Posted in BL, Drama, Family, Romance, WonKyu Story

All For You – Chapter 1

All for You – Chapter 1

By: -ssiihee-
Genre: Romance, Family,
Rate: PG 18
Main cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Disclaimer: Cerita ini punya saya, jika ada kesamaan dalam hal tokoh, cerita dan sebagainya dikarenakan faktor yang tidak di sengaja. Dan ini hanya khayalan saya belaka.

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Warning: BL, OOC, M-preg, AU, abal, alay, typo, jauh dari EYD dsb.

Don’t Like, don’t read !
Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!
(= ̄▽ ̄=)V

***
AfY
ssiihee©2014
Totally Reserved
***

.
.
.

“Dia kembali.”

Siwon mengalihkan tatapannya dari dokumen yang sedang ia periksa ke arah Donghae, sahabat dan juga sepupu satu-satunya. Ia mengerti siapa yang di maksud sepupunya. Melihat Siwon yang hanya diam saja membuat alis Donghae berkerut bingung.

“Siang ini mungkin ia sampai di Korea.”

Siwon masih tidak membuka suaranya. Ia hanya menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata. Sementara Donghae semakin terlihat kesal melihat tingkah Siwon. Bukankah hal ini yang di tunggu-tunggu sepupunya selama 5 tahun terakhir.

“Siwon-ah…”
“Aku tahu Hae-ah.” Sela Siwon. “Ini memang waktunya ia kembali.”

“Lalu kenapa kau diam saja? Kau tidak berniat menjemputnya?”

Tentu saja. Bahkan saat ini ia berharap bisa langsung menatap wajah yang selama 5 tahun hanya mampu ia lihat dalam pikiran dan mimpinya. “Kau saja yang menjemputnya. Siang ini aku ada rapat penting.”

“Mwo? Tapi. Yaks Choi Siwon kau mau mati?” Donghae berteriak kesal saat Siwon meninggalkannya. Ia semakin bingung melihat sepupunya itu.

Bertahun-tahun Donghae melihat Siwon hidup bagai robot karena terpisah dari orang yang menjadi belahan jiwanya. Menjalani kehidupan bagai sebuah mesin yang di setting otomatis. Siwon hanya tersenyum jika ia harus tersenyum. Namun malamnya ia bagai pesakitan yang menahan rindu. Orang lain mungkin tidak tahu tapi Donghae yang tumbuh dan besar bersama memahami apa yang Siwon rasakan.

Siwon bisa saja pergi menemuinya namun ia terikat janji bahwa ia hanya akan menunggu sampai belahan hatinya kembali. Tapi kini setelah orang itu kembali kenapa Siwon justru terlihat tidak bersemangat. Donghae menghela nafas. Sepertinya ini akan menjadi tugasnya untuk menceritakan kenapa Siwon tidak datang menjemput.

***

Seorang pria berkulit putih bersih terlihat bersemangat berjalan di pintu kedatangan incheon airport. Berjam-jam di pesawat tidak membuat senyum hilang dari bibirnya. Tangan kirinya menarik sebuah koper kecil sementara tangan kanannya mengapit sebuah tas hitam dan coat yang ia sampirkan dilengannya. Sebuah kaca mata hitam menutupi pandangannya yang sejak tadi mengitari sekitarnya berharap menemukan orang yang selama 5 tahun ini menjadi godaan terberat untuknya kembali. Namun senyum itu sirna saat melihat seseorang yang ia kenali tengah tersenyum ke arahnya.

“Kyuhyunnie aku merindukanmu.” Teriak pria itu bagai anak kecil yang mendapatkan hadiah. Pria itu berlari dan segera memeluk pria yang ia panggil Kyuhyun.

“Aku juga merindukanmu hyung.” Kyuhyun tersenyum dan membalas pelukan Donghae.
“Aigooo kau sudah besar dan bertambah tinggi.” Ucap Donghae saat menatap Kyuhyun dari atas kepala sampai ujung kaki. Pria itu bahkan kini lebih tinggi darinya.

“Ne aku tumbuh besar dan tinggi, sementara hyung masih seperti ini.”
“Mwo? Yaks! Kau sama sekali tak berubah.” Kyuhyun tertawa melihat Donghae yang mempoutkan bibirnya. Betapa ia juga merindukan Donghae. Pria yang masih bertingkah layaknya anak kecil padahal usianya hampir kepala 3.

“Kajja. Aku akan mengantarmu.” Ucap Donghae yang segera mengambil alih koper kecil milik Kyuhyun. “Kau hanya membawa ini.”
“Ne. Yang lain mungkin akan sampai beberapa hari lagi. Karena aku mengirimnya bersamaan saat aku berangkat.” Jawab Kyuhyun. Ia kemudian berjalan bersisihan dengan Donghae.
“Bagaimana paris? Apa sangat menyenangkan sampai kau baru pulang?”

Kyuhyun hanya tersenyum sebagai jawaban. Paris memang menyenangkan tapi tidak sampai membuatnya bahagia. Karena kebahagiannya sendiri berada di Korea. Dan berbicara tentang pulang, mungkin ia akan segera pulang lebih cepat jika di minta untuk kembali. Namun sepertinya orang yang menjadi alasannya untuk pulang lebih memilih untuk menunggu dan menepati janjinya.

***

“Bagaimana menurutmu Siwon-ssi?”

Siwon terperanjat dari lamunannya saat sekretarisnya menyentuh tangannya. Ia baru sadar jika kini semua orang menatapnya. Siwon menelan ludah untuk membasahi tenggorokannya yang kering. “Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa saya setuju dengan semua konsep yang direncanakan. Dan hari ini juga kita hanya memperjelas detail lainnya. Jadi sudah pasti saya berharap sangat banyak dengan kerjasama kita kali ini.”

Siwon memasang senyumnya yang terbaik membuat semua orang di ruang rapat itu tertular dan ikut tersenyum. Kemudian seorang pria asing dihadapan Siwon berdiri dan mengulurkan tangannya yang langsung di balas oleh Siwon.

“Mari kita tanda tangani kerja sama kita secepatnya.” Siwon mengangguk dan tersenyum. “Tentu saja.”

Setelahnya Siwon pikir ia akan bebas. Namun para rekan bisnisnya yang hadir dalam rapat tersebut memintanya untuk makan malam bersama. Siwon ingim menolaknya namun ucapan sekretarisnya bahwa ini juga sebagai bagian dari kerja sama menahannya. Kembali Siwon hanya tersenyum saat ia di tarik untuk mengikuti acara selanjutnya.

***

“Masuklah. Ia menyuruhku membawamu kesini.”

Kyuhyun mengedarkan tatapannya ke sebuah rumah di depannya. Sebuah bangunan berlantai 2 atau 3, entahlah Kyuhyun tidak yakin. Warna hitam dan putih yang mendominasi membuat Kyuhyun yakin siapa yang merancangnya.

“Ia ada meeting penting aboeji sendiri yang menyuruhnya menangani proyek itu.” Tanpa di tanya Donghae memberitahukan prihal Siwon yang tidak dapat menjemputnya. Donghae tahu sejak di bandara pemuda berusia 23 tahun itu ingin sekali bertanya namun ia memilih diam. “Ia mempersiapkan rumah ini untukmu. Agar kau tahu bahwa ini adalah tempatmu pulang.”

Kyuhyun tersenyum lalu keluar dari mobil. Ia menyusuri sebuah undakan tangga kecil setengah linkaran menuju pintu utamanya. Kemudian ia mengeluakan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kunci yang Siwon kirim 3 tahun lalu. Saat itu ia tidak mengerti untuk apa kunci tersebut karena Siwon hanya mengatakan itu sebagai hadiah. Namun kini ia tahu kunci apa yang kini dalam genggamannya. Dengan pasti Kyuhyun memasukan kunci tersebut dan membuka pintu dengan lebar. Aku pulang.

***

Hal pertama yang Kyuhyyn lihat adalah sebuah dinding kaca yang menjadi sisi seberang pintu utama. Di sana terdapat ruang tamu yang di buat luas dengan hanya menampilkan beberapa sofa berwarna putih dengan meja berwarna hitam di tengah-tengah. Di ujung kanan terdapat sebuah tangga lingkar yang mengarah ke lantai 2 atau 3 karna di sebelah kiri Kyuhyun sendiri terdapat sebuah tangga menurun yang menghubungkan ke sebuah ruangan. Mirip ruang bawah tanah. Sementara di sebelah kananya terdapat tangga lagi menuju lantai atas.

Kyuhyun memilih untuk turun ke lantai bawah di mana ia kembali di suguhi sebuah ruang duduk mirip ruang keluarga yang lagi-lagi di buat seluas mungkin. Di sebelah pojok kanan kembali ia melihat sebuah tangga melingkar. Kyuhyun menyadari sepertinya tangga itu juga terhubung ke lantai 2. Tidak jauh dari tangga tersebut terdapat ruang makan minimalis yang langsung terhubung dengan dapur yang di design seperti mini bar.

Dan kyuhyun baru menyadari sebuah dinding kaca yang terhubung langsung dengan kolam renang. Sejajar dengan tembok kaca di lantai atas. Birunya air kolam menjadi lukisan sendiri di dinding tersebut. Dari ruang tengah ia bisa melihat jernihnya air kolam dan dari dasar kolam tersebut juga bisa langsung melihat ke dalam ruangan.

Kyuhyun simpulkan bahwa rumah ini penuh dengan tangga. Apakah ia harus kelantai 3 dengan tangga juga. Kyuhyun mengangkat bahu. Sepertinya begitu.

Dengan perlahan Kyuhyun menyusuri tangga lingkar melewati lantai 2 dan akhirnya ia sampai ke lantai 3. Dilantai 3 juga terdapat ruangan duduk yang lebih kecil menghadap dinding kaca besar yang dari sana dapat terlihat kolam renang yang ia lihat dari lantai bawah. Di sisi kiri tangga sendiri terdapat dua pintu yang sepertinya sebuah kamar. Kyuhyun sendiri lebih tertarik dengan kamar tepat dihadapannya. Sepertinya kamar tersebut mengarah langsung ke halaman depan.

Puas berwisata di rumah tersebut Kyuhyun di landa lelah yang begitu terasa. Ia memasuki kamar tersebut yang ternyata berbentuk L terbalik. Dan benar di samping ranjang terapat balkon yang mengarah ke halaman depan. Kyuhyun meletakan tas dan barang-barangnya di sebuah meja rias sebelah kanan. Ternyata kamar berbentuk L tersebut begitu luas. Bahkan di belakang Kyuhyun duduk terdapat sebuah mini teater. Sementara di ujung kamar terdapat sebuah kamar mandi yang tak kalah luas. Dari sana ia bisa melihat kolam renang dan sebuah taman kecil.

Kyuhyun segera membersihkan tubuhnya. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya di ranjang dengan nyaman. Ia lelah sekali. Dan tidak butuh waktu lama untuknya pergi ke alam mimpi.

***

Sudah 30 menit Siwon terduduk di dalam mobilnya yang terpakir di depan tangga. Ia sendiri bingung. Bukankah hal ini yang iya tunggu bertahun-tahun namun entah kenapa ia takut menghadapi wajah kecewa Kyuhyun karena ia tidak menyambut kepulangannya sendiri. Siwon menghembuskan nafas pelan dan keluar. Ia masuk ke dalam rumah dan langsung menuju lantai 3 menggunakan tangga di sebelah kanan yang langsung sampai tepat di samping pintu kamar utama. Kamarnya. Tidak. Kamar ia dan Kyuhyun.

Dengan perlahan Siwon membuka pintu kamar dan langsung berhadapan dengan punggung Kyuhyun yang tidur menyamping. Ingin sekali ia segera berlari dan memeluk tubuh pria itu erat. Tidak akan pernah membiarkan pria itu pergi lagi. Namun yang Siwon lakukan hanya menarik selimut Kyuhyun dan perlahan mencium kepalanya. Siwon memilih membersihkan tubuhnya setelah itu ia baru akan berbicara dengan Kyuhyun.

***

“Maaf, aku tidak tahu jika ini kamar hyung.”

Siwon sedang berdiri di balkon saat suara Kyuhyun membuatnya menolehkan kepala dan menatap pria yang saat ini sedang berdiri di ambang pintu. Kening Siwon berkerut bingung. “Apa maksudmu? Kau tahu ini kamar kita berdua. Atau kau memang ingin tidur sendiri?”

Kyuhyun menggeleng kecil. Ia baru akan membuka mulutnya untuk berbicara saat Siwon berjalan melewatinya. “Kalau begitu kau tetap di sini. Biar aku tidur di kamar lain.” Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Bukan ini yang ia inginkan. Hyung kau tidak senang aku kembali?

Saat tersadar dari tidurnya dan melihat Siwon sedang berdiri di balkon Kyuhyun ingin sekali memeluk pria itu. Menyandarkan tubuhnya pada punggung Siwon, meghirup aroma dari pria yang begitu ia rindukan. Namun entah kenapa justru kalimat itu yang ia keluarkan.

Kyuhyun menatap nanar punggung Siwon yang menghilang di balik pintu. 5 tahun berlalu apakah juga merubah perasaan Siwon kepadanya? Apakah salah jika saat ini ia kembali? Apakah ini jawaban kenapa selama ini Siwon tidak pernah memintanya kembali? Apakah Siwon kecewa kepadanya karena ia pergi sehari setelah mereka mengikat janji di hadapan tuhan?

Kyuhyun menghela nafas. Ia memainkan cincin yang melingkar di jari manisnya. Cincin yang selalu ia pamerkan kepada orang lain dengan bangga walau ia tidak pernah mengatakannya. Cincin yang selalu menjadi alarm agar ia menjaga hatinya, pengingat bahwa ia milik seseorang. Kyuhyun memejamkan mata. Terlalu banyak yang harus dipertanyakan tanpa tahu bagaimana jawabannya.

***

Siwon membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar. Tubuhnya terasa lelah namun matanya sama sekali tidak bisa terpejam. Ia merutuki sikapnya kepada Kyuhyun. Bukankah saat ini harusnya mereka berdua saling melepas rindu. Mengungkapkan ribuan kata yang selama 5 tahun ini tak tersampaikan. Menjalani kehidupan mereka bersama-sama.

Siwon tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Rasa yang ia punya untuk Kyuhyun masih sama seperti saat ia menarik pria itu ke altar sehari sebelum pria itu bertolak ke paris. Sanjungan terindah sebagai pria yang ingin ia miliki seumur hidup masih untuk Kyuhyun. Tapi yang Siwon lakukan saat ini justru menyakiti Kyuhyun.
.
.
.

“Nara-ssi kau terlihat cantik dengan rambut baru.”

Donghae menghampiri receptionist yang hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sepupu atasan mereka. Donghae memang sering sekali menghampiri Siwon. Bahkan para karyawan Choi Group di sana sudah hapal dengan tingkah pewaris Lee’s Company itu. Terkadang mereka berpikir kalau sebenarnya Donghae itu kerja di mana, karena seringnya ia terlihat di perusahaan mereka.

“Apakah Siwon sudah tiba? Bagaimana keadaannya hari ini? Suasana hatinya pasti sangat bagus. Bersiaplah.”

Setelah berbicara hal yang membuat receptionist di sana mengkerutkan alis bingung Donghae segera berjalan menuju lift. Dan kebetulan sekali sepupunya itu baru saja tiba. Dengan semangat ia menghampiri Siwon. Baru saja ia akan menyapa Donghae di buat bingung dengan sikap Siwon yang melewatinya begitu saja. Tampang pria tampan itu juga sungguh tidak bersahabat. Sepertinya ada yang tidak beres. Donghae memilih meninggalkan Siwon. Ia yakin jika sudah tiba waktunya Siwon akan menceritakan masalahnya kepadanya.

***

Kyuhyun memandang sebuah rumah yang berdiri kokoh dengan tiga lantai di depannya. Rumah tersebut masih sama seperti saat terakhir ia kunjungi lima taun lalu. Rumah yang membuatnya merasakan kembali suasana sebuah keluarga. Rumah yang menerima dan menyambutnya dengan senang hati. Rumah yang selalu ingin ia jadikan tempat pulang saat senior high school. Betapa ia merindukan semua yang ada di rumah ini.

“Tuan muda Kyu?”

Kyuhyun menoleh mendengar suara seorang wanita tua yang keluar lewat pintu samping. Dan ia tersenyum saat mengenali siapa wanita yang sampai saat ini selalu membuatnya tenang dengan senyum tulus di bibirnya.

“Ya tuhan benar ini tuan muda Kyuhyun?” Wanita itu segera menghampiri Kyuhyun dan menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangnnya. “Kau sudah dewasa dan tampan.”

“Apa kabar bibi Jung?” Kyuhyun tertawa kecil saat wanita yang ia panggil bibi Jung itu tak menjawabnya dan hanya menatapnya. “Umma dan appa ada?”

“Ne. Mereka ada di dalam. Masuklah mereka pasti senang kau akhirnya pulang.” Ucap bibi Jung saat tersadar dari lamunannya. Ia masih memandang Kyuhyun haru saat pria itu meninggalkan untuk masuk ke dalam.

Bibi Jung sangat ingat saat tuan mudanya membawa Kyuhyun kerumah keluarga Choi, memperkenalkan Kyuhyun sebagai orang yang ia cintai. Saat itu Kyuhyun hanya bisa menunduk tanpa berani memandang tuan dan nyonya Choi yang memandang Siwon dengan terkejut. Pasalnya saat itu Siwon yang berusia 24 tahun membawa seorang siswa SMA yang bahkan belum lulus. Namun keteguhan Siwon berhasil meyakinkan orang tuanya dan mereka menyambut Kyuhyun dengan baik. Bahkan mereka hanya bisa menggelengkan kepala ketika mengetahui Siwon telah mengikat Kyuhyun di hadapan tuhan selamanya tanpa memberitahu orangtuanya.

***

“Umma aku pulang.”

Nyonya Choi sedang sibuk menyiapkan makan siang saat tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang. Suara yang sangat ia kenali membuatnya segra berbalik dan langsung menatap seorang pria yang menatapnya dengan mata berkaca.

“Kyuhyun-ah.” Hanya itu yang bisa nyonya Choi ucapkan sebelum ia membawa Kyuhyun kedalam pelukannya. “Aigo. Kenapa baru pulang? Apa kau tidak merindukan umma.” Kyuhyun hanya tersenyum saat lagi-lagi ada seseorang yang menangkup wajahnya penuh sayang. “Lihatlah, wajahmu terlihat kurus. Apa kau tidak hidup dengan baik. Kenapa tidak pulang saja?”

“Aigo. Umma cerewet. Yang penting sekarang aku sudah pulang.” Nyonya Choi hanya tersenyum lalu kembali memeluk Kyuhyun.
“Kau ini. Mana Siwon? Kau tidak datang bersamanya?”
“Annie. Untuk itulah aku datang agar bisa protes dengan appa yang menyanderanya dengan tugas kantor.”

“Kau akan berterima kasih nanti karena appa menyanderanya saat ini.” Kyuhyun berbalik dan langsung berhadapan dengan tuan Choi yang kini merentangkan tangan, dan di sambut Kyuhyun dengan menubrukan tubuhnya dalam pelukan pria tua yang masih berkarisma itu.

“Appa.” Tuan Choi menepuk punggung Kyuhyun pelan. Akhirnya orang yang membuat dunia putera satu-satunya bagai awan kala akan turun hujan kembali. Tuan Choi dan istrinya sering mengunjungi Kyuhyun ke paris namun mereka sama sekali tidak bisa membujuk Kyuhyun untuk pulang. Walau sebenarnya mereka tahu siapa yang di harapkan Kyuhyun.

“Sebaiknya kalian keruang tengah atau taman belakang. Aku akan menyiapkan makanan kecil sebelum kita makan siang.” Nyonya Choi berucap lalu kembali berkutat di dapurnya. Membiarkan Kyuhyun merangkul manja tuan Choi dan membawa pria itu ke tamam belakang.

***

“Siwon-ah sebenarnya apa yang terjadi.”

Siwon dan sekretarisnya serempak menatap pintu yang tiba-tiba saja terbuka dan menampilkan Donghae yang menatap mereka dengan nafas tersenggal.

“Maaf aku tidak tahu.” Ucap Donghae saat melihat seorang gadis yang ia kenali sebagai sekretaris Siwon sedang berada di sana.
“Jinra-ah keluarlah dan kerjakan pekerjaanmu.” Wanita yang di panggil Jinra itu mengangguk dan segera meninggalkan ruangan atasannya. “Ada apa?”

“Mwo? Harusnya aku yang bertanya ada apa? Umma bilang Kyuhyun sekarang ada di rumahmu. Maksudku rumah utama Choi. Tapi kenapa kau ada disini?” Ucap Donghae yang kini sudah duduk di sofa dan mengatur nafasnya.

“Aku sendiri tidak tahu.” Jawab Siwon. Ia berdiri dan segera mengambil kunci mobilnya lalu melesat keluar meninggalkan Donghae yang termangu melihat sikap sepupunya. “Yaks! Kau mau kemana?” Donghae hanya memutar matanya melihat Siwon mengacuhkannya. Selalu seperti itu jika ada hubungannya dengan Cho Kyuhyun.

***

“Apa yang terjadi?” Nyonya Choi menghampiri Siwon yang berdiri menatap kolam renang. Firasatnya mengatakan sesuatu terjadi dengan anak-anaknya. “Bukankah ini yang kau tunggu-tunggu?”

Nyonya Choi mengusap pundak puteranya penuh kasih sayang. “Bicaralah padanya. Jangan membiarkan masalah menjadi berlarut-larut.” Setelah mengatak itu nyonya Choi beranjak masuk kedalam rumah meninggalkan Siwon yang masih betah berdiri tenang.

***

“Kita harus bicara.” Siwon menghampiri Kyuhyun yang sedang berdiri di balkon kamarnya sejak kecil. Pria itu tengah memejamkan mata menikmati nada-nada yang keluar dari para penghuni kegelapan.

“Kau marah hyung karena aku pulang?”
“Mwo?!” Siwon terkejut mendengar ucapan Kyuhyun. Pria itu membuka matanya dan menatap Siwon dengan tatapan penuh kesedihan. Oh Siwon benci melihatnya.

“Kau sendiri? Kau marah aku tidak menjemputmu?”
“Itu bukan sesuatu yang pantas kita ributkan.” Sebenarnya Kyuhyun ingin berkata iya. Setidaknya jika kemarin Siwon menjemputnya Kyuhyun akan merasa bahwa kepulangannya memang di tunggu-tunggu. Bahwa orang yang ia cintai masih menantinya.

“Apa kau marah karena aku tidak mengunjungi dan memaksamu pulang lebih cepat.” Kyuhyun membalikan badan menghadap Siwon. Inilah yang ingin ia tanyakan.

“Kenapa kau melakukannya?”
Siwon menghela nafas. “Karena jika aku menemuimu aku tidak yakin bisa melepasmu lagi. Sudah cukup berat saat aku membiarkanmu pergi saat itu.”

“Setidaknya jika kau datang aku akan mempertimbangkan untuk kembali lebih cepat.”
Siwon menatap Kyuhyun dan tersenyum. “Untuk itulah aku memilih untuk menepati janji menunggumu. Aku yakin jika ku minta kau pulang, kau akan melakukannya.” Jeda sejenak sebelum Siwon kini yang menatap taman rumahnya. “Sementara aku tahu keinginanmu sekolah di paris adalah hal yang kau impikan sejak dulu.”

“Annie. Keinginan terbesarku berubah saat kau menarikku ke altar. Andai saat itu kau memintaku tinggal, maka aku tidak akan pernah pergi.”

Siwon menarik tubuh Kyuhyun ke sisinya. Membawa tubuh pria itu kedalam pelukannya. “Kalau begitu maaf, karena aku membiarkanmu pergi. Membiarkanmu hidup sendiri selama 5 tahun terakhir. Maaf karena aku memilih tidak memintamu pulang lebih cepat.” Siwon semakin mengeratkan pelukannya. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun yang kini terlihat berkaca-kaca.

Kyuhyun sendiri hanya bisa memejamkan mata saat merasakan nafas Siwon di wajahnya. Merasakan hidung Siwon yang kini menyentuh hidungnya. “Dan maaf, kali ini aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi. Selamanya kau milikku.”

Hati dan tubuh Kyuhyun bergetar hebat saat bibir Siwon menyentuh bibirnya pelan. Menempalkannya sedetik sebelum bergerak pelan. Ribuan kupu-kupu kini terbang dalam perut Kyuhyun saat bibir Siwon menghisap bibir atas dan bawahnya bergantian. Begitu lembut penuh penghormatan. Ribuan rasa Siwon sampaikan kepada Kyuhyun, pria yang begitu ia cintai dengan segenap kehidupannya.

Kyuhyun begitu menikmati ciuman Siwon. Ia membalas dengan segenap perasaannya yang tak tersampaikan dengan kata-kata. Ia bahkan tak sadar tangannya kini melingkari leher Siwon menekan kepala pria itu untuk memperdalam ciumannya.

Dan Kyuhyun kehilangan keseimbangan tubuhnya saat Siwon melepas tautan mereka karena paru-paru mereka berteriak membutuhkan oksigen. Untung saja ada Siwon yang menahannya. Siwon sendiri tertawa kecil melihat gerutuan Kyuhyun saat ciuman mereka terlepas.

“Aku merindukanmu.”

Kyuhyun memejamkan mata merasakan sensi hangat nafas Siwon menyentuh kulitnya. Dekapan tubuh Siwon melumpuhkan sistem syarafnya membuat ia kini bergantung sepenuhnya dengan Siwon. Kyuhyun menyukainya. Ia menyukai saat Siwon menciumnya, saat pria itu mendekapnya, melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun. Dan masih banyak hal lain yang ia sukai.

“Aku juga merindukanmu. Sangat.”
Kyuhyun menautkan kembali bibir mereka berdua. Kali ini dengan sedikit kasar.
Ia menghisap bibir Siwon dan mencoba memasukan lidahnya kedalam mulut Siwon. Senyum tersungging di sudut bibir Siwon saat ia membiarkan Kyuhyun mengambil alih keadaan.

Tanpa di sadari Kyuhyun, Siwon menyeret tubuh keduanya ke sisi ranjang tanpa melepaskan pangutan mereka. Dan sekali hentak Siwon berhasil menjatuhkan tubuh mereka berdua ke atas ranjang.

Kyuhyun tersadar dan mencoba menarik nafas. Dan saat ia melihat Siwon berada di atas tubuhnya Kyuhyun tidak bisa menahan rona merah menghiasi pipinya. Siwon begitu rindu melihat Kyuhyun tersipu seperti ini dan ia berjanji akan melakukannya sesering mungkin.

“Hy, hyung.” Kyuhyun merutuki suaranya yang terdengar parau, ia juga menyesali nafasnya yang kini memburu. Ia memejamkan mata saat tangan Siwon menyentuh pipinya lembut. Segera sensasi hangat itu menyebar ke seluruh permukaan tubuhnya, bagai mengirimkan ribuan volt listrik. Sesuatu kembali menggelitik perutnya membuat Kyuhyun bergerak gelisah dan mengakibatkan tubuh keduanya saling bergesekan.

“Ne~ baby~~” Suara husky Siwon berhasil membuat Kyuhyun mengerang. Ia membiarkan Siwon menyusupkan wajah dilehernya dan menghisapnya. Kyuhyun tidak menyadari tangan Siwon yang bergerak aktif melepaskan kancing pakainnya. Sementara Siwon masih Sibuk dengan tanda kepemilikannya di leher Kyuhyun.

Belaian tangan kekar di tubuhnya seketika membuat tubuh Kyuhyun terasa panas. Aliran darahnya bergerak cepat memacu jantungnnya untuk berdegup kencang. Yang bisa Kyuhyun lakukakan hanyalah memejamkan mata. Membiarkan Siwon bergerak sesuka hatinya. Kyuhyun bahkan tidak sadar Siwon kini berada di atas tubuhnya. Setelah 5 tahun inikah saatnya ia menyerahkan semua yang ia miliki kepada Siwon, suaminya. Ugh jika Siwon suaminya berarti ia seorang istri. Karena terdengar aneh jika Kyuhyun juga menyebut dirinya suami. Kyuhyun tidak peduli, jika sebutan istri dapat membuat dunia mengakui Siwon miliknya itu tidak masalah.

“Uhh Hyung..eung…” Sekuat mungkin Kyuhyun menahan suaranya saat bibir Siwon mulai bergerak turun kedadanya. Ia baru ingat ini bukan di rumah mereka. Orang tua mereka mungkin saja bisa mendengarnya. Ingin Kyuhyun menghentikan Siwon namun tubuhnya berkhianat. Kedua tangannya berkerja sendiri mencengkram surai hitam Siwon dan semakin menekan kepalanya.

Siwon bergerak dengan iramanya sendiri. Menyentuh dan mengecup kulit putih Kyuhyun dengan lembut. Terkadang menghisapnya sampai meninggalkan bekas yang sangat kontras. Sebelumnya Siwon bukannya tidak pernah mencumbu seseorang, ia pernah mencium pacarnya saat SMA namun seingatnya tidak sememabukan saat bersama Kyuhyun.

“Siwon-aaah,,,” Siwon tersenyum dan menatap wajah Kyuhyun yang kini memerah dan penuh dengan peluh keringat membuatnya terlihat sexy dan indah sekaligus. Gosh. Siwon kembali terpesona dengan Kyuhyun. Dengan perlahan ia menggerakan tangannya kebagian pinggang Kyuhyun. Dengan sabar mencoba melepas ikat pinggang pemuda itu.

“Kyunnie, Siwon-ah keluarlah. Makan malam sudah siap.”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya menahan erangannya saat merasakan sesuatu bergerak di area pinggang ke bawah. Ia tidak mau jika sampai umma mendengarnya. Sekuat tenaga ia mencoba mengeluarkan suaranya senormal mungkin, namun siksaan nikmat yang Siwon berikan membuatnya justru sedikit berteriak.

“Ne. Umma!”
“Kyuhyun-ah ada apa dengan suaramu?”

Kyuhyun menggerutu mendengar ucapan umma mertuanya. Mungkin jika saat ini tangan Siwon tidak sedang beraksi di bagian sensitifnya, Kyuhyun akan berteriak mendengar nada -aku tidak tahu apa-apa- mertuanya, mengatakan tentu saja ummanya itu tau apa yang sedang ia lakukan.

“Hyu-hyung… engh… ber…hentih…” Siwon menatap Kyuhyun saat pemuda itu memegangi wajahnya dengan kedua tangan. Ia ingin mengabaikannya namun lagi-lagi Kyuhyun menahannya. “Umma di luar.” Ucap Kyuhyun singkat. Dengan wajah kesal Siwon bangkit dari atas tubuh Kyuhyun dan segera masuk ke kamar mandi.

Kyuhyun sendiri kembali membaringkan tubuhnya. Ia merasa lelah, padahal ini baru tahap awal. Kemudian pemuda itu melihat jam kecil di nakas. Ini memang waktunya makan malam. Dengan perlahan ia mendudukan tubuhnya bersandar pada headboard ranjang dan saat itu ia syock. Panas menjalari wajahnya saat Kyuhyun melihat kondisinya saat ini. Kancing kemejanya sudah terlepas semua dan ia hanya mengenakan boxer. Tidak lupa bercak-bercak merah yang kini menghiasi daerah leher dan sekitar dadanya. “Choi Siwon.”

***

“Jangan menatapku seperti itu.” Kyuhyun memajukan bibirnya saat mendapati Siwon sedang memandangnya dengan pandangan yang ia tahu jelas seperti apa.
“Kenapa memakai baju seperti itu. Jika appa dan umma melihatnya mereka pasti mengerti.” Siwon berkata dengan senyum dibibirnya melihat Kyuhyun memakai kaos berkerah turtle untuk menutupi lehernya.

“Jangan menggodaku, atau kau tidak akan bisa menyentuhku lagi.” Kyuhyun tersenyum tipis. “Memang kau tahan berada di sekitarku tapi tak bisa menyentuhku?” Goda Siwon.
“Mwo?! Tentu saja. Bukankah kau yang sangat suka menyentuhku.” Kyuhyyn memicingkan matanya menatap Siwon. “Kau lupa dulu kau tiba-tiba saja menyeretku lalu menciumku. Itu bahkan ciuman pertamaku. Tapi kau mengambilnya dengan seenaknya.”

Siwon tertawa dan menghampiri Kyuhyun. Ia memeluk huswifenya yang saat itu sedang duduk di depan meja rias dari belakang. Menempelkan dagunya pada pundak kanan Kyuhyun. “Salahmu karena terus menggangguku, sampai aku tidak bisa menjalani kehidupanku seperti biasa.”

“Hyung.”
“Ne?”
“Aku mencintaimu.”
“Aku lebih mencintaimu. Jangan pernah pergi lagi.” Siwon mengecup pipi kanan Kyuhyun.

Dan malam itu Siwon benar-benar tidak bisa menyentuh Kyuhyun lagi, karena setelah makan malan sang appa dan umma menyandera Kyuhyun hingga tengah malam. Dan pemuda itu baru masuk ke kamar setelah Siwon tertidur. Dengan perlahan Kyuhyun segera membaringkan tubuhnya di samping kanan Siwon lalu menyusupkan kepalanga pada dada bidang suaminya. Kyuhyun tersenyum saat ia merasakan tangan Siwon melingkari pinggangnya dan menariknya ke dalam pelukan hangat Siwon.
.
.
.
.

Note:
annyeong…. saya datang lagi bawa cerita gaje yang gak tau mau dibawa kemana… hahahaha… tiba-tiba ajah ngetik dan jadilah seperti ini. Karena saya kangen wonkyu mungkin efef ini akan banyak lovey doveynya mereka,,, maklum pengantin baru walau udeh nikah dr 5 tahun lalu… jd jgn kaget kalo ratenya turun naik… wkwkwkwkwk… dan kalo mupeng jgn salahin saya… XDD
Dan kalo ada yg masih nunggu CoL mungkin minggu depan…

Last but not least
See U next time and keep spreading WonKyu love !!
Annyeong~~~~ ^^

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

107 thoughts on “All For You – Chapter 1

  1. Wow glad to find another fic about wonkyu since tha last time I’ve read some.
    Such a sweet story, hope you’ll continue to write it till the end, fighting! 😄😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s