Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Series, Uncategorized, Unrated, WonKyu Story

All For You – Chapter 3

All for You – Chapter 3

By: -ssiihee-
Genre: Romance, Family, Fluff,
Rate: NC 18
Main cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Disclaimer: Cerita ini punya saya, jika ada kesamaan dalam hal tokoh, cerita dan sebagainya dikarenakan faktor yang tidak di sengaja. Dan ini hanya khayalan saya belaka.

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Warning: BL, OOC, M-preg, AU, abal, alay, typo, jauh dari EYD dsb.

Don’t Like, don’t read !
Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!
(= ̄▽ ̄=)V

***
AfY
ssiihee©2014
Totally Reserved
***

.

Kyuhyun menyusuri sebuah kamar dengan ranjang king size di tengah-tengahnya. Ruangan yang tidak terlalu besar namun hangat ini begitu nyaman dengan tata letak barang yang tidak terlalu banyak. Sebuah jendela yang menghadap kelaut dibukanya lebar membiarkan semilir angin menerbangkan helai rambutnya.

Kyuhyun memejamkan matanya menikmati suasana yang begitu tenang. Hanya terdengar suara gemuruh angin dan ombak. Senyum tersungging dibibirnya saat kedua lengan kekar itu melingkar di pinggangnya.

“Kau pasti lelah. Istirahatlah.” Kyuhyun hanya mengangguk. Sejenak menyandarkan tubuhnya. Sebelum kemudian Siwon pamit meninggalkannya untuk beberapa urusan.

Kyuhyun merenggangkan tubuhnya. Melihat ranjang yang terlihat nyaman seolah memanggilanya membuat ia harus berat melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri. 5 menit kemudian ia sudah pergi jauh ke alam mimpi di temani lullaby pantai agati.

Kyuhyun baru terbangun saat matahari bersembunyi dalam peraduannya, membiarkan sang bulan menghiasi gelapnya malam. Dengan tubuh yang lebih baik, Kyuhyun mengamati sekitarnya yang terlihat sepi. Sepertinya Siwon belum kembali. Lebih baik ia membersihkan diri. Dengan pelan Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar mandi yang di dalamnya terdapat sebuah bathtube yang sudah terisi dengan air hangat lengkap dengan aroma therapy.

Setelah 30 menit berendam Kyuhyun memutuskan untuk menyudahi acara berendamnya karena kulitnya sudah mulai menciut. Ia membalut tubuhnya dengan bathrobe yang telah tersedia. Tubuhnya jelas terasa lebih segar.

Ternyata Siwon telah kembali. Pria itu terlihat sedang berbicara di telepon. Kyuhyunpun menghampiri Siwon sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

“Kau darimana hyung?”

Siwon membalikan tubuhnya mendengar suara Kyuhyun dan demi dewa-dewi Yunani, Siwon harus menahan nafas melihat istrinya sendiri. Beribu pikiran liar berkelebatan dalam otaknya melihat Kyuhyun hanya menggunakan bathrobe untuk menutupi tubuhnya. Belahan dadanya yang terbuka menampilkan kulit putih Kyuhyun. Dan Siwon sangat tau apa yang tersembunyi dibaliknya. Satu langkah maju Siwon kini berada tepat di hadapan Kyuhyun, kemudian menarik pemuda itu masuk kedalam pelukannya.

“Ada apa Hyung?”
“Annie. Aku hanya merindukanmu.” Jawab Siwon yang kini sudah menenggelamkan wajahnya di balik ceruk leher Kyuhyun.
“Cheesy.” Kyuhyun membalas pelukan Siwon dengan senyum bahagianya. Hatinya menghangat saat bersama dengan pria yang begitu ia cintai entah sejak kapan. Mungkin saat Siwon tiba-tiba saja menariknya ke taman belakang sekolah. Karena seingat Kyuhyun sejak saat itu ia mulai tersenyum sendiri mengingat tingkah Choi Siwon.

“Apa yang kau pikirkan di balik kepala cantikmu ini?” Siwon bertanya sambil mengecup rambut dan belakang telinga Kyuhyun, membuat pemuda itu menggigil karena sensasinya.
“Hanya mengingat saat kau menyapaku. Hyung, sebenarnya sejak kapan kau merasakannya?”

Siwon mengerti arti pertanyaan Kyuhyun. Saat itu suara Kyuhyun yang bernyanyi dalam acara sekolah yang Siwon hadiri, -dimana ia adalah salah satu penyumbang dana terbesar- begitu menghipnotisnya, hingga saat ia melihat Kyuhyun tersenyum seketika hatinya bergetar. Setelah frustasi akan perasaannya sendiri, barulah ia berani menyapa Kyuhyun. “Saat kau bernyanyi dengan indahnya. Kurasa saat itulah aku terjerumus dengan pesonamu.”

Kyuhyun tertawa membuatnya mendapat sebuah kecupan di bibirnya. “Jangan tertawa sayang. Membuatku ingin memakanmu saja.”
Kyuhyun mengangkat wajah dan menatap Siwon penuh cinta. “Silahkan tuan Choi.” Kyuhyun mengerlingkan mata kanannya dan sebuah kecupan manis kembali ia terima.

Sebuah kecupan yang kini berujung pada lumatan-lumatan aktif dari keduanya. Siwon semakin memiringkan kepalanya dan menarik tubuh Kyuhyun. Memperdalam ciumannya pada bibir yang bagaikan sebuah oasis digurun pasir. Saling membelitkan lidah dan berbagi saliva.

Kyuhyun melayang ribuan kupu-kupu yang memenuhi perutnya terasa menjadi sepasang sayap yang membuat tubuhnya terangkat. Walau sebenarnya Siwonlah yang kini memegang kendali atas tubuhnya. Jika ini saatnya Kyuhyun siap. Ia akan menyerahkan segala yang ia miliki untuk Siwon. Suaminya. Tulang rusuknya. Kekasih hatinya.

Perlahan namun pasti jari-jari kekar Siwon melepas simpul di pinggang Kyuhyun membuat dada dengan kulit seputih susu itu terpampang. Sebuah maha karya tuhan yang sempurna. Dan Siwon bersyukur ialah yang kini memilikinya. Langkah demi langkah Siwon membawa tubuh keduanya ke ranjang. Dan Siwon benar-benar harus menahan diri saat melihat keseluruhan tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri hanya memejamkan mata. Ia tidak sanggup melihat wajah Siwon. Ia malu. “Baby~~” Kyuhyun menyerah merasakan hembusan nafas Siwon di wajahnya mengirimkan sensasi aneh dalam dirinya.Dengan perlahan ia membuka kedua matanya dan menatap langsung kepada Siwon yang kini tersenyum menggodanya.”Bolehkah?”

Kalau boleh Kyuhyun ingin sekali memukul kepala Siwon saat ini. Ia sudah terbaring hanya dengan bathrobe yang menutupi lengannya sementara Siwon masih dengan pakaian lengkapnya. Dan pria itu masih bertanya. Ugh. Tidak tahukah Siwon bahwa pusat tubuhnya sudah berdenyut sejak tadi. Namun pertanyaan Siwon tak ayal membuatnya merasa begitu di hormati dan di hargai.

Siwon yang menyadari tautan alis Kyuhyun tersenyum dan mengecup bibir Kyuhyun berulang kali hingga kembali berubah menjadi sebuah lumatan-lumatan yang membuat Kyuhyun kembali hilang akal. Jari-jari lentiknya bergerak sendiri melepas satu persatu kancing kemeja Siwon meraba dada bidang yang keras dan berbentuk hasil dari gym yang sering Siwon lakukan.

Sentuhan lembut itu berhasil membuat Siwon bergetar. Syaraf tubuhnya begitu cepat merespon sentiap sentuhan dari kulit lembut Kyuhyun. Begitu juga setiap sentuhan Siwon. Aliran darah keduanya berpacu menuju pusat tubuh mereka yang mulai mengencang. Debaran jantung keduanya menjadi musik dalam pergulatan panas yang baru akan mereka mulai.

Namun pergulatan itu terhenti, dan ciuman serta kecupan Siwon pada leher Kyuhyun terhambat oleh sebuah suara yang berasal dari perut Kyuhyun. Siwon tertawa, sementara Kyuhyun hanya merutuki makhluk-makhluk dalam perutnya yang berteriak disaat yang tidak tepat. Dengan bibir dimajukan Kyuhyun menggerutu.

“Annie. Kau mau kemana hyung?” Kyuhyun menahan tubuh Siwon tetap berada di atasnya saat pria itu berusaha menahan tawa dan beranjak ke sampingnya. Siwon harus bertanggung jawab pada pusat tubuhnya yang sedikit menegang karena ulahnya.

“Sebaiknya kita makan malam dulu baby. Aku tidak ingin kau sakit.”
“Tapi.”
“ssstttt.” Siwon meletakan telunjuknya pada bibir Kyuhyun. “Tidak apa-apa. Kita masih punya banyak waktu di sini.” Setelahnya Siwon segera beranjak dari tubuh Kyuhyun dan melangkah ke kamar mandi. Meninggalkan Kyuhyun yang kesal karena ia masih belum menyerahkan semua miliknya kepada Siwon.
.
.
.
“Boleh aku duduk disini?”
Jinra menoleh kesamping saat ada suara familiar menyusup kedalam pendengarnya. Donghae tersenyum dan menarik Kursi di sebalah Jinra.
“Kau sendiri?” Jinra hanya mengangguk. Sejak pria bernama Kyuhyun datang memang ia selalu makan siang sendiri padahal sebelumnya atasanya sering mengajaknya makan siang bersama walau karena ada yang harus di bicarakan.

“Donghae-ssi, boleh aku bertanya sesuatu?” Jinra mencoba menekan rasa penasarannya namun tidak berhasil. “Sajangnim dan pria itu,,, apa mereka,,,”
“Siwon belum cerita?” Donghae menyela ucapan Jinra sambil mebuka buku menu ditangannya. Setelah mengucapkan pesanannya pada pelayan ia kembali menatap gadis itu. Karena Jinra tidak menjawab Donghae menyandarkan tubuhnya dan menghela nafas. “Sebenarnya aku tidak suka membicarakannya, aku pikir bukan kapasitasku. Tapi karena kau seperti orang bingung maka aku akan cerita.”

Jinra tertawa mendengar ucapan Donghae. Benar kata atasannya bahwa pria di depannya ini terlihat seperti anak 5 tahun saat bicara. “Kenapa kau tertawa?”
“Annie. Maafkan aku donghae-ssi.”
“Apa yang kau pikirkan di kepala cantikmu itu mengenai sajangnim tampanmu itu?”

“Mereka menikah.” Setidaknya itulah kini satu-satunya jawaban pasti yang sebenarnya sedikit ia harapkan salah kebenarannya.
“Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? Apa karena desas-desus yang mengatakan bahwa Siwon telah menikah?” Jinra mengangkat bahu dan menyeruput minumannya. “Jika seperti itu pemikiranmu maka kau benar.”

Jinra hampir saja tersedak walau sudah menebaknya tetap saja membuatnya terkejut. Jadi benar pria itu istri dari Choi Siwon. “Sejak kapan?” Hanya itu yang bisa Jinra katakakan.
Donghae tertawa. “5 tahun lalu.” Ia mengucapkan terima kasih pada pelayan yang membawakan pesanannya.

“Lalu.”
“Selama ini Kyuhyun kuliah di Paris. Kurasa kau tau bagaimana saat ini sikap Siwon berubah.” Ya. Tentu saja Jinra mengetahuinya. Sejak pria bernama Kyuhyun itu hadir ia bahkan seperti baru mengenal Siwon. Pria itu benar-benar berubah. Ia seperti kembali kedalam pribadi aslinya yang tersembunyi selama ini. Siwon kini lebih banyak tersenyum dan ramah kepada orang lain.

“Waeyo? Kenapa ekspresimu seperti itu? Kau patah hati?”
“Mwo?! Apa maksudmu?” Jinra menatap makannanya dan menyuapkannya kedalam mulutnya.
“Kau sudah cukup lama menjadi sekretaris Siwon, ku pikir kau pasti punya ketertarikan walau sedikit pada sepupuku yang absurd itu. Jika ya, ku harap kau segera membuangnya daripada kau sakit sendiri. Siwon akan melakukan apapun untuk Kyuhyun, dia bisa jadi orang yang benar-benar tidak kita kenal jika itu berkaitan dengan Kyuhyun.”

Jinra hanya tersenyum mendengar penjelasan Donghae. Rangkaian beberapa kejadian kini mulai ia pahami alasan dibaliknya. Ia menghela nafas dan menyelesaikan makanannya sebelum ia pamit untuk kembali ke kantor.
.
.
.
“Kau suka?”
“Tentu saja hyung.”

Kyuhyun tersenyun bahagia dan mengamati sekitarnya. Saat ini ia sedang makan malam di pinggir pantai dengan suasana yang menenangkan. Walau semilir angin membuat tubuhnya sedikit mengigil namun tidak sampai sanggup menghilangkan pancaran kebahagiannya saat ini. Sebenarnya dimanapun ia berada walau itu tempat yang tidak nyaman sekalipun jika ia bersama Siwon maka ia akan bisa tetap tersenyum. “Setelah ini bagaimana jika kita berjalan-jalan sebentar?” Kyuhyun mengangguk.

Keduanya berjalan bersisian dengan tangan saling menggenggam erat satu sama lain. Tak ada yang bicara. Saat ini mereka berdua hanya ingin menghabiskan waktu bersama. Semilir angin dan suara deburan ombak menemani kesunyian yang terjadi pada keduanya.

“Kau lelah?”

Siwon menghentikan langkahnya dan menghadap Kyuhyun. Menyentuh wajah putih itu yang sedikit pucat. “Sepertinya kau kedinginan.” Siwon menyentuh sudut bibir Kyuhyun yang sedikit membiru akibat udara malam. “Kita kembali saja.”

Siwon berbalik dan hendak membawa Kyuhyun kembali ke hotel namun Kyuhyun menahannya. Istrinya itu lalu memeluk Siwon erat membuatnya tersenyum. Ia mengusap-usap punggung Kyuhyun pelan seraya membalas pelukan itu. Mengirimkan kehangatan pada Kyuhyun.

“Waeyo baby?”

Siwon terkejut mendengar isakan kecil Kyuhyun. Punggung pemuda itu bergetar namun tidak membiarkan Siwon melepaskan pelukannya. Membuat Siwon hanya mampu mengeratkan pelukannya. “Aku mencintaimu. Tenanglah.”

Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan menatap Siwon. Ia tidak tahu mengapa ia bersikap seperti ini. “Aku juga mencintaimu hyung. Terima kasih atas segalanya.” Kyuhyun sedikit berjinjit sebelum akhirnya bibirnya menyentuh bibir Siwon dan mengecupnya. Siwon tersenyum dan menghapus air mata Kyuhyun dengan kedua tangannya. Sebelum kembali memeluk Kyuhyun. Jika waktu bisa berhenti, Siwon ingin selamanya ia dan Kyuhyun seperti ini. Namun waktu terus berjalan. Dan ia ingin menghabiskannya dengan Kyuhyun sang pusat kehidupannya.

“Tunggu sebentar hyung akan ke kamar mandi dulu.” Ucap Siwon saat ia dan Kyuhyun kembali ke kamar mereka.

Kyuhyun mengangguk lalu melepas dan menggantung coatnya. Ia tersenyum dengan wajah menghangat. Siwon sudah setuju bahwa malam ini Kyuhyun ingin sekali menyerahkan segalanya kepada suaminya. Tanda bahwa ia milik Siwon sepenuhnya. Namun memikirkan apa yang akan mereka lakukan malam ini membuat Kyuhyun merona dan jantungnya berdegup kencang.

“Hyung sudah selesai. Kau masuklah dan ganti pakaianmu sayang.”

Kyuhyun mengerjap kemudian segera melesat ke kamar mandi. Ia memandangi tubuh atasnya yang polos. Kulit putih susu dan mulus itu jelas Kyuhyun banggakan. Dan membayangkan dada Siwon yang kekar bertubrukan dengan dadanya membuat Kyuhyun kembali memanas. Ugh. Sadarlah Choi Kyuhyun. Kyuhyun menepuk-nepuk pipinya kemudian segera memakai piamanya. Baru saja ia akan mengancingkan piamanya sebuah tangan menyusup di pinggangnya dan mengusap pelan perut ratanya.

“Aku lupa. Untuk apa kau memakai baju, jika nanti akan di lepas kembali.” Jantung Kyuhyun berdebar kencang dan ia tidak mampu menahan wajahnya yang kini memanas dan merah. Ia biarkan jari-jari Siwon kembali membuka kancing piyamanya.

Sensasi geli itu jelas terasa saat tangan Siwon bergerak menuju dadanya. Memainkan tonjolan kecil berwarna coklat yang kini sedikit mengeras dan semakin menegang kala Siwon menyentuhnya. Seketika nafas Kyuhyun memburu, ia memejamkan mata menahan segala bentuk rasa yang tidak mampu ia sampaikan. Desahan kecil lolos dari bibirnya saat Siwon semakin aktif memainkannya nipplenya, memutar dan menariknya pelan. Sungguh pemanasan yang tidak baik.

Perlahan Siwon memutar tubuh Kyuhyun menghadapnya dan ia tersenyum melihat Kyuhyun memejamkan mata. Dengan gerakan cepat Siwon berhasil menggendong Kyuhyun bridal style lalu membaringkan tubuh istrinya ke ranjang. Dengan cekatan Siwon melepas piyama Kyuhyun hingga pemuda itu setengah telanjang. Ia juga melepas kemejanya sehingga mereka berdua kini imbang.

Melihat keadaan mereka dan Siwon yang berada diatas tubuhnya membuat wajah Kyuhyun semakin memerah. Perasaannya kini begitu menggebu-gebu. Siwon sendiri kini menatap Kyuhyun intens, mengagumi keindahan tangan tuhan pada Kyuhyun. Kulit putih dan mulus, rambut hitam, mata jernih dan senyum yang selalu membuatnya damai. Sungguh Siwon bersyukur bahwa ia di beri kebahagiaan seperti ini.

“Hyung.” Kyuhyun membuka matanya saat tidak ada pergerakan apapun. Siwon yang sadar segera memeluk Kyuhyun erat membuatnya bingung. “Ada apa hyung? Apa aku mengecewakanmu?”

“Annie.” Siwon menggeleng dan mengecup pundak Kyuhyun. “Kau yang terindah sayang. Aku hanya sedang mengangumimu. Dan bersyukur akulah yang memilikimu.” Kyuhyun tersenyum dan membalas pelukan erat Siwon. Ia mengusap-usap punggung Siwon lembut membuat sesuatu kembali bergejolak dalam tubuh Siwon.

Saat dua kulit yang berbeda itu bergesekan, saat kecupan-kecupan itu semakin intens, saat deru nafas semakin memburu dengan jatung yag berdetak cepat keduanya tau inilah waktunya mereka bersatu. Perlahan namun pasti Siwon kembali menghujani wajah Kyuhyun dengan kecupan-kecupan lembut hingga lumatan-lumatan dalam pada bibirnya. Ia tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang penuh dengan keringat dan memerah. Nafasnya yang memburu menjadi nyanyian lain dalam percintaan dua insan tersebut.

Leher putih Kyuhyun kini menjadi sasaran kecupan-kecupan Siwon. Meninggalkan jejak-jejak dengan warnah merah. Sebuah lenguhan dari bibir Kyuhyun memhuat Siwon semakin bersemangat. Tangannya kini aktif mengelus permukaan dada Kyuhyun dan tonjolan kecil berwarna coklat yang kini sudah mengeras. Usapan-usapan lembut tangan Kyuhyun pada dada Siwon membuat pusat tubuh keduanya semakin tegang.

“Eunghhhh hyu…ng” Kembali desahan itu lolos dari mulut Kyuhyun saat lidah itu bermain di nipple kananya. Menggigit pelan dan menghisapnya. Sementara yang lain menerima usapan dan pijatan. Aliran darah Kyuhyun berpacu kencang mengarah ke pusat tubuhnya membuat nafasnya tersenggal. Ia hanya mampu menekan kepalanya pada bantal dan meremas rambut Siwon. Menekan wajah tampan itu semakin dalam. Meberikan hisapan, gigitan dan pijatan pada nipple satunya. Dan semua Siwon lakukan dengan penuh kelembutan.

Siwon masih menghujani tubuh Kyuhyun dengan kecupannya. Ia memuja setiap bagian tubuh yang indah itu meninggalkan jejak basah dan panas. Kembali ia mengecup bibir Kyuhyun lalu menurun menuju dada dan perut. Perlahan menurunkan celana Kyuhyun dan membebaskan pusat tubuhnya yang sudah tegak dan mengeras. Siwon tersenyum melihatnya. Menggenggam dan memijatnya. Sebelum kemudian memasukannya kedalam mulut dan menghisapnya.

“Arghhhh….. wonnn-ahhhh……..”

Kyuhyun hanya mampu mencengkram sprei dan memejamkan matanya saat lidah Siwon membelai pusat tubuhnya. Menghisapnya bagaikan sebuah lolipop dan menggigitnya pelan. Seluruh tubuh Kyuhyun bergetar, jantungnya seakan meledak. Ia tidak tahu bahwa semuanya akan senikmat ini hingga sebuah lenguhan panjang meraung dari bibirnya tanda ia mencapai puncaknya.

Siwon kembali merangkak di atas tubuh Kyuhyun mencium dahi dan bibir Kyuhyun. Setelahnya ia melepas semua pakaiannya yang tersisa hingga tidak ada lagi penghalang diantara keduanya. Dengan nafas memburu Kyuhyun mencuri pandang ke arah pusat tubuh Siwon yang sudah membesar dan panjang. Kyuhyun membulatkan matanya lucu membuat Siwon tertawa. Sebesar itu apa muat. Miliknya saja tidak sebesar itu.

“Ada apa baby? Apa kita harus berhenti?”
“Mwo?! Annie hyung lanjutkan saja. Tapi apakah muat?”
Siwon tertawa dan mencium Kyuhyun dalam dan panjang. “Tentu saja. Hyung mulai ne? Tahanlah sebentar.” Kyuhyun mengangguk dan membiarkan Siwon mengangkat kedua kaki Kyuhyun dan melingkarkannya pada pinggangnya. Kembali Siwon mengecup kedua mata Kyuhyun saat posisi tubuhnya sudah pas. Dengan perlahan ia menyatukan tubuhnya dengan tubuh Kyuhyun yang kini memejamkan matanya dan mencengkram lengan Siwon.

Sebulir air mata lolos dari sudut mata Kyuhyun membuat Siwon ingin berhenti. “Maafkan aku baby.”
Kyuhyun membuka matanya dan tersenyum. Ia menarik kepala Siwon dan mencium bibir pria yang kini telah memiliki jiwa raganya. Kembali Siwon memberikan lumatan-lumatan dalam menyalurkan seluruh rasa yang membuncah dari percintaan manis dan panas mereka. Berharap dapat mengurangi rasa sakit yang Kyuhyun rasakan. Dan saat Kyuhyun memberikan ijin untuk Siwon bergerak, pria itu tidak bisa lagi menahan hasrat dan gairahnya.

Siwon bergerak dengan iramanya sendiri lembut penuh kepastian. Menyatukan tubuhnya semakin dalam. Gesekan-gesekan itu jelas membuat keduanya terengah. Denyutan pusat tubuh mereka justru semakin membuat keduanya melebur dalam gairah hingga pelepasan itu tiba membuat keduanya bernafas lega walau terengah-engah.

Kyuhyun tersenyum bahagia. Ia bahkan kembali menangis mengetahui Siwon benar-benar miliknya. Ia bersyukur bahwa dengan apa yang tuhan berika kepadanya.
“Apa aku menyakitimu?”
Kyuhyun menggeleng dan memeluk Siwon erat. Tubuh keduanya masih menyatu dan Siwon masih memberikan kecupan-kecupannya pada bahu Kyuhyun.

“Annie. Aku bahagia hyung.” Kyuhyun memejamkan mata merasakan detak jantung Siwon yang bertalu dengan detak jantungnya sendiri. Perasaannya membuncah dan hatinya berdenyut karena terlalu bahagia. Ia berharap dapat seperti ini selamanya bersama Siwon.

“Benarkah? Kalau seperti itu maka aku juga akan bahagia.” Balas Siwon. Ya. Kebahagiaan Kyuhyun adalah batas keras dalam hidupnya. Karena jika Kyuhyun terluka maka ialah yang akan terpuruk jauh. “Aku mencintaimu.” Ucap Siwon berulang-ulang.

Kristal bening menghiasi kelopak mata Kyuhyun. Terlalu bahagia sepertinya tidak baik karena kini hatinya benar-benar ingin meledak. Ia memeluk erat Siwon dan menenggelamkan wajahnya di leher Siwon. Jari-jari lentiknya mengusap punggung Siwon. Kecupan-kecupan kecil ia berikan membuat pusat tubuh Siwon yang masih berada dalam tubuh Kyuhyun kembali mengencang. Kyuhyun yang merasakannya tersenyum.

“Baby~~”
“Ne hyung.” Siwon memandang wajah Kyuhyun yang kini sedang menggodanya. Terlihat sexy dan bergairah dengan wajah memerah dan penuh keringat membuatnya gemas sendiri. Kalau bisa Siwon ingin selamanya seperti ini.

“Jangan seperti ini. Membuatku ingin kembali memakanmu.” Goda Siwon pada telinga Kyuhyun dan mengigitnya pelan.
“Silahkan tuan Choi.” Balas Kyuhyun dengan suara yang terdengar begitu erotis di telinga Siwon. Segera saja ia kembali memangut bibir plum Kyuhyun yang sudah membengkak itu.

Keduanya saling melumat dan menghisap. Ciuman ini lebih berhasrat dan penuh gairah. Lidah Kyuhyun mendorong pelan lipatan bibir Siwon memaksa masuk dan kali ini Siwon membiarkan lidah kenyal itu menyusuri setiap sudut mulutnya. Sebelum Siwon mengambil alih keadaan. Jantung Kyuhyun kembali berdetak kencang dan tubuhnya bergetar merasakan kenikmatan yang Siwon berikan.

Nafasnya tersenggal dan semakin memburu saat Siwon kembali menghisap nipplenya yang sudah membengkak karena hisapan Siwon sebelumnya. Bahkan ia merasa dadanya semakin mengencang. Ugh Choi Siwon kau membuatku gila. Erangan dan desahan mulai saling bersahutan. Nyanyian cinta dari keduanya kembali bersua. Tubuh keduanya saling mencari, meraba dan mencium. Bukti lain bahwa keduanya di ciptakan untuk saling memiliki. Sampai akhirnya Siwon kembali menyatu dengan Kyuhyun dan kembali sebuah desahan panjang lolos dari mulut keduanya pertanda bahwa mereka telah mencapai klimaks dari kenikmatan dunia.

***♡***

Kyuhyun membuka matanya perlahan dan langsung dihadapkan pada wajah Siwon yang masih terpejam dan memeluknya erat. Ia tersenyum bahagia dan menjulurkan telunjuknya menyentuh wajah Siwon perlahan. Menyusuri alis, hidung dan bibir yang melahapnya semalam. Mengingatnya kembali membuat perasaan Kyuhyun kembali membuncah.

“Terima kasih Wonnie.” Kyuhyun mengecup dahi Siwon pelan sebelum dengan perlahan melepaskan tangan suaminya dari pinggangnya. Kyuhyun ingin segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dan remuk. Berendam sepertinya akan sangat menyenangkan.

Setelah berhasil lolos dari kurungan Siwon, Kyuhyun menyambar kemeja Siwon yang berserak di lantai lalu memakainya. Walaupun hanya ada ia dan suaminya di kamar ini tetap membuat Kyuhyun tidak leluasa berjalan dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun.

Kyuhyun melepas kemeja Siwon perlahan dan matanya sedikit membulat saat melihat pantulan tubuhnya di cermin yang tergantung di kamar mandi. Bercak merah menyebar di sekitar leher dan dadanya. Lukisan Siwon. Ia tersenyum dengan wajah bersemu merah. Jika Siwon melihatnya ia akan segera kembali menyerang Kyuhyun. Seketika tubuh Kyuhyun memanas mengingat kejadian semalam. Ia harus segera berendam untuk mendinginkan tubuh dan pikirannya.

Dan benar saja tubuhnya kembali segar dan terasa lebih baik. Kyuhyun menyalakan shower untuk membilas tubuhnya. Saat sedang asik menggosok tubuhnya ia di kejutkan dengan sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya. Jantung Kyuhyun kembali berdetak dan tubuhnya bergetar saat tubuh Siwon memeluknya.

“Kenapa tidak menungguku?” Kyuhyun tersenyum saat Siwon mengecup pundaknya di tengah guyuran air. Menyandarkan tubuhnya pada tubuh Siwon.
“Aku tidak ingin mengganggu hyung.” Nafas Kyuhyun mulai terengah saat tangan kekar Siwon kembali meraba tubuhnya. Semuanya masih begitu sensitif dan ngilu membuat sebuah desahan lirih lolos dari bibir Kyuhyun.

“Hyunnghhhh.”

Siwon memutar tubuh Kyuhyun menghadapnya. Kembali memberikan kecupan-kecupan pada tubuh yang masih terdapat jejak-jejak ciumannya semalam. Menghisap nipple kecil yang selalu membuat Siwon gemas hingga ia berjongkok di hadapan pusat tubuh Kyuhyun. Memijatnya lembut sebelum kembali mengemutnya bagai sebuah lolipop manis.

Tubuh Kyuhyun bergetar dengan nafas memburu, terasa panas meski kini mereka berada di dalam kamar mandi. Yang dapat ia lakukan hanyalah berusaha untuk tetap bernafas dengan meremas rambut Siwon hingga hisapan itu semakin kuat dan membuatnya berdenyut semakin hebat. Ia sudah sampai. Kyuhyun akan kembali mencapai kenikmatan dunia.

Hingga helaan nafas panjang terdengar di telinga Siwon membuatnya tersenyum karena telah berhasil membuat pujaan hatinya mencapai kepuasan. Setelahnya Siwon kembali mengecup bibir manis Kyuhyun yang menjadi candunya.

“Kau tahu? Wajahmu sangat indah saat merasakan kepuasan.”
“Jangan menggodaku hyung.” Wajah Kyuhyun memerah karena malu.
“Aku tidak sedang menggodamu. Berbaliklah.”
“Annie.” Kyuhyun menahan tangan Siwon di pundaknya saat suaminya hendak membalikan tubuhnya. “Biarkan aku memuaskanmu hyung.”

Kyuhyun mendorong tubuh Siwon agar duduk di closet yang tertutup. Kemudian ia berjongkok seraya menyamakan posisinya dengan pinggang Siwon. Dan pipi Kyuhyun bersemu saat melihat pusat tubuh Siwon yang sudah menegang dan besar. Bagaimana semalam itu bisa masuk. Mata bulatnya berkedip-kedip membuat Siwon begitu gemas. Sebelum jantungnya berpacu saat tangan lentik Kyuhyun menyentuh titik sensitif itu. Menyiksa Siwon karena istrinya terlihat senang memaikan pusat tubuhnya.

Kyuhyun tidak menyadari apa yang di lakukannya. Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah apakah itu bisa muat di dalam mulutnya. Lalu bagaimana rasanya. Walau dengan banyak pertanyaan Kyuhyun tetap memajukan wajahnya, kemudian mengubur pusat tubuh Siwon ke dalam mulutnya. Awalnya hanya ujungnya saja dan itu membutakan Siwon sebelum akhirnya masuk seluruhnya.

Kenyal. Itulah yang Kyuhyun pikirkan, walaupun sedikit aneh tapi melihat wajah Siwon saat ini yang terlihat menikmati Kyuhyun meneruskan tugasnya. Mengigit-gigit dan menusuk-nusuk dengan lidahnya. Dan ia semakin bersemangat saat merasakan milik Siwon dalan mulutnya semakin membesar.

“Babbbhhhii…… Cukup.” Siwon menarik paksa wajah Siwon bersamaan dengan itu cairan kental menyemprot membasahi dada Kyuhyun dan paha Siwon. Dengan nafas terengah Siwon berusaha berdiri dan membawa tubuh Kyuhyun bersandar di dinding. Kemudian membalikan tubuh istrinya menghadap dinding. Setelah menghujani punggung Kyuhyun dengan kecupan-kecupannya serta memijat butt Kyuhyun yang sexy, Siwon segera menyatukan kembali tubuhnya dengan Kyuhyun. Desahan dan erangan kembali saling bersahutan dari kedua pasangan yang tampaknya tidak lelah sama sekali. Hingga kembali sebuah kepuasan terlepas dari keduanya entah untuk berapa kalinya.

Siwon melepaskan tubuhnya dari tubuh Kyuhyun membuat cairannya yang banyak mengalir di paha mulus Kyuhyun. Kemudian ia membalikan tubuh istrinya lalu memeluknya setelah menyalakan kembali shower dan membiarkan tubuh keduanya dihujani.

“Terima kasih baby. Aku mencintaimu.” Siwon mengeratkan pelukannya seraya takut Kyuhyun akan lenyap dalam seketika. Ia takut kebahagian mereka saat ini akan hilang dalam sekejap.
“Ne hyung. Maaf jika aku mengecewakanmu. Nado saranghae.”

***♡***

“Apa kau bahagia?” Tanya Siwon saat mereka berdua bergandengan tangan menyusuri permadani putih di pantai agati. Setelah percintaan mereka yang panjang keduanya memilih makan di sebuah restorant pinggir pantai. Dan mereka baru menyadari bahwa keduanya sangat lapar. Setelahnya berjalan-jalan menikmati udara hangat dan sejuk.

“Tentu saja hyung. Bahkan aku tidak percaya bisa seperti ini bersamamu.” Siwon menarik Kyuhyun semakin merapat kepadanya melingkarkan tangan di pinggang ramping istrinya. “Dan maaf jika aku mengecewakanmu.”

“Annie. Kau selalu jadi kebahagiaanku bagaimanapun dirimu. Bahkan jika suatu saat kau membenciku, aku tidak akan pernah memalingkan muka darimu. Choi Kyuhyun.” Jawaban tegas Siwon benar-benar membuat Kyuhyun bahagia. Ia memeluk Siwon erat.

“Bagaimana bisa aku membencimu hyung. Dan tidak akan ku biarkan kau memalingkan wajahmu dariku. Akan kupastikan kau hanya akan melihatku.” Siwon tertawa sebelum kemudian mengecup lembut bibir Kyuhyun.

“Jangan terlalu kencang.” Ucap Kyuhyun saat ia mendorong tubuh Siwon yang sedang menciumnya. “Ini masih bengkak. Bibirku akan semakin besar jika kau terus menghisapnya seprti itu hyung.”

Siwon tertawa dan merapikan surai hitam Kyuhyun. “Sudah ku bilang apapun yang terjadi padamu hatiku tidak akan pernah berubah.”
“Ne. Jagiya.” Keduanya kembali tersenyum dan berpelukan. Saling membagi kebahagian masing-masing. Mensyukuri bahwa saat ini mereka berdua bahagia.

“Sebentar baby.” Ucap Siwon melepaskan tubuh Kyuhyun saat sesuatu bergetar dalam saku celana pendeknya. Sebuah video call. Siwon mengarahkan ponselnya kearah wajahnya dan Kyuhyun sebelum mengangkat panggilan tersebut.

“Hallo. Seprtinya kalian bahagia disana.” Siwon dan Kyuhyun tertawa mendengar suara Donghae dan wajah kekanakannya dilayar.
“Menurutmu?” Tanya Siwon.
“Tentu saja. Katakan padaku Kyuhyun-ah bagaimana Siwon? Apa ia hebat?” Seketika wajah Kyuhyun memerah. Ia mengerti pertanyaan Donghae.

“Tentu saja ikan.” Jawab Siwon membuat Donghae mendelik kesal di panggil ikan. Siwon dan Kyuhyun tertawa melihat bagaimana Donghae megerucutkan bibirnya.
“Ah begitukah? Kalau begitu sepertinya aku akan segera mendapat keponakan.” Wajah Donghae tersenyum penuh kebahagian. Sementata Kyuhyun mendelik kesal karena pria ikan itu terus menggodanya.

“Aku pria hyung. Kalau pun aku punya anak tidak akan kubiarkan dekat denganmu.” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada layar ponsel dan menatap Donghae tajam.
“Aigo kau akan jadi ibu yang galak. Ah kau sudah datang?” Tiba-tiba saja Donghae memalingkan wajahnya ke arah lain, sehingga hanya terlihat sebuah dinding kaca. Samar-samar terdengar bahwa Donghae sedang berbicara dengan seseorang.

Siwon dan Kyuhyun sabar menanti Donghae yang wajahnya beberapa detik kemudian kembali menghiasi layar ponsel Siwon.
“Ah iya ada yang ingin menyapa kalian.” Siwon dan Kyuhyun saling pandang. “Ayo kemarilah. Tidak apa-apa” Terdengar suara Donghae berbicara dengan seseorang. Dan tak lama layar datar itu menampilkan dua wajah. Donghae dan Jinra.

“Annyeong sajangnim. Maaf menganggu.” Siwon tertawa melihat Jinra mendelik kesal pada Donghae.
“Sepertinya aku tertinggal cerita. Dan kalian terlihat cocok.” Siwon terkekeh melihat Jinra sekretarisnya membulatkan mata.
“Annie sajangnim.” Jinra menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
“Aigo. Kau harus berterima kasih kepadaku karena telah menemani sekretaris mu yang kesepian ini.”

“Annie. Kurasa kau yang memaksa hyung.” Kali ini Kyuhyun buka suara. Awalnya ia sedikit ragu melihat Jinra dan Donghae bersama memungkinkan bahwa gadis itu tahu hubungannya dan Siwon. Bukannya Kyuhyun takut, ia hanya belum terbiasa. Kyuhyun dan Siwon baru kembali bersama setelah berpisah, ia hanya ingin menikmati waktunya berdua.

“Annie. Aku bukan pemaksa seperti Siwon.”
“Mwo kenapa aku?” Siwon menatap Donghae dan Kyuhyun bergantian sementara Jinra hanya tersenyum.
“Kau akan memaksa apapun jika itu berhubungan dengan Kyuhyun.” Jawaban telak Donghae membuat Siwon tertawa sementara Kyuhyun memalingkan wajahnya yang terasa panas. Andai hanya ada mereka bertiga Kyuhyun sudah mengeluarkan kata-kata ajaibnya untuk Donghae.

“Bilang saja kau cemburu.” Jawab Siwon sambil mengecup pipi Kyuhyun membuat pemuda itu terpekik.
“Hyung~~~”
“Yaks aku masih ada disini. Kalau kalian pamer kemesraan ku tutup.”
“Sebentar hyung.” Siwon menatap Jinra yang ekspresinya tidak terbaca. “Apa ada masalah di kantor?”

“Annie. Semua baik-baik saja sajangnim.” Jawab Jinra singkat.
Setelahnya Donghae memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan mereka. Namun sebelum benar-benar memutuskan sambungan Donghae kembali berteriak soal keponakan. Membuat Kyuhyun berniat membuatnya gosong di wajan. Dasar ikan bawel.

Siwon tertawa bahagia kemudian memeluk Kyuhyun setelah memasukan ponsel ke sakunya. Semilir angin menerbangkan surai hitam Kyuhyun membuatnya terlihat begitu indah di mata Siwon. Ia benar-benar terperangkap dalam pesona Kyuhyun.

“Kenapa memandangku seperti itu?” Kyuhyun mendongakan sedikit wajahnya dan memandang wajah Siwon lekat. Kedua tangannya bertumpu pada dada bidang Siwon yang keras.
“Annie. Aka hanya bahagia. Dan sedang mimikirkan bagaimana memberikan Donghae keponakan.”

“Hyung!!! Kau menggodaku? Baiklah sana cari wanita yang bisa memberikan Donghae keponakan.” Kyuhyun memajukan bibirnya berusaha melepas pelukan Siwon namun gagal. Ia terkurung dalam kungkungan Siwon yang sedikit kesal karena Kyuhyun menyuruhnya mencari seorang wanita. Ia tidak butuh wanita. Cukup Kyuhyun baginya.

“Jangan berkata seperti itu lagi baby.” Tegur Siwon tegas.
“Dan jangan bicara soal anak lagi hyung itu melukaiku. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa mengabulkannya. Dan kau tau itu.”
“Annie. Baby kau segalanya bagiku. Asal itu kau hyung tidak apa-apa. Lupakan soal yang tadi ne.” Siwon menarik Kyuhyun dalam pelukannya memberikan kenyaman sendiri bagi Kyuhyun yang begitu menyukai aroma yang menyeruak dari tubuh Siwon. “Mianhae.”

“Jika hyung ingin seorang anak mungkin kita bisa mengadopsi.” Siwon tersenyum kecil mendengar perkataan Kyuhyun.
“Ne baby kita bicarakan nanti. Untuk saat ini hyung hanya ingin bersamamu.”
“Yaks hyung apa yang kau lakukan!” Kyuhyun berteriak kaget saat tiba-tiba saja Siwon mengangkat tubuhnya. Dan entah mengapa itu sangat mudah. Kyuhyun hanya mampu melingkarkan kedua kakikanya di pinggang Siwon dan mengeratkan pelukannya di leher suaminya.

Siwon tertawa dan membawa tubuh Kyuhyun berputar-putar. Beberapa orang yang melihat mereka hanya tertawa kemudian mengabaikannya. Dengan perasaan membuncah bahagia Siwon masih saja senang membawa Kyuhyun dalam gendongannya. Hingga tidak sengaja kakinya terjerembab, membuat Siwon jatuh berguling di pantai dengan Kyuhyun dalam pelukannya.

“Gwenchana?” Siwon bertanya pada Kyuhyun di bawahnya. Ia menahan tubuhnya dengan tangan kanannya agar tidak terlalu menindih Kyuhyun. Kyuhyun membuka matanya dan tersenyum manis. “Annie. Aku tidak apa-apa.” Jawab Kyuhyun. Kedua saling pandang sebelum suara tawa terdengar dari keduanya. Entahlah apa yang mereka tertawakan yang jelas perasaan mereka hanya terdapat satu kata. Bahagia.

Sentuhan jemari Siwon di wajahnya kembali membuat Kyuhyun memejamkan mata. Degup jantungnya bekerja lebih cepat saat ia merasakan hembusan nafas hangat Siwon menerpa wajahnya. Dan saat kelembutan itu menyentuh bibirnya Kyuhyun menarik kedua tangannya yang sejak tadi melingkar di leher Siwon semakin menarik pria itu.

Ciuman lembut dan penuh perasaan itu berjalan cukup lama. Hanya butuh beberapa detik untuk mengambil nafas sebelum keduanya kembali bergulat bibir. Siwon begitu ahli menggoda bibir Kyuhyun yang sangat manis baginya. Menyelipkan lidahnya pada lipatan bibir Kyuhyun memaksa masuk dan perang lidah yang tentu saja di menangkan Siwon.

Merasa tidak terima Kyuhyun mengeluarkan seluruh tenaganya untuk membalikan posisi tubuh mereka. Dan ia berhasil walau tanpa sepengetahuannya Siwon ikut andil. Ia membiarkan Kyuhyun melakukannya. Dengan penuh nafsu Kyuhyun melumat bibir Siwon dengan agresif. Entahlah ia merasa kecanduan dengan semua ciuman Siwon yang saat ini menyibukan dirinya meraba tubuh Kyuhyun yang berbalut kemeja basah. Menggoda Kyuhyun dengan menekan pinggangnya membuat erangan lolos dari bibir Kyuhyun yang belum lepas dari bibir Siwon.

Sentuhan tangan Siwon di tubuhnya membuat Kyuhyun semakin semangat melahap bibir Siwon. Sadar bahwa istrinya mulai lepas kendali Siwon mencoba melepas ciumannya membuat Kyuhyun kesal bagai anak kecil yang mainannya di ambil. Siwon hanya tersenyum geli.
“Baby kita harus pindah. Tidak mungkin kita melakukannya disini.”
“Kembali ke hotel terlalu lama hyung.”
“Arraso.”

Kemudian Siwon memapah Kyuhyun yang lemas untuk berjalan. Beruntung tidak jauh dari pantai tempat mereka berjalan-jalan terdapat penginapan rakyat. Keduanya diantar ke sebuah kamar yang tidak terlalu besar dengan sebuah ranjang yang muat untuk dua orang. Segera setelah pintu tertutup dan terkunci, Kyuhyun segera memeluk Siwon dan berbisik pelan. “Kita lanjutkan yang tadi hyung.”

Tidak ada kata penolakan bagi Siwon ataupun Kyuhyun. Segera keduanya kembali saling membelitkan lidah, menghisap, menyentuh tubuh pasangan satu sama lain. Saling melepaskan pakaian yang melekat pada tubuh mereka hingga keduanya sudah terbaring di ranjang dengan posisi tentu saja Kyuhyun di bawah.

“Hyu-enggg… palli!” Ucap Kyuhyun dengan suara parau saat Siwon masih sibuk menghisap nipplenya yang mengeras dan terasa ngilu tanda bahwa tubuhnya sendiri masih menginginkan sentuhan dan hisapan Siwon. Kyuhyun bergerak gelisah saat gigitan kecil itu terasa di nippelnya yang sensitif.

“Siwon-ah.” Siwon semakin bersemangat menyatukan tubuhnya dengan Kyuhyun mendengar istrinya memanggil namanya. Menghujani tubuh Kyuhyun dengan ciuman dan sentuhan penuh pemujaan. Hingga terdengar lenguhan panjang dari keduanya tanda bahwa mereka telah mencapai klimaks dari pergulatan penuh cinta itu.

“Gomawo hyung.” Ucap Kyuhyun memeluk tubuh Siwon erat.
“Saranghae.” Balas Siwon membalas pelukan istrinya.
“Nado saranghae.”
Keduanya tertidur dalam posisi berpelukan setelah melewati beberapa sesi lain dalam kegiatan mereka. Menghasilkan lebih banyak lagi keringat dan desahan-desahan dari keduanya. Hingga matahari kembali menyinari dan menghangatkan pantai agati.
.
.
.
.

Note:
Aaaaaaaa…. mamakeeeeeee…. apa ini… ya tuhan ampuni hamba menistakan WonKyu dan meracuni mereka… *tunjuk reader satu2*
Jangan timpuk saya kalo kalian jadi ngerasa yang “iya2” abis baca cerita nista ini… ampuuunnn deh jempol laknat napa bisa ngetik beginian…. huhuhuhuhu…

Yasudahlah karena sudah terpublish mau di apakan lagi….
Btw saya ini penikmat NC smuth *bener gak tuh tulisannya* di mana permainan kata jadi kekuatan, bukan menerangkan secara blak2an siwon remes2 itunya(?) Kyu atau sebaliknya… ㅋㅋㅋㅋ
Jadi kalo gak hot mianhae.. aku masih belajar bagaimana membuat satu kalimat mampu membangkitkan rasa saat mmbacanya….

Terus untuk prosesnya juga saya gak terlalu ngerti biasa baca yang straigh sih jadi gak bisa bayangin pedang sama pedang gimana… tanya Siwon belum ngomong udah di plototin Princess maha ratu Kyu gak jade deh… hehehehe

Tapi yang pasti saya terharu pake banget sama respon ff ini di dua part sebelumnya… dan makasih banget udah mau baca and ofc main ke wkc….
N khusus untuk part ini yang membacanya harus koment !!! Titit eh titik gak pake celana… #plakk maksudnya koma… *duarrrr di bantai reader*
Nah kan saya makin gila untuk lagi gak puasa…. saya buat ff ini malam karena lagi bulan puasa… so kebayang ngetik dengan mata sepet tapi di sempet2in melek… jadi di tunggu sepatah dua patah kalimatnya yah… KALIMAT bukan KATA…. reader: IYAA BAWEL

ok…ok… santai mba sist… segitu ajah dari saya… terus kunjungi wkc karna bulan depan kita ada project… hihihihihihi…

Last but not least
See you next time and keep spreading WonKyu Love ♡ !!!
Annyeong~~~ ^^

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

78 thoughts on “All For You – Chapter 3

  1. Deeuh yg lagi honeymoon, so sweet bgt deh. Moga2 keinginan Donghae biar cpt dpt keponakan dr WonKyu cepet terwujud😂😂😀😃

  2. Honeymoon???
    Hahaha..wonkyu selalu x igt tempat..
    Anyway scene NC tidak tlalu ‘you know what’..
    So readers agak selesa mbacanya..

  3. Aduuuh…panas2😥 ahahaha… sweet wonkyu, jd pngn honeymoon jg tp udah kadaluarsa…ya udah nungguin babykyu dung aja deeeh…SEMANGAT terus yaaa nulis lanjutannya, setia menunggu ini…😀

  4. Izi baca lagi ya unni ssii author ter the best yg sllu kami tunggu2 kelanjutan ff nya :*

    Part ini salah satu part favorit aku hehehe pas bacanya ada rasa gimana gitu apalagi cara siwon memperlakukan kyuhyun dengan penuh kelembutan hahaha
    Unni ditunggu ya afy part14 nya..
    Rindu unni ssii rindu ff nya jgg huhuhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s