Posted in Angst, BL, Drama, Family, Genre, Hurt, Romance, WonKyu Story

Circle of Love – Take 6

image

 

Circle of Love – Take 6

By: -ssiihee-

Genre: Romance, angst, family

Rate: PG 15

Main cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Cho Jinra (OC)

Disclaimer: Cerita ini punya saya, jika ada kesamaan dalam hal tokoh, cerita dan sebagainya dikarenakan faktor yang tidak di sengaja. Dan ini hanya khayalan saya belaka.

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Warning: BL, OOC, AU, abal, alay, typo, jauh dari EYD dsb.

Don’t Like, don’t read !

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!

(= ̄▽ ̄=)V

.

.

***

CoL

ssiihee©2014

Totally Reserved

***

.

.

Take 5

.

“Aku tidak mau!”

Kyuhyun berteriak kencang saat Jinra dan Heerin menariknya untuk masuk ke sebuah taman hiburan. Awalnya Kyuhyun sama sekali tidak ingin terlibat dengan urusan kakaknya dan Heerin. Namun karena Heerin mengatakan ia akan membawa Siwon maka Kyuhyun berubah pikiran. Masalahnya Kyuhyun tidak tahu kalau mereka akan ke taman hiburan. Ia tidak terlalu suka tempat yang ramai. Sebagai seorang gamer ia terbiasa bergerak sendiri.

“Ini akan sangat menyenangkan Kyunnie, ayolah.” Jinra berusaha membujuk Kyuhyun. Ia dan Heerin sudah memegangi tangan kanan dan kiri Kyuhyun bersiap menariknya agar masuk mau atau tidak.

“Andwae! Hyung~~” Kyuhyun menoleh ke arah Siwon yang berdiri di belakangnya memohon agar ia membantunya lepas dari dua gadis gila di sampingnya. Namun Siwon hanya tersenyum. Ia menikmati bagaimana Kyuhyun meluapkan emosinya saat ini.

“Ayolah Kyunnie, kita tidak akan menyuruhmu menaiki wahana jika kau takut.” Jinra terkikik mendengar ucapan Heerin. Ia tahu Kyuhyun bukan penakut.

“Mwo!? Aku tidak takut. Aku hanya….”

“Sudahlah, ayo kita masuk.” Jinra akhirnya menarik paksa Kyuhyun di bantau Heerin. Dan Kyuhyun hanya bisa memajukan bibirnya dan terkadang menoleh ke belakang membuat Siwon ingin sekali melumat bibir merah itu.

Sejak hubungannya dan Kyuhyun membaik kembali, mereka memang suka menghabiskan waktu di apartement Siwon. Walau hanya menemani Kyuhyun bermain game Siwon merasa itu hal yang menyenangkan. Karena mereka berdua akan duduk berdua di sofa atau ranjang dengan Kyuhyun dalam pelukannya. Sejak saat itu juga Siwon menyadari ia semakin ketagihan dengan aroma vanilla yang menyeruak dari tubuh Kyuhyun. Siwon juga mulai senang mencuri kesempatan untuk mengecup bibir Kyuhyun yang akan selalu membuat semburat pink menghiasi pipi pemuda manis itu.

“Aigo, ada apa dengan kedua gadis ini.”

Siwon tertawa melihat Kyuhyun yang sibuk menggerutu. Saat ini mereka berdua duduk bersisian di atas roller coaster, sementara Jinra dan Heerin duduk di kursi depan. Dengan perlahan Siwon mengapitkan tangan kanannya pada tangan kiri Kyuhyun membuat pemuda itu refleks mencoba melepasnya.

Dengan mata yang membulat Kyuhyun mencoba melepas genggaman Siwon. Tepat saat Kyuhyun akan membuka mulutnya untuk protes wahana itu melaju dengan cepatnya membuat Kyuhyun berteriak dan semakin mengeratkan genggamannya pada Siwon. Setelah mereka berhentipun Siwon masih mengaitkan jari-jarinya. Dengan perlahan ia membantu Kyuhyun yang terlihat sedikit pucat.

“Kau baik-baik saja?”

“Ne. Bisa lepas tangannya hyung banyak yang melihat.” Dengan terpaksa Siwon melepas genggamannya dan beralih merangkul pundak Kyuhyun. Membantunya turun dari wahana itu. Dan Kyuhyun hanya bisa menghela nafas.

“Sebaiknya kita istirahat dulu.”

Jinra dan Heerin menoleh kebelakang dan segera menghampiri Siwon dan Kyuhyun begitu melihat wajah Kyuhyun yang pucat.

“Kau baik-baik saja?” Kyuhyun mengangguk dan tersenyum kepada Jinra. Sepertinya kakaknya tidak menyadari perlakuan Siwon kepadanya. Namun tetap saja membuat Kyuhyun merasa membohongi kakaknya.

“Jika kalian masih ingin bermain lanjutkan saja, biar oppa yang menemani Kyuhyun.” Jinra dan Heerin saling pandang. “Benar tidak apa-apa oppa?” Heerin menatap kakaknya dan Kyuhyun bergantian sebelum akhirnya segera berlari bersama Jinra setelah Siwon mengangguk. Sepertinya Jinra dan Heerin sudah benar-benar seperti kakak dan adik.

Siwon memutuskan membawa Kyuhyun ke sebuah kursi. Lalu keduanya terduduk dalam diam. Siwon memandangi sekililingnya, orang-orang hilir mudik didepannya. Salinh bergandengan tangan dan bersenda gurau. Anak-anak terlihat berlarian saling mengejar dengan senyum menghias wajah polos mereka. Semua terlihat bahagia. Dan tiba-tiba saja terlintas dalam benak Siwon bahwa ia juga ingin menggenggam tangan Kyuhyun dan menunjukan kepada dunia bahwa pemuda manis itu kekasihnya. Siwon tersenyum getir untuk saat ini bersama Kyuhyun saja sudah membuatnya bahagia.

Pandangannya kini beralih kepada Kyuhyun, pemuda itu sedang menatap ke satu arah. Siwon mengikuti kemana arah pandangan Kyuhyun, senyum terukir di bibirnya saat ia tahu apa yang menarik perhatian kekasihnya. Terlalu fokus bahkan Kyuhyun tidak sadar bahwa Siwon kini telah meninggalkannya.

“Untukmu.” Kyuhyun mengerjap merasakan dingin di pipinya. Ia menoleh dan menatap wajah Siwon yang kini sedang tersenyum kepadanya. “Jangan membuatku terlihat seperti kekasih yang pelit.” Kyuhyun tersenyum dan mengambil 1 cup ice cream dari tangan Siwon.

“Gomawo, hyung.” Kyuhyun tersenyum dengan rona pink di pipinya. Kalau ini bukan tempat umum Siwon pasti sudah mengecup pipi Kyuhyun. Bagaimana bisa pemuda itu begitu menggemaskan. Kyuhyun menyandarkan tubuhnya dan menikmati ice cream di tangannya dengan pelan namun tetap saja bercecer ke ujung bibirnya. Siwon tersenyum dan menggerakan tangannya, lalu menghapus lelehan cairan putih itu dengan ibu jarinya.

“Pelan-pelan saja Kyu.” Kyuhyun menoleh dan menatap Siwon yang kini tersenyum lembut kepadanya. Senyum itu bahkan sanggup membuatnya melupakan bahwa mereka berdua sedang di tempat umum. Sejumput rasa hangat mengalir dalam dadanya. Pengaruh Siwon kini sangat nyata dalam dirinya. Bahkan sentuhan kecil sanggup membuat kupu-kupu menggelepar dalam dadanya.

“Adjussi tampan, lihat kemari!”

Siwon dan Kyuhyun menoleh kedepan mendengar suara kecil memanggilnya. Bersamaan dengan itu sebuah kilatan cahaya bergerak cepat sampai keduanya tidak sempat berkedip.

“Woaaah…” Gadis kecil berusia sekitar 5 tahun itu memandang kagum pada sebuah kamera digital di tangannya. “Adjussi!” Gadis bergaun soft pink itu berlari menghampiri Siwon dan Kyuhyun. Surai hitamnya yang di kucir dua melambai seiring langkahnya mendekati Siwon dan Kyuhyun. Mata bening tanpa dosa itu memandang Siwon dan Kyuhyun bergantian. Seulas senyum tersungging di bibir mungilnya.

“Annyeong, ayo foto bersama.” Gadis kecil itu menerobos diantara Siwon dan Kyuhyun. Tubuh mungilnya kini terduduk manis di tengah dua pria tampan yang masih bingung itu. Siwon memberikan isyarat kepada Kyuhyun mengenai gadis kecil itu dan dijawab gelengan kepala olehnya.

“Hey adik kecil dimana orang tuamu? Apa kau tersesat?” Siwon sedikit menundukan kepalanya dan menatap gadis kecil yang kini tengah mengayunkan kaki mungilnya.

“Annie~~” Jawabnya dengan gelegan kepala.

“Lalu kenapa kau sendirian, tidak takut di culik oeh?” Siwon mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Apa kalian terlihat seperti penculik?” Bingo. Pertanyaan bagus. Tentu saja mereka berdua tidak terlihat sebagai seorang penculik. Namun tetap saja terkadang penampilan akan sangat menipu.

Gadis cilik itu mengedipkan matanya, memandang Siwon dan Kyuhyun bergantian. “Adjussi ayo kita foto bersama.”

“Tidak mau.” Kyuhyun menjawab cepat.

“Kenapa? Takut kalau adjussi ini lebih suka aku?” Gadis kecil itu menunjuk Siwon membuat Kyuhyun membulatkan matanya. “Apa kalian menikah?”

Kembali Siwon dan Kyuhyun di buat membisu. Bagaimana bisa gadis kecil itu mengira mereka pasangan menikah. “Memangnya kenapa?” Siwon tersenyum dan mengelus rambut halus gadis kecil itu.

“Kalian seperti mommy and daddy, daddy juga suka membersihkan wajah mommy kalau mom makannya berantakan. Aku juga. Tapi kenapa adjussi tidak seperti mom atau temannya oppa yang suka ia cium?” Gadis kecil itu kini menatap Kyuhyun dengan mata jernihnya membuat Kyuhyun bingung harus menjawab bagaimana.

“Gadis kecil berhenti bertanya. Sekarang dimana mom and daddmu?” Siwon berjongkok di depan gadis kecil yang kini tersenyum lebar.

“Aku akan mengatakannya. Tapi kita harus foto dulu. Aku mau oppaku tau ada yang lebih tampan dari dia.”

“Baiklah.” Siwon mengambil kamera gadis kecil itu dan kembali keposisinya di samping gadis kecil itu. Setelah mengutak-atiknya sebentar Siwon mengarahkannya ke arah mereka bertiga.

Kyuhyun sempat menolak namun akhirnya ia menyerah setelah di tatap memohon oleh dua makhluk di sampingnya. Gadis kecil itu begitu senang, ia bahkan meminta Siwon memangkunya membuat Kyuhyun harus menggeser tubuhnya merapat ke Siwon. Tubuh tegang Kyuhyun begitu terlihat, Siwon tahu pemuda itu tidak nyaman dengan suasana saat ini.

“Rileks baby.” Siwon berbisik di telinga Kyuhyun dan memberikan Kyuhyun sebuah senyuman menenangkan. Hingga akhirnya Kyuhyun bisa kembali tersenyum.

“Gomawo adjussi.” Sebelum turun dari pangkuan Siwon dan megambil kameranya, gadis kecil itu mencium pipi Kyuhyun dan Siwon bergantian sebelum akhirnya ia berlari dengan riangnnya.

“Aku harap bisa bertemu dengannya lagi.” Siwon menyandarkan tubuhnya di kursi dan tersenyum menatap tubuh gadis kecil yang kini mulai menjauh. “Ne, aku juga. Dia sangat manis.” Kyuhyun pun mengikuti Siwon, ia tidak sadar dengan posisi duduk mereka saat ini yang begitu dekat.

“Ku harap jika anak kita perempuan akan secantik itu.”

“Ne, mwo?!” Siwon tertawa melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang terkejut menyadari ucapannya. “Aku ini pria hyung.” Kyuhyun hampir saja berteriak.

“Siapa tahu.” Siwon kembali tertawa melihat Kyuhyun yang kini memajukan bibirnya. Pemuda itu terlihat kesal dengan rona pink di wajahnya. “Habis ini kita ke apartementku.”

“Untuk apa? Aku sibuk?”

“Tentu saja kita buat anak.”

“Mwo?! Hyung!!!” Kali ini Kyuhyun benar-benar teriak. Ia baru saja akan melayangkan cubitannya namun Siwon sudah berlari meninggalkannya. Ia tidak mau pinggang sexynya merah karena cubitan maut kekasihnya.

.

.

.

Siwon mengerutkan alis melihat layar tab di depannya yang sedang di pegang Kyuhyun. Dengan perlahan membenarkan posisi duduknya yang saat ini bersandar pada headboard ranjang. Perlahan juga menarik tubuh Kyuhyun yang bersandar di dadanya. Malam ini seperti malam sebelumnya, mereka berdua menghabiskan waktu bersama dengan Kyuhyun yang sibuk menggerakan ibu jarinya pada layar yang tab menampilkan tokoh-tokoh aneh menurut Siwon. Tapi ia sama sekali tidak keberatan selama Kyuhyun dalam pelukannya.

“Baby, apa mereka lebih menyenangkan dari pada diriku?” Siwon mengeratkan pelukannya dipinggang Kyuhyun dan menyembunyikan wajahnya pada perpotongan leher Kyuhyun. Menghirup aroma vanilla yang membuatnya nyaman.

“Tentu saja hyung.” Kyuhyun menjawab datar dan singkat tanpa kehilangan fokus terhadap permainannya.

“Bagaimana jika kita bermain hal yang lebih menyenangkan.”

Kyuhyun tak merespon. Ia masih memfokuskan pandangnnya pada layar tab. Beberapa detik berikutnya ia sedikit berjengit. Bukan karena kalah karena ia sudah mem-pause permainannya melainkan karena sengatan pada kulit lehernya. Jantungnya berdebar kencang dan tubuhnya bergetar merasakan setiap sentuhan Siwon di tubuhnya.

Kyuhyun memejamkan mata. Tablet yang ia pegang kini terabaikan dan tergeletak di ranjang. Ia menumpukan kedua tangannya diatas tangan Siwon yang melingkari pinggangnya. Pria itu saat ini sedang mengecup lembut kulit leher Kyuhyun. Dan tindakannya sudah bisa membuat Kyuhyun lemas. Ia tidak mengerti mengapa sentuhan Siwon begitu melumpuhkannya. Walau pada awalnya ia masih merasa canggung namun Siwon selalu bisa membuatnya nyaman. Dan kini membuat Kyuhyun ketagihan.

Ranjang besar dengan selimut putih yang kini sudah berantakan itu berdenyit tanda ada pergerakan penghuninya. Dan entah bagaimana kini Siwon sudah berada di atas tubuh Kyuhyun. Kedua tangannya berada di samping pemuda manis itu, menahan tubuhnya agar tidak sepenuhnya menindih Kyuhyun.

“Kau begitu indah baby.” Kyuhyun membuka matanya saat merasakan helaan nafas hangat Siwon menerpa wajahnya. Jarak yang menyempit membuat Kyuhyun mampu melihat kedalam mata Siwon. Betapa ia mencintai pria diatasnya ini.

“Setidaknya kau tidak menyebutku cantik.” Kyuhyun tersenyum manis yang berujung menular kepada Siwon. “Apa aku sudah mengataknnya?” Siwon menaikan alis tanda bahwa ia tidak mengerti. “Aku mencintaimu.”

Kedua tangan Kyuhyun menyusup ke dalam leher Siwon dan melingkarinya. Dengan sedikit tarikan, bibir keduanya bertemu. Siwon yang terkejut beberpa detik segera sadar dan memiringkan kepalanya. Meraup lebih dalam bibir cherry Kyuhyun. Menyusup dan membelitkan lidahnya didalam mulut Kyuhyun. Siwon begitu menikmatinya. Beberapa kali ia sering membayangkannya. Ia sudah benar-benar gila. Dan Cho Kyuhyunlah penyebabnya.

“Hyung~~~” Siwon tertawa saat Kyuhyun memprotes tindakannya. Ia berungkali melepaskan bibir mereka lalu kembali mencium Kyuhyun. Namun Siwon akan langsung menjauhkan bibirnya saat Kyuhyun akan membalas ciumannya. Sepertinya pemuda itu juga sangat menyukai ciumannya. Siwon berbangga dalam hati.

“Jangan mempermainkanku.”

“Aigo. Lihatlah kau kini sudah tidak malu lagi.” Siwon menggoda Kyuhyun yang kini memalingkan wajah dan mengkerucutkan bibirnya. “Apa sekarang aku lebih menyenangkan?” Siwon menaikan alisnya dan menatap Kyuhyun dengan percaya diri.

“Jadi kau tidak suka jika aku bermain game?”

“Annie!” Siwon menjawab cepat melihat suara Kyuhyun yang tidak ada nada manjanya. Ia yang ingin menggoda pemuda dibawahnya itu, tapi kenapa justru Siwon yang merasa terintimidasi. “Sudah pernah kubilang menemanimu bermain game dengan kau dalam pelukanku adalah hal yang menyenangkan.”

“Jika hyung keberatan aku akan menguranginya sedikit.” Kyuhyun menarik tangan kanannya yang sejak tadi bertengger di leher Siwon. Ia menempelkan ibu jari dan telunjuknya membentuk sebuah lingkaran di depan wajah Siwon. “Tapi hanya sedikit.” Siwon tertawa melihat tingkah Kyuhyun yang menggemaskan. Ia menyingkir dari tubuh Kyuhyun dan berbaring di sampingnya.

Kyuhyun kesal karena Siwon terus mentertawakannya. Ia kini bangun dan menumpukan tubuhnya pada dada bidang Siwon. “Berhenti tertawa Choi Siwon.” Kyuhyun mencubit kedua pipi Siwon dan menariknya kesegala arah.

“Apphoh babyh.”

“Rasakan.”

“Cukup! Kita lanjutkan yang tadi.” Siwon memegang kedua tangan Kyuhyun dan menarik tubuh pemuda itu agar wajahnya sejajar dengan wajahnya.

“Aku tidak mau.”

“Benarkah? Ya sudah. Aku punya calon tunangan yang bersedia ku cium.” Kyuhyun membulatkan mata.

“Mwo?! Berani kau melakukannya aku akan menjahit lesung pipimu ini sampai kau tidak bisa tersenyum sama sekali.” Kyuhyun menunjuk-nunjuk lesung pipi Siwon membuat pria itu kembali tertawa.

Saat ini adalah hal yang paling membahagiakan bagi Siwon dan Kyuhyun. Siwon sangat menyukai sikap manja Kyuhyun yang hanya akan ia tunjukan kepada dirinya. Pemuda itu memang terlihat kaku dan dingin terhadap orang lain namun benar apa yang di katakan Jinra bahwa Kyuhyun akan sangat menyenangkan jika ia sudah merasa nyaman. Sifat-sifatnya yang tidak terlihat sebelumnya akan sangat mengejutkan. Dan Siwon menyukainya.

“Hyung, kau tau ada apa dengan nunna?”

Siwon mengerutkan alis. “Memangnya ada apa?”

“Annie. Dia hannya bertanya apa yang kita lakukan saat mereka bermain.”

“Lalu?”

“Aku hanya menjawab kalau kita hanya duduk di kursi taman.” Kyuhyun menundukan wajahnya dan memainkan kancing kaos Siwon. “Apa menurutmu nunna mengetahui sesuatu? Sikapnya agak aneh.”

“Tenanglah.” Siwon mengusap-usap punggung Kyuhyun mencoba menenangkan pemuda itu. “Mungkin Jinra hanya merasa khawatir.”

“Nunna akan sangat membenciku jika ia tahu tentang kita.”

“Tidak mungkin. Ia sangat menyayangimu, ia hanya akan memarahimu.” Kyuhyun ingin mempercayai ucapan Siwon namun entahlah perasaannya mengatakan bahwa ini tidak akan semudah yang mereka pikirkan.

“Sudahlah baby, apapun yang terjadi akan kita hadapi bersama.” Siwon menarik tubuh Kyuhyun kedalam pelukannya. Mencoba memberikan kehangatan dan ketenangan yang ternyata efektif.

.

.

.

Jinra memandang layar ponselnya dengan bingung. Ia sudah berkali-kali menghubungi Kyuhyun namun adiknya itu sama sekali tidak menjawabnya. Bukan hanya ponsel Kyunyun, Siwon juga sangat sulit di hubungi. Ia sudah menelpon kerumah keluarga Choi namun Heerin bilang sudah beberapa hari kakaknya itu tidak tidur di rumah. Jinra sendiri baru tahu kalau Siwon mempunyai sebuah apartement.

Apa mereka sedang bersama? Kalimat itu terus berulang dalam benak Jinra. Ia melangkah ke balkon kamarnya dan memandang balkon kamar Kyuhyun yang gelap. Sudah beberapa kali adiknya itu tidak pulang dan memilih tidur dirumah temannya. Setidaknya itulah yang Kyuhyun katakan. Namun sepertinya ia mulai tahu siapa teman yang Kyuhyun maksud. Jinra menghela nafas. Ia kembali teringat dengan kejadian beberapa hari lalu yang membuatnya kembali berpikir ada sesuatu antara adiknya dan Siwon.

“Aigo. Itu tidak mungkin. Kau harus percaya adikmu Jinra.” Jinra terus mengucapkan kalimat tersebut seperti mantra. Namun tetap saja jauh disudut hatinya ada keresahan. Dan itu bukan terjadi baru-baru ini saja namun sejak hubungan Siwon dan Kyuhyun membaik. Jinra memukul dadanya pelan ada sesak entah karena apa. Namun yang pasti sepertinya akan sangat menyakitkan.

***

“Jinra-ssi?” Jinra menoleh menatap seorang wanita didepannya. Ia menundukan kepalanya sejenak dan mengulurkan tangannya. “Ne. Senang bertemu dengan anda Dahee-ssi. Boleh ku panggil oenni?” Wanita itu mengangguk.

“Tentu saja. Silahkan duduk.” Wanita itu mengiring Jinra ke sebuah ruangan. “Kau ingin minum apa?”

“Apa saja.” Jinra tersenyum melihat punggung Dahee yang menghilang dibalik ruangan lain.

Saat ini ia sedang berada dirumah Dahee. Wanita itu adalah temannya teman Jinra yang akan menjual sebuah banguna di daerah gangnam. Jinra berencana membuat sebuah kafe di tempat tersebut. Untuk itulah ia datang hari ini, berbicara langsung dengan sang pemilik. Jinra bisa saja meminta orang-orang appanya namun ia lebih senang mengerjakannya sendiri.

“Oenni. Lihat mommy?”

Jinra menoleh menatap seorang gadis kecil yang menghampirinya. Pasti anaknya Dahee. “Hai, siapa namamu? Mommymu sedang kedapur.”

“Aku Jinka oenni.” Jawab gadis kecil itu. Ia meletakan tablet yang ia bawa di atas meja dan naik ke kursi untuk duduk.

“Wah nama kita hampir mirip.” Gadis kecil itu tidak merespon ucapan Jinra. Ia sudah sibuk mengeser-geser layar tabnya dengan telunjuknya yang lucu.

“Oh. Kau juga pergi ke taman hiburan? Oenni juga kesana beberapa hari lalu.” Ucap Jinra saat melihat Jinka sedang melihat foto-foto liburannya.

“Benarkah? Apa oenni juga bertemu adjussi tampan?”

“Adjussi tampan?” Jinka mengangguk dan mempercepat gerakan telunjuknya.

“Sebentar aku tunjukan.” Gadis kecil itu terus mempercepat gerakan telunjuknya hingga berhenti pada sebuah foto yang sangat Jinra kenal objeknya. “Ah ini. Lihatlah oenni adjussi ini tampan kan?”

Jinra menatap foto yang menampilkan wajah Siwon dan Kyuhyun yang terkejut. Sepertinya Jinka mengambilnya tanpa saat mereka tidak siap. Namun bukan itu yang Jinra pikirkan melainkan tubuh Siwon yang condong ke arah Kyuhyun yang bersandar di kursi dengan ice cream di tangannya.

“Lihat ini Jinka bersama adjussi tampan.”

Jinka menujukan fotonya yang duduk diapit Siwon dan Kyuhyun. Siwon terlihat senang namun adiknya terlihat tidak nyaman. Jinra mengetahuinya dari senyum yang Kyuhyun tampilkan. Foto berikutnya adalah saat Jinka dalam pangkuan Siwon. Kali ini Jinra melihat Kyuhyun tersenyum tulus terlihat dari sinar dimatanya. Namun ada hal lain yang membuat Jinra tertarik. Tangan Siwon yang melingkar di pinggang Kyuhyun. Bukankah seharusnya ia menjaga tubuh Jinka dalam pangkuannya. Pertanyaan-pertanyaan lain mulai muncul.

“Loh Jinka main disini? Di dalam saja ne, mom sedang ada tamu.” Belum sempat Jinra menguraikan pertanyaan-pertanyaannya Dahee datang dan mengelus sayang rambut putrinya.

“Annie mom, aku hanya ingin bertanya. Adjussi ini.” Jinka menunjuk foto Siwon dan Kyuhun bergantian. “Seperti mom and dad, apa itu boleh? Dad itu pria dan mom wanita. Tapi adjussi ini keduanya pria.”

“Maksudmu apa sayang?” Dahee menatap Jinra mencoba bertanya kenapa putrinya bertanya hal aneh seperti itu. Namun Jinra menggeleng, ia sama penasarannya dengan Jinka saat ini.

“Adjussi ini.” Jinka menunjuk Siwon. “Sama seperti daddy yang suka membersihkan mulut mom jika mom makan berantakan. Ia juga menatap adjussi ini.” Kali ini Jinka menunjuk Kyuhyun. ” Sama seperti dadd menatap mom. Apa boleh seperti itu? Aku tanya apa mereka menikah tapi adjussi tampan tidak menjawabnya.”

Jinra menahan nafas. Benarkah. Tapi bisa saja Jinka hanya menganggap apa yang dilihatnya sama seperti orang tuanya. Bukan karena gadis kecil itu melihat apa yang selama ini tidak ia lihat. Ya seperti itu. Jinka berkata seperti itu karena Siwon dan Kyuhyun melakukan hal yang sama seperti mommy and daddynya. Itulah mengapa ia bisa berkata Siwon dan Kyuhyun menikah. Tapi kenapa anak sekecil Jinka bisa berpikir hal seperti itu. Orang dewasa sepertinya saja tidak berpikir sampai sejauh itu. Atau karena selama ini ia menutup mata.

“Sayang, kau tidak boleh berpikir seperti itu. Adjussi itu hanya kakak dan adik yang seling menyanyangi. Sekarang masuklah ke kamarmu dan main disana.” Jinka mengangguk dan berlari kekamarnya. “Maafkan Jinka, Jinra-ssi, ia memang sedikit berbeda dengan anak-anak lain.” Dahee meletak segelas orange juice dan beberapa kue kecil di depan Jinra. “Minumlah.” Jinra mengangguk dan tersenyum. “Tapi aku heran apa kini pasangan gay sudah terang-terangan mengenai hubungan mereka.”

“Ne?” Jinra tidak mengerti apa yang di katakan Jinra.

“Kau tidak melihatnya?” Jinra masih menatap Dahee bingung. Rasanya saat ini ia berharap telinganya tuli sehingga tidak perlu mendengar apa yang akan dikatakan Dahee. “Jelas sekali mereka punya sesuatu. Jinka saja bisa melihatnya. Anak itu terkadang sangat peka melebihi anak-anak seusianya. Itu sedikit membuatku kewalahan. Bagaimana mungkin aku menjelaskan mengenai hubungan sesama jenis.”

Jinra memejamkan mata. Ia sudah tidak fokus saat Dahee menjelaskan mengapa ia menjual bangunan yang sangat strategis itu. Pikiran Jinra terfokus pada Siwon dan Kyuhyun. Tidak mungkin. Dahee dan Jinka pasti salah. Adiknya tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Ya. Jinra percaya dengan Kyuhyun tapi ia tidak mempercayai dirinya sendiri.

.

.

.

“Apartement siapa ini?”

“Siwon oppa.”

“Jadi kau mengajaku pagi-pagi hanya untuk ke apartement Siwon? Ku pikir kita akan kencan.”

“Aish.” Heerin memandang pria tinggi di depannya. Saat ini ia dan Heechul sedang berada didepan sebuah apartement. Apartement Siwon tepatnya. Ummanya menyuruhnya mengirimkan sarapan. “Aku tidak mengajakmu, kau sendiri yang memaksa ikut. Sekarang tekan belnya.”

“Kenapa tidak kau buka saja pintunya? Kau tidak tau passwordnya?”

“Kalau aku tahu aku tidak akan menyuruhmu menekan bellnya Heechul-ssi.” Heechul menatap kesal gadis di sampingnya kemudian menelan bell yang berada di dekat tombol password. Lama pintu itu tidak terbuka sampai akhirnya sesosok pria tampan dengan wajah baru bangun tidur berdiri di depan pintu yang terbuka.

“Untuk apa pagi-pagi kalian kesini.” Ucap Siwon yang memberikan jalan agar Heerin dan Heechul bisa masuk.

“Ini sudah Siang tuan Choi.” Jawab Heechul. Ia memperhatikan apartement Siwon. “Tempat yang bagus.”

“Umma menyuruhku membawakan sarapan oppa. Ia sepertinya merindukan sarapan bersamamu.” Jinra meletakan kotak makan yang ia bawa ke meja makan yang tidak jauh dari pintu masuk.

Siwon hanya berguman dan beralih ke kulkas mengambil segelas air dan menenggaknya. “Oh. Kupikir kalian mau menumpang kencan di sini.”

“Mwo?! Maksud oppa aku dan pria tua ini?” Heerin menunjuk Heechul yang tenang duduk di kursi ruang makan mini itu.

“Aku tidak tua Heerin-ah, hanya sudah matang untuk bisa menjagamu.” Heechul mengedipkan matanya pada Heerin. Sementara Siwon hanye memutar mata melihat mereka yang kini sedang perang mata.

“Siapa yang datang hyung?”

Ketiga pasang mata itu menoleh menatap sosok pemuda dengan piyama berwarna hijau. Rambutnya yang berantakan menandakan ia baru bangun tidur. Siwon yang terlebih dahulu sadar melihat reakai Heerin dan Heechul yang masih menatap Kyuhyun bingung. Kyuhyun sendiri saat ini ingin mengubur dirinya ke dalam lapisan tanah terakhir. Bagaimana jika mereka berpikir hal yang aneh-aneh.

“Kyu kau menginap disini?” Heechullah yang pertama membuka suaranya. Dan kyuhyun hanya tersenyum kaku membalasnya. Ia menarik kursi dan duduk di samping pria itu. Kyuhyun sedikit menoleh kearah Siwon yang seolah mengatakan bahwa ia juga tidak tahu.

“Ne, hyung. Kalian sendiri?” Kyuhyun memberanikan menatap Heerin yang masih tidak melepaskan pandangannya dari Kyuhyun.

“Ya! Rin-ah, jangan menatap Kyuhyun seperti seorang istri yang memergoki selingkuhan suaminya.”

“Berisik kau Kim Heechul.”

“Kau tidak ada sopan-sopannya.”

Heerin menarik kursi dan duduk di depan Kyuhyun sementara Siwon hanya melipat kedua tangannya dan bersandar di meja bar mini. Kyuhyun mencoba tenang dan tersenyum ke arah Jinra. Dan beruntung gadis itu membalasnya.

“Apa semalam Siwon oppa mabuk lagi?”

“Ne?” Kyuhyun tak mengerti arah pembicaraan Heerin. Ia melirik kearah Siwon yang hanya mengangkat bahu. Awas saja kau Choi Siwon.

“Waktu itu aku melihatmu membawa Siwon oppa Kyunnie. Saat ia mabuk.”

“Oh. Itu. Ne aku tidak sengaja bertemu dengannya. Semalam kami sedikit minum dan karena tidak ingin umma khawatir aku memutuskan untuk menginap.”

Bagus. Kyuhyun kau sepertinya sudah mulai pandai mengarang cerita. Jinra mengangguk-anggukan kepalanya. Ia bermaksud melewatkan hal ini dan menganggapnya hal biasa namun lagi-lagi suara Kim Heechul membuatnya berpikir ulang kenapa Kyuhyun bisa ada di apartement oppanya.

“Ada apa dengan lehermu Kyu? Siwon tidak menyerangmukan?” Heechul tertawa sementara Kyuhyun kembali ingin mengubur dirinya. Ia memeluk lehernya sendiri hal yang tidak luput dari pandangan mata Heerin

“Sudahlah. Berhenti membuat Kyuhyun seperti pencuri.” Siwon menatap Kyuhyun sebentar. “Kyu mandilah. Ku antar kau pulang.” Kyuhyun mengangguk dan segera masuk kembali ke kamar Siwon.

“Aku juga akan pulang oppa. Jangan lupa untuk memakan makanannya.” Heerin berdiri dan bersiap untuk meninggalkan ruangan itu namun melihat Heechul yang masih betah duduk ditempatnya ia menghela nafas. “Heechul oppa bisa kau mengantarku?”

“Tunggu di mobil, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kakakmu.” Heerin mengangkat bahu. Lalu segera pamit dan keluar.

.

.

.

“Apa yang kau pikirkan?” Heechul menatap sekilas Heerin yang duduk diam di sampingnya sebelum kembali fokus pada jalanan di depannya. Sejak dari apartement Siwon gadis itu hanya diam saja. Padahal biasanya ia akan memprotes apapun.

“Kau sendiri apa yang kau pikirkan oppa?” Heechul kembali melirik Heerin yang kini menatapnya. Pembicaraannya dengan Siwon tadi bukan sesuatu yang mudah diberitahukan kepada orang lain terutama Heerin.

“Aku sedang memikirkan bagaimana mendapat ijin tuan dan nyonya Choi untuk melamarmu.”

“Aish. Aku serius Kim Heechul.”

“Kau pikir selama ini aku bercanda?” Heerin mengalihkan tatapannya dari Heechul. Nada tegas yang jarang sekali di kelauarkannya membuat Heerin diam.

Heerin bukannya tidak tahu bagaimana perasaan sahabat oppanya itu kepadanya. Hanya saja saat ini Heerin hanya nyaman berada di samping Heechul sebagai adik. Lagipula selama ini ia tidak pernah memberi harapan apapun kepada Heechul. Pria itu saja yang tingkat kepercayaan dirinya terlalu tinggi.

“Percayalah pada Siwon.” Heerin kembali menatap Heechul yang fokus dibalik kemudinya. “Apapun yang ia katakan nanti, tetaplah bersamanya. Karena kaulah satu-satunya tempat ia mengadu saat orang-orang mungkin saja akan menghakiminya.”

Entahlah mendengat perkataan Heechul membuat Heerin semakin yakin dengan apa yang dipikirkannya. Awalnya ia mengabaikannya karena mana mungkin hanya sekali lihat ia bisa beranggapan bahwa oppanya dan Kyuhyun memiliki hubungan lain selain adik-kakak atau sahabat. Ya. Heerin hanya akan mempercayai oppanya.

“Jangan tekuk bibirmu seprti itu, kau sengaja menggodaku untuk menciummu?”

“Mwo?!”

“Yaks! Choi Heerin hentikan aku sedang menyetir. Kau ingin sekali mati bersamamu.”

“Oppa kenapa kau sangat menyebalkan.”

“Annie aku menyayangimu.”

.

.

.

“Jangan terlalu memikirkannya.” Siwon memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun dan menggenggam tangan kekasihnya. Sejak dari apartement sampai mereka tiba di dekat kediaman keluarga Cho. Kyuhyun lebih banyak diam. Sepertinya pemuda itu begitu terkejut menghadapi Heerin hari ini. Di tambah kini seniornya Kim Heechul mengetahui hubungan tidak biasanya dengan Siwon.

“Ne. Hyung juga jangan khawatir istirahatlah yang cukup. Kajja aku akan masuk.” Kyuhyun baru saja akan membuka pintu mobil namun di tahan oleh Siwon. Ia kembali menatap wajah Siwon yang kini tersenyum lembut kepadanya.

“Aku mencintaimu.” Dengan cepat Siwon mencondongkan tubuhnya dan mencium bibir Kyuhyun dalam. “Masuklah, nanti ku telpon.” Lanjut Siwon setelah ia kembali keposisinya dibalik kemudi. Kyuhyun hanya tersenyum untuk membalasnya seperti itulah Kyuhyun saat sesuatu mengganggu pikirannya.

“Hati-hati hyung. Saranghae.” Ucap Kyuhyun sesaat sebelum mobil Siwon bergerak menjauh. Ia menghela nafas lalu berjalan masuk kedalam rumahnya.

***

Jinra menyandarkan tubuhnya pada dinding pagar rumahnya yang tidak jauh dari pintu masuk. Dari tempatnya juga tidak terlalu sulit untuk mengetahui bahwa Kyuhyun baru saja keluar dari mobil Siwon. Jadi benar mereka bersama. Jinra mungkin akan berpikir bahwa Siwon tidak sengaja bertemu dengan adiknya dan mengantarkannya, kalau saja Heerin tidak memberitahukan bahwa ia bertemu adiknya di apartement Siwon.

Bukannya Kyuhyun bilang akan menginap di rumah temannya. Jika itu Siwon mengapa tidak langsung mengatakannya saja. Apa sebenarnya Kyuhyun memang tidak ingin ia tahu bahwa adiknya menginap dirumah tunangannya. Calon tunangan. Mungkin Kyuhyun berubah pikiran semalam, ia memutuskan untuk menginap di rumah Siwon. Ya. Jinra meyakinkan bahwa itu adalah hal yang bisa saja terjadi. Mengabaikan bisikan-bisikan lain yang memenuhi pikirannya. Tapi kenapa ada sesak lain menghimpit perasaannya dan Jinra takut jika kedepannya rasa ini semakin terasa dan ia tidak bisa menahannya.

.

.

.

.

Note:

Annyeong akhirnya setelah beberapa lama gak update saya bisa update juga… ini ada masa dimana saya kesulitan menghubungkan take 5 ke take 7… karena take 7 akan mulai konflik… tapi akhirnya kelar juga… maaf kalo kesannya maksa… huhuhu saya berusaha ngetik di tengan fisik yg sedang kurang fit…

Tapi saya senang karena aktifnya reader wkc sekarang…. *tebar konfeti”

Thanks~~~ buat semua yang suda koments baik di ff ini maupun ff lain…

Tulisan kalian jadi salah satu semangat… *bow*

Last but not least

See u next time and keep spreading WonKyu love !!!

Annyeong~~~ ^^

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

62 thoughts on “Circle of Love – Take 6

  1. omaigat.. omaigat.. omaigat..
    Jinra sebenernya tau cuma dia menghalau pikirannya terus terussan.

    dan Heechul, dia bijak banget deh. aku suka.

  2. jinra kayany uda mulai curiga deh ama hbungan wonkyu…
    trus bgaimna nasib kyu klau jinra tau ada hubungan spesial antra wonkyu,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s