Posted in Angst, BL, Drama, Family, Genre, Romance, WonKyu Story

Circle of Love – Take 5

image

Circle of Love – Take 5

By: -ssiihee-
Genre: Romance, angst, family
Rate: PG 15
Main cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Cho Jinra (OC)

Disclaimer: Cerita ini punya saya, jika ada kesamaan dalam hal tokoh, cerita dan sebagainya dikarenakan faktor yang tidak di sengaja. Dan ini hanya khayalan saya belaka.

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Warning: BL, OOC, AU, abal, alay, typo, jauh dari EYD dsb.

Don’t Like, don’t read !
Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!
(= ̄▽ ̄=)V

***

CoL
ssiihee©2014
Totally Reserved
.
.
.
Take 4

“Kyunnie kau baru pulangg?”
Kyuhyun baru saja akan menaiki tangga rumahnya saat ada sebuah suara menginterupsinya dari arah dapur. Nyonya Cho menghampiri puteranya dan mengusapnya kepala anaknya dengan sayang yang di balas Kyuhyun dengan sebuah pelukan dan senyum di wajahnya.
“Aigo ada apa dengan anak umma? Hem? Kau terlihat sedang bahagia.” Nyonya Cho mengusap pelan punggung Kyuhyun. “Apa kau sedang jatuh cinta?”

“Mwo?” Kyuhyun melihat wajah ummanya dengan wajah merah menahan malu. “Annie~~~ aku hanya merindukan umma saja.” Jawab Kyuhyun. Ia menatap wajah ummanya yang tersenyum lembut kepadanya. Apa ummanya masih akan tersenyum seperti ini jika ia tahu hubungannya dengan Siwon. Masih akan memeluknya dengan penuh kehangatan. Masih akan mengusap rambutnya penuh kasih sayang. Kyuhyun sungguh tidak tau apa yang akan terjadi. Yang jelas ia pasti akan mengecewakan kedua orang tuanya. Juga Jinra.

“Jika aku melakukan kesalahan besar apa umma akan tetap memelukku seperti ini?”

Nyonya Cho menatap puteranya bingung. “Kau berbuat kesalahan?” Kyuhyun menggeleng. Ya. Kenyataan jika ia dan Siwon saling terikat satu sama lain bukanlah suatu kesalahan baginya.

“Kau anak umma, apapun yang kau lakukan itu pasti karena kau mempunyai suatu alasan yang kuat. Tidak ada alasan untuk umma untuk tidak memelukmu.” Jeda sejenak sebelum nyonya Cho melanjutkan perkataannya. “Lagipula jika kau memang melakukan kesalahan besar itu pasti ada hubungannya dengan umma.” Alis Kyuhyun mengkerut bingung. Ia baru saja akan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu namun di sela nyonya Cho terlebih dahulu. “Sudahlah lebih baik sekarang kau istirahat.” Kyuhyun segera melangkah naik menuju kamarnya setelah ummanya meninggalkannya.

.
.
.

“Kyunnie!” Kyuhyun tersentak saat tiba-tiba saja Jinra masuk kekamarnya dan memeluknya. Keningnya berkerut bingung melihat sikap kakaknya saat ini. “Ada apa nunna? Sepertinya kau sedang bahagia?” Tanya Kyuhyun yang kini membalas pelukan kakaknya.

“Ne~~~ Kau tahu saja. Sebenarnya semalam aku ingin cerita, tapi umma bilang kau menginap di rumah temanmu.” Jinra menatap wajah Kyuhyun dengan wajah di tekuk membuat Kyuhyun harus menahan tawa. “Kenapa kau tidak memberitahuku? Apa ada masalah?”

“Oh itu sepertinya ponselku mati dan aku lupa isi ulang.” Kyuhyun tersenyum paksa. Ia memang hanya menghubungi ummanya semalam. Entahlah sulit baginya untuk mengatakan pada kakaknya. “Kau sendiri? Kenapa tiba-tiba seperti ini?”

Jinra memeluk adiknya dengan erat. Menyembunyikan wajahnya pada dada Kyuhyun yang memang sedikit lebih tinggi darinya. Kyuhyun hanya tersenyum melihat sikap kakaknya.

“Sepertinya aku benar-benar sudah jatuh cinta dengan Choi Siwon.” Kyuhyun terpaku mendengar nama Siwon di sebut. Sementara Jinra masih akan melanjutkan ceritanya dengan senyum penuh kebahagian di wajahnya. “Aku tidak tahu bahwa hubungan kami bisa secepat ini. Kau tau apa yang Siwon lakukakan?”

Jinra mengangkat wajah dan memandang Kyuhyun sekilas. Hanya dengan melihat senyum penuh kebahagian di wajah kakaknya Kyuhyun berharap saat ini pendengarannya tidak berfungsi. Karena ia yakin apa yang akan dia dengar akan melukainya. Dengan suara bergetar Kyuhyun membuka suaranya. “Apa?”

Jinra kembali mengubur wajahnya di dada Kyuhyun. “Ehm itu… Siwon…” Jeda sejenak yang bagi Kyuhyun sangat lama. “Siwon menciumku. Sebenarnya aku tidak mau cerita, tapi aku ingin kau tau bahwa aku sangat bahagia.”

Kyuhyun membeku. Kau tau bagaimana rasanya jatuh ke dalam jurang paling dalam tanpa tahu dasarnya. Saat ini seperti itulah perasaan Kyuhyun. Ucapan Jinra bagai sebuah sayatan halus pada hatinya namun sanggup menembus dalam. Saat ini bahkan Kyuhyun tidak tahu apa ia masih bernafas atau tidak. Karena sesak memenuhi rongga dadanya. Membuatnya bagai terpenjara dalam banker besi tanpa celah. Kyuhyun hanya mampu mendengar degup jantungnya yang berdetak cepat hingga rasanya mau meledak.

Demi tuhan Kyuhyun berharap saat ini bumi menelannya. Ini baru permulaan kenapa rasanya begitu sakit. Kilasan ingatan tentang kejadian pagi tadi di apartement Siwon bergerak bagai diorama yang setiap bagian di buat slow motion. Harusnya ia tidak terbuai. Harusnya ia memaklumi pagi tadi Siwon masih hangover. Mungkin juga pria itu menganggapnya sebagai Jinra. Dan harusnya Kyuhyun tidak mempercayai ucapan Siwon yang mengatakan bahwa ia akan menyelesaikan semuanya. Kyuhyun bodoh. Ia menjadi bodoh karena cintanya pada Siwon. Ia menjadi bodoh karena tidak seharusnya ia membalas perlakuan Siwon padanya.

“Kyunnie?” Jinra menyadari keadaan Kyuhyun yang tidak bergerak. Ia menatap adiknya yang saat ini termenung dengan wajah pucat. “Kyuhyun-ah? Kau tidak apa-apa?” Masih tidak ada respon. Kyuhyun bagai di dunianya sendiri membuat Jinra seketika panik. Ia bahkan baru menyadari bahwa adiknya tidak bernafas. “Kyu bernafaslah. Jangan membuatku panik!” Jinra menepuk-nepuk wajah Kyuhyun pelan berharaf adiknya sadar. Ia bahkan tidak sadar air mata sudah mengalir deras di pipinya.

“Demi tuhan jangan bercanda. Ini tidak lucu. Ku mohon bernafaslah.” Jinra memeluk Kyuhyun erat ketakutan kini melandanya. Bagaiman jika Kyuhyun meninggalkannya. Tidak. Jinra menggeleng keras. Dalam tangisnya ia terus memanggil nama Kyuhyun. “Kyuhyun-ah.”

Sebuah tangisan pilu terdengar di telinga Kyuhyun menariknya untuk berbalik dari keadaan yang hampir membuatnya sampai pada sebuah titik. Kyuhyun mngerjap merasakan oksigen menyerbu masuk ke paru-paru dan aliran darahnya.

“Nunna.”

Jinra segera megangkat wajah dan memandang Kyuhyun yang menatapnya balik. “Oh god.” Jinra kembali memeluk Kyuhyun, rasanya bagaikan berada dalam sebuah taman penuh dengan pepohonan rindang. Sejuk sekali. “Kau kenapa? Apa ada yang sakit? Aku akan minta jungsoo oppa memeriksamu? Katakan sesuatu.”

Kyuhyun menatap wajah kakaknya yang memerah karena menangis. Ia memang sakit, namun sepertinya tak akan pernah ada obatnya. Ingin sekali ia mengatakan hal itu. “Annie. Aku tidak apa-apa. Mungkin aku hanya kelelahan.”

“Benarkah?” Jinra melepas tubuh Kyuhyun dan membersihkan wajahnya dengan kedua tangan. “Kalau begitu istirahatlah. Jika terjadi sesuatu kau harus memberitahuku. Aku tidak akan memaafkanmu jika sampai aku tidak tahu apa yang terjadi.” Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

Setelah Jinra pergi Kyuhyun segera membaringkan tubuhnya di ranjang. Ia sadar saat ini ia begitu lelah. Bahkan panggilan dari Siwon ia abaikan. Di tambah dengan apa yang di katakan Jinra membuat Siwon menjadi orang yang sama sekali tidak ingin Kyuhyun temui saat ini.

.
.
.

Siwon memandang ponselnya dengan alis berkerut. Ia sudah berkali-kali menghubungi Kyuhyun namun selalu tersambung dengan mail box. Ia menghela napas dan membaringkan tubuhnya menatap langit-langit kamarnya. Siwon tersenyum mengingat peristiwa di dapur apartementnya bersama Kyuhyun. Ia tidak menyangka pria itu membalas perasaan.

Kyuhyun memang tidak mengatakannya. Namun ia dapat merasakan apa yang di rasa Kyuhyun untuknya. Siwon menyadari bahwa ia sudah terjerat dalam pesona Kyuhyun. Dan ia sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi. Siwon mencintai Kyuhyun. Bukan sebagai adik tapi sebagai pria yang ingin ia miliki seutuhnya. Siwon harus cepat menyelesaikan masalahnya dengan Jinra, agar ia dapat merengkuh Kyuhyun disisinya.

Mengingat Jinra membuat Siwon kembali teringat kejadian kemarin saat ia bertemu dengan gadis itu. Rasa frustasi akibat perasaan rindunya kepada Kyuhyun membuat Siwon nekat mencium Jinra. Berharap ada sedikit rasa pada gadis itu. Namun yang terbayang justru wajah Kyuhyun yang menatapnya sedih.

Saat itulah Siwon sadar ia menginginkan Kyuhyun. Ia ingin melihat wajah pria itu. Merengkuhnya dalam pelukannya. Maka dari itu ia pergi ke klub malam milik sahabatnya berharap bisa sedikit mengurangi rasa sesak di dadanya. Dan siapa sangka Siwon justru bertemu Kyuhyun disana. Siwon belum menceritakan hal ini kepada Kyuhyun. Berharap Jinra tidak mengatakannya terlebih dahulu.

“Siwonnie, appa mencarimu. Ia di ruang kerjanya.” Siwon menoleh kearah pintu menatap wajah ummanya yang tidak berniat masuk. “Ne umma. Aku akan menemuinya.”

***

“Minggu depan adalah ulang tahun Choi Corp. Appa harap kau hadir.”
Siwon menyesap teh yang di sajikan ummanya. Ia hanya menganggukkan kepala mendengar ucapan appanya karena Siwon yakin appanya belum selesai bicara. “Mungkin appa juga akan mengumumkan hubunganmu dengan Jinra.”

Kali ini kepala Siwon dengan cepat bergerak menatap appanya. “Bukankah ini terlalu cepat?” Ucap Siwon. Sementara tuan Choi hanya menghela nafas. “Kenapa apa ada masalah?”
“Appa, apakah ini harus? Maksudku aku dengan Jinra?”

Tuan Choi memandang puteranya dengan pandangan bingung. “Kenapa? Bukankah hubunganmu dengan Jinra berjalan lancar?” Siwon menelan ludahnya. Entahlah saat ini ia begitu terintimidasi oleh sikap ayahnya. Padahal sebelumnya ayahnya adalah orang yang mudah di ajak bertukar pikiran. “Sebelumnya appa memang pernah bilang kalau kau masih bisa menolak. Tapi saat ini kesempatan itu sudah hilang. Kau akan tahu alasannya.”

Setelah mengatakan hal yg membuat Siwon bingung ayahnya meninggalkannya sendirian. Jika apa yang di katakan ayahnya benar maka akan sangat sulit bagi Siwon mempertahankan hubungannya. Harapan satu-satunya adalah Jinra. Ia berharap jika gadis itu yang memutuskan pembatalan hubungan ini maka ayahnya tidak bisa menolak. Ya. Siwon mulai mengerti arti dari ucapan ayahnya.

.
.
.

Jinra memandang kamar Kyuhyun yang kosong dengan perasaan khawatir. Ini sudah jam 09.00 malam namun adiknya belum pulang. Biasanya Kyuhyun sudah ada dirumah jam-jam seperti ini. Adiknya itu bukan tipe yang senang berlama-lama di kantor. Kalaupun harus lembur ia lebih memilih menyelesaikan pekerjaannya di rumah.

Namun sudah seminggu ini adiknya itu selalu pulang telat dengan wajah lelah. Jinra pernah bertanya tapi adiknya hanya menjawab bahwa ia sedang banyak project. Tapi menurut Heechul rekan kerja Kyuhyun yang sudah ia kenal. Saat ini mereka tidak sedang membuat suatu project besar. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Kyuhyun.

Jinra menghela nafas dan mengeluarkan ponsel dari sakunya. Ia akan mecoba bertanya kepada Siwon.

“Oppa, apa kau bertemu Kyuhyun?” Dengan cepat sebuah balasan ia terima.
“Tidak. Aku belum bertemu dengannya lagi. Ada apa? Apa sesuatu terjadi?”
“Tidak. Aku hanya merasa Kyuhyun berubah sejak ia menginap di rumah temannya beberapa hari lalu.”

Lama tidak ada balasan membuat Jinra memilih untuk naik keranjang Kyuhyun dan membaringkan tubuhnya di sana. Aroma vanila menguak di sekitarnya. Aroma khas Kyuhyun membuat ia sadar betapa ia merindukan adiknya saat ini. Kyuhyun-ah ada apa denganmu.

***

Siwon meletakan ponselnya keatas meja dengan kasar. Ia memijat pelipisnya pelan. Sesuatu pasti terjadi setelah ia mengantarkan Kyuhyun pulang. Terbukti sampai saat ini Siwon sama sekali tidak bisa menghubungi Kyuhyun. Pria itu seakan menghilang dari hidupnya. Di tambah apa yang Jinra katakan dalam pesannya. Siwon menghela nafas lelah membuat Donghae yang sejak tadi bersamanya memandang sahabatnya prihatin.

“Pulanglah. Kita lanjutkan besok. Kau terlihat sangat frustasi.” Donghae mengeluarkan suaranya dan membereskan semua dokumen yang berserakan di meja Siwon. Saat ini memang mereka berdua sedang membahas masalah yang terjadi di kantor pusat. Yang Donghae dengar bahwa Cho Group lah satu-satunya jalan dari semua masalah. Namun yang Donghae tidak mengerti adalah Siwon yang bersikeras mencari jalan lain.

Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sebelumnya Donghae yakin bahwa Siwon akan menerima perjodohannya dengan puteri keluarga Cho yang baru belakangan ini ia ketahui. Namun saat ini sepertinya sahabatnya itu punya orang lain yang membuatnya harus menolak perjodohannya. Dan Donghae yakin siapapun dia, adalah orang yang membuat sahabatnya bertingkah bagai abg yang baru jatuh cinta beberapa minggu lalu.

***

“Angkatlah. Ku mohon.”

Siwon mengetuk-ngetukan jari tangan kanannya pada kemudi mobilnya dengan tidak sabaran. Sementara tangan kirinya memegang ponsel yang ia dekatkan ketelinga berharap orang di sana menjawab panggilannya. Siwon tidak langsung pulang, ia memilih memarkirkan mobilnya di pinggir sungai Han.

Siwon terkesiap saat nada sambung terhenti tanda panggilannya terjawab. Ia memandang ponselnya sejenak sebelum kembali menempelkannya di telinga kiri. “Demi tuhan baby. Ada apa denganmu.”

Siwon menyadari saat ini ia ingin sekali menangis. Ia begitu merindukan Kyuhyun. Sebenarnya apa yang pria itu lakukan kepadanya, hingga Siwon berubah menjadi seperti orang gila belakangan ini. Siwon bukan tidak pernah berusaha menemui Kyuhyun. Namun sepertinya pria itu memang sengaja menghindarinya.

“Baby, dimana kau? Aku akan menemuimu. Ku mohon bicaralah, aku merindukanmu.” Siwon mengusap wajahnya frustasi melihat Kyuhyun sama sekali tak mengeluarkan suara. Dan ia menggebrak kemudi mobil saat tiba-tiba saja Kyuhyun memutuskan sambungan tanpa mengatakan apapun.

***

Kyuhyun mengenggam erat ponselnya dan memeluk tubuhnya sendiri. Ia pikir mendengar suara Siwon dapat sedikit mengobati rasa rindunya saat ini. Namun hal itu justru membuatnya ingin sekali berlari kepelukan pria yang membuat dunianya bagai roller coster.

Kyuhyun tidak yakin apa selanjutnya hidupnya akan baik-baik saja tanpa Siwon. Karena saat ini saja hati dan tubuhnya sudah hancur. Kyuhyun menarik nafas dalam mencoba menghilangkan sesak yang menghimpitnya. Dengan tangan bergetar ia mencoba menghubungi seseorang.
“Min-ah, bisa kau jemput aku. Aku masih di kantor.”

***

“Sebenarnya kau kenapa?”

Changmin memandang heran Kyuhyun yang duduk di sampingnya. Sejak ia jemput sahabatnya itu sama sekali tidak mengeluarkan suara. Pikiran pria itu seperti sedang berkelana. “Kalau ada masalah bicaralah, jangan kau tanggung sendiri Kyu. Mulailah terbuka pada orang-orang di sekitarmu.”

Changmin menghela nafas saat lagi-lagi Kyuhyun tak merespon ucapannya. Bahkan sama sekali tak menoleh saat ia berusaha memanggilnya. Kyuhyun tetap memandang keluar jalanan ibu kota yang sepertinya lebih menarik daripada dirinya.

“Kita sudah sampai. Turunlah jangan sampai aku yang memaksamu.”
Kyuhyun mengerjap saat Changmin mengetuk kaca pintu. Dengan enggan ia turun dan memandang sekitarnya bingung. “Kenapa kau membawaku kesini?”

“Karna aku lapar sejak tadi hanya bicara sendiri.” Ucap Changmin acuh dan segera masuk ke sebuah restorant. Changmin sengaja memilih tempat di pinggir dekat jendela agar mereka dapat leluasa berbicara sambil menikmati pemandangan jalan.

Selama makan keheningan meliputi keduanya. Changmin sengaja menunggu Kyuhyun untuk berbicara. Ia tahu sahabatnya ini sedang ada masalah, kalau tidak bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun mengabaikan berbagai makanan lezat di hadapannya.

“Min-ah. Apa yang harus aku lakukan? Aku mulai ketergantungan dengannya. Tapi mungkin dia tak akan pernah berada di sisiku.”

Changmin mulai mengerti bahwa mereka sedang membicarakan seseorang. Yang bertanggung jawab atas sikap Kyuhyun belakangan ini. “Apa kau sangat mencintainya?” Pertanyaan bodoh. Tentu saja. Changmin belum pernah melihat Kyuhyun seperti ini sebelumnya hanya karena seseorang.

Kyuhyun tak menjawab membuat Changmin menghela nafas lalu menenggak minumannya. “Lalu ada apa? Apa dia menolakmu?”
“Tidak juga.”
“Lalu.”
“Dia mungkin akan jadi milik orang lain.”

Changmin menaikkan sebelah alisnya bingung. “Maksudmu?” Changmin semakin di buat bingung dengan sikap Kyuhyun yang menggeleng. “Hey aku tidak suka di ajak main tebak-tebakkan.”

“Jika ia juga mencintaiku bolehkah aku merebutnya? Walau pihak lain akan tersakiti dan baik aku atau dia saling mengenal.”
“Aku sungguh tidak mengerti. Kalau ia memang mencintaimu harusnya ia mengambil keputusan untuk bersamamu.”
“Masalahnya jika ia tidak bisa?”
“Ya sudah kalau begitu kau rebut saja dia. Buat siapapun dia meninggalkan orang yang kau cintai. Meskipun itu menyakitinya. Bukankah semuanya sah dalam perang dan cinta?”

Changmin mengkerucutkan bibirnya kesal melihat ekspresi datar Kyuhyun saat ini. Sebenarnya ia tidak begitu mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Namun setidaknya ia mulai mengerti apa yang di rasakan sahabatnya saat ini.

“Sudahlah bicara denganmu hanya membuatku pusing. Ayo kita pulang.”
“Mwo!? Kau yang membuatku pusing.” Ucap Changmin yang sudah berdiri dan mengejar Kyuhyun yang sudah meninggalkannya terlebih dahulu. “Hei tunggu aku.”

***

“Oppa baru pulang?”

Heerin berpapasan dengan Kakaknya di tangga saat akan mengambil air minum di dapur. Pria yang 4 tahun lebih tua di atasnya itu terlihat berantakan. Heerin prihatin dengan keadaan kakaknya saat ini. Ia juga tahu masalah yang sedang terjadi di kantor pusat.

“Ne~~ Kau belum tidur?” Jawab Siwon dengan senyum tipis di wajahnya.
“Ada tugas, kalau begitu oppa istirahatlah.” Heerin terseyum lembut dan meninggalkan Siwon. Namun baru 2 anak tangga ia berbalik dan memandang punggung kakaknya. “Oh iya tadi aku melihat Kyunnie di restorant. Ia sedang bersama dengan temannya.”

Heerin teringat beberapa hari lalu Siwon bertanya padanya tentang Kyuhyun. Karena laki-laki itu tiba-tiba saja sulit di hubungi. Ia sudah bertanya pada Jinra tapi gadis itu juga merasakan perubahan pada adiknya.

Mendengar nama Kyuhyun di sebut Siwon berputar cepat dan menatap adiknya. “Aku ingin menemuinya tapi aku harus cepat pulang.” Lanjut heerin.
“Bagaimana keadaannya? Dia baik-baik sajakan?” Siwon berusaha mengontrol dirinya.
“Dia baik-baik saja, hanya terlihat murung.”

Siwon berbalik dan kembali melangkah menuju kamarnya. Meninggalkan adiknya yang menatap punggung Siwon dengan bingung. Ia harus cepat bertemu Kyuhyun dan menanyakan apa yang terjadi. Lama-lama Siwon bisa benar-benar gila hanya karena seorang Cho Kyuhyun.

.
.
.

“Kyunnie ini pakaianmu. Kau harus memakainya kali ini.”

Kyuhyun yang sedang membaca mengedarkan pandangannya ke arah Jinra yang masuk ke kamarnya dengan membawa satu set pakaian berwarna putih. Ia tahu untuk apa pakaian itu. Ulang tahun Choi corp.

“Haruskah aku datang?” Tanya Kyuhyun saat Jinra sudah duduk di pinggir ranjangnya.
“Tentu saja. Apa ada masalah? Akhir-akhir ini kau terlihat aneh, membuatku seperti saudara yang tidak berguna.”
“Annie. Hanya masalah kecil. Sebentar lagi pasti selesai.” Kyuhyun tersenyum kecil.
Jinra menghela nafas. “Baiklah. Jangan lupa aku selalu ada. Jika kau membutuhkan sesuatu.” Setelah mengatakan itu Jinra pergi meninggalkan Kyuhyun yang tersenyum pedih. Apa itu masih berlaku jika kau tahu yang sebenarnya.
.
.
.
Sebuah ballroom hotel terbesar di seoul kini terlihat ramai dengan kehadiaran para pebisnis dan keluarga chaebol di Korea Selatan. Mereka berlomba-lomba tampil sempurna di hadapan orang lain. Musik klasik menemani mereka mengobrol dan saling memperkenalkan keluarga satu sama sama lain. Para pelayan sibuk hilir mudik menyajikan makanan dan minuman. Sementara ditengah-tengah tempat tersebut terdapat sebuah gelas yang di susun tinggi dengan rapih. Sebuah kue tart besar dengan 5 tingkat menghiasi sebuah panggung kecil disana. Tidak lupa bunga-bunga cantik yang semakin memperindah tempat yang memang sudah indah itu.

Dan di sudut ruangan itu seorang pria berdiri dengan tidak nyaman. Pertama dengan pakaian yang ia gunakan. Kedua ia akan bertemu dengan orang yang belakangan ini ia hindari. Kyuhyun hanya berharap ia tidak berlari ke arah Siwon dan memeluknya erat.

“Ku pikir kau akan terus menghindariku.”

Kyuhyun memejamkan mata mengenali suara dari orang yang ia rindukan. Ia sudah tidak bisa menghindar. Kyuhyun menarik nafas dan berbalik menghadap Siwon. Dan ia benar-benar harus menahan diri untuk tidak berlari kearah Siwon. Pria itu terlihat tampan dengan jas dan celana berwarna putih gading. Dengan dasi kupu-kupu berwarna hitam yang melingkar di kerah kemejanya yang berwarna putih.

Kyuhyun hanya menatap Siwon tanpa mengatakan apapun. Keduanya kini bagai berbicara melalui tatapan. Saling mengagumi satu sama lain. Dimata Siwon saat ini Kyuhyun begitu indah dengan kemeja, jas dan celana berwarna putih. Membuat Kyuhyun semakin bersinar di matanya.

Akhirnya Siwon bisa melihat wajah yang sangat ia rindukan. Saat ini ia ingin sekali menarik Kyuhyun dalam pelukannya dan mebawanya ke tempat di mana hanya ada mereka berdua. “Kita harus bicara.”

“Kalian disini.”

Tepat saat Siwon akan melancarkan aksinya untuk menculik Kyuhyun Jinra hadir dengan senyum ceria di wajahnya. Gadis itu terihat cantik dengan dress berwarna putih selutut dengan rambut di buat ikal. Ia memperhatikan Siwon dan Kyuhyun bergantian lalu tertawa membuat keduanya saling memandang dan bertanya.

“Ya ampun. Kalian memakai baju yang hampir sama tapi terlihat berbeda.” Lagi-lagi Jinra menatap Siwon dan Kyuhyun bergantian.
“Apa maksudmu nunna?”
“Siwon oppa terlihat tampan dengan pakaiannya. Sementara kau Kyu justru terlihat cantik.”
“Mwo?!”

Jinra tertawa dan berdiri di samping Siwon yang ikut tertawa pelan. “Kau setujukan oppa? Aku yakin Kyuhyun akan sangat cantik jika ia jadi perempuan.”

“Berhenti bergurau Cho Jinra.” Kyuhyun mengkerucutkan bibirnya. Hal yang Jinra dan Siwon rindukan karena pria yang kini berdiri di hadapan mereka beberapa hari lalu seperti kehilangan sinarnya.

“Kurasa kau harus mengganti kata-kata cantik menjadi indah Jinra-ah. Itu lebih cocok untuk Kyuhyun.” Kyuhyun harus menahan wajahnya itu tidak bersemu mendengar ucapan Siwon. Namun Jinra tetap melihatnya dan semakin ingin menggoda Kyuhyun. Ia merindukan hal seperti ini.

“Aigoo Kyunnieku malu. Lihatlah oppa kau membuatnya tersipu.” Jinra dan Siwon tertawa bersama mengabaikan Kyuhyun yang saat ini memandang iri pada kakaknya yang bisa berdekatan dengan Siwon.

Kegiatan ketiganya terhenti saat MC mengumumkan bahwa acara utama akan di mulai. Jinra segera melingkarkan tangannya pada lengan kanan Siwon dan menariknya.
“Ayo oppa acaranya akan di mulai. Kau juga Kyu.”

Melihat Siwon dan Jiran yang berjalan di depannya sekali lagi Kyuhyun merasa hatinya yang belum sembuh kembali di taburi garam membuatnya semakin perih. Ini sudah berakhir. Tapi memangnya sejak kapan semua ini di mulai.

***

Acara berlanjut dengan tiup lilin dan pemotongan kue oleh tuan Choi. Setelahnya MC meminta tuan Choi untuk memberikan sepatah dua patah kata. Dan dengan di sambut tepukan hangat, pria yang masih terlihat tampan di usianya yang sudah setengah abad ini memulai perkataannya.

“Selamat malam. Terima kasih sudah datang ke acara malam ini. Dan saya berharaf kedepannya kita dapat membuat perusahaan yang kita cintai ini semakin maju.” Kembali tepuk tangan menggema.

“Dan ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan. Mungkin dalam waktu dekat ini kalian akan kembali mendapat undangan karena putraku Choi Siwon saat ini sedang menjalin hubungan dengan Cho Jinra dari Cho grop.” Tuan Choi menunjuk Siwon dan Jinra yang kini hanya tersenyum saat mereka menjadi pusat perhatian. “Aku mengharapkan doa kalian semua.”

Setelah itu tuan Choi menyudahi sambutannya. Beberpa orang mulai menghampiri Siwon dan Jinra dan mengatakan mereka sangat cocok satu sama lain. Kyuhyun yang sejak tadi memperhatikan dengan perasaan tidak menentu memilih pergi dan menyendiri.

***

“Sunbae? Yunho sunbae?”

Kyuhyun bertanya ragu kepada pria yang dari jauh ia lihat mirip kakak kelasnya saat SMP, saat akan mengambil minuman. Pria itu berbalik dan terlihat terkejut melihat Kyuhyun di hadapannya.

“Ternyata benar.”

Yunho tersenyum kaku kepada Kyuhyun. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan cinta pertamanya di sini. “Maafkan aku Kyuhyun-ssi. Aku tidak tahu kalau kau juga hadir.”

“Mwo? Kenapa harus minta maaf?” Kyuhyun memandang bingung Yunho. “Bukankah dulu kau pernah memintaku untuk tidak muncul di hadapanmu?”

“Mwo? Ya tuhan sunbae kau benar-benar melakukannya? Itukah alasanmu pindah sekolah?” Kyuhyun tidak menyangka bahwa Yunho akan benar-benar melakukan apa yang ia katakan.

“Tentu saja. Kau tidak tahu perasaanku saat itu.”
“Sudahlah itu sudah berlalu. Kita sudah sama-sama dewasa saat ini.” Sela Kyuhyun cepat. “Kau sudah bertemu kakakku?”
“Ne dan ia mengatakan hal yang sama sepertimu.”

“Oh.” Jeda sejenak sebelum Kyuhyun kembali membuka suaranya. “Lalu bagaimana kehidupanmu saat ini? Melihat kau disini bisa ku tebak kau salah satu dari pebisnis muda yang menjadi kebanggaan negara kita tercinta.”

Yunho tertawa. Ia tidak menyangka waktu berputar cepat. Kyuhyun yang saat ini berbicara dengannya sangat berbeda dengan yang terakhir ia temui. Pria di hadapannya masih terlihat indah di matanya. Ia bahkan baru sadar waktu bertahun-tahun yang ia lewati tak merubah perasaannya terhadap Kyuhyun sedikitpun.

“Ya. Seperti itulah. Kau sendiri? Apa game masih menjadi teman setiamu?”
“Tentu.” Jawab Kyuhyun singkat. Ia tidak tau jika Yunho mengetahui hal seperti itu tentangnya. “Sunbae, boleh aku bertanya?” Kyuhyun menatap Yunho yang saat ini menaikkan alisnya bingung. Merasa Yunho tidak akan menjawab Kyuhyun melanjutkan ucapannya.

“Dulu, kenapa kau bisa suka padaku. Sedangkan banyak gadis yang mengejarmu?” Jeda sejenak. “Kau pasti tahu perasaanmu padaku saat itu bukankahlah sesuatu yang akan dengan mudah di terima orang lain.”

Yunho menyesap minumannya sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun. “Aku tidak tahu. Aku hanya menyadari, bahwa aku selalu ingin tahu apapun tentangmu, ingin kau tahu apa yang selalu kupikirkan tentangmu, ingin kau tahu bahwa aku selalu berada di sisimu.” Yunho memandang Kyuhyun sejenak.

“Saat aku menyadari perasaanku kepadamu. Aku merasa menjadi orang gila, karena bingung bagaimana bisa aku menyukaimu yang seorang pria. Namun setelahnya aku sadar. Aku tidak bisa memilih dengan siapa aku jatuh cinta. Tapi hatiku bisa. Ia memilih sendiri tempatnya berlabuh tanpa tahu apakah ia bisa di terima atau tidak.”

Kyuhyun tersenyum kecil. Mungkin jika ia mendengar saat itu, ia akan bergidik. Namun saat ini apa yang di katakan Yunho benar. Hatinya memilih Siwon. Dan Kyuhyun tidak tahu apa pilihan hatinya saat ini benar atau tidak.

“Yunho-ssi. Kau disini?”

Kyuhyun dan Yunho menoleh ke arah sumber suara yang ternyata Siwon. Pria itu berjalan dengan santai ke arah mereka dan berdiri di samping kanan Kyuhyun.

“Ne. Siwon-ssi. Oh ya sekali lagi selamat. Kalian saling kenal?” Tanya Yunho memandang Siwon dan Kyuhyun bergantian. “Oh iya aku lupa, Siwon akan jadi kakakmu kan Kyu.” Lanjut Yunho.

Kyuhyun tersenyum paksa. “Yah begitulah. Kalau begitu aku tinggal dulu sunbae. Silahkan jika kalian ingin mengobrol.” Kyuhyun pun meninggalkan Yunho dan Siwon. Ia sengaja karena memang ingin menghindari Siwon.

Siwon yang menyadari bahwa Kyuhyun memang menghindarinya segera pergi menyusul pria itu setelah sebelumnya berbasa-basi sedikit dengan Yunho. Setelah berkeliling akhirnya Siwon menemukan Kyuhyun sedang berdiri di sudut ruangan. Dengan sigap Siwon menarik pergelangan tangan Kyuhyun yang terkejut ke sudut jendela hingga tubuh pria itu membentur dinding. Siwon memegangi kedua tangan Kyuhyun dan merapatkan tubuh mereka berdua hingga Kyuhyun tak bisa bergerak.

“Hyung kau gila! Bagaimana jika ada yang melihat?” Ucap Kyuhyun khawatir. Posisi mereka saat ini terlalu dekat walau terhalang dinding tapi tetap saja membuat Kyuhyun was-was jika ada yang memergoki mereka.

“Kalau begitu jangan menghindariku. Dan kita harus bicara.” Kyuhyun memejamkan mata merasakan terpaan nafas hangat Siwon di wajahnya. Betapa ia merindukan pria di hadapannya ini. “Setelah acara selesai kau harus ikut denganku. Atau aku yang akan menyeretmu.”  Kyuhyun hanya bisa mengangguk. Ia memejamkan mata saat Siwon mengecup kilat bibirnya lalu melepaskannya dan pergi.

Setelah itu tubuh Kyuhyun bagai lumpuh mendadak. Merosot dan terduduk di lantai. Ia tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Haruskah ia bertahan, dan memperjuangkan kisahnya atau menyerah dan merelakan kebahagiannya hidup bersama orang lain.

***

Sesuai keinginan Siwon akhirnya Kyuhyun memetuskan bahwa mereka memang harus bicara. Setelah menjelaskan pada keluarganya bahwa ia ada urusan mendadak Kyuhyun akhirnya memilih berjalan kaki di sepanjang jalan depan hotel tersebut setelah sebelumnya menghubungi Siwon. Pria itu masih sibuk dengan kedua orang tuanya dan beberapa relasi penting.

Setelah sepuluh menit berjalan sebuah mobil berwarna hitam berhenti di dekatnya. Tanpa melihat siapa pengemudinya Kyuhyun masuk dan duduk tenang di kursi penumpang depan. Siwon sang pengemudi hanya tersenyum kecil dan dengan cekatan segera memasangkan safety bell kepada Kyuhyun. Hal ini membuat sebuah senyum tipis meregang di bibir Kyuhyun yang pucat karena udara malam.

Saat ini mereka berdua terdiam memandang hamparan sungan Han yang tenang dan bercahaya. Sama sekali tidak terganggu dengan kebisingan di sekitarnya. Suara-suara binatang malam menghiasi keheningan yang terjadi selama 10 menit yang lalu sejak mereka sampai.

Kyuhyun menghela nafas pelan sebelum mengeluarkan suaranya. “Pagi itu lupakan saja hyung.” Siwon menoleh dengan alis berkerut bingung. “Maksudmu?”
“Apa yang terjadi pagi itu di apartementmu anggap saja tidak pernah terjadi.” Siwon merubah posisi duduknya menghadap Kyuhyun mendengar apa yang di katakan pria itu. “Mungkin kita hanya terbawa suasana. Dan saat itu kau sedang hangover.”

Rahang Siwon mengeras. Ia tidak mengerti apa yang di bicarakan Kyuhyun. Sesuatu pasti terjadi. Pagi itu dia tidak sedang mabuk dan terbawa suasana. Ia hanya meluapkan apa yang dirasakannya. Entah bagaimana caranya Siwon bergerak ke arah kursi Kyuhyun dan menempatinya. Kyuhyun sendiri begitu terkejut karena saat ini ia sudah berada dalam pangkuan Siwon dengan duduk menyamping menghadap pria yang kini menatapnya marah.

“Hyung! Apa yang kau lakukan? Bagaimana jika ada yang melihat.” Ucap Kyuhyun panik. Kedua tangannya sudah berada di pundak Siwon agar tidak jatuh. Walau ia sadar kedua tangan Siwon menahan pinggangnya.

Siwon tidak memperdulikan ucapan Kyuhyun. Ia hanya menatap wajah pria yang saat ini begitu indah bersinar di tengah penerangan mobil yang minim. Tangan kanan Siwon terangkat dan menyentuh pipi Kyuhyun pelan membuat pria itu memejamkan matanya. Meresapi setiap kehangatan yang di alirkan Siwon kepadanya.

Siwon memiringkan wajahnya dan mendekatkan wajah Kyuhyun kepadanya. Kembali sebuah kecupan singkat ia berikan di bibir Kyuhyun. Benar-benar singkat namun ia tidak menjauhkan wajahnya. Sebaliknya kembali memberikan kecupan-kecupan di bibir Kyuhyun.

Kyuhyun menyerah. Ia sudah tidak bisa menahannya lagi. Kerinduan membuncah dalam dirinya setelah menerima perlakuan lembut Siwon. Dan entah di kecupan yang ke berapa kalinya Kyuhyun segera membalas kecupan Siwon dengan mendorong kepala pria itu hingga bersandar di kursi.

Sebuah ciuman manis dimana keduanya saling melepaskan kerinduan satu sama lain juga ribuan rasa lain yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata. Saling melumat, menghisap dan memiringkan kepala. Sebuah ciuman panjang yang harus terhenti untuk sebuah tarikan nafas. Sebelum keduanya kembali berciuman.

Kali ini sebuah ciuman panas yang terjadi dimana Siwon mendominasi dengan memasukan lidahnya dalam mulut Kyuhyun. Mengabsen setiap deret gigi putih Kyuhyun serta membelitkan lidahnya. Kyuhyun mengerang menerima perlakuan Siwon saat ini. Sebuah kenikmatan yang kini mulai menjadi candunya. Dan lagi-lagi semua itu terhenti saat keduanya membutuhkan oksigen.

Siwon tersenyum melihat bibir Kyuhyun yang memerah karena ulahnya. Dengan lembut ia mengusap suduh bibir pria yang kini sibuk menarik nafas. “Apa kali ini kita juga terbawa suasana? Aku tidak sedang mabuk?”

Kyuhyun merenggut kesal mendengar Siwon kini sedang menggodanya. Dengan bibir yang di kerucutkan ia menatap Siwon dengan galak. “Apa setelah ini kau juga akan mencium Jinra?”

“Mwo?! Apa maksudmu?” Siwon tidak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.
“Bukankah kau mencium Jinra sebelum pagi itu?”
Siwon terlihat berpikir mencerna setiap ucapan Kyuhyun. Setelah mengerti apa yang terjadi pria itu tertawa kecil membuat Kyuhyun semakin memajukan bibirnya kesal.

“Astaga baby. Jadi kau menghindariku karena hal itu?”
“Mwo? Dengar Siwon-ssi aku tidak suka berbagi dirimu dengan orang lain.” Kyuhyun melipat tangannya di depan dada dengan wajah yang benar-benar membuat Siwon ingin kembali menciumnya.

“Posesive oeh?” Kembali sebuah kecupan mendarat di bibir Kyuhyun
“Benar, hari itu aku memang mencium Jinra. Dengar dulu.” Siwon mempelkan telunjuknya di bibir Kyuhyun saat pria itu hendak memotong ucapannya.

“Aku begitu frustasi atas dirimu. Aku berharap ada sedikit rasa pada Jinra saat aku menciumnya. Dengan begitu mungkin aku sadar bahwa rasaku padamu hanya sesuatu yang biasa. Namun yang terlintas justru wajahmu yang menatapku dengan sedih dan terluka. Aku benci melihatmu menangis.”

“Aku tidak akan menangis!”
“Ya. Kau hanya akan menghindariku dan itu lebih tidak aku sukai.” Jawab Siwon cepat. “Saat itu aku sadar kaulah yang aku inginkan. Bukan Jinra. Aku sendiri tidak menyangka jika kita akan bertemu di klub malam saat itu.”

Siwon teringat sesuatu dengan segera ia menatap Kyuhyun tajam. “Saat itu kau bersama siapa? Kau tahu melihatmu dengan laki-laki lain membuatku marah. Tapi pengaruh alkohol menolongku.”
“Hanya seorang teman.” Jawab Kyuhyun singkat. Ia meletakan tangan kirinya pada dada Siwon sementara tangan kanannya menyentuh pipi Siwon pelan membuat pria itu tersenyum. “Mengenai Jinra aku…”

“Sssttt, jangan berbicara apapun. Aku hanya ingin menikmati saat ini.” Potong Siwon. Kyuhyun tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada pundak kanan Siwon.

Keduanya terdiam menikmati keheningan yang terjadi. Walau tidak melakukan apapun, hanya saling bepelukan namun keduanya merasa nyaman. Dengan perlahan Siwon mengusap punggung Kyuhyun dan mengarahkan wajahnya pada perpotongan leher Kyuhyun. Aroma vanila menyeruak membuat Siwon mengecup leher Kyuhyun pelan. Aroma yang mulai menjadi candunya.

“Sampai kapan kita seperti ini? Aku berat hyung?”
Siwon tertawa kecil lalu membawa wajah Kyuhyun agar menatapnya. “Menginap di apartementku malam ini.” Wajah Kyuhyun memerah menahan malu membuat Siwon kembali memberikan kecupan di bibir Kyuhyun.

Dan dengan cepat Siwon kembali ke kursi pengemudi. Melajukan mobilnya membelah jalan ibu kota dengan tangan Kyuhyun dalam genggamannya. Senyum bahagia tak lepas dari wajah keduanya, mengabaikan apapun yang terjadi setelah hari ini.

***

Siwon yang sedang duduk dan menyandarkan tubuhnya di headboard ranjangnya tertawa pelan melihat Kyuhyun yang sejak tadi sibuk sendiri. Entah apa yang sedang di lakukannya. Ia hanya keluar masuk toilet dalam kamar tersebut lalu ke ruang tengah dan masuk kembali ke kamar. Sepertinya pria itu sedang gugup membuat Siwon ingin sekali menggodanya.

“Baby berhentilah begerak. Kau mau menggodaku oeh?”
Kyuhyun yang saat itu akan kembali masuk ke toilet berhenti dan memicingkan matanya ke arah Siwon. “Mwo?!”

“Kau terlihat sexy dengan pakaian seperti itu?” Siwon menunjuk pakaian pria di depannya dengan alisnya di ikuti oleh Kyuhyun yang kini menatap tubuhnya sendiri.

Lagi-lagi kemeja Siwon jadi pakaian tidurnya. Sebenarnya sejak tadi ia hanya gugup berada satu kamar dengan Siwon. Malam itu Siwon sedang mabuk jadi ia tidak peduli, tapi kali ini berbeda. Di tambah dengan hubungan mereka saat ini.

“Aku akan tidur di ruang tamu.” Ucap Kyuhyun singkat lalu segera melesat keluar sebelum Siwon mengeluarkan protesnya. Kyuhyun pun segera menyamankan tubuhnya di sofa. Sebuah selimut ia gunakan untuk menutupi tubuhnya. Namun baru beberapa menit ia mencoba memejamkan mata, Kyuhyun merasa tubuhnya terangkat dan ada sepasang tangan yang melingkari tubuhnya.

“Hyung!” Pekik Kyuhyun saat Siwon menggendongnya bridal style menuju kamarnya. Otomatis Kyuhyun melingkarkan tangan pada leher Siwon yang kini hanya tersenyum senang. Kyuhyun yakin wajahnya sekarang sudah seperti tomat. Ia benci jika Siwon memperlakukan dirinya seperti perempuan, tapi ia juga menyukai saat pria itu memperlakukannya dengan lembut.

“Tubuhmu akan sakit jika tidur di sofa. Jadi berbaringlah dengan tenang.” Ucap Siwon saat ia meletakan tubuh Kyuhyun di ranjang dan ia sendiri segera menyusul. Dengan cepat ia menarik tubuh Kyuhyun ke dalam pelukannya. Menjadikan lengan kirinya sebagai bantalan sementara tangan kanannya melingkar di pinggang Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa tersenyum dan mengubur wajahnya pada dada bidang Siwon. Menyembunyikan rona merah di wajahnya yang sejak tadi ia tahan. “Selamat malam hyung.”
“Ne, selamat malam baby.” Balas Siwon dengan kecupan di puncak kepala Kyuhyun. Senyum bahagia terukir di bibir keduanya menandakan sebuah mimpi indah tengah menjadi bunga tidur mereka, sebelum mimpi buruk yang selama ini mereka takutkan muncul dan menjadi batu sandungan untuk langkah mereka selanjutnya.

***

“Morning baby.” Siwon tersenyum melihat Kyuhyun mengerjapkan mata menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamarnya. Siwon heran bagaimana Kyuhyun melakukannya. Pria iru terlihat lebih indah saat ia bangun tidur seperti ini. Dan ia bersumpah bahwa ia ingin Kyuhyunlah yang ia lihat setiap ia memejamkan mata saat malam dan pagi hari saat ia membuka mata.

“Jam berapa ini Hyung?” Tanya Kyuhyun yang kembali memejamkan matanya.
“Baru jam 8.” Kyuhyun hanya berguman sebagai balasan membuat Siwon ingin sekali mengecup bibir yang kini mengerucut.

Hari ini keduanya kembali menghabiskan waktu berdua di dapur Siwon. Pria itu sibuk membuat sarapan untuk mereka berdua yang telat. Kyuhyun sendiri hanya duduk manis menatap Siwon yang kini sibuk dengan kopinya. Kyuhyun baru tahu jika Siwon cukup pandai untuk urusan makanan sementara ia hanya bisa menikmati. Dapur adalah tempat terlarang untuk Kyuhyun. Setidaknya itulah yang ummanya katakan setelah ia menghacurkan dapur ummanya hanya karena sebuah ramyeon.

“Makanlah.” Ucap Siwon setelah meletakan sepiring waffle kehadapan Kyuhyun lengkap dengan segelas susu.
“Kenapa susu?”
“Aku tidak punya ice cream.” Jawab Siwon singkat. “Kau mau kopi?” Kyuhyun menggeleng. Siwon menyesap kopinya pelan sebelum kembali menatap Kyuhyun. “Mengenai Jinra aku akan segera bicara dengannya.”

“Mwo?!” Kyuhyun tidak menyangka Siwon akan membahasnya saat ini. Sebenarnya ia sedang tidak ingin membahasnya. “Apa harus secepat ini?”
Alis Siwon berkerut bingung bukankah lebih cepat lebih baik. “Waeyo? Kurasa kita harus segera mengatakan semuanya. Setidaknya hubunganku dan Jinra belum terlalu jauh.”

“Masalahnya ia sudah begitu menyukaimu hyung. Bahkan aku merasa saat ini aku begitu jahat saat mengingat wajah bahagianya.” Kyuhyun menundukan wajahnya dan memainkan wafflenya dengan garpu perlahan. Siwon hanya menghela nafas. Ini akan sangat rumit.

“Kalau begitu bukankah sama saja jika kita membertahukannya sekarang atau nanti. Jinra akan tetap terluka. Dan bukan hanya kaulah yang jahat tapi aku juga. Bahkan jauh lebih jahat.” Siwon kembali menyeruput kopinya.

“Tapi aku belum siap hyung.” Kyuhyun menatap Siwon  lekat. “Aku belum siap jika pada akhirnya ia membenciku. Aku belum siap jika akhirnya aku harus kehilangan dirinya atau dirimu. Aku masih ingin menikmati waktu kita berdua sebanyak mungkin sebelum semuanya menjadi semakin sulit. Aku egoiskan?”

Siwon meletakan cangkirnya dan berputar ke arah Kyuhyun. Ia membalikan Kursi Kyuhyun hingga pria itu kini duduk menghadapnya. “Jadi apa yang harus aku lakukan.” Tanya Siwon saat ia menarik Kyuhyun dalam pelukannya.

“Biarkan tetap seperti ini setidaknya sampai aku berani berhadapan dengan Jinra.” Kyuhyun memejamkan mata menikmati pelukan hangat Siwon. Apakah Jinra adalah harga mati agar ia bisa terus menikmati ini semua.

“Baiklah. Aku hanya berharap Jinra tidak mengetahuinya dari orang lain.” Jeda sejenak sebelum Siwon melanjutkan ucapannya. “Kalau begitu, apa kau tidak masalah jika aku berdekatan dengan Jinra?”

“Mwo?! Jangan coba-coba mencari kesempatan Siwon-ssi.” Siwon tertawa dan semakin mengeratkan pelukannya seraya berdoa agar bisa seperti ini selamanya dengan Kyuhyun.

.
.
.

Jinra tersenyum saat ada sebuah tangan melingkar di pinggangnya dan aroma vanila menguak dari balik tubuh yang kini mendekapnya. Rasanya sudah lama sekali Kyuhyun tidak memeluknya seperti ini. Jinra meletakan tangannya di atas tangan Kyuhyun. “Ada apa? Mimpi buruk?” Jinra ingat sejak dulu Kyuhyun akan selalu memeluknya jika ia tebangun karena mimpi buruk dan itu tetap berlangsung saat mereka memutuskan untuk pisah kamar. Kyuhyun akan diam-diam masuk ke kamarnya dan bersembunyi di balik punggung Jinra.

“Nunna berjanjilah. Jika suatu saat aku membuatmu kecewa, jangan pernah meninggalkanku sekalipun kau tidak memaafkanku. Kalupun ada yang harus pergi biarkan aku yang melakukannya.”

Kening Jinra berkerut. “Apa maksudmu?”
“Berjanjilah.”
Jinra menghela nafas pelan menghadapi sikap Kyuhyun saat ini. “Baiklah. Tapi kau juga harus berjanji. Jika aku menghianatinya dan meninggalkamu jangan pernah memaafkanku. Pergilah dengan tenang. Carilah kebahagianmu sendiri. Jika sudah tiba waktunya maka aku akan memaafkanmu. Ku harap saat itu kau juga sudah memaafkanku.”

Kyuhyun tersenyum pahit. Rasanya saat ini ia seperti sedang membohongi dirinya sendiri. Jinra begitu menyanyanginya begitup sebaliknya. Tak ada satupun keragauan akan fakta tersebut. Nunna maaf aku akan lebih egois kali ini, jika kau tak melepasnya maka aku akan berjuang. Ku harap kau tidak dengan mudah menyerah, dengan begitu akan sedikit mengurangi rasa bersalahku.

.
.
.
.

Note:

Annyeong~~~~ Maaf update lama… maklum wanita karir sibuk bagiin cebuan kesana kemari… #plakk
Ini saya buat saat mata dlm keadaan 5 watt jadi maklum kalo bnyak typo disana sini, dan ceritanya datar…. hurrrr….. ditambah ide2 lain yg tiba-tiba ngacauin otak… ㅋㅋㅋㅋ
Saya harap part ini juga bisa membangkitkan kalian untuk kembali koment walau itu cacimaki akan saya terima, apalagi kalau cebuan…. *sarap*

Dan terima kasih untuk yang selalu koment di ff ini, ada bbrp yang sudah saya hapal, makasih juga udah selalu mampir ke wkc ^^
Maaf kalo belom bisa balesin semia komentnya….
Sekali lagi terima kasih… *bow*
Sebagai bonus saya kasih pic wonkyu pas di pesta, maaf kalo pendeskripsiannya masih kurang,,,, tp saya suka bgt liat mrk… ㅎㅎㅎㅎ

image

Last but not least…
See U next time and keep spreading WonKyu love !!!
Annyeong~~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

61 thoughts on “Circle of Love – Take 5

  1. Wow, possesive kyu keluar. Kkk~
    Dan pervert won gak pernah berubah, maen sosor ajja si bang kuda. . 😆😆
    Konfliknya bkalan makin rumit ini kayaknya, wondad ma kyumom bkalan main kucing2an ama jinra. .
    Pkoknya wondad ma kyumom gak boleh pisah, mreka hrus together forever!!!!
    Xixixixixi
    Meskipun appa choi udh ksi ultimatum, wonkyu hrus tetep bersama *egoisnya driku*

    Eh, abang beruang muncul lg dan spertinya msih cinta ma kyumom. . hoo, saingan weh. .`(*^﹏^*)′

  2. wah wahh complicated bgt, berharap wonkyu bisa tetep bersatu apapum yg terjadi 😭
    semoga wonkyu momentnya masih banyak, biar bisa di nikmatin dulu sebelum sedih2an hehee

  3. “Dengar Siwon-ssi aku tidak suka berbagi dirimu dengan orang lain.”
    Posesif banget sih ,,
    Nah gitu dong kyu perjuangkan cinta kmu dan egois dkit gk apalah,,
    Merasa kasihan am jinra , moga aj jinra kmbli jtuh cinta am yunho,,

  4. ingin Wonkyu bersama, tapi kasian Jinra. Haduh memang berat kalo saingannya adalah saudara.
    Jadi nggak tega bacanya.
    Tapi penasaran….

  5. wah masalah mereka makin rumit nih…
    dan baguslah wonkyu udah kembali bersama lagi, dan saat pesta nggak nyangka kyu ketemu yunho lalu yunhonya masih suka sama kyu…

  6. kyumom mulai posesif eoh dan wondad mulai pervert..
    tapi kasihan juga sma jinra dia belum tau klau kmbrany juga jatuh cinta ama orang yg sma,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s