Posted in BL, Genre, Romance, WonKyu Story

Love Fight ! – Never Give Up Kyu !

image

LOVE FIGHT!
“NEVER GIVE UP KYU!”

Judul : LOVE FIGHT–NEVER GIVE UP KYU!
Author : Ojin
Cast : Tentu saja kopel fenomenal kita yang unyu2.. Hohohoho.. WONKYU
Rate : T Atau K? -“-
Genre : Romance abal ._.v
Disclimer : Dengan berbangga hati Ojin mengatakan, Epep ini murni hasil karya Ojin yah ceman-ceman :3
.
.
.
.
.

Bunyi katak saling bersahutan. Bau lembab tanah yang baru saja dibasahi oleh gerimis begitu kentara dalam penciuman. Kendati gerimis itu bisa membuat pakaian yang dikenakan namja manis yang masih betah bermain ayunan sedari tadi itu menjadi basah, namun tak ada tanda-tandanya namja berambut hitam itu akan beranjak pergi. Mencari keteduhan dibalik gerimis yang membawa hawa dingin ikut bersamanya, misalnya?? Kau akan sakit tesoro~

Jaket baby tery yang dia kenakan tampak basah. Rambutnya pun lepek. Mungkin ia satu-satunya orang yang berada di taman dekat perumahan elit itu. Kedua matanya memancarkan kekosongan, entah apa yang ia lamunkan. Kepalanya ia sandarkan ke besi ayunan. Ayunan bergerak-gerak mengikuti irama kaki namja itu.

“Hah…” uap tampak mengepul keluar dari bibir mungil namja itu. Sedikit gemetar, pasti kedinginan. Merenung-lagi-

“Choi Siwon dasar kuda!” namja itu mengumpat tiba-tiba. Terlihat kesal dan nada tak terima tersirat jelas dari cara bicaranya.

“Bagaimana Kibum bisa menjadi sekretaris osis semudah itu?” Memasukkan kedua tangan kurusnya ke dalam saku jaketnya. Laju ayunan ia hentikan menggunakan kedua kakinya yang tampak kecil seperti batang pohon cemara muda. Tampak rapuh, sekali pandang maka kau akan berpikir dua kali untuk sekedar menyentuhnya.

“Bahkan Kyu sudah memenuhi semua persyaratan bodoh dan memalukan itu. Tapi kenapa justru Kibum yang mendapatkan pangkat sebagai sekretaris osis? Cih! Perjuangan Kyu menjadi babu selama dua minggu sia-sia saja. Kenapa orang-orang selalu bersikap tak adil pada Kyu! Bahkan si kuda bodoh itu! Kyu benci kuda!” Kristal bening menetes dari kedua pipi pucatnya. Rasa kesal yang membuncah, tidak bisa ditahan lagi menyebabkan aliran sungai kecil itu terus mengalir dengan derasnya.

Sebenarnya dia tidak mau menangis. Menangis berarti pecundang. Menangis berarti kalah. Sudah dia tanam kuat-kuat pikiran itu dalam benaknya. Tapi apa daya, hatinya begitu sakit mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Jika saja waktu pulang sekolah tadi, ia tidak sengaja mencuri dengar percakapan antara Siwon dan Kibum, mungkin hatinya tidak akan sesakit ini, tidak akan seperih ini. Belum lagi sikap teman-teman sekelasnya yang menjengkelkan, semakin membuat hatinya dirundung malang.

“Choi Siwon bodoh! Choi Siwon jelek! Kyu membenci mu! Sangat.. membencimu!” Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan mungilnya. Berusaha meredam tangis, dalam luka.

Tidak. Dia tidak boleh menangis. Dia harus membuktikan bahwa dia bisa. Pasti! Dirinya lebih hebat dadipada Kibum. Dirinya lebih berjuang keras. Tiba-tiba dia ingat perkataan sang bunda kemarin. Bahwa segala sesuatu yang ingin kita raih harus dibarengi dengan usaha. Walaupun kau gagal hari ini, esok masih bisa kau coba. Tetap tuangkan semangat dalam setiap usahamu. Diimbangi dengan kesabaran pasti akan tercapai. Ya… pasti bisa. Dirinya pasti bisa.Jangan mau kalah oleh Kibum namja jadi-jadian yang diam-diam juga mengincar Siwonienya.

Tidak boleh! Kyuhyun tidak boleh menyerah. Sudah sejauh ini. Perjuangannya selama ini akan sia-sia saja jika ia cepat putus asa begini.

“Kyu tidak boleh menyerah. Kyu harus lebih berusaha lagi. Untuk Siwonie. Gwaenchana, jeongmal gwaenchana” Dihapusnya bekas air mata yang masih berjejak di pipi tembamnya. Sudah tampak lebih tenang sekarang. Kembali ke perangainya semula yang memang lemah lembut itu. Walaupun sedikit usil mungkin. Setelah tadi mengumpat-ngumpat, sifat manja dan kekanakannya mencuat ke permukaan begitu dia mengingati dirinya sendiri untuk tidak menyerah.

[Drrrrtt… drrrrttt…]

Iphone di saku jaket baby terynya, bergetar.

[Siwonie Horse Calling]

Nama itu terpampang jelas dilayar Iphonenya. Tangannya bergetar, sebersit perasaan ragu melingkupi hatinya saat ini. Pilihannya hanya ada dua. Mengangkat panggilan itu atau ia abaikan saja. Setelah menimbang-nimbang cukup lama, tidak kuat oleh bunyi ringtone yang memekak telinga itu, akhirnya ia putuskan untuk mengangkatnya saja.

Kyuhyun diam. Enggan memulai percakapan terlebih dahulu. Hatinya masih sakit, kesal berlebihan. Rasa-rasanya ingin menghajar orang yang menghubunginya saat ini, andaikan Kyuhyun mampu.

[“Kau dimana?”]

Masih mempertahankan kediamannya, berteman dengan sepi. Suara katak tadi pun sudah tak terdengar lagi. Mungkin jika suasana hatinya tidak jelek hari ini, Kyuhyun pasti akan berjengit ketakutan. Bagaimanapun Kyuhyun itu takut tempat sepi dan gelap. Untuk hari ini, malam ini, Kyuhyun membutuhkan itu. Sesuatu yang tenang dan sepi. Agar dapat membuat hatinya damai walau hanya sesaat.

[“Aku bertanya padamu,Cho Kyuhyun”]

Suara itu terdengar mengintimidasi. Merinding bulu roma Kyuhyun mendengarnya. Kedua mata Kyuhyun tampak sendu. Ah, ini pasti ulah ummanya. Pasti ummanya yang menyuruh Siwon untuk menghubunginya. Wanita paruh baya itu pasti khwatir karena sedari tadi Kyuhyun sendiri mengabaikan panggilan sang umma lewat Iphonenya. Merasa tak adil. Panggilan ummanya berkali-kali ia abaikan. Tetapi begitu Siwon yang menghubungi, ia angkat.
“Kyu tidak tahu kyu ada dimana,” bibir mungil itu berucap. Menantang suara mengintimidasi diline seberang. Sedikit berbohong tak masalah bukan. “Untuk apa menelepon Kyu? Jika memang hyung tak berkenan, matikan saja teleponnya. Sampaikan pada umma Kyu, Kyu akan pulang sebentar lagi. Kyu masih betah di taman.” Menggigit bibir bawahnya keras-keras. Betapa bodohnya ia malah dengan tidak sengaja memberitahu keberadaannya sekarang pada Siwon. Mengemut jempol kanannya, raut mukanya tampak panik.

[“Jangan kemana-mana. Aku akan menyusulmu sekarang”]

“Shireo! Jangan susul Kyu kemari. Kyu sudah besar dan bisa pulang sendiri. Kyu bukan namja manja lagi, tidak perlu hyung lagi! Sana. Pergi saja dengan Bummie! Jangan hiraukan Kyu.” Napas Kyuhyun ngos-ngosan. Berteriak dengan satu kali tarikan napas. Membuat beban hatinya seakan terkikis walau sedikit saat berteriak tadi.

Sebenarnya, Kyuhyun sendiri tidak mau menjadi namja nakal yang selalu dituduhkan selama ini oleh Siwon jika ia sudah mulai berteriak dan membantah kata-kata Siwon. Demi bibir bugsy, anjing milik Siwon, Kyuhyun hanya ingin sendiri saat ini. Hanya itu. Tidak bisakah Siwon hyung tampannya itu mengerti keinginannya sedikit saja?

Line seberang sepi. Siwon seakan meninggalkan handphonenya, tapi masih tetap mengaktifkan sambungan telepon. Bahkan suara napasnya saja tak terdengar. Kemana dia? Tidurkah? Pikir Kyuhyun kesal. Butuh keberanian besar untuk berteriak seperti tadi. Walaupun tidak dilakukan secara langsung dihadapan Siwon, tapi berteriak seperti itu saja sudah membuat kedua kakinya bergetar saking takutnya.

Kyuhyun memang tak sanggup membuat Siwon kecewa padanya. Apalagi marah padanya. Itu membuat Kyuhyun sakit hati. Ia tidak mau diabaikan oleh Siwonienya.

“Yeoboseyo..” Kyuhyun memanggil, sekedar mengetes keberadaan Siwon di line seberang. Tiba-tiba Kyuhyun menjadi cemas tak menentu. Apa terlalu kejamkah perkataan Kyuhyun tadi sehingga Siwonienya bahkan tidak mau bicara lagi? Apa Siwonienya baik-baik saja? Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Siwonienya di seberang sana. Apa Bugsy si anjing nakal itu merebut perhatian Siwonienya lagi? Oh awas saja jika itu benar. Ingatkan Kyuhyun untuk menjewer kedua telinga nakal milik Bugsy. Sedari awal anjing itu dibawa kerumah Siwon, Kyuhyun sudah mencium aura permusuhan dari sekeliling tubuh Bugsy. Seakan menantang Kyuhyun, untuk memperebutkan Siwonnya. Bugsy si anjing nakal! Mulai saat ini, Kyuhyun harus pintar-pintar menarik perhatian Siwonienya. Dia tidak boleh kalah oleh Bugsy si buruk rupa–menurut Kyuhyun–.

“Hyung, kalau hyung tidak ingin bicara lagi, Kyu tutup telepon–HUWAAAAAAAA UMMAAAAAAA!!!” Belum sempat Kyuhyun menghabiskan perkataanya, tiba-tiba tubuhnya merasa melayang. Kyuhyun yang semula duduk manis diatas ayunan, tak menyangka ada seorang yang usil, yang menggendong tubuhnya. Sumpah serapah pun telah ia siapkan, namun tak urung keluar, tertahan begitu kedua matanya menangkap sosok namja tampan berdimple manis itu.

Siwon datang dari arah belakang Kyuhyun. Melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Kyuhyunnya, mengangkatnya seakan ia hanya sekarung beras yang beratnya tak sampai sepuluh kilo. Membalikkan tubuh Kyuhyunnya , lalu menggendongnya ala koala.

“Hyung membuat Kyu kaget,” ujar Kyuhyun tampak ketakutan, berdalih memainkan kancing kemeja baby blue Siwon agar tak menatap kedua mata manly itu yang Kyuhyun yakin memancarkan aura tak enak.

Bibir Kyuhyun terpout imut. Siwon tahu bahwa sosok mungil dihadapannya ini sedang ketakutan. Entah cara apa lagi yang harus Siwon gunakan untuk membuat sosok mungil ini jera. Sosok manis yang begitu imut, keras kepala, susah di atur, bebal, rasanya Siwon ingin menjitaknya saja. Tetapi tak tega. Siapa yang tega menyakiti sosok mungil ini?

“Hyung… Jangan melihat Kyu begitu. Kyu minta maaf sudah membentak hyung tadi. Habis Kyu kesal sekali. Kenapa waktu di sekolah tadi, hyung mengatakan kepada Kibum kalau Kyu itu masih kecil dan kekanakan? Lalu, lalu tadi Kyu lihat Bummie keluar dari rumah hyung. Bukankah hyung janji kerumah Kyu? Tapi hyung lebih memilih bersama Bummie. Kyu kesal!” Kyuhyun mencerocos hebat. Siwon tampak tak fokus dengan apa yang Kyuhyun katakan. Merasa geli dengan gaya Kyuhyun bicara terlalu berapi-api, jatuhnya menjadi sangat menggemaskan. Aigo~ mungkin jika anak ini dipakaikan pakaian anak TK pasti tak ada seorang pun menyadari kalau ia sudah kelas satu Senior High School.

“Sudah selesaikah acara mengomelnya tuan puteri?” kata Siwon masih tetap mempertahankan ekspresi datarnya.

“Ish! Hyung! Kyu bukannya mengomel. Kyu hanya merasa tak adil. Kyu sudah menuruti semua keinginan hyung, agar Kyu bisa menjadi skretaris osis. Tapi kenapa justru Bummie yang diangkat lebih dulu? Bukankah dia belum menjalani tes yang seperti Kyu lakukan? Hyung sangat tidak adil. Kyu jadi marah dan kesal sama hyung, jinjja. Kesal, kesal, kesal!” Kyuhyun berteriak, memberontak untuk lepas dari gendongan ala koala milik Siwon. Namun tak semudah itu untuk lepas dari jeratan kekuatan kuda Siwon baby Kyu~

Kemudian dengan manjanya, Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya ke leher Siwon. Mencari kenyamanan di ceruk leher Siwon yang berbau maskulin, bau yang sangat di sukai Kyuhyun. Kyuhyun yang awalnya memberontak dalam gendongan Siwon sudah tampak tenang sekrang.

Dengan perlahan, Siwon menepuk-nepuk punggung Kyuhyun lembut dengan tangan kanan, sedangkan sebelah tangannya yang lain, mengeratkan pegangannya di pinggang Kyuhyun.

“Umma mu khawatir baby Cho. Bisakah jangan nakal sebentar saja eoh? Hujan-hujanan di taman malam-malam begini, kau bisa sakit” Siwon mengusap-usap rambut Kyuhyun, menggerakan dengan pelan tubuh Kyuhyun ke kanan dan ke kiri.

“Kyu tidak nakal” ucap Kyuhyun. Tak terima kalau ia dikatakan nakal. Mencubit pinggang Siwon pelan.

Siwon yang memang tak merasakan cubitan baby Cho nya hanya diam.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dari leher Siwon. Mengambil satu kecupan dari pipi Siwon. Mantra terampuh untuk mengusir segala kegalauan dalam diri Siwon. Ck~ Baby Cho tau saja cara merayu Siwonienya agar ia tidak marah.

“Dasar Baby Cho nakal. Sebaiknya kita pulang. Umma mu sudah sangat ketakutan begitu mengetahui anak semata wayangnya tidak berada dalam kamar, dibalik selimut pikachu kesayangannya. Kau tau? Bahkan umma Cho hampir saja menelepon polisi saking paniknya. Dan sang tersangka ternyata malah asik merenung sendirian di taman. Tidak takut digigit hantu eoh?” Mencubit hidung mancung Kyuhyunnya pelan. Kyuhyun berjengit imut. Heol, sangat menggemaskan.

“Tidak ada hantu. Kyu kan pemberani” ucap Kyuhyun. Dagunya ia naikkan dengan angkuh seolah ia ingin membuktikan kalau ia memang bukan penakut.

Pemberani apanya baby Cho~ Bahkan baru kemarin itu terjadi. Masih sangat berbekas dalam ingatan Siwon. Kemarin hujan lebat di sertai petir. Dan naasnya, saat Kyuhyun sedang berada di kamar mandi dalam kamarnya sendiri, terjadi pemadaman listrik, yang diakibatkan oleh konsletnya listrik di rumahnya akibat ulah ganas petir. Sontak saja membuat Kyuhyun berteriak heboh. Berteriak-teriak memanggil Siwonienya. Begitu pintu di buka oleh sang appa, disambut raut tak kalah cemas oleh sang bunda, tetap tak membuat Kyuhyun bergeming dari atas kloset. Yang ia butuhkan hanya Choi Siwon. Dengan terpaksa sang appa, pergi ke rumah sebelah memanggil Siwon agar mau membawa anaknya keluar dari kamar mandi. Beruntung sang baby manja ini sudah berpakaian lengkap ketika pemadaman terjadi. Uh~ coba bayangkan jika ia tak mengenakan apapun. Heol~

Sesaat setelah insiden itu terjadi, bisikan kecil Kyuhyun membuat Siwon tertawa terpingkal-pingkal. Umma appa Kyu, dengan dahi berkerut melihat Siwon tertawa tak terkontrol.

“Hyung~ tadi.. tadi ada hantu yang ingin menggigit Kyu. Kyu takut”

“Ish, dasar Cho Kyuhyun keras kepala. Ayo kita pulang. Tidak ada bantahan. Bajumu basah begini. Sampai di rumah harus minum obat. Hyung tidak mau kau sakit besok” Ekspresi tak terima Kyuhyun diabaikan oleh Siwon. Kyuhyun berpikir, Siwon sudah seperti bapak-bapak cerewet yang ada di televisi yang seperti appanya tonton setiap hari–acara debat politik–

“Tapi–”

“Tidak ada bantahan baby Cho. Atau tidak ada jatah ice cream untuk besok” Siwon mengancam. Terlihat meyakinkan bagi Kyuhyun. Tidak tahu saja baby Cho ini kalau dalam hati Siwon begitu tertawa puas mengerjai Kyuhyunnya. Tampang ragu-ragu dan tak tak rela dapat terbaca jelas oleh mata Siwon. Kapan Kyuhyunnya melewatkan se cup besar ice cream? Jawabannya, tidak pernah sama sekali. Kyuhyun akan menjadi sosok yang penurut dan manis jika itu sudah berhubungan dengan makanan manis, dingin dan meleleh tersebut.

“Kyu mau ice cream. Ayo pulang. Kyu sudah mengantuk” Kyuhyun pura-pura menguap. Menguap lebar-lebar agar akting mengantuknya semakin meyakinkan. Namun sekali lagi Siwon tahu kalau itu hanya akal-akalan Kyuhyun saja. Dasar baby cho~

Memeluk leher Siwon lagi. Memejam kan kedua caramel eyesnya.

“Chamkaman hyung!” Kyuhyun berseru panik. Siwon hampir saja terjungkal di selokan taman mendengar teriakan baby Cho nya.

“Apalagi baby Cho yang cengeng”

“Kyunie tidak cengeng! Dasar hyung kuda jelek!” Mendengus kesal. Jika saja ia banteng yang seperti di komik-komik yang ia baca, mungkin saja asap marah tampak keluar mengepul dari hidungnya. Tapi sekali lagi, baby Cho tidak bisa di deskripsikan lewat seekor banteng yang kesan menggemaskannya tak ada sama sekali.

“Kyunnie cuma lupa bilang saranghae hari ini. Saranghae Wonnie hyung. Jangan abaikan Kyu, jangan dekat-dekat Bummie dan jangan terlalu dekat Bugsy juga. Bugsy itu bau! Masih lebih wangi Kyunie. Peralatan mandi Kyunie semua merek bayi. Umma bilang itu sangat bagus untuk kulit Kyunie,” ucap Kyuhyun membanggakan diri sendiri, seakan semua peralatan bayi itu benar-benar merek paling bagus diantara yang lain. Hah~ seandainya baby cho kita ini tahu bahwa ia telah diperdaya oleh sang bunda.

Siwon terkekeh pelan. Mengecup gemas kedua pipi chuby milik Kyuhyun. Beralih ke pucuk hidungnya, lalu ke kening berakhir dengan kecupan kilat di bibir.

“Hehehehe.. Kyu suka hyung mengecup Kyu disini,” Kyuhyun menunjuk bibirnya malu.

“Ya sudah, besok besok hyung akan mengecup Kyu di–cup– sini saja” ujar Siwon, kembali mengecup bibir layaknya pita mungil yang diikat rapi itu.

“Kajja kita pulang”

“Eumh!” Kyuhyun menggangguk antusias. Poninya tampak bergoyang pelan.

Well kedua sejoli itu akhirnya meninggalkan taman yang tampak sepi sekali hanya ditemani oleh malam yang dingin. Berbanding terbalik dengan perasaan beebunga-bunga Kyuhyun.
Never give up Kyu, never give up… Perjuanganmu masih panjang…
.
.
.
.
.
E.N.D DENGAN TIDAK ELITNYA#DIGEPLAK WKS ●0●
.
.
.
.

Ojin’s Note : Hi Hi Hi ^^ Ojin kembali membawa Ficlet Wonkyu. Kali ini boys love :3 kekekekeke.. Mian yah pendek :v Ini dibuat dengan tingkat khayalan yang sangat singkat :v pas mau bubuk bikin ini, padahal ni mata dua udah kijep kijep pengen meremm, tapi ojin maksa buat bikin. Wkwkwkwk.. Siapa yang gemes sama baby Cho disini? :v Niatnya sih pengen baby Cho menderita, tapi….. wehhh xD setelah baca ini pasti banyak yang gak mudeng. Sebenernya Siwon itu siapa sih? Hyung kandungnya Kyuhyun kah??#reader-deul patah hati*plak!# Pacar?? Knp dengan Bummie?? Siapa Kyuhyun??#simpenan Ojin hohohoho*diinjekappawon# Rencana ini ojin lanjut loh 🙂 Tp per chapter langsung tamat. Paling banyak 2000-an word*namahnya juga ficlet yah xD* Semua pertanyaan dibenak readeul sekaliam akan terjawab seiring berjalannya cerita :3 Itu pun kalo mao yah.. Kalo gak mao gak papa T_T Ojin rapopo T_T#ngemil Semut# Makasi buat jumma jumma yang udah publishin epep ojin :3 makasi juga buat wks yng udah baca apalagi yang komen xD#big poppo# sampai jumpa di ff remake diana palmer yang chap 1nya yah… 🙂 annyeong tesoro~ salam Wonkyu shipper!!!

Advertisements

75 thoughts on “Love Fight ! – Never Give Up Kyu !

  1. Aigoo~
    Kyubaby neomu kyeopta. . !!!😍😍😍
    Ihh, bkin gemes, pngen nyubit deh. .
    😆😆😆😆

    Wonkyu sweet banget euyy, bkin envy. Huhuhu
    Wonkyu jjang~😙😙😙😙

  2. so sweet
    babycho polos bgt ya kkk keceplosan bilang di taman hahaha
    dan pura pura ngantuk dan cepat pulang biar dapet ice cream

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s