Posted in Angst, BL, Drama, Romance

Angel of Voice chap.9/ending

wpid-poster0dcc9bc4e5ddd51e79efdaf5f47695f25cd8ed8c.jpg

By. Miss Lee & Ryupyo

 

Cast : Siwon x Kyuhyun

Donghae x Eunhyuk

Other cast cari dalam cerita

Genre : romance, angst, friendship

Rate : T (Boys Love)

 

Angel of Voice

“Kyu..” tepukan halus dipundak membuatku akhirnya berpaling kepada orang yang menyentuhku. “Noona..” aku tersenyum saat mengetahui orang yang memegang pundakku adalah Ahra noona, aku menarik tangannya untuk ikut duduk di sebelahku. “Bagaimana persiapanmu?” tanya noona kepadaku, “Baik..” jawabku singkat, aku menggemgam tangannya erat. Dapat aku ketahui bahwa noona pasti saat ini sangat nervous, bagaimana tidak? Tangannya dingin dan berkeringat, ciri khas noona bila sedang gugup. Hari ini aku akan bernyanyi di suatu kontes bernyanyi bernama Immortal Song 2 dan noona akan menjadi partner ku sebagai seorang violin, pengiring musikku.

Aku saat ini sudah menjalani 3 tahun masa kuliahku, saat itu Henry memberikanku selembaran untuk mengikuti sebuah kontes. Dia memberikanku semangatnya, bahkan Donghae hyung dan juga Eunhyuk hyung yang mengantarkanku ke tempat pendaftaran, setiap aku bernyanyi di tiap minggunya, mereka akan selalu datang mensupportku. Walau aku merasa di penampilan perdanaku membuat semua kecewa, tapi aku yakin kali ini aku pasti mampu mengatasi phobiaku dengan baik. Aku tidak ingin mengecewakan teman – teman dan keluarga yang sudah mendukungku, bahkan aku tidak ingin Siwon hyung kecewa karena aku masih gagal dalam mengatasi phobiaku ini.

Aku akan sedikit menceritakan tentang kehidupanku. Siwon hyung saat ini masih berada di Amerika, ini tahun ketiganya dia berada disana dan tidak pernah di izinkan untuk kembali ke Korea sebelum genap 6 tahun menetap disana, tetapi komunikasi kami selalu lancar dari mulai skype, line, dan masih banyak social media yang bisa membantuku untuk berkomunikasi dengannya. Eunhyuk hyung dan Donghae hyung berkuliah di tempat yang sama denganku hanya saja kita berbeda jurusan. Mereka dari dulu masih betah untuk menyimpan perasaan masing – masing, ntahlah aku harus menyebut mereka apa? Berpacaran kah? Teman dekat kah? Saudarakah? Semua ambigu karena sikap mereka yang terlihat cuek tetapi saling perhatian tanpa secara langsung. Aku dan Henry mengambil jurusan musik, tetapi penampilanku kali ini Henry tidak bisa mendukungku, ada orchestra di China yang meminta Henry untuk gabung dalam konsernya dan itu tidak mungkin disia – siakan oleh Henry.

 

“Kyuhyun.. setelah ini giliranmu untuk naik ke atas panggung” Aku menganggukan kepalaku, mendadak kegugupan itu kembali menerpaku, rasa takut itu kembali menghinggapiku, tapi aku tidak boleh kalah dengan rasa takut itu. Aku akan menunjukkan bahwa seorang Cho Kyuhyun adalah seorang tuna rungu yang mampu bernyanyi dengan baik, bermain alat music dengan baik dan juga bisa berinteraksi dengan semua orang walau tidak memakai alat pendengaran, untuk mendukung segala kegiatanku. Aku memang menolak memakai alat bantu pendengaran bahkan implant koklea yang disarankan oleh kedua orang tuaku pun aku menolaknya, aku masih ingat kata – kata Siwon hyung,

Aku mencintaimu dengan caraku sendiri, aku mencintaimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. Biarkan kekuranganmu akan menjadi kelebihanku dan kekuranganku menjadi kelebihanmu. Kita saling mengisi agar hubungan ini akan menjadi semakin sempurna, aku mencintaimu sebagai seorang Cho Kyuhyun di masa lalu dan masa kini, aku tidak melihat apa yang menjadi kesempurnaanmu, aku melihat karena kekuranganmu yang menjadikan aku sangat mencintaimu. Bila orang mengatakan aku bodoh karena mencintaimu, maka aku bersyukur akan kebodohan itu, bila orang mengatakan beruntung mendapatkanmu, maka aku akan tersenyum sembari berkata, aku memang orang yang beruntung bertemu dengannya, mencintainya dan memilikinya…”

Kata – kata yang selalu terngiang jelas di pikiranku, kata – kata yang Siwon hyung ucapkan sebelum keberangkatannya menuju Amerika. Apakah saat itu aku sedih? Ya, apakah aku mampu bertahan tanpanya? Jawabannya Ya.. aku mampu mempertahankan cintaku ini karena kata – kata itu, karena aku percaya bahwa jodoh Cho Kyuhyun adalah Choi Siwon.

 

Aku dihampiri oleh salah satu crew yang membantuku untuk memasang semacam alat untuk dipakai ditelinga, alat ini biasanya dipakai untuk mengatur jenis volume suara. Tetapi walau aku tidak mungkin bisa mendengarnya, aku tetap menerima apa yang mereka lakukan padaku, bukankah aku sendiri yang memang tidak ingin orang lain tau akan kekuranganku ini, makanya mereka tetap memperlakukanku layaknya orang yang bisa mendengar.

Setelahnya aku pun menaiki panggung dengan langkah pasti, aku bisa melihat appa dan eomma duduk di barisan penonton tersenyum memberikan semangat kepadaku, tidak jauh dari barisan appa dan eomma duduk, Eunhyuk dan Donghae pun turut serta hadir untuk kesekian kalinya memberikanku semngatnya. “Hyung.. doakan aku.. aku akan tunjukkan pada semua orang bahwa aku bisa menjadi penyanyi yang bernyanyi dengan hati, seperti yang selalu kau katakan padaku” innerku sesaat menaiki panggung, aku bisa melihat layar monitor dimana ada kata start, aku mencoba mengatur nafasku untuk membantuku rileks. Setelahnya akupun mulai bernyanyi, aku bernyanyi mengikuti nada hatiku, aku tidak mampu mendengar tapi aku mampu mendengar dengan hatiku, aku tidak tau apa orang – orang sedang mendengarkan laguku dengan baik, tapi aku tau bahwa mereka bisa merasakan nyanyianku yang aku persembahkan dari hati melalui indera penglihatanku.

Aku bernyanyi untuk mewujudkan impianku, Stevie wonder bisa menjadi musisi dunia yang dihormati dan dikagumi semua orang walau dia mempunyai kekurangan, kenapa aku tidak bisa seperti itu. Aku pasti bisa melakukannya juga, aku harus bersyukur bahwa mataku masih dapat melihat hingga membuatku bisa membaca gerakan bibir yang akhirnya aku masih bisa berkomunikasi dengan setiap orang. “Hyung andai kau berada disini, pasti kau pun akan tersenyum kepadaku dan berkata bahwa kau bangga kepadaku, bukan?” aku mencoba menikmati music dengan hatiku, mencoba berirama walau aku tetap tidak bisa mendengarnya. Hingga akhirnya aku bisa menyanyikan lagu dengan baik, semua orang bertepuk tangan padaku, bahkan aku pun bisa melihat kedua orang tuaku yang tersenyum penuh kebanggan kepadaku.

 

“Kyunie..” noona sedikit berlari menghampiriku, dia menubruk tubuhku dan langsung memelukku. Setelah selesai memeluk, noona mendongakkan kepalanya menghadapku “Noona bangga kepadamu Kyunie, kau menyanyikan penuh penghayatan. Kau tau? Bukan hanya noona yang bangga kepadamu, appa, eomma, Siwon dan juga semua orang bangga denganmu, mereka ikut larut dalam nyanyianmu.” Noona berkata dengan antusias, aku hanya tersenyum, ntah apa yang harus aku jawab dari perkataan noona, “Gomawoyo.. gomawo..” hanya kata itu yang mampu aku ucapkan setelahnya aku kembali memeluk noona.

Aku dipanggil ke atas panggung bersama dengan kontestan lainnya. Ada Hyorin, G.O, Jiyoon, Hughak dan Jaeboom. Mereka berlima punya talenta yang bisa dikatakan lebih baik dariku, mereka bisa bernyanyi dan juga dancing. Tidak bisa aku bayangkan bagaimana rasanya saat dimana juri memilihku dalam pemenangan kontes ini, sungguh aku tidak percaya dan sangat terharu bahwa aku bisa berdiri di atas panggung, mengalahkan phobiaku dan kini memegang trophy kemenanganku. Jalanku untuk menjadi seorang penyanyi professional mulai terbuka lebar, Siwonnie hyung.. saat kau kembali, kau bisa melihatku di atas panggung megah dan aku akan menyanyikan lagu untukmu.

 

Angel of Voice

“Baby.. aku dengar hari ini kau akan bernyanyi? Andai aku bisa berada disana untuk memberikan dukungan kepadamu, mungkin akan lebih indah hari – hari ku ini. Tapi aku tidak akan pernah menyerah untuk mencapai masa depan denganmu, tunggulah aku baby, suatu saat nanti bila kita bertemu kau akan bangga kepadaku” Siwon menyimpan pigura yang menampilkan photo dirinya dengan kekasih hatinya, Cho Kyuhyun di atas meja dekat tempat tidurnya, hanya photo itulah yang menjadi pelepasan rindu akan kekasihnya, walau Siwon bisa saja menghubungi Kyuhyun kapan saja, tapi perbedaan waktu antara Korea dan Amerika, serta kesibukan masing – masing tidak bisa membuat Siwon menjadi egois hanya untuk melepaskan kerinduan kepada Kyuhyunnya.

Sebuah email masuk ke dalam tabletnya, segera Siwon membukanya. Terpampang photo Kyuhyun yang tersenyum sembari memegang trophy kemenangan. Kedua sudut bibir Siwon membentuk sebuah lengkungan, senyuman indah yang membuat kedua dimplesnya terlihat dengan jelas, “Aku bangga padamu, baby.. kau sudah membuktikannya” Siwon membaca kata – kata dibawah photo tersebut.

Hari ini Kyuhyun perform bersama Ahra noona dan see.. kau pasti sudah mengetahuinya, bahwa Kyuhyun memenangkannya. Aku yakin saat ini kau pasti sedang tersenyum bahagia, kami merindukanmu Siwon-ah.. kami akan selalu menunggumu kembali bersama kami, terutama Kyuhyun yang pasti saat ini selalu merindukan dan menunggumu. Berjuanglah Siwon, aku yakin kau bisa. Tunjukkan kepada appa mu bahwa kau bisa membuatnya bangga, memberikan kontribusi di perusahaan. Lulus dengan baik, saat kau kembali maka waktu 6 tahunmu itu akan menjadi waktu dimana kau membutikan bahwa kau adalah seorang Choi Siwon yang pantang menyerah, Siwon yang penuh dengan rasa tanggung jawab, Siwon yang memperjuangkan cintanya hingga berlabuh dengan kebahagiaan. Oia doakan aku, besok aku ingin mengungkapkan perasaanku kepada Eunhyuk, semoga aku bisa diterimanya… see you Siwon..”

 

Setelah membaca isi email, Siwon hanya mampu tersenyum senang, “Bodoh.. setelah bertahun – tahun, kau baru akan mengungkapkannya hari ini,, haaahh aku tidak mengerti mengapa Eunhyuk sangat mencintaimu sejak dulu?” Siwon segera mengetikan pesan di line nya yang ditujukan untuk Kyuhyun, “Baby.. chukae.. kau berhasil, hyung bangga padamu. Saranghaeyo”. Setelahnya Siwon kembali berkutat dengan buku kuliah dan tugasnya, Siwon tidak mungkin menghubungi Kyuhyun. Di Korea pasti saat ini masih malam masuk dini hari, kasihan bila Kyuhyun terganggu tidurnya, maka itu mengapa Siwon lebih memilih mengirim message di line karena Kyuhyun setiap pagi akan selalu mengecek pesan yang masuk di Line nya.

Tapi tak lama ada pesan masuk ke dalam ponselnya, yang langsung dibacanya. Pesan dari salah seorang bawahannya, “Kami sudah menemukan mereka, besok kita bisa melakukan pembersihannya.” Isi pesan itu membuat lengkungan di bibir Siwon tercetak sempurna, “I got it, semua akan mengalami apa yang harusnya tidak di alami oleh dirinya, jangan pernah menyebutkanku Choi Siwon jika aku tidak bisa menjaga kehidupannya saat ini” Siwon segera menyimpan ponselnya kembali ke atas nakas, lalu memilih untuk merilekskan tubuhnya dan jatuh ke alam mimpi.

 

Angel of Voice

Namja yang berstatus sahabat Choi Siwon ini sedang menunggu seseorang di sungai Han, sesuai dengan janjiannya kemarin. “Kau sudah menunggu lama? Mengapa tidak menjemputku saja?” ujar si namja yang lebih kurus dibandingnya dengan wajah yang sedikit kesal lalu memilih untuk langsung duduk dibangku yang menghadap sungai Han tanpa memperdulikan namja tampan, yang sedang mengatur debaran jantungnya saat ini. “Mau sampai kapan kau berdiri disana Lee Donghae??” ujar Eunhyuk si penanya tanpa mengalihkan wajahnya yang masih tetap memandang lurus ke arah sungai Han.

Donghae berjalan lambat menuju arah Eunhyuk, seakan waktu yang berjalan bisa membuat detak jantungnya sedikit menormal. Dia mendudukan dirinya disamping Eunhyuk, tapi setelah ia duduk Eunhyuk lebih memilih memalingkan mukanya ke arah sampingnya “Eum.. Hyuk-ah” Donghae mencoba membuka obrolan dengan Eunhyuk, tapi yang dipanggil tidak ingin menampakkan mukanya kepada Donghae, “Hyuk-ah..” lagi – lagi Eunhyuk masih tidak ingin melihatkan wajahnya, “Hey.. aku sedang berbicara denganmu, mengapa kau tidak menatap mukaku?” keluh Donghae, “Pabo..” suara umpatan walau pelan tapi masih bisa didengar Donghae secara baik “Hah??”

“Ne.. kau pabo Hae, kau pabo.. pabo.. pabo..” Donghae hanya mengernyit bingung saat Eunhyuk mengatainya bodoh. “Waeyo? Dari tadi kau mengataiku pabo, memangnya aku sempat berkata atau bertingkah apa?” Donghae sedikitnya tidak terima dengan kata Eunhyuk, “Ya kau pabo, mengapa baru sekarang mengatakannya? Hah? Mengapa? Apa kau akan terus menungguku, bagaimana bila saat ini aku bersama dengan yang lain?” Donghae masih tidak mengerti apa arti dari ucapan Eunhyuk, “Maksudmu apa?” Eunhyuk akhirnya mau menatap ke arah Donghae, dia bisa melihat mata Eunhyuk yang sedikit sembab membuatnya merasakan sakit dihatinya, mengapa Eunhyuk menangis? Apa karenanya? Tapi bukankah dirinya belum mengatakan apapun kepada Eunhyuk?

 

“Hyuk-ah.. waeyo?” seakan belum merasa puas Eunhyuk lalu memukul dada Donghae, melampiaskan kesalnya selama ini. “Hey..hey.. ada apa denganmu?” Donghae memerangkap tangan Eunhyuk yang akan kembali memukulnya, lalu menariknya hingga kini Eunhyuk bersandar pada dadanya mendengarkan detak jantungnya yang selalu berdebar kencang bila didekat dengan Eunhyuk. “Mengapa baru saat ini kau mengatakannya? Aku.. aku tidak sengaja membaca emailmu untuk Siwon, kau..” Eunhyuk menggantungkan kalimatnya, Donghae yang baru mengerti mengapa dengan sikap Eunhyuk akhirnya melepaskan pelukannya.

Membawa Eunhyuk untuk menghadapnya, “Kau membaca emailku, hey itu privasiku” Donghae mengalihkan pembicaraan awal, “Pabo..” untuk kali ini ucapan pabo itu serasa indah didengar oleh Donghae, seakan kata itu menyiratkan bahwa Eunhyuk juga menyukainya. “Bila kau sudah membacanya, berarti kau sudah mengetahui maksudku kan?” Eunhyuk mengangguk, kembali Donghae membawa Eunhyuk ke dalam pelukannya, “Kau mengatakanku pabo. Ya memang harus aku akui, aku terlalu pengecut, aku terlalu lamban, tapi satu hal yang kau perlu tau, bahwa segala macam kekurangan yang ada didalam diriku, aku bisa bersyukur bahwa aku diberikan kelebihan. Yakni kelebihan untuk mencintaimu, menyayangi, melindungimu. Hyuk-ah, maukah kau menjadi pendampingku?”

“Kau sedang mengatakan cinta kepadaku?” Eunhyuk bukannya menjawabnya malah balik bertanya, “Kau belum menjawab pertanyaanku” Donghae sedikitnya kesal dengan candaan Eunhyuk, tidak ingin Donghae menjadi marah Eunhyuk mendongakkan kepalanya, mencium sekilas bibir Donghae dan kembali menyandarkan kepalanya di dada Donghae. Menyembunyikan wajahnya yang telah semerah tomat, “Apakah itu tandanya, IYA??” Eunhyuk hanya membalasnya dengan anggukan kepala, “Kyaaa… gomawo Hyuk-ah,, gomawoyo chagi, saranghaeyo.. saranghae..” Donghae terus saja bergumam tanpa henti menciumi rambut Eunhyuk, memeluknya seakan waktu esok tidak bisa ia lakukan kembali. Eunhyuk sendiri lebih memilih untuk tetap bersandar pada dada Donghae, merasakan kehangatan pelukan kekasihnya.

 

Angel of Voice

Setelah kemenangan Kyuhyun di ajang immortal song 2, karir Kyuhyun berjalan dengan pesat bahkan dia mendapatkan tawaran untuk mengisi soundtrack drama Korea, bahkan drama Korea itu bisa sukses di beberapa Negara hingga Kyuhyun pun kebanjiran job manggung. Disinilah ia berada menjadi salah satu pengisi acara dalam konser “Secret Garden”, menyanyikan lagu soundtrack nya dengan baik, hingga saat ini semua orang masih tidak mengetahui tentang kekurangan dirinya yang tidak bisa mendengar. Semua yang ia lakukan hanya berdasarkan insting dan hatinya.

Kyuhyun menyanyikan penuh penghayatan hingga dipuji oleh para pengamat music dan juga penyanyi senior, sungguh ini perjuangan yang sangat berarti baginya, pembuktian bahwa ia mampu melakukannya dengan baik ditengah ketidak sempurnaan fisiknya. “Hyung andai kau berada disini, melihatku bernyanyi. Mungkin kau akan tersenyum saat melihatku, mendengarkan lagu yang ku nyanyikan dengan pendengaranmu, melihat penampilanku dengan penglihatanmu, setelahnya kau akan menceritakan semuanya kepadaku. Menjelaskan mengenai penampilanku, memberikanku semangat dan juga nasehat untuk diriku. Tapi aku buktikan walau kau saat ini tidak bersamaku, aku masih bisa berjalan menghadapi segalanya, hingga saatnya tiba dimana kita bisa bersama, maka kau akan tersenyum puas melihatku saat ini” inner Kyuhyun ditengah dirinya bernanyi.

 

Di lain tempat, tepatnya di New York, Amerika Serikat. Seorang namja berambut pirang sedang duduk tenang di ruangan kerjanya, hingga ketenangannya terusik dengan kedatangan seorang namja berambut hitam spike yang langsung menghampiri tempat duduknya. Kini namja berbadan tegap itu pun berdiri di hadapan namja bule berambut pirang, tersenyum penuh arti. “Siapa kau berani masuk ke dalam ruanganku??” tanyanya. “Jadi kau yang bernama Kelvin Mackuen?” jawabnya tenang, dengan muka tanpa ekspresinya sedangkan kedua tangannya masih disimpannya didalam saku celananya. “Ya.. ada urusan apa kau mencariku?” tanyanya penasaran, “Cho Kyuhyun. Apakah kau masih mengenalnya?” si namja tampan itu kembali.

“Cho Kyuhyun?” namja bernama Kelvin itu nampak berpikir, “Perlukah aku mengingatkanmu?” ucap namja yang kini berstelan kemeja putih yang di gulung hingga sikunya, tanpa sedikitpun melepaskan kaca mata hitam yang masih bertengger di hidung mancungnya. “Cho Kyuhyun? Wait.. akh.. aku mengingatnya sekarang. Ada apa dengan dia? Oia aku mendengar bahwa dia saat ini cacat, hahaha.. itu hukuman bagi orang yang sombong sepertinya” mendengar ucapan Kelvin, si namja tampan naik pitam hingga, BRUK!! Seketika tubuh namja itu tersungkur ke lantai dan namja berambut hitam itu terus saja memukulinya tanpa belas kasihan, “Hey.. a..a..ap..pa sa..lahku? uhuk..” tanyanya dengan terbata – bata, namun si namja tampan masih enggan untuk menghentikan aksinya.

“Kau seorang musisi bukan? Bila aku melakukan hal seperti ini, bagaimana?” lalu namja tampan berambut spike itupun tersenyum sinis, menyimpan kaki kanannya yang kini sudah berada di atas jari tangan Kelvin yang sudah tidak berdaya akibat pukulan bertubi – tubi, “Jaa..jangan.. ak..ku mohon” tanpa mengindahkan permohonan dari Kelvin, “Terlambat” ucapnya dengan segera menekan sepatunya pada jari tangan Kelvin namun belum aksinya dilaksanakan..

 

“Boss it’s time to go” namja berkulit hitam dengan mengenakan pakaian hitam – hitam tiba – tiba saja masuk menghentikan aksi dari namja tampan itu. “Berterima kasihlah pada Tuhan karena kau tidak jadi kehilangan jari – jarimu” ucapnya sinis dan beranjak pergi meninggalkan Kelvin yang masih tergeletak tidak berdaya di atas lantai ruangan kerjanya. “Tu..tunggu, mengapa kau melakukan, uhuk.. ini paa..da..ku?” dengan santainya si namja tampan kembali berbalik melihat ke arah Kelvin, “Hampir aku melupakannya. Kenalkan aku Choi Siwon, malaikat pelindung Cho Kyuhyun atau lebih tepatnya Choi Kyuhyun” Siwon tersenyum setelah mengucapkan nama kekasihnya itu, lalu pergi meninggalkan Kelvin yang masih diam terpaku.

“Untuk orang yang bernama George, dia bekerja di salah satu perusahaan swasta disini” namja berkulit hitam yang diketahui sebagai bodyguard Siwon itupun memberitahukan Siwon tentang keberadaan orang – orang yang sudah membuat Kyuhyun menjadi seperti sekarang ini. “Bagus.. kalau begitu, kau pastikan dia kehilangan pekerjaannya dan tidak ada satupun perusahaan yang mau menerimanya kembali bekerja” si bodyguard hanya tertunduk patuh, “baik boss..” Siwon tersenyum ramah “Aku percayakan semuanya padamu”, Siwon segera melajukan ferrarrinya menuju bandara meninggalkan orang – orang kepercayaannya disana, “Baby.. aku merindukanmu” ucap Siwon saat melihat tampilan depan smartphonenya yang terpampang wajah kekasihnya yang sedang tersenyum ke arah kamera.

 

­-Angel of Voice

3 years ago….

Siwon namja bertubuh atletis itu kini telah tumbuh menjadi namja yang sangat tampan, setelah 6 tahun meninggalkan Korea akhirnya dia kembali. Diusianya yang masih muda, kini dia telah sukses menjadi seorang pemimpin perusahaan. Kemampuannya dalam dunia bisnis tidak diragukan lagi, bagaimana tidak? Dalam waktu dua tahun dia telah mampu mengembangkan perusahaan Hyundai corp. menjadi salah satu perusahaan yang disegani di Amerika dan diapun berhasil menyelesaikan pendidikan magisternya kurang dari dua tahun. Selama 6 tahun dia berusaha sangat keras untuk meraih semuanya dan hal itu dia lakukan hanya untuk seseorang yang dicintainya. Dan kini diapun telah kembali demi memenuhi janjinya, pada seorang Cho Kyuhyun.

Begitu keluar dari bandara Siwonpun segera melajukan audy R8 spyder yang memang sudah disiapkan oleh sang appa di bandara, kini Siwon sedang melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota. Dan senyumnya itu tak pernah kunjung lepas dari wajah tampannya, sesekali diapun memejamkan matanya tak kala menikmati alunan nada yang keluar dari earphonenya, angel of voice yang selalu membuatnya merasa damai. Disinilah Siwon berada kini, berdiri dengan bersandar pada bagian depan mobilnya. Memandangi setiap gedung pencakar langit dengan tersenyum bangga. “Kau berhasil baby” hanya kata itu yang mampu Siwon ucapkan, saat melihta wajah angel of voiceny terpampang di hampir setiap gedung pencakar langit yang berada di Seoul.

Drttt…drttt… suara benda berbentuk flat itu menghentikan aktivitasnya. “Yeboseyo..” terdengar suara namja yang selama ini selalu menjadi informannya selama dirinya berada di Amerika, ya suara sahabatnya baiknya Donghae “Kau dimana?” Siwon hanya mampu tersenyum simpul, tidak ada sapaan akan tetapi langsung pada inti masalah, “Apa semuanya sudah selesai?” terdengar helaan nafas kesal dari ujung line seberang, “Iya.. sesuai dengan keinginanmu. Cepat kau kesini bodoh.. jangan sampai terlambat dan membuatnya menangis” mendengar jawaban Donghae, Siwon pun langsung kembali memasuki mobilnya tanpa melepas handphone ditelinganya, “Ne.. aku segera kesana” Siwon pun bergegas menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil mewahnya dengan jantung yang semakin berdetak cepat tanpa mampu dikendalikan olehnya.

 

“Kau sudah siap?” Eunhyuk menepuk bahu Kyuhyun untuk menyemangatinya dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Kyuhyun. “Dia pasti kembali, tapi jika ternyata tidak, yang terpenting adalah cintamu hanya untuknya” selesai membaca gerakan bibir Eunhyuk, Kyuhyun pun tersenyum “Gomawo, hyung..” setelah mengatakannya Kyuhyun pun segera menaiki panggung. Inilah konser perdananya, walau mungkin Kyuhyun pernah merasakan atmosfir ini sebelumnya, tapi ini sangatlah berbeda. Konser ini sebagai pembuktian bahwa dirinya mampu menjadi seorang penyanyi, mewujudkan keinginan dirinya dan orang yang selalu menjadi motivasi dalam mencapai titik ini. Tak dapat dipungkiri, saat ini dirinya merasakan takut, jantungnya berpacu begitu cepat. Choi Siwon, hanya itu yang mampu membuat keberaniannya muncul kembali.

“Terima kasih karena kalian sudah datang ke tempat ini” ucap Kyuhyun setelah berhasil  menenangkan hatinya, “Meskipun aku tidak tahu bagaimana suasana disini, tapi aku berharap kalian semua dalam keadaan bahagia. Menjalani kehidupan yang berbeda dari yang lain ternyata tidak mudah. Disaat orang lain dapat mewujudkan impiannya dengan mudah tetapi aku harus berusaha lebih keras dari yang lain untuk mewujudkannya”. Suasana arena konser menjadi hening, seolah kata yang diucapkan oleh Kyuhyun adalah sesuatu hal yang berharga untuk didengarkan. “Ketika kecil aku pernah bertemu dengan seseorang. Seseorang yang akhirnya telah mengubah hidupku, pertemuan kami memang singkat. Sebelum berpisah dia mengatakan suatu saat nanti jadilah penyanyi yang hebat dan berdirilah di panggung yang besar, megah dan biarkan dunia mendengar suaramu. Sejak saat itu aku bertekad, impianku adalah mewujudkan impiannya dan kini aku telah berhasil mewujudkannya”. Kyuhyun pun tersenyum tulus saat mengucapkannya.

Konserpun dimulai dengan Kyuhyun membawakan lagu “Inoo”. Lagu yang bisa membuat orang – orang yang mendengarkan terpukau dengan suara Cho Kyuhyun, lagu demi lagu pun berlalu, dirinya tak kunjung datang. Seseorang yang sangat Kyuhyun rindukan dan jujur dalam hatinya, Kyuhyun merasa sangat kecewa. “Berikutnya adalah lagu untuk penutup konser ini. Lagu ini adalah pengalaman pribadiku saat masih sekolah dulu dan mungkin sampai detik ini, aku tidak tahu apakah dia masih sama atau tidak” Kyuhyun mati – matian berusaha agar air matanya tidak menetes. Karena sampai konser berakhir seseorang itu tidak kunjung datang, bangku yang sudah ia sediakan khusus untuk seseorang itu nampak kosong ditengah keramaian para penonton yang memadati arena konser dirinya.

 

That Man, itulah lagu yang akan dirinya bawakan untuk mengakhiri konser, bahagia sekaligus sedih merasuki hatinya, kilasan – kilasan memori indah bersama Choi Siwon terus saja berputar dalam benak dan pikirannya. Tanpa dirinya tau bahwa sedari tadi ada sosok namja tampan yang memang datang melihat penampilannya dari awal hingga akhir, menyaksikan kesuksesannya, duduk ditengah penonton yang lainnya. “Tunggu sebentar lagi baby..” sosok itu pergi meninggalkan arena konser tanpa ingin bertemu dengan Kyuhyun terlebih dahulu. “Gamsahamnida” ucap Kyuhyun setelah lagu itu usai ia bawakan dengan sempurna. Ucapan selamat dari para staff dan juga keluarga nyatanya tidak membuat perasaan Kyuhyun membaik, “Dia pasti punya alasan, mengapa dirinya tidak datang” ucap Donghae setelah menepuk bahu Kyuhyun dan Kyuhyun hanya bisa menangis memeluk Donghae, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya runtuh juga di atas bahu Donghae, Eunhyuk dan Henry yang melihatnya hanya bisa mengelus lembut punggung Kyuhyun, mencoba menyalurkan ketenangan kepadanya.

Kyuhyun melepaskan pelukannya beralih menatap satu persatu Donghae, Eunhyuk dan juga Henry, “Kyu, kau jangan sedih. Berbahagialah karena kau sudah mewujudkan impianmu. Dia pasti bangga padamu” Henry yang juga telah mewujudkan impiannya menjadi musisi itu pun menambahkan perkataan Donghae dan Eunhyuk, mencoba menyemangati dan Kyuhyun pun menghapus air matanya, dia tidak ingin membuat orang – orang yang sudah datang dan menyemangatinya menjadi sedih. Kyuhyun merasa lelah hingga akhirnya tertidur dalam perjalanan pulang. “Sebentar lagi.. tunggulah sebentar lagi Kyu” ucap Ahra yang saat ini berada satu mobil bersama dengan Kyuhyun dan kedua orang tuanya. Sementara sahabat – sahabatnya sudah pulang terlebih dahulu.

“Eunghh..” Kyuhyun terbangun dari tidurnya, matanya mengerjap lucu menyesuaikan cahaya yang masuk mengenai matanya.”Kenapa kita kesini?” tanyanya saat menyadari dirinya bukan berada dirumahnya. “Sudah ayo cepat turun, bagaimanapun juga kita harus mengucap terima kasih kepada Tuhan” ucap Ahra yang hanya dibalas senyuman oleh Kyuhyun. Setelah itu merekapun segera turun dari mobil, “Tempat ini terasa berbeda, apa sedang ada acara?” tanyanya “Appa juga tidak tahu, ayo kita masuk ke dalam” Appa Cho menggandeng tangan putranya untuk memasuki gereja. Ketika pintu terbuka Cho Kyuhyun hanya mampu diam terpaku. Choi Siwon, namja yang sangat ia rindukan saat ini berada dihadapannya, namja berlesung pipit itu tak sedikitpun mengurangi senyum bahagia saat melihat Kyuhyun. “Aku kembali” ucapnya sembari merentangkan tangannya, seketika Kyuhyun berjalan cepat memeluk Siwon, menangis? Tentu saja Kyuhyun menangis bahagia saat ini.

 

Angel of Voice

Hari ini sungguh hari yang sangat membahagiakan bagiku, bagaimana tidak setelah panjangnya penantianku. Kini aku akan segera melepas masa lajangku dengan seseorang yang sangat aku cintai, setelah bertahun – tahun kami harus rela berpisah akhirnya kini penantianku bisa membuahkan hasil. Mewujudkan impianku menjadi pengusaha sesuai keinginan appa, serta sebentar lagi akan menyematkan marga baru bagi kekasihku yang nantinya akan menjadi huswifeku. Cho-i Kyuhyun, nama yang terdengar lebih indah didengar bukan?

“Kau sudah siap Siwon?” tanya Eunhyuk yang baru saja membuka pintu ruangan yang ada di salah satu sudut gereja, “Seperti yang kau lihat, aku sudah terlalu siap menyuntingnya menjadi istriku” ucapku dengan lantang, “So cheesy Siwon..” Donghae tiba – tiba datang dan merapihkan penampilan Siwon, “Semuanya sudah siap” aku hanya tersenyum, “Gomawo kalian sudah membantuku untuk menyiapkan ini semua” Donghae dan Eunhyuk memelukku “Kau sahabat kami, maka kami akan selalu membantumu sebisa kami. Sebentar lagi Kyuhyun akan sampai, cepat – cepat kau bersiap” Donghae dan Eunhyuk meninggalkanku kembali untuk kembali menyiapkan pesta pernikahan ini berjalan dengan baik.

Kini aku sudah bersiap didalam gereja menunggu pengantinku tiba di gereja ini. Eomma tersenyum indah kepadaku, appa hanya bisa terlihat datar walau aku tau bahwa jauh dilibuk hati appa, beliau sudah menerima segala keputusanku. Sesuai kesepakatanku terdahulu aku menyelesaikan kuliahku hingga S2 sekaligus memegang kendali perusahaan di Amerika, terbukti aku bisa kembali ke Korea dengan waktu yang sesuai kesepakatan dan memberikan wujud atau bukti nyata kepada appa bahwa aku bisa membuatnya bangga kepadaku. Saat aku akan mendekati altar, aku bisa melihat senyum tulus appa kepadaku dan itu sungguh membuatku merasakan kebahagiaan yang sempurna di hari ini.

 

Hingga akhirnya kode dari Eunhyuk membuatku berjalan menuju pintu gereja, karena Kyuhyun sudah berada didepan gereja bersama dengan ahjussi Cho. Saat pintu terbuka, mataku langsung terfokus kepada sosok namja yang selama ini aku rindukan, dirinya tidak terlalu banyak berubah. Hanya saja saat ini Kyuhyun terlihat sedikit berisi yang membuatnya semakin terlihat menggemaskan untukku. “Aku kembali” aku merentangkan kedua tanganku bersiap untuk menerima pelukan darinya yang akhirnya membuat Kyuhyun langsung menubruk tubuhku dan aku bisa merasakan jas ku sedikit basah oleh air matanya.

Setelah kami selesai berpelukan, aku mengambil kotak yang memang sedari tadi tersimpan di saku jas. “Aku selalu menantikan hari ini tiba, aku selalu menantikan hari dimana kau bersanding di altar, mengucapkan janji suci, sumpah setia hanya untukku. Baby Kyu (aku membuka kotak yang berisikan dua cincin) will you marry me?” tanyaku dengan penuh ketulusan, Kyuhyun tidak pernah berkedip saat aku mengucapkan kata – kata tadi, bahkan kini aku bisa melihat air mata yang mulai menumpuk di pelupuk matanya. “Baby..” aku mencoba untuk memanggilnya kembali, karena sedari tadi Kyuhyun hanya terus menatapku tanpa berkata satu katapun. “Hiks..hiks..” suara tangisan yang mampu ku dengar, air mata yang sedari tadi di tahannya, kini mulai meluncur deras di kedua pipinya.

Aku mendekat, menyeka air matanya dengan ibu jariku. “Uljima.. aku akan selalu bersamamu, percayalah hanya kau yang aku cintai dan hanya kau yang aku butuhkan” aku mencoba meyakinkannya. Hingga akhirnya Kyuhyun kembali memelukku, aku terus membelai punggungnya mengelusnya secara perlahan. Hingga tidak terdengar kembali suara tangisan itu, Kyuhyun mengangkat kepalanya tanpa aku sadari dia mampu mencium pipiku dihadapan semua orang yang sedari tadi menyaksikan drama kami berdua, “I do.. yes.. I do..” ucapnya dan aku hanya bisa mengerjapkan mata, berusaha membenarkan pendengaranku bahwa Kyuhyun menjawab bahwa dirinya mau menikah denganku.

 

Angel of Voice

“Siwon-ah, sampai kapan kau akan terus melamun? Pendeta sudah menunggumu sedari tadi” ucapan Eunhyuk membuyarkan lamunan Siwon, Kyuhyun hanya tersenyum manis saat Siwon melihat ke arahnya. “Aku sudah menyiapkan semuanya, hari ini akan menjadi hari bersejarah untukmu dan untukku juga” ucapnya. Kyuhyun sempat terkejut saat Siwon melamarnya bahkan dia pun semakin terkejut dengan kehadiran pendeta yang akan menikahkan dirinya dengan Siwon. Tapi keterkejutan itu berakhir dengan kebahagiaan yang bisa menghapuskan rasa sedih, rindu dan juga rasa kecewa selama 6 tahun berpisah. Untuk itu Kyuhyun tidak mungkin akan melepaskan Siwon ataupun menolak lamarannya.

Siwon lalu menyerahkan tangan Kyuhyun untuk di genggam oleh appa Cho, selanjutnya dia sendiri berjalan langsung menuju altar menunggu kehadiran Kyuhyunnya. “Kyunie.. kau sudah tumbuh besar, kau sudah membuktikan pada semua orang bahwa kau bisa menjadi orang yang berguna dengan segala keterbatasanmu. Kau melihatkan kepada semua orang bahwa seseorang yang mempunyai kekurangan bisa menjadikan semangat dalam mengejar impianmu. Kau sudah berdiri di panggung yang besar dan megah, kini waktunya kau berdiri di atas altar, dihadapan Tuhan untuk mengucapkan syukur dan juga janji suci kepada calonmu, appa selalu bangga padamu, appa selalu mencintai dan menyayangimu. Kali ini kau harus berbakti kepada Siwon, hiduplah berbahagia dengannya” nasehat appa Cho sebelum dirinya membawa sang putra menuju altar.

Kyuhyun yang mendengar nasehat appa nya hanya bisa kembali menahan rasa harunya, Kyuhyun memeluk sang appa, mengelus punggung appa nya dengan lembut menyalurkan cinta kasihnya yang tidak akan pernah luntur dan usang dimakan waktu. Kyuhyun pun sempat melihat ke arah eomma dan noonanya yang duduk rapih di kursi depan, yang kini melihat ke arahnya dengan tersenyum penuh kebahagiaan. Setelah itu Kyuhyun yang mengamit lengan appa Cho berjalan menuju altar, diiringi senyuman bahagia dari Eunhyuk, Donghae, Henry beserta keluarga Choi dan Cho yang hadir, tetapi sebelum dirinya sampai dihadapan Siwon. Kyuhyun lebih dulu berdiam diri di samping tempat duduk appa Choi, melihatnya berharap bahwa appa Choi memang benar – benar merestui mereka. Appa Choi yang melihat Kyuhyun berhenti disampingnya, sempat terdiam terpaku. Tetapi setelahnya memberikan senyuman tulus darinya, hingga akhirnya wajah ketegangan Kyuhyun berubah menjadi wajah penuh kelegaan dirinya sempat berbungkuk memberi hormat, lalu kembali berjalan menuju Siwonnya.

 

“Siwon, appa serahkan Kyuhyun kepadamu. Jagalah dia, cintailah dia, bimbinglah dia, appa akan selalu mendoakan yang terbaik untuk hidup kalian berdua, berbahagialah” setelahnya appa Cho menyerahkan tangan putranya untuk diberikan kepada Siwon, dengan senang hati Siwon menyambut tangan Kyuhyun lalu menggemgamnya seakan tidak bisa terlepas kembali. Senyuman Siwon menjadi obat untuk Kyuhyun agar tidak tergugup saat pengucapan janji sakral pernikahan. “Baiklah sebelum upacara pernikahan dimulai, apakah ada disini yang berkeberatan tentang pernikahan keduanya?” ucap pendeta kepada semua orang yang datang menghadiri pernikahan Siwon dan Kyuhyun, tetapi semua duduk tenang hingga akhirnya pendeta kembali melanjutkan upacara pernikahan.

“Bersediakah engkau, Choi Siwon menjadi pasangan bagi Cho Kyuhyun, dalam suka maupun duka, dalam sakit maupun sehat, dalam miskin maupun kaya, menjalani hidup selamanya hingga maut memisahkan?” Siwon tersenyum ke arah Kyuhyun, “Ne.. saya bersedia”. “Cho Kyuhyun, bersediakah menjadi pasangan bagi Choi Siwon, dalam suka maupun duka, dalam sakit maupun sehat, dalam miskin maupun kaya, menjalani hidup selamanya hingga maut memisahkan?” Kyuhyun sangat serius membaca gerakan bibir pendeta, lalu dirinya pun melakukan hal yang sama dengan Siwon, berbalik melihat ke arah Siwon tersenyum senang “Ya.. saya bersedia” Siwon tidak mampu berkata ataupun bertindak apa? Karena kini dirinya sungguh berbahagia.

“Saya nyatakan bahwa Choi Siwon telah resmi menikah dengan Cho Kyuhyun, marilah kita mendoakan pasangan ini agar senantiasa selalu berbahagia, hidup bersama selamanya dalam lindungan Tuhan, silahkan untuk mencium pasangan” setelah pendeta mengucapkan kalimat akhir dalam pernikahan, Siwon membawa tubuh Kyuhyun untuk semakin dekat dengannya. Degup jantung Kyuhyun seakan berpacu dengan detak jantung Siwon yang sama – sama merasakan gugup, tetapi Siwon lebih memilih untuk mencium kening Kyuhyun, menyalurkan betapa sayang dirinya kepada Kyuhyun, “Aku akan menciummu sepuasku saat semua orang tidak ada bersama kita” ucap Siwon setelah mencium kening Kyuhyun yang hanya bisa dihadiahi semburat merah dari namja manis yang kini telah resmi menjadi huswifenya.

 

Setelah resmi menikah, satu persatu memberikan selamatnya kepada pasangan pengantin baru, “Akhirnya kalian bisa mengakhiri perjuangan dan memulai kehidupan baru sebagai sepasang pengantin, hiduplah berbahagia.” Ucap eomma Cho dengan setetes air mata haru, dengan segera Kyuhyun memeluk eommanya, “Gomawo.. gomawo..” lalu melepaskan pelukannya, sang appa pun ikut memeluknya dengan senang. “Kyunie.. akhirnya kau mendahuluiku, tapi tidak apa – apa kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku, kau sudah membuktikan bahwa kau adalah seorang Kyuhyun yang kuat, berbahagialah selalu” Ahra memeluk bergantian Kyuhyun dan Siwon.

“Kau sudah membuktikan kepada appa, bahwa cintamu tulus dan suci. Appa bangga padamu Siwon, semua sudah membuktikan pada appa bahwa kau memang anak appa yang selalu appa banggakan, cintai, sayangi, kasihi, hiduplah berbahagia dengan pilihanmu. Appa selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua” appa Choi memeluk Siwon bangga, lalu memeluk menantu yang akan menjadi menantu kesayangannya. “Eomma senang pada akhirnya kau bisa berbahagia dengan pilihanmu nak.. eomma menyayangimu” eomma Choi pun dengan penuh haru memeluk Siwon dan juga Kyuhyun.

“Perjuangan cinta kalian penuh dengan rintangan, hingga akhirnya kini kalian bisa berdiri dihadapan Tuhan, bahwa cinta kalian tidak pernah salah. Cinta kalian tulus, bahkan kuat. Kami banyak belajar dari perjuangan cinta kalian ini, hiduplah berbahagia” Eunhyuk memeluk bergantian Siwon dan Kyuhyun, “Kami akan selalu mendukung dan berada disamping kalian, dibutuhkan ataupun tidak” tambah Donghae, “Cepat – cepatlah punya momongan dan akhirnya akan ada yang memanggilku ahjussi tampan” Henry berucap yang hanya dihadiahi jitakan dari Siwon, Kyuhyun hanya bisa tersenyum manis, bagaimana tidak? Semua orang menyayangi dirinya dan Siwon, selalu bersama dengan dirinya dan Siwon disaat suka dan duka, “Aku menyayangi kalian semua” ujar Kyuhyun yang diamini oleh Siwon.

 

Angel of Voice

Saat terbangun yang bisa aku rasakan adalah kebahagiaan yang mendalam, karena bisa melihat wajah tampannya sedekat ini, hembusan nafasnya yang menerpa wajahku membuatku benar – benar sadar bahwa kemarin bukanlah mimpi. Aku terus saja mengamati pahatan sempurna yang Tuhan ciptakan pada namja yang kini sedang tertidur pulas disampingku, “Baby..” matanya terbuka dengan sempurna sehingga aku yang sedang mengamatinya menjadi salah tingkah dibuatnya. Siwon hyung kembali menarik tubuhku hingga kini aku bersandar di dadanya. Tapi buru – buru aku melepaskan diriku dari pelukan Siwon hyung, “Waeyo baby?” aku merasakan sedikitnya panas di pipiku saat mengingat kejadian tadi malam, tapi hari ini aku sudah menjanjikan kepada manager dan manajemenku untuk mengungkapkan status yang mungkin baru beberapa belas jam aku sandang.

Bagaimanapun aku tidak ingin menutupi statusku ini, aku ingin bisa memberikan kebahagiaan juga kepada semua orang yang sudah membuatku menjadi seperti ini. Apapun resikonya yang terpenting tidak akan ada kebohongan tentang status pernikahanku, maka itu setelah selesai pernikahan aku langsung memberitahukannya kepada manager dan manajemenku, mereka awalnya marah tapi merekapun tidak bisa menolak atau melarangku. Bagaimanapun semua sudah terjadi dan itu sudah keputusanku, “Eum.. hyung,, hari ini kita ada presscon” ucapku mengingatkan, Siwon hyung sempat terdiam hingga akhirnya mengangguk, “Mandilah setelah itu kita sarapan bersama, hyung akan membuat sarapan selagi kau mandi, cha.. sana” pintanya yang langsung aku patuhi.

Selesai aku mandi, aku sudah melihat pancake dan juga susu diatas meja. Ya setelah menikah aku memang langsung dibawa oleh Siwon hyung menuju apartemen yang dibelinya dari uang hasil bekerjanya. Aku berusaha untuk menata nya lebih rapih, aku tau seharusnya ini tugasku sebagai seorang huswife untuk Siwon hyung, tetapi karena memang aku sendiri belum pandai memasak akhirnya Siwon hyung lah yang sudah memberikan kesepakatan untuk memasakkan masakan untukku sampai aku bisa memasak untuknya. “Baby.. kajja makan” Siwon hyung menepuk bahuku, “Kita makan” ujarnya kembali, sembari merapihkan kemejanya, tetapi sebelum Siwon hyung duduk aku lebih dulu menarik lengannya untuk tetap berdiri dan merapihkan kemejanya yang belum terkancing benar. “Sudah selesai, baru kita makan” ujarku dengan sedikit mengusap dadanya merapihkan kemeja Siwon hyung.

 

Siwon hyung mengangkat daguku, mencium bibirku sekilas “Gomawo baby.. aku bahagia” ujarnya dan menarikku untuk duduk bersama dengannya. Sarapan pun berlalu, kini kami berdua sedang berada diperjalanan menuju tempat presscon. Sesampainya disana, aku ditahan untuk tidak langsung turun “Baby.. apapun yang terjadi, hyung akan selalu bersamamu. Araseo” aku mengangguk tetapi lagi – lagi Siwon hyung menahanku untuk tidak keluar lebih dulu, aku menatapnya untuk bertanya, tetapi belum sempat memprotes Siwon hyung sudah berada di jarak yang sangat dekat denganku, hingga akhirnya aku menutup mata saat bibir tipis itu mendarat sempurna di atas bibirku, Siwon hyung melumat bibirku dengan penuh cinta. Aku hanya berusaha untuk mengimbangi ciumannya, menyalurkan perasaan tenang, sayang, aku benar – benar dibuat melayang dengan segala rasa dan sikapnya. Dirasa kami membutuhkan oksigen Siwon hyung pun melepaskan ciumannya.

“Aku sangat mencintaimu” ucapnya yang membuatku harus rela merona, setelahnya Siwon hyung memanjat keluar dan sedikit berlari menuju pintu mobilku. Membukakannya lalu mengulurkan tangannya yang langsung aku sambut dengan senang hati. Kami berjalan penuh dengan percaya diri ke dalam gedung, tetapi sebelumnya kami harus masuk ke dalam backstage dulu. Manager hyung sudah menunggu kami disana, tidak terlalu banyak kata yang diucapkannya hanya ucapan selamat dan juga permintaan agar aku memikirkan ulang, tetapi tekadku sudah bulat. Aku harus mengatakannya kepada semuanya, tidak ada yang harus ditutupi. Ini berita bahagia maka akupun ingin memberikan kebahagiaan kepada semuanya.

Disinilah aku berada duduk dengan Siwon hyung duduk disampingku, menggemgam tanganku erat dibawah meja. Manager hyung sempat mengucapkan beberapa kata, untuk memulai presscon, hingga tibanya giliranku untuk mengatakannya, “Terima kasih atas kehadiran semuanya. Pertama – tama aku ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada para fans yang senantiasa selalu mendukungku sehingga aku bisa seperti sekarang ini, konser yang selalu aku impikan akhirnya menjadi kenyataan dan sukses. Selanjutnya ada berita bahagia lainnya yang ingin aku bagikan kepada semuanya (aku menunjukkan jari manisku yang sudah berhias cincin pernikahan kepada para wartawan yang datang) setelah konser selesai, aku dilamar dan akhirnya resmi menikah dengan seseorang namja yang aku cintai. Perjuanganku untuk selalu setia kepadanya akhirnya membuahkan akhir yang bahagia. Namja itu adalah Choi Siwon, namja yang duduk disampingku ini adalah suamiku. Kami resmi menikah semalam, mungkin terdengar terburu – buru tetapi sebenarnya hubungan kami sudahlah cukup lama, hingga akhirnya kini kami menikah” aku tersenyum mengarah kepada Siwon hyung.

“Aku berharap bahwa semua orang bisa menerima semua ini, ikut berbahagia bersama dengan kami. Apapun resiko setelah aku mengumumkan pernikahan ini, bagiku adalah aku sudah memberikan yang terbaik untuk semua orang dan aku berharap akan selalu bersama dengan suamiku, maka itu adalah kebahagiaan yang terindah dalam hidupku. Terima kasih kepada semuanya yang selalu mendukung dan mendoakanku, terima kasih.” Ujarku kembali, Siwon hyung tidak ingin berbicara, karena baginya ini adalah hak ku untuk mengungkapkannya. Kedatangannya ini adalah bentuk dukungan dirinya kepadaku. Setelah mengucapkan hal itu, maka aku pun memilih untuk menyelesaikan presscon dan kembali menuju backstage.

 

Angel of Voice

Setelah acara presscon selesai, pasangan Siwon dan Kyuhyun pun memilih untuk menikmati kebersamaannya dengan pergi kembali menuju tempat – tempat yang membangkitkan kembali kenangannya. Mereka memilih untuk menuju ke sekolahan, tepatnya danau yang berada dibelakang sekolah, Siwon membawa Kyuhyun untuk duduk di bangku yang tepat menghadap danau. Di tempat ini dulu dirinya sadar akan arti seorang Kyuhyun untuknya, ditempat ini dia sempat melihat betapa rapuh Kyuhyunnya, ditempat ini dia bisa melihat betapa tulus cinta Kyuhyunnya. “Baby.. tempat ini banyak kenangan untuk kita berdua” Siwon memulai pembicaraan, Kyuhyun hanya tersenyum mengiyakan. Tetapi belum sempat Siwon melanjutkan ucapannya, dia bisa melihat sosok yeoja yang berdiri di tepi danau, “Bukankah itu…” ucapnya gantung dan lebih memilih untuk memperhatikan lebih jelas.

“Stella..” lanjutnya kembali, melihat pergerakan bibir Siwon yang mengatakan Stella membuat Kyuhyun termenung tapi matanya mencoba melihat arah penglihatan Siwon, “Stella..” ucap Kyuhyun, sosok yeoja yang memang Stella itu menghampiri Siwon dan Kyuhyun, tepat saat Stella berdiri berjarak beberapa meter Siwon dan Kyuhyun bangkit dari duduknya. “Kau.. mengapa kau berada disini?” tanya Siwon sinis. “Tempat ini, banyak kenangan tentang kita juga kan Siwon?” bukannya menjawab Stella balik bertanya kepada Siwon, belum Siwon membantah Stella sudah melanjutkan kembali ucapannya “Aku disini hanya ingin melihat untuk terakhir kalinya, aku terlalu egois. Aku terlalu ambisi, hingga membuatku menjadi seorang yeoja yang menghalalkan berbagai cara, selama aku mendekam di penjara banyak pembelajaran yang aku pelajari, aku tau aku seharusnya malu menampakkan diriku didepan kalian berdua. Terlalu banyak yang aku lakukan sehingga kejahatanku begitu membuatku sudah kehilangan muka, tetapi aku memberanikan datang kesini untuk mengucapkan permintaan maaf kepada kalian berdua, aku ingin memulai semuanya menjadi lebih baik, menjalani hidup tanpa beban dan tanpa rasa bersalah. Maafkan aku” ucap Stella tulus.

Kyuhyun hanya mampu memandang iba pada Stella, dia tau bahwa rasanya cinta sendiri itu tidak menyenangkan. Stella hanya tidak bisa menahan dirinya hingga akhirnya dia gelap mata dan menjadikannya harus menyesali perbuatannya di penjara, “Aku mengerti Stella-ssi, kau pasti banyak berubah beberapa tahun ini. Kau yeoja yang kuat kau pasti bisa mendapatkan apa yang terbaik untukmu, aku memaafkanmu.” Kyuhyun tersenyum manis padanya, Siwon hanya bisa memandang heran kepada Kyuhyun yang dengan mudah memaafkan Stella setelah apa yang dia perbuat kepadanya, tetapi Siwon semakin mencintai sosok ini, sosok namja manis yang mempunyai hati yang lembut dan tulus, “Aku pun memaafkanmu..” akhirnya Siwon bisa mencoba memaafkan perbuatan Stella kepadanya.

 

“Aku sudah merasa tenang saat ini, gomawo.. gomawo.. semoga kalian selalu berbahagia, aku pamit.. sekali lagi gomawoyo..” ujar Stella yang memilih untuk pergi meninggalkan segala kenangan buruknya di Korea dan melanjutkan hidupnya di luar negeri bersama kedua orang tuanya, Kyuhyun dan Siwon yang melihat punggung Stella semakin menjauh hanya bisa saling memandang, “Hyung beruntung mendapatkanmu, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, hyung sangat mencintaimu, baby… cinta hyung bukanlah melihat bagaimana kau mempunyai kemampuan, melainkan apa yang ada pada dirimu, tidak terkecuali kekuranganmu. Karena cinta hyung tulus untukmu” Siwon membawa Kyuhyun ke dalam pelukannya.

Donghae yang memang saat ini menjabat sebagai ketua yayasan Blue Sapphire yang saat itu sedang berjalan menuju danau, bisa menyaksikan bagaimana kuat dan sucinya cinta seorang Kyuhyun kepada Siwon dan begitu sebaliknya, tersenyum bahagia melihat akhirnya kedua sahabatnya kini bisa bersanding dan bahagia. “Apa yang kau lihat?” tanya Eunhyuk yang baru saja datang untuk membawakan makan siang untuk Donghae, melihat arah mata Donghae, Eunhyuk pun tidak bisa menahan lengkungan di bibirnya, “Aku secepatnya akan menikahimu, secepatnya..” ujar Donghae yang membawa tubuh Eunhyuk semakin mendekat dan merangkul pinggang Eunhyuk dari samping sembari masih menyaksikan pasangan Siwon dan Kyuhyun berlovey dovey, “Aku akan menagih janjimu itu” ucap Eunhyuk yang langsung dibalas ciuman pipi dari Donghae. “Ne.. tunggulah waktunya akan tiba dengan segera”.

Siwon dan Kyuhyun kini bisa hidup berbahagia dengan kehidupan barunya sebagai sepasang suami istri, Eunhyuk dan Donghae yang masih menjalani masa pacaran dan akan segera melangkah menuju jenjang pernikahan, Stella yang akan memulai kisah barunya di London bersama kedua orang tuanya dan Henry yang kini sukses menjalani karir sebagai musisi di Taiwan. Dan mereka akan terus menjalani kehidupan dengan baik, bahu membahu untuk menjalani rintangan, hingga pada akhirnya bisa menuai kehidupan yang lebih baik lagi dibandingkan hari ini. Cinta yang tulus adalah cinta yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, begitulah bagaimana cinta seorang Siwon kepada Kyuhyun. Walau Kyuhyun mempunyai kekurangan bukan berarti itu menghambat dirinya untuk sukses, ataupun menghambat permasalahan percintaannya melainkan itu membuat dirinya semakin tangguh menghadapi dunia dan hasil akhirnya dia bisa mendapatkan cinta tulus seorang Choi Siwon.

 

 

-end-

 

 

Huwaaaa… gak kerasa ya udah ending nih,, makasih banyak atas supportnya selama ini kepada kami maupun ff ini.. kami tau banyak sekali yang harus kami perbaiki dari awal chap hingga ending ini, mungkin ada yang puas maupun tidak. Balik lagi tidak semua orang mempunyai pemikiran yang sama akan hal itu, tapi terima kasih karena kalian semua memberikan kritikan yang membangun untuk kami.

Untuk permasalahan mengapa Kyuhyun masih tidak bisa mendengar, karena disini pada intinya bahwa kekurangan seseorang itu bisa menjadi kelebihannya. Terlepas bagaimana kita bisa menjalani semuanya dengan ikhlas dan pantang menyerah, Siwon mencintai Kyuhyun bukanlah karena fisik semata melainkan cinta yang tulus yang terdapat dalam hati terdalam seorang Siwon. Kekurangan Kyuhyun adalah kelebihan seorang Siwon, kekurangan Siwon adalah kelebihan bagi Kyuhyun. Intinya mereka saling mengisi dan saling berbagi.

Sekali lagi terima kasih semuanya, sampai jumpa di ff selanjutnya. Semoga saya masih bisa berkolaborasi kembali dengan ryu.. terima kasih juga kepada ryu yang sudah mengajak saya untuk bisa bekerja sama dalam pembuatan ff ini.. akhir kata marhaban ya ramadhan mohon maaf lahir dan batin ya teman – teman 😀

Advertisements

76 thoughts on “Angel of Voice chap.9/ending

  1. Happy ending, yeeeey \^.^/
    Yah,walopun sdkit kcwa kyu gg bsa dnger lg yg pnting mreka bhagia bersama. . kkk~
    CChukkae~ buat wonkyu yg akhirnya bsa nikah. . kkk~
    Moga dpet momongan *etdah*

  2. Endingnya so sweeett~
    Mereka trus berjuang u meraih keinginan dan kebahagian bersama ~
    Wonkyu jjang
    Bolehkah ku panggil unnie? Hehe~
    Unnie fighting ne~ q suka ffnya unnie, bner2 nyentuh bgt, menginspirasi~^^
    Ditunggu update an ff lainya dri unnie

  3. akhirnya happy end.
    dapat restu appa choi..
    dapat permintaan maaf dari stella n siwon bahkan dapat membalas perbuatan orang2 yang ngelukai kyu yg mungkin kalo kyu tau bakal dilarang tuh.
    thank u untuk ff nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s