Posted in BL, FF Kontes, Genre, Hurt, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

[FF Kontes] 2nd Win – Almost Is Never Enough

1377990_1519427051630188_81492735202001529j0_n

 Almost Is Never Enough

Author : Siwonniesm
Maincast : Siwon, Kyuhyun
Genre : Hurt-Comfort, yaoi (BL)
Rated : T to M
Summary:
Sebenarnya, mereka saling mencintai satu sama lain. Tapi tidak pernah ada yang berani untuk mengucapkannya. Semua orang tahu. There’s no words involve, they just sitting there. Side by side, stares at each others eyes. But in fact, almost is never enough. Karena mereka memiliki cara sendiri dalam mencintai.

.

.

Kata orang, jatuh cinta itu bisa membuatmu merasakan hal yang belum pernah kamu rasakan. Ada saat dimana kamu akan tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Ada saat dimana kamu merasakan perasaanmu meledak-ledak tak tertahankan lagi tapi kamu hanya bisa diam ditempat tanpa mengucapkan sepatah katapun pada orang itu. Ada saat dimana kamu mencur-curi pandang kearah orang itu. Banyak hal yang bisa terjadi saat kau jatuh cinta. Jatuh cinta seharusnya bisa membuat seseorang bahagia. Kenapa? Karena banyak orang mengatakan bahwa cinta adalah perasaan mutual dimana kau akan membagi perasaan itu bersama orang yang kau cintai. Tapi apa yang harus kau lakukan saat kau jatuh cinta pada orang yang tidak seharusnya kau cintai.

Ini pernah terjadi pada Kyuhyun.

Ini juga pernah terjadi pada Siwon.

Sebenarnya, mereka saling mencintai satu sama lain. Tapi tidak pernah ada yang berani untuk mengucapkannya. Semua orang tahu. There’s no words involve, they just sitting there. Side by side, stares at each others eyes. But in fact, almost is never enough.

Super Junior dan artis SM yang lain malam ini sedang melakukan Konser SM Town Encore di Seoul. Ini adalah konser terakhir dari semua rangkaian konser yang telah dilakukan di beberapa negara. Mereka secara bergantian memberika penampian terbaik mereka malam ini. Kehebohan terjadi dimana-mana, mulai dari staff yang memberikan pengarahan untuk para artis sampai ke kehebohan yang terjadi diruang ganti. Bahkan kehebohan juga terjadi diruang monitoring. Tidak sedikit artis yang menonton aksi rekan-rekan mereka diatas panggung.

Member Super Junior langsung berlari ke belakang panggung ditemani teriakan para fans saat penampilan mereka berakhir. Sebagian dari mereka memutuskan untuk beristirahat di ruang ganti dan sebagian lagi memilih berdiri didepan layar yang menampakkan suasana panggung. Siwon memilih duduk di sofa yang tidak jauh dari situ. Matanya sama sekali tidak memperhatikan layar tapi pria yang sekarang sedang bicara pada Eunhyuk dan Donghae. Mereka mengomentari Henry yang akan Duet dengan Tiffany.

“Apa kalian tahu lagu apa yang akan dinyanyikan Henry, Hyung?” Tanya Kyuhyun.
“Tidak tahu. Henry sama sekali tidak memberi tahuku.” Donghae menggeleng sambil berbalik dan memilih duduk disebelah Siwon yang tanpa sadar masih melihat kearah punggung Kyuhyun.

Denting piano mulai dimainkan oleh Henry. Kyuhyun langsung mengenali lagu apa yang akan dinyanyikan oleh Henry. Kyuhyun menoleh kearah Siwon, dan matanya langsung bertemu pandang dengan Siwon yang memang sejak tadi belum juga mengalihkan pandangannya. Kyuhyun tidak akan merasa nyaman jika masih berada disini. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan akan melangkahkan kakinya saat Eunhyuk mecekal tangannya dan menggeleng pelan kearah Kyuhyun. Itu cukup membuat Kyuhyun sadar bahwa Eunhyuk tahu semuanya.

“Tetaplah disini.” Eunhyuk berbisik pelan, sembari mengendurkan cengkramannya di tangan Kyuhyun.

Disaat yang sama, Siwon menahan nafasnya bebarapa detik saat menyadari lagu yang akan dinyanyikan Henry. Siwon akan membunuh anak itu setelah konser ini. Siwon merasakan Donghae menepuk pahanya, lalu dia menoleh kearah Donghae yang tersenyum penuh arti. Siwon yang bodoh, bagaimana bisa dia tidak menyadari bahwa semua orang menyadari jika dia mencintai pria itu. Pria yang seharusnya tidak dia cintai. Apakah dirinya begitu mudah tertebak?

I’d like to say we gave it a try
I’d like to blame it all on life
Maybe we just weren’t right, but that’s a lie, that’s a lie
And we can deny it as much as we want
But in time our feelings will show
‘Cause sooner or later
We’ll wonder why we gave up
The truth is everyone knows

“Wow. Penampilan mereka sangat pas. Suara Tifanny benar-benar mengikuti alunan piano Henry dengan baik.” Eunhyuk membuka suara saat dia memperhatikan Kyuhyun tidak mengeluarkan suara.
Kyuhyunhanya bergumam pelan, dia menyukai lagu ini. But somehow, he just don’t like to hear it when Siwon is just inches away from him. Kyuhyun menoleh kearah Eunhyuk dan memberikannya senyum yang dipaksa. Lalu menundukkan kepalanya sambil memainkan jari-jari tangannya.

Siwon menghela nafas panjang. Siwon sangat membenci keadaan seperti ini, mendengar lagu Ariana Grande yang masuk ke dalam list lagu terfavoritnya dengan Kyuhyun berada beberapa meter dari tempatnya duduk sekarang. Entah kenapa lagu ini terasa begitu pas dengan keadaannya dan Kyuhyun saat ini. Siwon jatuh cinta. Siwon dapat merasakan jika perasaan Kyuhyun sama seperti yang dia rasakan saat ini. Dan bukan hanya dia atau Kyuhyun yang menyadari itu, semua orang tahu tentang mereka. Tapi tidak ada satu pun yang bicara. Tidak Siwon. Tidak Kyuhyun. Atau yang lain.

Almost, almost is never enough
So close to being in love
If I would have known that you wanted me
The way I wanted you
Then maybe we wouldn’t be two worlds apart
But right here in each other’s arms
And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

‘Almost is never enough’ Kyuhyun tersenyum pahit. Kyuhyun memandang kearah Eunhyuk dengan tatapan memohon. Dia ingin pergi dari sini. Sebelum Kyuhyun tidak bisa lagi menahan dirinya. Hanya dengan mendengar lagu ini saja perasaan Kyuhyun terhadap Siwon sudah seperti bom waktu. Kyuhyun tidak boleh merobohkan dinding tak kasat mata yang telah mereka bangun tanpa sadar. Kyuhyun bukanlah orang bodoh atau tidak sensitif dengan tidak menyadari jika persaan Siwon terhadapnya sama seperti perasaan yang dirasakannya saat ini. Tanpa mereka bicarakan pun, mereka telah membuat satu keputusan bersama. Mereka hanya akan menyimpan perasaan mereka. They will remain silent and the love that they had will stay being untold.

Mereka tidak boleh egois hanya karena ingin mementingkan diri mereka sendiri dan membiarkan cinta mereka yang tidak seharusnya ini menjadi perusak segalanya. Baik Kyuhyun maupun Siwon tidak ingin itu terjadi. Mereka tidak pernah menyesali dan tidak berusaha mencari alasan mengapa mereka jatuh cinta. Karena mereka tidak membutuh satu alasanpun untuk saling mencintai. Kyuhyun mengepalkan tangannya sekuat tenaga, dia harus pergi dari sini sebelum dia benar-benar hilang kendali dan menghamburkan dirinya kedalam pelukan Siwon. Sebelum Kyuhyun melangkahkan kakinya, dia bisa menangkap bisikan Eunhyuk.

“Lepaskan, Kyu. Set them free. Your love deserve to be happy.”

If I could change the world overnight
There’d be no such thing as goodbye
You’d be standing right where you were
And we’d get the chance we deserve
Try to deny it as much as you want
But in time our feelings will show
‘Cause sooner or later
We’ll wonder why we gave up
The truth is everyone knows

Donghae menyikut lengan Siwon yang sejak tadi masih saja melamun, saat Siwon menoleh Donghae ikut bernyanyi dengan lirik asal-asalan. Siwon tertawa dengan sedikit memaksa. Tapi perhatian Siwon kembali teralih kearah Kyuhyun yang masih berdiri membelakanginya. Siwon ingin sekali berdiri dan memeluk Kyuhyun dengan erat lalu membisikkan kata yang sudah sejak lama tertahan diujung lidahnya tapi tidak pernah bisa terucap. Karena bagian tersulit dari keadaan ini adalah menemukan kenyataan bahwa perasaanmu berbalas. Dan saat perasaan itu sudah benar adanya, kalian tidak melakukan satu kesalahan pun, namun kalian seolah tidak bisa menemukan alasan untuk bersama. Dan itu menyesakkan. Siwon benar-benar hampir lepas kendali. Semakin dia memikirkan semua itu, maka sekmakin besar pula keinginannya untuk memeluk Kyuhyun. Siwon mengepalkan tangannya saat melihat Kyuhyun berjalan menjauhi mereka, berusaha keras menahan dirinya untuk tidak mengejar Kyuhyun.

“Lepaskan Siwon. Set them free, your love deserve to be happy.” Siwon menoleh kearah Donghae yang mengangguk pelan.

And we almost, we almost knew what love was (baby)
But almost is never enough
Oh, oh baby, you know, you know, baby
Almost is never enough baby
You know

Siwon berlari mengejar Kyuhyun, samar-samar Siwon bisa mendengar lagu yang dinyanyikan Henry dan Tiffany telah berakhir. Siwon melihat Kyuhyun berjalan di lorong yang menghubungkan backstage dan ruang ganti. Tanpa berpikir panjang Siwon menarik Kyuhyun kearah tempat yang tidak ada orang yang berlalu lalang. Siwon mendorong Kyuhyun masuk kedalam ruangan kosong dan menutup pintu.

“Apa yang kau lakukan, Choi Siwon?” Teriak Kyuhyun saat menemukan dirinya ditarik dengan paksa oleh orang yang sejak tadi memenuhi pikirannya.

Siwon menjawab teriakan Kyuhyun dengan mempertemukan bibir mereka. Siwon mendorong tubuh Kyuhyun ke dinding dan memerangkapnya dengan memeluk pinggang Kyuhyun sementara tangannya yang bebas mendorong tengkuk Kyuhyun. Kyuhyun yang terkejut dengan kelakuaan Siwon, mendorong dada Siwon dengan sekuat tenaganya. Ciuman itu terlepas. Kyuhyun memandang Siwon dengan tatapan tidak percaya. Sementara Siwon sudah mempersiapkan dirinya untuk menerima tamparan dari Kyuhyun.

Tanpa disangka, Kyuhyun memegangi kedua pipi Siwon dan menariknya untuk kembali mempertemukan bibir mereka. Siwon tersenyum diantara ciuman mereka, dia memeluk pinggang Kyuhyun dengan erat dan membalas ciuman yang diberikan Kyuhyun. Kyuhyun mengalungkan lengannya di leher Siwon, saat ciuman mereka semakin dalam dan intens. Ciuman tiba-tiba ini seolah menjadi jalan untuk mereka menyalurkan semua perasaan yang tidak terucap selama ini. Siwon menggigit bibir bawah Kyuhyun. Saat Siwon menjelajahi mulut Kyuhyun dengan lidahnya, Kyuhyun memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Siwon. Kyuhyun mendesah, dia tidak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak membalas ciuman Siwon yang begitu menuntut.

Ditengah ciuman mereka Kyuhyun tiba-tiba tersentak dan membuka matanya. Lalu dia mendorong tubuh Siwon dengan kuat. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, sementara Siwon ingin mendekati Kyuhyun tapi diurungkannya. Karena semua ini memang terlalu tiba-tiba untuk mereka, seperti mimpi. Kyuhyun mengangkat tangannya sebelum Siwon sempat membuka suara.

“Ini salah, Siwon. A—anggap kita tidak pernah melakukannya,” Kyuhyun tergagap.
“Kenapa Kyu? Apa yang salah? Katakan padaku.” Bisik Siwon menatap sendu kearah Kyuhyun yang tengah membenahi pakaiannya.
“Everything.” Ucap Kyuhyun sebelum membuka pintu dan keluar dari ruangan itu.

Kyuhyun setengah berlari sambil menyentuh bibirnya yang kini sedikit membengkak. Mungkin Kyuhyun akan menganggap ciuman itu sebagai hadiah terindah dan yang terakhir dari Siwon sebagai pria yang mencintai dan dicintainya. Kyuhyun akan menyimpan itu untuk dirinya sendiri. Kyuhyun merasakan matanya terasa panas baru saja dia akan mengangkat tangannya, dia merasakan seseorang mencekal lengannya. Kyuhyun menoleh kebelakang dan menemukan Siwon dengan wajah yang sangat sulit diartikannya. Sedih? Kecewa? Entahlah.

“Siwon, lep—.”

Suara Kyuhyun terhenti saat Siwon kembali mencium bibirnya. Hanya sebuah kecupan yang menempel. Bibir ke bibir. Dan terasa begitu hangat bagi Kyuhyun. Tanpa sadar Kyuhyun sama sekali tidak menolak kecupan itu, tubuhnya membeku ditempat dia berdiri. Setelah beberapa lama, Siwon melepaskan kecupannya. Menatap kedalam mata Kyuhyun yang kini sedikit memerah karena menahan tangisnya. Siwon membelai wajah Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun tidak bisa tidak menikmati belaian itu.

“It feels right, Kyu. Everything is so right. You… Me… Our kiss. Nothing is wrong. Because I love you.”

There, he say it! Kyuhyun menahan nafasnya saat Siwon mengucapkan itu. Semua ini begitu tiba-tiba. Ciuman mereka. Dan sekarang Siwon mengatakan dia mencintai Kyuhyun.

“S—si—won.”
“Ssshhh.” Siwon meletakkan telunjuknya dibibir Kyuhyun lalu menggeleng pelan.
“Kau tidak perlu membalas ucapanku jika kau tidak ingin. Aku mengatakannya bukan berarti aku ingin kau membalas ucapanku dengan ucapan yang sama. Kau tidak perlu memaksakan diri. But remember, everything is right, Kyu. I love you.” Siwon mengecup pipi Kyuhyun sebelum berbalik dan berjalan menjauhi Kyuhyun.

Kyuhyun memainkan jemarinya dengan ragu. Menatap nanar kearah punggung Siwon yang perlahan menjauhinya. Kyuhyun akan menjadi orang paling bodoh jika dia menyia-nyiakan kesempatan ini. Bukankah tidak ada hal yang lebih beruntung dan membahagiakan saat orang yang kau cintai juga memcintaimu? Kyuhyun menarik nafasnya lalu menghembuskannya perlahan sebelum berlari mengejar Siwon.

Kyuhyun memeluk tubuh Siwon dari belakang membuat pria itu menghentikan langkahnya. Kyuhyun dapat merasakan Siwon menahan nafanya karena kaget oleh pelukannya yang tiba-tiba.

“I love you too, Choi Siwon. I love you.”

.
.
.
“Happy 6th Anniversary.”

Kyuhyun tersadar dari lamunannya saat dia merasakan dua tangan yang sangat dikenalinya memeluk tubuhnya dari belakang.

“Apa yang kau pikirkan? Sampai kau tidak menyambut kedatanganku.” Kyuhyun tersenyum simpul sambil mengelus wajah kekasihnya itu dengan lembut.
“Nothing special, just one of the most memorable moment in my life.”

Siwon hanya menggumam pelan sebelum meletakkan dagunya di bahu Kyuhyun. Mereka memandang kearah hamparan Kota Seoul yang gemerlap di malam hari melalui jendela besar yang ada dihadapan mereka.

“By the way, happy 6th anniversary, Choi Siwon.” Siwon menoleh kearah Siwon lalu mengecup pipinya.

Siwon terseyum lebar, lalu memutar tubuh Kyuhyun agar berhadapan dengannya. Kyuhyun meletakkan tangannya di dada Siwon. Cukup lama mereka bertatapan. Siwon mengalungkan tangan Kyuhyun di lehernya, sementara tangannya memeluk erat pinggul Kyuhyun. Kyuhyun tanpa sadar memekik pelan saat Siwon mempererat pelukannya.

“Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” Bisik Kyuhyun memandang Siwon penuh antisipasi.
“Menciummu.” Siwon menatap Kyuhyun dengan senyuman playful-nya.
“Tunggu apa lagi.” Kyuhyun memejamkan matanya.

Siwon memegangi belakang kepala Kyuhyun, perlahan Siwon mendekatkan bibirnya dengan bibir Kyuhyun. Saat bibir mereka hanya berjarak beberapa senti meter, Siwon memejamkan ikut memejamkan matanya.

“Happy Anniversary!” Teriakan itu menggema saat bibir Siwon dan Kyuhyun baru saja akan bersentuhan.

Kyuhyun dan Siwon langsung melepaskan diri dari pelukan satu sama lain. Melihat denga tatapan tidak percaya ke sumber teriakan. Disana ada berdiri semua member Super Junior, Ahra yang menggenggam dua botol wine, dan Jiwon dengan cake ditangannya.

“What are you doing here?” Tanya Siwon, bingung dengan situasi yang ada.

Kyuhyun berjalan mendekati Ahra dan Jiwon, lalu memeluk mereka secara bergantian. Dan Siwon benar-benar payah, karena masih belum juga menyadari bahwa mereka berada disana untuk memberikan surprise party untuk dia dan Kyuhyun. Kyuhyun kembali berdiri disamping Siwon dan menggandeng kekasih bodohnya itu.

“Abaikan saja dia! Ayo duduk!”
“Ya! Choi Siwon, kami disini untuk merayakan hari jadi kau dan Kyuhyun. Dasar kuda bodoh!” Leeteuk menepuk tengkuk Kyuhyun.

Suasana berubah jadi sangat heboh dan semua orang yang ada disana berebut untuk mengeluarkan suara. Siwon dan Kyuhyun hanya tertawa melihat kelakuan mereka. Donghae dan Eunhyuk berdiri di depan mereka untuk menyanyikan lagu tapi sampai sekarang mereka belum mengeluarkan suara karena masih bertengkar untuk memutuskan lagu apa yang akan mereka nyanyikan. Lalu disana ada Kangin, Leeteuk dan Sungmin yang sibuk mengumpulkan hadiah yang ada disana. Shindong? Jangan tanyakan karena dia terlalu sibuk memakan makanan yang ada disana. Jiwon dan Ahra terlibat pembicaraan seru tentang fashion week yang akan diadakan di Paris bulan depan.

Hyung! Biar aku saja yang menyanyikan lagu.” Teriak Henry yang mulai merasa gerah dengan pertengkaran absurd dari Donghae dan Eunhyuk.
“Tidak! Kami akan menyanyi. Tunggu sebentar.” Jawab Eunhyuk yang masih terlihat berkompromi dengan Donghae.
Hyung. Kalian butuh waktu sepuluh tahun untuk memutuskannya. Sedangkan aku sudah tahu akan menyanyikan apa.”
“Henry, beri kami waktu lima menit saja.” Kali Donghae yang menimpali dengan mengacungkan 5 jarinya kearah Henry.

“Tentu saja. Aku akan menyanyi selam tiga setengah menit lalu kalian masih memiliki sisa waktu satu setengah menit untuk memikirkan lagu yang akan kalian nyanyikan.” Henry mengacak rambutnya dengan frustasi sambil menatap Siwon dan Kyuhyun yang sejak tadi menertawakan pertengkaran mereka.

“Biarkan mereka menyanyi. Kalian bisa menyanyi setelah Henry.” Siwon akhirnya membuka suara sementara Kyuhyun hanya ikut mengangguk-angguk dengan gelas wine ditangannya.
“Baiklah.” Donghae dan Eunhyuk bertukar posisi dengan Henry.

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada Siwon yang duduk disebelahnya. Entah memperoleh darimana, Ryeowook keluar dengan membawa keyboard. Setelah mempersiapkan semuanya, Henry menarik sebuah kuri disebelah Ryeowook yang mulai bermain.

Siwon dan Kyuhyun berpandangan saat mendengar musik yang begitu mereka kenali menyapa indera pendengaran. Dan Henry mulai menyanyika lagu itu bait demi bait. Terus memandang kearah Siwon dan Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan yang dipenuhi tanda tanya dan tidak percaya. Ryeowook diam-diam terkekeh melihat ekspresi Siwon dan Kyuhyun. Pasangan itu benar-benar tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi di sekeliling mereka.

“Lihat mereka! Terlihat sangat bodoh. Mereka pikir kita tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka sebelumnya.” Ucap Heechul sambil menunjuk kearah Siwon dan Kyuhyun yang masih mendengarkan lagu yang dinyanyikan henry dengan serius, seolah kembali ke masa enam tahun yang lalu.

“Ya, mereka benar-benar naif. Atau mereka menganggap kita semua buta hanya untuk menemukan kenyataan bahwa mereka jatuh cinta satu sama lain.” Timpal Yesung sambil mencomot satu buah kue kering.
“Aku yakin mereka belum menyadari fakta-fakta yang ada dibalik penampilan Henry dan Tiffany, sampai mereka bisa menyanyikan lagu “Almost is Never Enough”

Semua member menatap kearah pasangan naif yang tenggelam dalam suara Henry da permainan musik Ryeowoon yang membawa mereka pada kenangan 6enam tahun yang lalu.

And we almost, we almost knew what love was (baby)
But almost is never enough
Oh, oh baby, you know, you know, baby
Almost is never enough baby
You know

Suara tepuk tangan mengagetkan Siwon dan Kyuhyun yang sepertinya tidak sadar jika peampilan Henry dan Ryeowook telah berakhir. Pasangan itu ikut bertepuk tangan dan Siwon berdiri untuk memeluk Henry dan Ryeowook. Setelah mereka duduk, Kyuhyun bergantian menatap kearah Ryeowoon dan Henry yang bergerak tak nyaman dibawah tatapan Kyuhyun.

“You knew?”Kyuhyun langsung menodong Henry dengan pertanyaannya. Karena selama ini Siwon dan Kyuhyun beranggapan hanya mereka yang tahu tentang sejarah “Almost Is Never Enough”. Lagu yang menyatukan cinta mereka selama ini.

Just from the start. Semua orang tahu tentang kalian, hyung. Tapi kalian terlalu buta hingga tidak meyadari itu.”
“Kalian semua sudah tahu sejak awal?” Tanya Siwon sambil mengedarkan pandangannya kearah semua orang ada disana.
“Tentu saja. Hanya orang idiot yang tidak menyadari perasaan kalian.” Jawab Kangin.

Yang lain hanya mengangkat bahu sampai Henry membuka suara, “Bahkan Jiwonlah mengusulkan padaku untuk menyanyikan lagu Ariana Grande bersama Tiffany. Karena dia pernah menemukan I-pod Siwon hyung yang hanya berisi lagu itu.”

Siwon memandang tidak percaya kearah adiknya yang memasang wajah yang seolah tidak mengerti apa-apa. Siwon mendekati Jiwon lalu mencubit pelan pipi Jiwon dengan wajah geram. Siwon sama sekali tidak marah atau kesal, malah sebaliknya dia merasa sangat berterima kasih pada adiknya itu.

“Berarti keberadaan Eunhyuk dan Donghae juga bagian dari kamuflase kalian semua?” Tanya Kyuhyun sambil menghempaskan punggungnya di sandaran sofa.
“Kalu masalah itu, kau tanyakan saja pada Noona kesayangmu, Kyu.” Celetuk Yesung.

“Aku yang merencanakannya, Kyu. Bahkan dialog ‘set them free. Your love deserve to be happy” adalah ciptaanku. Aku dan Jiwon sejak awal memang sudah sangat menyadari tentang perasaan kalian. Kalian seharusnya berterima kasih pada kami. Kalian bahagia sekarang. Penuh cinta.” Ahra memasang raut wajah yang sedikit berlebihan.

Siwon mendekati Kyuhyun lalu memeluk pria manis itu sambil tersenyum lebar. Sementara Kyuhyun hanya memutar bola matanya malas, tapi diam-diam Kyuhyun berterima kasih pada mereka semua. Jika bukan karena mereka, dia dan Siwon tidak akan sebahagia sekarang ini.

“Ah, sebaiknya kita pulang sekarang.” Sungmin berdiri saat melihat Siwon mencium bibir Kyuhyun dengan cepat.
“Tapi aku dan Eunhyuk belum bernyanyi Hyuung~~” Teriak Donghae tapi tanpa sadar dia ikut berdiri bersama member lain, Ahra dan Jiwon.

Tidak ada yang mempedulikan rengekan Donghae, karena mereka secara bergantian memeluk Siwon dan Kyuhyun. Donghae ikut mendekat dan memeluk Siwon dan Kyuhyun.

“Kalian harus hati-hati jika ingin jalan-jalan. Karena Dispatch sedang haus berita.” Goda Heechul dengan nada bercanda.
“Kalian jangan Jalan-jalan ke Sungai Han. Korea akan heboh jika dispatch sampai mencium hubungan kalian.” Sahut Leeteuk membuat pasangan itu mendorongnya keluar pintu, diikuti yang lain.

Siwon maupun Kyuhyun hanya membalas ucapan itu dengan senyuman namun entah kenapa hati mereka merasa tidak enak menanggapi candaan itu. Mereka segera menepis perasaan itu saat manusia-manusia unik itu berpamitan pulang untuk kesekian kalinya. Setelah mengucapkan selamat tinggal, orang-orang yang mereka sayangi itu meninggalkan apartemen itu.

Siwon memeluk Kyuhyun dari belakang sambil menciumi tengkuk Kyuhyun, lalu berbisik, “ Baby, give me my presents.”
.
.
.
“Aku tidak ingin keluar rumah. Bagaimana kalau kita tidak usah beraktivitas hari ini?” Kyuhyun bermain-main dengan dasi Siwon yang baru saja dipakaikannya.

Siwon menaikkan alisnya, sedikit heran dengan tingkah Kyuhyun yang agak lebih manja dari biasanya. Siwon memeluk pinggang Kyuhyun lalu mencuri satu kecupan dibibir plump Kyuhyun.

“Apa yang akan kita lakukan?”
“Makan, menonton TV, lalu kita bisa berciuman atau berpelukan, eum.. atau kita bisa melakukan sedikit olahraga bersama.” Kyuhyun tersenyum nakal kearah Siwon.
Oh God! Cho Kyuhyun, apa yang harus aku lakukan padamu? Sebaiknya kita pergi sekarang. Atau aku akan benar-benar memakanmu disini, sekarang juga.” Siwon menghela nafas frustasi lalu buru-buru menarik lengan Kyuhyun sebelum dia benar-benar berubah pikiran.

Siwon benar-benar harus menahan dirinya. Dia tidak boleh tergoda. Saat Siwon menarik tangannya, Kyuhyun hanya bisa cemberut sambil mengikuti langkah kaki Siwon. Siwon mengambil tasnya lalu berjalan menuju pintu bersama Kyuhyun. Siwon melepaskan tangan Kyuhyun saat akan membuka pintu.

“Awww!!” Saat tangan Siwon akan meraih kenop pintu, seseorang telah membuka pintu itu hingga mengenai kening Siwon.
“Siwon! Kau baik-baik saja?” Kyuhyun menghampiri Siwon yang memegangi keningnya.

Kening Siwon sedikit membiru. Siwon meringis dan berusaha berdiri. Kyuhyun menghampiri Leeteuk dan manajer mereka yang baru saja masuk. Kyuhyun berkacak pinggang dengan wajah penuh kekesalan.

“Apa yang kalian lakukan? Kening Siwon bengkak. Bagaimana dia akan melakukan photoshoot-nya hari ini?” Teriak Kyuhyun pada Leeteuk dan Yongsun yang masuk dengan wajah panik hanya memandang kosong kearah Siwon dan Kyuhyun yang kini berdiri berdampingan.

“K—kyu..”
“Minta maaf pada Siwon sekarang, hyung.”
“K—Kyu..” Sekali lagi hanya itu yang keluar dari mulut Leeteuk.
“Hyung. Ada apa denganmu?” Siwon bertanya saat Kyuhyun baru saja akan membuka mulut.

Leeteuk menoleh kearah Yongsun yang hanya mengangkat bahu dengan lemas. Kyuhyun mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Kyuhyun menggamit lengan Siwon dengan wajah cemas. Leeteuk menghela nafas pelan.

“Hyung. Ada apa?” Tanya Siwon dengan suara yang mulai tidak sabar.

“Kalian tidak akan bisa melakukan schedules kalian hari ini. Kalian harus ikut aku ke kantor SM sekarang.” Leeteuk mulai bicara sambil sesekali melirik kearah Yongsun seolah meminta bantuan pria itu untuk menjelaskannya.

“Mana I-pad-mu Siwon?” Tanya Yongsun tiba-tiba.

Siwon dengan cekatan mengeluarkan I-pad itu dari tasnya. Kyuhyun berdiri melihat semua itu dengan hati yang tidak tenang dan jantung yang tidak karuan. Kyuhyun tahu ini pasti berhubungan dengan mereka berdua. Apa yang sebenarnya terjadi? Hanya itu yang memenuhi otak Kyuhyun sekarang.

“Ini, hyung.” Siwon menyerahkannya pada Yongsun.

“Sebelum kalian melihat ini, aku mohon kalian harus tenang dan jangan panik. Kalian hanya perlu melakukan apa yang aku dan Leeteuk katakan.” Ucap Yongsun setelah melakukan beberapa pencarian dan meyerahkan I-pad itu pada Siwon.

Kyuhyun langsung merapatkan dirinya pada Siwon untuk melihat apa yang ada di I-pad itu. Hal pertama yang Kyuhyun baca adalah kata ‘Dispatch’, hanya satu kata itu saja Kyuhyun sudah cukup untuk mengerti keadaan yang sebenarnya. Dengan hati-hati Kyuhyun membaca artikel itu.

Siwon and Kyuhyun is kissing!

Itulah judul utama artikel itu, disana ada foto Siwon dan Kyuhyun yang tengah berciuman di basement apartement Siwon. Siwon ingat ini terjadi sekitar satu minggu yang lalu saat dia baru saja menjemput Kyuhyun dari rumah orang tuanya. Perasaan Siwon benar-benar campur aduk, Siwon tidak bisa berpikir saat ini. Apakah dia harus marah? Atau kecewa? Atau takut? Tapi pada siapa?

Siwon hanya diam sambil memandang kosong kearah layar itu, bahkan dia lupa ada Kyuhyun yang sedang berada didekatnya. Siwon tersadar saat dia merasakan tangannya diremas erat oleh orang disebelahnya. Siwon menoleh. Disana, dia menemukan Kyuhyun yang hampir menangis dan terlihat sangat panik.

“S-ssiwon.” Suara Kyuhyun hampir tidak terdengar.

Siwon langsung memeluk Kyuhyun dengan erat. Apa yang akan terjadi pada mereka saat ini? Siwon mengecup puncak kepala Kyuhyun, lalu memejamkan matanya. Berharap dia bisa memberikan sisa kekuatannya pada Kyuhyun, agar mereka bisa melewati ini semua. Bukan dispatch yang Siwon takutkan tapi Kyuhyun. Siwon takut dia akan menyakiti Kyuhyun.

Pasangan ini melupakan keberadaan Leeteuk dan Yongsun yang masih belum tenang memikirkan masalah ini. Yongsun berdehem pelan, membuat Siwon dan Kyuhyun melepaskan pelukan mereka namun tetap dengan tangan yang saling menggenggam.

“Ayo kita pergi sekarang. Kita harus segera membicarakan masalah ini.” Ucap Yongsun sambil bergegas menuju pintu diikuti oleh Leeteuk.

“Kalian jangan terkejut saat sudah berada di lobby. Bersikaplah biasa saja.” Leeteuk menekankan pada kalimat terakhirnya sambil melirik kearah tangan mereka yang bergenggaman.

Siwon menganggap angin lalu ucapan Leeteuk dengan mengeratkan genggamannya. Kyuhyun menoleh kearah Siwon dan berusaha melepaskan genggaman tangan mereka. Tapi genggaman itu terlalu kuat. Kyuhyun menghela napasnya pasrah. Siwon menarik Kyuhyun untuk berjalan disampingnya.

Saat mereka berada di lift tidak ada yang mengeluarkan suara, Kyuhyun menatap wajah tanpa ekspresi Siwon. Saat ini Kyuhyun sangat takut. Kyuhyun sangat gugup. Kyuhyun sangat khawatir. Apa yang akan terjadi setelah ini? Tapi Siwon tidak menunjukkan emosi apapun. Ini yang membuat Kyuhyun lebih takut. Kyuhyun memejamkan matanya, bersamaan dengan berhentinya lift.

“Siwon..” Bisik Kyuhyun lirih.

Tanpa buang-buang waktu Siwon keluar dari lift lebih dulu. Siwon melindungi tubuh Kyuhyun yang berjalan dibelakangnya sambil terus menggenggam erat tangan Kyuhyun. Ada begitu banyak wartawan disana. Flash kamera menyilaukan pandangan mereka. Ada begitu banyak pertanyaan yang diajukan pada mereka tapi Siwon tidak bisa mendengar satu pun pertanyaan itu. Siwon merasa seperti menonton TV yang sedang di-mute. Tidak ada satu suarupun yang tertangkap oleh indera pendengaran Siwon. Hanya satu hal yang dipikirkannya saat ini, Siwon ingin melindungi Kyuhyun. Dia tidak ingin Kyuhyun merasa takut dan terancam oleh keteledorannya. Seharusnya Siwon bisa menghalangi dispatch mengeluarkan artikel itu. Bagaimana bisa Siwon kecolongan hal yang sangat merugikan dia dan Kyuhyun. Seharusnya Siwon mendapatkan informasi tentang foto itu. Seharusnya Siwon lebih berhati-hati dan menhan dirinya. Seharusnya, seharusnya, seharusnya dan seharusnya.

Tangan Kyuhyun yang bebas menggenggam bagian belakang jas yang dikenakan Siwon. Kyuhyun sadar saat ini Siwon sedang memasang tubuhnya untuk melindungi Kyuhyun. Sementara Leeteuk dan Yongsun berusaha menghalangi Wartawan mengambil foto Siwon dan Kyuhyun. Dan 10 orang bodyguards tidak diketahui asalnya mengamankan jalan Siwon dan Kyuhyun menuju mobil yang telah disiapkan.

Siwon langsung menuntun Kyuhyun masuk kedalam mobil, disusul dengan dirinya. Siwon menutup pintu mobil itu lalu mobil mulai berjalan meninggalkan gerombolan besar wartawan menjengkelkan yang telah merusak semua kebahagiaannya dengan satu sentuhan jari. Siwon menatap tangan Kyuhyun yang gemetar dalam genggamannya. Siwon menoleh kearah Kyuhyun yang terlihat pucat dan shock. Perlahan bitiran air mata itu lolos dari mata coklat karamel milik Kyuhyun. Isakan demi isakan lolos dari bibir Kyuhyun. Siwon menarik Kyuhyun kedalam pelukannya.

“Everything’s gonna be alright. I promise, baby.” Bisik Siwon sambil mengelus rambut Kyuhyun yang kini bersandar didadanya.
“A—apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Kyuhyun pelan di sela-sela tangisnya yang mulai mereda.

Entah kalian percaya atau tidak, menangis dalam pelukan Siwon seolah memberikan Kyuhyun kekuatan dan percaya jika semuanya akan baik-baik saja. Tapi Kyuhyun pasti berbohong jika dia mengatakan bahwa dia tidak takut, karena Kyuhyun merasa takut. Benar-benar takut.
.
.
.
“APA KATAMU? KAU GILA!” Teriakan Siwon memenuhi ruangan rapat SM Ent.

Semua yang bersangkutan hadir disana. Siwon dan Kyuhyun yang duduk berdampingan dengan tangan yang tidak pernah lepas terus bertautan. Orang Tua Siwon dan Kyuhyun, Ahra, Jiwon, Super Junior, Kim Young Min, dan Manajer Super Junior. Mereka sedang membuat kesepakatan tentang masalah besar ini.

“Aku tidak gila, Siwon! Aku hanya menyarankan kalian untuk putus sementara dan menikah dengan wanita. Sedangkan hasil akhirnya aku serahkan kembali pada kalian.”
“Apapun saranmu. Jawabanku tetap tidak!” Siwon mulai kehabisan kesabaran terhadap petinggi SM yang satu itu. Pria tua yang sangat menjengkelkan, menurut Siwon.

Siwon menatap semua orang yang ada disana satu per satu. Lalu terakhir dia menatap Kyuhyun yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya. Siwon mengangkat dagu Kyuhyun, lalu Siwon tersenyum kearah Kyuhyun sebelum mencium puncak kepalanya. Siwon mengucapkan ‘I love you’ tanpa suara. Kyuhyun hanya memaksakan sebuah senyuman. Kyuhyun benar-benar tidak bertenaga dan tidak bisa berpikir dengan jernih sekarang. Ingin rasanya dia menerima tawaran dari Kim Young Min itu. Karena apapun itu, Kyuhyun tidak akan berhenti mencintai Siwon. Kalaupun mereka tidak berakhir bersama, Kyuhyun akan tetap mencintai Siwon. Mungkin memang sebaiknya semua ini tidak mereka teruskan agar tidak ada pihak yang tersakiti. Kecuali dia dan Siwon. Biarlah mereka yang menanggung sendiri rasa sakit dari cinta mereka sendiri. Bukankah itu adil?

“Siwon..” Panggil Kyuhyun pelan.
“Ssshhh.. Jangan khawatir, sayang. Semuanya akan baik-baik saja. Aku berjanji. Kau cukup mempercayaiku dan semua akan baik-baik saja.”

Siwon berdiri dari tempat duduknya.

“Aku mencintai Kyuhyun. Kyuhyun mencintaiku. Dan jika itu bukan Kyuhyun, aku tidak bisa. Aku akan melakukan apapun untuk mempertahankan apa yang telah kami miliki sekarang. Jadi aku mohon hormati keputusanku.” Siwon membungkukkan badannya.

Tidak ada satupun yang mengeluarkan suara. Bahkan Choi Kiho dan Cho Yonghwan pun tidak bersuara, mereka saling menatap lalu menganggukan kepala mereka secara bersamaan. Mereka seolah telah mempercayakan semua keputusan secara penuh kepada Siwon dan Kyuhyun. Melihat Siwon masih terus membungkukkan badan, Kyuhyun berdiri dan berlari keluar dari ruangan. Siwon yang melihat itu dari ekor matanya, hanya bisa menghela nafas panjang.

“Berdirilah Siwon. Kejar dia.” Suara ayahnya membuat Siwon mengangkat wajahnya.

Siwon langsung berlari menegejar Kyuhyun tanpa mempedulikan orang yang ada diruangan itu. Sepeninggal Siwon, Choi Kiho dan Cho Yonghwan mendekati Kim Young Min yang terlihat kaget dengan situasi itu karena dia dapat merasakan semua mata menatapnya dengan tajam.

“Apa yang salah dengan jatuh cinta?” Teriak Heechul pada petinggi SM tersebut.
“Aku tidak mau mendengar alasanmu lagi. Yang aku ingin tahu hanyalah tentang jadwal press conference besok. Kau harus menyiapkan segaalanya dengan baik. Aku dan Kiho akan datang kesana bersama istri kami.” Ayah Kyuhyun bersandar dimeja meghadap kearah Kim Youngmin.
“Tidak ada wartawan yang tidak hadir di sana. Jika ada satu yang terlewat, kau harus berpamitan dengan kursi nyamanmu itu.” Ucap Choi Kiho dengan wajah yang sangat serius.
.
.
.
“Kyu.. Tunggu, baby!” Siwon berteriak mengejar Kyuhyun yang terus menaiki tangga darurat.

Siwon menarik lengan Kyuhyun dan menghentikan langkah Kyuhyun. Kyuhyun menatap tajam kearah Siwon. Kyuhyun tidak pernah meminta Siwon untuk berkorban demi hubungan mereka. Kyuhyun tidak ingin Siwon melindunginya. Kyuhyun yang ingin melindungi Siwon kali ini. Dan Kyuhyun juga sangat khawatir tentang keputusan yang diambil Siwon. Kyuhyun tidak ingin menyakiti orang lain lagi, keluarga mereka, member Suoer Junior, ELF, dan semua warga Korea. Akan ada banyak orang yang menolak hubungan mereka.

“Kyu, ada apa? Kita pasti bisa melalui semua ini. Percayalah padaku.” Siwon meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya.
“Siwon. Bisakah kita melakukan apa yang disarankan Kim Young Min tadi?” Kyuhyun menatap mata Siwon dengan tatapan memohon.
WHAT? KYUHYUN! Aku tidak percaya kau mengatakan itu.” Siwon menatap Kyuhyun dengan tatapan terluka.
“Siwon, jika kita melakukan ini. Terlalu banyak orang yang akan tersakiti.” Kyuhyun merasakan matanya mulai terasa panas.

“Tidak Kyu. Aku akan tetap melakukan pers conference itu. Kita lakukan bersama. Aku mencintaimu, Kyu. Aku tahu semua ini cepat atau lambat akan terjadi. Dan inilah saatnya untuk kita membiarkan semua orang tahu bahwa kita saling mencintai.”

Kyuhyun menggeleng pelan.

“Tapi kita tidak peduli pada perasaan orang-orang disekitar kita?”
Siwon menatap tidak percaya kearah Kyuhyun.
“They will understand.” Ucap Siwon pelan, menghindari tatapan Kyuhyun. Karena Siwon takut dia akan menjadi lemah jika terus menatap mata Kyuhyun. Hati Siwon berdenyut sakit melihat Kyuhyun yang seolah tidak percaya pada cinta mereka.
“What if they don’t?”

Kyuhyun menunggu jawaban Siwon yang hanya diam dan menatap intens kedalam matanya.

“Kita lakukan bersama, Kyu. Maka mereka akan dan harus mengerti. Ini pilihan kita, bukan mereka. Kita yang akan menjalaninya, bukan mereka.” Jawab Siwon akhirnya. Siwon sebenarnya memang tidak sepenuhnya yakin dengan keputusannya. Tapi tidak ada salahnya mencoba dan berusaha, bukan?

Dengan gontai, Siwon berjalan meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun sedikit menyesali ucapannya sendiri. Tapi Kyuhyun benar-benar butuh waktu untuk berpikir.
“I need to think.” Suara Kyuhyun berhasil menghentikan langkah Siwon.
“Take your time, baby. But I will do it with or without you.” Siwon tersenyum kecil ke arah Kyuhyun lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun sendirian disana.

Kyuhyun menatap punggung Siwon, mengingatkannya pada kejadian 6 tahun silam. Akankah dia berlari dan memeluk Siwon? Kyuhyun ingin melakukannya tapi kenyataannya, Kyuhyun hanya berdiri disana tidak bergerak satu inci pun.
.
.
.
Siwon menatap kearah pintu untuk ke seratus sekian kalinya, berharap sosok itu datang dan memberinya kekuatan. Siwon menggosok tangannya yang berkeringat di pahanya yang mengenakan setelan jas biru gelap. Siwon akan melakukan press conference hari ini. Siwon sengaja tidak membiarkan Super Junior menemaninya. Siwon tidak ingin terlihat menyedihkan di depan mereka hari ini. Siwon menoleh dengan cepat saat mendengar suara pintu terbuka.

“Siwon-sshii, ayo kita mulai sekarang.”

Siwon menganggukkan kepalanya, lalu berdiri. Memperbaiki posisi jasnya Siwon menatap dirinya sekali lagi di pantulan cermin. There we go, the day has come. Siwon menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Berharap dengan begitu rasa gugupnya akan hilang.

“Kau pasti bisa melakukannya, Siwonnie.” Siwon menemukan ibunya telah menunggunya di pintu masuk menuju tempat press conference dilakukan.

Siwon memeluk ibunya dengan sedikit lebih erat. Siwon benar-benar membutuhkan kekuatan. Siwon tidak ingin dia pingsan saat menginjakkan kaki diruangan itu. Lalu Siwon memeluk ayahnya yang menepuk punggungnya pelan.

“Semuanya ada ditanganmu saat ini. Aku percaya keputusanmu adalah yang terbaik.”
“Aku juga percaya keputusanmu adalah yang terbaik, Siwonnie.” Siwon lansung melepaskan pelukannya dan berbalik untuk menemukan Kyuhyun berdiri dibelakangnya.
“Baby.”

Siwon langsung memeluk tubuh Kyuhyun yang kini dibalut jas abu-abu. Kyuhyun membalas pelukan Siwon dan menanamkan kecupan dileher Siwon yang sedikit berkeringat karena gugup. Siwon benar-benar bahagia Kyuhyun memutuskan untuk melakukannya bersama. Siwon tidak bisa membayangkan jika dia benar-benar harus melakukan ini tanpa Kyuhyun.

“Maafkan aku, Siwon. Seharusnya aku menyadari semua itu lebih cepat. Tapi aku malah menyakitimu.” Ucap Kyuhyun sambil membelai wajah Siwon dengan lembut.

Siwon menjawab ucapan Kyuhyun dengan ciuman dibibir Kyuhyun. Lalu Siwon memeluk Kyuhyun sekali lagi, masih sedikit tidak percaya jika Kyuhyun benar-benar datang. Sementara Kyuhyun hanya bisa membalas pelukan Siwon dengan senyuman lebar di wajahnya. Tidak ada rasa gugup sama sekali, malah Kyuhyun ingin cepat masuk keruangan itu dan mengumumkan pada dunia bahwa Siwon adalah miliknya.

“Semoga kalian berhasil.” Ujar Cho Yonghwan dan itu berhasil melepaskan pelukan erat dua sejoli itu. Secara bergantian Siwon dan Kyuhyun memeluk ayah dan ibu Kyuhyun.

Dan disinilah mereka sekarang, berdiri didepan pintu ruangan yang akan segera mengubah kehidupan mereka selanjutnya. Hal terbesar yang akan mereka lakukan selama hidup mereka. Siwon dan Kyuhyun saling bertatapan dan tersenyum. Tangan mereka bertaut dengan erat.

“Terima kasih sudah datang dan bersedia menemaniku, baby.”
“We made this mess together, so we should fix it together.” Kyuhyun tersenyum lembut kearah Siwon lalu memberikan sebuah kecupan di pipi Siwon.
“I love you, Cho Kyuhyun. Let’s face the world together!”
“I love you, too, Choi Siwon. I’ll let the world knows that you are entirely mine.”
“I love you without knowing how, or when, or from where. I love you simply, without problems or pride: I love you in this way because I do not know any other way of loving you but this way.”
.
.

Advertisements

43 thoughts on “[FF Kontes] 2nd Win – Almost Is Never Enough

  1. ngebayangin gmn sulitny hubungan idol macan won dan kyu,yg sama gender. Tp nyatanya cinta mereka udh trlalu sulit di masalahin. Nyatanya dunia yg skrg nerima hbgn sama gender.
    Romantic bgt..

  2. Terkadang aku merasa gila karn sangat2 berharap kalau wonkyu bener2 bisa bersatu di kehidupan nyatanya hehe
    Tp ga bs ngebayangi jg kalau seandainya mereka mmng menjalani suatu hubungan trus hrs mengakuinya di depan publik aku jgg ga tega ngeliat mereka pasti bakalan strees tertekan banget pasti ya..
    Semoga yg teebaik ajala buat wonkyu..
    Semoga mereka tetep bersama 🙂
    Selamanya ttep mencintai wonkyuu :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s