Posted in BL, Drama, FF Kontes, Genre, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

[FF Kontes] Stupid Couple

IMG_14078169382323

Stupid Couple
Author : KecambahTAOge
Main Cast and Pair : Siwon dan Kyuhyun
Support Cast: Shim Changmin, Kim Kibum, Kim Heechul, Lee Hyukjae
Genre: BL
Rate: M, NC-17
Length: One Shoot
.
.
.

“Siwon Hyung berhentilah membuat gerakan seperti itu. Pinggangku masih sakit, kau tahu persis perbuatan siapa itu.”
“Tak usah pedulikan aku. Kau fokus saja dengan apa yang kau lakukan itu, BabyKyu.”

Dua orang namja itu berbaring telungkup, yang dipanggil Siwon menindih namja yang dipanggil BabyKyu -Kyuhyun-. Sedangkan Kyuhyun sibuk dengan laptopnya menjarah akun SNS sang kekasih, Siwon. Bantal-bantal dan pakaian yang berserakan dilantai serta selimut putih menutupi tubuh polos keduanya, menjelaskan kegiatan apa yang telah mereka lakukan.

“Jangan panggil aku dengan nama menggelikan seperti itu. Menjijikkan.”
“Lalu haruskah aku memanggilmu chagiya? Oh atau Yeobo?”
“Itu berjuta juta kali lipat lebih menggelikan.” Kyuhyun berusaha agar suaranya terdengar normal, karena Siwon masih melakukan aktivitas pada tubuhnya.
Mata Kyuhyun menyipit tak suka dan bibirnya merengut saat melihat salah satu foto yang diposting sang kekasih.

Bdtg_z3CUAAUGjc

“Bagaimana bisa kau memberikan bibirmu semudah itu kepada anjing?” Kyuhyun bertanya dengan nada yang dibuat datar tak ingin terdengar bahwa dia merasa cemburu dengan seekor anjing.
Siwon menghentikan gerakannya, “Aku hanya berusaha untuk menghapus jejak bibir wanita itu.”
“Kau bisa memintaku untuk menghapusnya.” Kyuhyun bergumam lirih bermaksud agar Siwon tak mendengarnya. Dan beruntung Siwon masih fokus mengerjai tubuhnya sesekali menciumi bahu dan punggung putihnya.

Dirasa tidak ada postingan yang aneh lagi menurutnya, Kyuhyun memutuskan log out dari akun dengan username @siwon_407 itu. Mematikan dan menutup laptop itu, menyingkirkannya ketempat yang aman, diatas nakas samping ranjang yang mereka tempati.

“Menyingkir dari atas tubuhku hyung, kau kira kau itu tidak berat.”
Kyuhyun berkata -memerintah- Siwon seraya menggoyangkan tubuh dan kedua kakinya berusaha menendang punggung Siwon agar kekasihnya mengerti ketidak nyamanan posisi mereka. Jujur saja Kyuhyun merasa dadanya mulai sesak berbaring telungkup seperti itu, oh tentu saja dirinya juga tidak mau menahan desahannya lebih lama lagi.

Siwon membalikkan badan Kyuhyun terlentang menatap langit langit kamar. Baru saja Kyuhyun akan menghela nafas lega tetapi saat melihat wajah mesum pria diatasnya, wajahnya berubah horror. Oh sial aku salah langkah. Belum sempat Kyuhyun mengambil langkah pencegahan, bibirnya sudah dilumat dengan ganas oleh kekasihnya.
.
.
.
Cho Kyuhyun, remaja yang masih berstatus siswa tingkat tiga Senior High School di salah satu sekolah di kawasan Seoul. Diusianya yang baru menginjak 19 tahun ini dirinya sudah menyandang status bertunangan dengan Choi Siwon, 28 tahun, aktor dan model papan atas di Korea Selatan. Mereka mendapatkan status itu berdasarkan alasan klasik para orangtua mereka, yakni sudah lama dijodohkan. Keduanya, Siwon dan Kyuhyun tidak menerima ataupun menyuarakan keberatan. Lebih tepatnya tidak mempunyai alasan kuat untuk menolak perjodohan itu. Tahun ini setahun usia pertunangan mereka. Selama itu mereka berlaku selayaknya sepasang kekasih, berkencan, berciuman bahkan berhubungan seks. Selama setahun itu pula tidak ada kata cinta ataupun permintaan sebagai kekasih diantara keduanya. Tetapi mereka tetap menganggap bahwa mereka sepasang kekasih selain tunangan.
.
.
.

Akhir pekan seperti biasa Kyuhyun yang libur sekolah bekerja part time di Kona Beans, cafe yang sebenarnya milik keluarganya. Dia yang menawarkan dirinya sendiri kepada orangtuanya untuk bekerja disitu dan tentu saja meminta bayaran seperti pekerja lainnya dengan alasan ingin membeli kaset game dengan uang yang dihasilkannya sendiri. Sebagai anak pengusaha yang terkenal di Asia dan anak bungsu, sebenarnya Kyuhyun hanya tinggal meminta pada orangtuanya maka apapun itu akan dipenuhi. Alasan lainnya dia tak ada kegiatan diakhir pekan, tidak mungkin juga dia menghabiskan waktu seharian hanya bermain game, lama lama juga membosankan. Dia juga tak mau dianggap manja oleh tunangannya. Orangtuanya membiarkannya saja, menganggap dengan begitu Kyuhyun belajar untuk bekerja nantinya.

Suasana cafe tak terlalu ramai, Kyuhyun memilih duduk bertopang dagu disalah satu meja, membiarkan teman seprofesinya yang lain bekerja. Dia memainkan permen karet yang dikunyahnya, meniupnya menjadi balon dan sesekali menggigit ujungnya lalu menarik keluar ujung lainnya dengan jarinya dan kembali memasukkan kedalam mulut untuk dikunyahnya lagi. Ewwww itu menjijikkan. Matanya melirik sesekali kearah ponsel yang tergeletak didepannya, rasa bosan dan kesal melandanya karena ponsel itu tak kunjung berdering menandakan pesan ataupun panggilan masuk dari kekasihnya. Beberapa menit kemudian dia memekik cukup keras saat ponselnya berdering menandakan satu pesan masuk, membuat teman-temannya melirik penasaran. Dengan mata berbinar senang Kyuhyun meraih ponselnya membuka pesan, sedetik kemudian dia mengumpat dan melempar ponselnya keatas meja dengan wajah kesal. Bagaimana tidak? Dia sudah sangat berharap bahwa kekasihnya yang mengirim pesan tapi yang dia dapatkan malah pesan dari operator provider. Menjengkelkan. Dasar Choi Siwon brengsek.

Kyuhyun menempelkan wajahnya yang merengut diatas meja dengan mulut yang tak berhenti menggerutu.
“Hey Kyuhyun, angkat pantatmu itu dari kursi dan berjalanlah kemeja nomor 5, pelanggan sudah menunggu untuk dilayani.” Hanya satu orang yang berani berkata seperti itu kepada Kyuhyun, Lee Hyukjae. Rekan kerja yang bisa dibilang paling dekat dengannya dibanding yang lain.

“Tak bisakah kau tidak menggangguku? Suruh saja yang lain.”
“Ya sudah aku akan menyuruh Henry untuk melayani Tuan Muda Choi Siwon, dia pasti akan senang.” Ujar Hyukjae sambil berjalan membawa nampan berisi gelas dan piring kotor menuju dapur.

Kyuhyun mengangkat kepalanya memandang punggung Hyukjae. Apa katanya tadi? Choi Siwon? Dan Hyukjae akan menyuruh si Cina jelek berpipi gembul itu untuk melayani kekasihnya? Memberinya kesempatan untuk menggoda kekasihnya? Tidak bisa dibiarkan. Walaupun dirinya terlihat tidak peduli dengan hubungan pertunangannya, tapi tidak sekali dua kali dia pernah mengancam pria ataupun wanita yang mendekati Siwon. Tentu saja tanpa diketahui siapapun tindakannya itu. Jangan remehkan Kyuhyun walaupun dirinya hanyalah remaja berusia 19 tahun, dia selalu berhasil mengintimidasi orang-orang hanya lewat tatapannya, turunan dari ibunya. Dia juga kadang bermain kasar jika para pengganggu itu tak mempan dengan ancamannya. Tapi si Cina itu tetap saja menggoda kekasihnya.

“Yah!!! Aku yang akan kesana.” Kata Kyuhyun setengah berteriak. Dengan semangat dan senyum manis terpasang dia bangkit dari kursinya berjalan menuju kekasih yang sangat dirindukannya.
Senyum Kyuhyun pudar berganti wajah kesal sesampainya dimeja nomor 5. Choi Siwon benar benar brengsek. Bagaimana bisa dia membawa seorang pria bersamanya menemui Kyuhyun yang notabene kekasih bahkan tunangannya setelah 5 hari tidak menghubunginya sama sekali.

Kim Kibum pria yang saat ini duduk didepan Siwon dengan senyum menyebalkan -bagi Kyuhyun- mantan kekasih Siwon, yang sampai sekarang Kyuhyun tak mempercayai status itu mengingat mereka akhir-akhir ini pergi berdua. Satu hal yang harus diakui Kyuhyun bahwa pria itu menawan. Kulit wajah yang putih bersih tanpa noda, tidak seperti dirinya dengan wajah menyerupai permukaan bulan. Wajah dan senyum manis yang banyak dipuja orang. Kim Kibum sang model yang mempunyai senyum maut mematikan.

“Apa yang kau pesan?” Kyuhyun bertanya pada Siwon dengan pulpen ditangan kanan dan notes ditangan kiri siap menulis pesanan. Mengabaikan eksistensi Kibum, yang selalu dilakukannya jika dia bertemu dengannya. Mulutnya masih mengunyah permen karet yang baru disadarinya sudah berasa hambar. Ingatkan dia untuk membuangnya.

“Apa wajah merengut dan perkataan seperti itu sambutanmu pada kekasihmu yang baru pulang bekerja setelah lima hari?” Siwon berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari buku menu yang bahkan isinya sudah dia hapal.
“Aku akan memilih tempat yang tersembunyi bukan malah di tempat kerja kekasihnya jika berniat selingkuh. Jadi berhentilah memikirkan hal hal yang aneh.” Siwon melanjutkan perkataannya sambil menutup buku menu dan menyebutkan pesanan.

“Baguslah. Jadi aku tidak perlu berlari kesana kemari menghindari para wartawan menjengkelkan itu.”
“Kau pesan apa Kibum-ah?” Siwon memilih bertanya kepada Kibum, membuat Kyuhyun diam-diam mengerang kesal, kekasihnya mengabaikannya setelah tak mengirim kabar apapun.

“Sama denganmu saja lah Siwonnie.” Kibum menjawab pertanyaan Siwon disertai senyum manisnya yang Kyuhyun yakini selalu digunakannya untuk menjerat pria maupun wanita.
Kyuhyun yang melihatnya memutar bola matanya bosan. Dasar rubah berekor sembilan. Selesai menulis pesanan mantan sepasang kekasih itu, Kyuhyun berjalan begitu saja kearah dapur tanpa repot repot mengucapkan basa basi kepada pelanggannya untuk menunggu pesanan mereka datang.
.
.
.

“Kapan kau berhenti bersikap bodoh seperti itu kepada kekasihmu?” Kibum bertanya seraya melipat kedua tangannya didepan dada. Kesal dengan sikap sahabatnya selama setahun ini.
“Hal bodoh apa? Kurasa aku bersikap normal.”
“Setidaknya tunjukanlah perhatianmu padanya jika kau memang menyukainya.” Sudah berkali kali Kibum mengatakan hal yang sama kepada Siwon, tapi respon diam Siwon yang selalu didapatkannya.
“Bertindaklah sebelum dia lepas dari genggamanmu.” Kibum melanjutkan ucapannya berharap kali ini Siwon tidak mengabaikannya.

Siwon memberikan tatapan bingungnya, yang segera direspon Kibum dengan mengedikkan dagunya kearah jendela cafe yang menunjukkan jalan raya.
“Aku harap kau memanfaatkan waktumu dengan baik.”
.
.
.

“Yah Changmin, tak bisakah kau mengendarai sesuatu yang lebih mewah dari ini?” Changmin ingin sekali memukul kepala Kyuhyun yang kini berada didepannya, tapi diurungkannya melihat wajah sahabatnya itu muram, kesal bercampur sedih.

“Bukankah kau yang menyuruhku untuk datang cepat? Bahkan aku rela meninggalkan makanan enak buatan Jaejoong Hyung. Tak bisakah kau menghargaiku sedikit saja?”

Setelah memberikan catatan pesanan Siwon dan Kibum tadi, Kyuhyun menelpon Changmin untuk menemuinya disamping cafe. Suasana hatinya bukan bertambah baik setelah bertemu Siwon justru sebaliknya. Dan dia membutuhkan temannya itu untuk setidaknya menghiburnya.

“Untuk apa kau menyuruhku kemari?” Changmin membuka bungkus makanan kemudian memakan coklat yang sempat disambarnya dari meja makan. Melihat Changmin yang mengunyah coklat mengingatkannya dengan permen karet didalam mulutnya yang dengan segera dibuangnya ketempat sampah terdekat bersama bungkus coklat Changmin.

“Kita keliling bersepeda saja. Sudah lama kan kita tidak melakukannya.” Kyuhyun lalu naik ke boncengan sepeda dibagian belakang, merangkulkan kedua tangannya dipinggang Changmin agar tak jatuh dan menyandarkan kepalanya kesamping di punggung Changmin. Dan Changmin tak menolaknya, kebiasaan Kyuhyun jika suasana hati temannya itu sedang buruk.

Changmin mulai mengayuh pedal sepedanya setelah menoleh memastikan Kyuhyun duduk dengan nyaman. Melewati cafe tempat Kyuhyun bekerja part time.
“Jika kau seperti ini, semua orang akan mengira bahwa kita sepasang kekasih.” Changmin menyuarakan pendapatnya disertai senyum geli.

“Biarkan saja, dia juga melakukan hal yang sama.” Changmin mengerti siapa dia yang dimaksud Kyuhyun.
“Hey Changmin, apa yang dilakukan Jaejoong Hyung hingga Yunho Hyung selalu memperhatikannya? Peduli padanya?” Suara Kyuhyun memecahkan suasana hening diantara mereka yang berlangsung selama beberapa menit ini.

“Jaejoong Hyung selalu bertingkah manis tapi juga kadang galak layaknya kucing peliharaan. Memberinya makanan yang selalu enak juga salah satunya.” Changmin menjawab tanpa ragu ragu sedikitpun, mendeskripsikan sesingkat mungkin sifat calon kakak iparnya.

“Apa jika aku belajar memasak dan bersikap seperti Jaejoong Hyung dia akan mengakuiku? Kupikir dengan berhubungan seks dia akan memandangku sedikit demi sedikit.” Kyuhyun mengatakan kalimatnya dengan suara lirih dan wajah yang sendu. Changmin segera mengelus tangan yang melingkar dipinggangnya bermaksud menenangkan.

“Setiap orang itu berbeda beda Kyu, begitu pula dengan Siwon. Ngomong ngomong kapan kau mulai berhubungan seks dengannya dan bagaimana bisa?” Changmin memutuskan menanyakan hal yang selama ini membuatnya penasaran. Pasalnya setiap kali dirinya bertanya Kyuhyun selalu menghindar, dan dia berharap kali ini tidak.

“Saat umurku 18 tahun, aku tak ingat bagaimana bisa tapi sepertinya orangtua kami meracuni minuman kami saat makan malam.” Sampai saat ini Kyuhyun masih ingat bagaimana keesokan paginya dia terbangun dipelukan pria yang sejak pertama kali bertatap muka membuatnya jatuh cinta. Dan dia sama sekali tak menyesali apapun yang terjadi.

“Sejak saat itu seks seperti menjadi kegiatan rutin kami. Apalagi setelah kami dipaksa tinggal bersama diapartemennya. Bukankah aku seperti pelacur daripada kekasihnya? Dan aku yakin dia mengganggapku seperti itu.” Kyuhyun mengeratkan genggaman tangannya dibagian depan kaos Changmin, merasakan sesak didadanya. Changmin merasakan kaos bagian punggungnya mulai basah. Kyuhyun menangis, suara isakan isakan kecil memperkuat dugaannya.

“Kenapa tidak kau yang memulainya? Menyatakan perasaanmu lebih dulu?”
“Kau tahu bagaimana aku kan?” Changmin mendecak sebagai responnya, sungguh kekanakan sekali temannya ini. Kyuhyun mempunyai rasa gengsi setinggi gunung Himalaya, minus dalam hal menggoda Siwon. Sungguh aneh.

“Dia selalu memanggilmu BabyKyu, bukankah itu artinya dia menyayangimu?” Changmin tahu hal ini karena dia pernah mendengarnya saat dirinya dan Kyuhyun mengerjakan tugas kelompok di apartemen sepasang kekasih itu. Itu adalah pertama dan terakhir kali sampai saat ini dia bertemu dengan aktor tampan itu.

“Dia sedang bersikap manis jika dia memanggilku begitu, yang lebih banyak dia lakukan saat kami selesai melakukan seks.”
Sikap Siwon yang berubah ubah bak bunglon membuat Kyuhyun tak memahaminya, membuatnya seringkali salah paham. Berbuat manis di hari kamis maka hari yang lain Siwon akan berlaku dingin, mengabaikannya.

Tak jarang Kyuhyun berlaku manis pada Siwon yang sebagian besar dia lakukan untuk menggoda pria itu, menariknya berhubungan seks atau sekedar mengajak pria itu berbelanja. Kyuhyun pikir dengan dirinya selalu memberikan seks, dia merasa dibutuhkan saat melihat bagaimana Siwon mendesahkan namanya dengan wajah nikmatnya. Yang Kyuhyun pikirkan sejak bertemu dengan pria itu adalah bagaimana caranya menahan Siwon selama mungkin -selamanya- berada disampingnya, apapun caranya, sekalipun dia harus menjadi pelacur kecil. Kyuhyun selalu mengucapkan kata cinta setiap malam saat Siwon terlelap tidur yang tentu saja dia hanya menggerakan bibirnya tanpa suara, bahkan diponselnya penuh pesan kata “Saranghae” dengan tanggal yang berurutan, dengan kontak penerima bernama Siwon yang hanya menumpuk di folder draft tak sampai ke pihak penerima yang seharusnya. Pikirnya tak apa jika hanya dirinyalah yang mencintai, tak apa jika tak ada kata cinta terucap dari bibir Siwon, asalkan Siwon berada disampingnya sudah lebih dari cukup baginya.

Kyuhyun mulai goyah dengan keyakinannya saat beberapa kali melihat kebersamaan Siwon dengan Kibum. Dia tak bisa melakukan hal yang sama dilakukannya pada pria dan wanita penggoda Siwon sebelumnya. Sebenarnya bisa jika dia tak menyadari bahwa tatapan Siwon berbeda saat memandang Kibum, perlakuan dan tutur katanya lembut, benar benar berbeda saat Siwon bersama para pengganggu itu, termasuk dengan dirinya. Dia mulai takut Siwon meninggalkannya. Kyuhyun bisa saja hidup tanpa Siwon, tapi dia yakin dia tidak akan baik baik saja dalam hidupnya, rasanya akan berbeda. Seperti menghirup udara yang kotor, membuatnya sesak.
.
.
.
“Kau lapar kan? Ayo kita makan.” Kyuhyun bertanya pada Siwon disampingnya dengan mulutnya sibuk memakan es krim ditangan kanannya, sesekali menjilatinya.
“Sebenarnya tidak.” Siwon merogoh saku kemejanya mengambil sapu tangan mengangsurkannya pada Kyuhyun. “Bersihkan mulutmu yang belepotan itu, menjijikkan kau tau.” Siwon tidak bermaksud berkata seperti itu, hanya saja dia sedikit tergoda dengan cara Kyuhyun menjilati es krimnya. He’s so pervert.

“Kau tak lihat tangan kiriku membawa apa?” Mereka berdua berjalan disalah satu mall, membeli psp untuk Kyuhyun sebagai tujuan utama tapi berakhir dengan membawa pulang banyak paper bag, selain boneka pikachu yang digendong Kyuhyun dengan tangan kirinya, ukurannya hampir menyamai tubuh bocah itu. Siwon sempat melarang Kyuhyun membelinya, tak ada tempat untuk boneka itu dimobilnya -mereka mengendarai mobil Porsche Siwon yang hanya ada dua kursi, ditaruh bagasi juga tak cukup- sampai mengatai anak itu kekanakan tak ingat umurnya. Tapi tak mempan karena Kyuhyun menjawab kalau dia akan membeli dengan uangnya sendiri, dia akan memangkunya dengan senang hati. Siwon hanya bisa menghela nafas, menurutinya dan membayarnya seperti barang lainnya minus psp -kyuhyun bersikeras membayar sendiri untuk benda ini-. Hey Siwon tak mau dicap sebagai tunangan yang pelit.

Siwon mengambil alih menggendong boneka itu. “Sekarang bisa kan?”
Kyuhyun merengut melihat itu. “Kau itu tak romantis sekali. Pantas saja Kibum tak betah denganmu lalu meninggalkanmu.” Kyuhyun mengutuk mulutnya yang berkata seenaknya, membuatnya mengingat lagi kebersamaan Siwon dan Kibum yang beberapa kali ditangkap penglihatannya.
“Lalu kenapa kau bertahan?”

“Kau pikir karena apa?” Kyuhyun merebut bonekanya dan memberikan sapu tangan yang tadi digunakannya pada Siwon. Berjalan cepat meninggalkan Siwon dengan kaki sedikit menghentak. Dasar Choi Siwon bodoh. Tak peka.
Aktor tampan itu kembali mengantongi sapu tangannya -hei lumayan itu bekas bibir Kyuhyun- kemudian berjalan menyusul Kyuhyun sambil menggelengkan kepala dengan senyum geli melihat tingkah kekasihnya.

Didepan pintu salah satu cafe mendadak Siwon berhenti berjalan membuat Kyuhyun disampingnya berhenti dengan raut heran. Siwon mengeluarkan ponselnya dari saku celana jeansnya, membaca pesan yang masuk.

“Kau makan sendiri saja. Aku harus pergi.” Siwon kembali mengantongi ponselnya dan merogoh saku lain meraih dompetnya. Menarik beberapa lembar won dan menaruhnya ditangan Kyuhyun.
“Itu untuk membayar makananmu nanti dan ongkos taksi atau bus jika kau mau hemat. ”
“Yahh lalu bagaimana aku harus membawa boneka ini?” Kyuhyun mencoba menahan Siwon untuk tetap bersamanya.

“Seperti katamu tadi. Kau bisa memangkunya. Oke? Aku pergi.” Siwon mencium dahi dan pipi Kyuhyun sebelum berjalan pergi.
“Yak!! Kau mau kemana??!!!” Kyuhyun berteriak mengingat jarak antara dia dan Siwon sudah cukup jauh. Dia menggerutu karena tak mendapat jawaban apapun. Beberapa detik kemudian dering pesan masuk berbunyi diponselnya.

From: MaSiwon
Aku harus menemui Kibum.

Lagi lagi Kibum. Kyuhyun menghentakkan kakinya kesal sambil mengutuk mahluk bernama Kim Kibum. Juga menggerutu bahwa dia tak semiskin itu hingga tak mampu membayar makanan dan ongkos kendaraan. Tapi sial saat ini dia sedang miskin karena uangnya telah habis untuk belanja tadi, lupa membawa kartu kreditnya dan kartu transportnya. Lalu berjalan masuk ke cafe, memutuskan akan melampiaskan kekesalannya dengan memesan banyak makanan. Masa bodoh jika uangnya tak cukup, dia akan menghubungi Siwon, memaksa untuk menjemputnya tak peduli jika Siwon sedang bersama si menyebalkan Kibum.
.
.
.
“@GaemGyu: Liburan hanya dihabiskan berbaring ditempat tidur karena deman sialan menggerayangiku.”

be5t-2rccaanlgl

Kyuhyun memposting keluhannya di akun SNS miliknya, dia sudah sakit beberapa hari ini, ibunya melarang beranjak kemana mana kecuali kekamar mandi karena suhu tubuhnya masih tinggi yang hanya turun beberapa derajat saja sejak kemarin. Seminggu yang lalu Kyuhyun pulang kerumah orangtuanya karena Siwon shooting ke Italy selama kurang lebih 10 hari. Dia tak mau sendirian diapartemen mereka, dia juga tak mau kelaparan karena dia tak bisa memasak sama sekali. Pesan makanan hanya mengurangi tabungannya untuk membeli video game seri selanjutnya. Seperti biasa Siwon tak mengabarinya, berharap Siwon akan segera pulang setelah membaca postingannya tadi. Ibunya menggodanya mengatakan bahwa yang menyebabkan dia sakit itu karena rindu pada Siwon bukan karena penghujung musim gugur yang mendekati musim dingin disertai smirknya yang menurun pada Kyuhyun.

Dia mengakui kalau dia rindu pada Siwon -sangat-. Dia rindu dipeluk Siwon, dia rindu suara helaan nafas Siwon dikala sedang tidur, dia rindu suara nyanyian pas pas-an Siwon saat mandi dipagi hari, yang paling dia rindukan bau tubuh Siwon yang selalu mendekapnya saat tidur. Saking rindunya dia membawa beberapa kemeja pria itu kerumahnya untuk dia jadikan piyama, tentu saja dengan memboyong boneka pikachu-nya. Dia tak peduli dengan ejekan ibunya yang melihat bagaimana menggelikannya tingkah Kyuhyun, terutama saat kemarin dirinya sakit. Tiga hari sebelum Siwon berangkat ke Italy, Kyuhyun menaruh boneka Pikachunya diantara dia dan Siwon saat tidur. Alasan sebenarnya dia ingin mengumpulkan banyak bau Siwon di bonekanya. Tapi dia beralasan jika Siwon ingin memeluknya, maka dia juga harus memeluk boneka yang dia anggap anaknya. Alasan Kyuhyun sungguh konyol menurut Siwon, jadi dia lebih memilih tidur memunggungi Kyuhyun. Yang berakhir dipagi harinya Siwon memeluk boneka sekaligus Kyuhyun, tidak tahu bagaimana bisa.

Kyuhyun juga rindu kegiatan pillow talk yang dilakukannya bersama Siwon selama ini. Yang sebenarnya hanya diisi ocehan Kyuhyun seperti mengenai dirinya yang ingin punya rumah besar dan suami yang tampan, anak anak yang tampan dan cantik juga manis, mendirikan toko kaset game dan cafe, dan lain sebagainya. Siwon hanya akan menjadi pihak pendengar setia dan sesekali menimpalinya.

Kyuhyun beranjak dari tempat tidurnya berjalan sedikit sempoyongan kekamar mandi. Merasakan mual dan pusing kembali menyerangnya, memuntahkan apapun itu dikloset kamar mandi.
“Kau mau kemana Kyu?” Ibunya menutup majalah yang selalu dibacanya saat televisi menayangkan iklan. Menatap wajah Kyuhyun yang masih pucat karena sakit, bukan warna asli wajah putranya.
“Aku hanya akan keluar sebentar berjalan jalan dan membeli beberapa Crepes karena aku ingin makan itu.”

“Cuaca sangat dingin diluar. Nanti sakitmu tambah parah. Kau bisa meminta pada Shin Ahjussi untuk membelikannya.” Nyonya Cho memperhatikan kuku kuku cantiknya ketimbang menghampiri dan menahannya kembali kekamar. Ibunya memang tak perhatian seperti ibu kebanyakan. Lebih cenderung sadis mungkin, berbeda jika bersama Ayahnya. Bukan, dia bukan ibu tirinya, dia ibu kandungnya, dia juga tak membencinya. Dia lebih suka mengancam dan kadang tak peduli, jika perkataannya diabaikan. Siapa yang tak tahu sang Ratu Kim Heechul, mantan artis dan model yang blak blakan juga komentar pedasnya. Dibalik sifatnya itu dia sangat menyayangi keluarganya. Hanya caranya saja yang berbeda.

“Eomma, Crepes tidak enak jika sudah dingin. Aku juga mau menghirup udara segar diluar. Dikamar terus juga membosankan.” Kyuhyun mengungkapkan alasan yang mungkin sedikit bisa membuatnya diperbolehkan pergi. Toh dia tetap akan pergi dengan ijin ataupun tidak.
“Suruh saja Changmin kesini.”
“Aku pergi.” Kyuhyun berjalan begitu saja ke pintu depan rumahnya. Tak menghiraukan ibunya sama sekali, antisipasi ibunya akan menyeretnya kekamar dan menguncinya.
“Dasar keras kepala.”
“Menurun darimu eomma.” Kyuhyun menyahut dan buru buru menutup pintu sebelum terkena lemparan sandal rumah ibunya.

Kyuhyun berjalan sedikit lambat menikmati acara jalan jalan sambil memakan Crepes nya yang terakhir. Dia sudah merasa sedikit dingin dengan udara disekitarnya. Walaupun dia memakai jaket tebal, syal, beanie bahkan juga memakai penghangat dikakinya

Dia berhenti berjalan saat melihat mobil familiar terparkir didepan cafe seberang jalan. Dia semakin yakin dengan dugaannya saat melihat baik baik plat mobil itu, mobil Siwon.
Dia sangat ingat Siwon seharusnya pulang sekitar 3 hari lagi seperti yang dikatakan pria itu padanya. Lagipula Siwon pergi dijemput managernya, mobilnya ia tinggal di basemen apartemen. Lalu bagaimana mobil itu bisa ada disini?

Pikiran Kyuhyun terputus saat dua orang pria berjalan berdampingan keluar cafe lalu berhenti dan berbincang bincang berhadapan. Siwon dan Kibum. Kyuhyun menyipitkan mata berusaha melihat lebih jelas benda digenggaman Siwon, kotak cincin. Apa pria itu baru saja melamar mantan kekasihnya, dan membohongi kekasihnya? Kyuhyun merasakan sesak menyerangnya saat pikiran itu masuk.\
Matanya membulat dan jantungnya sesaat berhenti melihat Siwon dan Kibum berciuman tanpa memperdulikan siapa dan dimana mereka berada. Berengsek kau Choi Siwon.

Kyuhyun mengepalkan kedua tanganya dengan erat sampai kukunya mungkin bisa melukai telapak tangannya. Menatap dengan tajam dua orang itu, matanya merah menandakan bahwa dia sedang dikuasai emosi. Dia tak mau tinggal diam kali ini seperti sebelumnya. Dia tak mau Siwon meninggalkannya, dia tak akan membiarkan apapun dan siapapun yang dia klaim jadi miliknya diusik dan direbut orang lain.

Kyuhyun berjalan menyebrang jalan menuju ketempat kedua orang itu berada. Mencengkeram kuat bahu Kibum lalu menariknya dengan kasar -melepaskan ciuman mereka- menghadapnya dan menampar keras keras pipi pria itu hingga ujung bibirnya berdarah.

“Kau pikir apa yang kau lakukan Kim Kibum-ssi?” Kyuhyun mendesis dengan suara yang dingin berbahaya.
“DASAR PRIA JALANG!!! KAU PIKIR KAU SIAPA? KAU BAHKAN BERANI MENCIUMNYA? LALU BERAPA PULUH KALI KAU TIDUR DENGANNYA?! BERAPA?! PRIA MURAHAN” Kyuhyun berteriak keras tepat dihadapan wajah Kibum dan menamparnya pipinya sekali lagi sampai nafasnya terengah engah.

Kyuhyun merasa tubuhnya ditarik dan dia merasakan panas dan sakit dipipinya, yang diduganya balasan Siwon karena dia menampar Kibum.

“Atas dasar apa kau menyebutnya pria jalang?! Berkacalah, siapa yang menggoda seorang pria dewasa untuk melakukan seks dengan anak yang belum genap berumur 20 tahun beratus ratus kali?!Bagaimana aku harus menyebutmu?! Pelacur?!” Siwon berkata dengan nada dingin yang tak pernah didengar Kyuhyun. Mata Kyuhyun yang berkaca kaca menatap kosong kedepan tak mengucapkan apapun. Perkataan Siwon barusan membuat jantungnya seperti dikoyak sebilah pisau dan diberi air garam. Semakin membuat Kyuhyun membenamkan kukunya sedalam mungkin ditelapak tangannya.

Siwon menoleh kearah Kibum berkata untuk menunggunya sebentar. Menarik tangan Kyuhyun, mendudukannya kasar dikursi penumpang mobil miliknya dan menutup pintu mobilnya keras. Kemudian berjalan menghampiri Kibum.

“Maaf atas tindakan dan perkataan Kyuhyun padamu.” Siwon mengusap pipi Kibum bekas tamparan Kyuhyun yang sudah mulai membiru.

Kibum menggenggam tangan Siwon dipipinya sebentar lalu menurunkannya. Kibum menggelengkan kepalanya. “Bukan salahnya. Aku yang salah. Aku sudah melihatnya diseberang jalan sebelumnya. Aku yang melakukan tindakan konyol dengan pikiran bodoh bahwa dengan begitu dia akan bertindak menahanmu dan mengungkapkan perasaanya padamu. Dia memang melakukannya, tapi aku tak mengira reaksinya akan seperti itu. Mengerikan khas remaja sekali.” Kibum mengakhiri perkataannya dengan senyum geli yang kemudian Siwon kembali mengusap pipinya karena dia meringis sakit.

Siwon mengusap wajahnya frustasi. “Aku juga salah. Harusnya aku tak terpancing emosi hingga melakukan tindakan bodoh.”
Kibum menggenggam tangan Siwon dengan kedua tangannya, meyakinkan Siwon bahwa semuanya akan baik baik saja.

“Bicaralah dan jelaskan baik baik padanya. Ungkapkan perasaanmu padanya, bukankah itu tujuanmu membeli benda itu? Dan sampaikan permintaan maafku padanya.”
Siwon menghela nafasnya yang sedikit berat. “Baiklah. Apa kau mau aku mengantarmu pulang?”
Kibum segera menjitak kepala Siwon. “Jangan memperburuk keadaan bodoh. Sudahlah sana, buat dia merasa nyaman.” Kibum mendorong Siwon berjalan kearah mobilnya.

Siwon menggumamkan kata terima kasih pada temannya kemudian berjalan masuk kemobil, kemudi lalu duduk di kursi kemudi. Setelahnya dia mengacak rambutnya frustasi dan membenturkan kepalanya kekemudi. Kursi disampingnya kosong tak ada siapapun. Kyuhyun pergi. Dasar Choi Siwon bodoh.
.
.
.
“Changmin-ah,… tolong aku… kumohon…. tolong aku… temui aku ditaman dekat cafe…kumohon.” Kyuhyun meletakkan ponsel disamping dia duduk, setelah dia selesai menghubungi sahabatnya yang hanya terhubung ke voicemail.

Kyuhyun membenamkan wajahnya diantara lipatan kaki dan dadanya, airmatanya mengalir begitu deras. Tangannya memukul mukul dadanya guna menghilangkan sesak didadanya.
Kyuhyun melihat dari dalam mobil bagaimana cara Siwon menenangkan Kibum dengan lembut, yang tak pernah didapatkannya. Membuat sekujur tubuhnya panas yang sebelumnya dia merasakan dingin, hingga harus melepaskan syal, beanie, jaket bahkan tak sadar sepatunya juga dan meninggalkannya dimobi Siwon. Lalu berjalan pergi kemana saja sampai dia berhenti duduk di taman dekat Kona Beans.

Kyuhyun tak peduli orang lain menyebutnya pelacur, karena dirinyapun menganggap seperti itu selama ini. Tapi saat Siwon mengatakan seperti itu dihadapannya, dadanya sangat sakit melebihi sakit dipipi yang ditampar Siwon. Meyakinkannya bahwa dirinya hanyalah pelacur, budak seks bagi Siwon.
.
.
.
Siwon berhenti berjalan saat melihat seseorang berambut coklat eboni duduk dibangku taman, Kyuhyun. Dia menghampirinya lalu duduk dan menyampirkan jaket yang sempat disambarnya.
“Kenapa kau selalu bertindak bodoh? Pergi begitu saja tanpa mau mendengar penjelasanku?” Siwon membuka suara. Mengalihkan pandangan kearah Kyuhyun yang masih menundukkan wajah dan terisak isak lirih. Lalu menghela nafas panjang, mempersiapkan diri.

“Maafkan aku atas sikapku selama ini dan juga perkataanku tadi. Sungguh bagiku kau bukan seseorang yang seperti kutuduhkan tadi.” Kyuhyun hanya diam masih dengan posisinya semula.

“Kau tahu, bahkan saat kita dijodohkan aku masih menjadi kekasih Kibum. Tapi aku langsung memutuskannya sebulan kemudian. Bukan hanya karena kita bertunangan dan akan semakin menyakitinya, tapi kami sama sama sudah merasa hambar dengan hubungan kami, dia bilang kami bisa mempertahankannya, memulai dari awal. Tapi aku lebih mempunyai alasan kuat untuk mengakhirinya, kau adalah alasannya. Dari pertama kali aku melihatmu pikiran untuk kau harus ada disampingku selamanya begitu kuat. Jadi aku tak suka kau menyebutnya seperti itu. Maaf.” Setelah jeda sejenak Siwon melanjutkan.

“Sebenarnya setelah aku putus dengan Kibum, aku ingin mengikatmu, menjadikanmu milikku selamanya, hanya milikku. Tapi fakta bahwa kau masih sekolah yang mungkin ingin merasakan beberapa kali berkencan tak bisa diabaikan. Aku tak mau kau seperti Kibum yang selalu menanggung sakit saat rumor kencan tentangku beredar ataupun karena adegan yang kulakukan didrama maupun film. Tapi yang paling kukhawatirkan adalah kau menyesal hidup bersamaku, kau lari dengan pria atau wanita lain karena profesiku sebagai artis dan belum lagi urusan perusahaan hingga membuatku nyaris tak punya waktu bersamamu. Jadi selama ini aku memberikan waktu untukmu jika kau ingin pergi dariku sebelum aku mengikatmu selamanya, tak akan melepasmu walaupun kau memohon dan berlutut padaku.”

Siwon beralih berjongkok dihadapan Kyuhyun. Mengambil tangan kanan Kyuhyun, menyelipkan benda di jari manisnya lalu mengenggam tangannya. Kyuhyun mendongakkan wajah menatap Siwon dengan mata memerah dan airmata mengalir.

“Dasar bodoh. Jika aku merasa seperti itu, aku akan menolak mentah mentah perjodohan ini. Aku juga tak perlu menggodamu mati-matian agar kau mau tidur denganku.” Kyuhyun berkata dengan wajah merengut.

“Maaf membuatmu lama menunggu. Aku juga perlu waktu agar aku bisa menjadi pria yang pantas untukmu.” Siwon mengusap airmata diwajah Kyuhyun.
“Kau tahu, aku juga memikirkan hal yang sama, bahwa kau harus jadi milikku selamanya saat melihatmu pertama kali.” Kyuhyun mengalihkan pandangan dengan semburat merah dikedua pipinya, efek demam -mungkin- pikirnya.

“Kau juga bodoh.” Siwon berkata dengan senyum geli menghiasi wajahnya.
Kyuhyun menolehkan wajahnya memandang Siwon. “Ya kita sama sama bodoh.Bukankah orang yang jatuh cinta memang selalu bertindak bodoh?”
Siwon tersenyum kecil mendengarnya, tapi kemudian rasa bersalah menyelimutinya saat melihat pipi Kyuhyun sedikit membiru dengan sedikit darah mengering diujung bibirnya.

“Maaf untuk ini. Apa rasanya sakit sekali?” Tangan Siwon mengusap lembut pipi Kyuhyun.
“Tentu saja. Apa kau belum pernah merasakannya? Aku akan dengan senang hati melakukannya untukmu.” Siwon tersenyum memperlihatkan dimple dikedua pipinya. Kyuhyun sudah baik baik saja, terbukti sifat anak itu sudah kembali. Tapi suara bersin Kyuhyun mematahkan pendapatnya.
“Kau kedinginan.” Tangan Siwon beralih kedahi Kyuhyun, rasanya panas. “Kau sakit. Ayo pulang.”
Siwon memutar badan menghadapkan punggungnya kearah Kyuhyun, mengisyaratkan agar Kyuhyun naik kepunggungnya.

Kyuhyun yang mengerti segera mengalungkan kedua tangannya dileher Siwon dan melingkarkan kedua kakinya dipinggang pria itu. Siwon berdiri lalu berjalan dengan kedua tangannya menumpu pantat Kyuhyun agar tidak terjatuh. Sedangkan kedua kaki Kyuhyun, dia masukkan kesaku mantel Siwon -Siwon lupa membawa sepatu, syal dan beanie Kyuhyun- dan kepalanya dia masukkan keceruk leher Siwon, mencari kehangatan. Karena Kyuhyun mulai merasa kedinginan, sepertinya demamnya makin parah.

“Hei Choi Siwon, kita berjalan kaki saja pulangnya ya?”
“Kau pikir menggendongmu itu menyenangkan? Kau itu berat.” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Seingatnya berat badannya sudah turun beberapa kilo ditandai dengan perutnya kembali datar.
“Kenapa kau tak pernah menghubungiku selama ini? Bahkan ketika kau pergi selama berhari-hari bahkan beminggu-minggu?” Akhirnya Kyuhyun memberanikan diri bertanya tentang hal yang selama ini membuatnya penasaran.
“Karena kupikir aku mungkin akan mengganggumu yang sedang berkencan dengan bocah kelebihan tinggi badan itu.”

Kyuhyun mengernyitkan dahi bingung. “Maksudmu Shim Changmin adik Yunho Hyung?”
“Mana kutahu namanya siapa.” Siwon mendadak sedikit kesal, membuatnya ingat pernah melihat Kyuhyun berboncengan dengan bocah tinggi itu menggunakan sepeda. Lebih kesal jika lengan Kyuhyun melingkar mesra dipinggang bocah yang disebut Changmin itu.

“Bagaimana kau tidak tahu? Kau kan satu agensi dengan Yunho Hyung, masa tak tahu nama adiknya?”
“Kubilang tidak tahu ya tidak tahu.”
“Eiii kau cemburu ya?” Kyuhyun bertanya dengan smirk terpasang, tapi Siwon tak merespon pertanyaannya.

“Ngomong-ngomong kenapa cincinnya jelek sekali? Aku kan menginginkan cincin seperti milik Jae Hyung dan Yunho Hyung. Cincin dari Cartier juga edisi Love Collection, yang namanya Love Secret. Itu bagus sekali. Bisa dijadikan kalung juga.” Kyuhyun memandangi cincin polos merk Cartier dijari manisnya dengan wajah sedikit merengut.

“Aku tahu, karena kau mengigaukannya beberapa waktu lalu, menggelikan. Apa kau mau ada cincin yang menyamai cincinmu? Sebagai informasi cincin itu bernama Marriage Ring.”
“Oh jadi kau tadi itu melamarku?”
“Kau pikir apa? Dan tak usah menggodaku. Jika kau tak suka cincin itu, berikan saja lagi padaku.” Kyuhyun tersenyum geli mendengar respon Siwon. Kyuhyun bertaruh pasti wajah Siwon sangat jelek saat ini.

“Tidak mau. Tidak baik menolak pemberian orang. Tapi tadi kau melakukannya tidak romantis sekali.”
“Apa jika seseorang memberikanmu makanan basi kau juga akan menerimanya? Aku sudah berjongkok dan menyematkan cincin itu dijarimu. Apa itu masih kurang?”
“Itu hal yang berbeda bodoh.” Kyuhyun menjitak kepala Siwon sedikit keras. “Kau kan pernah berakting melamar gadis, kau bisa melakukan seperti itu. Menurutku itu cukup romantis.”

“Apa kau mengharapkan aku berakting saat melamarmu? Kau juga bukan gadis.”
“Tentu saja tidak.” Siwon sedikit meringis karena Kyuhyun berteriak tepat disamping telinga kanannya.
“Hei tapi kau tak menanyakan padaku apa aku mau atau tidak menikah denganmu.”
“Aku tak peduli soal itu. Karena mau atau tidak, aku akan memastikan kita berdiri dialtar dan mengucapkan janji suci bersama.”
“Tapi setidaknya katakanlah kata itu.” Kyuhyun mengeratkan tangannya dan semakin membenamkan wajahnya dileher Siwon.
“Apa?”

“Tak usah berbalik menggodaku. Dan kau benar benar bukan pria romantis.”
Siwon terkekeh kecil kemudian menoleh kekanan memandang mata bulat hitam milik Kyuhyun yang juga memandangnya. Kedua bibir mereka membentuk senyum, dan kebahagiaan memancar dari mata mereka.
“Dengar baik baik, aku hanya akan mengatakannya sekali BabyKyu.” Siwon menghembuskan nafas yang tak disadarinya telah dia tahan.
“Saranghae.”
“Nado Saranghae MaSiwon.”

.

.

Klik di sini jika ini FF favorit Kalian ^^

Advertisements

33 thoughts on “[FF Kontes] Stupid Couple

  1. Aigoo~
    Mereka emang the most stupid couple ever!!!😏😏😏
    Sma2 gengsian, sma2 cinta tp gak mau ngomong. . haaaah
    Akhirnya malah jdi slah paham, eh pke acara gamparan pula *poorbabykyu*
    Kta2nya won makjleeb bnget, OMG *doublepoorbabykyu*😢😢😢
    Untungnya babyky cinta metong ma won, jdi won gak di tinggalin. . hohoho
    Yaaaah, syukurnya won ngelamar babykyu jg meskulipun kgak ada romantis2nya. . wwkwkwkwkw
    Wonkyu jjang~ ^^v

  2. yeeee akhirnya bersatu juga walopun sama2 gengsi-_- tapi siwon jahat bgt pas nampar kyu hmmm kata2nya itu lohh😢
    ternyata semuanya hanya kesalahpahaman dan sama2 gengsi, untung berakhir bahagia♡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s