Posted in BL, Drama, Family, Romance

Angel of Voice Epilog 1

By. Miss Lee & Ryupyo

 

Cast : Siwon x Kyuhyun

Eunhyuk x Donghae

Henry & Changmin

Genre : family, romance, drama

Rate : T (boys love)

 

Angel of Voice Epilog­

Sudah seharian ini Kyuhyun harus mengikhlaskan dirinya untuk beristirahat di rumah sakit, menunggu stabil kondisi dirinya. Walau kandungannya baik – baik saja, akan tetapi Kyuhyun sedikit mengalami kelelahan dikarenakan kesibukannya di yayasan yang dirinya dirikan dan juga Kyuhyun yang masih aktif di bidang seni musik. Sudah sangat diketahui oleh semua orang bahwa Kyuhyun tidak, bahkan sangat tidak menyukai keberadaan dirinya di rumah sakit, walau itu bukan berarti dirinya masih trauma. Akan tetapi bau obatlah yang membuat dia tidak betah. Kyuhyun pun akhirnya mengultimatum Siwon, bahwa ia memilih untuk pulang besok atau nekad pulang bila tidak diizinkan, akhirnya Siwon lebih memilih untuk langsung meminta kepada dokter agar Kyuhyun bisa di izinkan pulang esok hari.

“Baby kita sudah sampai” Siwon membangunkan Kyuhyun yang tertidur selama perjalanan pulang, Kyuhyun yang antusias akan kembali ke rumahnya, maka lebih memilih bangun di pagi hari bahkan Siwon yang baru saja selesai dari kantin pun dibuat terkejut dengan sudah rapihnya Kyuhyun bahkan tas berisikan bajunya pun sudah berada di atas ranjang, di sisi Kyuhyun. Maka itu Kyuhyun lebih memilih melanjutkan tidurnya selama perjalanan pulang, terusik dengan tepukan halus di pipinya, Kyuhyun pun membuka matanya menyesuaikan sinar cahaya yang mulai menembus kaca mobil. “Hyung..” Kyuhyun mendudukan dirinya dengan baik, “Kita sudah sampai, baby” kembali Siwon berujar sembari mengembangkan senyuman kepada Kyuhyun. Siwon bergegas memanjat keluar mobil audy R8 Spydernya, lalu membukakan pintu mobil untuk huswife nya.

Siwon benar – benar memperlakukan Kyuhyun layaknya porselen mahal yang mudah pecah, bahkan diapun tidak membiarkan Kyuhyun untuk membuka pintu rumahnya sendiri. “Kyu-ah” saat pintu terbuka, nampak appa Choi dan eomma Choi yang menyambut kedatangan mereka, appa Choi segera memeluk Kyuhyun, menantunya. Setelah melepaskan pelukan “Jika Siwon tidak bisa menjagamu dengan baik, katakan pada appa”, belum Kyuhyun menjawab Siwon sudah lebih dulu memotongnya “Appa tenang saja” jawabnya santai. “Ingat Siwon kalau sampai terjadi apa – apa dengan menantu dan calon cucuku, appa patahkan lehermu!!” tentu saja itu membuat Siwon hanya mampu membulatkan matanya tak percaya, sementara Kyuhyun menatap appa Choi dengan mata yang sudah berkaca – kaca, “Siwon sudah memberitahu kami, tentang kehadirannya” ucap appa Choi sembari mengusap perut rata menantu kesayangannya. Setelah itu pasangan WonKyu makan siang bersama dan juga berbincang – bincang dengan appa dan eomma Choi, tanpa terasa waktu sudah sore, hingga akhirnya appa dan eomma Choi memilih untuk pulang dan membiarkan WonKyu beristirahat.

 

Keluarga Kyuhyun pun sudah diberitahukan tentang kehamilan Kyuhyun, sebenarnya kedua orang tua Kyuhyun tidak terkejut dengan hal ini. Memang dulu Kyuhyun sudah divonis bahwa ada rahim didalam perutnya. Maka saat Kyuhyun dekat dengan Siwon bahkan hingga menjalin hubungan, keluarga Cho sangat mendukungnya. Pasca kehamilan kehidupan Kyuhyun tentu berubah 180°, tidak ada lagi yang namanya mengangkat barang berat, tidak ada lagi kegiatan yang membuat dirinya harus pulang larut malam, tidak ada lagi aktifitas yang membuat dirinya stress. Over protective Siwon bahkan sahabat – sahabatnya pun membuat Kyuhyun merasa tidak bebas, tapi jauh dari lubuk hatinya paling dalam, dia sangat bersyukur karena semua orang menyayangi dirinya.

Kini Kyuhyun sedang di antar oleh Eunhyuk untuk berbelanja kebutuhan sehari – hari, bahkan dirinya tidak menyangka bahwa kandungannya sudah memasuki usia 12 minggu. Karena selama ini Kyuhyun merasa hari – harinya berwarna dengan segala tingkah keposessivean Siwon dan para sahabatnya. “Kyu, apa kau sudah memulai membeli pakaian untuk bayimu nanti?” tanya Eunhyuk yang sedang sibuk memilih pisang untuk ditimbangnya, Kyuhyun memperhatikan setiap gerakan bibir Eunhyuk dengan seksama. “Kandunganku masih berusia 12 minggu, hyung. Kata eomma tidak baik membelikan peralatannya sekarang ini, terlebih aku dan Siwon hyung belum tau dengan jenis kelaminnya” jawab Kyuhyun setelah dia mengerti dengan perkataan Eunhyuk tadi.

“Lalu kenapa kau tidak melakukan USG?” tanya Eunhyuk kembali, “Aku melakukan USG untuk melihat tumbuh kembangnya, tetapi untuk melihat jenis kelaminnya, kami memang ingin kejutan saja di hari kelahirannya nanti” Eunhyuk hanya tersenyum menanggapi jawaban Kyuhyun “Lalu kalau kau tidak tau jenis kelamin bayimu sampai lahir, bagaimana kau membeli peralatan dan juga bajunya?” tanyanya kembali, “Kami akan membeli warna yang bisa cocok dipakai oleh namja maupun yeoja” Eunhyuk pun menaikan pundaknya acuh dan kembali mendorong troly nya, tanpa Eunhyuk tau bahwa Kyuhyun tidak mengikuti dirinya. Kyuhyun mempusatkan perhatian kepada seorang yeoja muda yang sedang menggendong bayi, yang mungkin bila dilihat umurnya masih beberapa bulan dan itu sangat menggemaskan, ada terbesit dihatinya bahwa dirinya pun bisa melakukan interaksi dengan sang buah hati tanpa terhalang dengan kendala bahwa kenyataan dirinya adalah seorang penyandang tuna rungu.

 

“Kyu-ah..” tepukan pada pundaknya, membuat dirinya mengalihkan perhatian kepada tangan yang masih setia berada dipundaknya. “Hyung.. waeyo?” tanya Kyuhyun, yang hanya mengundang kerutan di dahi Eunhyuk, “Harusnya aku yang mengatakan kata itu, gwaenchana?” Eunhyuk balik bertanya, tetapi Kyuhyun sendiri hanya tersenyum sembari berlalu meninggalkan Eunhyuk yang hanya bisa terkejut dengan sikap Kyuhyun. “Hormon kehamilan memang membuat seseorang menjadi aneh” Eunhyuk pun kembali mendorong troly nya dan berjalan beriringan dengan Kyuhyun.

 

Angel of Voice Epilog

Hari – hariku semakin terasa membahagiakan, bagaimana tidak setelah aku menikah. Kini aku merasa lengkap, oh mungkin setelah buah hati kami lahir maka telah lengkap pernikahan kami, keluarga kecil kami. Aku sangat bersyukur bahwa kehidupanku bisa berjalan hingga saat ini, mempunyai seorang istri yang bahkan melebihi cantiknya seorang yeoja dan kini istriku sedang mengandung buah hati kami. Aku benar – benar sangat bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan kepadaku, akan aku jaga semuanya dengan baik.

Banyak hal yang membuatku harus ektsra bersabar di awal kehamilan Kyuhyun ini, bagaimana tidak? Tengah malam Kyuhyun meminta dibelikan buah durian, bahkan di Korea buah itu jarang ada. Bila kami berada di Thailand, mungkin hal itu sangat mudah dicari. Aku harus berkeliling di supermarket yang buka 24 jam untuk mencari buah durian, hingga 3 jam mencari, akhirnya aku menemukannya. Sesampainya di rumah, Kyuhyun sedang menunggu sembari menonton tv walau matanya sudah terlihat sangat mengantuk. Aku segera memberikan buah durian itu kepada Kyuhyun, alhasil Kyuhyun hanya menghirup baunya dan setelah 15 menit kemudian, dia ingin buah durian itu segera dikeluarkan dari rumah, katanya baunya terlalu menyengat dan memintaku untuk memberikannya kepada Eunhyuk, padahal itu masih jam 4 dini hari, ntah alasannya apa? Buah itu harus diberikan kepada Eunhyuk, memikirkan hal itu membuatku hanya bisa tersenyum dengan tingkah ngidam istriku ini.

“Hyung..” aku menolehkan kepalaku melihat istriku yang sedang berjalan perlahan menuju meja kantorku, aku segera berlari dan memapahnya “Aku ini baru hamil 4 bulan, kenapa Hyung memperlakukanku seperti aku hamil besar saja?” tanyanya dengan bibir yang dipoutkan, aku mengecup sekilas bibirnya, “Baby.. hyung tidak ingin kau kelelahan, araseo” aku segera menuntunnya menuju kursiku, aku sendiri berdiri menyandar di meja. “Ada apa baby? Sepertinya akhir – akhir ini kau terlihat agak murung? Katakan pada hyung? Berbagilah bersama hyung” tanyaku beruntun, Kyuhyun menyandarkan kepalanya diperutku, dia hanya menggeleng tetapi tak lama dirinya mengangguk.

 

“Hey.. waeyo? Apa yang menjadi beban pikiranmu?” tanyaku lagi sembari kini kedua tanganku menangkup sisi – sisi wajahnya, “Hyung.. jika aku menjadi manusia yang egois, apakah hyung masih akan tetap mencintaiku??” tanyanya sembari kini tangannya memainkan kancing bajuku. Aku kembali mengarahkan pandangannya pada wajahku, “Baby, ada apa?” terlihat Kyuhyun yang sedang berpikir keras, untuk menyampaikan apa yang ingin dikatakannya, “Awalnya aku merasa, aku sudah bersyukur dengan apa yang sudah aku miliki dan aku tidak menginginkan apapun lagi. Tapi sekarang semuanya berubah”, aku terus memperhatikan wajah cantiknya “Apa maksudmu baby?”, tak lama Kyuhyun kembali berujar “Hyung…. Aku.. aku ingin bisa mendengar tangisannya dan juga ucapan saat pertama kali dirinya belajar berbicara. Aku menginginkannya” lanjutnya dengan mata yang sudah berair, aku bisa melihat betapa dirinya bersungguh – sungguh dengan hal ini.

“Kau pasti bisa baby… kau pasti bisa” ucapku menenangkan sembari memeluknya, memberikan suatu kehangatan bagi dirinya. Setelah itu aku tersenyum kepadanya, mengecup dahinya lembut. “Besok hyung akan mengatur pertemuan kita dengan dokter spesialis, kau pasti bisa kembali mendengar baby..” aku akan kembali mendekapnya, akan tetapi Kyuhyun menepis tanganku, “Waeyo?” , “Hyung masih mencintaiku kan walau aku bisa kembali mendengar? Hyung tidak berpikir bahwa aku orang yang tidak bisa bersyukurkan?” kini bibir itu kembali dipoutkan, hormon kehamilannya membuat Kyuhyun mempunyai mood yang berubah – ubah, “Baby.. apapun yang terjadi padamu, kau adalah Kyuhyunku. Istriku, ibu dari anakku, aku akan tetap mencintaimu. Ntah itu saat dirimu seperti ini atau nanti setelah kau bisa kembali mendengar, percayalah padaku, saranghae” Kyuhyun langsung menyusupkan kepalanya di perutku, aku sendiri hanya bisa tersenyum geli dengan tingkahnya ini.

Tapi baru aku menikmati masa manja Kyuhyun, tiba – tiba Kyuhyun terduduk tegap. “Waeyo baby??” aku hanya terkejut dengan gerakannya itu, “Hyung.. kita pergi ne.. eum kita makan di rumah Donghae hyung, kajja” pintanya yang langsung menarikku ke luar ruang kerjaku. “Baby.. baby.. chakamanayo..” haish aku lupa, aku segera menarik tangannya untuk memberhentikan langkahnya. “Waeyo hyung? Kajja. Aku sangat lapar, aku ingin masakan yang dimasak oleh Donghae hyung” pintanya kembali, “Tapi setidaknya kita berganti baju dulu, apakah kita akan pergi dengan piyama?” tanyaku yang langsung membuat Kyuhyun melihat dirinya sendiri dan melihat penampilanku, “Kalau begitu berganti baju saja, akh tidak.. tidak.. lebih baik seperti ini saja, lagi pula kita kan hanya ke apartemen Donghae hyung tidak akan kemana – mana lagi, jadi tidak apa – apa. Kajja hyung” ajaknya sembari kembali menarik lenganku dan lagi – lagi aku akan selalu tidak bisa mengatakan tidak dengan segala permintaannya.

 

-Angel of Voice Epilog

Seperti keinginan Kyuhun, kini pasangan suami istri itu pun sedang berada di salah satu rumah sakit terbesar di Korea. Mereka sudah berjanji untuk bertemu dengan dokter Andrew, dokter spesialis THT. “Bagaimana dok hasilnya?” tanya Siwon khawatir, “Dari hasil rontgen, memang kerusakan gendang telinga Mrs. Choi cukup parah kerusakannya, akan tetapi saya akan membantu agar Mrs. Choi untuk dapat mendengar kembali, akan tetapi implant koklea ini bukan berarti akan memulihkan dengan sempurna pendengarannya, tetapi ini hal nya seperti alat bantu mendengar dengan kelebihannya adalah bahwa dia bisa mendengar lebih jelas dibanding dengan alat bantu pendengaran yang bisa dicopot – pakai” jelas dokter Andrew.

“Lalu kapan kita bisa melakukan operasinya? Terutama bagaimana dengan kandungan istriku?” tanya Siwon sembari tangannya tidak pernah lepas untuk menggemgam tangan Kyuhyun yang duduk disampingnya, “Untuk hal itu, sebenarnya tidak akan terjadi permasalahan. Saya hanya menyarankan untuk tetap menjaga kondisi dengan baik sampai operasi akan dilaksanakan, maka semuanya akan baik – baik saja. Tapi bila Mr. Choi menginginkan kejelasan yang lebih dalam, anda bisa mengkonsultasikan dulu dengan dokter kandungan dari Mrs. Choi” saran dokter Andrew pada Siwon. “Saya mempercayai semuanya dok, kapanpun kami pasti akan siap” ujar Siwon mantap, “Baiklah kalau begitu, seminggu ini jagalah kestabilan kondisi Kyuhyun. Jangan membuatnya terlalu lelah dan stress, operasi ini tidak akan memakan waktu yang lama, tapi kondisi pasien memang harus dalam kondisi yang sangat baik sebelum operasi” Siwon tersenyum “Baik, seminggu lagi operasi akan dilaksanakan” Siwon pun menjabat tangan dokter Andrew.

“Baby.. apa kau tegang??” saat ini mereka berdua sudah berada di mobil menuju perjalanan pulang, “Ani hyung, aku yang memintanya. Jadi aku harus bisa menjaga kondisiku dengan baik, demi anak kita” ujarnya sembari tersenyum dan menggemgam erat tangan Siwon. Sungguh Siwon benar – benar merasa beruntung mendapatkan Kyuhyun yang selalu bisa menjaga dirinya sendiri, “Seminggu lagi.. tunggulah seminggu lagi, maka semuanya akan sesuai dengan apa yang kau harapkan, baby” Siwon membawa punggung tangan Kyuhyun ke arah bibirnya, mencium penuh dengan kelembutan dan ketulusan. Kyuhyun hanya bisa menahan dirinya, sebenarnya sedari ruang dokter, rasa takut itu muncul tapi demi anaknya dan masa depannya, dia harus bisa.

 

Hari H pun tiba, kini Kyuhyun sudah berada di Seoul International Hospital, awalnya Kyuhyun akan dibawa ke Jerman untuk melakukan operasi disana, tetapi kondisi Kyuhyun yang sedang hamil tidak memungkinkan dirinya berpergian jauh dan berjam – jam lamanya. Maka itu akhirnya Siwon lebih memilih untuk menerbangkan langsung peralatan medis untuk operasi Kyuhyun dari Jerman, dengan pesawat pribadi milik keluarganya. “Baby…” Siwon hanya bisa menatap khawatir pada Kyuhyun yang kini sedang berbaring di ranjang, “Hyung.. buatlah aku menjadi kuat, buatlah aku untuk tidak ragu dengan keputusan ini, buatlah aku yakin bahwa apa yang aku lakukan ini demi anak kita nanti di masa depan… bantulah aku agar aku siap menjalani operasi ini..” Siwon mengecup kening Kyuhyun lama.

“Kau akan bisa kembali mendengar baby, kau pasti akan bisa mendengar suara hyung, orang tuamu, orang tuaku, Ahra noona, sahabat – sahabat kita dan tentunya anak kita” sembari mengelus perut Kyuhyun yang terlihat agak buncit saat ini. Kedua orang tua Kyuhyun dan Siwon yang memang sudah diberitahukan perihal operasi ini, mereka hanya bisa mendukung segala keputusan kepada Siwon dan Kyuhyun, dan mereka pun hanya bisa berdoa agar operasi Kyuhyun berjalan dengan lancar. “Mrs. Choi, bagaimana keadaan anda??” tanya dokter Andrew yang kini sedang mendekati pasangan WonKyu, “Baik dokter..” sembari kini dokter Andrew memeriksa detak jantung dari nadi Kyuhyun, mencocokannya dengan detik di jarum jam tangannya, “Saya periksa dulu, setelahnya anda akan dibius selama operasi” jawabnya dan kini mengarahkan stestoskopnya ke dada Kyuhyun, “Semuanya dalam keadaan baik dan stabil, suster tolong untuk suntikan biusnya”.

“Dokter semuanya akan berjalan dengan lancar kan? Kyuhyun akan baik – baik saja kan?” Siwon langsung memberondong dengan pertanyaannya, dokter Andrew hanya menepuk bahu Siwon menenangkan “Tenanglah, bila anda cemas maka Kyuhyun pun akan ikut cemas, berdoalah semua akan berjalan dengan lancar, istri anda akan dibius selama operasi. Itu tidak akan membuatnya merasa sakit. Suster bawa Mrs. Choi ke ruang operasi, sekarang” perintah dokter Andrew pada beberapa suster yang memang ikut bersamanya untuk memeriksa keadaan Kyuhyun sebelum operasi dimulai. “Baby.. berjuanglah, demi anak kita kelak.. demi impianmu.. aku akan menunggu diluar dan mendoakanmu selalu” Siwon mendekati Kyuhyun sebelum blankarnya dibawa ke ruang operasi, Kyuhyun hanya mampu tersenyum karena tidak lama kesadarannya pun mulai menghilang dengan bius yang sudah mulai masuk ke dalam tubuhnya.

 

Beberapa bulan kemudian…

Angel of Voice Epilog

“Siwon hyung..” Siwon hanya berdehem untuk pengganti jawabannya, “Siwon hyung..” Siwon pun menolehkan kepalanya, “Waeyo baby..” Kyuhyun hanya tersenyum lalu kembali menikmati aktifitasnya, yakni mendengarkan music klasik untuk buah hatinya. Tapi tak lama, “Siwon hyung..” panggilnya kembali, kali ini Siwon menghampiri Kyuhyunnnya dan duduk disamping Kyuhyun sembari tangan kanannya memegang pundak Kyuhyun dan tangan kirinya ikut mengelus perut Kyuhyun yang kini sudah semakin membesar, “Waeyo baby.. apa yang ingin kau katakan?” tanya Siwon penasaran, “Anieyo.. aku suka dengan suaramu, hyung.. ternyata suaramu lebih merdu dibanding yang ku bayangkan selama ini” ujar Kyuhyun sembari menyandarkan kepalanya di bahu Siwon. Pasca operasi implant koklea, Kyuhyun sering sekali memanggil nama suaminya itu hanya untuk mendengarnya berdehem atau menjawab lembut panggilan dirinya.

Kyuhyun mengatakan bahwa saat panggilannya dijawab maka dia akan merasa kembali ke masa lalunya dimana dirinya masih bisa mendengar semuanya dan kini dirinya seakan tidak percaya dengan pendengarannya yang sudah normal. Kyuhyun pun sering sekali memanggil Siwon hanya untuk mendengarkan suara suaminya itu, yang menurutnya bisa menenangkan hatinya. “Hyung, besok kita ke studio music Henry ya.. aku ingin sekali kesana” pinta Kyuhyun dan jangan lupa puppy eyes menjadi andalan bagi Kyuhyun, agar Siwon mau mengantarkannya kesana. Melihat hal itu tentu tidak ada alasan untuk mengatakan tidak pada permintaan Kyuhyun, andaikan Kyuhyun sedang tidak hamil bisa saja Siwon membuat hamil kembali Kyuhyunnya (??).

“Memang untuk apa kita kesana?” tanya Siwon, “Aku hanya ingin bisa bermain music saja, aku ingin bisa mendengar secara langsung permainan biola Henry. Bolehkan hyung??” pinta Kyuhyun, Siwon yang melihatnya tidak tega bila tidak mengizinkannya. “Ya sudah, tapi siang saja kita kesananya ya.. hyung harus ke kantor terlebih dahulu ada dokumen yang harus hyung urus, setelahnya hyung akan menjemputmu dan kita akan ke tempat Henry” Kyuhyun tersenyum senang dan bangga, Siwonnya akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya, ia sangat mencintai Siwon, ayah dari anak yang di kandungnya ini, dari dulu hingga saat ini bahkan hingga nanti dirinya menutup mata yang ia cintai hanya Siwon.

 

Setelah mengurus dokumen penting perusahaan, sesuai janjinya Siwon menjemput Kyuhyun untuk menuju studio music milik Henry, kebetulan juga Henry memang sedang berada di studio musiknya, karena satu bulan lagi dirinya akan menggelar konser maka itu kini Henry sedang giat berlatih. “Henry-ya…” Kyuhyun memeluk Henry sesaat baru datang, Henry tentu sangat senang Kyuhyun dan Siwon datang mengunjunginya, karena yang ia tau bahwa keduanya sangat sibuk, terlebih kini Kyuhyun yang sedang hamil maka Kyuhyun jarang berpergian, hanya dirinya yang terkadang mampir untuk menengok Kyuhyun. “Apa kabarmu? Aku dengar kau operasi kemarin?” Kyuhyun tersenyum menanggapi pertanyaan Henry, “Seperti yang kau lihat. Aku baik – baik saja, kandunganku pun baik. Semuanya berjalan dengan lancar” , “Syukurlah aku turut senang Kyuhyun-ah”.

Mereka bertiga terlibat perbincangan yang menarik, hingga Kyuhyun yang sedang melihat ke seisi ruangan melihat biola kesayangan Henry tersimpan di atas piano. Kyuhyun berjalan menuju piano, dia mengingat dimana Henry pun pernah mengajaknya berbicara selagi dirinya bermain piano, dulu saat sekolah. Kyuhyun menekan tuns tuns piano, tak terasa air matanya mengalir begitu saja. Perasaannya dan pikirannya diterbangkan menuju masa lalu, dimana ia bermain piano dengan keheningan. Kini dirinya bisa mendengar apa yang ia tekan, ia bisa mendengarkan nada yang ia tekan pada tuns piano. Siwon dan Henry yang melihatnya hanya bisa terdiam tanpa berkeinginan untuk mendekati Kyuhyun, mereka pun terlalu terlarut dalam irama yang Kyuhyun mainkan.

“Henry-ya.. kemarilah..” Henry berjalan ke arah Kyuhyun, “Ambilah, kita bermain bersama” pintanya sembari menyerahkan biola kepada Henry, Siwon masih terduduk menyaksikan semuanya. Ia bisa melihat ada kebahagiaan yang terpancar pada aura istrinya itu, yang belum pernah ia lihat sejak dulu. “Aku senang akhirnya kau bisa bahagia baby..” inner Siwon. Henry memainkan biolanya dan Kyuhyun mengikutinya dengan bermain piano, iringan nada yang seirama itu menghasilkan music yang sangat indah didengar dan semua orang bisa merasakan dalam setiap nada yang menyampaikan perasaan bahagia.

 

Kandungan Kyuhyun sudah mulai membesar karena kini usia kandungannya menginjak usia 7 bulan, Siwon sangat senang dengan perkembangan janin yang tumbuh kembang dengan sehat. Tetapi sudah beberapa hari ini Siwon selalu uring – uringan, itu semua dikarenakan Kyuhyun yang sudah beberapa hari ini selalu mampir ke studio music Henry bersama dengan Changmin, seperti saat ini Siwon hanya mampu duduk dengan wajah tertekuk melihat ke arah Kyuhyun yang sedang menatap berbinar kepada Changmin dan Henry. “Baby.. kita pulang ya, kau kan harus menjaga kesehatanmu juga..” pinta Siwon dengan membawa tubuh Kyuhyun untuk semakin dekat dengannya. “Nanti hyung, aku sedang menikmati nyanyian Changmin dan juga Henry” jawab Kyuhyun tanpa tau bahwa wajah Siwon semakin tertekuk tidak suka dengan alasan yang diberikan oleh Kyuhyunnya.

“Baby.. kajja..” bujuk Siwon kembali, “Kalau hyung mau pulang, pulang duluan saja. Nanti aku pulang diantar oleh Changmin” ucapan Kyuhyun tentu membuat Siwon semakin tidak suka, dengan perasaan kecewa Siwon memilih pergi dan membanting pintu yang membuat Kyuhyun, Changmin dan juga Henry terkejut dibuatnya. “Kyu.. kau bertengkar dengan Siwon hyung?” tanya Changmin yang segera mendekat saat pintu tertutup dengan keras, “Kyu, gwaenchana?” timpal Henry, tidak ada jawaban dari Kyuhyun, hingga akhirnya Changmin dan Henry mendengar isakan tangis dari mulut Kyuhyun, “Kyu, gwaenchana? Ada yang sakit? Dimana? Kau perlu apa?” Changmin begitu panik melihat Kyuhyun yang berderai air mata. “Minumlah Kyu..” Henry menyerahkan air mineral kehadapan Kyuhyun yang tanpa aba – aba langsung diminumnya.

“Kau kenapa Kyu? Apa kalian bertengkar?” Henry mencoba kembali bertanya setelah melihat Kyuhyun merasa baikkan. “Siwon hyung sepertinya marah padaku, aku harus bagaimana?” bukannya menjawab Kyuhyun malah balik bertanya, “Memangnya apa yang kalian permasalahkan?” Kyuhyun hanya menggeleng, “Maksudnya?” Changmin tidak mengerti dengan jawaban dari Kyuhyun, “Aku mau pulang..” Kyuhyun merajuk, Henry dan Changmin hanya bisa mendesah malas, “Ya sudah, aku antarkan kau pulang. Kajja” Henry menarik lengan Kyuhyun, “Changmin, kau mau ikut bersama kami?” ajak Henry, “Aku masih ada urusan, kalian pulanglah bersama” Kyuhyun hanya mengangkat bahunya lalu menarik lengan Henry untuk segera pergi dari studio musiknya dan mengantarnya pulang.

 

Sesampainya di rumah, yang dilakukan oleh Kyuhyun adalah mencari keberadaan Siwon. Tidak perduli bahwa dirinya lelah yang dia inginkan adalah melihat wajah suaminya, walau mereka baru berpisah kurang dari satu jam tapi Kyuhyun sudah merasakan rindu, terlebih tadi Siwon pulang dengan keadaan marah kepadanya. “Hyung.. hyung.. kau dimana?” Kyuhyun mencari Siwon dari ruang kerjanya, kamar tamu, kamar mandi, dapur, lalu pindah ke kamar pribadinya dan terlihatlah sosok yang dicarinya sedang berada di balkon, Kyuhyun menghampiri Siwon secara perlahan, saat dirinya sudah berjarak dekat dengan Siwon, Kyuhyun segera memeluk Siwon dari belakang tanpa menekan perutnya. Siwon yang merasakan pelukan hangat dari Kyuhyun langsung tersentak, dia teringat bahwa Kyuhyun sedang mengandung maka dirinya membalikan diri.

“Hyung.. miannae..” Kyuhyun menunduk sembari memainkan ujung bajunya, Siwon hanya tersenyum. Dia memang cemburu karena Kyuhyun lebih memilih untuk selalu mendengarkan Changmin bernyanyi tapi tidak sepantasnya Siwon cemburu berlebihan, bagaimanapun itu kehendak bayinya. Walau usia kandungan Kyuhyun sudah termasuk trimester akhir tetapi terkadang ngidam itu masih tetap ada, terlebih dikarenakan kini Kyuhyun sudah bisa mendengar kembali, pasti Kyuhyun hanya ingin bisa mendengarkan suara – suara yang disukainya. “Ssssttt… hyung yang salah, miannae..” Siwon membawa tubuh Kyuhyun untuk dipeluknya, “Hyung tidak suka aku mendengarkan suara Changmin dan Henry? Kalau begitu, aku tidak akan meminta mereka untuk selalu bernyanyi lagi untukku” ujarnya sembari mengeratkan pelukan.

“Tidak baby.. apapun yang kau suka lakukanlah, hyung hanya sedikit egois tadi. Maafkan hyung ne?” Kyuhyun mengangguk, “Tapi aku suka dengan segala yang ada pada hyung, dengan hyung marah tadi, aku tau hyung cemburu karena hyung sangat mencintaiku kan?” Kyuhyun menarik dirinya dalam pelukan, “Hyung tentu sangat mencintaimu, sangat mencintaimu” Siwon mengecup bibir Kyuhyun sekilas yang tentu membuat Kyuhyun bersemu merah, “Aku juga mencintaimu hyung, sangat mencintaimu” Kyuhyun kembali memeluk Siwon, kecupan demi kecupan Siwon berikan di pucuk kepala Kyuhyun, sungguh dirinya merasa bahagia saat ini dan Siwon berharap bahwa kebahagiaannya bisa terus ia rasakan.

 

Angel of Voice Epilog

Aku dan Siwon hyung sedang berjalan – jalan di taman dekat rumah, karena setiap pagi hari udara sangat baik untuk pernafasan. Maka itu Siwon hyung selalu mengajakku untuk jalan sehat di pagi hari, walau akupun terkadang malas untuk melakukannya, terlebih kini usia kandunganku yang sudah memasuki waktunya melahirkan. Tetapi dokter memang menyarankan kepadaku untuk banyak bergerak agar dalam proses kelahiran bisa berjalan dengan lancar, kini kami berdua sedang duduk di taman menikmati angin yang berhembus. “Hyung, sepertinya kita lupa untuk mencari nama buat anak kita” tanyaku untuk memecah keheningan, “Kau sudah mempunyai alternative nama kah baby?” tanyanya balik, “Eum sebenarnya sudah, tapi aku ingin hyung juga setuju dengan nama yang akan aku pilih nanti” Siwon hyung mengecup pipiku, “Apapun itu, hyung pasti akan mendukungmu baby.. karena nama yang kau pilihkan pasti nama yang terbaik” ujarnya yang membuat kedua pipiku memerah.

“Hyung kita pulang saja, aku sudah lelah” aku segera beranjak berdiri, tapi tiba – tiba “Argh..!! hah..hah.. hyung sakit..” perutku seakan melilit, aku benar – benar merasakan kesakitan yang luar biasa pada perutku, “Baby.. apa kau akan melahirkan?? Kajja, kita harus ke rumah sakit sekarang juga” Siwon hyung menuntunku perlahan, tapi aku tidak bisa berjalan lagi, mungkin karena terlalu lelah sedari tadi berjalan, hingga akhirnya Siwon hyung pun mengangkatku ala bridal style. “Permisi.. permisi.. istriku akan melahirkan, permisi” itulah yang aku dengar samar – samar, karena memang keadaan taman di akhir pekan yang ramai. “Baby.. bertahanlah” pintanya, hingga aku pun tak tau sejak kapan Siwon hyung menyetop taksi, karena kini aku berada di dalam mobil “Ahjussi tolong cepat.. istri saya mau melahirkan, tolong…” Siwon terus menggemgam tanganku erat.

“Kau harus bertahan chagi.. sebentar lagi kita sampai di rumah sakit, bertahanlah..” aku masih mengatur pernafasanku, “Hyung… sakit..” aku menekan bawah perutku, ini menyakitkan. “Mommy mohon, bersabarlah sayang.. kami pun tak sabar melihatmu lahir ke dunia ini” aku terus berusaha berinteraksi dengan bayiku dalam hati, mencoba mengalihkan rasa sakit dengan mengelus perutku lembut. Hingga akhirnya “Kita sudah sampai baby..” Siwon hyung kembali menggendongku dan aku pun bisa merasakan kini aku sudah terbaring di blankar, “Tolong menunggu diluar” , “Tapi saya suaminya suster, istri saya membutuhkan saya..” aku mencoba menahan sakit dengan segera memanggil Siwon hyung, “Hyung.. argh.. sakit… hah.. hah.. hyung…” aku bisa melihat wajah cemas yang jelas tercetak di kontur wajah Siwon hyung, “Kau pasti bisa baby..” ucapnya dan setelah itu pintu pun tertutup rapat..

 

-tbc-

 

Akhirnya…… ga tau deh ini bahasanya berasa gimana gitu, ada kosa kata yang berasa di ulang – ulang, tapi.. tapi… semoga suka ya..

Ya seperti yang dikatakan di ff kemarin sebenarnya kami memang tidak ada niatan untuk bikin epilog, tapi ternyata masih ada yang berharap dengan ff ini, terima kasih banyak.. jadilah kami buat seperti ini, tapi ini gak akan banyak, chapter depan sudah end.. karena memang kita gak niat untuk membuat AOV terlalu panjang, sekali lagi semoga suka ya..

Terima kasih yang sudah menunggu cerita kami ini, terima kasih juga yang juga selalu datang ke WKC ini.. kami berharap bahwa WKC ini benar – benar wadah untuk para WKS berkumpul.. seperti hal nya situs fanfiction, tetapi ini khusus wonkyu.. okay kalo begitu, kami ucapkan sebarkan selalu cinta WONKYU ke penjuru dunia.. 😀

Sampai jumpa di chapter ending nya ya..

Advertisements

67 thoughts on “Angel of Voice Epilog 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s