Posted in BL, Fluffy, Genre, Hurt, Romance, WonKyu Story

My Real Choi, My Real Love – Part 2 End

wpid-1393170279723.jpg

 

MY REAL CHOI, MY REAL LOVE –  Part 2 (END)

Author : Ojin

Main cast : Choi Siwon, Choi Yunho, Cho Kyuhyun

Genre : Romance, Fluff, Hurt-dikit

Rating : Masih aman

Lenght : TwoShot→END

Disclimer : Dengan berbangga hati Ojin bilang, ini epep punya Ojin sendiri ^^ Ojin apa namanya yah, mungkin lebih klop dibilang revisi? Ini ada versi straightnya. Ojin ubah jd BL Wonkyu xD Biar tambah banyak yah epep di WKC :3 Sekaligus jd beta reader epep sendiri. Ojin buat ini dari jaman bahenol :p Kalimat-kalimat alay itu kadang2 masih nyangkut, banyak juga sufiks yang kagak perlu, Ojin apus 🙂 Semoga yang sekarang lebih baik ya ^^

Warning : INI BL! YANG KAGAK SUKA YAOI WONKYU, MENDING BACA YANG GS AJA NE ^^

.
.
.

Cinta itu tidak pernah memandang, kepada siapa kita berlabuh..

Cinta itu tidak pernah memandang tempat dan waktu..

Cinta itu memang selamanya tidak harus saling memiliki..

Seseorang mengatakan, jika kau tidak berusaha untuk mendapatkan cintamu, berarti kau bodoh~ Kau pecundang cinta~ Kau tidak bisa mempertahankan cinta sejatimu..

Hei~ Tidak selamanya orang-orang yang melepaskan cintanya adalah seorang pecundang. Seorang penakut yang tidak berani mempertahankan cinta sejatinya lebih lama..

Aniya~ bukan seperti itu. Tidak kah kalian pernah berpikir? Seseorang yang kalian sukai selama ini, belum tentu itu cinta sejatimu dear. Belum tentu dia belahan jiwamu sampai mati.

Hanya hatimulah yang dapat menuntunmu ke cinta sejatimu~

Bukan egomu…

.
.
.
.

“Kyuhyun baby~”

Angin sepoi musim semi, sedikit menerbangkan poni Kyuhyun pelan. Balutan seragam SHS yang melekat ditubuh mungil Kyuhyun, membuat namja lain yang hampir setiap pagi datang ke rumah namja ini menjadi sedikit takjub. ‘Babyku sungguh manis jika dilihat dari dekat seperti ini’ pikir namja itu dalam hati.

Sambil terus tersenyum aneh, namja ini tak henti-hentinya mengagumi keimutan namja yang dikasihinya. Sedangkan Kyuhyun sendiri, termangu melihat sosok namja yang kini sudah berada dihadapannya.

Kyuhyun melihat namja dihadapannya dengan tatapan penuh seledik dan sedikit mengernyitkan alisnya heran. Dari ujung rambut, sampai ujung sepatunya. Kyuhyun masih saja tak melepaskan tatapan bingungnya.

“Yunho hyung?” tebak Kyuhyun. Jari telunjuknya mengarah ke namja itu. Memincingkan kedua matanya lucu, Kyuhyun mendekatkan jarak tubuhnya ke namja yang dia tebak sebagai Yunho tadi.

“Argh~”Kyuhyun mengerang. Namja itu mendorong dahi Kyuhyun dengan telunjuknya. Menjauhkan jarak dirinya dengan namja berambut model mangkuk ini. Raut wajah namja itu tiba-tiba saja berubah. Dan Kyuhyun menyadari atmosfir ini. Tengkuknya menjadi sedikit merinding dibuatnya.

“Hyung~” Kyuhyun merajuk. Mengusap-ngusap dahinya yang namja itu dorong tadi lumayan keras. Walaupun slow motion, tetap saja sakit jika ditekan kuat seperti tadi.

Namja itu melipat tangannya tiba-tiba dikedua dadanya yang bidang. Tas selempang yang tadi meringsut kedepan, dikibaskannya kasar kebelakang punggung. Kemudian merenggut lagi, memalingkan wajahnya dari Kyuhyun.

“Siwon hyung~ Mianhae~ Aku kira kau Yunho hyung. Jangan marah, jebal” Kyuhyun menarik-narik ujung seragam namja yang sekarang dia panggil Siwon. Sedangkan namja itu masih saja tetap cemberut. Tidak terima jika dirinya disangka Yunho. Walaupun Yunho dan Siwon kembar, tapi tak sepatutnya teman yang sudah bermain bersama mereka sejak kecil ini, tidak bisa membedakan keduanya. Mustahil sekali..

“Hyung~” Kyuhyun masih saja bermanja, menggoda Siwon agar tak marah lagi padanya. Bahkan dengan aegyonya yang super itu tidak mempan? Kalau orang ini Yunho, pasti sangat mudah termakan aegyonya. Tapi namja ini bukan Yunho! Dia Siwon. Namja keras kepala, egois, pemaksa. Suka mengatur, dan yang paling penting adalah, Siwon tidak pernah termakan aegyo super milik Kyuhyun.

Untuk itulah Kyuhyun kaget, sewaktu namja ini mengutarakan perasaannya secara gamblang bulan lalu di halte bus. Entah bagaimana caranya namja ini bisa menemukannya duduk termangu begitu lama di halte yang bisa dibilang tidak sepi pada waktu itu.

“Ah~ Ya sudah! Kalau kau tidak mau memaafkanku, aku berangkat sekolah saja sendiri! Masa bodoh!” Kyuhyun memutar tubuhnya berlawanan arah. Daripada meladeni namja keras kepala ini, lebih baik dirinya berangkat ke sekolah sendiri saja. Mau dirinya diculik, dia tidak peduli! Kalau dia diculik salahkan eommanya yang terlalu percaya, menyerahkan anaknya kepada anak keluarga Choi ini.

“Mau kemana?” Sebelum Kyuhyun beranjak sedikit saja dari tempatnya berpijak, Siwon namja berkulit putih bersih ini sudah lebih dulu menggenggam tangan kiri Kyuhyun. Tidak sampai disitu, bahkan sekarang Siwon menyusupkan jari-jarinya, ke ruas jari-jari Kyuhyun. Sangat mencari kesempatan dalam kesempitan sekali aniya?

Kyuhyun menoleh begitu merasakan sesuatu menggelitik ditelapak tangannya. Melihat Siwon yang tersenyum manis, entah kenapa perasaaan lega itu membucah begitu banyak dalam hatinya. Perasaan lega luar biasa ini, kenapa terasa sangat berlebihan sekali eoh? Hanya dengan melihat senyuman itu kembali, kenapa Kyuhyun merasakan euporia seperti ini? apakah ada yang salah dengan dirinya? Apa dirinya sakit? Kenapa hatinya merasa begitu aman berada dekat dengan Siwon? Kenapa detak jantungnya terasa sangat berirama? Melodi yang lembut~

“Begitu saja ngambek. Belum sarapan yah?” tebak Siwon asal. Dengan masih tidak melepaskan tautan tangannya, Siwon menyampirkan tas selempangnya kedepan tubuhnya. Membuka kait selempangnya, kemudian merogoh-rogoh isi tasnya. Begitu tangannya menemukan apa yang dia cari di dalam tas, lalu dengan girangnya Siwon memamerkan itu di depan muka Kyuhyun.

“Aku sudah sarapan hyung~” rengek Kyuhyun lagi. Begitu Kyuhyun melihat benda yang dicari-cari Siwon itu adalah sebungkus roti, entah kenapa perutnya mendadak jadi bertambah penuh dari sebelumnya. Dia sudah sarapan tadi. Walaupun hanya dengan segelas susu, tapi itu sudah cukup membuat perutnya tidak berkonser ria untuk sementara waktu pada saat jam pelajaran berlangsung nanti.

“Bawel~ Kau harus tetap makan ini. Aku tau kau tadi hanya meminum segelas susu. Tidak usah berbohong” Mau tidak mau, Kyuhyun menyambut uluran tangan Siwon yang memberikannya sebungkus roti. Niat ingin memasukkan roti itu ke dalam tas selempangnya, tapi gerakan tangan Kyuhyun terhenti saat Siwon malah merampas roti itu lagi. Apa sih maunya namja ini? Membuat Kyuhyun sedikit agak jengkel.

“Untuk apa dimasukkan ke dalam tas lagi?”

“Aku akan memakannya nanti hyung” sahut Kyuhyun sedikit memelas. Aigo~ namja ini..

“Apa aku menyuruhmu memakan nanti? Makan sekarang” titahnya tegas. Ugh~ Kyuhyun ingin membantah, tapi ia tidak sanggup. Dirinya tidak akan pernah mampu melawan kehendak namja ini. Sudah dia katakan kan? Kalau namja ini pemaksa? Jika kemauannya tidak dituruti, dia akan berbuat nekat.

Tidak rela memang Siwon melepaskan tautan tangannya dari namja ini. Tapi sekarang, dia harus meladeni sang bayi besar yang belum sarapan. Kkk~ teringat kejadian lucu tadi pagi sebelum dirinya berangkat kemari. Memikirkan itu, selalu membuatnya tersenyum geli.

Bagaimana dirinya tadi seperti seorang bapak bapak yang sangat mengkhawatirkan anaknya. Hanya demi namja ini, Siwon melakukan pegontrolan sarapan Kyuhyun tiap pagi. Beruntung eomma Kyuhyun bisa diajak bekerja sama dengan baik. Jadi, apapun yang Kyuhyun makan saat sarapan, pasti Siwon tau. Itu karena eomma Kyuhyun yang mengabarkan lewat pesan dari teleponnya. Sepertinya eomma Kyuhyun sangat merestui salah satu anak keluarga Choi menjadi menantunya. Bagaimanapun kedua kakak beradik itulah yang menjaga Kyuhyun sejak kecil. Jadi eomma Kyuhyun selalu percaya dengan kakak beradik Choi ini.

Setelah melepaskan tautan tangannya dari tangan Kyuhyun, Siwon membuka bungkus roti yang dibawanya kemudian menyuapi Kyuhyun dengan lembut sedikit demi sedikit.

“Strobery?”

“Kau suka strobery kan?” Siwon ikut menyuapkan sepotong roti ke dalam mulutnya. Pipinya pun agak mengembung, begitu potongan roti yang dimakannya terlalu besar untuk ukuran sesuap saja. Remah roti merembes disekitar bibir Siwon.

‘Lucu’ pikir Kyuhyun diam-diam tersenyum. Mengusap bibir Siwon lembut, membersihkan remah-remah roti yang mengotori sekitar bibirnya.

Telapak tangan yang terasa dingin dibibirnya, membuat Siwon agak kaget. Kyuhyun masih dengan telaten membersihkan remah roti disekitar bibir Siwon. Tidak sadar jika Siwon memperhatikan lekuk wajah miliknya secara intens. Namja polos yang sedari dulu dia kagumi. Namja polos yang selalu ingin dia jaga. Namja polos yang selalu ingin dia berikan kenyamanan. Bagaimana pun, Siwon sangat ingin menjadi sosok nomer satu dihati Kyuhyun. Tapi Siwon sadar itu perlu waktu.

Sungguh sulit mendapatkan hati seorang namja yang diam-diam masih menyukai adikmu sendiri, walau adikmu itu mempunyai namja incaran lain.

Tidak kah dirinya juga terlihat menyedihkan? Mengemis cinta pada namja yang jelas-jelas menyukai adiknya ini?

Gerak tangan Kyuhyun terhenti dari aktifitasnya membersihkan remah roti di bibir Siwon. Tangannya digenggam kuat oleh namja ini. Dengan lembut, Siwon mencium jari-jari Kyuhyun. Menakupkan sendiri telapak tangan Kyuhyun ke pipinya.

“Rasakan aku. Aku dan dia, berbeda Kyuhyun-ah~.. Aku mencintaimu” ucap Siwon pelan sambil tersenyum manis. Dengan mudahnya Siwon mengucapkan itu. Dengan mudahnya Siwon membuat hati Kyuhyun menjadi kacau tak menentu seperti ini.

‘Bagaimana kau bisa tersenyum manis seperti itu hyung? Sedangkan aku tau kau sedang merasakan sakit. Sakit yang diriku sendiri ini tau bagaimana rasanya~ Appo.. Neomu appo..’

Kyuhyun masih membiarkan Siwon melakukan sebelah tangannya sesuka hatinyanya. Kedua matanya ini tak henti-hentinya memandang kedua iris mata milik Siwon yang meneduhkan. Sejenak kemudian, Kyuhyun mengangguk paham dan membalas senyum manis Siwon. Iya yakin iya bisa~ Pasti~
.
.

^Kyuhyun Pov^

Aku mematikan PSP yang sudah sedari tadi kumainkan.. Kemasukkan PSP itu asal ke kolong meja. Tiba-tiba rasa bosan menyerangku. Kujatuhkan begitu saja kepalaku diatas meja. Menghembuskan nafas pelan sebagai bentuk rasa bosan yang sudah menggerogoti diriku ini sampai habis.

Ck~ sendirian berada dikelas sesepi ini, dimana semua teman-temanku gencar ke kantin membuatku teringat dengan kejadian di depan rumahku tadi pagi. Kalau dipikir-pikir, cukup mesra juga diriku dan Siwon tadi di depan rumah. Memikirkannya pasti membuatku malu.

Neomu mitcheo! Argh~ aku pusing jika begini terus. Aku kan menyukai Yunho. Tapi kenapa otakku ini selalu memikirkan sang kakak?

Mereka saudara kembar yang benar-benar sangat identik. Paras wajah serupa, postur tubuh serupa, mempunyai kadar tampan yang sama pula! Selama ini, aku hanya bisa membedakan mereka dari warna rambut saja. Milik Yunho hyung hitam legam sedangkan milik Siwon hyung sedikit gading dan tata rambutnya tidak seperti milik Yunho hyung yang terkesan manis dan rapi.

Siwon membiarkan rambutnya gondrong seperti itu, jadi terkesan urakan. Ah~ ani ani.. Mungkin lebih tepat kalau dikatakan sedikit bad boy aniya?

Tapi yang aku lihat tadi pagi itu benar-benar membuatku kaget bukan main. Ugh~ awalnya aku senang Yunho mau berangkat ke sekolah bersamaku lagi. Padahal kemarin kemarin, Siwonlah yang memaksa menggantikan tugas Yunho, tepatnya sesudah insiden di halte bus itu.

Dimana pada keesokan harinya, Siwon mulai melarang Yunho untuk dekat denganku. Dia melarang Yunho, untuk berangkat bersama ke sekolah dan pulangnya pun aku harus bersama Siwon. Yunho diusirnya, sungguh kakak yang kejam.

Katakanlah aku bodoh. Tidak bisa membedakan kedua saudara kembar ini. Selama ini, aku hanya bisa bergantung dari perbedaan warna rambut mereka. Dan tentu juga faktor dari segi kerapian rambut mereka. Sebenarnya ada satu hal lagi yan membedakan mereka berdua. Dimple. Siwon memilikinya sedangkan Yunho, tidak. Ceruk di kedua pipi itu Siwon akan terlihat begitu ia tersenyum dengan riangnya. Namun sangat langka mendapati Siwon yang seperti itu.

Sungguh, Siwon yang tadi pagi sangatlah berbeda. Seragam sekolah yang dipakainya begitu rapi. Biasanya celanya pasti agak melorot turun. Dasinya juga tidak terpasang dengan baik. Padahal dia sudah kelas 3 SHS. Apa dia tidak mempunyai kesadaran sedikit saja? Tapi, Siwon yang tadi pagi membuatku benar-benar…. Heol~

Rambutnya rapi dan sepertinya sudah dia semir hitam sebelumnya. Tentu saja aku menyangka dia Yunho. Karena sehari sebelumnya, dia tidak berpenampilan seperti ini. mirip, sangat mirip dengan Yunho! Begitulah akhirnya dia sedikit jengkel, saat aku mengiranya Yunho. Hei~ bukankah mereka kembar makanya mirip? Heol~ pabbo nian dirimu Cho Kyuhyun~

Yunho dan Siwon.. dua saudara kembar yang sangat berbeda sifat. Satunya manis, satunya lagi galak bukan main. Selamat Choi brother! Kalian telah sukses membuat hatiku kacau~ huft~

“Tidak ke kantin?”

Seseorang mengelus puncak kepalaku. Suara berat tapi lembutnya itu, cukup membuatku untuk berhenti dari aktifitas ‘merebahkan kepalaku diatas meja’

Aigo~ kenapa kau memiliki senyum yang manis seperti itu hyung? Apa kau menambahkan pemanis buatan dalam senyumanmu sehingga membuatku jadi aneh begini tiap melihat senyumanmu?

Orang yang duduk dihadapanku ini, entah sejak kapan tepatnya, memamerkan sesuatu yang dia sembunyikan sedari tadi dibalik punggungnya.

“Cha~ Hyung mu yang tampan ini membuatkanmu bekal. Bekal yang baru saja kubuat tadi pagi. Ini percobaan. Kuharap kau mau menjadi pencicip masakanku Kyuhyun-ah~” Dia membuka tutup bekalnya dengan riang. Aku masih saja melihat tingkahnya yang begitu bersemangat dengan bekal baru, percobaannya tadi pagi.

“Kau tidak menambahkan racun kan hyung?” candaku

“Aish~ mana mungkin aku meracuni adik ku sendiri bodoh! Kau kan adik laki-laki kesayanganku” Gerak tangannya terhenti di udara. Niat ingin menyuapiku, tapi aku malah merecokinya. Kkkk~ Andaikan kami ini sepasang kekasih…

“Sekarang ayo buka mulutmu. Say ‘aaaaaaaaa’”

Aku membiarkan dia menyuapiku. Tidak tahan dengan tingkahnya yang terlalu manis. Aigo~ apa dia pikir aku anaknya? Tidak apa sih dimanjakan seperti ini. Jujur saja aku suka. Walaupun dia melakukannya hanya dengan landasan kasih sayang antar kakak dan adik, tak apa. Asal dia suka, untuk saat ini itu semua sudah cukup untukku.

“Bagaimana? Apa rasanya enak?” tanyanya penasaran.

“Apa ini? Apa yang hyung isikan didalamnya?” ucapku begitu makanan itu sudah ada dalam mulutku.

“Aku.. itu hanya roti tawar yang digoreng dengan balutan tepung panir dan didalamnya ada sosis ayam. Apakah tidak enak?” tampak raut ketakutan tersirat dari wajahnya. Kkk~ cute~

“Ini benar-benar tidak….” Aku sengaja menggantungkan ucapanku agar dia penarasan. Dan tentu saja itu berhasil, dia tampak begitu lesu karena aku tiba-tiba menghentikan ucapanku. Aku yakin dia berpikir berkebalikan dengan apa yang aku pikirkan saat ini. kkk~ hyung, kena kau!

“Benar-benar tidak apa, Kyuhyun-ah~? Apa rasanya tidak enak?” Dia mengguncang-guncang lenganku manja. Sedangkan aku masih sibuk menghabiskan makanan yang masih aku kunyah.

“Ini benar-benar tidak.. bisa berhenti membuatku untuk meminta lagi. Neomu mashita hyung! Ini sangat enak, jeongmalyo!”

“Hah~ syukurlah. Dasar namja nakal. Kau sudah benar-benar membuatku takut tadi” Dia mengusak rambutku sayang. Sentuhannya lembut sekali. Demi apapun, aku sangat suka. Aku belas mengejeknya dengan memeletkan lidahku jahil. Kemudian kudenger dia tertawa geli melihat aksiku.

“Kalau begitu, hyung kembali ke kelas. Habiskan ne~ Kau tidak boleh menyia-nyiakan masakan calon chef terkenal sepertiku. Ahahahahahaha”

“Hyung, apa kau belajar narsis dari hyungmu yang galak itu eoh? Lama-lama sifat kalian benar-benar mirip” ungkapku sedikit mencibir.

Tanpa niat membalas perkataanku, namja dihadapanku ini sudah bangkit dari duduknya. Mengusak rambutku lagi. Aigo~ suka sekali sih. Pasti aku sudah tidak tampan lagi.

“Yak! Kau merusak tatanan rambuku hyung bodoh!”

“Ahahahahaha… Rasakan itu :b” Dia tertawa terpingkal-pingkal. Sekarang malah dia yang ber-merong ria padaku. Jadi ceritanya dia balas dendam padaku? Pintar sekali~

“Yunho hyung!” Sebelum sosoknya menghilang dari balik pintu kelasku, satu panggilan keras dariku cukup untuk membuatnya berhenti melangkah. Menoleh kearahku, yang dia tidak tau kalau aku terus menatap punggungnya sedari tadi.

“Semoga kau berhasil dengan gebetanmu” Seketika dia tersenyum mendengar ucapanku. Aku mengatakannya dengan tulus. Benar, kalau disini ini rasanya sakit. Benar, kalau aku ingin namja ini melihatku. Benar, kalau aku ingin memiliki hati namja ini. Namun kemunculan satu sosok lain yang mirip dengannya, membuatku sadar bahwa sosok yang aku cari selama ini bukan dia.

“Kalau aku berhasil, kau akan kuhadiahkan se-cup ice cream”

“Hanya se-cup ice cream? Pelit sekali” kataku meremehkan. Lagi-lagi dia tersenyum. Sejenak kemudian dia menghilang dari balik pintu. Meninggalkanku, dan kembali pada masa beberapa menit yang lalu, aku sendirian lagi di kelas yang sunyi ini. Aku yakin keputusanku ini benar. Namjaku bukan dia,tapi satu sosok lain yang masih menungguku dengan setia sampai saat ini.
.
. .

“Lama sekali, kau mau membuatku lumutan karena menunggumu eoh?”

“Mianhae~ tadi aku ke toilet hyung. Jangan galak begitu kenapa sih?” Namja yang bernafas tidak normal itu mempoutkan bibirnya. Merasa tidak terima kalau namja yang sedang duduk diatas motornya ini memarahinya. Padahal hanya terlambat beberapa menit, tapi namja ini sangat berlebihan sekali. Namja yang masih berpout ria itu pun sudah merelakan dirinya berlari cepat untuk sampai di tempat parkir.

Tapi tetap saja terkena semprotan amarah yang duduk dengan angkuh diatas motornya. Acara lari-lariannya tampak tak berguna sama sekali rasanya.

“Kau bisa menggunakan handphonemu kan? Kau bisa bilang kalau kau sedang di toilet. Dengan begitu aku tidak curiga kalau kau pulang sendirian tanpaku”

“Ara ara~ aku salah. Lain kali aku akan menelpon mu dulu hyung” Kyuhyun menyambut uluran tangan Siwon yang menyerahkannya sebuah helm. Tapi sesaat kemudian, helm itu berpindah tangan lagi ke tangan Siwon. Lebih tepatnya namja ini malah merampasnya kembali.

“Biar aku yang pakaikan” ucap Siwon pelan menjawab kebingungan yang terpancar dari wajah Kyuhyun. Namja ini memakaikan helm berwarna pink, yang khusus dia beli untuk Kyuhyun. Selama ini dia tidak pernah membonceng siapa pun dibelakangnya selain Kyuhyun. Motor besar milik Siwon membuat siapa pun berpikir harga motor itu pasti mahal. Dan memang pada kenyataannya motor Siwon sangatlah mahal. AEM Carbon Fiber Hayabusa. Motor pabrikan Suzuki yang harganya mencapai 200.000 ribu USD. Bisa dibayangkan kalau itu di kurs kan ke won?

Berbeda sewaktu pulang bersama Yunho dulu. Baik berangkat dan pulang sekolah itu, Kyuhyun dan Yunho selalu menaiki bus. Yunho tidak membawa motor ke sekolah alasannya karena dia tidak bisa membawa motor. Dia hanya bisa membawa mobil. Aneh sekali bukan?

“Kita tidak akan langsung kembali ke rumah” Siwon selesai mengaitkan tali helm Kyuhyun, memandang hasil kerjanya dengan puas. Lebih tepatnya sih mengagumi kepolosan Kyuhyun yang memakai helm. Terkesan seperti anak-anak. Sangat lucu~

“Lalu?”

“Kita akan jalan-jalan. Kajja~” Siwon menuntun Kyuhyun untuk menaiki motornya yang terbilang cukup tinggi itu. Lagi-lagi tanpa bisa menolak, Kyuhyun naik ke motor Siwon. Memeluk pinggang namja itu erat, saat Siwon menghidupkan mesin motornya yang sedikit memekakkan telinga itu.

Apakah punggung namja tampan selalu hangat seperti ini? Siwon adalah satu-satunya namja yang dipeluk demikian erat oleh Kyuhyun. Malu sih~ tapi jika tidak memeluk, Siwon pasti akan tetap memaksa untuk melakukannya. Dengan kilah, dirinya bisa jatuh kalau tidak memeluk namja ini erat-erat.

Kyuhyun tetap menghendaki kehendak Siwon walaupun dia tau, kalau itu hanya akal bulus dari seorang Choi Siwon. Karena dia senang membuat namja ini senang. Alasan simple~ Tapi tidak kah ia tau kalau alasan-alasan yang kecil itu sangat berpengaruh? Alasan-alasan simple itu yang nantinya akan menjadi sebuah alasan besar ~ Satu alasan yang bisa menyelamatkan dia dari kegundahan hati yang tak kunjung berhenti..

.
.
.

Namsan park..

Semakin ramai saja dikunjungi penduduk setempat saat musim semi seperti sekarang ini. Taman yang memang terawat itu menjadi salah satu daya tarik wisatawan lokal. Bahkan dari kolam air mancur Namsan Park,bisa terlihat juga Namsan Tower yang berdiri di kejauhan.

“Ehm..”Gumam Kyuhyun. Menggerakan kedua tangannya ke samping. Memejamkan kedua matanya rapat, menikmati angin taman yang membelai tubuhnya. Ah~ benar-benar sejuk.

“Yunho tadi ke kelasmu ya?”

“Ne~ kenapa memangnya?” Kyuhyun masih tidak menggubris namja disampingnya ini. Tidak taukah jika Siwon sudah cemberut seperti bebek? Merenggut agak kesal. Melempar kerikil yang entah dia dapatkan darimana ke kolam air mancur dihadapannya. Entah apa salah kolam itu kepada Siwon.

“Aniya. Kau.. sudah tidak menyukainya lagi bukan?” Siwon sebenarnya takut menanyakan hal sensitive ini lagi. Ini terlalu beresiko. Tapi ia sadar, ia butuh kepastian. Buat apa menahan namja ini disampingnya jika hatinya tidak pernah tertuju padanya? Bukankah itu sia-sia saja?

“Kalau aku mengatakan, kalau aku masih menyukainya, apa kau akan marah?”

Siwon bungkam. Haruskah dia marah? Haruskah dia bersikap egois lagi.

“Hyung~” Kyuhyun memutar pundak Siwon perlahan sehingga namja ini sekarang berdiri tegap menghadapnya.

“Awalnya, aku memang kesal dengan semua sikapmu yang suka seenaknya. Tidak kah kau sadar hyung, kalau dirimu ini terlalu pemaksa?” Siwon menunduk pasrah. Sepertinya dia tau kemana arah pembicaraan ini.

“Dan lagi, hyung terlalu percaya diri dengan mengatakan akan membuatku berpaling dari Yunho hyung” Demi apa, kata-kata Kyuhyun sangat membuat hati Siwon terasa ngilu tidak karuan. Haruskah dia menyerah sekarang?

“Arasseo~ Pergilah” Siwon menghembuskan nafas pelan. Masih tidak ingin melihat sosok manis dihadapannya. Terlalu sakit.

“Pergi? Kemana?” tanya Kyuhyun masih betah memegang kedua pundak Siwon. Tidak peduli dengan sejoli-sejoli lain yang menyebar disekitar mereka, dan tentunya melihat mereka aneh, Kyuhyun sama sekali tidak peduli. Perhatiannya penuh akan sosok namja tampan yang masih tidak mau melihat wajahnya ini.

“Tentu saja ke namja yang kau sukai bodoh~ Nyatakan perasaanmu”

“Lalu hyung?”

“Gwaenchana~ Aku tidak apa-apa. Pergilah~”

“Jeongmalyo? Semudah itu?”

“Ya! Kau! Kalau kau tidak pergi sekarang juga, maka kau tidak akan bisa keluar dari penjaraku selamanya. Palli ka~ sebelum aku berubah pikiran” Siwon melepas paksa tangan Kyuhyun yang memegang pundaknya. Memalingkan tubuhnya menghadap kolam air mancur itu lagi. Ugh~ tidak menyangka rasa sakitnya akan beribu-ribu kali lipat lebih sakit dari saat pertama.

“Gomawo hyung. Jinjja gomawoyo~” Perlahan-lahan, Kyuhyun mulai mundur. Sampai akhirnya namja itu berbalik, meninggalkan Siwon yang masih merenung menghadap kolam.

Hampa ~ kenapa perasaan kosong itu begitu terasa? Sakitnya pun tak terbayang sampai seperti ini.

“Bolehkah aku mendengar kata ‘aku mencintaimu’ dari bibirmu itu Kyuhyun? Sekali saja. Untukku?” gumam Siwon setengah berbisik. Menatap kosong air mancur yang saling meloncat indah di depannya. Ingin rasanya dia menceburkan diri ke kolam itu. Mungkin bisa membuat hatinya menjadi sedikit lebih baik.

Brug~

“Aku mencintaimu Siwon hyung”

“Yak namja tengil! Kenapa kau kemari lagi?”

“Hyung kan menyuruhku untuk mengutarakan perasaanku kepada namja yang aku suka”

Kyuhyun. Tiba-tiba saja namja itu kembali. Dan apa yang dia lakukan? Back hug? Dia menerjang Siwon dengan satu pelukan dari belakang. Rupanya namja ini tidak benar-benar pergi. Lebih tepatnya berpura-pura membuat suara langkah kaki yang terdengar begitu nyata di telinga Siwon. Dia masih dibelakang Siwon sejak tadi. Namun, Siwon tidak menyadari itu. Siwon terlalu sibuk dengan spekulasinya sendiri.

“Iya benar aku menyuruhmu begitu. Tapi kenapa kau malah kembali lagi dan memelukku seperti ini?” Siwon berusaha melepaskan tautan tangan Kyuhyun dipinggangnya. Masih tidak mengerti juga maksud Kyuhyun kah Tuan Choi?

“Apa tidak boleh memeluk pacar sendiri?” ucap Kyuhyun manyun.

“Siapa bilang aku masih pacarmu?”

“Kau masih pacarku Siwon hyung. Karena aku tidak pernah mendengar kata putus darimu” Kyuhyun terus mengeratkan pelukannya posesive.

“Apa maumu Cho Kyuhyun? Lepaskan aku” Siwon merasa geram dengan tingkah Kyuhyun sekarang. Apa namja ini mencoba mempermainkannya?

“Tidak mau. Aku kan sedang mengutarakan perasaanku kepada namja yang aku cinta. Apa tidak boleh? Week :b” Sambil tetap memeluk Siwon, Kyuhyun menengok wajah namjanya dari belakang. Memeletkan lidahnya manja. Kemudian, menempelkan kepalanya lagi ke punggung hangat milik Siwon.

“Jadi namja yang kamu sukai itu aku? Bukan Yunho?” Kyuhyun mengangguk. Siwon dapat merasakannya dipunggungnya. Tentu saja hatinya gembira tidak karuan. Kalau Siwon tidak punya malu, mungkin dia akan berteriak-teriak sekarang. Memamerkan ke semua orang, kalau cintanya tidak bertepuk sebelah tangan lagi. Memamerkan ke semua orang, kalau namja yang masih betah memeluknya dari belakang ini adalah kekasihnya. Baik raga dan jiwa namja ini adalah miliknya.

“Karena hyung orang yang menyebalkan, makanya aku menyukaimu”

“Alasan apa itu? Aku tidak terima!” Dengan sekali hentakan, Siwon melepas lilitan kedua tangan Kyuhyun di pinggangnya. Kyuhyun lengah, tidak seharusnya dia mengendurkan pelukannya. Argh~ Baru saja membuat hati Siwon senang bukan main, tapi namja ini malah menjatuhkan suka citanya lagi. Namja nappeun~

Mulai lagi… Siwon merajuk. Heol~ sebenarnya yang menjadi ukenya itu siapa? Kenapa Siwon sering kali merajuk manja begini.

“Hyung~ jeongmal gomawoyo~ chup” Kyuhyun tersenyum manis sesaat setelah mengecup pipi kanan Siwon. Lalu memeluk Siwon lagi dari belakang. Hatinya masih kesal memang, namun Siwon tidak dapat menyembuyikan sunggingan senyumnya atas tingkah nakal Kyuhyun. Baru kali ini Kyuhyun mengecup pipinya lebih dulu. Biasanya dirinya saja yang berinisiatif duluan. Entah itu mengecup kening, hidung, pipi bahkan bibir Kyuhyun. Dan setelahnya, pasti Kyuhyun akan merenggut kalem atas perlakuan manis Siwon.

“Untuk?” tanya Siwon penasaran.

“Coco mato~ Tokki yang sangat unyu~ Gomawoyo hyung~ Ahahahahaha”

“Hiyaaa!! Neo~!” Siwon memutar tubuhnya melihat namja yang masih tetap tertawa manis padanya. Kedua mata Siwon melotot kaget. Ingin mengomel, tapi kenapa dia harus mengomel kepada Kyuhyun? Kenapa rahasia yang dia tutup rapat-rapat bisa terbongkar oleh namja ini? Dia kesal! Tapi kenapa harus kesal? Malukah?

“Mulai sekarang, kau jangan takut lagi. Coco mato, tokki ini akan menjagamu dimana pun dan kapan pun. Jika kau kesepian, ingatlah coco mato ini. Coco mato adalah pengganti diriku, saat aku tidak bisa berada disampingmu. Jika kau sedih, peluk Coco mato ini maka dengan begitu kau akan merasakan seperti aku sedang memelukmu”

“Neo~” Siwon tergagap. Tidak percaya namja ini masih mengingat kata-katanya dulu. Kata-kata yang meluncur begitu saja saat menemukan namja ini tengah menangis dibelakang halaman rumah barunya. Dengan relanya Siwon menyerahkan boneka tokki yang dia beri nama coco mato itu ke namja yang bahkan tidak dikenalnya. Pertemuan pertama mereka, pertemuan yang langsung membuat Siwon kecil begitu terkagum-kagum dengan sosok namja mungil yang menangis sesenggukan entah kerena apa.

“Kenapa hyung tidak bilang kalau itu hyung? Aku tidak menyangka kalian kembar dulu sewaktu kalian pindah tepat disebelah rumah kami. Argh~ Dasar Siwon hyung pabbo~ Aku jadi menyukai orang yang salah kan?”

“Yak! Itu karena dirimu saja yang tidak bisa membedakan kami. Padahal jelas-jelas itu aku, tapi kau malah berterimakasih pada Yunho. Huh~” Siwon manyun, kembali melipat kedua tangannya depan dada. Kyuhyun pun lagi-lagi terkekeh geli. Sungguh~ namja chingunya ini begitu manis dan terlalu kekanakan. Sebenarnya namja ini telah resmi menjadi namjachingunya, sehari setelah pertemuan di halte bus itu. Atau bisa disebut insiden di halte bus? Tentu saja karena Siwon yang memaksa. Dan pasti Kyuhyun tidak bisa menolak.

“Jadi?”

“Jadi??” Siwon meniru perkataann Kyuhyun, dengan intonasi yang sedikit lebih tinggi. Kyuhyun mencibir malas, dicubitnya kedua pipi Siwon keras-keras. Tentu saja namja ini mengaduh kesakitan. Padahal sudah mengaduh kesakitan sedemikian rupa, Kyuhyun malah tertawa dan melanjutkan aksinya kembali. Kini dengan mengecup sebelah pipi Siwon, lagi.

“Aku mencintamu hyung, kau mencintaiku tidak??” Kyuhyun menaik-turunkan alisnya nakal. Menggoda namja didepannya ini, yang terlihat salah tingkah rupanya. Menggaruk-garuk jidatnya, berdalih bahwa jidatnya tiba-tiba saja gatal? Aigo~

“Kau tau jawabannya Kyuhyun~ Jangan tanya lagi :p”

“Aku mau mendengarnya lagi. Ppali marhae!!” Kyuhyun mendadak gemas. Dia menghentak-hentakkan kedua kakinya bergantian. Melakukan aegyo eoh? Apa namja ini lupa? Eagyo attack miliknya itu sama sekali tidak ada pengaruhnya untuk Siwon.

“Ssssssttt.. Kau cerewet sekali -_-“ Dengan sebelah tangannya, Siwon menutup mulut Kyuhyun, membuat Kyuhyun bungkam seketika. Telapak tangan namja ini, menyentuh bibirnya lagi. Membayangkan hal mesum tiba-tiba. Omo!

“Aku mencintaimu Cho Kyuhyun~ Aku tidak akan bertanya macam-macam untuk saat ini. Yang terpenting adalah, aku berhasil menggantikan posisi Yunho di hatimu. Ahahhahahaha 😀 :D”

Krauk~

“Argh!!! YA!”

“:p”

Kyuhyun menggigit telapak tangan Siwon keras-keras. Membuat Siwon melepaskan bungkaman tangannya di mulut Kyuhyun. Argh~ Demi apapun, itu pasti sangat perih aniya? Beberapa kali Siwon mengibas-ngibaskan tangannya yang digigit Kyuhyun ke udara. Berharap rasa sakit itu teralih, walaupun sakitnya tak seberapa tapi tetap saja sakit.

Heol~ Baru tau dirinya mempunyai namjachingu little giant.. Postur tubuh namja ini menipu. Parasnya pun juga demikian. Namja mungil manis yang aslinya dia adalah seorang monster -_- Suka mengigit -_- Monster, identik dengan giant benarkan? Tapi namjanya ini, giant yang mini.. Aigo~

“Yunho hyung, tetap mempunyai tempat yang special dihatiku :p Ahahahahahaha” Kyuhyun tertawa angkuh. Berhentilah menggoda Siwon, Cho Kyuhyun~ usil sekali sih.

“YAK! NEO!! AWAS KALAU KAU MACAM-MACAM DENGAN YUNHO! AKU NIKAHI KAU SEKARANG JUGA!!!” Melihat Kyuhyunnya berlari meninggalkannya begitu saja, membuat Siwon otomatis mengejar Kyuhyun. Dengan masih bertampang mengejek, Kyuhyun lagi-lagi memeletkan lidahnya. Begitu menyenangkan kah menggoda namjachingumu sendiri Kyuhyun? Yah~ apapun itu.. bagaimana pun sifat pemaksanya itu selalu membuat Kyuhyun jengkel setengah hidup setengah mati, tapi tak apa. Rasa jengkelnya itu langsung tertutupi dengan perasaannya yang begitu menggebu-begu terhadap Siwon.

Awalnya ia sendiri tidak mengerti…

Tapi akhirnya, dia sadar kalau dirinya sudah menemukan pengganti orang yang dikaguminya dulu.. Aniya~ Dia tidak suka orang itu… Dia hanya kagum..

Tapi dengan namja ini, dia yakin dia sedang mengalami yang namanya gejala orang yang sedang jatuh cinta..

Tidak ada rotan, akar pun berjodoh..

Kekekeke~ Tuhan sudah memberikan jodohnya yang sebenarnya.. Bukan si rotan… tapi si akar itu sendiri~ Akar yang pemarah, suka memaksa, menyebalkan, tapi dia sangat mencintai si akar tanpa dia sadari dan entah sejak kapan..

Ahahahahaha… Jeongmal pabbo namja~ Dia sudah termakan jebakan Tuhan. Jebakan yang begitu manis, yang Tuhan berikan padanya… Bersyukurlah Cho Kyuhyun~ 😀 ^_~
.
.
.
.
.
END
.
.
.
.

Ojin’s note : Mian kalo masih ada kata ‘Yeoja’ yang nyangkut ^_^v Maaf yah ini aselinya itu straight bukan Yaoi. WKwkwkwk…. Baca jadi melting deh, lebih semangatan versi WonKyunya :v Adohh gimana ini epep? Kritik saran diterima loh gak usah sungkan ^^ Ehm,,, udah Ojin coba perbaiki ni epep mudah2an lbh baik dari sebelumnya dan bisa diterima readers xD Hihihihi.. Choi Sajang, Ojin membuat mu kembar di epep Ojin :p Buat yang publisin makasi banyak 🙂 Salam Wonkyu shipper yak ^^ Yang baru dateng di WKC, selamat datang 😀 jangan maen war ya.. hidup damai itu enak ^^

Advertisements

32 thoughts on “My Real Choi, My Real Love – Part 2 End

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s