Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Oneshoot, WonKyu Story

Stuck on You

PhotoGrid_1406079773398

 

Stuck on You

By: -ssiihee-
Genre: Romance, Family, Fluff,
Rate: PG 17
Main cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Disclaimer: Cerita ini punya saya, jika ada kesamaan dalam hal tokoh, cerita dan sebagainya dikarenakan faktor yang tidak di sengaja. Dan ini hanya khayalan saya belaka.

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Warning: BL, M-preg, OOC, AU, abal, alay, typo, jauh dari EYD dsb.

Don’t Like, don’t read !
Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!
(= ̄▽ ̄=)V

***
SoY
ssiihee©2014
Totally Reserved
***

.

.

“Hey ada masalah?” Donghae menepuk pelan pundak Siwon yang sedang menenggak minumannya. Melihat beberepa botol kosong yang terdapat di depannya Donghae bisa menebak bahwa sahabatnya itu sedang ada masalah. Choi Siwon hanya akan seperti ini jika ada sesuatu yang mengganggunya.

“Annie. Hanya saja hari ini aku kembali bertemu dengan seorang wanita. Kau tau tentunya.” Jawab Siwon yang kembali menuangkan minuman ke gelasnya dan juga gelas Donghae. Mengajak sahabat sejak jaman junior high schoolnya itu bersulang.

“Jadi ibumu belum menyerah?” Donghae tertawa sebelum menegak minumannya. “Lalu ada apa dengan wanita itu sampai kau seperti ini. Biasanya kau hanya akan mengajaknya jalan sebelum menyuruhnya pergi.”

Donghae memang sudah sering mendengar mengenai masalah perjodohan yang di lakukan orang tua Siwon. Namun sahabatnya itu selalu menolak dengan alasan ia masih ingin bekerja dan mengejar karirnya. Namun bagi orang tua Siwon saat ini putranya sudah sangat pantas untuk berumah tangga. Usia yang cukup dan kehidupan yang mapan membuat ia seharusnya tidak kesulitan mencari seorang wanita.

“Aku memang melakukannya. Namun wanita itu mengatakan sesuatu yang membuatku kesal.” Siwon memutar-mutar gelasnya.
“Memang apa yang ia katakan?”
“Dia bilang aku gay?” Donghae tertawa kencang mendengar ucapan Siwon membuat pria itu melirik Donghae sengit.
“Maaf. Hanya saja orang-orang memang akan berpikir kau gay karena mereka tidak pernah melihatmu dengan seorang wanita. Astaga jangan sampai aku di kira pasangan gaymu. Bahkan jika aku gay aku tidak ingin bersama dengan pria gila kerja sepertimu.”

“Berhenti bicara hal yang tidak-tidak.” Donghae hanya tertawa pelan melihat Siwon yang kini kembali menenggak minumannya.
“Sepertinya aku mendengar kata gay barusan? Apa kalian sudah pindah orientasi?”

Siwon dan Donghae melirik ke arah pria yang kini duduk di sebelah kanan Siwon. Pria tersebut meminta gelas dan menuangkan minunamnya lalu menenggaknya.”Hyuk-ah kau datang? Bukannya kau bilang ada acara dengan siapa itu, maria, livina?”
“Ne~ tapi sudah selesai. Aish dia membosankan.”
“Bukankah semua wanita membosankan untukmu?”
“Tentu saja tidak. Hanya saja….”
“Kau belum bertemu dengan seseorang yang special.” Lanjut Siwon dan Donghae bersamaan. Kemudian ketiganya tertawa.

Mereka bertiga, Siwon-Donghae-Hyukjae sudah bersahabat sejak sekolah dasar. Donghae dan Hyukjae bersahabat lebih dulu sebelum Siwon bertemu mereka di tingkat 5. Sejak saat itu hingga saat ini mereka masih bersahabat dan suka berkumpul bersama walau sudah bekerja di tempat yang berbeda. Meneruskan bisnis keluarga masing-masing.

Siwon adalah putra tunggal pemilik resort terbesar dan terkenal di korea dan kini sedang melakukan ekspansi ke berbagai negara. Sedangkan Donghae merupakan putra kedua dari Lee’s Corp yang bergerak di bidang kontruksi pembangunan yang sangat terkenal. Bahkan perusahan Siwon sering bekerja sama dengan perusahan Donghae. Sementara Hyukjae adalah pemilik dari dunia hiburan korea. Ayahnya adalah pendiri dan pemilik salah satu agensi paling terkenal dan berpengaruh di korea.

Selain wajah tampan dan kehidupan mapan yang sama. Ketiganya juga memiliki kemiripan dalam hubungan asmara. Karena sampai detik ini belum ada salah satu dari mereka menggandeng seorang gadis yang berstatus sebagai kekasih mereka. Ketiganya terlalu asik dengan kehidupan mereka saat ini hingga tidak ingin di pusingkan dengan hal-hal seperti itu.

“Bicata tentang gay apa kalian ingin mencobanya?”
“Mwo?!” Kembali Siwon dan Donghae berteriak kencang menatap Hyukjae dengan tatapan ngeri. “Hey tenanglah. Bukankah kalian sangat senang dengan hal-hal baru. Tidak salahnya kita mencoba.”
“Aku tidak mau. Aku ini masih normal.” Tolak Donghae dengan suara kekenanakan.

“Siapa juga yang menyuruhmu untuk menjadi tidak normal.” Hyukjae berusaha menyambar kepala Donghae hendak memukulnya namun tidak sampai sementara Siwon hanya menatap datar kedua sahabatnya yang masih seperti anak kecil.
“Ini seperti kita biasa menghabiskan waktu bersama wanita-wanita itu.” Hyukjae menunjuk sekelompok wanita disudut ruangan minim cahaya itu, yang memandang mereka dengan tatapan lapar.

“Memangnya pria juga ada yang seperti mereka?” Donghae bertanya dengan muka polosnya membuat Hyukjae berdecak sementara Siwon hanya terkekeh.
“Babo. Tentu saja. Kita bisa mencobanya. Bukankah jika dengan pria kita tidak perlu repot mereka akan menganggu kita karena hamil. Seperti siapa itu Siwon-ah?”
“Seungra.”
“Nah seungra. Dia pernah mengejarmu dengan berpura-pura hamilkan?”
“Tapi bukankah aku akan jadi seorang gay jika bisa menikmatinya bersama seorang p.r.i.a.” Donghae bergidik ngeri.
“Siapa tahu Donghae-ah.” Hyukjae tertawa.

“Baiklah aku akan mencobanya?”
“Mwo?!” Kali ini Donghae dan Hyukjae yang berteriak kaget.
“Kau…kau serius Siwon-ah?” Siwon memandang Hyukjae dengan alis mengkerut bukannya ia yang mengajak. “Tadi aku hanya bercanda sebenarnya.” Hyukjae menggaruk kepalanya sementara Donghae melotot kearah Hyukjae dengan tatapan -semua gara-gara kau-.

“Seperti yang kau bilang Hyuk-ah. Aku harus mencobanya siapa tahu aku memang lebih tertarik dengan pria.” Ucap Siwon santai. Ia tidak meragukan dirinya sama sekali. Ia memang bukan gay. Ia masih tertarik dengan makhluk bernama wanita. Namun jika pria ternyata juga bisa memuaskannya itu berarti ia seorang biseks.

“Tapi Siwon-ah orang tuamu.”
“Ini hanya di antara kita bertiga. Lagipula seperti yang di katakan Hyukjae. Ini hanya hubungan 1 malam dan tidak akan berefek panjang. Bisa saja aku sudah pergi bahkan sebelu bertemu dengannya.”

Hyukjae dan Donghae saling berpandangan. Mereka tidak akan bisa merubah keputusan Siwon. “Baiklah. Temanku sempat mengatakan bahwa hari ini ia punya barang baru. Aku akan menghubunginya.”

***♡***

“Kyunnie kau tidak perlu melakukan ini. Aku akan berusaha mencari pinjaman. Pulanglah. Aku akan mengatakan bahwa kau mengundurkan diri.”

Kyuhyun pemuda yang di panggil Kyunnie itu menggelengkan kepalanya kencang. Ia mencengkram ujung kemejanya dan meremasnya. Ia tidak bisa mundur. Ibunya harus segera di operasi dan ia harus mendapatkan uang 10 juta won dalam 3 hari jika ingin ibunya sembuh. Jika tidak maka Kyuhyun akan mati di pukuli ayah kandungnya sendiri. Ia tidak bisa.

“Annie nunna. Aku bisa melakukannya. Kau tidak perlu menghawatirkanku. Terima kasih karena selalu membantuku.”

Jinra, wanita yang kini berjongkok di hadapan Kyuhyun yang sedang duduk di ranjang di salah satu kamar tempatnya bekerja menggelengkan kepalanya. “Annie. Ini semua salahku. Seharunya aku tidak mengajakmu kesini. Kau anak pintar Kyunnie. Tidak seharusnya kau berada di tempat seperti ini.”

Jinra menyesali tindakannya yang mengatakan bahwa hanya dengan menjual dirinya Kyuhyun bisa mendapat uang sebanyak itu dalam waktu 3 hari. Saat itu Jinra begitu putus asa melihat Kyuhyun mendatanginya tengah malam dengan tubuh penuh luka akibat pukulan ayahnya sendiri.

Jinra sudah menganggap Kyuhyun seperti adiknya sendiri. Ia bertemu pemuda itu saat Kyuhyun baru menyelesaikan pendidikan dasarnya sementara ia baru bergelut dengan dunia perkuliahan. Jinra menyaksikan sendiri bagaiman Kyuhyun mencari uang untuk melanjutkan sekolah dan pengobatan ibunya sejak ayahnya di pecat dan menjadi pemabuk berat. Tak jarang pria itu memukuli Kyuhyun karena tidak dapat memberinya uang.

Ayah Kyuhyun semakin terpuruk mengetahui istrinya sakit dan bisa meninggal kapan saja. Ia semakin mendorong Kyuhyun untuk bekerja lebih keras agar ibunya sembuh. Beruntung Kyuhyun anak yang pintar sehingga ia bisa mendapat beasiswa selama sekolahnya. Dan saat lulus dari senior high school Kyuhyun memutuskan untuk fokus bekerja.

Namun kehidupan seolah menyiksanya hingga ia kini berada di sebuah klub malam tempat Jinra bekerja yang biasa menyediakan penghibur bagi klien mereka. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang Jinra dengan senyum tipis.

“Tidak apa-apa nunna. Kembalilah bekerja. Dan ini bukan salah nunna. Aku yang memutuskannya.”

Jinra meneteskan air mata melihat bagaimana takdir memainkan seorang yang baik seperti Kyuhyun. Andai kehidupannya lebih baik ingin Jinra membawa Kyuhyun jauh dari beban hidup yang membelenggunya. Namun naibnya pun hanya menjadi pelayan di klub malam. Hingga ia kini justru membawa Kyuhyun dalam dunia hitam.

“Baiklah. Jika ada apa-apa hubungi aku. Jaga dirimu.” Jinra menangkup wajah Kyuhyun dan mencium keningnya.

Setelah Jinra meninggalkannya Kyuhyun memandang kamar tempat ia akan menjajakan tubuhnya. Memikirkannya membuat Kyuhyun merinding. Ia tidak mengerti dunia yang akan ia hadapi. Meski usianya sudah menginjak 18 tahun ia buta soal hubungan dua orang dewasa. Ia hanya mengerti bahwa apa yang ia lakukan saat ini akan berhubungan dengan tubuhnya.

Kyuhyun memeluk tubuhnya sendiri. Ia hanya berharap klien pertamanya -begitulah yang disebut atasan Jinra- tidak lari melihat tubuhnya yang penuh luka. Detik demi detik berlalu dengan sangat lama sudah 1 jam Kyuhyun menunggu namun tidak ada 1 orangpun yang datang.

Karena gugup ia sudah berkali-kali ke kamar mandi dan entah kini sudah keberapa kalinya. Dan saat ia keluar dari kamar mandi Kyuhyun melihat siluet seseorang sedang berdiri di balkon. Dengan perlahan Kyuhyun menghampirinya. Ternyata seorang pria bertubuh besar sedang menatap pemandangan di luar.

“Agashi. Maaf sepertinya kau salah kamar.” Kyuhyun berucap pelan. Seingatnya adjussi yang membawanya kemari mengatakan bahwa akan ada yang menemuinya disini. Tapi Kyuhyun lupa bertanya apakah yang akan menemuinya itu seorang wanita atau pria. Astaga. sekitar Kyuhyun berjengit mundur. Apa pria ini. Kyuhyun bahkan tidak sanggup mengatakannya. Dan saat pria itu berbalik Kyuhyun hanya mampu menundukan kepalanya. Ia sudah tidak bisa lari.

***♡***

Siwon memandang pemuda yang tertunduk dihadapannya dengan alis berkerut. Ia berdecak bahwa di lihat dari tubuh anak itu yang kecil Siwon menebak bahwa umurnya bahkan belum mencapai kepala 2. Siwon menghela nafas apa dunia sudah begitu gila hingga anak seumurannya pun bisa berada di tempat seperti ini.

“Berapa umurmu?” Siwon bertanya dengan nada suara yang sedikit di tekan membuat pemuda di hadapannya semakin menunduk.
“18 tahun.” Jawab pemuda itu singkat. Ia memainkan ujung kemejanya menandakan kalau ia begitu gugup.

Siwon mengusap kepalanya. Ia pikir ia akan bertemu seseorang yang memang sudah handal di dunianya sehingga ia tidak akan canggung. Namun pemuda di hadapannya bahkan sepertinya tidak tahu siapa yang harus ia layani.

“Apa kau tau tempat apa ini? Dari caramu bersikap aku yakin ini pertama kalinya kau berada disini.”
“Ne. Ini memang pertama kalinya. Tapi… ” Pemuda itu mengangkat kepalanya membuat Siwon dapat melihat iris matanya yang bersih dengan bulu mata lentiknya. “Aku akan melakukannya dengan baik.”

Siwon tertawa. Entah apa yang membuat pemuda ini nekat menjerumuskan hidupnya di dunia seperti ini. “Benarkah?”

Siwon melangkah menuju ranjang dan duduk disana menghadap pemuda yang masih membelakanginya. “Siapa namamu?”
Pemuda itu berbalik masih dengan kepala tertunduk dalam. “Kyuhyun. Cho Kyuhyun.”

“Baiklah Kyuhyun-ssi kau masih punya waktu untuk berubah pikiran. Jujur ini juga pertama bagiku, dalam arti bersama seorang pria. Jadi jika kau takut atau ingin berhenti kau masih punya kesempatan.”

Entahlah Siwon tidak mengerti dengan apa yang ia ucapkan. Ia mengeluarkan uang banyak saat masuk kekamar ini. Namun melihat pemuda di depannya yang terlihat rapuh membuat Siwon mengurungkan niatnya.

“Annie. Aku tidak akan mundur.” Jawaban tegas Kyuhyun membuat Siwon penasaran dengan pemuda di depannya. Jelas sekali terlihat anak itu takut namun bersikeras pada tujuannya.

“Apa ini karena uang?” Sebenarnya Siwon tidak perlu menyakannya. Ia yakin itu adalah alasan utama. Dan saat Kyuhyun mengangguk Siwon seperti menyerah untuk membiarkan anak itu lari. “Baiklah. Sekarang lepas bajumu.”

“Mwo?!” Kyuhyun mengangkat kepalanya dengan cepat dan memandang Siwon dengan mata bulatnya. Siwon ingin tertawa melihatnya namun ia masih ingin melihat sampai dimana Kyuhyun akan bertahan.
“Waeyo? kau takut?”

“Annie.” Jawaban tegas Kyuhyun membuat Siwon menyimpulkan bahwa pemuda itu tidak senang di tantang. Dengan perlahan Kyuhyun melepaskan kancing kemejanya dari atas satu persatu.

Siwon mencoba mengalihkan pandangannya. Cara Kyuhyun melepas kancing kemejanya membuat Siwon gemas. Astaga. Siwon baru benar-benar menyadari ia bisa jadi pedofil jika ini terus berlanjut. Melihat jarak umurnya dengan Kyuhyun yang hampir 12 tahun.

Kyuhyun sampai pada kancing terakhir kemejanya. Wajahnya sedikit memanas mengingat ini pertama kalinya ia membuka baju di hadapan orang lain. Walaupun di hadapan seorang pria tetap saja Kyuhyun merasa malu. Terlebih saat ia tengah menjual dirinya. Kyuhyun berpikir apakah selama ini dirinya gay karena kini jantungnya berdegup kencang saat ia mencuri pandang pada pria yang kini sedang menatapnya.

“Berbaliklah.”
“Mwo?!”
“Ku bilang berbaliklah.”

Kyuhyun bukannya tidak mendengar ucapan Siwon. Hanya saja ia khawatir jika ia berbalik maka bisa saja pria itu jijik melihat tubuhnya. Kyuhyun menatap Siwon yang kini menunggunya dengan ragu Kyuhyun memutar dirinya. Ia memejamkan mata saat kini ia memunggungi pria itu.

“Siapa yang melakukannya?” Tanya Siwon. Ia begitu terkejut melihat punggung putih Kyuhyun penuh dengan memar dan luka seperti sayatan yang belum kering. Sebenarnya ada apa dengan hidup pemuda itu.

“Pakai bajumu?” Kyuhyun berbalik dan menatap Siwon dengan tatapan memelas. Ia tidak bisa kehilangan Siwon saat ini. “Tuan ku mohon abaikan lukaku. Aku.. aku akan melakukan apapun yang kau minta. Jadi tolong jangan usir aku.”

Hancur sudah harga diri Kyuhyun kini. Tidak. Sejak ia menginjak tempat ini Kyuhyun sudah tidak punya harga diri. Siwon berdiri melangkah kearah Kyuhyun. Ia mengambil kemeja pemuda itu dan memakaikannya. Lihatlah bahkan dari jarak sedekat ini tubuh Kyuhyun terlihat kecil dan tertutup dengan tubuhnya yang besar.

“Ikut aku.”
Siwon berbalik hendak keluar dari kamar tersebut namun Kyuhyun menahannya dengan menarik tangan pria tersebut. Namun baru beberapa detik ia menggemgam tangan besar Siwon ia berjengit karena merasa tersengat. Pria ini seperti listrik. Pikir Kyuhyun.

Sementara Siwon memandang pemuda di hadapannya dengan tatapan yang sulit di mengerti. Jelas sekali sesuatu segera berjalan cepat dalam dirinya saat Kyuhyun menyentuhnya. Siwon mengusap mukanya gusar. Ia memandang Kyuhyun yang kini hanya menatapnya bingung.

“Dengar kau.. Ah sudahlah ikut saja.” Siwon menarik tangan Kyuhyun meninggalkan kamar tersebut.

***♡***

“Duduklah.”
Dengan langkah ragu Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya di sofa. Di lihat dari bentuknya sepertinya ini sebuah apartement. Kyuhyun mengamati sekitarnya dengan wajah penuh ingin tahu. Ia tidak tahu mengapa pria itu membawanya kesini. Apa ia harus melakukannya disini.

Siwon menghampiri Kyuhyun yang kini duduk manis. Bagaimana pemuda itu bisa terlihat berbeda saat beberapa waktu lalu yang terlihat seperti orang yang penuh kegigihan. Sementara saat ini ia seperti seorang bocah.

“Buka bajumu?”
“Mwo?!” Kyuhyun mengerutkan bibir. Kenapa pria dihadapannya senang sekali menyuruhnya membuka baju. Namun ia tetap melakukannya. Siwon tidak dapat menahan senyumnya. Ia menyadari Kyuhyun sebenarnya anak yang manis hanya saja kehidupan memaksanya untuk bertingkah dewasa melebihi usianya.

“Menghadap kesana.” Siwon menunjuk arah di samping Kyuhyun membuat pemuda itu memutar tubuhnya. Kembali memunggungi Siwon. “Tahanlah sebentar.”

Siwon membuka kotak obat yang ia bawa. Kemudian membersihkan luka di punggung Kyuhyun dengan antiseptik. Ia juga mengoleskan salep pada luka memarnya. Kyuhyun sedikit mengernyitkan dahi merasakan perih di punggungnya. Namun ia juga merasa senang ada orang lain selain Jinra yang tulus mengobatinya.

“Sebenarnya kau habis perang dengan siapa sampai seperti ini?” Tanya Siwon saat ia selesai mengobati punggung Kyuhyun membuat pemuda itu tertawa mendengarnya. Kyuhyun seakan lupa dengan tujuan awalnya.
“Luka ini aku dapat karena aku kehilangan gaji saat pulang kerja. Membuat appa tidak bisa membeli obat untuk umma dan juga membeli beberapa minuman.” Kyuhyun tersenyum kecil sambil memakai pakaiannya.

“Jadi ini ulah appamu?”
“Ne. Appa akan marah jika aku tidak bawa uang.” Kyuhyun menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan sedikit mengernyit merasakan perih di punggungnya. “Untuk itulah aku berada disana. Tapi sepertinya kali ini akupun akan gagal membawa uang karena tuan pasti jijik denganku.”

“Siwon. Panggil aku Siwon.”
“Annie. Siwon hyung.” Siwon tertawa melihat sikap Kyuhyun saat ini. “Hyung pasti berpikir ceritaku ini sangat klasik. Karena uang terpaksa menjual diri. Di tambah aku menjual diri pada seorang pria.” Kyuhyun tanpa sadar berbicara tenang dengan Siwon. Kegugupannya saat di kamar tadi entah menguap kemana. Sikap Siwon kepadanya membuat Kyuhyun yakin bahwa pria tersebut pasti orang baik.

“Hyung sendiri. Mengapa bisa ada disana?” Kyuhyun memicingkan mata kepada Siwon seolah ia sudah mengenal pria itu lama. “Apa hyung benar-benar seorang gay? Atau tipe pria yang memang suka bermain di tempat seperti itu. Ah dan aku yakin kau juga orang kaya karena sanggup membayar mahal diriku.”

Siwon tertawa mendengarnya. Sikap Kyuhyun begitu banyak kejutan. Baru beberapa jam lalu Kyuhyun memandangnya dengan takut kini pemuda tersebut tersenyum ramah kepadanya “Bicara tentang uang sebaiknya aku kembali. Adjussi itu bilang setelah selesai aku harus menemuinya.” Kyuhyun berdiri bersiap pergi namun Siwon menahanya. Dan kembali sentuhan itu membuatnya keduanya berjengit. “Aish hyung seperti listrik.”

“Aku membayarmu mahal bukan hanya untuk mengobati lukamu?”
“Ne?” Kyuhyun memandang Siwon bingung. Ia pikir Siwon akan melepaskannya begitu saja. “Lalu? Apa yang harus aku lakukan? Ku pikir hyung tidak tertarik kepadaku.” Kyuhyun kembali menunduk dan memainkan ujung kemejanya.

Kembali Siwon di buat gemas dengan sikap Kyuhyun. Memikirkan akan ada wanita atau bahkan pria lain yang akan menyentuhnya membuat sesuatu dalam diri Siwon memberontak. “Malam ini tidurlah disini.” Kyuhyun mengangkat wajah dan menatap Siwon. Ia kembali menundukan wajahnya yang terasa panas. Kyuhyun baru menyadari bahwa Siwon sangat tampan. Cho Kyuhyun sadarlah.

Siwon bangkit dan menarik Kyuhyun ke kamarnya. Ia membuka lemari pakaiannya dan mengambil beberapa piyama yang sekiranya pas untuk Kyuhyun namun tidak ada sama sekali. Hasilnya Kyuhyun harus menekuk celananya dan membiarkan tangannya tenggelam. Ia berdiri di hadapan Siwon dan merentangkan tangannya yang hilang.

“Bagaimana?” Siwon tertawa melihat tingkah Kyuhyun tubuh kecilnya benar-benar hilang di balik piyama hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya. “Bagaimana apanya? Istirahatlah.” Siwon mendorong tubuh Kyuhyun menyuruhnya berbaring di ranjang. Menyelimutinya lalu membiarkan pemuda itu beristirahat.

Siwon sendiri memilih duduk di mini bar miliknya. Jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari. Apartementnnya terasa sangat sunyi hanya terdengar suara detik jam di dinding. Setelah menenggak beberapa botol Soju Siwon memutuskan untuk beristirahat. Ia membaringkan tubuhnya di samping Kyuhyun, mengamati pemuda yang sudah terlelap itu.

Tangan Siwon terulur menyentuh pipi Kyuhyun pelan dan sengatan itu kembali terasa membuat Siwon kembali ingin menyentuhnya. Perlahan namun pasti Siwon bergerak hingga kini tubuhnya menindih Kyuhyun. Entah karena Soju atau memang ia tertarik dengan Kyuhyun sejak awal. Siwon mulai membelai wajah Kyuhyun menyentuh bibir merah yang kini begitu menggoda Siwon.

Ia menunduk dan mengecup singkat bibir Kyuhyun. Namun hal itu justru membuatnya menginginkan lebih. Hingga akhirnya kini Siwon melumat pelan bibir Kyuhyun, menghisapnya dan sesekali mengigit kecil bibir Kyuhyun bergantian. ribuan kupu-kupu menggelepar dalam perut Siwon. Ia pernah mencumbu wanita lebih dari ini tapi tidak sampai membuatnya merinding karena sensasinya. Hal itu membuatnya semakin dalam menghisap bibir Kyuhyun.

Kyuhyun melenguh dalam tidurnya saat merasakan sesuatu yang hangat dan manis di bibirnya. Tanpa sadar ia membuka mulutnya membuat lidah Siwon dapat menerobos masuk membelit lidah Kyuhyun dan menggelitik langit-langitnya. Saat itulah Kyuhyun tersadar dan membuka matanya. Ia hendak mendorong Siwon namun teringat bahwa saat ini Siwon bebas melakukan apapun kepadanya. Yah pada akhirnya Kyuhyun harus tetap melakukannya.

Kyuhyun hanya diam saja saat Siwon melumat habis bibirnya. Menekan perasaannya yang tiba-tiba saja menjadi menggebu-gebu. Rasanya seperti akan meledak. Dan saat Siwon menarik bibirnya untuk mengambil nafas Kyuhyun merasa kehilangan.

Siwon kembali mencumbu Kyuhyun dengan ciuman panas. Membuatnya tersenyum saat Kyuhyun membalasnya dengan amatiran namun membuat Siwon senang. Tangannya bermain kotor melepas piyama Kyuhyun dan melebarkannya sampai bahu. Dan saat Kyuhyun mengerang Siwon tidak bisa menghentiknya.

***♡***

“Kyuhyun-ah.” Siwon berbisik di telinga Kyuhyun dan mengusap pelan punggung polos pemuda itu. Kyuhyun menggeliat dalam pelukan Siwon dan semakin menyusupkan kepalanya di dada bidang Siwon. Membuat Siwon harus menahan hasratnya yang kembali muncul. Tidak boleh. Semalam ia sudah berapa kali memasuki tubuh Kyuhyun yang tidak ia sangka begitu memabukan.

“5 menit lagi appa. Aku sangat lelah.” Guman Kyuhyun tanpa sadar. Siwon memeluk kembali Kyuhyun dan menarik selimut menutupi tubuh keduanya. Ia mengecup puncak kepala Kyuhyun lembut. “Tidurlah sebanyak kau mau.”

“Kau sudah bangun?” Tanya Siwon saat Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Siwon dengan matanya yang setengah terpejam. Kyuhyun begitu menggemaskan saat ini dengan bibir bengkak dan rambut berantakan. “Jam berapa ini?”
“Jam 10.”
“Oh. Mwo?! Jam 10? Aku harus bekerja.” Kyuhyun melompat dari tubuh Siwon. Ia tidak menyadari bahwa kini ia mengitari kamar Siwon dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun. Dan Siwon hanya tertawa saat sebuah teriakan menggema dari balik kamar mandi.

***♡***

“Ada apa? Kau tidak suka dengan sarapannya?” Siwon bertanya saat Kyuhyun hanya mengaduk-aduk makanannya. Kyuhyun yang sejak tadi hanya menunduk mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap Siwon. Semburat pink menghiasi pipinya yang bulat. “Ini makan siang hyung bukan sarapan.”

“Salahmu kenapa lama sekali di kamar mandi.” Kyuhyun memajukan bibirnya. Ia memang mengurung di kamar mandi hampir 2 jam saat menyadari tubuhnya penuh dengan bercak merah. Ia tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi. Kyuhyun baru ingat saat Siwon mengatalan bahwa ia yang melakukannya. Hal itu justru membuat Kyuhyun tak sanggup bertemu Siwon.

Lebih dari 1 jam Siwon habiskan hanya untuk membujuk Kyuhyun. Dan akhirnya pemuda itu menyerah setelah kalah dengan cacing di perutnya yang meminta jatah.

“Apa ada yang sakit? Katakanlah?” Siwon sedikit khawatir dengan keadaan Kyuhyun bagaimanapun ini hal pertama untuk pemuda itu. Dan ia menyesali dirinya yang lepas kontrol semalam. Siwon mengutuk dirinya. Ternyata selain pedofil ia juga seorang gay.

“Annie. Hanya aneh saja rasanya.” Jawab Kyuhyun singkat tanpa memandang Siwon.
“Setelah ini kau mau kemana?”
“Pulang. Jam kerja sudah mulai dan aku sedang tidak ingin mendengar celotehan nyonya tua yang genit itu.” Siwon tertawa, kemudian membawa piringnya yang makanannya sudah habis untuk di cuci. Kyuhyun mengikutinya.

Siwon menatap Kyuhyun yang pandangannya tidak fokus. Sejak tadi pemuda itu terus mengusap piringnya berkali-kali. Dengan cepat Siwon mengambil alih dan menyuruh Kyuhyun minggir.

“Ada apa?” Tanya Siwon melihat Kyuhyun kini sedang menonton Tv namun tatapannya kosong. Ada sesuatu yang sedang ia pikirkan.
“Apa sudah selesai hyung? Aku mau pulang. Dan terima kasih.”
“Apa malam ini kau akan ke tempat itu lagi?” Siwon tak dapat menahan dirinya untuk bertanya.

Senyum kecil melengkung di bibir Kyuhyun. “Tentu saja hyung. Dan aku berharap malam ini aku beruntung bisa bertemu orang baik sepertimu lagi. Baiklah aku permisi hyung. Selamat tinggal.” Kyuhyun segera berlalu dari tempat itu meninggalkan Siwon yang kini termangu.

Siwon menggelengkan kepalanya memikirkan ada laki-laki lain yang menyentuh Kyuhyun. Ia tidak rela. “Annie.” Siwon berlari secepat yang ia bisa untuk mengejar Kyuhyun. Dengan kasar ia memencet lift namun tidak ada yang berpihak padanya. Ia melangkahkan kakinya kearah tangga darurat dan mengutuk diri bahwa apartementnya cukup tinggi. Dengan nafas tersenggal Siwon berdiri di depan lift di lantai dasar. Kelegaan segera menyerbu dirinya saat melihat Kyuhyun berdiri dan memandangnya dengan bingung.

“Hyung?” Kyuhyun terkejut saat tiba-tiba saja Siwon mendorongnya kembali masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai apartement pria tersebut. “Ada apa hyung?”

Siwon berdehem, berusaha membasahi tenggorokannya yang kering. “Ada sesuatu yang harus ku berikan padamu?” Pada akhirnya hanya itulah yang keluar dari mulutnya.
Kyuhyun tertawa. “Kenapa hyung tidak membawanya. Dan astaga bahkan hyung tidak pakai sendal. Apa sebegitu pentingnya?”

Siwon tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Ia lalu mengamit tangan kiri Kyuhyun dan menariknya masuk kembali ke apartementnya. “Sebenarnya berapa yang kau butuhkan untuk operasi ibumu?”
Kyuhyun menaikan alis mendengar tiba-tiba saja menanyakan hal itu. “Ah itu sekitar 10 juta won. Menurut nunna beberapa kali bekerja di tempat itu aku bisa mendapatkannya.”

“Jangan kembali!”
“Ne?” Kyuhyun memandang Siwon bingung. Ia tidak mengerti dengan ucapan pria yang kini berjalan bolak balik di depannya. Kemudian Siwon masuk ke kamarnya dan keluar dengan sebuah cek di tangannya. Ia memberikannya kepada Kyuhyun yang semakin menatap bingung.
“Ku pikir 15 juta won cukup. Kau bisa segera mengoprasi ibumu. Jadi jangan kembali lagi ke tempat itu.”
“Tapi hyung…”

“Tidak ada tapi-tapian. Jika aku melihatmu ada disana aku sendiri yang akan menyeretmu.”
“Itu terlalu banyak hyung bahkan jika aku menganggap itu sebagai bayaran semalam. Aku tidak seberharga itu.” Ucap Kyuhyun pelan.

Kau sangat berharga Kyuhyun-ah. Siwon ingin meneriakannya namun hanya sebatas di tenggorokannya. “Annie. Kau harus menerimanya. Dan aku harap jika ibumu sembuh kau bisa hidup dengan baik. Kau berhak melawan appamu jika ia memukulmu. Tidak ada seorang appa yang tega memukul anaknya hingga seperti itu. Hanya pria gilalah yang sanggup melakukannya.”

Kyuhyun tidak tahu apa lagi yang harus dikatakannya. Ia sangat bersyukur bisa bertemu dengan pria sebaik Siwon. Dengan cepat Kyuhyun memeluk Siwon. Melingkarkan kedua tangannya di leher pria besar itu erat. Siwon begitu terkejut walau tubuh Kyuhyun tidak akan membuatnya terjatuh tetap saja ada yang mengganggunya jika bersentuhan dengan Kyuhyun.

“Kau baik sekali hyung. Terima kasih. Ku harap tuhan selalu melindungimu.” Bisik Kyuhyun di telinga Siwon membuatnya sedikit bergidik. Perlahan Siwon membalas pelukan Kyuhyun dan melingkarkan tangannya pada pinggang kecil pemuda tersebut. Sedikit menghirup aroma tubuh Kyuhyun yang mungkin akan ia rindukan.

“Ah dan satu lagi. Aku anggap ini sebagai pinjaman hyung. Aku akan mengembalikannya.” Ucap Kyuhyun dengan senyum di wajahnya. Semetara tangannya masih melingkar di leher Siwon. Ia tidak sadar dengan posisi mereka saat ini.

“Itu tidak perlu. Jangan habiskan hidupmu hanya untuk membayar hutang. Hiduplah dengan baik dan mulailah mencari seorang gadis.” Tiba-tiba saja keheningan terjadi di antara keduanya. Jelas Siwon tidak berharap itu terjadi tapi ia sendiri bingung kenapa ia justru mengatakannya.

Kyuhyun tertawa kaku. “Ne. Hyung juga. Aku akan berdoa semoga hyung bertemu dengan wanita yang baik.” Kembali keduanya hanya bertatapan menyelami detak jantung yang semakin kencang. Kyuhyun memejamkan matanya saat jari-jari Siwon menyentuh wajahnya. Kemudian yang ia rasakan adalah tubuhnya melayang dan sesuatu yang lembut dan hangat menyentuh bibirnya.

Siwon membawa tubuh Kyuhyun dan mendudukannya di meja dapur. Menekan leher Kyuhyun dan menyiumnya semakin dalam. Kyuhyun mulai merasa sesak, tubuhnya seperti terhisap namun ia tidak bisa menghentikannya. Ini benar-benar memabukan. Siwon mencium Kyuhyun dengan membabi buta. Ia seolah melupakan bahwa Kyuhyun butuh bernafas. Ia baru berhenti saat merasakan asin di indra perasanya. Tanpa sadar Siwon menggigit bibir Kyuhyun terlalu keras hingga berdarah. Ia panik sendiri melihatnya.

“Mianhae.” Ucapnya pelan. Siwon seperti orang bingung saat ini. Ia tidak tahu mengapa ia bisa lupa diri. Kyuhyun membuatnya kehilangan arah. “Annie. Tidak apa-apa hyung.” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon dan turun dari meja. “Sepertinya aku harus segera pulang hyung.”

“Ah ne. Ku antar.”
“Annie. Cukup sampai disini. Terima kasih atas bantuanmu. Aku tidak tahu mengapa kau begitu baik kepadaku. Tapi sungguh aku berterima kasih.” Kyuhyun mengecup pipi Siwon singkat. “Selamat tinggal.” Setelahnya Kyuhyun segera berlari meninggalkan Siwon yang membatu. Ada sedikit ketidak relaan dalam hatinya, namun ia sadar tempatnya bukan di sini. Dan ia harus kembali ke dunianya. Sekali lagi Kyuhyun menoleh menatap Siwon yang masih belum beranjak dari tempatnya. Sebelum benar-benar meninggalkan tempat tersebut dan menyimpannya semuanya dalam hati.

.
.
.

“Umma aku pulang!” Kyuhyun mengamati rumah petaknya yang kecil dan sunyi itu. Ia meletakan beberapa makanan yang ia beli di dapur dan tersenyum senang. Akhirnya ummanya bisa segera di sembuhkan walau mengingatnya membuat Kyuhyun memikirkan Siwon. Kyuhyun menggelengkan kepala dan segera berlari ke kamar ibunya. Ia membuka pintu kamar ibunya pelan ternyata di sana terdapat appanya yang sedang duduk di pinggir ranjang.

Menyadari kehadiran Kyuhyun pria itu menatapnya tajam. Kyuhyun sudah bisa menebak apa yang akan terjadi. Dan benar saja, tiba-tiba appanya menarik kerah kemejannya dan menatapnya penuh kebencian. Kyuhyun terhuyung dan kembali ia merasakan asin di mulutnya. Sudut pipinya membiru akibat pukulan dari appanya.

“Aku sudah dapat uangnya appa. Jadi jangan pukul aku lagi.” Ucap Kyuhyun pelan.
“Uang? Uang apa? Tidak ada gunanya. Semuanya sudah terlambat.” Kyuhyun memandang appanya bingung. “Kau tau?” Appanya kembali mencengkram kemejanya dan menatap Kyuhyun tajam. “Kalau kau bisa mendapatkan uang lebih cepat aku tidak akan kehilangan istriku. Dasar anak bodoh.” Kembali tubuh Kyuhyun terhempas ke dinding. Namun kali ini ia tidak merasakan sakit sedikitpun.

Kyuhyun menoleh dan menghampiri ummanya yang terpejam. “Umma bangunlah? Kita kerumah sakit. Aku sudah bawa uang banyak.” Air mata mulai membasahi pipi Kyuhyun dan semakin deras ketika mata ummanya tidak sedikitpun bergerak. Kyuhyun menarik tangan ummanya yang dingin dan menciumnnya. “Umma mianhae. Mianhae.” Kyuhyun terisak pedih menyesali semuanya. Umma yang begitu ia cintai meninggalkannya setelah apa yang ia lakukan. “Umma apa kau marah? Maafkan aku. Aku… aku… maafkan aku.” Kyuhyun memeluk ibunya dan menangis pilu

Kyuhyun tidak pernah menyesali kehidupannya yang seperti ini. Ia tidak mengeluh ketika appanya memukulinya. Ia juga selalu bersyukur setiap tuhan memberikannya rizki. Namun mengapa tuhan seolah begitu senang melihatnya terpuruk dengan mengambil orang yang begitu Kyuhyun cintai. Alasan mengapa ia bertahan sampai saat ini. Kyuhyun berlarut dengan pikirannya sendiri hingga ia tidak menyadari appaya berdiri di belakangnya dengan sebuah tongkat di tangannya.

“Kau tidak pantas menangis.” Kyuhyun merasakan pukulan hebat di punggungnya membuatnya jatuh tersungkur di lantai. Ia memejamkan mata saat appanya menendang perutnya dengan beringas. Kyuhyun terkulai lemas, ia sudah tidak punya tenaga. Ia biarkan appanya memukulinya hingga kesadarannya berangsur hilang. Dan suara terakhir yang ia dengan adalah teriakan Jinra.

***♡***

“Makanan sudah siap.”
“Wah kau benar-benar calon istri yang pintar masak nunna.”
Jinra tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun. Kemudian menarik kursi dan duduk dihadapan pemuda yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri. “Makanlah.”

Kyuhyun tersenyum dan mulai mengambil beberapa makanan. Walau sederhana namun masakan Jinra selalu nikmat menurutnya. “Kau benar-benar tidak bisa tinggal di sini saja Kyunnie.” Kyuhyun menatap Jinra dan tersenyum.

“Aku sudah mengatakannya berkali-kali nunna.”
“Tapi apakah harus sampai keluar kota. Kurasa di sini cukup tenang.” Jinra masih berusaha membujuk Kyuhyun untuk tinggal dirumahnya. Sejak ia menemukan Kyuhyun babak belur di tangan appanya sendiri, Jinra selalu berusaha menemani Kyuhyun. Mulai dari saat Kyuhyun di rawat hingga pemakaman ibunya. Dan seminggu lalu Kyuhyun memutuskan untuk pergi ke suatu tempat di mana ia sendiri belum tahu itu dimana.

“Tenang saja. Mulai sekarang aku akan hidup dengan baik. Terima kasih karena selalu membantuku. Aku banyak merepotkamu nunna.”
“Aish kau ini. Ah iya jangan lupa mengabariku.”
“Arrasso.” Kyuhyun menyuap makanannya yang terakhir dan tersenyum penuh terima kasih pada Jinra. Jika gadis itu tidak datang mungkin ia sudah tewas di tangan appanya.

Jinra tersenyum senang melihat Kyuhyun menghabiskan makanannya. Sudah seminggu ini pola makan Kyuhyun membaik dan anak itu selalu lahap memakan makanannya. 3 minggu sejak kematian ibunya Kyuhyun lebih banyak dia dan melamun. Ia hanya akan mengaduk-aduk makanannya. Namun syukurlah kini Kyuhyun sudah kembali menjadi anak yang periang lagi. Ia akan sangat merindukan Kyuhyun.

***♡***

“Kau benar-benar akan pergi?”
Kyuhyun tersenyum dan memeluk gadis yang sudah ia anggap sebagai nunnanya sendiri. Sebenarnya ia ingin menuruti keinginan Jinra untuk tinggal bersamanya. Hanya saja saat ini Kyuhyun benar-benar butuh suasana baru. Ia ingin kembali menata hidupnya.

“Lihatlah wajahmu pucat. Apa kau sakit?”
“Annie. Aku hanya sedikit lelah.”
“Kau tidak mengunjunginya?”
Kyuhyun menggeleng. Entahlah sejak appanya di penjara Kyuhyun sama sekali belum menjenguknya. Biarlah kali ini ia menjadi anak yang nakal. “Baiklah. Hati-hati dijalan. Dan suatu saat kau harus memberitahuku kemana kau pergi. Masuklah.”

Jinra mendorong tubuh Kyuhyun kedalam taksi yang sudah menunggunya. Matanya sedikit berkaca-kaca saat memeluk Kyuhyun untuk terakhir kalinya. Hingga taksi itu mulai menjauh membawa Kyuhyun, Jinra masih menatapnya. Ia berdoa agar kebahagian menyelimuti Kyuhyun kedepannya.

***♡***

Kyuhyun memandang sebuah hotel megah di hadapannya. Ia bukan berniat menginap di hotel tersebut. Hanya ingin menemui seseorang. Dengan langkah perlahan Kyuhyun memasuki lobi hotel tersebut. Namun ia segera menyembunyikan tubuhnya di balik dinding saat melihat seseorang yang ingin ia temui. Seseorang yang begitu ia rindukan. Choi Siwon.

“Apa yang kau lakukan disini?” Kyuhyun menoleh menatap seorang dibelakangnya. Ia tidak kenal dengan pria tersebut. “Bukankah kau pria di klub malam itu.” Kyuhyun membulatkan mata. Bagaimana pria di hadapannya bisa tau.

Pri itu memandang Siwon yang baru saja masuk mobil. Kemudian menatap Kyuhyun kembali. “Kau ingin menemui Siwon.” Kyuhyun tidak menjawab. Ia hanya menundukan kepala saat pria itu menatapnya dengan penuh intimidasi. “Sepertinya ada yang harus aku beritahukan kepadamu. Aku Lee Hyukjae sahabat Siwon. Bisa kita bicara sebentar?”

Dan disinilah Kyuhyun mendengarkan pria bernama Hyukjae itu bercerita. Pria itu membawa Kyuhyun ke sebuah taman tak jauh dari hotel tersebut. Hatinya seperti di tusuk ribuan jarum saat pria tersebut mengatakan malam itu Siwon hanya sedang bermain. Mencoba sesuatu yang baru dengan meniduri seorang pria.

“Jadi ku mohon jangan mengganggu Siwon lagi. Ia hanya sedang ada masalah saat itu makanya ia menggunakanmu. Kau tau hubungan 1 malam itu seperti apa. Dan kurasa Siwon sudah melupakanmu. Ia pria normal dengan kehidupan yang sempurna. Aku sedikit merasa bersalah kepadanya karena aku yang menghasutnya. Maka dari itu aku mengatakannya kepadamu.”

Kyuhyun tersenyum pahit kepada pria di hadapannya. “Kau tenang saja. Aku tidak berniat mengganggunya. Ia sudah baik padaku saat itu. Aku hanya ingin mengembalikan sesuatu. Tapi kurasa kau bisa menyampaikannya.” Kyuhyun menyerahkan selembar cek senilai 15 juta won yang sejak tadi ia genggam kepada Hyukjae.

Uang itu sama sekali ia belum gunakan. Maka dari itu ia ingin mengembalikannya. Kyuhyun ingin hidup tenang tanpa memikirkan hal-hal yang sudah berlalu. “Kalau begitu aku permisi.” Kyuhyun segera beranjak meninggalkan Hyukjae. Juga meninggalkan semua kisah menyedihkannya di kota ini. Hanya 1 kenangan yang ia bawa dan ia simpan rapih dalam hatinya. Choi Siwon.

.
.
.

“Sejak kapan kau memilikinya?” Siwon bertanya kepada Hyukjae yang kini duduk terdiam di samping Donghae. Siwon tidak sengaja menenukan cek yang ia berikan pada Kyuhyun di kamar Hyukjae saat ia menjenguk
sahabatnya yang sedang sakit itu. “Apa baru-baru ini?”

Hyukjae menggeleng. Tatapan dan suara Siwon yang dalam membuatnya tahu bahwa sahabatnya itu benar-benar marah. “Ia memberikannya padaku sekitar 5 tahun yang lalu.”

“5 tahun? Kau menyimpan sesuatu yang seharusnya kau berikan padaku selama 5 tahun.” Siwon tidak habis pikir dengan apa yang dipikirkan Hyukjae. Ia menggenggam cek tersebut dengan keras menyalurkan perasaannya saat ini.

“Sudahlah Siwon, Hyuk pasti punya alasan.” Donghae mulai mengeluarkan suaranya berusaha mencairkan suasana tegang di antara kedua sahabatnya. “Lagipula Hyuk pasti tidak bermaksud mengambil cek tersebut. Dan bukannya 15 juta won itu bukan sesuatu yang harus di permasalahkan jika sampai hilang.”

“Aku memang tidak mempermasalahkan nilainya. Namun orang yang memberikannya. Yang meminta Hyukjae memberikannya kepadaku.” Ucap Siwon tajam. Setelah itu ia meninggalkan Donghae dan Hyukjae dengan beribu pertanyaan. “Kurasa aku benar-benar membuat masalah.” Ucap Hyukjae.

Siwon mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia mencengkram kemudi hingga kuku jarinya memutih. Setelah 2 tahun lalu ia menyerah mencari Kyuhyun. Kini sosoknya kembali hadir dan menggucang kembali jiwanya. Sejak hari dimana Kyuhyun meninggalkannya kehidupan Siwon berubah. Terlebih saat ia mulai merindukan sosok mungil itu.

Siwon berusaha mengabaikannya dengan bekerja. Ia menjadi semakin gila saat ia tak berhasil menemukan Kyuhyun. Pemuda itu seolah menghilang di telan bumi. Dan Siwon sangat menyesali bahwa ia terlambat menyadari perasaannya sendiri. Sejak awal ia tertarik dengan Kyuhyun bukan hanya karena penasaran. Hanya saja ia masih gengsi mengakui bahwa ia seorang gay. Tidak. Siwon hanya merasakan ini pada Kyuhyun.

Ia pernah mencobanya dengan pemuda lain namun ia justru merasa jijik. Ia hanya seperti ini kepada Kyuhyun. Menghilangnya Kyuhyun jelas membuat kehidupan Siwon berubah. Ia semakin menenggelamkan dirinya dalam perkerjaan. Hingga harapan itu kembali muncul melihat cek yang ia berikan kepada Kyuhyun. Entahlah memang tidak banyak membantu namun Siwon merasa bahwa ia akan bertemu dengan pemuda itu kembali. Kyuhyun-ah hyung merindukanmu.

.
.
.

“Love you momm.”
“Love you too sweety.”

Jinra tersenyum melihat seorang anak perempuan dalam gendongan seorang pria. Pria tersebut mengecup bibir anak perempuan tersebut sebelum menghilang dibalik pintu bertuliskan Ji’s room.
“Dia benar-benar memanggilmu mommy Kyunnie.” Jinra tertawa melihat pria yang mengendong anak perempuan tadi mengembungkan pipinya.

Ya. Pria dengan anak perempuan tadi itu adalah Kyuhyun dan putrinya. Kenapa anak itu memanggil Kyuhyun mommy? Karena Kyuhyunlah yang melahirkannya. Jangan heran karena Jinra sudah menghabiskan bertahun-tahun untuk memikirkannya.

Sekitar satu bulan setelah Kyuhyun pergi Jinra mendapatkam surat dari pemuda tersebut yang mengatakan bahwa dirinya sedang hamil 2 bulan. Syock. Itulah yang Jinra rasakan saat itu. Bagaimana bisa. Ia mengira Kyuhyun sedang mempermainkannya hingga akhirnya Jinra mengunjungi Kyuhyun dua bulan kemudian karena saat itu ia sedang banyak pekerjaan, dan melihat sendiri bagaimana Kyuhyun menemuinya dengan perut yang sudah membesar.

Kyuhyun lebih bingung dari Jinra. Ia tidak tahu mengapa ini bisa terjadi namun ia mensyukurinya. Karena kini ia tidak sendirian menjalani kehidupannya. Perlahan Jinrapun mulai menerima kondisi Kyuhyun. Awalnya ia berniat untuk menjadi ibu dari anak Kyuhyun namun ia sadar bagaimanapun Kyuhyunlah ibunya. Beruntung lingkungan tempat Kyuhyun tinggal kini menerimanya dengan baik. Walau pada awalnya mereka memandang Kyuhyun dengan pandangan aneh. Dan kini Kyuhyun bahagia menjalani kehidupan bersama putrinya yang tahun ini berusia 4 tahun.

“Itu karenamu nunna.” Kyuhyun memicingkan mata menatap Jinra yang kini tertawa. Memang sejak Jihyun -putrinya- lahir Jinra selalu mengajarkan anak itu memanggil Kyuhyun mommy dan berhasil. Kata pertama yang keluar dari mulut baby Hyun saat Kyuhyun menggendongnya adalah mommy.

“Kau masih tidak ingin memberitahukannya?” Kyuhyun mengerti apa arti pertanyaan Jinra. Saat gadis di depannya ini mengetahui bahwa ia hamil, Jinra terus mendesak untuk memberitahu siapa ayah bayi yang di kandung. Karena Jinra tahu Kyuhyun hanya sekali melakukannya. Namun Kyuhyun bersikeras bahwa itu hanya hubungan 1 malam. Dan ia yakin pria tersebut tidak akan menerimanya begitu saja. Terlebih Kyuhyun adalah seorang pria. Setidaknya itulah yang Kyuhyun katakan pada Jinra. Namun ia yakin Siwon tidak akan seperti.

Menyebut nama Siwon membuat Kyuhyun teringat putrinya. Gadis cilik itu begitu mirip dengan daddynya. Terlebih lesung pipinya. Tiba-tiba saja Kyuhyun merindukannya. Ia mengingat bagaimana ia seperti wanita hamil kebanyakan yang ingin di manjakan suaminya. namun Kyuhyun harus menahan dirinya dan menikmati kehamilannya seorang diri. Beruntung ada Jinra yang selalu membantunya.

“Terima kasih nunna untuk semuanya.” Kyuhyun memegang tangan Jinra dan tersenyum. “Aku senang kini kau bahagia Kyunnieku.” Ucap Jinra tulus.

.
.
Siwon memandang sebuah taman kanak-kanak di depannya tempat pertama kali ia menimba ilmu. Tidak banyak yang ia ingat karena tempat tersebut sudah banyak berubah. Siwon bukan sedang melakukan perjalanan reuni. Ia hanya sedang menemani ibunya mengunjungi salah seorang kerabatnya. Karena bosan mendengarkan celotehan ibu-ibu ia memutuskan untuk berjalan-jalan.

“Adjusi tampan.” Siwon menoleh melihat seorang gadis cilik berambut hitam berlari kearahnya. Rambutnya yang di kuncir dua melambai-lambai membuatnya terlihat sangat lucu. “Ada apa gadis cantik? Kenapa kau sendirian? Mana ummamu.” Siwon berjongkok di hadapan gadis kecil itu. Menyamakan tinggi tubuhnya. Ia melihat sekelilingnya yang sepi. Ini memang sudah jam pulang sekolah.

“Mommy akan datang sebentar lagi. Ia sedikit terlambat.” Ucap gadis itu. Siwon mengira gadis cilik di depannya belum genap lima tahun namun sangat pintar berbicara. “Adjussi tampan sekali. Mommy bilang daddyku juga tampan.”

Siwon tertawa mendengar gadis cilik yang begitu menggemaskannya. Cara gadis cilik itu menatapnya mengingatkan ia pada seseorang. “Benarkah? Menurutmu lebih tampan aku atau daddymu?” Sinar di mata gadis cilik itu meredup membuat Siwon merasa bersalah. Apa ia salah bicara?

“Aku tidak tau.” Gadis kecil itu menunduk kemudian kembali menatap Siwon dengan tatapan sendunya. Siwon seperti pernah melihatnya namun ia tidak tahu di mana. “Aku belum pernah melihat daddy.” Siwon menjulurkan tangannya menghapus cairan bening yang mengalir di pipi chubie gadis tersebut.

“Hey jangan menangis.” Siwon menggendongnya. Ia memilih duduk di salah satu bangku di taman tersebut dan memangku gadis kecil itu. “Siapa namamu?”
“Jihyun.”

“Jihyun-ah!” Gadis cilik itu dan Siwon menoleh kearah sumber suara yang terasa familiar bagi Siwon. Dan benar saja Siwon terpaku melihat sosok yang begitu ia rindukan tengah tersenyum bahagia dengan Jihyun yang sudah berlari dan berada dalam gendongannya. Gadis cilik itu tertawa saat Kyuhyun menghujani wajahnya dengan ciuman. Sepertinya Kyuhyun telah hidup bahagia dengan keluarga kecilnya. Hanya ialah yang mengharapkan pemuda tersebut. Dengan sesak di dadanya Siwon membalikan badannya. Sebaiknya ia tidak muncul dan merusak kebahagian Kyuhyun.

“Mommy lama sekali.”
“Ne. Maafkan mommy. Satu ice cream vanila.”

Siwon menghentikan langkahnya. Ada yang salah dengan pendengarannya. Ya. Sepertinya pikirannya kacau hingga ia mendengar Jihyun memanggil Kyuhyun mommy. Gadis cilik itu pasti memanggilnya daddy. Tapi bukannya Jihyun hilang ia tidak pernah melihat daddynya. Lalu mengapa ia memanggil Kyuhyun dengan kata mommy.

“Adjusi.” Siwon menunduk menatap Jihyun yang sudah berdiri di depannya. Gadis itu tersenyum manis. “Mommy sudah datang. Ayo aku kenalkan.” Siwon hanya mengikuti Jihyun dengan tubuh kaku bagai robot dan saat matanya menatap kedalam mata Kyuhyun pemuda itu membulatkan mata dan ia sempat terhuyung ke belakang.

***♡***

Kyuhyun tidak pernah menyangka bahwa ia akan kembali bertemu dengan Siwon. Pria yang telah menyita seluruh hatinya. Pria yang ia rindukan empat tahun belakangan. Pria yang telah memberinya hadiah terbesar. Ayah dari putrinya. Pria yang begitu ingin ia peluk saat ini. Namun Kyuhyun menahan dirinya.

“Mommy. Kenalkan ini adjusi tampan. Momm bilang daddy sangat tampan apa seperti adjusi ini?” Jihyun tersenyum manis. Tangan kirinya memegang tangan kanan Siwon sementara tangan kanannya menggenggam tangan kiri mommynya. Kyuhyun tidak dapat menahan tangisnya. Ia memeluk putrinya dan menangis tersedu-sedu membuat Jihyun bingung. Siwon sendiri menahan air matanya menyadari apa yang terjadi. Sekali lagi cara kehidupan begitu kejam mempertemukan mereka kembali.

“Bagaimana itu bisa terjadi?” Kyuhyun tersenyum kecil menatap Siwon. Lalu mengelus pelan kepala putrinya yang kini tidur dalam gendongan ayahnya. Ekspresi Siwon saat ini sama seperti saat ia mengetahui ada kehidupan lain dalam tubuhnya. Juga saat Jinra melihat perutnya yang membuncit. Bingung.

“Bukankah ia sangat mirip denganmu hyung? Terutama lesung pipinya.” Kyuhyun tertawa pelan. “Aku sendiri bingung. Bahkan dokter yang menanganiku tidak bisa menjelaskannya. Akhirnya aku hanya bisa menerimanya sebagai hadiah tuhan paling besar dalam kehidupanku.”

Kyuhyun menceritakan bagaimana akhirnya ibunya meninggal dan sampai ia melahirkan Jihyun. Siwon mendengarkan dengan penuh penyesalan. Seharusnya ia ada saat Kyuhyun membutuhkannya namun ia justru menghabiskan waktunya dengan bekerja dan melewatkan perkembangan putrinya.

“Mianhae.” Hanya itu yang dapat Siwon katakan. Ia menatap Kyuhyun dan menggenggam tangannya dan sengatan itu kembali terasa. Tubuhnya bahkan sudah terlebih dahulu mengetahui bahwa Kyuhyun adalah belahan jiwanya.

“Annie. Tidak ada yang perlu dimaafkan hyung. Semuanya telah terjadi dan aku bahagia saat ini dengan Jihyun.” Kyuhyun mengusap pelan wajah Jihyun yang kini sudah terbaring dalam ranjangnya. Ia mengecup pelan dahi putrinya sebelum menyelimutinya. Kyuhyun duduk di ranjang putrinya yang tertidur dalam senyum. Ia pasti mimpi indah.

“Apa yang kau lakukan hyung?” Kyuhyun terkejut saat Siwon menekuk lututnya dihadapan Kyuhyun. Pria itu menggenggam tangannya dan meletakan kepalanya dalam pangkuan Kyuhyun. Sebulir air mata jatuh dan membasahi pipi Kyuhyun.

“Mianhae. Seharusnya aku tidak meninggalkanmu. Seharusnya aku tidak menyuruhmu pergi. Seharusnya aku menahanmu di sisiku. Seharusnya aku tidak mengatakannya. Seharusnya aku lebih berani terhadap perasaanku sendiri. Seharusnya Jihyun bisa mengenal daddynya. Maafkan aku Kyuhyun-ah.” Siwon menangis dalam diam.

Kyuhyun membelai rambut Siwon pelan. Ia tidak mengerti takdir apa yang tuhan siapkan untuk kehidupan di depannya. Saat ini ia hanya ingin jujur dengan perasaannya. Kyuhyun mencintai Siwon. Entah sejak kapan. Yang jelas ia hanya ingin melihat Siwon dalam kehidupannya.

“Aku merindukamu Jihyun’s daddy.” Siwon mengadahkan kepalanya menatap wajah Kyuhyun yang kini tersenyum menatapnya dengan air mata berlinang. Siwon segera menangkup wajah Kyuhyun dan membawa tubuh orang yang begitu ia cintai kedalam pelukannya. Keduanya menangis bersama membuat Jihyun terbangun dan menatap mommynya bingung.

“Momny.” Jihyun menangis melihat ibunya menangis. Siwon yang melihatnya segera memeluk Jihyun. “Jihyun sayang ini daddy. Daddynya Jihyun. Daddy pulang sayang.” Ujar Siwon yang tidak tahan untuk mengatakan bahwa ia ayahnya. Siwon bahkan tidak memikirkan bagaiman anak sekecil Jihyun akan mengerti.

Kyuhyun mengangguk saat putrinya menatapnya dengan tatapan bertanya. Dan hari itu di tutup dengan Jihyun yang menangis dalam pelukan Siwon sambil memukuli ayahnya dan mengatakan bahwa daddynya jahat berulang kali.

***♡***

“Jadi dia benar-benar Jihyun’s daddy?” Kyuhyun mengangguk untuk kesekian kalinya. Sejak Jinra datang dan berkenalan dengan Siwon gadis itu tak henti-hentinya bertanya. Kyuhyun melirik Siwon yang kini sedang bermain dengan Jihyun.

“Dia tampan sekali?” Kyuhyun menaikan alis menatap Jinra kemudian menyentil jidat gadis itu pelan. “Dia sudah punya anak.”
“Tapi dia belum punya istri.” Jinra tersenyum lebar dan kembali menatap Siwon kemudian menatap Kyuhyun bergantian. “Ada apa?”

“Aku hanya heran bagaimana bisa ia membuatmu hamil dalam satu malam?” Kyuhyun membulatkan mata mendengar pertanyaan Jinra. Seketika wajahnya memerah dan terasa panas. “Ckckckck… Tidak usah malu Kyunnie.”
“Berhenti mengatakan yang aneh-aneh nunna.”
“Tapi apa kau tahu ia sudah berkeluarga atau belum? Aku hanya tidak ingin hal buruk menimpamu.”
Kyuhyun menatap Siwon. Ia tersenyum saat tatapannya bertemu dengan mata Siwon. “Nunna tenang saja. Aku tahu apa yang harus aku lakukan.”

 

***♡***

Kyuhyun sedang menyiapkan makan siang saat ia merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya dan sapuan hangat deru nafas menggelitik lehernya. “Aku tidak tahu sejak kapan ini terjadi. Namun aku mencintaimu Kyuhyun-ah. Ijinkan aku menjadi bagian penting dalam hidupmu. Ijinkan aku menghabiskan waktu melihat perkembangan Jihyun. Dan ijinkan aku hanya melihatmu saat menutup mata di malam hari dan di pagi hari saat aku membuka mata.”

“Kau sedang melamarku hyung?” Ucap Kyuhyun dengan senyum kecil di bibirnya saat Siwon membalikan tubuhnya. “Bagaiman dengan keluargamu. Aku tidak ingin di cakar oleh anak dan istrimu.”

Siwon tertawa dan membawa Kyuhyun kedalam pelukannya. “Aku bisa mengurus appa dan umma. Bagaimanapun aku sudah dewasa. Dan soal anak dan istri. Mereka ada disini jadi kau tidak perlu khawatir.”

Dengan perlahan Siwon mendekatkan wajahnya kemudian menyesap bibir Kyuhyun yang begitu ia rindukan. Dan perasaannya saat terakhir kali ia menciumnya kembali. Bagaimana ia begitu haus akan bibir orang yang begitu ia cintai. Dengan kedua tangannya Siwon memeluk tubuh Kyuhyun kini terasa lebih berisi dari yang terakhir ia peluk. Jika ia tidak salah Kyuhyun saat ini berusia 23 tahun. Pantas tubuhnya kini banyak berubah. Namun tetap membuatnya mabuk. Sebuah lenguhan keluar dari bibir Kyuhyun saat Siwon mencumbunya habis-habisan. Ia merindukan bagaiman Siwon menghisap bibirnya mengirimkan sensasi yang kembali membangkitkan syaraf-syarafnya yang lama tertidur.

“Omo!” Sebuah teriakan membuat Siwon dan Kyuhyun memisahkan diri. Kyuhyun membulatkan mata melihat Jinra yang kini menatapnya horor.
“Ya tuhan bisakah kalian melakukannya di tempat tertutup. Disini masih ada Jihyun.” Omel Jinra yang sejak tadi berusaha menutup mata keponakannya.

“Aigoo aunty aku mau lihat mommy and daddy.” Jihyun berusaha melepaskan tangan Jinra dari matanya. “Lihatlah apa yang kalian lakukan. Hyun-ah kau ikut aunty dulu ne? Mommy dan daddymu sedang ada urusan penting.”
“Membuat adikkah?” Bisik Jihyun pelan yang dijawab anggukan cepat kepala Jinra. “Arraso.”

“Jihyun-ah.” Siwon menahan Kyuhyun yang ingin mengejar Jinra. Lalu menggendongnya membuat Kyuhyun berteriak kaget. “Hyung apa yang kau lakukan?”
“Kau masih ada urusan denganku baby.” Ucap Siwon yang sudah membawa Kyuhyun ke kamarnya dan tidak lupa mengunci pintu memastikan tidak ada yang akan mengganggu aktifas mereka.
.
.
.

END

.
.
.
Note:
Nyiahahahahaha saya datang lagu bawa oneshoot gak jelas… setelah kemarin bikin nangis sejagad wkc…. #plakk  sekarang datang bawa kisah happy end…. lunas yah…. ㅋㅋㅋㅋ
Ini saya ketik seharian sampe tgn pegel… cz lagi semangat… di tunggu komentnya yang bikin saya semangat lagi….

Last but not least
See u next time and keep spreading wonkyu love ♡ !
Annyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

73 thoughts on “Stuck on You

  1. hidupnya kyu sngat menyedihkan aplagi appa nya jahat bnget mukul kyu & nyuruh kyu nyari uang buat berobat umma nya, untung kyu ktmu sma orng baik sprti won..
    hyukjae tega blang kya gtu k’kyu & menyembunyikan semua nya dri siwon.. untung siwon tau mskipun sdah 5 thn brllu.. skrang wonkyu hdup bhgia dngan mlaikat kcil jihyun..

  2. yaampun bagus banget ceritanyaaa, good job authornim, bisa bikin aku senyum2 bistu nangis sendiri ㅋㅋㅋ
    appanya kyu jahat banget tega gitu sama anak sendiri😭
    tapi suka banget bagian kyuhyun siwon ketemu setelah 5 taun hihi
    semangat dan terus berkarya yaa👍👍👍👍

  3. Uughh..bener2 kisah yg mengharu biru..pagi2 bc ginian sambil mewek..untung aja g ada orang hihi..
    Ceritanya luar biasa kereeen..eonniie…you’re the best lah pokoknya..
    Semangaaat..

  4. Awalnya sedih banget bacanya…tp belakangan jd senyum” sendiri…aku jd kyk orang gila karena wonkyu…endingnya wonkyu bersatukah…harus dong kan udah ada jihyun…ada lanjutannya kan???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s