Posted in BL, Genre, Hurt, Romance, WonKyu Story

My Real Choi, My Real Love – Part 1

image

My Real Choi, My Real Love
[WONKYU VERSION]

.

Author : Ojin. Waktu dulu pakek nama SoJinKey wkwkwkw.. Tapi untuk sekarang, panggil Ojin aja cukup. Di Facebook, ada juga yang manggil Ojin itu ‘Boo’. Boojin lebih tepatnya 🙂

Cats : WonKyu, ada yang nyempil entar deh baca.. wkwkwkwk xD

Rate : Aman untuk anak 15 tahun, alias Teen xD

Genre : Romance, Hurt—Bisa jadi bisa jadi–

Lenght : Vignette… cuma sekitaran 1000 word ^^

Disclimer : Dengan bangga Ojin mengaku ini karya Ojin 😀 Pernah di post di blog/punya Ojin/ dengan cast berbeda ( Ini awalnya Straight, Ojin rombak jadi Yaoi dan beberapa kalimat ada yang Ojin ubah/Hohoohoho demi keselarasan cerita soalnya Ojin buat ini jaman bahenol :v Beberapa kata yang sulit diterima nalar, Ojin ganti*doubleSlap*
Warning : Dilarang bashing membashing yak 😀 Kritik saran diterima 🙂 INI YAOI ALIAS BOYS LOVE. Yang kurang demen sama YAOI WONKYU, mending baca yang Genderswitch aja oke? Buat reader baru, selamat datang di WKC 😀

.
.
.
.
.

Aku harus bagaimana?

Bolehkah kupaksa?

Rasa ini sudah meluap begitu banyak.

Tumpah… hatiku sudah tidak kuat untuk menampungnya. Apa kau tau? Kurasa tidak.. benarkan? Kau ingin tau? Kuberitau pun, kau akan tetap menolakku. Bukan begitu? Bagaimana kau mau menerima hati ini, jika pada akhirnya kau tetap menganggapku sebagai adikmu saja?

Akan aku coba..

Walaupun berat…

.
.
.

“Hyung”

“Hmm?”

“Berhenti menggigit kukumu seperti itu menjijikan!” tegurku sangar. Kelakuannya sudah seperti anak SD saja. Bukannya berhenti, dia malah semakin gemas menggigit-gigit kuku jempolnya.

“Aish~ kau ini cerewet sekali. Tunggu hyung sebentar saja ne?”Ia menoleh ke arahku, membentaku dengan tidak elitnya. Bisa dibayangkan? Kami bersembunyi dibawah atap bugenvil, tepat di pintu pagar sebuah rumah megah.

“Tidak mau! Hyung kan sudah janji pada eomma untuk mengantarku pulang ke sekolah tiap hari. Tujuannya supaya aku sampai rumah dengan selamat. Sekarang? Apa yang kau lakukan? Kulaporkan pada eomma—“

“Ssssstttt” Jari telunjuk kanannya melekat erat dibibirku. Mengunci gerak bibirku, menghilangkan semua kata-kata yang ingin kusumpah serapahkan ke namja ini. Choi Yunho. Hyungku.. ani, maksudku bukan arti hyung sebenarnya. Dia tetangga di samping rumahku. Baginya aku tidak lebih dari sekedar donsaeng yang harus dia jaga karena ultimatum dari eomma dan appaku. Donsaeng manis, yang harus menuruti segala perintah sang ‘hyung’.

Aku hanya seorang donsaeng untuknya.

Kau tahu hyung? Aku menganggap kau lebih dari sekedar hyung untukku.

“Hyung, sebenarnya apa yang kau cari? Kau menunggu siapa? Mengintip rumah orang sembarangan seperti ini. Kau mau kita dikira maling?” Menoyor kepala Yunho pelan. Walau pukulan ku tidak keras sama sekali, dia dengan berlebihannya tetap protes tidak setuju atas apa yang kulakukan padanya dengan bersuara ‘aduh’ pelan.

Matanya yang memicing tajam ke arahku tadi seketika tergantikan oleh tatapan memuja. Kedua matanya menyiratkan kelembutan yang tidak pernah aku lihat sama sekali sebelumnya.

“Dia keluar”

Dia?

Siapa?

Siapa yang dia maksud? Namja cantik di jendela itu kah? Rambut pendek kira-kira sebahu, yang dikuncir kuda. Piyama putih halus membungkus tubuh mungilnya. Menguap pelan, meregangkan otot-otonya dengan meliuk-liukan pinggulnya. Baru bangun kah? Yang benar saja.. Masa sudah siang begini dia baru bangun. Rajin sekali.

“Namja itu manis kan?” tanya Yunho pelan.

Pertanyaan itu untukku kah? Senyum dibibir Yunho terus merekah cerah. Kedua matanya tampak masih fokus melihat namja di jendela lantai dua rumah ini. Sebenarnya ini rumah siapa aku juga tidak tau. Rumah yang sangat cantik dan elegan. Halamannya asri, rumput-rumput hijau yang bisa aku lihat dari celah-celah lubang pagar menandakan rumah ini pasti sangat terawat.

“Joongie neomu yaeppo” Bisikan Yunho yang masih dapat kudengar walau samar membuat hatiku seakan dirajam seribu jarum. Kulihat dia masih saja menggunakan kedua matanya itu, untuk melihati sosok pujaanya di jendela sana.

Jatuh cintakah kau padanya hyung?

Tidak lihatkah ada aku disini?

Aku namja yang begitu mengharapkan sosok dirimu. Aku namja yang begitu menginginkan kau selalu senantiasa disampingku. Aku namja yang sangat sangat sangat menyukaimu lebih dari seorang ‘adik’ ke ‘kakak’ pada umumnya. Tidak bisakah kau rasakan?

“Hyung, aku pulang sendiri saja” Aku tidak tau dia mendengar perkataanku atau tidak. Aku sudah muak melihat senyum itu. Mata berbinar itu. Perasaan yang sangat jelas terasa oleh hatiku. Perasaan yang bukan untukku. Semuanya.. bukan untukku.

Kulangkahkan kedua kaki ini untuk beranjak meninggalkannya yang masih sibuk mengintip seorang namja. Namja cantik yang jelas disukai oleh namja yang aku sukai. Sayang sekali aku tidak terlahir menjadi namja itu. Kalau aku terlahir menjadi namja cantik itu, aku pasti sangat bahagia. Perasaan sakit ini tidak mungkin aku rasakan.
.
.
.

Sampai di halte, aku bingung harus melakukan apa. Beberapa bis lewat begitu saja tanpa berniat untuk kumasuki satu pun. Aku hanya ingin menyendiri sebentar saja. Menyendiri? Dijalan raya begini apa mungkin bisa dikatakan menyendiri? Hiruk pikuk aktifitas manusia disekitarku terdengar hanya sebatas seperti berita di televisi. Tidak kuhiraukan sama sekali. Pikiranku masih larut akan satu namja micho yang sudah membuatku sebegini sakitnya.

Bahuku merosot turun. Menghembuskan napas kencang, berharap beban dihatiku sidikit terangkat.

Matahari mulai menghilang dari peradaban. Sebentar lagi malam, entah sudah berapa lama aku melamun disini. Kejadian tadi masih saja tidak bisa menghilang dari pikiranku. Membayangkan kedua mata itu lagi. Kedua mata yang melahirkan tatapan memuja dan sarat akan kelembutan. Sakitnya, tatapan itu jelas bukan untukku.

“Masih mengharapkan namja buruk itu?”suara husky terdengar menggelitik kupingku.

“Hyung..” Mataku melotot karena kaget akan kehadirannya yang entah sejak kapan duduk bersamaku dihalte. Tepat disamping kananku. Kenapa aku tidak menyadarinya sama sekali?

“Aku lebih baik dari dia. Aku lebih tampan. Aku lebih putih. Aku lebih berkarisma. Aku tidak bodoh seperti dia”Namja disebelahku ini mencerocos tiada henti. Membanggakan diri sendiri begitu angkuhnya. Apa maksudnya mengatakan dirinya lebih putih? Aigo~

“Apa sudah cukup hyung? Kau mengganggap dirimu sempurna? Begitukah hyung?” Hanya rambutnya yang menjadi perbedaan. Seandainya rambut mereka sama-sama hitam, dan dimple itu… Aku pasti sudah mengira dia Yunho hyung. Tapi nyatanya…

“Aku bisa memberikan apa yang tidak bisa dia berikan padamu. Aku menyukaimu.. ani maksudku, aku mencintaimu sangaaaat mencintaimu. Aku tidak akan pernah bosan mengatakan ‘saranghae’ padamu.”

“Maksud hyung, hyung akan mengabulkan apa yang aku minta begitu? Membelikan kalung mewah.. shopping setiap hari? Aku bukan namja matre hyung. Tawarkan itu pada salah satu fans mu saja, kurasa pati banyak yang berminat”ujarku dengan nada ketus yang begitu kentara.

Dia mengerutkan dahinya. Terlihat kesal dengan ucapanku.

“Aish namja bodoh! Aku akan memberikan apa yang tidak bisa Yunho berikan padamu.. Cinta.. pabbo!” Dia mencubit sebelah pipi ku gemas. Kemudian mengelusnya penuh sayang. Dimplenya terlihat begitu manis, saat dia tersenyum lembut padaku.

“Aku akan menghilangkan sakit hatimu. Aku akan membuatmu berpaling padaku dan aku akan membuatmu tergila-gila padaku” ucapnya penuh dengan rasa percaya diri. Senyum miring yang terkesan evil, dan tidak lupa ia mengedipkan sebelah matanya. Menggodaku. Kurasakan kedua pipi ku memanas. Malu dengan perlakuan tiba-tibanya, yang meraih tangan kananku dan mengecup punggung tanganku manis.

“Lihat saja nanti, tunggu waktu dan tanggal mainnya my baby Kyu. Kau juga akan mencintaiku seperti aku yang sangaatttt mencintaimu. Dan melenyapkan seorang Choi Yunho dari hatimu.” Dia menarik tanganku, menggiringku bangun dari tempat duduk halte yang sudah berjam-jam aku duduki. Bahkan pantatku terasa panas sekarang.

Berjalan beriringan. Punggungnya tampak kokoh dari belakang. Rambut gadingnya memang membuat dia tampan. Postur tubuhnya seperti atlit. Pantas saja di luar sana banyak yang mengagung-agungkannya.

Bisakah aku menyukai namja ini Ya Tuhan?

Choi Siwon,

Saudara kembar Choi Yunho.

Aish! Wajah kembar mereka selalu membuatku pangling. Bahkan hatiku sekarang dibuat pangling juga.

Choi Siwon, aku tunggu janjimu untuk membuatku jatuh cinta padamu.

Bawa aku pergi dari rasa sakit ini.

Perkenalkan aku dunia baru.

Dunia yang sarat akan seseorang yang tulus mencintaiku.

Dunia yang hanya berporos padamu.

Dunia yang membuat aku betah untuk senantiasa bersamamu.

Dunia yang hanya ada rasa membuncah dan berdebar-debar hanya untukmu, Choi Siwon…
.
.
.
.
.
.
E.N.D,
Eh, TBC maksudnya ● 3●
.
.
.
.
Ojin’s note : Hi~ Ojin balik lagi.. Bawa vignette awalnya. Ada lanjutan kok ^_^#Kalo mau :p# Ketebak kah pas awal kalo Yunho sama Siwon kembar??? Behahahaha~ Untuk keperluan cerita, Marga Yunnie bear diubah ne 🙂 Tapi tetep WonKyu kok jadi cast utama#ya yalah xD# Ada YunJae!eits~ cuma sikit tapi.. Oahahahaha#digaplok# Sampai jumpa di epep ojin yang laen~ Kritik saran diterima ^_^ Salam WonKyu Shipper!!

Advertisements

32 thoughts on “My Real Choi, My Real Love – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s