh kearah datangnya sumber suara.

!!!

Mata mereka semua terbelalak seakan tidak percaya setelah melihat siapa yang ingin Siwon kenalkan kepada mereka semua. Itu… Stella. Stella Kim. Wanita yang beberapa hari lalu memang sudah berada di Korea. Mereka semua tidak percaya bahwa Siwon akan melakukan hal ini. Maksudnya, berani membawa wanita itu ke dorm mereka. Memang, dia tak salah dalam hal ini. Tapi… Apakah membawa Stella disaat-saat seperti ini adalah keputusan yang tepat? Bagaimana dengan Kyuhyun?

“Kyuhyun?!” Panggil mereka semua berbarengan ketika melihat Kyuhyun berlari memasuki kamarnya dan Sungmin.

BLAAMM!

Kyuhyun menutup pintunya dengan kencang sehingga menimbulkan suara debuman pintu dan engselnya yang cukup kencang serta tidak lupa menguncinya.

Semua member yang tadi berusaha mengejar Kyuhyun pun berhenti. Wajah mereka menampakkan rasa penyesalan dan kekecewaan. Menyesal karena membuat Kyuhyun bersedih lagi, serta kecewa karena Siwon membawa wanita itu ke dorm mereka.

“Siwon-ah, bisa kita bicara?” Ucap sang Leader setelah terjadi keheningan yang cukup lama diantara mereka.

Ne Hyung…” Jawab Siwon.

“Maksudku hanya KITA, Siwon-ah… Tanpa adanya ORANG LUAR” Sahut sang Leader dengan penekanan pada kata ‘kita’ dan ‘orang luar’.

“Ah, baiklah Hyung. Stella-ah, kau bisakan menungguku di basement? Aku akan segera menemuimu jika urusanku sudah selesai” Ucap Siwon kepada yeojachingu nya itu.

“Baiklah Siwonnie… Aku akan ke basement sekarang. Segeralah menyusulku jika urusan kalian sudah selesai. Aku pergi dulu… Sampai jumpa lagi semuanya…” Jawab Stella seraya mengumbar senyum manisnya kepada semua member yang ada di sana.

…..

“Ehhhmm…” Leeteuk berusaha mengambil alih suasana yang sempat hening sesaat.

“Sungmin-ah, Wokkie-ah, dan Chullie-ah. Kalian temui Kyuhyun. Hibur dia. Gunakan kunci duplikat yang ada dilaci kamarku.” Ucap Leeteuk tegas.

Ne Hyung/Teukkie-ah” Jawab mereka bertiga serempak.

Kini, diruangan itu hanya tersisa Leeteuk, Kangin, Shindong, Donghae dan Eunhyuk. Mereka semua memandang Siwon dengan pandangan kekecewaan yang kentara. Tidak ada satu orang pun dari mereka yang membuka suara. Sampai akhirnya Eunhyuk memutuskan untuk membuka suaranya terlebih dahulu setelah mendapatkan anggukan pelan dari sang Leader.

“Kami kecewa padamu, Siwon-ah…” Ucap Eunhyuk membuka keheningan diantara mereka.

“…..”

“Bukankah kami sudah memperingatkanmu agar tidak membawa wanita itu kehadapan kami, apalagi kehadapan Kyuhyun?” Sambung Eunhyuk.

“…..”

“Ia sudah cukup menderita setelah kau memutuskan hubungan kalian, Siwon-ah… Apakah itu belum cukup untukmu? Kamu mau membuatnya menderita seberapa parah lagi?!” Tambah Eunhyuk dengan nada suara yang lebih tinggi setelah tidak mendapatkan jawaban apapun dari Siwon.

“Aku… Hanya ingin membuatnya terbiasa dengan kedekatan kami, Hyung… Sungguh, aku tidak bermaksud ingin membuatnya menderita lebih dari ini… Aku hanya tidak ingin Ia terus menerus berlarut dalam kesedihan yang berkepanjangan… Apakah itu salah?” Ucap Siwon akhirnya.

“Tidak kah kau berfikir jika ini terlalu cepat untuknya? Belum ada satu bulan kau memutuskan cintanya, tapi kau sudah menebar garam diatas lukanya yang masih basah, Siwon-ah. Kau memutuskannya secara sepihak, kemudian kau bermesraan dengan wanita itu ditelepon, didepan kami dan Kyuhyun. Sekarang kau membawa wanita itu ke dorm? Apa itu tidak keterlaluan?!” Ledak Kangin. Kedua tangannya sudah mengepal erat untuk menahan emosinya agar tidak meninju Siwon saat ini juga.

Siwon terdiam. Ya, dia mulai menyadari kalau dirinya sedikit-, ah, sangat keterlaluan sekarang ini. Awalnya, dia tidak ingin mempertemukan Stella dengan semua member dan tentunya Kyuhyun… Tapi, apa yang bisa Ia lakukan jika sang yeojachingu sudah merajuk ingin menemui Hyungdeulnya yang berarti menemui Kyuhyun juga?

“Kau sudah menyadarinya kan? Sebenarnya apa yang telah wanita itu perbuat sehingga membuatmu menjadi seperti ini Siwon-ah? Jujur saja, kau seperti orang asing sekarang ini.” Ucap Shindong menimpali.

“…..” Namun tidak terdengar jawaban dari Siwon. Ia masih sibuk memikirkan apa yang sudah diperbuatnya belakangan ini.

“Baiklah, aku kira kau sudah dapat merenungi apa yang kau lakukan belakangan ini kan Siwon-ah? Sekarang pergilah, temui wanita itu. Aku tidak ingin Ia menyusulmu kemari karena kau terlalu lama disini.” Ucap sang Leader pada akhirnya.

Siwon pun bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke pintu keluar tanpa bisa berbicara apapun kepada semua member. Namun, belum sempat Siwon memutar gagang pintu, Donghae menahan tangannya seraya berbisik-

“Ini pilihanmu Siwon-ah. Kau lebih memilih wanita itu dan mencampakan Kyuhyun. Aku harap kau tidak akan menyesal dengan keputusan yang kau ambil ini…”

.

.

.

“Kyuhyunnie…?” Panggil sang namja cantik setelah dirinya, Sungmin, dan Ryeowook berhasil masuk kedalam kamar sang magnae dengan berbekal kunci duplikat dari laci kamar sang Leader.

“Kyuhyunnie! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau memasukkan semua barang-barangmu kedalam koper? Kau ingin pulang ke rumah orangtuamu? Tapi bukankah biasanya kau tidak pernah membawa semua barang-barangmu?” Pertanyaan berturut-turut keluar dari bibir Heechul.

“Aku ingin ke Inggris, Hyungie… Aku ingin mengambil gelar magisterku selama dua tahun disana. Kemungkinan aku akan vakum dari aktifitas Super Junior selama dua tahun itu Hyung…” Jawab sang magnae seraya memasukkan beberapa barang-barangnya yang belum Ia masukkan kedalam koper.

!

“Kenapa mendadak, Kyu?” Ucap Heechul tegas seraya menahan sebelah tangan Kyuhyun yang tadi digunakannya untuk mengepak pakaiannya.

Dengan helaan nafas yang begitu nyata terdengar, Kyu menampik genggaman tangan Heechul dengan sangat perlahan, tidak ingin membuat Hyungnya itu tersinggung. Seraya kembali keaktifitas sebelumnya, mengepak pakaian, Kyuhyunpun berujar dengan sangat perlahan…

“Kalian tahu kan kalau selama ini aku sangat ingin berkuliah di Universitas Cambridge, Inggris, Hyungie? Kini impianku akhirnya bisa tercapai. Dua hari yang lalu, aku coba-coba melakukan test online untuk masuk ke universitas itu Hyung~ Dan kalian tahu? Ternyata keberuntungan sedang berpihak padaku. Aku lolos ujian masuk universitas tersebut! Dan besok, aku sudah harus melakukan penerbangan ke Inggris, Hyung… Aku sudah menyiapkan semuanya beberapa hari ini, jadi kemungkinan besar ini adalah hari terakhirku di Korea, H-“

Greepp

Kalimat Kyuhyun pun terhenti karena tiba-tiba saja ketiga Hyungnya itu memeluknya dengan erat. Mereka semua menangis. Kyuhyun yang sejak tadi berusaha menahan bendungan air matanya pun akhirnya menyerah, genangan air tersebut sukses membentuk aliran anak-anak sungai dipipi chubby tersebut. Isakan tangis memenuhi kamar yang tadinya sepi. Merubah atmosfer yang tadinya hening, menjadi haru.

Setelah lama menangis, akhirnya yang lebih tua melepaskan pelukannya. Heechul memandangi sang dongsaeng lama, sampai akhirnya berujar-

“Apa kau yakin dengan keputusanmu, Kyu? Maksudku, kau vakum dari Super Junior dan memutuskan untuk kuliah di Inggris itu bukan hanya untuk meghindari pria brengsek itu kan? Kalau ternyata itu hanya untuk menghindarinya, Hyung tidak akan segan-segan meninjunya Kyu!”

“Ani, Hyung… Ini bukan hanya karena Siwon Hyung. Aku cukup waras untuk memikirkan semuanya secara masak-masak, Hyung… Kalian tahu kan? Sebentar lagi Shindongie Hyung, Sungminie Hyung, Hyukkie Hyung, dan Hae Hyung akan pergi wamil? Kita akan hiatus selama dua tahun tersebut kan, Hyung? Jadi… Menurutku keputusan ini sudah tepat. Kalian mengerti kan Hyungie? Ucap Kyuhyun berusaha menenangkan para Hyungnya.

…..

“Hey, ayolah Hyung~~ Kenapa kalian semua jadi secengeng ini, eoh? Aku kan hanya pergi selama dua tahun, tapi kenapa kalian bersikap seperti aku akan pergi selamanya saja? Hahahaha… Aku tahu aku ini imut, menggemaskan, dan membuat kalian akan merindukanku jika aku tidak ada di sin-“

“Ne, Kyu… Kami akan sangat merindukanmu selama dua tahun ini. Aku rasa, aku pun harus mengambil jadwal wamilku sekarang, agar aku tidak kesepian di dorm.” Potong Ryeowook seraya menundukkan kepalanya sedih.

“Aku juga” Sahut Sungmin menimpali.

“Lalu… Apakah aku harus mengambil jadwal wajib militerku lagi?” Timpal Heechul polos membuat semua orang yang berada di kamar itu tertawa.

“He’em… Bagaimanapun juga, aku akan sangat merindukan kalian selama dua tahun ini, Hyungie~ Dan kalian harus berjanji, untuk selalu meneleponku terlebih dahulu jika kalian merindukanku. Karena pastinya aku akan sangat sibuk disana~ Hahahahah…” Ujar Kyu diiringi oleh tawa manisnya yang diikuti oleh semua orang yang ada dikamar tersebut.

Lalu suasana menjadi hening, mereka semua terlarut dengan pemikiran mereka sendiri. Heechul, Sungmin, dan Ryeowook kompak menatap khawatir kepada magnae mereka. Yang ditatap hanya mampu memberikan senyuman menenangkan.

Malam ini pun berakhir dengan mereka yang berpelukan sekali lagi untuk terakhir kalinya selama dua tahun kedepan.

“Berjanjilah untuk hidup dengan bahagia selama kau disana Kyu~” Ucap mereka bertiga kompak yang hanya dibalas anggukan pelan dari sang magnae yang sudah tidak bisa berkata apapun.

.

.

.

“Kau yakin hanya ingin kami mengantarmu sampai sini, Kyu? Kau tidak ingin kami menunggu sampai pesawatmu lepas landas nanti?” Ucap Kangin.

Ya, saat ini semua member Super Junior –kecuali Siwon- sedang ada di airport untuk mengantar Kyuhyun yang akan pergi ke Inggris untuk melanjutkan kuliah magisternya.

“Tidak usah, Hyungie~ Bukankah sebentar lagi kalian akan menghandiri acara music? Aku tidak ingin kalian terlambat hanya karena menunggui pesawatku sampai lepas landas” Ucap Kyuhyun meyakinkan.

Mereka semua hanya bisa menghela napas pasrah. Ayolah~ Ini adalah hari terakhir mereka bertatap muka secara langsung. Mereka masih ingin berlama-lama memandangi wajah magnae kesayangan mereka.

“Lalu… Bagaimana dengan Siwon? Apakah kau sama sekali tidak ingin mengucapkan salam perpisahan kepadanya, Kyu? Kau bahkan melarang kami untuk memberitahukannya tentang kepergianmu selama dua tahun ke Inggris ini” Jawab sang Leader, Leeteuk.

Mereka semua terdiam. Ya, bagaimanapun juga mereka masih memikirkan akan seperti apa reaksi Siwon nanti ketika tahu kalau mereka tidak memberitahukan soal kepergian Kyuhyun salama dua tahun kedepan.

“Aku sudah mengirimkan email pribadi kepadanya, Hyung~ Ku harap dia sempat membacanya. Jadi tidak ada yang perlu kalian khawatirkan disini. Cha~ Kalian pulanglah, aku tidak ingin kalian terlambat karenaku.” Sahut Kyuhyun dengan mata yang sudah berkaca-kaca, bersiap untuk menumpahkan air matanya.

Greepp

“Kami akan sangat merindukanmu, Kyuhyunnie~ Jaga dirimu baik-baik disana, ne? Jangan lupa makan yang teratur, jangan sampai penyakit magh-mu kambuh. Jangan bermain game sampai larut malam, karena disana tidak ada lagi yang akan mengomeli kebiasaan burukmu itu. Jangan terlalu sering memakan mie instan, jika kau lapar, kurasa makanan café atau restaurant lebih baik dari pada mie instan yang sering kau makan itu, dan jangan- hiks-“ Ucap Sungmin yang sudah tidak bisa lagi menahan isakan tangisnya.

Mereka semua berpelukan bersama, menangis bersama. Memberikan kekuatan kepada diri mereka masing-masing. Mereka semua masih enggan untuk percaya bahwa Kyuhyun tidak akan ada bersama mereka selama dua tahun kedepan. Cukup sulit untuk menerima semuanya memang, tetapi mereka percaya, bahwa inilah yang terbaik…

“Aku berjanji, akan mematuhi segala pesan kalian semua, Hyung~

.

.

.

“Stella…” Panggil Siwon kepada yeojachingunya.

“Ya, Siwonnie? Ada apa hem?” Jawab Stella yang saat ini sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.

Ya, saat ini Stella sedang berada di apartemen Siwon. Tapi jangan salah sangka dulu, mereka tidak bermalam bersama. Stella datang pagi-pagi sekali ke apartemen Siwon hari ini. Dia bilang ada suatu hal yang harus mereka bicarakan secara serius. Siwon yang memang ingin membicarakan hal yang cukup serius dengan Stella pun menyetujuinya.

“Ada yang ingin aku bicarakan” Jawabnya sambil mengikuti Stella yang sedang meletakkan sarapan mereka di meja ruang makan –sandwitch dan expresso-

“Nanti saja Siwon, lebih baik kita habiskan dulu sarapan ini sebelum dingin.” Jawab Stella sambil mendudukkan dirinya disalah satu kursi. Siwon hanya menggangguk seraya ikut mendudukkan dirinya disalah satu kursi tepat dihadapan yeojachingunya itu.

Merekapun sarapan dalam keheningan, dengan fikiran masing-masing yang sibuk berkelana entah kemana…

.
.

“Baiklah, berhubung sarapan kita berdua sudah selesai, apa yang tadi ingin kau bicarakan Siwon?” Ucap Stella sambil mengelap bibirnya dengan tissue.

Siwon menyadari ada satu kejanggalan disini, sedari tadi Stella memanggilnya dengan ‘Siwon’? Bukan ‘Siwonnie’ lagi? Nampaknya Ia mulai menyadari apa yang akan terjadi kepada mereka berdua beberapa saat ke depan…

“Aku rasa… Apa yang ingin kita bicarakan selanjutnya adalah hal yang sama kan? Bukan begitu, Stella Kim?” Ucap Siwon.

Stella sedikit tersentak mendengarnya. Kalau Siwon sudah memanggil namanya dengan lengkap, itu tandanya Siwon sudah mengetahui apa yang Ia maksud. Sama seperti beberapa tahun lalu ketika Ia meminta putus dari namja tampan ini.

“He’em… Aku tidak menyangka kalau kita ingin membicarakan hal yang sama. Tapi baiklah, aku akan jujur. Sebenarnya, aku sudah merasa bosan padamu. Kau tahu kan? Mengambil hatimu kembali ternyata sangat mudah. Aku kira mengambil hatimu akan sulit karena kau sudah berpacaran dengan namja itu. Namun ternyata aku salah, kau berpacaran dengannya hanya sebagai alat untuk melupakanku? Sungguh ironis sekali. Kau hanya menjadikannya sebagai tempat singgahan sesaat bagimu—“

“Langsung saja, Stella-ssi!” Ucap Siwon mulai geram dengan apa yang disampaikan oleh Stella.

“Ah, ternyata kau itu masih tidak sabaran seperti dulu. Baiklah, intinya aku bosan padamu. Aku ingin kita putus. Kalau urusan dengan appamu kau tidak usah khawatir, aku yang akan membereskannya. Bukankah appamu itu lebih percaya kepadaku ketimbang pada anaknya sendiri?” Ucap Stella seraya bangkit berjalan menuju pintu keluar apartemen Siwon.

Siwon yang merasa masih ada yang ingin disampaikan oleh Stella kepadanya pun mengikuti wanita itu sampai pintu apartemennya. Stella berbalik menghadap Siwon-

“Ohya ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan” Ucap Stella sambil memandang Siwon serius.

“Hemmm, katakan saja” Jawab Siwon seraya menyender pada dinding apartemennya.

“Pria itu sangat mencintaimu. Maksudku Kyuhyun. Kejarlah dia… Aku sedikit merasa bersalah padanya. Baiklah, aku pergi” Ujar Stella seraya melangkah menjauhi apartemen Siwon dengan sedikit merapikan penyamaranya –Topi dan syal- Meninggalkan Siwon yang masih termenung oleh kata-katanya. Tiba-tiba saja, hatinya diserang oleh rasa bersalah yang teramat-sangat.

“Aku harus bicara dengan Kyuhyun setelah acara music nanti!” Tekad Siwon

.

.

.

Saat ini Super Junior sedang ada berada di backstage suatu acara music untuk mempersiapkan segalanya. Selain persiapan keperluan panggung mereka tentu saja. Mereka semua –kecuali Siwon- sedang mempersiapkan alasan logis yang sementara akan mereka pakai karena ketidak-hadiran Kyuhyun dalam comeback stage mereka saat ini.

“Teukkie Hyung, kau tahu Kyuhyunnie dimana? Sedari tadi aku tidak menemukannya dimanapun” Tanya seorang namja tampan ber-dimple smile, Choi Siwon.

“Kyuhyunnie sedang ada urusan Siwon-ah, jadi Ia tidak bisa menghadari comeback stage kita hari ini” Jawab sang Leader pelan.

“Urusan? Urusan apa? Kenapa aku tidak tahu?” Tanya Siwon bingung.

“Tentu saja kau tidak tahu. Kau kan terlalu sibuk dengan wanita itu. Mana mungkin kau tahu” Eunhyuk yang sedang memakai kostumnya ikut menimpali.

“Ne, maafkan aku soal itu. Aku benar-benar menyesali semuanya. Dan… Aku sudah putus dengannya pagi ini. Aku ingin kembali dengan Kyuhyunnie” Jawab Siwon lirih.

Bruagh!!

Semua mata yang ada diruangan ini membuka lebar. Mereka tidak percaya kalau Donghae yang sedari tadi tampak tenang menyimak percakapan Siwon dengan Leeteuk dan Eunhyuk disalah satu kursi disisi ruangan, melayangkan tinjunya dengan cepat kearah Siwon setelah mendengar pekataan namja tampan itu yang terakhir.

“KAU BRENGSEK, CHOI SIWON!!!” Raung Donghae marah.

Brugh! Brugh! Brugh!

Setelahnya, pukulan bertubi-tubi Donghae bersarang dengan mulus diwajah dan beberapa bagian tubuh Siwon yang lain seperti perut dan dada.

“Sudah Donghae-ah, hentikan!” Teriak Shindong seraya menjauhkan Donghae dari Siwon yang sudah terkapar dilantai dengan beberapa sobekan diujung bibir dan pelipisnya.

“Tidak Shindong Hyung! Aku harus memukulnya agar Ia tidak memainkan perasaan Kyuhyun seenaknya seperti ini! Lepas!!” Raung Donghae yang masih belum puas memukul Siwon.

“Sudahlah Hae-ah, kau harus tenang. Dia sudah mendapatkan pelajarannya. Lihat? Sekarang wajanya sudah babak belur bukan? Terlebih lagi dia sudah mendapatkan balasan yang lebih setimpal dari Kyuhyun bukan? Aku rasa itu sudah cukup untuknya” Jawab sang Leader menengahi.

“Ghookk… Mak-maksudmu dengan balasan yang lebih setimpal-hhhkkk dari Kyuh-Kyuhyun itu apa Hyung?” Tanya Siwon berusaha bangkit, meskipun sekujur badannya sudah terasa remuk.

Semuanya terdiam. Donghae yang tadinya meronta-ronta pun ikut terdiam. Mereka hanya memandang satu sama lain dengan gelisah. Apakah mereka harus mengatakannya sekarang? Ah, tidak. Kyuhyun sudah berpesan kepada mereka. Biarkan Siwon mencaritahunya sendiri di-inbox emailnya. Ya, lebih baik seperti itu.

“Jawab aku Hyung!” Ucap Siwon tegas seraya mengguncang bahu sang Leader dengan kencang.

Mereka semua menghela nafas, berbarengan. Kemudian, Leeteuk pun mulai menepis tangan Siwon yang masih berada dibahunya dengan pelan…

“Kami tidak bisa mengatakannya, Siwon-ah. Tapi, jika kau ingin mengetahuinya, bukalah inbox emailmu. Disana, Kyuhyun mengirimkan sesuatu untukmu.” Ujar Leeteuk lirih.

Siwon yang penasaranpun sudah akan membuka email di I-Phone nya, tapi niatnya terhenti karena sebuah tangan menahannya.

“Jangan disini. Kau harus membacanya dalam keadaan hening. Pergilah ke apartemenmu, kau tidak akan bisa ikut tampil dengan keadaan kacau seperti ini. Biar kami yang mencari alasannya.” Ucap Kangin seraya menepuk bahu Siwon pelan.

“Baiklah, aku akan segera pulang. Terimakasih dan maaf, Hyung…” Ucap Siwon dengan senyuman tulus.

Setelahnya, Siwon langsung pergi dengan cepat menuju apartemennya, melupakan rasa sakit yang sempat menderanya karena pukulan Donghae yang bertubi-tubi tadi.

…..

“Aku bisa cepat tua jika mengurusi hubungan mereka berdua seperti ini…!” Pekik Leeteuk, namun bibirnya malah menyunggingkan sebuah senyuman tulus.

“Aku juga, Teukkie… Aku rasa aku perlu liburan.” Sahut Heechul sambil menatap arah perginya Siwon.

.

.

.

Saat ini Siwon sedang berjalan dengan cepat kearah dimana mobilnya berada. Dia tidak sempat menghubungi managernya. Bahkan dia sudah tidak dapat berpikiran dengan jernih lagi saat ini. Yang ada dipikirannya hanya Kyuhyun, Kyuhyun, Kyuhyun! Sebenarnya apa yang sedang disembunyikan oleh mantan kekasihnya itu?

Dengan wajah lebam yang penuh akan keringatnya sendiri, Siwon memasuki mobilnya. Tanpa babibu lagi, visual boyband ternama Super Junior itu pun melajukan mobilnya dengan kencang menuju apartemen pribadinya.

.

.

.

BRAAKK!

Siwon sudah tidak dapat menahan rasa penasaran dan kekhawatirannya ketika akhirnya namja tampan itu sampai didepan pintu apartemennya.

Tanpa melepas atribut kostum yang sebenarnya sangat mengganggu karena tubuhnya yang berpeluh menyebabkan kostum itu sangat tidak nyaman untuk di pakai saat ini, Ia terus melangkah menuju kamarnya dimana laptopnya saat ini berada.

Dengan tangan yang bergetar, Siwon membuka akun emailnya.

Email yang masuk pada akunnya memang cukup banyak mengingat terakhir Ia membukanya adalah tiga bulan yang lalu. Membuat Siwon agak pusing untuk mencari email yang di maksudkan oleh Hyungdeulnya. Apalagi dengan keadaannya saat ini yang sedang tergesa-gesa.

!

Jari-jari tangannya yang sedang men-scrool mouse kesana-sini pun akhirnya berhenti ketika mendapatkan email yang di kirimkan oleh Kyuhyun, yang sedang di cari-carinya sedari tadi.

Email itu di kirimkan oleh Kyuhyun tadi malam. Lebih tepatnya beberapa jam setelah Ia mengajak Stella ke dorm, hal terbodoh yang pernah Ia lakukan selama hidupnya.

Lalu, apa isi dari email ini? Apakah ini berupa caci-maki yang tidak sanggup Kyuhyun lontarkan kepadanya? Apakah Ia akan sanggup untuk membacanya kalau ternyata email ini memang berisi caci-maki yang ingin Kyuhyun utarakan kepadanya?

Ah, Ia memang pantas mendapatkan ini semua bukan? Ia pantas menerima semua caci-maki, celaan, bahkan hinaan yang Kyuhyun lontarkan kepadanya.

Dengan senyum lirih, Siwon pun berusaha menguatkan hatinya untuk membaca email tersebut.

To : Choi Siwon
From : Cho Kyuhyun

Um, hi Hyung…
Bagaimana kabarmu? Aku harap kau baik-baik saja.
Kalau kau menanyakan kabarku, saat ini aku sedang berusaha untuk menata hatiku kembali, Hyung…

Ohya, maaf aku tidak bisa memberitahumu secara langsung soal kepergianku. Saat ini aku sedang berada di Inggris, Hyung. Melanjutkan kuliahku.
Kau tahu bukan, kalau aku sangat mengidam-idamkannya sejak dulu? Akhirnya sekarang keinginanku ini tercapai, Hyung…

Tapi untuk saat ini aku tidak bisa memberitahukanmu di mana aku berkuliah, Hyung…
Mungkin aku terlalu percaya diri kalau kau akan menyusulku kesini jika kau tahu dimana aku kuliah sekarang setelah membaca email ini? Aku memang sempat berharap seperti itu sebenarnya, tapi itu tidak mungkin bukan?

Aku selalu berdo’a untukmu, Hyung… Dan jika memang Stella adalah orang yang terbaik untukmu, aku akan mendo’akan yang terbaik untuk kalian.

Dan maaf karena aku telah mementingkan diriku sendiri…
Aku memutuskan untuk hiatus dari kegiatan Super Junior selama dua tahun ini.
Selain untuk focus dengan kuliahku, aku juga akan menata dan mempersiapkan hatiku selama dua tahun ini, Hyung…

Ah, aku harap kau sempat membaca email-ku ini. Karena aku sedang merasa bersalah sekarang karena aku tidak memberitahukan kepergianku kepadamu secara langsung. Hehehehe….

Aku rasa sudah cukup sampai disini saja ne Hyung? Hiduplah dengan baik 

Cho Kyuhyun

Tesss…

Siwon sudah tidak mampu menahan air matanya. Ia menyesal. Sangat menyesal karena sudah mengkhianati Kyuhyun. Mengkhianati cintanya, cinta mereka. Kesalahannya kali ini memang sudah tidak termaafkan. Kyuhyun saja sampai meninggalkannya. Sebelumnya, sebesar apapun kesalahan yang sudah Ia perbuat, Kyuhyun hanya akan mengomelinya, tidak seperti ini.

Lalu apa yang harus dia lakukan sekarang? Menemui Kyuhyun? Apakai Ia masih punya muka untuk itu? Kyuhyun pasti akan tambah membencinya jika tahu Ia memaksa untuk menemui Kyuhyun saat ini.

Menunggu? Ah, benar. Ia harus menunggu sampai Kyuhyun sendiri yang datang menemuinya. Tapi apakah Ia mampu untuk menunggunya dengan tetap berada di Super Junior sampai dua tahun kedepan? Bukankah itu hanya akan membuat hatinya sakit karena teringat akan kenangannya bersama Cho Kyuhyun?

Mengambil jadwal wamil lebih cepat?

Ah, benar! Ia bisa mempercepat jadwal wamilnya. Bukankah tahun ini banyak member Super Junior yang berangkat wamil? Itu berarti Super Junior akan vakum selama dua tahun? Dan setelah dua tahun tersebut, Super Junior akan comeback dan… Ia akan bertemu kembali dengan Kyuhyun. Bukankah itu ide yang bagus?

Ya, keputusannya sudah bulat sekarang. Ia akan mempercepat jadwal wamilnya dan berangkat wamil tahun ini.

‘Aku akan menunggumu, Cho Kyuhyun… Dan aku harap, kau pun bersedia untuk menungguku…’

.

.

.

“Tuan Choi, kau ada di dalam?” Ucap seorang wanita muda didepan ruangan Pemilik Hyundai Departement Store tersebut. Choi Kiho, Ayah Choi Siwon.

“Masuk… Aku ada didalam” Sahut Choi Kiho.

Ckleeekk

Wanita muda itu membuka pintu tersebut dengan sangat perlahan. Tidak ingin mengganggu seseorang yang Ia yakini sedang sibuk dengan pekerjaannya di dalam ruangan tersebut. Kemudian menutup kembali pintu tersebut dengan perlahan kembali.

“Maaf saya telah mengganggu pekerjaan Anda Tuan Choi…” Ucap wanita muda itu setelah berada di hadapan Choi Kiho.

“Tidak apa-apa, Stella-ssi… Duduklah. Apa ada yang ingin kau bicarakan? Tidak mungkin bukan kau datang sepagi ini ke perusahaanku kalau tidak ada hal penting?” Jawab Appa Siwon setengah menyindir.

“Baiklah, aku akan to the point saja. He’em… Aku sudah tidak sanggup lagi merusak hubungan mereka lebih dari ini, Tuan Choi. Aku merasa sangat jahat karena selalu mengganggu hubungan mereka. Aku ingin berhenti. Aku tidak ingin menjadi orang jahat lebih dari ini.” Ujar Stella tegas.

“Apakah kau bercanda, Stella-ssi?” Jawab Choi Kiho berang.

“Tentu tidak. Sebaiknya kau berhentilah untuk mencampuri urusan pribadi anakmu Tuan Choi. Biarkan Siwon bahagia dengan pilihannya sendiri. Aku tahu kau tidak bisa menerima anakmu yang berhubungan dengan seorang pria juga. Tapi apa salahnya jika itu adalah kebahagiannya?” Ucap Stella.

Choi Kiho terdiam. Benar, Ia sudah amat sangat keterlaluan selama ini. Selalu berusaha merusak hubungannya dengang seorang pria yang bernama Cho Kyuhyun. Ia kira kali ini rencananya akan berjalan mulus. Tapi ternyata tidak. Berkali-kali Ia berusaha merusak hubungan mereka, tetapi berkali-kali pula mereka bersatu kembali.

Karena melihat Appa Siwon yang terdiam, akhirnya Stella pun memutuskan untuk bangkit dari duduknya dan berdiri seraya berucap,

“Pikirkanlah baik-baik, Tuan Choi. Aku tidak mau kau menyesal karena sudah merusak hubungan anakmu sendiri. Saya permisi.”

Setelah Stella keluar, Choi Kiho menyandarkan tubuh beserta kepalanya pada kursi kerjanya seraya berujar pelan.

“Baiklah… Aku menyerah. Semoga kau bahagia dengan pilihanmu itu, nak…”

.

.

.

HEADLINE NEWS!

Boyband ternama, SUPER JUNIOR, memutuskan untuk hiatus sementara dari dunia hiburan selama dua tahun kedepan dikarenakan kelima personilnya, ShinDong, Lee SungMin, Lee HyukJae, Lee DongHae, Choi SiWon, dan Kim Ryeowook memutuskan untuk berangkat WAMIL bersama. Sedangkan satu personil lainnya, Cho KyuHyun dikabarkan sedang meneruskan study nya di Inggris.

Dunia hiburan Korea pasti akan terasa sepi tanpa adanya boyband ternama ini selama dua tahun ke depan. Tapi kita berdo’a saja yang terbaik untuk mereka. Semoga mereka cepat kembali dari vacumnya.

“Apa yang sedang kau baca Teukkie?” Ucap Heechul.

“Oh? Aku sedang membaca berita soal kita di Koran ini Chullie. Apa yang mereka bilang soal kita benar. Aku benar-benar merasa kesepian tanpa mereka semua” Jawab Leeteuk lirih.

“Akupun merasakan hal yang sama, kita tunggu saja selama dua tahun kedepan Teukkie.” Ujar Heechul seraya memandang lurus kedepan.

“Kira-kira apa yang akan kita lakukan selama dua tahun ini?” Tanya Leeteuk memecah keheningan.

“Bagaimana kalau kita liburan? Bukankah selama ini kita selalu tidak sempat melakukannya?” Usul Heechul.

“Ide bagus! Kita ajak Kanginnie dan Yesungie juga” Jawab sang Leader.

.

.

.

Dua tahun kemudian…

Apartement Kyuhyun, Inggris

“Haduh, aku terlambat! Bagaimana kalau pesawatnya akan lepas landas beberapa menit lagi? Gawat! Aku harus lebih cepat!” Ucap seorang namja manis, Cho Kyuhyun.

Ya, hari ini Kyuhyun akan kembali ke Korea. Karena saking semangatnya, Ia sampai susah tidur semalam. Akibatnya, saat ini Ia sedang berlari-lari ditangga apartemennya. Mengapa tidak menggunakan lift? Itu karena Ia tertinggal beberapa detik ketika ingin memasuki lift tersebut. Sehingga akhirnya Ia harus menuruni tangga darurat untuk bisa keluar dari gedung apartemen ini. Untung saja Ia tinggal di lantai lima.

“Hosh.. Hosh.. Hosh.. Taksi!!” Teriak Kyuhyun dengan nafas terengah-engah.

“Kemana tujuanmu, Tuan?” Ucap sang sopir Taksi dalam bahasa Inggris ketika Kyuhyun sudah memasuki taksinya.

“Airport. Antar aku ke airport.” Jawab Kyuhyun cepat.

.

.

.

Kantor Pusat Wajib Militer, Korea

“Kau yakin tetap ingin menunggu Kyuhyun disini, Siwon?” Tanya Eunhyuk.

Ya, saat ini kelima member Super Junior tersebut telah resmi menyelesaikan wajib militer mereka. Mereka sudah bisa kembali ke rumah mereka masing-masing untuk melepas rindu dengan keluarga. Tetapi berbeda dengan Siwon. Disaat yang lain tidak sabar untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Namja tampan tersebut justru betah berlama-lama disini. Menunggu seseorang tentunya.

Ne Hyuk. Aku akan menunggunya disini. Kalian pulanglah duluan. Aku tidak apa-apa.” Ucap Siwon sambil tersenyum.

“Baiklah, kami pulang duluan ne?” Jawab Sungmin.

Siwon hanya menganggukan kepalanya. Semua memberpun meninggalkan Siwon sendiri di depan kawasan wajib militer ini.

‘Aku akan menunggumu disini Kyu… Cepatlah datang.’ Ucap Siwon dalam hati seraya menengadahkan kepalanya demi melihat langit di atasnya yang kini mulai berwarna abu-abu.

.

.

.

Tujuh jam sudah berlalu. Dan Siwon masih setia menunggu sang ‘Pujaan Hati’ sampai saat ini. Bahkan sebenarnya hujan rintik-rintik sudah mulai menguasai tempat ini dari setengah jam yang lalu. Lalu, mengapa Ia masih berada di luar? Padahal sedari tadi banyak orang-orang yang bekerja di Pusat Wajib Militer ini menawarinya untuk berteduh di dalam. Tetapi selalu ditolak olehnya.

Cho Kyuhyun. Ya, satu-satunya alasan seorang Choi Siwon berada di luar dengan cuaca yang dingin, ditambah hujan yang mulai turun seperti ini adalah Cho Kyuhyun. Seharusnya, namja manis tersebut sudah tiba di Korea dua jam yang lalu. Tapi kenapa sampai sekarang namja manis itu belum menampakkan dirinya? Apakah terjadi sesuatu dengan penerbangannya mengingat cuaca yang kurang bersahabat hari ini?

Baru saja sang namja tampan berniat untuk menelepon Kyuhyun, Ia dikejutkan oleh sebuah suara yang berasal dari belakangnya. Suara yang sangat Ia rindukan.

“Hai Hyung… Kenapa kau menungguku di luar dengan hujan-hujanan seperti ini? Kenapa tidak menungguku di dalam saja?” Ucap namja manis yang sangat Ia rindukan selama dua tahun ini.

“Benarkah itu kau, Kyu? Aku sangat merindukanmu… Bo-bolehkah aku memelukmu?” Ucap Siwon terbata-bata seraya perlahan-lahan menghampiri sang namja manis.

Kyuhyun hanya merentangkan kedua tangannya. Memasang posisi siap untuk dipeluk dengan tidak mengubah posisinya.

Siwon yang melihat gerakan Kyuhyun pun langsung merengkuh Cintanya kedalam pelukan hangat di tengah rintik-rintik air yang masih setia menghujani bumi.

“Hanya dua menit, Hyung… Aku hanya akan membiarkanmu memelukku selama dua menit.” Ucap Kyuhyun seraya memejamkan matanya.

“Kenapa, Kyu? Kau sudah tidak mencintaiku?” Sahut Siwon tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Kyuhyun.

“Setelah ini, aku ingin kau yang mengejarku Hyung… Bukankah aku sudah mengatakannya kalau aku tidak akan membiarkanmu kembali dengan mudah kepadaku, Hyung?” Jawab Kyuhyun seraya melepaskan pelukkan mereka dengan perlahan.

“Mengejarmu bagaimana, Kyu? Aku tidak mengerti!” Ucap Siwon setengah frustasi karena melihat Kyuhyunyang berjalan mundur dengan perlahan, menjauhinya.

“Mengejarku seperti yang aku lakukan saat mengejarmu dulu, Hyung… Mulai sekarang, dapatkanlah hatiku kembali. Aku yakin kau bisa, Hyung… Ah! Aku ingin pulang ke rumah Appa dan Umma sekarang. Aku belum mengabari mereka kalau aku sudah tiba di Seoul. Kau pun pulanglah, Hyung… Berada di luar dengan cuaca yang seperti ini tidak akan baik untuk kesehatanmu. Aku pergi ya Hyung… Annyeong…” Ucap Kyuhyun seraya memasuki mobilnya yang tadi menjemputnya di Bandara.

Siwon hanya berdiri mematung dengan posisi yang sama. Memandang kepergian Cintanya. Kyuhyun. Apakah ini berarti Kyuhyun ingin memulai semuanya dari awal? Tetapi, apakah Kyuhyun masih mencintainya?

Ditengah bermacam-macam pemikiran negative yang muncul dipikirannya, sang namja tampan tersebut dibuyarkan oleh sebuah pesan yang masuk ke dalam I-Phone nya. Kyuhyun, Kyuhyun yang mengirimkan pesan tersebut.

Dengan tergesa, Ia pun membuka pesannya.

From : My Lovely BabyKyu

Ah! Aku lupa untuk mengatakan hal penting ini tadi Hyung.

Aku mencintamu. Aku masih sangat mencintaimu.

Itulah yang harus selalu kau ingat.
Jadi, jangan ragu untuk mengejarku, Siwonnie~

…..

“Baiklah. Aku akan mengejarmu, Kyu… Aku akan berusaha membuatmu kembali kesisiku. Dan akan ku pastikan tidak akan ada lagi yang dapat menghalangi kita, Kyu…” Ucap Siwon dengan senyum yang terpatri pada wajah tampannya. Senyum yang dua tahun terakhir ini tidak terlihat.

Dan, coba lihat! Ada pelangi yang muncul di tengah rintikan air hujan dengan awan kelabu yang perlahan-lahan pergi, digantikan oleh bias cahaya matahari yang berpendar halus di atas sana. Telah sukses di abadikan dalam I-Phone sang namja tampan dengan nama ‘Joeult’ende…’

*** FIN ***

Klik di sini jika FF ini favorit kalian ^^

Advertisements

19 thoughts on “[FF Kontes] Joeult’ende

  1. siwon…siwon…kenapa kau menyia2kan cinta babykyu? tega sekali kau meminta putus begitu sj krn wanita itu. babykyu begitu kecewa kepadamu dan dia tdk akan membiarkan dirimu dng mudahnya kembali padanya. kau memang perlu di beri pelajaran, dan skr hubunganmu dng wanita itu hanyalah sia2, krn sejatinya hati dan cintamu hny utk cho kyuhyun. setelah 2 tahun berlalu saatnya dirimu utk meraih kembali cintamu krn skr kau yg hrs mengejarnya. semoga berhasil, Happy Wonkyu Day!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. Hadeuhh siwon enak bner dirimu ya? Udh nyakitin hati kyu mlah minta balikan lg, iya klo nyakitin cuma skali nah ini??? :3

    kyukyu kok gampang bgt sih maafin siwon…hrusnya dia dikasih pelajaran dlu tp lebih dari itu klo perlu ga usah balikan lg dech cari yg laen aja #plak #emosi

    biar siwon ngerasain gmna sakitnya, nah klo gitu nnti kan baru impas heheheh 😀

    okelah keren nih ff buatan iis.. Sukses bikin org kesel sama siwon #plak wkwkwkwk

  3. Saking cinta’a ma won Kyu smpe lupa klo dia slalu d sakitin mulu ma won.kyu mlh lg dan lg ngasih won ksmptn wlo kali ini lmyn rada berat krn won hrs rela brjuang buat ngejar” kyu.

    Dan saking kesel’a liat won kek gtu saya smpe pngen nimpuk dia -_-
    enak bgt stlh nyampakin kyu dia mnta blik.tau bgt klo kyu cinta mati ma dia.hihhhh keselllllll *gelundungan

  4. Ishhh siwon mudah sekali berpindah hati……
    Dri ff yg aku baca selama ini, perpisahan akan membuktikan seberapa besar cinta mrk…. 😀

    aku setuju dng kyuhyun…. Tdk mudah memberikan hatinya untuk siwon 😀

    ——1315——

  5. Aish, babykyukyu knpa kau baik hati sekaleeeeee. .
    Udh sering dsakitin msih ajja maafin wonnie dngan bgitu mudahnya. 😠😠😠
    Dan siwonieeeee~ knpa kau bgitu menyebalkan. .
    Kurang baik apa coba si babykyu smpai kau tega menyakitinya berkali2. .
    Sumveeeh, pen nabok si choi pabbo won, biar dy tw rasa 😡😡😡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s