Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

Still You

IMG_2428092656698

Still You

-ssiihee-

Siwon&Kyuhyun

Romance, Angst, Family, Drama, Fluff, PG 15, BL, OOC, AU, M-Preg

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Don’t Like, don’t read!

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!

(= ̄▽ ̄=)V

***

SY

ssiihee©2014

Totally Reserved

***

Baca INI dan juga INI untuk story sebelumnya

“Jihyun-ah kau akan bertemu dengan seseorang yang sama cantiknya denganmu. Jadi bersikap manislah.”

Jihyun menatap kakeknya lekat. Dia tidak tahu siapa yang di bicarakan pria tua di depannya. Ayahnya sudah mengatakan kalau pria tua itu adalah kakeknya dan meminta Jihyun bersikap manis. Saat itu Jihyun memutar matanya. Memangnya kapan dia pernah bersikap tidak manis. Ah saat memutar matanya tadi.

Appa maaf aku terlambat.”

“Tidak apa Ryung-ah kami juga baru sampai. Duduklah.”

Wanita yang dipanggil Ryung oleh tuan Choi itu tersenyum lalu mengalihkan tatapannya kepada Jihyun. Dia mendekat ke arah gadis kecil itu dan sedikit membungkukan tubuhnya pada Jihyun yang saat ini sedang duduk manis.

Aigoo.. Kau pasti Jihyun. Benar kata kakekmu kau sangat cantik. Kenalkan aku Saeryung, Kim Saeryung. Kau bisa memanggilku Aunty.”

Jihyun memandang wanita dihadapannya. Benar kata kakeknya kalau wanita itu cantik. Tapi tidak lebih cantik dari ibunya. Bahkan ibunya jauh lebih cantik meski tanpa warna-warni di wajahnya seperti wanita itu.

Annyeong. Choi Jihyun imnida.” Jihyun membalas ucapan wanita di hadapannya dengan senyum manisnya. Tidak benar-benar manis menurut Jihyun. Entahlah dia tidak suka dengan wanita di depannya. Seperti ada sesuatu yang mengatakan bahwa Jihyun tidak boleh dekat-dekat dengan wanita tersebut.

“Jihyun-ah bagaimana sehabis ini kita jalan-jalan. Kau maukan?” Jihyun menatap sebentar wanita di sampingnya lalu mengalihkan tatapannya kepada sang kakek yang mengangguk mengiyakan.

“Aku bilang Mom dulu.”

“Tidak perlu. Haraboeji sudah mengatakannya,” sela Tuan Choi. Jihyun kemudian mengaduk-aduk makanannya. Selera makannya hilang seketika. Dia ingin pulang dan bertemu ibunya.

***

“Nah lihat Jihyun-ah bukankah ini sangat cantik?” Saeryung menunjukan sebuah gaun princess kepada Jihyun. Setelah makan siang gadis kecil itu menurut untuk ikut Saeryung jalan-jalan ke mall. “Kau mau? Kau pasti cantik jika menggunakan ini?”

Jihyun hanya tersenyum kecil dan menatap sekelilingnya namun tidak menemukan kakeknya. Dia mengalihkan tatapannya kembali kepada Saeryung yang saat ini tengah kembali memilih baju di toko pakaian khusus anak-anak itu.

Aigoo Agashi, apa ini putrimu? Cantik sekali.” Seorang pelayan toko menatap gemas Jihyun yang sudah berada disamping Saeryung yang saat ini hanya tersenyum.

Annie. Aunty bukan mommy Hyun,” jawab Jihyun. “Aunty bisakah kita pulang sekarang? Aku rindu mommy.” Akhirnya Jihyun memberanikan diri mengatakan kalau dia ingin pulang.

“Kita baru sebentar di sini Jihyun-ah.”

“Tapi aku rindu Mommy. Aku mau pulang.” Saeryung mengalah melihat mata Jihyun yang mulai tergenang. Setelah itu dia menghubungi tuan Choi.

Selama perjalanan ketiganya dilanda keheningan. Jihyun segera berlari keluar saat mereka sampai di gedung apartementnya. Setelah berpamitan dengan Saeryung dan kakeknya. Dia sudah bisa dan tahu dimana letak apartementnya sehingga tidak perlu membuat Saeryung atau Tuan Choi mengantarkannya.

“Kurasa akan sulit Appa. Anak itu terlalu bergantung pada ibunya,” ucap Saeryung saat mobil mereka mulai meninggalkan gedung tersebut.

Tuan Choi menggenggam tangan kanan Saeryung dan tersenyum menenangkan.

“Kau tenang saja. Jihyun hanya perlu mengenalmu. Yang kau perlukan hanya menarik perhatian Siwon. Namun dengan atau tanpa persetujuan Siwon Appa akan tetap menjodohkanmu dengan Siwon.”

“Tapi bagaimana dengan Kyuhyun. Dan apakah Appa yakin Siwon masih tertarik dengan… wanita?” Saeryung terlihat gugup saat mengatakannya membuat Tuan Choi tertawa.

“Kau ragu dengan kemampuanmu Ryung-ah? Dan masalah Kyuhyun itu bukan hal sulit. Sudah kubilang kau akan tetap jadi menantuku baik Siwon suka atau tidak.”

Saeryung tersenyum. Benar dia akan mengeluarkan segala pesonanya untuk menjerat Choi Siwon. Dengan dukungan Tuan Choi, Kyuhyun ataupun Jihyun bukanlah hal yang menyulitkan jalannya memiliki Choi Siwon. Memikirkan pria itu membuat Saeryung bingung. Bagaimana bisa pria setampan Siwon bisa terjerat dengan laki-laki seperti Kyuhyun yang bisa mengandung dan melahirkan.

Tuan Choi memang sudah menceritakan semuanya kepada Saeryung. Namun tetap saja sulit bagi Saeryung untuk memahaminya. Dan saat Tuan Choi berniat menjadikannya menantu keluarga Choi maka Saeryung tidak membuang kesempatan itu sedikit pun. Choi Siwon akan menjadi miliknya. Saeryung tertawa dalam hati bahwa mungkin dia akan menjadi istri kedua Choi Siwon. Tidak. Saeryung tetap istri pertama. Karena bagaimanapun Kyuhyun seorang pria.

***

Hyung tidak kembali ke Kantor?” Siwon yang saat ini sedang tiduran dengan paha Kyuhyun sebagai bantalannya memandang Kyuhyun dengan wajah berkerut kecewa yang di buat-buat.

“Kau tidak suka Hyung disini. Aigo. Baby boy bagaimana ini Daddy masih merindukanmu.” Siwon memiringkan kepalanya menghadap perut Kyuhyun dan menciumnya pelan.

Kyuhyun yang menyandarkan tubuhnya pada headboard ranjang hanya tertawa melihat kelakuan Siwon. Dengan perlahan dia mengusap surai hitam suaminya, membuat Siwon memejamkan mata merasakan belaian tangan Kyuhyun.

Hyung kapan Jihyun pulang? Aku merindukannya.”

“Mungkin sebentar lagi, Appa bilang dia hanya ingin mengenalkan Jihyun pada seseorang.”

Kening Kyuhyun berkerut bingung. Dia menghentikan pergerakan tangannya pada helai rambut Siwon. “Siapa? Appa tidak sedang menjodohkan putrikukan?”

Siwon tertawa. Dia bangun dan duduk menghadap Kyuhyun. “Tentu saja tidak sayang. Jangan terlalu banyak pikiran, tidak baik untuk kandunganmu.” Siwon menggerakan tangannya mengelus pipi Kyuhyun yang semakin chubby. Sementara Kyuhyun hanya memejamkan mata merasakan sentuhan Siwon. “Aku sudah tidak sabar ingin melihatnya.”

“Kau harus menunggu 2 bulan lagi,” ucap Kyuhyun. Dia menegakan tubuhnya dan menangkup wajah Siwon. Lalu menggerakan tangannya melingkari leher Siwon dan mendekatkan wajahnya mempersempit jarak diantara keduanya. Siwon tersenyum karena sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat bibir Kyuhyun menyesap bibirnya.

Sejak hamil Kyuhyun memang lebih agresif dan juga sensitif. Bahkan terkadang Siwon kewalahan mengadapi kemauan Kyuhyun soal yang satu itu. Tentu saja Siwon senang. Hanya saja terkadang dia perlu membatasinya. Dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan calon putra mereka.

Ciuman itu masih berlanjut dengan Siwon yang memegang kendali. Dia meletakan kedua tangannya di pinggang Kyuhyun dan menarik istrinya untuk duduk dalam pangkuannya. Sementara Siwon kini telah bersandar di headboard ranjang. Menyusupkan kedua tangannya dalam kemeja Kyuhyun lalu mengelus punggung mulus istrinya.

Kyuhyun menggelinjang merasakan usapan-usapan di punggungnya. Tangannya ikut bergerak membuka kancing-kancing kemeja Siwon. Sementara bibirnya masih dikuasai oleh Siwon.

Tok…tok…tok…

Mom, Hyun pulang.”

Siwon dan Kyuhyun menghentikan ciuman mereka dan menatap ke arah pintu bersamaan. Keduanya lalu kembali saling pandang sebelum kemudian tertawa pelan. Dengan kedua tangannya Kyuhyun kembali merapihkan kancing kemeja Siwon.

“Sebentar sayang,” sahut Kyuhyun yang sudah hendak bangun dari atas pangkuan Siwon namun suaminya menahannya.

“Biar aku yang buka.” Siwon perlahan menggeser tubuh Kyuhyun agar kembali bersandar di ranjang lalu segera membuka pintu.

“Hey ada apa?” tanya Siwon saat melihat wajah putrinya seperti awan mendung.

Jihyun tidak menjawab. Dia melewati Siwon dan segera naik keranjang lalu kemudian memeluk Kyuhyun. Mengubur wajahnya di dada ibunya. Kyuhyun menatap Siwon bingung. Namun pria itu juga hanya mengangkat bahu.

“Hey ada apa sweety?” tanya Kyuhyun. Dia membelai rambut Jihyun penuh sayang begitu juga dengan Siwon yang kini sudah duduk dipinggir ranjang.

“Apa Haraboeji nakal?” Siwon mendekatkan wajahnya untuk melihat wajah Jihyun namun putrinya kembali mengubur wajahnya di dada Kyuhyun.

“Hey anak manis harus menjawab ketika ditanya orangtuanya,” bujuk Kyuhyun sekali lagi.

Akhirnya Jihyun menyerah dan mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun. “Annie. Aku hanya merindukan Mommy. Mommy akan selalu bersama Hyun kan?”

Kyuhyun mentapa Siwon sejenak lalu kembali menata putrinya. “Tentu saja. Kita akan selalu bersama,” jawab Kyuhyun dengan mengeratkan pelukannya.

“Hey sweetheart apa hanya Mommy yang kau rindukan? Daddy dan adikmu tidak?”

Jihyun dan Kyuhyun menatap Siwon yang saat ini memasang wajah memelas. Lalu tertawa bersama.

“Hyun juga rindu Daddy dan adik. Tapi lebih rindu mommy.” Jihyun hanya tertawa saat melihat daddynya memajukan bibirnya kecewa. “Daddy jelek.”

Annie Daddy yang tertampan.”

Annie Hae Oppa yang tertampan.”

Mwo?! Yaks kemari kau.”

Siwon mengangkat tubuh Jihyun dan melingkarkan kedua tangannya di dada dan perut putrinya. Lalu memutar-mutar tubuh Jihyun yang hanya bisa tertawa. Kyuhyun tersenyum bahagia melihat kelakuan suami dan putrinya. Namun dalam hatinya ada keresahan. Entahlah Kyuhyun tidak tahu mengapa. Hanya saja perasaannya mengatakan ada sesuatu yang akan terjadi.

.

.

.

Kyuhyun merapatkan jaketnya dan memeluk tubuhnya. Menghalau udara dingin yang mulai menembus kulitnya. Dia meletakan tangan kanannya di perutnya. Berjalan menikmati suasana pagi itu. Sejak kembali ke Seoul lebih tepatnya sejak kehamilannya yang kedua Kyuhyun memang jarang keluar dari apartementnya. Entahlah dia masih belum siap untuk kembali menghadapi situasi saat dia mengandung Jihyun.

Saat ini Kyuhyun memang masih bisa berjalan-jalan santai tentunya dengan pakaian yang sedikit tertutup. Karena walau usia kandungannya sudah menginjak 7 bulan namun perutnya tidak terlalu buncit entahlah. Namun tetap saja beberapa orang di sekitarnya akan menatapnya saat dia refleks melakukan tindakan-tindakan alami untuk melindungi kandungannya seperti Kyuhyun akan selalu memeluk perutnya saat dia akan duduk. Atau mengelus perutnya saat melihat sesuatu yang membuatnya senang.

“Bagaimana? Kau senang?” Kyuhyun mengelus perutnya perlahan saat dia duduk di sebuah kursi dimana di sekitarnya terdapat beberapa pohon yang membuat suasana menjadi begitu segar.

“Boleh aku duduk disini?” Kyuhyun mengangkat wajahnya saat ada seorang wanita yang menghampirinya. Dia sedikit mengernyitkan dahi melihat penampilan wanita tersebut bukanlah penampilan seseorang yang sedang berjalan-jalan di taman.

Ne silahkan,” jawab Kyuhyun pada akhirnya. Kyuhyun melirik sedikit ke arah wanita yang duduk disampingnya.

“Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun menoleh cepat kearah wanita disampingnya saat namanya di panggil.

“Anda mengenalku?” Kyuhyun menatap lekat wanita di depannya mencoba mengingat mungkin dia pernah bertemu dengannya di suatu tempat.

Annie. Tapi kita pasti akan saling mengenal. Berapa usianya?” Wanita itu menunjuk kearah perut Kyuhyun dengan dagunya membuat Kyuhyun seketika reflesk memeluk perutnya.

Ne? Maksud Anda?” Entahlah Kyuhyun benar-benar bingung. Bagaimana wanita itu mengenal dan mengetahui soal kehamilannya.

“Kehamilanmu Kyuhyun-ssi.”

“Bagaimana… “

“Suatu saat kau akan tahu,” sela wanita itu. Tatapan ramah sebelumnya hilang menjadi tatapan sinis. “Walau sudah melihatmu tetap saja aku bingung bagaimana bisa kau hamil dan melahirkan.”

Agashi, sebenarnya… “

“Dan bagaimana bisa Siwon yang sempurna berakhir denganmu.”

“Kau mengenal Siwon?” Kyuhyun benar-benar tidak tahu siapa wanita di depannya. Kemungkinan wanita-wanita yang pernah hadir dalam kehidupan suaminya.

“Tentu saja.” Wanita itu berdiri dan melirik sekilas ke jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. “Sayang sekali aku harus pergi. Padahal masih banyak yang ingin aku bicarakan. Sampai jumpa lagi Kyuhyun-ssi.” Wanita itu tersenyum sekilas sebelum berlalu dari hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun memandang punggung wanita tersebut dengan resah. Perasaannya mengatakan ada sesuatu dengan wanita tersebut. Namun Kyuhyun mengabaikannya. Mungkin dia saja yang memang terlalu sensitif.

.

.

.

“Tunggu apa lagi? Ayo kita masuk.”

Hyukjae menatap Jihyun yang digandeng oleh Donghae. Hari ini princess kecil mereka minta ditemani ke taman hiburan. Awalnya Hyukjae bertanya kenapa tidak pergi dengan kadua orangtuanya itu akan lebih menyenangkan. Namun gadis kecil itu mengatakan bahwa dia tidak ingin membuat ibunya kelelahan. Jika dia pergi dengan ayahnya maka tidak ada yang menemani ibunya. Oh beruntungnya Jihyun punya dua pria tampan disisinya yang hari ini siap menemani sang putri seharian.

Annie. Masih ada yang belum datang.”

Mwo?! Kau mengajak siapa saja? Tidak cukup kah hanya kami berdua?”

Jihyun tertawa mendengar pertanyaan Donghae. “Tunggu sebentar Oppa. Hyun tidak mau pergi berdua saja dengan aunty itu.”

Alis Hyukjae terangkat sebelah. Dia membungkukan tubuhnya dan menatap Jihyun penuh selidik namun gadis kecil itu sama sekali tidak terintimidasi.

“Katakan kau mengajak kami bukan karena alasan yang kau katakan kemarin. Pasti ada hal lain.”

Ne,” jawab Jihyun malas. “Haraboeji yang menyuruhnya.”

“Menyuruh apa?” Donghae ikut penasaran ketika Jihyun menyebut-nyebut kakeknya. Pasti ada sesuatu.

“Jihyun-ah.”

Belum sempat Jihyun membuka suara terdengar suara lain yang memanggil namanya. Ketiganya seketika menoleh ke belakang dan pandangan mereka bertemu dengan seorang wanita yang sedang berjalan ke arah mereka. Wanita itu tersenyum ceria namun sama sekali tidak mengeluarkan aura menular.

“Kau sudah lama menunggu?” Wanita itu menyelipkan rambutnya yang terhempas angin ke belakang telinga. Dia tersenyum manis lalu pandangannya mengarah pada Donghae dan Hyukjae.

“Ah kalian pasti teman-temannya Siwon.” Donghae dan Hyukjae saling pandang. Bertanya apakah mereka mengenal satu sama lain.

Ne. Kau? Aku tidak pernah melihatmu,” jawab Hyukjae. Dia mengenal semua wanita yang pernah hadir dalam hidup Siwon. Namun tidak dengan wanita ini.

Ne. Aku hanya mengenal orangtua Siwon jadi wajar kalian tidak mengenalku. Saeryung imnida.” Wanita yang ternyata bernama Saeryung itu menundukan kepalanya sejenak.

“Oh. Aku Hyukjae dan itu Donghae.” Donghae hanya tersenyum menanggapi wanita didepannya. Sejak tadi ada yang mengganggu pikirannya.

Kajja Hyun-ah. Kita main.” Saeryung mengulurkan tangannya berharap gadis kecil itu menerimanya. Namun sesuai dugaannya bahwa putri Choi Siwon itu mengabaikannya.

Jihyun menarik tangan kanan Hyukjae lalu segera berjalan dengan Donghae yang menggengam tangan kanannya. Meninggalkan Saeryung yang hanya bisa memutar matanya. Selama bermain Jihyun tidak membiarkan dirinya sedikitpun berada dengan Saeryung berdua saja. Dia bahkan tidak melepas genggamannya pada Donghae. Donghae mencoba bertanya pada Hyukjae lewat tatapan namun sahabatnya juga tidak tahu apa yang sedang terjadi.

“Hyun-ah kau mau ice cream? Ayo kita beli ice cream.” Saeryung masih berusaha membujuk Jihyun agar mau bersamanya namun lagi-lagi gadis kecil itu menggeleng membuat Saeryung menghela nafas. “Baiklah. Aku ke toilet dulu.” Saeryung meninggalkan mereka bertiga.

“Hyuk Adjussi.”

“Aish. Oppa. Oppa Hyun-ah.” Hyukjae masih tidak terima dirinya dipanggil adjussi sementara Donghae, oppa.

“Aku mau ice cream.” Jihyun tertawa saat Hyukjae menatapnya dengan pandangan kesal.

“Tadi kau bilang tidak mau.”

“Aku mau Adjussi yang membelinya.”

Jihyun tersenyum manis dan menatap Hyukjae dengan mata bulat yang mengingatkannya dengan Kyuhyun. Tatapan yang tidak akan bisa ditolak baik dirinya maupun Donghae.

Arraso.”

***

“Menurutmu siapa wanita itu?” Donghae menatap Hyukjae yang duduk di kursi kemudi lalu menatap Jihyun yang tertidur pulas di kursi belakang. Gadis kecil itu sepertinya kelelahan. “Tuan Choi tidak sedang merencanakan sesuatukan?”

“Entahlah. Tapi sepertinya ini memang ada hubungannya dengan tuan keras kepala itu. Dilihat dari sikap Jihyun sepertinya ini bukan pertama kalinya mereka bertemu,” sahut Hyukjae.

Donghae kembali menatap Jihyun. Dia berharap tidak terjadi sesuatu hal yang buruk. Sudah cukup Kyuhyun dan putri kecilnya hidup dalam keadaan tidak menentu. Donghae dan Hyukjae menyayangi Jihyun lebih dari yang terlihat. Keduanya seolah sudah terikat dengan gadis kecil itu. Mereka berharap jika terjadi sesuatu mereka berdua bisa melindungi Jihyun walau keduanya tahu Siwon tidak mungkin membiarkan keluarganya menderita.

.

.

.

Mwo?! Bertemu Appa?” Kyuhyun menatap Siwon dengan mata bulatnya. Membuat Siwon tertawa karena gemas melihat istrinya sendiri.

“Kenapa tiba-tiba?” tanya Kyuhyun kembali. Dia begitu terkejut saat Siwon mengatakan bahwa ayahnya ingin bertemu mereka berdua.

“Entahlah. Mungkin inilah saatnya.” Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dan menarik pria itu ke dalam pelukannya.

Siwon tau bahwa Kyuhyun resah. Ini kedua kalinya Kyuhyun akan bertemu orang tua Siwon setelah pertemuan pertama yang tidak begitu menyenangkan. Namun Siwon berharap kali ini ayahnya akan membuka pintu hatinya untuk mereka berdua. Serta menerima keluarga kecilnya.

Kyuhyun sendiri akan sangat bahagia seandainya orangtua Siwon kini dapat menerimanya. Namun dia juga tidak mau terlalu berharap. Ada perasaan resah dalam dirinya dan mengatakan untuk tidak melakukannya. Tapi akan Kyuhyun abaikan jika itu baik untuk keluarga kecilnya di kemudian hari.

***

Sudah hampir satu jam Kyuhyun membongkar lemari pakaiannya dan membuat kamarnya berantakan dengan baju dan celana yang berserakan, namun tidak ada satu pun pakaian yang menurutnya pas. Dia menghela nafas dan mendudukan dirinya di ranjang.

“Bagaimana ini?”

Baby kau sudah siap?” Siwon menaikan alis melihat bagaimana keadaan kamarnya. Dia lalu duduk di samping Kyuhyun dan memutar tubuh istrinya menghadapnya. “Hey ada apa?”

Hyung bisakah kita membatalkannya? Aku sangat gugup,” ujar Kyuhyun.

Siwon tersenyum kecil lalu menarik tubuh Kyuhyun ke dalam pelukannya. “Tenanglah sayang. Aku bersamamu.” kata Siwon dengan sebuah kecupan di kepala Kyuhyun. “Tunggu sebentar,” kata Siwon.

Siwon melepaskan pelukannya lalu berdiri dan mengambil beberapa potong pakaian. Lalu mengulurkannya kepada Kyuhyun. “Kurasa ini bagus.”

Kyuhyun menerima sebuah kemeja longgar berwarna biru dengan sebuah sweater berwarna putih.

“Kau akan sangat cantik,” tambah Siwon.

“Tsk. Aku pria Hyung.” Kyuhyun memajukan bibirnya membuatnya mendapat sebuah kecupan manis dari Siwon.

Ne. Seperti biasa kau akan selalu indah dengan apapun yang kau pakai.”

Cheesy!” Siwon tertawa lalu menekuk lututnya di hadapan Kyuhyun. Dia menggenggam erat kedua tangan Kyuhyun.

“Tenanglah. Apapun yang terjadi aku akan selalu berada di sisimu. Kaulah tujuan hidupku satu-satunya. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu. Jika mereka menyentuhmu itu tanda mereka ingin melihatku mati.”

“Ssstttt….” Kyuhyun meletakan telunjuknya di bibir Siwon. “Jangan mengatakan hal seperti itu. Aku akan selalu bersamamu, begitu juga kau, Jihyun dan dia.” Kyuhyun menatap perutnya lalu kembali menatap Siwon. “Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan kami.”

Siwon tersenyum lalu menarik Kyuhyun kedalam pelukannya. Hanya Tuhan yang mampu memisahkannya dengan Kyuhyun. Jadi  dia tidak akan membiarkan siapapun menyentuh keluarganya.

***

“Sudah siap? Kajja kita berangkat.”

Kyuhyun yang sejak tadi berdiri di depan cermin menoleh kearah pintu di mana Siwon hanya menyembulkan kepalanya. “Sebentar Hyung.”

Siwon tersenyum lalu menghilang dibalik pintu. Kyuhyun kembali menatap pantulan dirinya didepan cermin seukuran tubuhnya. Kemeja biru itu memang menyamarkan kandungannya. Namun tetap terlihat dan Kyuhyun senang. Dia sudah bertekad akan berdiri kokoh dengan keadaanya dihadapan orang lain. Kyuhyun sudah tidak memikirkan tanggapan mereka selama ada Siwon dan Jihyun juga orang-orang yang bahagia dengan kehamilannya.

Kajja kita berangkat. Semoga kakekmu tidak melakukan hal-hal yang aneh,” kata Kyuhyun pada perutnya.  Kemudian dia mengambil sweater putih panjang dan tas hitam yang dia kaitkan di pundaknya.

Siwon hanya tersenyum melihat Kyuhyun kemudian menuntun istrinya berjalan dengan tangan melekat posesive pada pinggang Kyuhyun. Jihyun sendiri sudah mengungsi pada dua adjusi tampannya.

***

Appa masih menunggu seseorang?” Siwon bertanya saat dia dan Kyuhyun sampai ayahnya tidak mengatakan apapun. Sementara Kyuhyun memilih diam. Dia tidak ingin terlibat jika tidak di minta.

“Apa aku terlambat?” tiba-tiba seorang wanita menghampiri mereka. Tuan Choi menatap wanita itu dan tersenyum.

Annie. Duduklah Ryung-ah,” jawab Tuan Choi. Wanita itu menarik kursi di sebelah kiri Tuan Choi berhadapan dengan Kyuhyun.

“Ah Kyuhyun-ssi kita bertemu lagi,” sapa Saeryung.

Kyuhyun tersenyum kecil saat memutar ingatannya mengenai wanita di hadapannya yang dia temui di taman.

“Kau mengenalnya?” Siwon bertanya.

“Tidak juga. Tapi sepertinya kami akan saling kenal,” jawab Kyuhyun.

“Kita bisa memulainya.” Tuan Choi membuka suaranya.

Pria tua itu kemudian memanggil pelayan yang berdiri di sudut ruang. Tuan Choi sengaja memesan ruangan khusus untuk hal yang akan diutarakannya.

Appa akan mengatakan alasan mengapa kalian berada disini.”

Siwon yang sejak tadi sibuk dengan Kyuhyun menoleh menatap ayahnya. Begitu juga Saeryung yang sejak tadi ingin sekali menghilangkan Kyuhyun dari pandangannya.

“Kupikir ini hanya makan biasa,” ujar Siwon.

“Kau.” Tuan Choi menatap Siwon dalam. “Mulai saat ini bersikap baiklah pada Ryung. Dia calon istrimu dan Appa tidak menerima penolakan.”

“Apa maksud Appa? Aku sudah menikah dan…” Siwon teringat dengan Kyuhyun. Dia memalingkan wajahnya pada istrinya yang kini terdiam kaku. Wajahnya pucat dan tangannya memegang sendok terlalu kencang.

Baby kau baik-baik saja? Sebaiknya kita pulang.”

“Kau tidak usah khawatir Kyuhyun-ssi. Aku tidak akan memaksamu meninggalkan Siwon jika kau mendukungku.”

Kyuhyun memejamkan matanya. Ada sesak di dadanya saat Tuan Choi menyebut namanya begitu formal. Dan Kyuhyun menyerap kata-kaya mertuanya bahwa dia harus rela membagi Siwon dengan Saeryung.

“Lagipula Ryung-ah tidak keberatan.” Saeryung yang namanya di sebut tersenyum senang.

“Mianhae Kyuhyun-ssi. Aku tidak bisa menolak keinginan Appa. Kita bisa merawat Jihyun bersama-sama. Ah dia anak yang manis,” sahut Saeryung tenang.

Kyuhyun menatap Saeryung tajam saat mendengar nama putrinya disebut. “Kau mengenal putriku?”

Saeryung mengangkat bahu acuh. Sementara Siwon mengusap wajahnya gusar dan menatap ayahnya tajam.

“Kami pernah beberapa kali bertemu dan bermain.” Saeryung tertawa pelan mengabaikan Kyuhyun yang kini perasaannya hancur. “Kau tahu banyak yang mengira dia putriku. Kurasa kami cocok.”

“Hentikan!” kata Siwon. Dia sudah tidak tahan dengan suasana saat ini. “Appa aku kecewa padamu.”

Waeyo? Ini bagus untukmu Siwon. Jihyun akan punya ibu sebagaimana pada umumnya dan juga keluarga normal seperti yang lainnya. Kau pikirkan saja Kyuhyun-ssi jika kau menyayangi putrimu.”

“Aku tidak bisa Appa. Nanti kita bertemu lagi.” Siwon berdiri dan memegang bahu Kyuhyun. “Sayang kau pasti lelah. Kita pulang saja.” Siwon membantu Kyuhyun berdiri dan menuntunnya berjalan.

“Kyuhyun-ssi kita harus berbicara nanti.” Saeryung melambaikan tangannya saat Kyuhyun menoleh padanya.

***

“Jangan dipikirkan. Aku tidak akan menuruti keinginan Appa. Tidak akan ada yang bisa mengusik keluarga kecil kita,” kata Siwon dengan senyum kecil di bibirnya kepada Kyuhyun saat mereka sampai di basement apartement.

“Aku lelah Hyung. Bisa kau gendong aku.” Kyuhyun menatap suaminya dengan senyum lemah.

“Tentu saja.” Siwon segera keluar dan memutar tubuhnya untuk membuka pintu penumpang.

Dengan perlahan dia mengangkat tubuh Kyuhyun yang langsung melingkarkan tangannya erat pada leher Siwon. Menghirup aroma Siwon yang menenangkannya.

Selama perjalanan pulang pikiran Kyuhyun terus mengulang ucapan Tuan Choi. Hatinya sakit mendengar dia harus membagi Siwon dengan orang lain. Walau Kyuhyun yakin Siwon tidak akan melakukannya namun Kyuhyun takut. Entah apa yang dia takutkan.

Siwon menghela nafas saat melihat Kyuhyun langsung meringkuk dibalik selimut tanpa mengatakan apapun padanya. Dia harus bicara dengan ayahnya.

***

“Kyuhyun?”

Siwon menghela nafas mendengar pertanyaan ummanya. “Mianhae Umma tidak bisa berbuat apa-apa.”

“Tidak apa-apa Umma. Kyuhyun sedang istirahat. Aku rasa dia cukup terguncang.” Siwon menatap Kyuhyun yang tertidur pulas. “Aku akan bicara dengan Appa. Mianhae Umma.”

Annie. Umma yang harusnya minta maaf. Jika Umma memberitahukan lebih awal mungkin tidak akan terlalu mengejutkan kalian. Mianhae. Maaf karena Umma tidak bisa menolong kalian.”

Siwon tersenyum mendengar ucapan ibunya. Dia sangat tahu ibunya sudah berusaha menerima Kyuhyun saat ini. Walau jarang mengatakannya namun Siwon tahu ibunya begitu perhatian dengan keluarga kecilnya.

Annie. Umma mau mendengarkan ku saja sudah membuatku senang. Dan terima kasih karena berdiri disisi kami.” Siwon yakin kini ibunya tengah tersenyum.

“Baiklah Umma nanti ku telpon lagi. Jaga kesehatan Umma. Annyeong~~~.” Siwon mengakhiri sambungan dengan ibunya kemudian melangkah ke sisi ranjang. Dia mendudukan dirinya disisi Kyuhyun kemudian mengecup dahi istrinya pelan.

.

.

.

Mwo? Dijodohkan?” Donghae menelan minumannya cepat mendengar cerita Siwon mengenai ayahnya yang berniat menjodohkannya.

Saat ini mereka bertiga -Siwon, Donghae, Hyukjae- sedang berkumpul di sebuah caffe baru milik Donghae. Siwon merasa ia harus menceritakan masalah ini kepada sahabatnya. Lagi pula kedua sahabatnya sudah terlibat jauh dalam keluarganya.

“Jadi itu alasan wanita itu mendekati uri Jihyun?” Hyukjae seolah menjawab pertanyaannya sendiri. Sementara Siwon menatap bingung sahabatnya.

“Maksudmu?”

“Ah itu. Jihyun pernah mengajak kami menemaninya jalan-jalan bersama seorang wanita bernama Saeryung,” jawab Hyukjae.

“Aku tahu sekarang mengapa Jihyun tidak mau berdekatan dengan wanita itu.” Donghae menimpali.

Sementara Siwon mulai mencerna semuanya.  Dimulai dari kakeknya yang ingin mengenalkan putrinya dengan seseorang. Sampai Jihyun yang seingatnya meminta ijin untuk bermain di taman hiburan bersama kedua adjusinya. Ah Siwon juga mengingat saat putrinya pulang dengan wajah sedih. Siwon memijat pelipisnya. Dia merasa gagal menjaga keluarganya.

“Lalu bagaimana?” Hyukjae menyesap minumannya cepat. “Kau tidak akan menerimanya begitu saja kan? Aku tidak akan membiarkan wanita itu menyakiti Uri Jihyun.”

Siwon tersenyum penuh terima kasih karena kedua sahabatnya begitu menyayangi putrinya. Bahkan Siwon merasa dia akan di habisi sahabatnya sendiri jika sesuatu terjadi pada Jihyun.

“Tentu saja aku tidak akan membiarkan Appa mengatur hidupku,” ucap Siwon. Perasaannya sedikit  tenang setelah menceritakan masalahnya. “Nanti aku pasti akan merepotkan kalian.”

Donghae menepuk bahu Siwon, “Kau tenang saja. Kami akan selalu mendukungmu. Bukankah itu gunanya sahabat.”

Gomawo.”

.

.

.

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?”

Kyuhyun memandang Saeryung yang duduk dihadapannya. Wanita itu meminta bertemu dengannya. Dan Kyuhyun tau apa yang ingin wanita itu katakan. Hanya saja sejak mereka duduk 30 menit yang lalu, wanita itu tak sedikitpun membuka suaranya. Membuat Kyuhyun kesal karena mereka hanya bertatapan.

“Aish bagaimanapun aku memikirkannya, aku tetap tak mengerti,” ucap Saeryung. Wanita itu menegakan tubuhnya dan menatap Kyuhyun intens. “Dengar Kyuhyun-ssi kau pasti sudah tahu aku ini calon tunangannya Siwon. Ku harap kau tidak mempersulitnya.”

Mwo?! Kau sangat percaya diri.”

“Tentu saja.” Wanita itu memainkan kuku jarinya yang penuh dengan cat berwarna-warni. “Aku akan tetap menikah dengan Siwon baik kau setuju atau tidak. Dengar,” Saeryung menatap tajam Kyuhyun. “Kau hanya perlu menyetujuinya maka aku tidak akan mempermasalahkan statusmu sebagai istri Siwon juga.” Wanita itu mengangkat bahu acuh.

Kyuhyun sendiri sudah mengepalkan tangannya kesal. Dia teringat ucapan Tuan Choi bahwa ini baik untuk kehidupan putri dan anak yang kini dalam kandungannya. Namun bagaimana bisa ia mempercayakan putra-putrinya dengan wanita seperti ini.

“Aku juga akan berusaha jadi ibu yang baik jika anak-anakmu bersikap manis. Ah aku senang karena mungkin aku tidak perlu meributkan tubuhku yang akan berubah jika melahirkan. Karena sudah ada kau yang akan melahirkan anak-anak Siwon.”

Kyuhyun menahan keinginannya untuk menjambak rambut panjang Saeryung. Wanita dihadapannya membuat tekanan darahnya sedikit naik.

“Ku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan,” ucap Kyuhyun. Setelah itu Kyuhyun segera beranjak meninggalkan Saeryung yang hanya terkekeh geli.

.

.

.

“Kau baik-baik saja?” Jinra bertanya pada Kyuhyun yang sejak tadi hanya mengaduk-aduk makanannya. Padahal gadis itu tahu betul bahwa Kyuhyun sangat menginginkan makanan dihadapannya.

“Aku baik-baik saja,” Jinra menghela nafas mendengar jawaban Kyuhyun.

Nunna,” panggil Kyuhyun pelan membuat Jinra kembali menatap wajah pucat dihadapannya. “Siwon dijodohkan.” Jinra menghentikan kunyahannya.

“Maksudmu?” Maafkan otak Jinra yang saat ini sangat lamban.

Appa akan menjodohkannya dengan seorang wanita.”

Mwo!?” teriak Jinra kencang saat mencerna perkataan Kyuhyun membuat beberapa pengunjung di restorant tersebut menoleh ke arahnya.

“Kau tidak sedang bercandakan?” Kyuhyun mengangkat bahu. Dia menatap Jinra lalu membulatkan matanya.

Bukan karena wajah kakak perempuannya yang aneh namun pandangan terarah ke pintu masuk di mana seorang pria dan wanita yang dikenalnya masuk.

Kyuhyun sangat mengenal siapa mereka. Suaminya dan calon tunangan suaminya. Siwon dan Saeryung. Seketika ada rasa yang aneh dalam hatinya. Membuatnya sesak. Bahkan kini perutnya terasa sakit karena tendangan putranya. Oh sayang jangan sekarang.

“Kyunnie kau kenapa?” Jinra terlihat khawatir melihat wajah kesakitan Kyuhyun.

Seementara Kyuhyun berusaha menahan air matanya. Dia berdiri hendak pergi dari tempat itu. Saat itu Siwon berbalik dan tatapannya bertemu dengan tatapan Kyuhyun yang terluka.

Baby.”

Hanya satu suara yang Kyuhyun dengar sebelum semua pandangannya mengabur dan berubah menjadi gelap. Teriakan Jinra dan juga Siwon yang memanggil namanya.

***

“Kyuhyun-ah kau sudah sadar?”

Kyuhyun mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan penglihatannya. Setelah itu dia menoleh ke samping dimana berdiri seorang wanita yang menatapnya khawatir.

“Aish dasar Siwon bodoh. Dia tidak bisa menjagamu.” lanjut wanita itu dengan ucapannya yang terdengar kesal.

Kyuhyun tersenyum dan menggerakan tangan kanannya yang sejak tadi digenggam wanita tersebut. .

“Apa kau baik-baik saja? Apa yang kau rasakan? Katakan pada Umma.” Wanita tersebut yang ternyata Nyonya Choi lebih mengeratkan genggamannya.

Dia begitu panik saat Siwon mengabarkan bahwa Kyuhyun pingsan dan dirawat di Rumah Sakit. Pasalnya selama kehamilannya Kyuhyun sama sekali tidak mengalami hal-hal yang menghawatirkan. Nyonya Choi selalu memastikan kesehatan cucunya dan juga Kyuhyun walau tidak secara langsung.

Umma.” panggil Kyuhyun pelan.

Ne. Ada apa?”

“Boleh aku memeluk Umma?” Kyuhyun menatap nyonya Choi penuh harap. Dia sangat senang wanita itu menghawatirkannya dan menggenggam tangannya erat. Betapa Kyuhyun merindukan sosok ibu lagi dalam kehidupannya.

Nyonya Choi tersenyum dan segera beranjak duduk di ranjang Kyuhyun. Membantunya duduk lalu segera memeluknya.

“Tentu saja,” ucap Nyonya Choi. Dia mengelus sayang punggung Kyuhyun. “Mianhae. Umma terlalu takut menunjukannya.”

Kyuhyun tidak menjawab. Dia memejamkan mata dan menenggelamakan wajahnya pada ceruk leher nyonya Choi. Merasakan bagaimana tenang dan damainya berada dalam pelukan seorang ibu.

“Terima kasih. Aku menyanyangimu.”

Umma juga menyanyangimu.” Nyonya Choi melepaskan pelukannya lalu menyentuh wajah Kyuhyun lembut. “Istirahatlah.” Nyonya Choi merapihkan rambut ikal Kyuhyun yang sedikit berantakan. “Dokter mengatakan kau terlalu banyak pikiran hingga berujung stress dan kelelahan.” Kyuhyun tersenyum kecil. “Umma tau apa yang mengganggu pikirannmu. Dan tenang saja. Umma sudah memberikan ganjaran kepada Siwon.”

Tiba-tiba saja aura Nyonya Choi berubah menjadi kesal mengingat kesalahan yang dilakukan putranya hingga menantunya seperti ini. Kyuhyun hanya tersenyum dan bersyukur bahwa kejadian ini justru membuatnya lebih dekat dengan ibu mertuanya. Mendengar nama Siwon seketika Kyuhyun mengingat kejadian siang tadi. Namun saat ini dia juga merindukan suaminya.

Umma. Di mana Hyung?”

“Menjemput Jihyun. Anak itu menangis mendengar kau masuk rumah sakit.” Nyonya Choi menjawab tanpa mengalihkan perhatiannya pada buah yang sedang dikupasnya. “Malam ini Umma akan membujuknya menginap agar kau bisa beristirahat dengan tenang.”

Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan membuka mulutnya ketika Nyonya Choi menyuapinya sepotong jeruk. Kyuhyun tersenyum bahagia.

.

.

.

Siwon menatap Kyuhyun yang kini sedang memejamkan matanya. Istrinya tertidur kembali setelah suster memberikan beberapa vitamin yang harus diminum Kyuhyun. Mereka berdua sama sekali belum bicara karena tadi ada Jihyun yang tidak mau lepas sedikitpun dari Kyuhyun. Namun setelah dibujuk bahwa ibunya harus istirahat akhirnya putrinya itu mau menginap di rumah neneknya. Walau dengan bibir yang dimajukan. Siwon ingat saat putrinya mengatakan bahwa dia tidak ingin pulang bersama neneknya karena pasti dia akan bertemu dengan wajah kakeknya yang menyeramkan.

Hyung~~~” Siwon terkejut saat tiba-tiba saja Kyuhyun terjaga dan kini menatapnya dengan mata bulatnya. Ah Siwon merindukan Kyuhyunnya.

Mianhae,” hanya itu yang dapat Siwon katakan. Kyuhyun tersenyum lemah lalu menyentuh wajah Siwon perlahan membuatnya sedikit mengernyit.

“Jangan khawatir,” ucap Siwon saat Kyuhyun hendak mempertanyakan reaksinya. “Hanya sedikit pelajaran dari Umma.”

Siwon tertawa pelan mengingat wajahnya yang menjadi tempat ibunya merusak tas tangan yang baru dibelinya. Siwon tidak menyangka ibunya akan bereaksi seperti itu saat tahu Kyuhyun pingsan.

“Istirahatlah,” ucap Kyuhyun pelan. Namun saat Siwon tak menjawabnya Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya membuat Siwon sedikit terkejut.

“Aku akan istirahat nanti.”

“Aku baik-baik saja Hyung. Kau pulanglah.”

“Baiklah aku akan istirahat di sofa.”

“Kau tidak mendengarkanku.” Kyuhyun berucap tanpa memandang wajah Siwon membuat pria itu mengusap wajahnya kasar. Mungkin Kyuhyun masih marah padanya ditambah mood swing yang dialaminya.

“Baiklah. Aku pulang. Jaga dirimu.”

Siwon mengecup dahi dan bibir Kyuhyun lembut. Setelahnya Siwon beranjak keluar dan segera menuju rumahnya yang terlihat sepi. Dia memutuskan untuk tidur di kamar putrinya.

.

.

.

Baby.”

“Aku mau pulang Hyung.”

Kyuhyun tetap dengan pendiriannya bahwa dia baik-baik saja. Dan hanya ingin pulang. Kalaupun dia harus istirahat dia ingin istirahat di rumahnya. Sementara Siwon yang sejak tadi berusaha membujuk Kyuhyun akhirnya menyerah setelah kini Kyuhyun menahan air matanya.

Lagipula mungkin saja jika di rumah Kyuhyun akan mau mengatakan perasaannya. Karena sejak kemarin keduanya belum membahas masalah mengenai pertemuan Siwon dan Saeryung. Nyonya Choi dan Jinra lah yang sudah mengetahui bahwa Siwon dan Saeryung bertemu untuk membicarakan bahwa dia tidak akan pernah memenuhi keinginan ayahnya.

“Apa kau butuh sesuatu?” tanya Siwon saat dia membantu Kyuhyun berbaring di ranjang. Dia menarik selimut sebatas perut Kyuhyun kemudian menggenggam kedua tangan istrinya.

Annie. Aku hanya ingin tidur Hyung,” jawab Kyuhyun lemah.

“Sayang. Soal yang kemarin, aku dan Saeryung hanya bertemu untuk mengatakan bahwa aku tidak akan pernah membiarkan siapapun memiliki diriku kecuali kau. Kumohon jangan seperti ini.”

Siwon menatap Kyuhyun sedih. Dia sungguh tidak kuat melihat wajah Kyuhyun yang pucat walau kulitnya memang seperti itu biasanya. Belum lagi bibir merah yang biasanya tersenyum manis itu kini terlihat kering dan juga pucat.

“Aku tau Hyung. Mianhae membuatmu khawatir.” Kyuhyun tersenyum lalu menarik tangan Siwon ke perutnya. “Bisa kau sapa dia. Sepertinya dia merindukanmu karena dia tidak berhenti bergerak sejak tadi.”

Siwon tersenyum lalu mengelus perut buncit Kyuhyun dan mendekatkan wajahnya untuk mengajak putranya yang beberapa minggu lagi akan meramaikan keluarga kecil mereka.

“Hai sayang, mianhae Daddy membuat Mommy sedih. Baik-baiklah  Mommy butuh istirahat.”

Mommy,” tiba-tiba saja Jihyun menyerbu masuk dan segera naik ke atas tempat tidur. Gadis kecil itu duduk di samping ibunya dan menatap Kyuhyun khawatir. “Gwenchana?”

Ne. Mommy baik-baik saja,” jawab Kyuhyun yang kini menarik Jihyun untuk berbaring di sisinya. Ah Kyuhyun merindukan putri kecilnya.

“Sayang kau bersama siapa?” tanya Siwon.

Aunty menjemputku?”

“Siapa?” Jihyun menatap ibunya dengan gemas.

“Tentu saja Jinra aunty. Memangnya Hyun punya berapa aunty.” Siwon dan Kyuhyun tertawa mendengar jawaban putri mereka. Lalu ketiganya justru tertidur bersama meninggalkan Jinra yang hanya memutar matanya sebelum membantu Kyuhyun merapihkan apartementnya.

.

.

.

“Kau terlihat tidak baik-baik saja.”

Kyuhyun hanya menatap Saeryung yang duduk didepannya sekilas. Wanita itu kembali meminta bertemu dan Kyuhyun harus menggunakan berbagai alasan agar dia lepas dari pengawasan Siwon.

“Bicaralah. Kurasa Siwon sudah mengatakannya. Kau tidak akan bisa mengganggu keluargaku.” Saeryung tertawa pelan meremehkan.

“Kita lihat saja nanti. Ah Kyuhyun-ssi pernahkah kau berpikir bagaimana perasaan Jihyun saat teman-temannya mengejeknya karena punya ibu sepertimu?”

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan Saeryung-ssi?” ucap Kyuhyun geram. “Kurasa aku lebih mengetahui bagaimana putriku lebih dari siapapun, terutama kau yang baru beberapa kali bertemu dengannya.”

“Tentu saja. Tapi tidakkah kau tahu perasaan putrimu saat teman-temannya mengejeknya. Dia memang tidak mempermasalahkan karena dia terlalu menyayangimu. Tapi tetap saja aku merasa prihatin.”

Kyuhyun beranjak dari kursinya berniat pergi sebelum Saeryung mengatakan hal-hal lainnya.

“Hati-hati dengan kandunganmu Kyuhyun-ssi.” Saeryung berucap dengan intonasi sedikit keras membuat beberapa pengunjung restorant yang sejak tadi mencuri pandang kepada Kyuhyun kini dengan berani menatapnya tajam.

Beberapa diantaranya mulai berbisik tentang Kyuhyun yang seorang pria namun sedang hamil. Kyuhyun menghirup nafas sebanyak-banyaknya lalu membuangnya bersamaan dengan langkahnya meninggalkan Saeryung yang tertawa kecil namun mengejek.

Kyuhyun berjalan perlahan mengabaikan beberapa orang yang menatap perutnya aneh. Entahlah hari ini dia merasa semua orang seakan memusuhinya. Membicarakan hal-hal yang sedikit menyakiti perasaan Kyuhyun. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya. Namun entahlah mengapa kali ini Kyuhyun merasa sangat sedih.

Kaki jenjangnya terus melangkah hingga dia berhenti ketika pandangannya tertuju pada sebuah keluarga yang sedang duduk di taman. Sang ayah sedang memangku putrinya yang Kyuhyun kira seusia dengan Jihyun. Sementara disampingnya seorang wanita dengan perut buncitnya sedang tersenyum melihat suami dan putrinya mengelus perutnya.

Kyuhyun tersenyum kecil. Itu mengingatkannya pada keluarga kecilnya, pada Siwon dan juga Jihyun. Kyuhyun menyentuh perutnya dan mengusapnya perlahan. “Apa kau menyesal karena aku yang mengandungmu?”

Setetes air mata jatuh dibalik iris karamel itu. Kyuhyun begitu menyayangi Jihyun dan bayi yang kini di kandungannya.

Mianhae,” bisik Kyuhyun pelan.

Putra-putrinya mungkin akan lebih bahagia jika lahir dari wanita pada umumnya. Jihyun mungkin tidak akan mengalami hal-hal seperti yang Saeryung katakan. Air mata Kyuhyun semakin deras mengalir.

Entah mengapa perasaannya begitu sedih. Dia menangis sesenggukan di sudut bangku taman membuat beberapa pengunjung kembali menoleh kepadanya namun sama sekali tak ada yang berniat menghampirinya. Kyuhyun mengadahkan kepalanya menatap langit sore.

Mianhae.”

***

Siwon segera menghampiri putrinya yang kini sedang duduk di sofa depan. Jihyun menangis dalam diam setelah menelpon ayahnya dan memberitahukan Siwon bahwa ada yang aneh dengan ibunya. Saat itu juga Siwon langsung meninggalkan rapat penting yang sedang ia hadiri.

“Hey sayang ada apa? Mengapa menangis? Dimana Mommy?”

Daddy.” Jihyun memeluk Siwon dan menangis sesenggukan. “Mommy,” lanjut Jihyun.

Gadis kecil itu begitu bingung saat mendapati ibunya pulang dengan keadaan berantakan. Wajahnya pucat dengan mata merah seperti habis menangis. Ibunya bahkan tidak menjawab salamnya dan langsung mengunci diri di kamar.

“Tenanglah sayang. Daddy akan liat Mommy. Kau tunggu di kamar ne?” Jihyun mengnganggukan kepalanya dan segera berlari ke kamarnya. Sementara Siwon membuka pintu kamar mereka dengan kunci cadangan.

Baby.”

Hati Siwon mencelos mendapati Kyuhyun kini sedang duduk di ranjang dengan pandangan kosong. Jejak air mata menghiasi wajah pucat Kyuhyun. Siwon menekuk lututnya di depan Kyuhyun lalu menggenggam tangan istrinya perlahan. “Sayang.”

Kyuhyun mengerjapkan matanya perlahan lalu menatap Siwon intens. “Hyung.”

Ne. Hyung di sini. Ada apa sayang?” Siwon mengecup tangan Kyuhyun ketika istrinya itu hanya diam saja. Dia sungguh merutuki dirinya yang tidak bisa menjaga Kyuhyun dengan baik.

“Kumohon bicaralah.” Siwon menangis didepan Kyuhyun. Dia lebih suka Kyuhyun memukuli dan meneriakinya dari pada diam seperti ini. Siwon tidak sanggup melihatnya.

“Aku lelah Hyung,” jawab Kyuhyun singkat dengan pandangan tidak fokus. Seperti mencari sesuatu. “Aku mau tidur.”

Ne. Biarkan aku membantumu.” Siwon menyerah untuk mengajak Kyuhyun bicara. Mungkin setelah istirahat istrinya mau mengatakan apa yang di rasakannya.

Dengan perlahan Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun ke dalam gendongannya. Lalu membawa tubuh Kyuhyun ke kamar mandi untuk dibersihkan agar istrinya dapat istirahat dengan nyaman. Dengan perlahan Siwon mendudukan Kyuhyun di westafel dan mulai melepas satu per satu pakaian yang Kyuhyun gunakan tanpa protes sedikitpun dari istrinya. Siwon meyesali apa yang terjadi sehingga membuat Kyuhyunnya seperti ini.

Dengan lembut Siwon menyapu tubuh Kyuhyun yang diam saja dengan handuk basah. Istrinya seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat sulit untuk dibayangkan. Hingga tidak menyadari sekitarnya.

Baby. Bukankah dia akan segera hadir dan meramaikan keluarga kecil kita?”

Siwon mencoba mengambil perhatian Kyuhyun saat dia mengusap perut buncitnya. Hanya saja Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman. Usapan Siwon bergerak ke atas dada Kyuhyun dan  dia berhenti di sana saat menyadari ada yang berbeda dengan tubuh Kyuhyun selain perutnya.

“Kau baru menyadarinya Hyung?” tanya Kyuhyun secara tiba-tiba saat Siwon terdiam.

Ne?”

Kyuhyun mengambil tangan Siwon dan meletakannya di atas dadanya. “Ini. Kau baru menyadari bahwa dadaku sedikit membesar.”

Siwon menatap tangannya yang kini berada di atas dada Kyuhyun yang memang baru dia sadari sedikit besar layaknya wanita. Dan Siwon saat ini berusaha menahan dirinya. Bagaimanapun dia seorang pria dan Kyuhyun istrinya. Namun selama ini Siwon pikir itu karena tubuh Kyuhyun yang memang lebih berisi.

“Ini salah satu keanehanku yang lain,” Kyuhyun menundukkan kepalanya. “Aku bukan hanya bisa hamil dan melahirkan, namun aku juga bisa menyusui walau tidak sebanyak wanita pada umumnya. Karena aku memang bukan wanita.” Bahu Kyuhyun mulai bergetar dan Siwon bergegas memeluk tubuh polos Kyuhyun.

“Aku bukan wanita yang bisa jadi ibu yang baik bagi Jihyun.” Kyuhyun mulai terisak dan mengeluarkan segala apa yang dia rasa.

Sementara Siwon terus memeluknya. Mencium kepala Kyuhyun dan mengusap punggung putih itu untuk menenangkannya.

Hyung~~~” Kyuhyun terisak dengan air mata deras di pipinya membuat Siwon ikut menangis melihat Kyuhyun seperti ini.

“Jihyun,,, Jihyun dan dia…” Kyuhyun menyentuh perutnya. “Mungkin akan lebih bahagia jika mereka lahir dari seorang wanita. Bukan dari orang aneh sepertiku.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya penuh kesedihan.

“Sstt… baby itu tidak benar.” Siwon kembali memeluk Kyuhyun erat.

“Mereka tidak akan dihina dan disakiti karena punya ibu seperti aku Hyung. Bagaimana ini?” Kyuhyun menangis sesenggukan. “Aku sangat mencintai anak-anakku. Tapi bagaimana jika karena aku mereka menderita. Bagaimana jika mereka tidak diterima oleh orang-orang karena memiliki ibu sepertiku.”

Tangis Kyuhyun semakin kencang. Dia membayangkan bagaimana nanti putra dan putrinya harus mendengar hinaan karena punya ibu sepertinya. Bagaimana mereka harus menceritakan tentang orangtuanya. Kyuhyun tidak bisa melihatnya dia sungguh merasa bersalah pada kedua anaknya.

Baby dengar… ” Siwon menangkup wajah Kyuhyun untuk menatapanya. “Bagimu apa Jihyun adalah sebuah beban? Apakah kedua anak kita merupakan aib? Atau sesuatu yang salah karena mereka hadir dalam rahimmu?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya kencang. Baginya Jihyun dan putra yang sedang dikandungnya adalah anugrah terbesar Tuhan dalam kehidupannya. Kyuhyun sanggup memberikan apapun asal putra-putrinya dapat bahagia.

Annie. Mereka anugrah terbesar Hyung. Harta berharga yang ku miliki.” Bagaimana bisa Siwon mengatakan hal itu. Kyuhyun tidak bisa hidup tanpa kedua putrinya dan juga Siwon.

“Lalu mengapa kau seperti ini? Tidak tahukah kau saat ini mungkin saja dapat membuat Jihyun dan juga dia bersedih? Tidak kah kau berpikir bagaimana seandainya justru Jihyun yang merasa bahwa dia menjadi beban untukmu jika dia tahu kau bersikap seperti ini? Bagiku pun seperti itu. Aku merasa akulah yang membuatmu seperti ini. Tidak hanya kau bahkan aku juga menyakiti Jihyun.”

“Tapi aku tidak pantas Hyung. Jihyun seharusnya punya ibu yang lebih baik.”

“Maka jadilah ibu terbaiknya. Kau tahu bagi Jihyun kau bagaikan mercusuar  dan kompas yang menuntunnya untuk kembali pulang sejauh apapun dia pergi. Jika kau rusak atau hilang bagaimana dia bisa kembali. Jihyun akan tersesat. Aku pun akan kehilangan arah hidupku. Jadi kumohon kembalilah.” Siwon mengecup dahi Kyuhyun sayang.

“Kembalilah menjadi Kyuhyun yang ceria. Yang selalu tersenyum. Yang selalu melepas kami dengan doa dan menyambut kami dengan sapaan hangat. Kembalilah menjadi tempat kami mengadu, berbagi cerita, tempat kami meluapkan segala rasa kami untukmu. Kembalilah kepadaku dan juga Jihyun.”

Airmata Kyuhyun semakin deras mendengar penuturan Siwon. Dia tidak tahu mengapa dia seperti ini. Seharusnya dia lebih kuat jika ingin Jihyun dan putranya bahagia. Seharunya dia menjadi tameng untuk putra-putrinya. Bukankah dia akan melakukan apapun agar anak-anaknya bahagia.

Mianhae.” Kyuhyun berucap lirih bahkan saat Siwon menarik tubuhnya ke dalam pelukannya. “Mianhae.”

“Sssttt…. Tidak apa-apa sayang. Percayalah aku akan selalu bersamamu.” Siwon mengecup kepala Kyuhyun berulang kali, membiarkan Kyuhyun meluapkan segala emosi yang dia pendam selama ini.

Hari itu Kyuhyun menangis banyak. Dia menangis hingga matanya bengkak dan memerah. Namun setelahnya dia berjanji dia tidak akan pernah menangis lagi karena hal ini. Kyuhyun tidak akan lagi memperdulikan padangan orang terhadapnya. Bukankah jika mereka merendahkannya itu berarti mereka merendahkan hasil karya Tuhan. Bukankah itu berarti mereka sedang mengejek Tuhan. Kyuhyun tersenyum dalam tangisnya menyadari betapa bodoh dirinya. Dia akan lebih kuat demi Siwon, Jihyun dan calon putranya.

.

.

.

“Tunggu Hyung! Apakah harus?”

Kyuhyun menghentikan langkah Siwon yang menggenggam tangannya saat mereka akan masuk kedalam gedung Choi Group. Gedung pencakar langit itu cukup membuat Kyuhyun terintimidasi. Ini pertama kalinya dia melihat gedung tempat suaminya bekerja. Terakhir Kyuhyun hanya pernah mengunjungi sebuah hotel yang dia ketahui kini sudah semakin besar dari Siwon. Dan kali ini Siwon membawanya untuk menunjukan bahwa Kyuhyun adalah istri sah Choi Siwon.

Memang hanya segelintir orang yang mengetahui status pewaris Choi Group itu. Selain memang banyak pihak-pihak yang harus mereka pikirkan tetapi Kyuhyun juga yang belum begitu siap. Namun bukan berarti tidak ada desas desus tentang pernikahan mereka. Ayolah Kyuhyun inilah saatnya.

“Tentu saja. Aku tidak ingin hal kemarin terulang,” ucap Siwon tegas. “Appa harus tau aku bukan anak kecil yang bisa seenaknya dia perintah. Kau istriku dan tidak ada satu keraguanpun dalam diriku akan hal itu.”

Kyuhyun tersenyum malu. Dia yakin pipinya kini bersemu karena dia merasa panas. Dan dia tidak lagi protes ketika Siwon menuntunnya masuk kedalam gedung megah itu. Tersenyum bangga saat dia melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun.

Semua karyawan yang melihatnya hanya mampu membuka mulutnya tanpa bisa mengatakan apapun. Mereka terlalu terkejut bingung dan juga silau dengan aura Kyuhyun. Aura kebahagiaan seorang ibu yang sedang menanti kelahiran anaknya. Mereka baru bisa berbisik saat pasangan itu melewati mereka.

***

Plak!

“Sebenarnya apa maumu Choi Siwon?” Tuan Choi menatap penuh amarah pada putranya saat dia mengetahui kehebohan apa yang dilakukan oleh putranya. “Tidak tahukan kau apa yang akan terjadi karena ulahmu?” bentak Tuan Choi.

Siwon menatap ayahnya dalam diam sementara Kyuhyun hanya mampu menggenggam tangan Siwon berharap dapat sedikit memberi suaminya kekuatan. Tamparan Tuan Choi cukup membuat Kyuhyun meringis. Pasti sangat sakit.

“Apa Appa hanya mengkhawatirkan kondisi perusahaan setelah apa yang aku lakukan? Apakah Appa akan segera melakukan apapun agar perusahaan ini tetap berjalan?” Siwon menelan ludahnya dan menekan nafasnya yang sedikit bergemuru. “Inilah yang saat ini aku lakukan. Appa berusaha mengusik keluargaku. Maka inilah caraku mempertahankan apa yang ku miliki. Aku begitu menghormati dan menyanyangimu. Tapi kini aku punya tanggung jawab. Aku tidak bisa melihat keluargaku menderita karena ulah kerluarganya sendiri.”

Siwon menekuk lututnya dihadapan Tuan Choi yang terkejut akan tindakan putranya. “Apa yang kau lakukan?” Tuan Choi berseru kencang.

Dia adalah tipe orang yang menjunjung harga diri meski dihadapan keluarganya. Dan kini putranya merendahkan dirinya demi seorang pria bernama Cho Kyuhyun.

“Aku tidak peduli jika Appa menyakitiku beribu kali. Tapi jangan keluargaku, aku tidak bisa menolerirnya.” Siwon menundukan kepalanya memohon agar ayahnya melepaskannya. Kyuhyun yang melihatnya terisak sedih. Dia membantu Siwon berdiri dan meninggalkan ruangan itu.

Tuan Choi mengepalkan tangannya meredam nafasnya yang mulai sesak. Dia tidak bisa berucap lagi dan membiarkan Siwon dan Kyuhyun pergi begitu saja.

“Apa kita tidak keterlaluan Hyung?” Siwon menoleh dan menatap Kyuhyun lalu memeluknya hangat.

“Kau tenang saja sayang. Semua akan baik-baik saja.” Kyuhyun menenggelamkan wajahnya diceruk leher Siwon. Beruntung lift yang mereka gunakan adalah lift khusus direksi sehingga tidak ada yang terganggu dengan apa yang mereka lakukan.

.

.

.

“Kau sudah pulang? Makan malam sudah siap. Jika sudah selesai turunlah.” Tuan Choi menatap lirih istrinya yang menyambutnya.

Wanita itu tetap seperti biasa akan membawakan tas dan jasnya. Menyiapkan pakaian dan air hangat untuknya. Hanya saja sikapnya kali ini berbeda. Senyuman yang dia berikan tidak setulus biasanya.

“Kau marah?” tanya tuan Choi setelah dia menghabiskan makan malamnya. Dia memperhatikan istrinya yang tidak langsung menjawab, sibuk membantu pengurus rumah membersihkan meja makan. “Bicaralah.”

“Apa yang harus aku katakan? Kau suamiku, tapi kau menyakiti putraku. Tidakkah kau sadar kau juga menyakitiku,” jawab Nyonya Choi. Dia melangkah ke kamarnya diikuti tuan Choi. Wanita itu tidak ingin menimbukan keributan.

“Suamiku, tidak bisakah kau mengalah? Aku sudah lelah. Aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan anak dan cucu-cucuku. Tidak bisa kah kita duduk manis menyaksikan bagaimana Jihyun tumbuh besar? Bukan memulai perang dengan mereka.”

Sadar suaminya tidak akan mengatakan apapun, nyonya Choi memutuskan untuk tidur. Dia menarik selimut dan memutar tubuhnya memunggungi suaminya yang terbaring di sebelahnya.

.

.

.

“Siwon-ah berhentilah. Kau membuat kami pusing,” tegur Eunhyuk yang jengah melihat Siwon mondar mandir di depan pintu ruangan persalinan.

“Harusnya aku didalam.” Siwon berguman lebih pada dirinya sendiri. Namun dapat didengar oleh yang lainnya.

“Ya. Tapi kau bodoh.” Jinra menyahut kesal.

Saat ini Kyuhyun sedang dalam proses persalinan anak keduanya. Ketika sampai di Rumah Sakit Siwon bersikeras akan menemani Kyuhyun selama operasi. Namun mendengar Kyuhyun menjerit kesakitan membuat Siwon pucat dan tiba-tiba saja dia pingsan. Entah karena tegang atau kondisi Siwon yang tidak fit hingga dia seperti itu. Dan kini Siwon hanya mampu berjalan mondar mandir di depan ruangan persalinan karena sudah terlalu lama dari apa yang dikatakan dokter.

Mommy?” Jihyun yang duduk dipangkuan Donghae menatap pria itu dengan mata khawatirnya.

Momny akan baik-baik saja. Jihyun berdoa ne?” jawab Donghae yang dianggukan oleh Jihyun.

Lima belas menit kemudian lampu tanda sedang diadakannya operasi di ruangan itu padam dan terdengar suara tangisan bayi yang cukup kencang. Seketika Siwon menyandarkan tubuhnya dan berucap syukur. Tubuhnya merosot dan dia terduduk di lantai. Terima kasih Tuhan. Hanya kata itu yang Siwon ulang.

“Selamat Siwon-ah.” Hyukjae menepuk bahu Siwon pelan.

“Kau benar-benar jadi ayah,” ucap Donghae membuat Siwon menaikan alisnya lalu tersenyum berterima kasih.

Daddy!” Siwon meraih putrinya dan mendekapnya dalam gendongan Siwon. “Aku punya adik sekarang?”

Ne. Kau sudah jadi kakak sekarang. Jangan manja lagi ne?” Jihyun mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan ayahnya membuat Siwon, Donghae, Hyukjae juga Jinra tertawa melihatnya.

***

Kyuhyun mengerjapkan matanya perlahan. Membiasakan matanya terhadap cahaya. Dia tidak tahu berapa lama dia tertidur. Rasanya sangat lama hingga dia sendiri merasa berat membuka matanya. Namun rasa sakit disekujur tubuhnya memaksa dia kembali mengerjapkan matanya.

Baby.”

Kyuhyun mengerjapkan matanya kembali saat pandangan matanya menangkap sosok yang begitu dia rindukan. Siwon. Bukan hanya pria itu, ternyata di sana juga ada beberapa orang yang menatapnya khawatir. Dan saat pandangan Kyuhyun terhenti pada sosok kecil yang tersenyum kepadanya walau genangan kristal memenuhi matanya.

Mommy.”

Kyuhyun berusaha menggapai sosok kecil itu namun tubuhnya terasa lemah bahkan untuk sekedar mengangkat tangannya.

“Tidak apa sayang. Aku senang kau sudah bangun,” ucap Siwon meraih tangan Kyuhyun dan menciumnnya.

“Kau membuat kami khawatir Kyu. Tapi syukurlah kau sudah sadar.” Jinra yang berdiri di sisi lain Kyuhyun ikut tersenyum bahagia.

Mianhae,” ucap Kyuhyun lirih dan pelan.

Setelahnya Jinra, Donghae yang menggendong Jihyun beserta Hyukjae memilih keluar ruangan saat dokter datang untuk memeriksa keadaan Kyuhyun.

Hari ini adalah hari ke tiga pasca Kyuhyun melahirkan putranya. Dan dia baru sadar dari tidur panjangnya yang sanggup membuat orang-orang yang mencintainya khawatir. Namun syukurlah dia sudah sadar dan kembali ke sisi keluarganya.

Mianhae,” ucap Kyuhyun lagi saat dokter meninggalakannya bersama Siwon. Dokter mengatakan keadaan Kyuhyun baik-baik saja. Hanya butuh istirahat yang cukup saja.

Annie. Aku senang kau kembali. Kau tahu dia tidak berhenti menangis karena kau sama sekali belum menyentuhnya.” Siwon menatap Kyuhyun dengan pandangan berkaca-kaca.

“Aku ingin melihatnya.” Kyuhyun sangat tahu siapa yang di maksud Siwon dengan dia. Dia juga begitu merindukan sosok yang selama 9 bulan menemaninya.

Tak lama pintu terbuka dan seorang suster masuk menggendong seorang bayi mungil yang sedang menangis di tangannya.

Aigo sabar sayang. Mommymu disini,” ucap suster itu dan segera memberikan bayi tampan itu ke dalam gendongan Kyuhyun.

Seketika perasaan haru menyerbu didalam hati Kyuhyun membuat dadanya sesak melihat mata kecil itu kini menatapnya polos. Dia sudah berhenti menangis dan kini berusaha mengubur wajahnya di dada Kyuhyun. Sebulir air mata meluncur di pipi Kyuhyun. Dia mengangkat putranya dan mencium dahinya pelan.

“Hai sayang. Maafkan Mommy.”

“Dia sangat tampan,” ucap Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun menatapnya dan tersenyum manis.

“Tentu saja. Sama seperti Daddynya.”

Kyuhyun dan Siwon tertawa bersama. Kebahagian benar-benar menyelimuti keluarga kecil itu. Kyuhyun bahkan takut karena terlalu bahagia. Dia resah jika kebahagiannya ini hilang dalam sekejap. Namun dia akan berusaha agar keluarganya tetap seperti ini tersenyum bahagia.

Mommy!” Jihyun berlari dan segera merangkak naik ke dalam pangkuan Siwon.

Mianhae baby. Mommy membuatmu khawatir,” ucap Kyuhyun pelan.

Annie. Hyun senang Mommy kembali. Baby G yang menangis terus karena Mommy tidak bangun-bangun.”

“Baby G?” Kyuhyun menatap Siwon bingung.

Ne. Choi Jinho. Mian tidak meminta persetujuanmu.”

Kyuhyun tersenyum lalu kembali menatap putranya yang kini menggerak-gerakkan bibir mungilnya seperti ingin menyusu.

“Choi Jinho annyeong~~~” Siwon dan Jihyun tersenyum begitu juga Kyuhyun yang merasa hidupnya begitu sempurna. Dia sungguh beryukur atas anugrah yang dia dapatkan saat ini.

.

.

.

“Sekarang bagaimana Appa? Kau tidak akan melakukan apapun?” Saeryung bertanya pada Tuan Choi yang kini tengan memandang layar ponselnya dengan senyum kecil. “Aku tidak ingin bertemu dengan Jihyun lagi. Dia membuatku sakit perut selama 3 hari.” Murka Saeryung.

Dia ingat beberapa hari lalu dia kembali bertemu Jihyun. Mereka menikmati ice cream bersama. Namun setelah itu Saeryung harus berkali-kali masuk kamar mandi karena pencernaannya yang tiba-tiba kacau. Dan dia sangat tahu bahwa putri Choi Siwonlah yang melakukannya.

“Apakah  Appa benar-benar menerima putri Cho Kyuhyun itu sebagai cucumu?” tanya kembali Saeryung yang lagi-lagi tidak dijawab oleh tuan Choi. Merasa diabaikan Saeryung kembali memanggil namanya. “Appa.

“Pulanglah.”

Ne?” tanya Saeryun saat tuan Choi membuka suaranya.

“Kukatakan pulanglah. Dan jangan pernah muncul dihadapanku lagi,” jawab Tuan Choi tenang tanpa memandang Saeryung membuat wanita itu kesal. Dia berdiri dari duduknya dan segera meninggalkan ruangan Tuan Choi.

Sementara Tuan Choi masih tersenyum-senyum melihat layar ponselnya. Dia sedang melihat beberapa foto dan video dari cucu keduanya yang sengaja dikirim oleh istrinya. Cucu laki-laki pertama keluarga Choi sebagai penerusnya suatu hari nanti.

END.

Note:
Annyeong~~~ apa ini ??? Saya juga gak tahu…. mianhae kalo cerita alur dan klimaksnya gak nyambung… beneran pas akhir ngestuck bgt buat di lanjut… 

Untuk FF lain saya udah mulai bikin hanya saja minggu kemarin saya resmi tercatat sebagai mahasiswa program study akuntansi *gak penting* so mianhae kalau update semakin lama….

Saya bahkan merasa waktu 24 jam gak cukup buat kerja, kuliah, dan juga fangirling… so maaf banget… maunya juga lancar tapi mianhae seperti author2 lain saya mohon pengertiannya…

Saya usahain tetep update dan nyelesain cerita karena ini bentuk saya menghibur diri….

Terima kasih untuk yang masih menunggu karya-karya saya dan juga author wkc lainnya…
Terima kasih buat Suci atas posternya ♡

N jgn lupa tgl 13 akan ada banyak FF yg di publish dr FF kontes^^

Last but not least
See U next time and keep spreeding WonKyu Love !!!
Annyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

58 thoughts on “Still You

  1. akhirnya saeryung pergi jugaa, hush hush sanaaa ㅋㅋㅋ
    yeyyy appa choi sadar juga akhirnya, udah punya menantu cute gitu malah gak bersyukur wkwk
    terus berjuang wonkyu!! saranghae~
    untuk author-nim berkarya terus yaa, aku selalu falling in love sama karya2 mu😆😆

  2. Fiiuuhh..legaa banget..syukurlah akhirnya Wonkyu direstui appa Choi..
    Appa Choi bangga jg cucunya yg kedua laki2 penerus Choi..
    Wkt Kyu tertekan adalah saat yg paling menyedihkan..
    Mksh eonnie..sehat sll y..

  3. Mata ampek bengkak ini…nangisin nasib babykyu…appa choi kejam banget, kesel jg liat saeryun…cobaan wonkyu berat amat yaa…baca cerita ini perasaan campur aduk pokoknya…lanjut nggak kira”ini…😒

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s