Posted in Angst, BL, Drama, Family, Romance

Angel of Voice chap.7

By. Miss Lee & Ryupyo

 

Cast : Siwon x Kyuhyun

Donghae x Eunhyuk

Stella & Cho Ahra

Genre : angst, romance, friendship

Rate : T (Boys Love)

 

Angel of Voice

Di sebuah kafe yang berdekatan dengan gedung perkantoran milik Hyundai corp. terdapat seorang namja yang masih terlihat tampan di usianya menuju ke 50 Tahun itu, sedangkan didepannya terdapat seorang yeoja cantik seumuran dengan usia anaknya duduk dengan manis dan anggunnya, “Mian ahjussi karena aku meminta waktu untuk berbicara berdua seperti ini?”

Sembari menyeruput kopi yang terhidangkan di atas meja, namja yang dipanggil ahjussi itu pun hanya tersenyum “Sepertinya ada hal yang penting ingin kau bicarakan?” tanyanya tanpa basa basi.

Yeoja bernama Kim Stella itu menggigit bibir bawahnya, “Eum.. ini soal Siwon oppa, ahjussi..” aktingnya kini segera dimulai.

“Memangnya ada apa dengan Siwon? Apa kau bertengkar dengannya? Karena akhir – akhir ini ahjussi melihat sepertinya Siwon jarang membawamu bermain ke rumah. Padahal kau sedang berada di Korea” tanyanya beruntun, seakan mendapat angin segar, Stella berusaha untuk membuat ahjussi yang berstatus sebagai appa Siwon ini bisa membantu melancarkan rencananya.

 

“Ya benar ahjussi, mungkin Siwon oppa terlalu sibuk dengan seseorang hingga menomor duakan aku” ucapnya mencoba mendramatisir keadaan, membuat Choi Kiho terlihat iba kepadanya.

“Apa maksudmu? Siapa seseorang yang kau maksud?” sebagai appa, Kiho memang sangat protektif kepada anak tunggalnya itu. Terlebih karena memang Siwon sudah dipersiapkan untuk memegang kendali perusahaan dimana setelah ia lulus kuliah nanti, maka itu Kiho berusaha untuk selalu menstir Siwon agar mendapatkan pasangan hidup yang seimbang dengan keluarga Choi.

Dengan tersenyum licik Stella kini memulai aktingnya kembali “Cho Kyuhyun, dia namja tunarungu yang membuat Siwon oppa menjadi menjauhiku, aku tidak tau apa istimewanya namja itu. Tapi Siwon oppa selalu mengistimewakannya, sehingga aku pun kini dilupakannya” Stella menunduk seakan dirinya tersakiti hatinya oleh Siwon, Stella memang sudah mencari tau segala sesuatu tentang Kyuhyun. Untuk itu, cara dengan mencari empati dari appa Choi adalah jalan satu – satunya agar rencananya untuk selalu bersama dengan Siwon terus berjalan.

 

Choi Kiho mengerutkan dahinya “Cho kyuhyun. Siapa dia?” dirinya seakan familiar dengan nama itu, “Dia adalah teman Sekolahnya Siwon oppa, dia saat ini belajar di kelas musik” ujar Stella kembali.

“Chakamanayo, Kyuhyun yang kau maksud adalah namja yang bernyanyi untuk mewakili Sekolahan Blue Sapphire?” kini Kiho mulai menyadari, sosok namja manis yang menjadi perwakilan Sekolah dengan suara yang indah itu adalah namja yang kini sedang dekat dengan anaknya.

“Sepertinya begitu. Kyuhyun membuat Siwon oppa menjadi terbebani, karena dia tidak bisa mendengar, maka Siwon oppa dengan sukarela menjadi pendengaran untuknya. Aku takut ahjussi, aku takut Siwon oppa menyukai Kyuhyun, bukankah memalukan bila relasi bisnis ahjussi mengetahui bahwa Siwon oppa yang sudah memiliki kekasih ternyata berselingkuh dengan seorang namja cacat” Stella gencar memberikan stigma negative untuk Kyuhyun kepada Choi Kiho.

 

Choi Kiho menatap berang kepada Stella, dia tahu bahwa Siwon mungkin telah menyakiti hatinya karena berdekatan dengan Kyuhyun, tapi tidak berarti bahwa Siwon dapat dihakimi sebagai peselingkuh “Aku tau bahwa kau kecewa, tapi aku lebih tau bagaimana anakku. Aku akan mencoba menanyakan semuanya kepada Siwon. Aku akan membayar tagihan ini” setelahnya Choi Kiho beranjak dari duduknya, memerintahkan anak buahnya untuk membayarkan minuman yang sudah dia dan Stella pesan.

Stella hanya menatap punggung Kiho yang mulai menjauh dengan tersenyum senang “Kau berurusan dengan orang yang salah Cho Kyuhyun, kita lihat apakah kau akan masih berani untuk berdekatan dengan Siwon oppa. Setelah ini, aku harus segera meminta ahjussi Choi untuk segera mempersiapkan pertunanganku dengan Siwon oppa.” Stella menatap layar ponselnya sebal, tidak ada satu panggilan bahkan pesan dari Siwon untuknya. “Ish, kau memang sudah banyak berubah sejak bertemu dengan namja itu, Choi Siwon..” lalu Stella menyimpan kembali handphone nya didalam tas dengan kasar.

 

Angel of Voice­

Aku yang sedang duduk di atas ranjangku sembari membaca buku partitur lagu dikejutkan dengan kehadiran noona, “Kyunie.. didepan ada Siwon” aku menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh noonaku. Apa yang akan Siwon hyung katakan padaku? Apa dia akan menjelaskan tentang hubungannya dengan yeojachingunya itu? Ataukah dia itu.. aku masih terdiam tanpa beranjak dari tempatku sedari tadi, noona yang masih melihatku terdiam langsung menyadarkanku dengan menepuk bahuku.

“Kyunie.. ppaliwa, Siwon menunggumu. Turunlah” Ahra noona tersenyum kepadaku, lalu mengambil buku yang ku pegang dan menyimpannya di atas meja kecil samping tempat tidurku. Menarikku untuk berdiri, sedikitnya merapihkan penampilanku lalu menarikku untuk ikut dengannya keluar kamar.

Kami berdua berjalan beriringan dengan Ahra noona yang masih menggandeng lenganku, sesampainya dilantai bawah. Ahra noona menuntunku kembali menuju taman belakang. Disana terlihat Siwon hyung yang sedang mengobrol ringan dengan appa, andai aku bisa mendengar sepertinya lebih asik terlibat obrolan menarik dan santai seperti itu.

 

“Pergilah kesana, Siwon sedari tadi dikuasai oleh appa. Kau tidak mau dia cepat menua karena appa terus saja membicarakan soal bisnis kepadanya kan?” aku hanya bisa tersenyum geli, mendengar Ahra noona menjelekkan appa. Appa memang akan selalu membangun obrolan dengan lawan bicaranya, mengenai bisnis. Menurutku appa dan Siwon hyung bisa cocok, bukankah Siwon hyung memang berasal dari kelas bisnis. Terbukti aku dapat melihat mereka berbicara santai saat ini.

Aku berjalan perlahan menuju mereka “Ekhm..” aku mencoba membuat mereka menyadari bahwa aku sedang berada disana, Siwon hyung menolehkan kepalanya kepadaku. Tersenyum dengan tampannya, oh Tuhan tolong buat jantungku kembali normal. Tidak lucu bukan bila aku pingsan karena melihat Siwon hyung tersenyum kepadaku?

“Akh.. sepertinya pembicaraan kita sampai disini dulu Siwon-ah. Kyunie sudah datang dan dia pasti akan marah, bila appa nya memanipulasi dirimu” dengan terkekeh appa pergi meninggalkanku berdua dengan Siwon hyung, aku hanya berusaha bersikap biasa saja saat ini, walau tidak dipungkiri bahwa aku senang Siwon hyung bermain kembali ke rumahku bahkan bisa akrab dengan appa.

 

“Kyunie..” ujarnya sembari memegang tanganku yang kini berada di atas meja, “Kyunie.. panggilan yang akrab dan indah bukan?” tanyanya, ntahlah mungkin kini pipiku sudah memerah mendengar ucapannya itu. “Hyung, ada apa?” Siwon hyung mengernyit bingung dengan pertanyaanku.

“Maksudku, ada apa hyung datang kesini?” Siwon hyung hanya tersenyum tanpa enggan untuk melepas genggaman tangannya diatas tanganku “Apa aku tidak boleh main kesini?” bukannya menjawab tapi Siwon hyung balik bertanya kepadaku, aku hanya menggelengkan kepalaku lalu tersenyum ke arahnya, sebenarnya aku ingin menanyakan apakah dirinya mengetahui tentang yeojachingu nya yang datang menemuiku dari Eunhyuk hyung. Tapi lidahku seakan kelu untuk berucap menanyakannya.

“Kau kenapa Kyu?” melihat aku yang hanya menatapnya sendu membuat Siwon hyung mengeratkan genggamannya dan bertanya kepadaku. Aku hanya tersenyum sebagai pengganti jawabanku “Bogosipheo Kyu.. padahal esok kita akan kembali bertemu, tapi rasanya satu hari tidak melihatmu membuatku merindukanmu” oh ayolah Siwon hyung kau ingin membuatku merona untuk keberapa kalinya?

 

“Kyunie..” lagi – lagi Siwon hyung memanggilku dan aku dengan setia memperhatikan apa yang akan dikatakannya, “Bagaimana bila kita jalan – jalan? Kau mau kan? Kita ke gereja, atau ke kedai es krim, heum?” ajaknya, aku tanpa berpikir lebih panjang aku langsung menyetujuinya. Aku merasa, bahwa aku harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk bersama dengan Siwon hyung. Aku tidak tau mengapa? Tapi itulah yang kini terjadi, aku hanya takut bila hari esok kami tidak akan bisa melakukan kegiatan bersama kembali.

“Kajja Kyu..” Siwon hyung mengajakku untuk ikut berdiri dengannya, membawaku masuk ke dalam rumah dan terlihat bahwa sepertinya Siwon hyung sedang meminta izin kepada appa, eomma dan juga Ahra noona. Aku sendiri masih betah berdiri tidak jauh dari Siwon hyung, “Kyu.. ambilah jaketmu, aku menunggu di mobil ne..” Siwon hyung tersenyum dengan menampilkan dua dimplesnya, aku pun bergegas menuju kamarku untuk mengambil jaket serta handphone ku. Setelahnya aku langsung berpamitan dengan kedua orang tuaku dan Ahra noona, “Berhati – hatilah dijalan dan selamat berkencan” Ahra noona meledekku saat mengantarkanku hingga pintu depan.

Siwon hyung sudah menunggu didalam mobil audy R8 spyder nya, aku dengan langkah pasti dan juga berusaha menenangkan degup jantungku berjalan menuju mobil Siwon hyung, ini memang bukan kali pertama kami jalan – jalan berdua, tetapi bagiku pertama atau kesekian kali selalu terasa menyenangkan dan ntahlah perasaan apa yang terjadi sehingga aku merasakan bahwa wajahku memanas dimana dengan perhatiannya Siwon hyung memakaikan seatbelt kepadaku.

 

“Bagaimana dengan latihan vokalmu?” Siwon hyung bertanya tepat saat lampu merah menyala, “Semua berjalan lancar. Aku ingin bisa membuat sebuah lagu” kataku antusias. “Aku yakin kau bisa Kyu, kau pasti bisa” Siwon hyung memberikan semangatnya kepadaku. Aku hanya membalasnya dengan senyumanku, lampu merah pun sudah berganti dengan lampu hijau. Siwon hyung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hingga kini kami sudah berada di depan kedai es krim. Siwon hyung dengan baiknya membukakan pintu untukku, aku berjalan beriringan dengannya mengambil tempat duduk di sebelah jendela yang mengarah ke jalanan.

Kami makan es krim dengan bahagia, Siwon hyung banyak bercerita kepadaku tentang pengalaman bermusiknya sehingga ia akhirnya memilih kelas music bersamaan dengan kelas bisnis, hingga kini sekolahnya berjalan dengan baik. Aku tau menjadi seorang Siwon tidaklah mudah, setelah selesai sekolah, Siwon hyung sudah diarahkan untuk mengambil kuliah bisnis manajemen. Aku tau bahwa Siwon hyung ingin bisa menjadi pemusik professional tapi sayangnya, sebagai anak tunggal Siwon hyung sedari kecil sudah mendapatkan arahan yang memang seharusnya dia pilih, mau tidak mau.

Sehingga waktu terus berjalan, selesai dari kedai music Siwon hyung mengajakku untuk ke toko buku. Siwon hyung membelikanku buku music untuk seorang pemula, walau pengalaman aku untuk bernyanyi maupun bermain alat music sudah lebih dari setahun – dua tahun tapi baginya, aku harus terus mau belajar agar aku bisa menjadi seseorang pemusik handal yang dibanggakan semua orang. Aku senang karena Siwon hyung benar – benar ingin membantuku mewujudkan impianku bernyanyi dipanggung megah untuk para penyanyi dunia. Hingga tiba akhirnya aku dan Siwon hyung berpisah, aku enggan untuk berpisah walau aku tau besok aku masih bertemu dengannya, tapi ada sebagian dari hatiku yang mengatakan bahwa esok tidak mungkin sama dengan hari ini. “Kyunie.. aku tidak akan masuk ne, salamkan saja kepada ahjussi, ahjumma dan Ahra noona.” Aku pun hanya tersenyum menanggapinya, lalu memanjat keluar. Kaca mobil diturunkannya sehingga aku bisa melihat Siwon hyung, “Jaljayo.. sampai bertemu besok..” aku melambaikan tanganku, mobilpun melaju menjauhi perkarangan rumahku, “Ne hyung, sampai bertemu besok. Saranghae” ucapan yang tidak mungkin Siwon hyung ketahui.

 

Angel of Voice

Aku baru saja selesai pergi bersama dengan Kyuhyun, semakin hari aku merasakan getaran yang aneh di dalam hatiku. Debaran jantungku yang tidak sesuai irama sering terjadi, dimana Kyuhyun tersenyum kepadaku, membuat ribuan kupu – kupu seakan menggelitik di permukaan kulit perutku, ada apa ini? Aku dengan senyum yang selalu terkembang berjalan menuju rumah, setelah sebelumnya aku memarkirkan mobilku. Berjalan perlahan menuju tangga yang akan menghubungkanku dengan kamarku di lantai atas, belum sempat aku menaiki tangga. “Siwon, kau baru pulang chagi?” aku tersenyum saat suara itu menyapa pendengaranku “Ne eomma..” aku berjalan menuju eomma dan mencium pipinya sekilas.

“Kau mandilah dulu setelahnya makan malam, ne..” eomma mendorongku menuju tangga. Aku dengan senang hati menuruti perkataan eomma. Setelah dikamar aku tidak langsung mandi, aku lebih memilih untuk mengirim pesan terlebih dahulu kepada Kyuhyun Hyung sudah sampai di rumah, beristirahatlah. Besok kita akan kembali Sekolah, bogosipheo.. jaljayo aku tersenyum melihat pesan yang ku kirimkan kepada Kyuhyun, walau aku baru sebentar meninggalkannya akan tetapi aku memang merindukannya, berada disisi Kyuhyun membuatku serasa lebih hidup, terdengar gombal memang, tapi itulah yang terjadi padaku saat ini.

Dimana saat aku berendam, aku memikirkan bagaimana akan hari esok? Stella masih disini bahkan statusnya masih yeojachinguku. Seharusnya aku tidak membuat dua hati merasa tersakiti. Ya besok aku sudah memantapkan hatiku untuk memilih Kyuhyun, untuk itu lebih baik aku besok akan membicarakan segalanya kepada Stella. Aku harap dirinya mengerti akan keputusanku ini, untuk masalah dengan appa dan eomma pasti aku akan membicarakannya tapi tidak untuk sekarang, aku akan mencari waktu yang tepat.

 

Aku pun kini bersiap akan menuju meja makan, disana sudah terdapat appa yang duduk di kursi biasanya dan disampingnya ada eomma yang duduk berhadapan denganku. Suasana makan malam sekarang ini sunyi, tidak seperti biasanya appa tidak berbicara kepadaku. Karena biasanya appa dan eomma pasti akan menanyakan tentang keseharianku, walau aku tidak pernah secara jujur bahwa aku tengah dekat dengan Kyuhyun, seseorang yang mampu membuatku jatuh cinta. Karena aku masih harus menjaga perasaan Stella.

“Siwon setelah ini datanglah ke ruang kerja appa” perintahnya dan langsung bergegas pergi ke ruang kerja, eomma sendiri hanya terdiam, sorot matanya seakan mengkhawatirkanku. Aku sendiri tidak mengetahui apa yang eomma khawatirkan padaku, bukankah aku hanya akan berbincang dengan appa? “Eomma gwaenchana?” tanyaku, eomma hanya menggeleng lemah sembari tetap mempertahankan senyuman manis di wajahnya.

 

“Siwon.. eomma akan mengantarkanmu, kajja” eomma menggandeng lenganku dan kini kami berjalan beriringan menuju ruang kerja appa. Saat aku masuk, appa sedang berdiri membelakangi kami dengan mata yang memandang ke arah figura besar foto keluarga kami yang diambil setahun kemarin. Aku merasakan sepertinya akan ada suatu yang buruk terjadi, tapi aku selalu berharap bahwa pikiran dan firasatku ini tidak benar adanya.

“Appa.. apa yang akan appa katakana padaku?” aku berdiri di belakang meja kerja appa sembari terus melihat ke arah appa. Eomma sendiri lebih memilih diam dan berdiri disebelahku, “Ada hubungan apa kau dengan namja yang bernama Cho Kyuhyun?”

DEG..

“Aku..” aku ntah mengapa tergugup saat akan menjawab pertanyaan dari appa, lidahku seakan kelu untuk berbicara, “JAWAB YANG BENAR SIWON!!” appa membalikkan badannya, terlihat sorotan marah yang diarahkan kepadaku, eomma mendekati appa dan mengelus bahunya lembut, “Yeobo tenanglah, bila kau marah bagaimana Siwon bisa menjelaskannya”. Aku dapat melihat sorot mata eomma yang sedih menatapku, aku sendiri hanya bisa diam tanpa tau aku harus berkata apa?

 

Tapi salahkan lidahku yang tidak bisa diajak kompromi, “Dia teman Sekolahku,, dan.. aku.. aku.. mencintainya” aku tidak tau mengapa kata itu begitu saja meluncur manis dari bibirku,  “APA??!! KAU GILA SIWON? KAU SUDAH MEMILIKI STELLA, APA YANG KURANG DARINYA, HAH?” appa benar – benar murka saat aku mengatakan yang sebenarnya, lagi – lagi eomma mencoba menenangkan appa.  “Yeobo, aku mohon tenanglah” appa terduduk di kursinya dengan memijat keningnya kasar, “Bagaimana aku bisa tenang bila anakku sendiri mencintai seorang namja cacat?” ucapan appa begitu menyakiti hatiku, bagaimana appa bisa mengetahui tentang Kyuhyun? Apakah selama ini appa mengintai kegiatanku? Tapi walau begitu appa tidak berhak berkata demikian.

“Appa, Kyuhyun bukanlah namja cacat. Walau dia memiliki kekurangan tapi itu akan menjadi kelebihannya. Aku mohon jangan menyebutnya sebagai namja cacat” aku mencoba membela Kyuhyun dihadapan appa, bagaimanapun bagiku kekurangan Kyuhyun adalah hal yang istimewa karena dibalik kekurangannya itu Kyuhyun menyembunyikan kelebihan yang membuat semua terkagum akan dirinya, “Siwon kau berani melawan appa??!! Lalu bagaimana hubunganmu dengan Stella?” appa kembali marah disaat aku mencoba membela Kyuhyun.

Aku mendekati appa dan eomma, bersimpuh di lutut appa “Aku akan memutuskannya appa, aku mohon appa eomma, aku tidak mencintai Stella. Izinkan aku untuk bersama dengan Kyuhyun” aku berharap bahwa appa dan eomma bisa mendukung keputusanku, untuk sekali ini saja biarkan aku bisa memilih apa yang aku inginkan tanpa ada campur tangan dari kedua orang tuaku, ini hidupku maka biarkanlah aku yang bisa menentukan segalanya.

 

PLAK!!

“Kau!! Bila kau tidak menyukai Stella, mengapa dulu kau menerimanya? Sekarang masuk kekamarmu Siwon. Cepat!!” perintah appa, aku hanya bisa memegang pipiku yang terasa panas dan perih secara bersamaan. Selain pipiku yang sakit, tapi hatiku lebih sakit dengan tindakan appa.

“Tapi appa..” aku masih berusaha untuk membujuk appa, tapi eomma mencegahku dan membangunkanku dari berlutut “Siwon dengarkan eomma sekali ini saja, patuhi appamu, eomma akan berusaha membujuk appa. Sekarang masuklah chagi” pintanya sembari mengelus bekas tamparan appa, aku dapat melihat sorot mata eomma ada kesedihan yang mendalam disana. Karena baru kali ini appa menamparku, belum pernah appa melakukannya kepadaku.

Aku dengan langkah gontai berjalan keluar, aku menutup pintu dengan pelan. Tapi aku tidak mengindahkan perkataan eomma, karena kini aku masih berada didepan pintu. Dapat ku dengar pecakapan eomma dan appa, aku sedikit membuka pintu dan melihat percakapan mereka melalui celah pintu, “Yeobo.. kita tidak bisa memaksa Siwon untuk terus melanjutkan hubungan dengan Stella. Dia tidak mencintainya, kita yang salah. Karena kita lah Siwon menerima Stella, bukankah Siwon memang sedari awal tidak mengenal dan mencintai Stella, tapi karena perjodohan maka Siwon mau menerimanya” bujuk eomma dengan masih terus membelai bahu appa lembut.

 

“Cukup. Aku akan tetap melanjutkan perjodohan Siwon dengan Stella, minggu depan pertunangan akan segera dilaksanakan, aku minta kau mengatur semuanya dengan baik” hatiku kali ini benar – benar hancur mendengar perkataan appa, aku selalu tidak bisa menolak keinginan appa. Apa yang harus aku lakukan untuk mencegah semua ini terjadi?

“Yeobo.. aku mohon, pikirkan kembali tentang ini. Ini demi masa depan anak kita, anak tunggal kita. Kebahagiaannya adalah kebahagiaanku, aku yang bersusah payah mengandungnya, mengurusinya selama dia dalam kandungan hingga saat ini. Aku tidak ingin anakku menjadi menderita karena keegoisanmu” baru kali ini aku mendengar eomma menentang keras keinginan appa.

Dapat aku lihat pula bagaimana appa pun melihat eomma dengan sorot mata sedih, “Ini keputusanku, aku harap kau selalu mendukung keputusanku. Demi kebaikan Siwon, dia pasti akan bahagia dengan Stella. Percayalah padaku” appa menggemgam tangan eomma, eomma mencoba menepisnya, “Aku tidak tau harus berpihak kepadamu atau tidak? Tapi yang aku tau bahwa kini anakku sedang bersedih, selama ini Siwon selalu menuruti keinginan kita, ini demi masa depannya. Mengapa kau tidak bisa menuruti sedikit saja, perjodohan ini masih dalam tahap penjajakan, pikirkanlah dengan baik” melihat eomma akan keluar dari ruangan appa, aku bergegas berlari menuju tangga dan langsung memasuki kamarku.

 

Angel of Voice

Siwon kini sedang berada di atas atap Sekolah, memandang sekitar dengan tatapan kosong. Mengingat kembali bagaimana kedua orang tuanya bertengkar hanya untuk dirinya. Eunhyuk dan Donghae yang memang sedari tadi mengikuti Siwon, mencoba mendekatinya. “Hey.. gwaenchana?” tanya Donghae yang kini duduk di sisi kirinya, sedangkan Eunhyuk sendiri duduk disisi kanan Siwon. Tidak ada jawaban dari Siwon, yang ada Siwon lebih memilih pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu.

Semenjak kejadian di atap, Siwon mulai menutup dirinya. Tidak ada senyuman, tawa, sapaan hangat bahkan Siwon pun seakan menghindar untuk bertemu dengan Kyuhyun maupun Eunhyuk dan Donghae. Sepulang sekolah Eunhyuk dan Donghae yang sudah mulai jenuh dengan keadaan ini, akan menyeret paksa Siwon dan mencoba memaksa Siwon untuk mengatakan apa yang sedang terjadi sebenarnya. Seperti yang sudah direncanakan EunHae langsung menggiring Siwon menuju mobil Donghae dan membawa Siwon menuju kediaman Donghae, tidak ada perlawanan yang sulit karena sepertinya Siwon seakan pasrah, inilah yang sangat dibenci oleh keduanya keadaan Siwon yang seakan tidak punya semangat hidup kembali.

“Kau ini kenapa Siwon? Sudah dua hari ini sikapmu berubah. Kau masih menganggap kami sebagai sahabatmu kan?” Donghae benar – benar gemas dengan sikap Siwon yang masih saja terdiam, “Bicaralah Siwon. Bila itu bisa membuatmu menjadi ringan akan beban berat yang saat ini kau tanggung, kami ada disini. Kami akan selalu mendukung dan membantumu, percayalah pada kami” Eunhyuk kini yang berusaha membujuk Siwon. Mendengar kedua sahabatnya yang seakan memaksanya berbicara membuat Siwon frustasi, Siwon mengacak rambutnya kasar.

 

“Aku tidak tau harus berkata darimana?” Siwon kini mulai membuka suaranya, “Tapi aku harus melakukannya, aku tidak ingin kedua orang tuaku bertengkar karena aku” Siwon mengusap wajahnya kasar. EunHae sendiri masih setia mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Siwon. “Aku.. aku.. eum.. aku akan.. segera bertunangan” seakan mendengar berita kematian, EunHae hanya bisa menahan nafasnya. Bagaimana bisa terjadi? Bukankah pertunangan akan terjadi bila Siwon telah lulus sekolah, Eunhyuk hanya bisa menahan amarahnya “Aku yakin ini semua karena Stella” innernya.

“Lalu kau benar – benar akan bertunangan dengan Stella? Lalu Kyu..” Donghae hanya bisa menggantungkan ucapannya, Siwon terdiam melihat langit – langit kamar Donghae seakan bahwa saat melihatnya dia akan menemukan jawabannya dan terlepas dari permasalahan ini, “Aku tidak tau harus berkata apa pada Kyuhyun. Sungguh aku tidak ingin ini terjadi, tapi.. aku tidak bisa menolaknya”.

Eunhyuk mendesah frustasi “Kau akan menerima semuanya tanpa ada perlawanan? Untuk apa kau percaya bahwa angel of voice mu akan kembali, bila kini setelah kau mengetahuinya, kau akan menyakitinya? Oh ayolah Siwon yang ku kenal bukanlah Siwon yang pantang menyerah” Eunhyuk mencoba menyemangati Siwon. “Aku harus bagaimana?” ucapan Siwon membuat Eunhyuk ingin melemparkannya ke kolam, “Kau harus membatalkannya Siwon, aku yakin eomma mu akan selalu berada dibelakangmu. Jalan satu – satunya adalah kau mengatakan yang sebenarnya kepada Kyuhyun.” Saran Eunhyuk. “Benar katamu, aku harus berbicara kepada Kyuhyun, bila Kyuhyun memintaku untuk berhenti maka aku akan berhenti” lalu Donghae menyela “Bila Kyuhyun menyuruhmu untuk terus maju?”.

 

“Maka aku akan..” kini Eunhyuk yang memotongnya “Maka kau harus tetap memperjuangkan Kyuhyun, ingatlah Siwon. Perjuanganmu untuk bisa kembali bertemu dengannya tidaklah mudah, jangan pernah menyerah dengan keadaan, ini masa depanmu. Kau berhak menentukan masa depanmu sendiri, cukup sudah selama ini kau diatur, kini giliranmu untuk mengatur apa yang kau inginkan” Eunhyuk menepuk bahu Siwon, Donghae pun mendekati Siwon “Aku… oh maksudnya kami akan selalu ada untukmu Siwon, maka itu jangan pernah menyerah. Semangat” Siwon tersenyum lalu memeluk mereka berdua bergantian, menyalurkan rasa terima kasih karena mereka selalu ada untuknya di saat suka dan duka.

 

Angel of Voice-

Kini Siwon dan Kyuhyun sedang berada di taman belakang Sekolah, tempat dimana dirinya dan Kyuhyun pertama kali merasakan debaran aneh pada diri mereka masing – masing. Keheningan tercipta diantara mereka, keduanya nampak diam seolah menikmati hembusan angin yang hanya menambah rasa sakit pada keduanya. Karena tanpa Siwon sadari, dirinya yang selalu menghindari Kyuhyun menjadikan Kyuhyun mengerti bahwa dirinya tidak mungkin bersama dengan Siwon, terlebih kini Stella sudah berada kembali di Korea. “Kyu..” Siwon, namja tampan itu akhirnya memecah keheningan, Kyuhyun dengan seksama memperhatikan gerak bibir Siwon.

“Mengenai beberapa hari ini..” ucapan Siwon terpotong oleh seorang Cho Kyuhyun yang tersenyum manis kepadanya “Aku senang pada akhirnya hyung akan bertunangan dengan dirinya. Stella, yeoja yang cantik dan juga pintar. Semua orang mengakui itu termasuk aku. Kalian saling mencintai jadi ketika nanti kelak kalian menikah, kalian akan menjadi pasangan yang paling serasi dan paling bahagia di dunia ini”. Senyuman itu tidak pernah lepas dari wajah Kyuhyun, Siwon tentu terkejut dengan ucapannya, bagaimana Kyuhyun mengetahui tentang pertunangannya? Bukankah dia baru saja akan memberitahukan hal itu.

Kyuhyun masih tetap tersenyum dan memandangi paras tampan Siwon, walau jauh di dalam lubuk hatinya merasakan sakit yang teramat perih. Bagaimana tidak dengan bangganya kemarin Stella menemuinya dan mengatakan bahwa dirinya akan bertunangan dengan Siwon, Kyuhyun memang tidak lantas begitu saja percaya akan ucapan Stella, tapi melihat kartu undangan yang sudah tercetak maka semua pikirannya mengenai Siwon mencintainya itu sirna, karena kini Siwon sudah menentukan arah nasib hidupnya dengan bertunangan bersama Stella, bukan dirinya lah yang dicintai Siwon tetapi Stella.

 

Sementara Siwon pun masih menatap ke arah Kyuhyun yang saat ini tidak bisa diartikan mimik wajahnya,  “Oia, nanti kalian pasti akan memiliki anak – anak yang tampan sepertimu dan cantik seperti Stella. Mmm.. meskipun aku tidak bisa mendengar,  tapi aku pasti akan menjadi samchon yang baik untuk mereka dan aku akan mengajarkan bagaimana mereka bernyanyi, hehehe..” Kyuhyun kembali tersenyum manis ketika mengucapkan kata – kata itu, sungguh bukan itu yang ingin Siwon dengar. Semuanya terasa menyakitkan untuk dirinya.

“Kyu..??” hanya kata itu yang mampu Siwon ucapkan, sementara Kyuhyun hanya memiringkan kepalanya sebagai tanda tidak mengerti dengan ucapan Siwon, “Apa kau bahagia?” lanjut Siwon akhirnya, namun Kyuhyun hanya diam seolah tidak mengerti. “Apa kau bahagia? Jika aku bersama dengan Stella?”. Kyuhyun yang kini membaca perkataan Siwon, hanya mampu menahan sakitnya, dia tersenyum manis “Tentu saja!! Karena Stella adalah yeoja yang paling baik dan cocok untukmu, hyung..” Kyuhyun namja itu mengucapkannya dengan wajah bahagia yang sebenarnya itu hanyalah topengnya, “Oya hyung, aku harus segera pulang karena ada urusan keluarga, sampai bertemu besok” setelah mengucapkan itu Kyuhyun segera berlari meninggalkan Siwon yang masih diam terpaku menatap kepergiannya.

Tanpa mereka sadari, mereka sudah menyakiti hati masing – masing. Siwon tanpa sadar meneteskan air matanya, ini begitu berat baginya. Bukan ini yang diharapkannya, tapi melihat Kyuhyun yang seolah ikhlas dan melihat senyumnya walau itu pahit membuatnya bingung harus berbuat apa?

 

BRAK!! Pintu tertutup dengan begitu kerasnya namun tidak mempengaruhi apa – apa baginya, Kyuhyun namja manis itu langsung menuju kamarnya begitu sampai dirumah, beruntunglah hari itu semua anggota keluarganya sedang berada di luar. Dengan tatapan yang sulit diartikan, Kyuhyun berjalan menuju DVD Playernya dan menyalakan music Beethoven symphony 4 dengan sangat kencang. Alunan yang mengalun indah dikamarnya, tapi Kyuhyun tidak dapat merasakan apapun, tatapan Kyuhyun masih sulit diartikan dan kosong. Secara perlahan namja manis itu mengarahkan telapak tangannya pada sound system yang ada di hadapannya, merasakan getaran yang dihasilkan oleh music yang sedang mengalun, lama Kyuhyun terdiam berharap terjadi keajaiban dia bisa mendengar nada yang terdapat dalam music itu.

Mati – matian Kyuhyun menahan dirinya untuk tidak menangis, namun semuanya sia – sia. Air mata itu kembali keluar, Kyuhyun hanya mampu menenggelemkan kepalanya pada kedua lututnya, dia menangis sekencang yang ia bisa. “Jika aku bisa mendengar apakah kau akan mencintaiku, hyung? Bukan mengasihaniku?” pertanyaan – pertanyaan itulah yang terus menari dalam pikirannya dan semua terasa menyesakkan. Berkali – kali Kyuhyun memukul dadanya untuk mengurangi rasa sesak yang bersemayam disana, namun semuanya sia – sia. Hanya dengan menangis itulah yang bisa dirinya lakukan dan berharap setelah ini sesak itu berkurang.

 

Angel of Voice

Hari pertunangan pun tiba, suasana nampak meriah dan nuansa mewah sangat terasa disana. Senyum terpatri pada setiap tamu yang hadir tak terkecuali bagi seorang Choi Siwon, namja tampan yang berbalut tuxedo berwarna hitam nampak mengembangkan senyuman palsu kepada siapapun yang hadir disana. Pandangan terus saja ia arahkan pada setiap tamu yang datang, berharap ada seseorang yang sangat ia rindukan berada disana. “Oppa..” Stella, yeoja cantik itu mengembalikkan Siwon ke dunia yang sesungguhnya, senyum manis Stella tidak mampu membuat Siwon bahagia, sebaliknya dirinya semakin tersiksa.

“Oppa..kajja, acara akan segera dimulai, appa dan eomma mu meminta kita menunggu disana” ucap Stella sambil menggandeng tangan Siwon manja, Siwon sendiri masih betah terdiam tanpa ingin membalas ucapan Stella. Setelah sampai di meja makan tempat kedua orang tua Siwon maupun Stella sedang berbincang, Siwon tersenyum kepada kedua orang tua Stella, merekapun akhirnya menikmati makan malam bersama. Namun Siwon berubah menjadi sosok yang pendiam, semua itu tidak lepas dalam pantauan sang eomma, eomma Choi hanya bisa memandang sendu putranya, seandainya ia bisa, ia ingin sekali membantu Siwon. Membantu mengembalikan Siwon yang dulu, bukan Siwon yang saat ini berada dihadapannya, tiba – tiba saja terdengar suara handphone Siwon berbunyi, ketika melihat siapa yang menghubunginya Siwon pun meminta izin untuk mengangkat telephone nya dan menghindar dari keramaian.

“Yeob..” belum Siwon menuntaskan ucapannya, dari line seberang sudah memotongnya “Apa Kyu bersamamu?” tanyanya langsung, pertanyaan Ahra sontak membuat jantung Siwon berdetak kencang, saat mendengar nama Kyuhyun disebut. “ Dia tidak bersamaku, noona..” jawab Siwon dengan terbata. “Ini sudah malam tapi Kyunie belum juga pulang, aku sudah menghubunginya tapi handphone nya tidak aktif” lanjut Ahra dengan nada cemas. Siwon yang mendengar itu seketika berlari keluar gedung, meninggalkan pestanya. Stella yang melihat Siwon meninggalkan gedung ikut berlari menyusul Siwon, namun upayanya gagal karena Siwon mengabaikan panggilannya dan justru melajukan mobilnya dengan kencang. Saat ini yang ada dalam pikiran Siwon hanya satu yakni Cho Kyuhyun. Perasaan Siwon benar – benar kacau saat tau Kyuhyun tidak diketahui keberadaannya, Siwon benar – benar takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada Kyuhyun.

 

“Bagaimana rasanya ditinggalkan?? Heum..” ejek Eunhyuk yang memang sedari tadi menyaksikan bagaimana Siwon mengabaikan Stella yang memintanya kembali ke dalam gedung, Stella yang melihat Eunhyuk tersenyum hanya bisa mendelik sebal. “Kami pergi dulu, sepertinya kau harus kembali masuk ke dalam dan menenangkan semua orang. Goodbye” Eunhyuk tersenyum puas, lalu pergi meninggalkan Stella bersama dengan Donghae yang mengikutinya dan masuk ke dalam mobil, karena tadi Siwon mengirimkan pesan kepada mereka untuk ikut membantu mencari Kyuhyun yang hilang ntah kemana?

Siwon sangat frustasi karena tidak kunjung menemukan Kyuhyun, dia sudah mencari ke segala tempat namun hasilnya nihil. Siwon mengusap wajahnya dengan kasar dan memukul setir untuk mengurangi rasa kesalnya. Sahabat – sahabatnya yang turut membantu mencari Kyuhyun pun belum membuahkan hasil, lama Siwon terdiam didalam mobil. Sampai akhirnya dia seolah menemukan titik terang dimana Kyuhyun berada, Siwon akhirnya melajukan mobilnya kembali memecahkan kegelapannya malam.

“Tuhan boleh aku bercerita? Aku memang tidak seharusnya mengeluh dengan keadaan ini, tapi sungguh terkadang aku merasa kesepian. Rasanya seperti berada di dalam goa seorang diri, sejauh apapun aku berteriak semuanya akan tetap sama, tidak ada satu orang pun yang ku dengar, yang ada hanyalah kesunyian. Namun, aku bersyukur karena kau telah mengirim seorang malaikat padaku. Malaikat tampan yang tidak seharusnya aku cintai, malaikat pelindungku. Hari ini malaikatku telah menjadi milik orang lain, lalu apa yang harus aku lakukan ? aku ingin malaikatku bahagia bersamanya, seseorang yang dicintainya tapi kenapa semuanya terasa menyakitkan untukku?” Kyuhyun menghela nafasnya sejenak, air matanya jatuh perlahan “Apa aku salah jika mencintainya?”

 

Kyuhyun namja manis itu berdiri seorang diri di dalam gereja tempat pertama kali dia bertemu dengan teman masa kecilnya, Choi Siwon. Setiap perkataan yang terlontar darinya mampu ditangkap dengan jelas oleh seseorang yang sedari tadi berdiri dibelakangnya dengan air mata yang tertahan. “Kyu..” akhirnya Siwon pun memeluk Kyuhyun dengan sangat erat dan menangis bahagia di bahu Kyuhyun. Sementara Kyuhyun sendiri masih diam mematung berusaha memproses apa yang sedang terjadi, semuanya terasa mimpi baginya. Kyuhyun benar – benar takut jika semua ini hanyalah sekedar mimpi baginya, namun dapat Kyuhyun rasakan resapan air pada bajunya dan dia yakin itu adalah air mata, “Hyung..” ucap Kyuhyun akhirnya dan membalas pelukan erat malaikat pelindungnya itu.

Lama mereka berada dalam posisi berpelukan sampai akhirnya, Siwon membalikan badan Kyuhyun untuk bisa menghadapnya, dapat dilihat bekas jejak air mata di wajah kyuhyun dan Siwon pun dengan lembut menghapusnya, “Kyu aku mencintaimu” ucapnya sambil menatap lekat iris caramel milik Cho Kyuhyun, “Aku sangat mencintaimu” Siwon mengikis jarak keduanya, seakan mengerti Kyuhyun pun menutup kedua matanya dengan sempurna. Kedua bibir itu pun bertemu dengan indahnya, Siwon hanya menempelkan tanpa melumatnya mencoba menikmati apa yang kini mereka rasakan, Kyuhyun tersenyum didalam ciumannya. Ini begitu nyata, ini begitu indah dan ini begitu memabukkannya. Ada keinginan dari sebagian pikirannya untuk menanyakan mengapa Siwon berada disini, tapi semua itu terhapus dengan sikap manis Siwon saat ini kepadanya, biarkanlah Kyuhyun menikmati hari ini, dia memang tidak akan tau bagaimana hari esok, tapi egoiskah bila dirinya hanya ingin menikmati kebersamaan ini dengan Siwonnya.

Mereka terus berciuman, seakan melepaskan segala beban dan juga perasaan sedih selama beberapa hari ini, karena oksigen maka ciuman itu pun terlepas, Siwon menyatukan dahinya dengan dahi Kyuhyun, mencium – cium tipis bibir Kyuhyun, “Aku mencintaimu, kita akan berjuang demi cinta ini” Kyuhyun tersenyum menatap dalam mata Siwon “Aku juga mencintaimu hyung, sangat mencintaimu” Kyuhyun menenggelamkan kepalanya di dada Siwon, mereka kembali berpelukan. Diluar gereja nampak dua orang namja tersenyum bahagia menyaksikannya, “Aku akan melindungi Siwon, untuk mendapatkan kebahagiaannya” ujar Eunhyuk yang tanpa sadar menggemgam erat tangan Donghae, sang pemilik tangan hanya tersenyum dan semakin mengeratkannya, “Ya.. aku pun sama, akan melakukannya demi Siwon dan dirimu” Donghae tersenyum manis kepada Eunhyuk, lalu membawa Eunhyuk pergi meninggalkan pasangan WonKyu.

 

-end-

Hehehehe.. g denk..

-tbc-

 

Okay ini adalah part terpanjang yang saya dan ryu buat, sungguh berharap bahwa tidak ada yang mengatakan bahwa matanya lelah membacanya, hehehe.. dan terima kasih buat yang sudah membaca dan commentnya dari part awal hingga kemarin, maaf bila kami berdua tidak membalas komentarnya karena itu lumayan banyak komentar yang masuk, tapi kali ini saya ingin mengucapkan kepada

Hanna Shin Jiseok, Indrhy WonKyu, asya gyu, HeessicaYo, henhen99, saskiah, kimwonkyu, mutekyu, siskasuju, anna viola, rikhakyunnie, restu tiana, Desviana ELF, lea, citra, evil kyu, ratnasparkyu, reza septia, dewew90, nonixxie, asih dan semua yang sudah membaca tapi tidak bisa saya sebutkan satu persatu terima kasih..

oia karena kami belum pernah berkenalan secara resmi maka panggil saja saya Vira dan teman saya ryu kami sama2 line89 untuk yang di atas kami panggil saja dongsaeng atau nama saja.. sekali lagi terima kasih..

Advertisements

72 thoughts on “Angel of Voice chap.7

  1. Syukurlah Si Won dan Stella tidak jadi bertunangan. Kyu Hyun cintamu tidak sepihak, Si Won juga mencintaimu. Akhirnya mereka bisa bersatu, biarkanlah mereka seperti itu untuk sementara, pasti akan ada bencana dalam hubungan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s