Posted in Angst, Brothership, Family, Genre, Hurt, Oneshoot, WonKyu Story

Mianhae Hyung – 2 END

Mianhae Hyung CHAPTER 2
Author : Han Eun Kyo a.k.a Amanda (@ koizumiamanda)
Cast : Kim Kyuhyun, Kim Siwon (Kyuhyun’s older brother), Kim Donghae (WonKyu’s Dad), Lee Hyukjae (WonKyu’s Mom), Lee Sungmin (Kyuhyun’s Best Friend)
Pair: Brothership! WonKyu, Parents! HaeHyuk
Genre : Brothership, Family, Hurt & Angts
Rated : T a.k.a remaja
Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka, SM ent. Ide dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.
Warning : GS For Eunhyuk & Eeteuk, JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, alur membosankan, DON’T LIKE DON’T READ! Please don’t bash the pairing!

HAPPY READING

.

Kepalaku mulai terasa sakit. Pandanganku berputar. Aku merasakan cairan kental berwarna merah mengalir dari hidungku. Aku mengusapnya, cairan kental berwarna merah ini datang disaat yang tidak tepat.

Aku harus segera keluar dari sini dan meminum obat-obatku yang kusimpan di tas. Tapi bagaimana caranya? Aish! Darah ini kenapa terus-terusan mengalir?

Aku menggedor pintu kamar mandi pelan. Aku sudah kehabisan tenaga. Aku sudah tidak kuat. Kali ini biarkan aku menyerah terhadap penyakitku.

“Jangan lupa minum obat, Tuan muda Kyuhyun. Jika kau terlambat memakannya -bahkan dalam selang waktu tujuh jam saja- kau bisa dirawat di rumah sakit. Juga jaga kesehatan dan emosimu. Jika kau stres dan mempunyai banyak beban pikiran, penyakitmu bisa kambuh. Kanker otak ini bukan penyakit biasa Tuan muda Kyuhyun. Saya harap Tuan muda bisa mengerti.”

Nasehat Cha ahjusshi terngiang-ngiang di kepalaku. Aish! Aku baru ingat kalau sejak kemarin sore aku belum minum obat. Eotteokkhae? Apakah aku benar-benar akan mati disini?

Namun tiba-tiba aku mendengar seseorang menggedor pintu.

“Kyuhyunnie? Apa kau ada di dalam?”

Mianhae, Hyung
CHAPTER 2
Han Eunkyo
Present

Sementara itu didalam kelas XII IPA 3 –kelas Kyuhyun dan Siwon- terlihat seorang namja sedang duduk gelisah di tempat duduknya. Ia tidak lagi memperhatikan guru Kimia yang sedang menerangkan di depan kelas. “Kyuhyunnie dimana?” gumamnya.

Namja yang memakai name tag Lee Sungmin itu sedari tadi mengkhawatirkan sahabatnya –Kyuhyun- yang tidak kembali ke kelas sejak teman-teman Siwon mendorongnya entah kemana.

Ia pun mengacungkan tangannya. “Jeosonghamnida seonsaengnim. Saya ingin ke kamar mandi. Permisi.” Pamitnya sopan sambil meninggalkan ruang kelasnya setelah melihat sang guru menganggukkan kepalanya.
.
.
.
Sungmin langsung berlari menuju toilet. Entah apa yang dipikirkannya untuk memutuskan mencari Kyuhyun di toilet.

Ia menggedor pintu toilet keras. “Kyuhyunnie? Apa kau ada di dalam?”

“H…hyung.” Sungmin yang mendengar lenguhan pelan dari arah toilet langsung menjadi panik.

“Kyuhyunnie? Aish! Kenapa pintunya tidak bisa terbuka?” racaunya sambil mencoba membuka pintu toilet.

“Aku akan mendobraknya. Jangan berdiri di depan pintu ne Kyu!” sambung Sungmin. Sesuai perintah sahabatnya, Kyuhyun langsung menggeser tubuhnya pelan menjauhi pintu toilet.

Setelah yakin Kyuhyun telah pindah, Sungmin langsung mendobrak pintu toilet dengan keras.

“Omo!” dan namja gentleman tapi pencinta pink ini langsung kaget saat melihat darah yang tidak berhenti mengalir dari hidung Kyuhyun. Ditambah lagi wajah Kyuhyun yang sangat pucat dan matanya yang kini terpejam.

Tanpa berfikir lebih lama ia menggendong Kyuhyun ke ruang kesehatan.
.
.
.
“Bagaimana, seonsaengnim? Apa yang terjadi pada Kyuhyunnie?” tanya Sungmin cemas setelah menunggu Han seonsaengnim -guru yang bertugas di ruang kesehatan- selesai memeriksa Kyuhyun.

“Sebaiknya Kyuhyun-shi dibawa ke rumah sakit. Kelihatannya Kyuhyun-shi punya penyakit serius. Saya akan memanggilkan ambulans.” Balas Han seonsaengnim.

Tak lama kemudian ambulans datang. Para petugas mengangkat Kyuhyun dengan tandu dan membawa Kyuhyun masuk ke dalam ambulans.

Namun saat tandu yang membawa Kyuhyun melewati lapangan olahraga, Sungmin berhenti sebentar dan menghampiri Siwon yang sedari tadi tidak mengalihkan tatapannya dari wajah pucat Kyuhyun yang dibawa menggunakan tandu.

“YAK! Kenapa kau diam saja? Ayo ikut kami mengantar dongsaengmu ke rumah sakit!” ajak Sungmin sembari menarik tangan Siwon untuk mengikutinya.

Siwon yang baru saja sadar dari lamunannya, menghentakkan tangan Sungmin kasar.

“Wae?” tanya Sungmin heran.

“Kau tidak lihat aku sedang latihan basket? Menganggu saja” Jawab Siwon kasar.

“Aigoo, hyung macam apa kau ini? Kasihan sekali Kyuhyun menjadi dongsaeng dari namja kasar sepertimu” Sindir Sungmin.

“Itu bukan urusanku dan Kim Kyuhyun bukan dongsaengku, Lee Sungmin. Pergi sana! Ga! Hush hush!” usir Siwon sembari melakukan gesture mengusir.

“Neo jinjja!” bentak Sungmin sambil menunjuk-nunjuk wajah Siwon dengan kasar.

“Mwo? Kalau kau kasihan padanya, angkat saja anak itu menjadi dongsaengmu. Ah, rumah besarku pasti nyaman sekali jika anak itu tidak ada.” Ujar Siwon, tak lupa pula menunjukkan senyum sinisnya.

Plak!

Sungmin yang merasa emosinya sudah mencapai ubun-ubun, menampar Siwon dan membentaknya, “Jangan sampai kau menyesal, bodoh. Pikirkan kembali kata-kata kasarmu itu!” dan iapun berjalan ke parkiran untuk membawa mobilnya pergi menyusul ambulans yang telah membawa Kyuhyun ke rumah sakit.

Siwon pun memutuskan untuk kembali latihan basket bersama teman-temannya. Namun perhatiannya bercabang sekarang. Sekuat apapun egonya, ia tetap mengingat wajah pucat Kyuhyun yang tadi dibawa ke rumah sakit. Percakapan –atau perdebatannya- dengan Sungmin tadi mulai terngiang-ngiang di kepalanya.

“Kau benar-benar merepotkan, Kim Kyuhyun babbo.” Gumam Siwon pelan.
.
.
.
Seoul Hospital (XX/XX/2011)

“Kyuhyunnie, ireona!” perintah Sungmin pelan sembari menggenggam tangan Kyuhyun lembut.

“Aku sudah mendengar dari dokter tentang penyakitmu. Benarkah kau mengidap kanker otak? Aish! Aku rasa dokter itu berbohong. Kau itu anak yang ceria. Kau juga anak yang tegar. Saat Siwon dan teman-temannya membullymu, kau hanya pasrah dan tersenyum miris. Mengapa hidupmu rumit dan sedih sekali? Kau itu juga anak yang pintar, wajahmu tampan sekaligus cantik. Mengapa takdir begitu mempermainkanmu?” sambung Sungmin. Air mata telah jatuh di pipi chubby nya.

“Seandainya kau menjadi dongsaengku, mungkin kau akan bahagia. Ah, apa yang kupikirkan? Kau sendiri yang bilang bahwa kau sangat bahagia mempunyai hyung yang sangat tampan seperti Siwon, bukan? Cih, apanya yang bahagia hidup satu atap dengan namja seperti itu?” kesal Sungmin.

“…”

“…”

“H..hyung”

“KYUHYUNNIE!” dengan segera Sungmin memeluk Kyuhyun erat.

“Se…sesak hyung.”
“Ah! Mianhae Kyuhyunnie.” Sesal Sungmin sambil melepas pelukan eratnya.
“Perasaanmu bagaimana? Apa ada yang sakit? Katakan saja ne! Atau kau menginginkan sesuatu? Kau lapar?” setelah melepas pelukannya, Sungmin malah menyerang Kyuhyun dengan sederet pertanyaan.

“Hyung, kau berbicara tanpa henti sejak tadi. Aku jadi tidak bisa tidur~” rengek Kyuhyun sembari menggembungkan pipinya.

“Kyeopta!” pekik Sungmin sambil mencubit pipi Kyuhyun pelan.

“Hyung~”

‘Astaga! Jika dia yeoja saat ini pasti aku akan membawanya ke altar untuk kunikahi’

“Haha, mianhae Kyuhyunnie. Tidurlah lagi! Hyung akan menelepon halmeonimu dan meminta beliau untuk menjagamu. Kau pasti tidak leluasa jika hyung yang menjagamu.” Ujar Sungmin sambil berdiri dari kursinya.

“Ah,hyung! Hyung disini saja ne. Jika halmeoni datang, pasti disini akan ramai. Karena halmeoni pasti membawa banyak ahjusshi dan ahjumma –para pelayan di rumah- kesini. Gwaenchanayo? Ne? Ne? Ne Hyung?” pinta Kyuhyun memelas.

“Eum…” Sungmin terlihat berpura-pura berfikir untuk menggoda Kyuhyun. Tentu saja Sungmin mau menemani Kyuhyun. Setidaknya ia bisa menggantikan Siwon untuk menjadi hyung Kyuhyun selama Kyuhyun dirawat di rumah sakit. Yah, begitulah tekadnya. Mulai saat ini ia akan melindungi Kyuhyun seperti dongsaengnya sendiri.

“Hyung~”

“Ne. Ne. Ne, Kyuhyunnie.” Jawab Sungmin, tak lupa ia memberikan senyum manisnya pada namja di hadapannya.

“Yeah! Sungmin hyung daebak!” seru Kyuhyun senang sambil mengayun-ayunkan tangan Sungmin.
.
.
.
Sudah lima hari Kyuhyun dirawat di rumah sakit. Sudah lima hari Sungmin, halmeoni, dan para pelayan menemani Kyuhyun. Sudah lima hari pula Siwon merasa kesepian dengan perasaan tak tentu di rumah besarnya.

Kim Siwon. Namja tampan yang terkenal akan sikap dingin dan egoisnya itu merasa bodoh sekali. Beberapa hari ini ia tanpa sadar termenung dan memikirkan dongsaengnya.

“Apa yang kupikirkan? Aku memikirkan Kim Kyuhyun? Tidak akan pernah terjadi. Aku pasti kesepian karena tidak ada halmeoni disini.” Gumam Siwon.

“Disekolah juga tidak ada Kyuhyun untuk kubully… Eh, ani ani. Aku malah senang tidak ada anak sial itu disini. Tidak akan ada yang mengikutiku dan berbicara tanpa henti padaku lagi,bukan?”

Ah, lihatlah Kim Siwon! Kau jelas-jelas merindukan dongsaengmu, bukan? Saat ini batinmu sedang bertarung, eoh? Egomu benar-benar keras. Namun perasaan rindu dan khawatirmu sebagai seorang hyung juga tidak akan mengalah begitu saja. Kita lihat saja gelap atau terang dalam hatimu yang akan kau percayai.

Drrt drrt drrt

Nae sarangi, seoseohi jugeoganeun byeong~Jogeum apeujman natgo shipeun mameun eobneun geol~Namgimeobshi, gieogi jiwojyeo beoryeo~Seoroga namiyeotdeon shiganeuro dwedoragaseo~Ijen shwigo shipeo~

Lagu ‘Love Disease’ dari Super Junior, boyband favorit Siwon membuyarkan renungan pemuda bermarga Kim itu.

“SMS?” tanyanya entah kepada siapa.

From: Lee Sungmin
Annyeong Wonnie-hyungie~ Ini dari dongsaengmu yang paling tampan dan baik hati sedunia, Kim Kyuhyun imnida! Sungminnie-hyung sedang pergi. Untung dia lupa membawa ponselnya. Jadi daripada tergeletak begitu saja di sofa, kupinjam saja untuk mengirim pesan pada hyungku tersayang 😀

“Cih, anak sial itu diam-diam menggunakan ponsel Sungmin? Seperti pencuri saja. Memalukan.” Batin Siwon kesal. Ia melanjutkan membaca pesan Kyuhyun.

Apa kabar, hyungie? Lima hari ini aku lewati tanpa sedetikpun melupakan hyung. Mengapa hyung tidak pernah menjengukku? Kata halmeoni hyung sibuk, ne? Aish, padahal aku sangat merindukan hyungie~ Aku akan cepat sembuh dan pulang ke rumah. Tunggu saja ne hyung! Saranghaeyo Wonnie-hyungie ❤

Tanpa sadar seulas senyum tipis tercetak di bibir Siwon. “Anak bodoh.” Gumamnya pelan sebelum memutuskan untuk berpetualang ke dalam dunia mimpi.
.
.
.
Seoul Hospital (XX/XX/2011)

Setelah Park Joongsoo –halmeoni Siwon dan Kyuhyun- sejak tadi pagi bersusah payah ‘membujuk’ Siwon agar putra sulung Kim Donghae itu mau menjenguk dongsaengnya di rumah sakit.

Dengan berbekal kalimat “Jika tidak mau, maka seluruh gadgetmu akan disita.” Ia akhirnya dengan separuh hati mengunjungi dongsaengnya.

“Annyeong Kyunnie.” Sapa yeoja berumur hampir tujuh puluh tahun yang akrab dipanggil Leeteuk pada cucu bungsunya yang sedang berbaring di tempat tidur kamar rawat Very Very Important Person atau sering disingkat VVIP di Seoul Hospital.

“Halmeonie!” panggil Kyuhyun sembari duduk di tempat tidurnya.

“Eoh? WONNIE HYUNG!” seru Kyuhyun setelah menyadari Siwon yang sedari tadi berdiri di belakang sang halmeoni.

“Shikkureo! Ini rumah sakit, bodoh. Kalau kau ingin berteriak ke hutan saja sana!” balas Siwon sinis.

“Yak! Sopanlah sedikit, Siwonnie! Kyuhyunnie kan sedang sakit.” Tegur Leeteuk sambil mengelus surai kecoklatan Kyuhyun lembut.

“None of my bussiness.” Jawab Siwon santai. Leeteuk hanya menggelengkan kepalanya pasrah.

“Ah, karena Siwonnie sudah disini, halmeonie dan para pelayan pulang sebentar ne. Jaga dongsaengmu baik-baik, Siwonnie. Annyeong!” pamit Leeteuk yang terus menarik lima orang pelayan di kamar rawat Kyuhyun tanpa mendengar kalimat protes dari Siwon.

“Aish! Halmeoni hanya melakukan apa yang dia inginkan tanpa memikirkan perasaan orang lain.” Gerutu Siwon setelah hanya ada dirinya dan Kyuhyun di ruang rawat Kyuhyun.

“Hyung~” panggil Kyuhyun dan mengangkat tangannya, bermaksud ingin memeluk Siwon.

“Singkirkan tangan hinamu dariku, bodoh! Jangan mentang-mentang kau sakit maka aku akan melakukan apa yang kau inginkan. Dasar lemah!” maki Siwon.

‘Bukankah kau yang selalu menyiksaku, hyung? Bukankah kau yang beberapa hari lalu mengurungku setelah menyiksaku?’ batin Kyuhyun menatap hyungnya dengan pandangan sedih.

Setelah beberapa saat keheningan tercipta di kamar rawat mewah bercatkan warna putih bersih itu. Tiba-tiba seorang namja bergigi kelinci memasuki ruang rawat tersebut dengan sebuah majalah di tangannya.

“Kyu… Eoh? Kim Siwon? Kau disini?” tanya Sungmin –namja bergigi kelinci- heran.

Bukankah Siwon sendiri yang mengatakan kalimat-kalimat kasar dan menghina Kyuhyun beberapa hari lalu? Bahkan namja itu mengatakan bahwa ia tidak menganggap Kyuhyun sebagai dongsaengnya. Lalu mengapa ia datang? Apa saat ini ia sedang menelan kata-katanya sendiri?

“Geurae. Kalau aku tidak ada disini berarti kau tidak melihatku, bodoh. Aish, beberapa hari dekat dengan Kyuhyun kau tertular penyakit bodohnya ne? Ck ck, kasihan sekali teman sekelasku ini.” Ujar Siwon sambil memasang tatapan pura-pura iba kepada Sungmin.

“Sudahlah hyung. Sungminnie-hyung, apa yang kau bawa itu?” tanya Kyuhyun mengalihkan keadaan. Ia mulai takut dengan suasana yang sedang terjadi saat ini.

“Ah, iya. Ini majalah yang hyung ceritakan kemarin, Kyu. Lihatlah! Edisi spesial Super Junior. Bukankah kau menyukai Super Junior?” pamer Sungmin semangat sambil memperlihatkan majalah yang ia bawa kehadapan Kyuhyun.

“Wah~ Aku pinjam ya hyung? Oh iya, Wonnie hyungie juga suka Super Junior lho, hyung! Iyakan, Wonnie hyung?” tanya Kyuhyun, ia menatap wajah Siwon dengan ekspresi berbinar.

“Ne. Tapi sekarang aku tidak menyukai boyband itu lagi karena Kyuhyun juga menyukai mereka. Aku tidak sudi bahkan untuk menyukai hal yang sama dengan anak hina ini.” Maki Siwon.

“Dia selalu mengikutiku dan meniru apapun tentangku. Dia tahu bahwa dia membuatku kesal, tapi dia tetap melakukan hal itu seakan aku tidak pernah memarahinya. Itu membuatku muak.” Sambungnya.

Siwon berbicara seakan hanya ada ia dan Sungmin diruangan ini. Apakah sekalipun ia tidak pernah memikirkan perasaan Kyuhyun? Dongsaengnya itu manusia seperti dirinya. Kyuhyun itu punya perasaan, Kim Siwon!

“Jika kau kesini hanya berniat membuat suasana hati Kyuhyun rusak, lebih baik kau pergi, Tuan Muda Kim Siwon.” Usir Sungmin ‘halus’.

Siwon langsung beranjak pergi dari ruang rawat Kyuhyun. Namun sebelumnya ia sempat mengahadiahkan Kyuhyun tatapan sinis, yang seakan mengatakan ‘selamat-atas-hyung-barumu-yang-cerewet-itu’.

“Hiks~”

Sungmin yang mendengar isakan kecil itu langsung membawa Kyuhyun ke dalam pelukannya.

Ia memeluk Kyuhyun sampai namja bermarga Kim itu tertidur.

Setelah ia yakin Kyuhyun sudah tidur, ia membaringkan Kyuhyun di tempat tidurnya.

Ia menatap Kyuhyun iba. ‘Berjuanglah menghadapi hidupmu yang sulit, Kim Kyuhyun. Hyung akan selalu berada di pihakmu’ batinnya.
.
.
.
(XX/XX/2013)

Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun telah berganti tahun. Kebanyakan manusia akan berusaha membuat hidupnya lebih baik dari tahun ke tahun, bukan? Ada yang berhasil, namun ada juga yang gagal. Yah, itulah takdir Tuhan.

Namun tidak dengan dua orang namja tampan bermarga Kim ini. Kim Siwon masih terus membully dongsaengnya dan memakinya dengan kata-kata yang kasar. Siwon juga masih memaksa Kyuhyun memasakkan sarapan untuknya.

Begitu pula dengan Kim Kyuhyun. Magnae Kim ini tetap menyayangi hyungnya dan pasrah terhadap apapun perilaku hyungnya. Ia masih merasa senang jika Siwon tertawa lepas karena mengerjainya. Huh, anak ini benar-benar anak yang baik.

Kini dua namja –hampir- dewasa tersebut telah duduk di bangku kuliah. Kyunghee University, sebuah universitas ternama di Korea Selatan. Siwon mengambil jurusan bisnis, sedangkan Kyuhyun mengambil jurusan seni musik. Mereka berdua kini telah berada di tahun kedua di universitas mereka. Dan teman-teman Siwon yang dahulu sering membully Kyuhyun telah sekolah ke luar negeri.

Kyunghee University (XX/XX/2013)

Saat ini Kyuhyun tengah berlari mengejar Siwon yang tetap berjalan meninggalkannya tanpa menoleh sekalipun padanya.

“Hyung! Hosh…hosh…Gidaryeo jaebal!” pinta Kyuhyun dengan nafas terengah-engah.

Siwon yang memang memakai earphone tentu tidak bisa mendengar suara dongsaengnya.

Siwon terus berjalan keluar gerbang sekolahnya sambil melihat –entah apa- di ponsel kesayangannya.

“Aish! Cepat sekali.” Keluh Kyuhyun.

Siwon terus berjalan, berniat untuk menyebrang jalan raya tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponselnya. Ia bahkan tidak sadar ada sebuah truk yang akan melintasinya.

“Omo! HYUNG!” teriak Kyuhyun.

“…”

“HYUNG MINGGIR!” sambungnya.

“…”

Siwon masih tidak menyadari hal apa yang akan menimpanya.

Tanpa berfikir panjang, Kyuhyun langsung berlari menuju Siwon dan mendorong tubuh hyungnya ke pinggir jalan raya.

Bruk

Duak

Tak lama setelah itu, jalan raya itu dipenuhi oleh banyak orang yang kebetulan melihat kejadian itu.

“Anak muda, kau baik-baik saja?”

Siwon yang masih mengumpulkan kesadarannya tersentak mendengar suara seorang ahjusshi tua yang menanyakan keadaannya.

Tanpa ba-bi-bu Siwon langsung berlari ke tempat tubuh Kyuhyun terbaring.

“K..Kyuhyun-ah?” panggilnya pelan sambil menghampiri tubuh bersimbah darah Kyuhyun.

Perlahan ia mengguncang tubuh Kyuhyun pelan.

“…”

“Tenanglah anak muda. Saya sudah menelepon ambulans.” Ucap seorang ahjumma tua menenangkan Siwon.

Siwon tidak membalas ucapan ahjumma itu.

Kini ia sibuk mengelus surai kecoklatan sang dongsaeng yang selama ini ia acuhkan.

Kini ia sadar. Kim Kyuhyun yang selama ini diacuhkannya sangat menyayanginya. Rela melakukan apapun untuk kebahagiaannya. Magnae Kim itu tetap menyayanginya dan pasrah terhadap apapun perilakunya. Demi Tuhan, Kyuhyun bahkan merasa senang jika Siwon tertawa lepas karena mengerjainya.

Kyuhyun rela menukar apapun untuknya, bahkan nyawanya sekalipun. Tapi mengapa ia baru menyadari semuanya sekarang? Haha, Kim Siwon babbo ya! Bagaimana bisa kau menyadarinya sekarang? Setelah semua yang Kim Kyuhyun lakukan dan korbankan untukmu kau menyadarinya selama ini?

Yah, bagaimanapun pepatah yang orang-orang katakan itu benar. ‘penyesalan selalu datang terlambat’.
.
.
.
Siwon pov
Seperti biasa, hari ini aku menjenguk sekaligus menemani Kyuhyunnie di rumah sakit. Sepertinya menemani Kyuhyunnie adalah hobi baruku. Aku sangat suka menemani dongsaeng kecilku itu. Kyuhyun juga sangat senang kutemani. Buktinya dia lebih memilih aku yang menyuapinya dan memandikannya daripada halmeoni.

Saat ini aku sedang menyuapi Kyuhyun memakan bubur –yang menurutku amat sangat tidak enak- yang disediakan pihak rumah sakit besar ini.

Kyuhyun memakan suapan buburnya untuk siang ini dengan senyuman lebar yang tidak pernah menghilang dari bibir manisnya.

“Cha! Saatnya minum obat.” Ujarku sambil menggiling obat-obatan Kyunnie dan menaruhnya di sebuah sendok yang telah diisi sedikit air.

“Ada pesawat terbang yang akan memasuki gua. Oh tidak! Ayo Kyunnie-chagi buka mulutmu! Suing… Aaa~” Kyuhyunpun membuka mulutnya dan menelan obatnya.

“Aish, aku bukan anak kecil lagi hyungie~” rajuknya sambil mempoutkan bibirnya.

“Kau itu tetap dongsaeng kecilku, Kyunie chagi. Dongsaengku yang paling cantik-“

“Tampan hyung! Aku ini tampan.” Belum selesai aku berbicara, ia sudah memotong ucapanku dengan kalimat yang menurutku cukup narsis.

“Baiklah. Dongsaengku yang tampan dan sangat pintar. Belum lagi baik, penolong, berhati mulia, dan tulus. Ah, kau benar-benar namja impian, Kyunnie. Pasti ada banyak yeoja yang mengejarmu dan memberikan hatinya padamu.” Pujiku tulus.

Namun wajahnya terlihat muram. Ada apa? Apa aku salah bicara?

“Tapi aku ini penyakitan, hyung. Aku bahkan tidak tahu aku akan kembali ke kehidupan normal seperti manusia lainnya atau menetap di rumah sakit ini. Atau kemungkinan terburuknya aku mungkin akan pergi.”

Aku benci kalimatnya yang seperti ini. Aku langsung membawanya kedalam pelukanku dan mengelus rambutnya lembut.

“Siwonnie hyungie akan selalu bersama Kyunnie. Jadi Kyunnie tenang saja ne!”

Dia tidak membalas ucapanku. Aku merasa bahunya bergetar dan kemeja depanku basah. Menangis lagi, eoh? Adikku belakangan ini suka sekali menangis. Aku mengeratkan pelukanku dan terus mengelus surai kecoklatannya.

Kira-kira dua puluh menit kemudian aku mendengar deru nafas teratur darinya. Aku rasa ia sudah tertidur. Akupun membaringkan tubuh lemahnya di kasur.

Kyunnie-ya, cepatlah sembuh. Hyung merindukanmu yang dulu. Mian karena dulu hyung selalu mengerjaimu dan menghiraukanmu. Jeongmal mianhae. Hyung benar-benar menyesal Kyunnie-ya.

These wounds won’t seem to healThis pain is just too realThere’s just too much that time cannot erase
.
.
.
Author pov
“Hyung, jaga kalung ini untuk Kyunnie ya!” pinta Kyuhyun pada Siwon saat Kyuhyun selesai meminum obatnya.

Siwon menatap kalung berantai hitam berbandul hati itu heran. Dalam kalung itu ia bisa melihat fotonya dan Kyuhyun. Yang entah kapan foto itu diambil, Siwon juga tidak tahu.

“Wae? Kenapa harus hyung yang menjaganya?” Tanya Siwon heran.

“Pokoknya hyung janji harus menjaga kalung ini! Dan mulai saat ini kalau hyung menangis dan sedih, maka Kyunnie akan membenci hyung.” Sambung Kyuhyun.

“…” Siwon hanya mampu menatap dongsaengnya dengan perasaan bercampur aduk. Ia kembali teringat dengan percakapannya dengan halmeoninya tadi malam.

“Mengapa halmeoni menangis?”

“Kyuhyunnie…”

“Ada apa dengan Kyunnie?”

“Kata dokter penyakit kanker otak Kyuhyunnie ternyata masih berkembang. Dokter bilang penyakitnya kini sudah mencapai stadium akhir, tidak bisa disembuhkan lagi. Hiks…”

“Mwo? Jangan bercanda, halmeoni!”

“Halmeoni tidak bercanda, Wonnie-ya. Dokter memang benar-benar mengatakan itu. Dokter juga bilang umur Kyunnie tidak akan mencapai satu bulan lagi.”

“Hyung?”

“Aniyo. Pokoknya kita akan menjaga kalung ini bersama-sama. Hyung dan Kyunnie akan selalu bersama selamanya.” Ucap Siwon sambil tersenyum meyakinkan.

“Mianhae hyung.” Sesal Kyuhyun sembari memeluk Siwon erat.

Siwon langsung membalas pelukan erat Kyuhyun. Ia mulai merasakan sesak didadanya. Tanpa sadar ia meneteskan air matanya.

“Saranghae hyung. Good bye.”

Teet….

Suara alat pendeteksi jantung yang berbunyi nyaring menyadarkan Siwon.

“Kyunnie…Kim Kyuhyun babbo!” ucapnya. Ia sama sekali tidak melepaskan pelukannya pada tubuh tak bernyawa dongsaengnya.

Bahkan saat halmeoni, dokter dan para suster datang. Mereka menarik Siwon agar melepaskan Kyuhyun. Namun Siwon tetap tidak bergeming.

“Mianhae Kyuhyun-ah.” Ucapnya pelan sebelum kehilangan kesadarannya.

‘Terimakasih telah menyayangiku di sisa hidupku yang singkat ini, Wonnie hyung. Aku akan pergi dengan tenang. Jangan bersedih! Aku, Eomma dan Appa selalu berada di hatimu. Saranghaeyo Siwonnie hyung’
.
.
.
.
END
Done~

Makasih banyak buat chingudeul yang udah baca dan komentar~
Mohon komentarnya ya…
Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.
Terimakasih sudah membaca~ \^O^/
GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *
Salam hangat anak HaeHyuk adeknya Kyuhyun.
Han EunKyo

Advertisements

19 thoughts on “Mianhae Hyung – 2 END

  1. hiks…. hiks… hiks….. author jahaaatttt… sudah buat siwonnie jadi orang jahattt…. author juga misahin siwonnie dan kyunie…. author jahat…jahat… jahat…
    kenapa juga… happy-nya mereka sebentar, kenapa gak laman dikit..???
    gomawo n fighting tuk author, semoga author buat FF lain lagi..
    ditunggu FF selanjutnya…

  2. huwaaaa…. nyesek! wonnie kan. untung masih bisa ngerasain punya adik d detik terakhir kan. coba klo kejadian di sekolah ato tabrakan truk itu langsung bikin kyuppa meninggal. tambah nyesek lo! hahaha. ketawa evil. lucu juga kyu evil di bully siwon si pendeta. haha. good job ye..

  3. Nahnah kan sad ending. Siwon pabbo, makannya jangan egois. suka ff brothership wonkyu. Buat lagi dong thor tapi yg happy end ya nenene /puppyeyes/ Suka sifat kyu disini gak pendendam (y)

  4. Hiks hiks..sedih banget..kok aku gak tau yaaa ada ff ini, ceritanya menyayat hati, huweee, pas terakhir sungmin kemana yaaa, kok gak nungguin kyu juga…ya udah ditunggu ff brothership lainnya, makasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s