Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Romance, WonKyu Story

All For You – Chapter 2

All for You – Chapter 2

By: -ssiihee-
Genre: Romance, Family, Fluff,
Rate: PG 18
Main cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Disclaimer: Cerita ini punya saya, jika ada kesamaan dalam hal tokoh, cerita dan sebagainya dikarenakan faktor yang tidak di sengaja. Dan ini hanya khayalan saya belaka.

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Warning: BL, OOC, M-preg, AU, abal, alay, typo, jauh dari EYD dsb.

Don’t Like, don’t read !
Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!
(= ̄▽ ̄=)V

***
AfY
ssiihee©2014
Totally Reserved
***

.

.

Chapter 1

Kyuhyun mengerjapkan mata saat sinar matahari yang masuk lewat jendela kamarnya mulai menyengat dan memberikan efek hangat di kulitnya. Ia terdiam sejenak saat kedua matanya sudah terbuka sempurna menampilkan mata hitam jernih yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Siwon yang saat itu baru keluar dari kamar mandi dengan bathrobenya hanya tersenyum dan menghampiri Kyuhyun.

“Morning baby.” Ucap Siwon dengan sebuah kecupan singkat di bibir Kyuhyun, membuat wajahnya seketika menghangat dengan semburat pink di pipinya. Siwon hanya tersenyum tipis dan membuka sebuah sebuah lemari yang dibuat sejajar dengan dinding kamar tersebut.

Merasa telat Kyuhyun segera beranjak untuk menghampiri Siwon. Dan ia menahan nafas saat melihat tubuh atas Siwon yang kekar dan berotot. Siwon baru saja akan memakai kemejanya saat melihat Kyuhyun mematung di depannya. “Wae?”

Kyuhyun menelan ludahnya. “An-nie.”
Siwon tertawa melihat tingkah Kyuhyun. Huswifenya itu terlihat salah tingkah namun tetap menggemaskan dengan piyama hijau. Ia berniat menghampiri Kyuhyun namun pemuda manis itu mencegahnya.

“Stop hyung. Pakai bajumu dulu.” Kyuhyun memajukan tangannya mencegah Siwon bergerak kearahnya membuat Siwon bingung. Namun ia segera tersenyum saat menyadari bahwa Kyuhyun masih tidak terbiasa melihat tubuhnya.

“Wae baby? Kau malu? Tenanglah nanti juga terbiasa.” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya saat suaminya menggodanya. Memang benar ia belum terbiasa hanya saja selain itu ada alasan lain. Entah kenapa melihat tubuh polos Siwon membuat pikiran-pikiran yang sebelumnya tidak terlintas kini berkeliaran.

Bagaimana reaksi Siwon jika tangan lentik Kyuhyun meraba dadanya. Bagaimana rasanya jika dada dan kulit mereka saling bersentuhan. Bagaimana jika lidah Kyuhyun bermain-main di abs Siwon. Bagaimana jika tubuh kekar itu memeluknya dengat erat. Memikirkannya saja membuat sesuatu bergerak dalam perutnya

“Baby kau melamun?” Suara Siwon yang kini berdiri di depannya membuat Kyuhyun mengerjap. Aigo. Apa yang baru saja ia pikirkan. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan menatap Siwon lalu tersenyum.

“Biar aku saja hyung.” Kyuhyun segera mengambil dasi di tangan Siwon saat pria itu melingkarkan dasinya di leher. Dengan perlahan jari-jari Kyuhyun bergerak membuat simpul. Siwon hanya mampu terpana. Mengamati wajah cantik dan indah di depannya. Tanpa sadar Siwon meletakan tangannya di pinggang Kyuhyun, menarik pemuda itu ke dalam dekapannya.

“Sejak 5 tahun lalu aku ingin sekali melakukannya.” Ucap Kyuhyun yang meletakan tangannya di dada Siwon seraya tersenyum menatap kedalam mata Siwon.
“Sudah lama juga aku ingin melakukan ini.” Dengan cepat Siwon menempelkan bibirnya di bibir merah Kyuhyun. Menyesapnya rasa manis dari bibir kenyal yang semakin membuatnya kecanduan. Keduanya saling melumat, namun pada akhirnya Siwonlah yang mendominasi seiring bergeraknya tangan Siwon membawa tubuh Kyuhyun masuk lebih dalam dekapannya. Siwon sempat berhenti sebentar memberi Kyuhyun ruang untuk bernafas sebelum ia kembali mencumbu huswifenya.

Ciuman lembut itu berubah menjadi sebuah ciuman panas saat lidah Siwon menerobos masuk kedalam mulut Kyuhyun. Membelit lidahnya dan menyurusi ruang didalamnya. Kembali tubuh Kyuhyun bergetar dan kakinya semakin lemas saat tangan dingin Siwon bersentuhan langsung dengan tubuhnya yang hangat. Meraba pinggang Kyuhyun turun naik.

Ini sangat nikmat dan memabukan namun Kyuhyun tahu mereka harus berhenti. Dengan sekuat tenaga ia mendorong dada Siwon. Kyuhyun menjauhkan wajahnya karena bibir Siwon yang masih mencari dan mencoba untuk kembali memangutnya.

“Hyung… berhenti.” Ucap Kyuhyun dengan nafas tersenggal saat Siwon masih berusaha untuk meraih bibirnya. “Lihatlah bajumu jadi berantakan.” Kyuhyun mengusap dada Siwon yang kemejanya sedikit lusuh karen ulah tangannya.

“Tidak apa-apa aku bisa menggantinya dan kau bisa kembali memakaikan dasinya kemudian kita mengulang ciuman barusan. Bagaimana?” Siwon mengedikpan matanya dan tersenyum kearah Kyuhyun yang kini hanya menggembukan pipinya.

“Pervet!” Kyuhyun segera melepaskan diri dari dekapan Siwon dan segera berlari ke kamar mandi. Ia menatap wajahnya di cermin. Terlihatlah bibirnya yang merah dan sedikit bengkak. “Aigoo Choi Siwon.”

**♡**

Siwon berjalan menuju lift dengan senyum cerah di bibirnya. Bahkan matahari seolah menyingkir dan membiarkan Siwon menyebarkan sinar kebahagiannya. Ia membalas setiap sapaan dari karyawannya dengan senyum dan dimple di kedua pipinya membuat karyawannya terlihat bingung. Pasalnya ini adalah hal pertama sejak lima tahun terakhir. Senyum tulus dan penuh perasaan yang terpasang di wajah tampan Siwon. Para karyawan khususnya wanita kembali di buat terkagum-kagum dengan bos mereka.

“Terjadi sesuatu? Katakan padaku?”
“Apa yang kau bicarakan?” Siwon mengacuhkan Donghae yang mengikutinya ke ruangan tempatnya bekerja. Ia duduk di kursi dan mulai mengecek beberapa dokumen.

“Tentu saja kau dan Kyuhyun.” Donghae mendudukan dirinya di kursi depan meja Siwon dan menatap pria itu penuh keingintahuan. “Apa kalian sudah berbaikan? Jangan bilang kau sedang menikmati masa-masa sebagai pengantin baru? Ya tuhan, malam pertama! Kalian sudah melakukannya?”

Donghae terus berucap tanpa berharap Siwon menjawabnya. Sebenarnya ia sudah tau kalau pengantin baru nan labil itu sudah berbaikan dan menyelesaikan masalah mereka. Itu semua sangat tercetak di wajah Siwon yang sepertinya tidak merasa pegal sama sekali karna terus saja tersenyum, namun tidak syah rasanya jika tidak mengdengarnya langsung dari mulut Siwon. Sebenarnya ia bisa bertanya pada Kyuhyun, tapi itu sama saja ia minta dirinya di bully.

“Ya, Donghae-ssi jika kau penasaran cepat sana menikah!”
“Kau menggodaku eoh?”
Siwon tertawa melihat wajah sepupunya saat ini. Ia sebenarnya tahu jika Donghae sendiri sudah punya seseorang yang special hanya saja ia belum mau mengenalkannya pada Siwon dan ia hanya bisa menunggu.

“Sudah sana kembali ke kantormu. Kau senang menjadikan aku sebagai sasaran khutbah ayahmu karen kau terlalu sering kesini.”
“Lebih membosankan khutbah dari yang mulia master Choi.” Donghae beranjak dari kursinya dan keluar dari ruangan Siwon yang hanya tertawa mendengar bagaimana Donghae menyebut ayahnya.

 

**♡**

 

Gedung pencakar langit itu berdiri kokoh dan mengintimidasi setiap orang yang hendak menjamahnya termasuk Kyuhyun. Ia menghela nafas kencang dan menyemangati dirinya sendiri. Setelah merapikan coat hitamnya Kyuhyun melangkah pasti melewati sebuah tulisan besar nama gedung tersebut. CHOI GROUP.

Seorang pria berseragam hitam yang sepertinya tim kemanan terlihat mengamati sekitarnya. Dua orang wanita cantik yang berdiri di belakang meja bertuliskan receptionist terlihat sedang menatapnya. Kyuhyun mengerutkan alis. Apa ada yang salah dengan penampilannya. Kyuhyun mengangkat bahu dan melanjutkan jalannya menuju sebuah lift dan masuk kedalamnya bersama beberapa karyawan lain yang kini juga menatapnya terlebih saat ia menekan angka 30. Apa mereka mengenalinya? Seingat Kyuhyun hanya keluarga Siwonlah yang tau tentang pernikahannya.

Lagi Kyuhyun mengangkat bahu. Pernikahannya dengan Siwon memang hanya saat mereka mengikat janji di hadapan tuhan. Tidak ada pesta lain karena keesokannya ia harus berangkat ke paris. Tidak mungkin juga Siwon menceritakan pada karyawannya kalaupun mereka mengetahuinya, Kyuhyun tahu siapa orang di balik itu semua. Siapa lagi kalau bukan sang cassanova Lee Donghae. Awas saja.

Lift menunjukan angka 30, lantai tertinggi dari gedung ini. Hanya tinggal ia saja karena Kyuhyun yakin karyawan biasa tidak akan pernah menghampiri lantai ini. Kyuhyun berjalan lurus menuju sebuah pintu besar di ujung lorong. Ia baru saja akan membuka pintu tersebut saat ada suara seorang wanita yang menginterupsinya.

“Selamat siang agashi. Maaf ada yang bisa saya bantu.”

Kyuhyun menatap wanita di depannya yang sepertinya sekretaris Siwon karena ia ternyata melewati sebuah meja wanita itu. Seorang wanita yang tidak seperti sekretaris kebanyakan. Berdandan cantik agar menarik perhatian atasannya. Namun Kyuhyun tidak menampik bahwa wanita di depannya justru terlihat cantik dengan penampilannya yang biasa saja. Kau pintar memilih sekretaris Choi-ssii.

“Aku ingin bertemu Choi Siwon.”
“Apa anda sudah membuat janji? Karena sajangnim berpesan bahwa ia tidak ingin di ganggu.”

Kyuhyun tersenyum dan menatap wanita di depannya intens dan terlihatlah semburat merah di pipi wanita tersebut. “Katakan saja seorang dari paris ingin bertemu.” Wanita itu mengangguk dan segera kembali kemejanya. Tak lama kemudian pintu di depan Kyuhyun terbuka dengan keras dan menampilkan Choi Siwon dengan wajah terkejut.

“Kenapa tidak langsung masuk?” Tanya Siwon.
“Kau punya sekretaris yang pintar hyung.” Kyuhyun menunjuk wanita yang kini terlihat bingung dengan dagunya.
“Jinra-ah lain kali biarkan dia masuk. Meskipun aku ada tamu penting.” Setelah mengatakannya Siwon mengamit tangan kiri Kyuhyun dan menariknya masuk keruangannya. Namun saat mereka berdua di ambang pintu Siwon kembali menoleh ke arah Jinra. “Dan satu lagi. Saat ini aku tidak ingin di ganggu siapapun.” Jinra mengangguk dan hanya menatap atasanya dengan beribu tanda tanya di wajahnya.

 

**♡**

 

“Kau punya ruangan yang bagus.” Kyuhyun menatap ruangan kerja Siwon dan tersenyum kearah pria yang kini duduk di sampingnya.
“Kenapa tidak bilang kau mau kesini?”
“Kalau aku bilang bukan kejutan namanya.” Senyum terukir di wajah Kyuhyun namun kemudian matanya membulat saat tiba-tiba saja Siwon mengecup bibirnya. Sepertinya ia masih tidak terbiasa dengan spontanitas suaminya.

“Terima kasih aku sangat terkejut dan juga senang. Oh iya kau bawa apa?” Siwon menunjuk sebuah bungkusan di meja.
“Ah ini.” Kyuhyun membukanya dan mengeluarkan 3 buah kotak makan. “Kau belum makan siangkan? Aku membuatnya sendiri untukmu?” Dengan telaten Kyuhyun membuka penutup kotak makan siang itu yang berisi nasi, lauk-pauk dan buah-buahan.

“Kau bisa masak?” Siwon bertanya dengan nada heran namun kemudian ia tersenyum saat Kyuhyun memicingkan mata kepadanya. “Kau pikir selama di Paris aku makan dengan apa.” Kyuhyun meyuapkan makanan yang di terima senang hati oleh Siwon.

“Bukannya lebih mudah jika kau memesannya?” Siwon mengunyah makanannya dengan perasaan bahagia. Sudah lama sekali ia membayangkan hal-hal seperti ini. “Kau lupa aku kesana untuk belajar hyung, dengan beasiswa. Kau tidak taukan kalau aku bekerja part time di sana. Walaupun aku punya suami yang kaya.” Ya. Kyuhyun memang kuliah dengan beasiswa. Ia ingin apa yang ia citakan ia raih dengan tangannya sendiri. Bukan dari orang lain sekalipun itu Siwon.

Siwon menelan makanannya dan menatap Kyuhyun yang kini terlihat bingung. “Ada apa?”
“Lalu kau apakan semua kartu kredit yang aku kirimkan?”
“Aku menyimpannya.” Kyuhyun kembali menyuapkan makanan kepada Siwon. Namun kali ini pria itu menahan tangannya. “Kenapa tidak kau gunakan?Itu hakmu.”

Kyuhyun menghela nafas. “Aku tau. Aku hanya merasa tidak bisa menggunakannya sementara aku belum menjalankan kewajibanku terhadapmu. Untuk itulah aku disini sekarang. Tenang saja aku akan menggunakannya sebaik mungkin. Sampai kau kewalahan.” Kyuhyun tertawa namun tidak dapat merubah wajah Siwon saat ini. Sepertinya pria itu masih marah kepadanya.

“Berhenti menatapku seperti itu, kau terlihat jelek Choi Siwon. Ayo lanjutkan makanmu.” Siwon masih tidak bergeming. Pria itu justru sedikit memajukan bibirnya membuat Kyuhyun ingin tertawa kencang melihat tingkah kekanakkan suaminya namun ia tidak ingin membuat situasi semakin rumit.

“Baiklah.” Kyuhyun meletakan kotak makan siang yang sejak tadi ia pegang ke meja lalu berdiri. Kemudian ia mendudukan tubuhnya menyamping dalan pangkuan Siwon membuat pria itu terkejut dengan sikap Kyuhyun saat ini.

Siwon tetap bergeming bahkan saat kedua tangan Kyuhyun melingkar di lehernya. Sebenarnya ia ingin segera menarik Kyuhyun dalam pelukannya namun ia masih bertahan dengan sikapnya.

“Sebenarnya aku akan memberikannya sebagai penutup makan siang kali ini, namun karena Choi sajang kita hari ini terlihat kesal maka aku akan memberikannya lebih cepat.” Setelah menyelesaikan ucapannya Kyuhyun menenpelkan bibirnya pada bibir joker Siwon.

Dalam hati Siwon tersenyum, ia berusaha untuk tidak membalasnya namun saat Kyuhyun menjauhkan bibirnya Siwon tidak bisa menahan diri dan segera meraup bibir cherry Kyuhyun dengan cepat. Kedua tangannya melingkar di tubuh Kyuhyun mendekap erat masuk kedalam pelukannya. Dan Kyuhyun lembali terbuai oleh kecupan-kecupan dan lumatan Siwon pada bibirnya. Sensasi geli kembali menggetarkan tubuhnya saat lidah Siwon meraba langit-langit mulutnya. Bahkan sesak didadanya yang membutuhkan oksigen ia abaikan.

Siwon memiringkan kepalanya, memperdalam pangutannya pada Kyuhyun. Dengan perlahan ia membawa tubuh Kyuhyun untuk berbaring di sofa. Kyuhyun sendiri hanya pasrah saat tubuh Siwon kini sudah berada di atasnya. Ia melupakan bahwa saat ini mereka sedang di kantor. Namun siapa juga yang berani masuk. Lagipula Siwon sempat menekan remot kunci otomatis ruangannya.

Hanya beberapa detik waktu yang Siwon berikan untuk keduanya mengambil nafas sebelum bibirnya kembali menubruk bibir Kyuhyun. Siwon bisa gila karena ciumannya sendiri. Ciuman memabukan bersama orang yang ia cintai dengan seluruh nafas jiwanya.

Suara derit sofa yang lembut terdengar dikarenakan pergerakan Siwon. Tangan kanannya mulai bermain nakal, menyusup dibalik kaos putih Kyuhyun sementara tangan kirinya menahan tubuhnya agar tidak memberatkan pemuda itu. Bergerak naik turun di area pinggang ke atas. Sementara Kyuhyun di bawahnya hanya memejamkan mata menahan suaranya. Namun suara itu lolos saat jari Siwon bermain di dadanya.

“Enghh… hyuunghhh…” Shit. Kyuhyun merutuki suaranya yang terdengar menjijikan. Ia bukan wanita tapi kenapa begitu sensitif jika Siwon menyentuhnya. Haruskah mereka melakukannya disini, di sofa kantor. Sama sekali bukan tempat yang indah.

Kyuhyun masih sibuk dengan pikirannya sampai tidak menyadara kepala Siwon yang kini bersembunyi di balik lehernya. Menghisap dan memberi tanda kembali pada leher Kyuhyun yang masih terdapat bekas ciumannya semalam. Ia baru menjerit saat Siwon menggigit telinganya terlalu kencang.

“Aish. Hyung sakit.” Siwon segera mengangkat tubuhnya dan menatap Kyuhyun. Ia mengalihkan tatapannya pada telinga Kyuhyun yang memerah. Apa ia tidak sadar sampai bisa menyakiti Kyuhyun seperti ini.

“Maaf, sayang hyung tidak bisa menahan diri. Sakit sekali? Kita ke dokter.” Siwon begitu menyesal karena tidak bisa menahan dirinya. Kyuhyun begitu membutakannya.
“Annie. Aku tidak apa-apa hyung. Sekarang bisakah kau menyingkir kau membuat bajuku berantakan.” Gerutu Kyuhyun dengan bibir di majukan.

“Kau marah?” Siwon menyingkir dari atas tubuh Kyuhyun dan duduk di samping pemuda itu. Ia membantu Kyuhyun bangun dan menurunkan kaos pemuda itu yang terangkat hingga dada.

“Aku tidak marah hyung.” Jawab Kyuhyun. Ia sedikit berjengit saat kaosnya mengesek dadanya. Choi Siwon pabbo. Baru tangannya saja sudah berefek seperti ini. Bagaimana jika mulut Siwon melumatnya. Memikirkannya saja membuat perut Kyuhyun mulas. Lama-lama ia bisa ketularan pervetnya Siwon.

Siwon menatap kyuhyun getir, apa ia berlebihan. Sepertinya Siwon harus belajar untuk mengendalikan dirinya saat berada di dekat istrinya. Jangan sampai ia malah menyakiti Kyuhyun. Siwon hendak menyentuh pundak Kyuhyun saat tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ia berusaha mengabaikannya namun sepertinya sang penelpon benar-benar tidak mau mengalah. Dengan perlahan Siwon bergerak ke arah mejanya dan mengambil ponselnya. Ternyata Donghae.

“Hallo.”
“Yaks! Choi Siwon!! Apa yang kalian lakukan di dalam?”

 

**♡**

 

“Donghae-ssi maaf sajangnim sedang tidak ingin di ganggu.”

Donghae yang saat ini sedang berada di depan pintu ruangan Siwon berhenti dan menoleh menatap sekretaris sepupunya yang sedang berdiri menghadapnya. Biasaya wanita itu hanya akan menahannya jika Siwon sedang kedatangan tamu penting.

“Apa dia sedang ada tamu?” Jinra mengangguk. Donghae mengangguk-anggukan kepalanya dan berguman. “Bukankah hari ini bilang ia tidak sibuk.” Donghae mengangkat bahu dan beranjak meninggalkan ruangan Siwon. Ia memutuskan menemui sepupunya setelah jam makan siang.

“Donghae-ssi.” Donghae menghentikan langkahnya dan menatap Jinra. Ia menghampiri meja wanita yang terlihat gelisah itu. Entahlah.
“Waeyo?”

“Ehm. Apa anda mengenalnya?” Donghae menaikan alis bingung. “Pria di dalam yang bersama sajangnim.” Lanjut Jinra. Ia begitu penasaran dengan sosok yang ia temui beberapa menit lalu.

“Pria dari paris.” Alis Donghae kembali terangkat. “Paris? Jadi Kyuhyun ada disini?” Tanyanya lebih kepada dirinya sendiri. Mendengar paris hanya akan menunjuk pada satu orang. “Pantas saja ia tidak ingin di ganggu. Tsetk!”

Donghae mengucapkan hal-hal yang membuat Jinra semakin bingung. “Memangnya siapa dia?”
“Kau akan tahu. Dan akan sering bertemu dengannya. Sekarang mari kita lihat apa yang mereka lakukan didalam.” Donghae tersenyum licik dan mengeluarkan ponselnya, menyentuh layar ponselnya dengan cepat.

Terdengar nada sambung sekali, dua kali, dan pada dering ketiga tersengarlah suara Siwon yang terdengar aneh di telinganya.
“Hallo.” Sepertinya Donghae tahu apa yang terjadi. Dan ia ingin sekali mengganggu pengantin baru itu.
“Yaks! Choi Siwon!! Apa yang kalian lakukan di dalam?”
“Kau menganggu!”

 

**♡**

 

Donghae memandang Siwon dan Kyuhyun yang duduk di depannya dengan mata memicing. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada seolah seorang hakim yang akan mengeksekusi terdakwa. Sementara Siwon dan Kyuhyun tidak begitu memperdulikan Donghae yang memaksa masuk dan menganggu acara mereka berdua.

“Katakan apa yang kalian lakukan.”
“Memangnya apa. Aku hanya sedang makan siang di temani Kyuhyun.”
“Ya…ya… dan aku tahu apa yang kau makan.” Donghae tertawa melihat bibir Kyuhyun yang memerah dan sedikit bengkak. “Apa setelah ini aku akan segera dapat keponakan.”

“Uhuk…uhuk…” Kyuhyun yang sedang memasukan makanan tersedak mendengar ucapan Donghae. “Apa yang kau katakan hyung?”
“Aigo Kyunnie tidak usah malu. Tapi setidaknya lakukan di rumah jangan di kantor. Ckckckck dasar pengantin baru.”

Donghae terkekeh melihat kelakuan sepasang manusia didepannya. Kemudian ia mengambil sesuatu dari saku jasnya yang ternyata sebuah amplop dan meletakannya di meja lalu mendorongnya kearah Siwon.

“Ambillah.”
“Apa ini?” Siwon mengambil amplop tersebut dan membolak-baliknya.
“Kau akan tau.” Donghae berdiri dan merapihkan jasnya. “Kajja, aku akan membiarkan kalian membuat kopanakan untukku.” Setelah itu Donghae bergegas lari demi menghindari terjangan kotak makan yang siap di lemparkan Kyuhyun.

“Apa itu hyung?” Kyuhyun bertanya saat Siwon tersenyum sendiri membaca isi amplop tersebut. “Nanti kau akan tau.” Siwon memasukan amplop itu lalu beranjak kemejanya. “Jinra-ah, bagaimana dengan jadwalku minggu ini? Benarkah? Baiklah terima kasih.”

.
.
.

Jinra tersenyum saat Kyuhyun menoleh kepadanya dan melewatinya. Seperti kata sepepupu atasanya, bahwa ia akan sering bertemu Kyuhyun. Dan terbukti sudah 3 hari sejak pertama kali ia bertemu Kyuhyun, pria itu selalu mengunjungi Siwon. Biasanya ia akan datang tepat 30 menit sebelum jam makan siang. Lalu ia baru akan keluar 30 menit setelah jam makan siang.

Desas-desus mulai terdengar dari para karyawan bahwa Kyuhyunlah orang yang selama ini di tunggu oleh pewaris tunggal Choi Corp. Memang terdengar kabar bahwa atasannya, Choi Siwon sudah menikah namun Jinra tidak terlalu memperdulikan karena selama 4 tahun ia bekerja bersama Siwon, ia sama sekali tidak melihat sesuatu yang aneh dari atasanya. Kecuali sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya. Tapi sepertinya gosip tersebut benar adanya, melihat sikap Donghae kemarin. Pria itu juga sudah 2 hari tidak berkunjung. Ia mengatakan bahwa ia sudah tidak khawatir dengan keadaan Siwon saat ini. Begitulah jawaban Donghae saat Jinra iseng bertanya.

“Kau melamun Jinra-ssi.” Jinra terhenyak melihat Kyuhyun berdiri menjulang didepannya. Pria itu sedang tersenyum geli kearahnya. “Aku sudah memanggilmu beberapa kali.”
“Mianhae~~ ada yang bisa ku bantu?” Jinra menyelipkan untaian rambut ke belakang telinganya.
“Annie. Aku hanya ingin memberikan ini.” Kyuhyun memberikan sebuah kotak berwarha putih kepada Jinra dan diterima oleh gadis itu.

“Apa ini?”
“Hanya sedikit cookies. Aku membuatnya terlalu banyak, kupikir kau bisa memakannya saat senggang.”
“Ah. Terima kasih.”
“Ne. Aku pergi dulu.” Jinra hanya menggangguk, lalu memasukan kotak cookies itu dalam lacinya.

.
.
.

“Sebenarnya kita mau kemana hyung?”

Kyuhyun mengamati jalan di depannya. Pagi-pagi Siwon sudah membangunkannya dan menyuruhnya bersiap. Awalnya ia pikir mereka hanya akan menghabiskan waktu bersama. Namun melihat arah mobil yang bergerak menuju bandara membuat Kyuhyun penasaran.

“Kau tenang saja. Kita akan bersenang-senang.” Siwon tersenyum dan kembali fokus kejalan. Hari ini Siwon berencana membawa Kyuhyun ke lakshadweep. Sebuah kepulauan di laut Arab yang merupakan bagian dari India. Bisa dikatakan ini adalah rangkaian bulan madu mereka. Memikirkannya saja sudah membuat Siwon tersenyum. Sementara Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya.

Siwon menatap wajah Kyuhyun yang bersandar di pundaknya. Berjam-jam di pesawat tidak membuatnya bosan sedikitpun. Bagaimana tidak wajah Kyuhyun selalu jadi pemandangan terindah untuknya. Namun ia harus tetap mengistirahatkan tubuhnya. Setibanya di India mereka masih harus berpindah pesawat yang lebih kecil untuk sampai di pulau Agati tempat dimana mereka akan menghabiskan satu minggu ke depan.

Kyuhyun membuka matanya saat semilir angin menerpa wajahnya dan memainkan surai coklatnya. Ia menarik nafas dalam merasakan udara segar yang menyerbu paru-parunya. Dengan mata yang belum fokus Kyuhyun menggerakkan tubuhnya menghilangkan rasa kaku karena harus tidur dalam posisi yang kurang nyaman. Setelah kedua matanya terbuka ia disuguhkan pemandangan yang luar biasa.

Hamparan pasir putih terbentang indah di depannya. Bak permadani yang siap menyambut terjangan ombak dari birunya air laut. Sinar matahari menghangat diatasnya di temani semilir angin yang datang dalam keheningan. Perlahan Kyuhyun membuka pintu mobilnya dan keluar. Ia memejamkan mata saat udara hangat menyelubunginya.

“Kau suka?” Kyuhyun membuka matanya menatap pria yang sangat ia cintai.
“Tentu saja. Ini dimana?” Seingat Kyuhyun saat tiba di India, mereka melanjutkan perjalanan dengan sebuah pesawat kecil setelah sebelumnya beristirahat sebentat. Lalu mereka sudah sampai disini. Mungkinkah Siwon mennggendongnya dari pesawat ke mobil.

“Ne, aku tidak tega membangunkanmu.” Siwon seolah menjawab semua yang dipikirkan Kyuhyun. Ia menyelipkan tangannya di pinggang Kyuhyun dan menarik pemuda itu kedalam dekapannya. “Kau suka?”
“Tentu saja.” Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada tubuh Siwon yang menyalurkan rasa hangat dan aman. “Apa kita sedang honeymoon ?”
“Menurutmu?”

.
.
.
.

“Kau mau kemana? Ini masih pagi?” Seorang pria berambut pirang bergerak di balik selimut putih yang menutupi tubuh polosnya. Mengamati seorang gadis berambut hitam panjang yang sibuk memasukan pakainnya kedalam sebuah koper besar.
“Korea.” Jawab gadis itu singkat.
“Oh god. Kau belum melepasnya?” Pria itu hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari sang gadis.

“Tentu saja. Aku selalu mendapatkan apa yang aku mau.” Gadis itu menyeringai dan menatap sebuah foto seorang pria berkulit seputih susu, bersama seorang gadis yang sedang tersenyum ceria di sampingnya. “Aku ingin tahu sehebat apa orang yang selalu ia ceritakan itu. Dan aku tidak akan berhenti sebelum aku mendapatkannya. Jika tidak, maka orang lain juga tidak boleh memilikinya.”

Gadis itu tersenyum dengan menarik satu sudut bibirnya. Sementara sang pria hanya mengusap wajahnya. Ia tidak mungkin biaa menghalangi keinginan gadis tersebut. “Kapan kau berangkat? Aku akan mengantarmu.”
“Siang ini. Tidak perlu jika kau sibuk.”
“Lalu kapan kau kembali ke Paris?”
“Entahlah.” Gadis itu mengangkat bahu. “Aku hanya akan kembali jika ia bisa kudapatkan.”
“Kau mencintainya?”
“Cinta? Aku sudah tidak mengenal apa itu cinta. Aku hanya ingin memilikinya dan ku harap seperti biasa kau tidak perlu memikirkanku.”

Setelah itu gadis itu segera menarik kopernya keluar dari kamar tersebut. Sebelum membuka pintu ia menoleh kearah pria yang masih betah bersender di headboard ranjang dan tersenyum. “Terima kasih untuk semalam, kau memang selalu hebat.”

Setelah itu pintu tertutup meninggalkan pria yang kini tersenyum prihatin. “Yah kau memang tidak mencintainya, kau hanya terobsesi padanya.”
.
.
.
.

Agati Island

images (6)

download

Note:
Annyeong~~~ aku dateng lagi bawa ff laknat…. #plakk kenapa laknat ? Karena ketika ngetik ini ff ada ajah pikiran yang iya-iya lewat… hahahaha…. dan heollll bulan puasa wonkyu malah meracuni otak saya… *pundung*
Oh iya ff ini berjalan normal apa adanya yah… seperti pernikahannya wonkyu, ff ini juga aku set jd ff yang nyantai dengan konflik2 kecil… belom tau juga endingnya gimana… kalo udah ngestuck mungkin baru berhenti… wkwkwkwkwkwkw….
Thanks~~~ buat yang udah mau baca… gak nyangka sambutan part 1 luar biasa… *elap ingus di baju kyu*
Aku dan admin lain jd semangat buat terus majuin wkc karena readernya juga sangat aktif… *curcol*
Ok segitu ajah… jgn salahin saya kalo abis baca ini kalian jadi senyum-senyum sendiri karena saya juga gitu… wkwkwkk…..
Satu lagi ini cuma aku edit sekali maaf kalo banyak ranjau, #eh typo maksudnya….

Last but not least…
See u next time and keep spreading WonKyu Love ♡ !!!
Annyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

90 thoughts on “All For You – Chapter 2

  1. Unnie rindu banget sama updetannya..
    Kapan dirilis lagi hehehe
    Menunggu cerita kelanjutan kyuhyun yang sudah hamil..
    Dan kehamilan anak pertamanya ini pasti sangt sensitif bisa aja kyuhyun baby cemburu lg dengan sekretarisnya siwon..
    Tp past ad siwon yg sllu menenangkannya..
    Huaaaaa
    Ditunggu ya unni kelanjutannya hehehe
    Keep going unnie fighting ^^

  2. Ceritannya bagus love love love

    Author pleaseeeeeeee updateeeeeeeeeeee sooooooooon *love *love *love *please *memohon xD
    Semoga jiwa menulisnya kembali lagi ya unni xD
    Seneng ngelihat kyukyu dikelilingi sm orang2 yg mencintainya..
    Nexy chapt mungkin konflik semakin bertambah xD

  3. Enak banget deh pokonta jd kyuhyun yg selalu dicintai siwon tp siwon klu uda deket2 ma kyuhyun kadar pervert nya ga bs lg ya ditoleransi hahaha
    Sukk bnget deh bc afy ini ga akn bosen2 wluoun ud berapa kali baca..
    Gomawo unnie :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s