Posted in Angst, BL, Family, Romance

Angel of Voice chap.6

wpid-poster0dcc9bc4e5ddd51e79efdaf5f47695f25cd8ed8c.jpg

 

By. Miss Lee & Ryupyo

 

Cast     : Siwon x Kyuhyun

Donghae x Eunhyuk

Henry Lau

Cho Ahra & Stella

Genre  : Angst,Romance,Drama

Rate     : T (boys love)

 

Angel of Voice-

Flashback

Kyuhyun memegang piala dengan penuh perasaan bahagia, terharu dan inilah jalannya menuju impiannya. Di tengah para penonton, terdapat kedua orang tua dan juga Ahra, noonanya. Memberikan dukungan, Kyuhyun melambaikan tangannya ke arah kedua orang tuanya dan juga Ahra, mereka membalasnya dengan ikut melambaikan tangan kembali. Kyuhyun turun panggung disambut dengan ucapan dari sebagian peserta lainnya dan juga dari pihak Sekolah serta teman-temannya.

“Cho Kyuhyun kau yang terbaik.” Ucap Kepala Sekolah kepadanya penuh dengan tatapan bangga, “Terima kasih kembali Mr, karena mempercayai saya untuk mengikuti lomba ini. Thanks you” jawabnya sembari menjabat tangan sang Kepala Sekolah penuh hormat.

 

“Kyunie..” teriak Ahra yang langsung dijawab dengan pelukan dari sang adik, mereka berpelukan sembari tertawa riang. “Kau tau, suaramu memang sangat indah.” Ahra mengatakan penuh bangga, kedua orang tua mereka yang menyaksikan percakapan keduanya hanya tersenyum senang melihat keakraban dan juga kebanggaan mereka terhadap prestasi sang anak. “Angel of voice.. aku akan mewujudkannya” inner Kyuhyun.

“Eoma.. appa.. Kyunie mau ke kamar mandi dulu ya, kalian duluan saja ke mobil. Kyunie akan menyusul kesana, tidak lama. Okay” ucap Kyuhyun sembari berlari-lari kecil menuju toilet. Saat Kyuhyun keluar dari bilik toilet, sudah ada empat namja yang menunggunya penuh dengan sorot mata yang tidak bersahabat dengannya.

“Mau apa kalian?” ucap Kyuhyun tak gentar, walau dirinya tau bahwa ke empat namja ini yang tak lain teman sekelasnya sendiri adalah namja berandalan yang sering membully siswa-siswa yang lebih lemah dari mereka, termasuk dirinya. Tapi Kyuhyun harus kuat dan berani menghadapi mereka.

 

“Apa mau kalian? Aku tidak pernah membuat masalah dengan kalian?” Tanya Kyuhyun kembali. “kau menanyakan kepadaku apa kesalahanmu, bukan? Baiklah aku akan menjawabnya sekarang. Seharusnya yang berada di atas panggung dan memegang piala itu adalah AKU. Seharusnya yang bernyanyi di atas panggung dan di tatap penuh kagum adalah AKU. Seharusnya yang terpilih untuk mewakili Sekolah dan menjadi pusat perhatian semua orang adalah AKU. Sekarang kau sudah tau apa kesalahanmu, bukan?” jawab Kelvin, mereka adalah teman sekelasnya bersama tiga namja lainnya yang berdiri dibelakang Kelvin.

“Aku tidak mengerti ucapanmu.” Kyuhyun mengelak dari segala ucapan Kelvin, karena memang dirinya tidak mengetahui hal itu.

“Are you stupid? Ku beritahukan kepadamu. Seharusnya kau tidak pernah menginjakkan kakimu di Sekolahanku, kau itu benalu. Kau hanya murid baru, tapi kau membuat semua orang selalu memperhatikanmu. I hate U.” Kelvin sempat memberikan jedanya, dia berdiri menyandar disalah satu pintu toilet, “Aku sudah belajar mati-matian bahkan latihan vocal mati-matian, tapi hasilnya mereka hanya memandangku sebelah mata, hanya karena kau anak baik. Mereka enggan menatapku, KAU MEMBUATKU MEMBENCI SEMUA ORANG, KAU PENYEBABNYA KYUHYUN, AKU MEMBENCIMU!!” Kelvin seakan murka, dirinya meninju perut Kyuhyun. Kyuhyun yang memang sedang lengah tidak bisa menepis saat pukulan itu tepat mengenai perut sebelah kirinya.

 

Kyuhyun jatuh tersungkur, dia mengerang kesakitan. Pukulan Kelvin cukup keras, “Sekarang kau sudah tau kesalahanmu, bukan?” tanyanya sembari berjongkok didepan Kyuhyun. Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatap miris Kelvin. “Kau membenciku, karena aku bisa mendapatkan apa yang kau inginkan dengan mudah? Ck,, apa kau tidak mencoba menyadari apa kesalahanmu? Mengapa semua orang hanya memandangmu sebelah mata, coba berkaca apa yang sudah membuat semua orang memperlakukanmu seperti itu?”

Kelvin tidak terima dirinya merasa dijatuhkan harga dirinya oleh Kyuhyun. “Bawa dia keluar” ketiga namja yang sedari tadi hanya menatap tanpa melakukan apapun, kini membawa tubuh Kyuhyun secara paksa menuju luar gedung kesenian melalui pintu belakang, yang memang jarang dilewati orang-orang.

“Lepaskan aku.. lepaskan!!” Kyuhyun mencoba meronta melepaskan dirinya, tapi usahanya sungguh sia-sia. Kedua namja yang memegangi tangannya bertubuh lebih besar dibandingkan badannya, sudah pasti tenaganya pun lebih kuat dibandingkan dirinya. Kini mereka berada di pinggir jalan, kebetulan suasana jalanan tidak terlalu ramai, Kyuhyun dihempaskan ke pinggir jalan begitu saja oleh kedua namja berbadan gempal itu. Kyuhyun mencoba bangkit dari duduknya, tapi kakinya terkilir saat tadi diseret paksa. Dengan susah payah Kyuhyun mencoba bangkit, saat Kyuhyun sudah berdiri dari arah depannya mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya, Kyuhyun telat untuk segera menuju trotoar hingga,,,,,,

 

BRUGH!!!

Tubuhnya terpental hingga beberapa meter, Kyuhyun tergeletak lemah tak berdaya dari kedua telinganya mengeluarkan cairan pekat berwarna merah. Keadaan yang awalnya sepi mendadak ramai melihat kejadian itu, kedua orang tua Kyuhyun yang memang sedang mencari Kyuhyun yang tidak kunjung kembali, seakan tertarik untuk melihat ke arah kerumunan orang-orang, terkejutnya mereka Kyuhyunnya yang menjadi korban tabrak lari. “KYUHYUN!!”

Flashback end

 

Angel of Voice

“Kyunie, ireona.. ini eoma chagi” eoma Cho mengelus sayang rambut Kyuhyun, matanya tidak pernah lepas dari wajah Kyuhyun. Aku sendiri lebih memilih untuk berdiri di dekat meja belajar Kyuhyun yang berada dipinggir sebelah kiri dekat ranjang Kyuhyun.

“Siwon-ah..” fokusku terpecah saat Ahra noona memanggilku, “Kemarilah.. duduklah disini” pintanya sembari memberikan space kosong di sofa yang dia duduki, aku berjalan menuju sofa yang ada didalam kamar Kyuhyun ini. Kamarnya cukup luas, sofa ini tepat berhadapan dengan tv yang terpasang dengan PS 3, aku bisa katakan bahwa selain Kyuhyun pandai bernyanyi dan juga memainkan alat musik sudah pasti Kyuhyun pun pintar bermain game, terbukti dengan berderetnya kepingan kaset game yang ada di rak sebelah sofa.

“Gomawo.. kau sudah menjaga Kyuhyun” ucap Ahra noona, sesaat aku baru mendudukan diriku di sebelahnya. Aku sendiri hanya bisa tersenyum mendengar ucapannya, “Noona.. bolehkah ku tau? Mengapa Kyuhyun bisa sampai pingsan seperti ini, apakah ada hubungannya dengan masa lalunya?” Tanyaku penasaran.

 

“Seperti yang kau dengar tadi, dokter mengatakan kepada kami bahwa Kyuhyun merasa tertekan dengan perasaannya. Trauma itu terus membekas dihati dan pikirannya, kami sudah berusaha untuk mengobati traumanya, tapi hingga saat ini semua belum ada hasilnya”. Aku terdiam mendengar jawabannya.

Beruntunglah tadi aku langsung memeluknya hingga tidak sampai jatuh ke lantai. Kyuhyun pingsan sesaat turun panggung, kami begitu panik saat itu. Hingga aku bisa melihat handphone Kyuhyun yang bergetar di sakunya dan dengan inisiatifku, aku langsung memberitahukannya kepada Ahra noona. Dan disinilah aku bersama kedua orang tua Kyuhyun dan juga Ahra noona yang masih menunggu Kyuhyun tersadar dari pingsannya.

“Mengapa tidak membawa Kyuhyun ke rumah sakit saja, noona?” Tanyaku kembali. Ahra noona tersenyum “Kyunie tidak suka rumah sakit, semenjak kejadian di Kanada. Rumah sakit adalah musuh utamanya, maka itu kami lebih baik membawanya ke rumah. Cukup sudah Kyunie kemarin merajuk karena phobianya kambuh hingga dirinya harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari.”

 

Aku sendiri hanya menganggukan kepalaku pertanda mengerti. “Eungh..” lenguhan Kyuhyun terdengar, aku pun langsung beranjak menuju ranjang Kyuhyun. “Kyunie.. kyunie..” panggil eoma Cho, appa Cho hanya bisa terus mengelus lembut bahu istrinya. Tak lama kelopak mata Kyuhyun membuka sempurna, “Kyunie.. kau sadar chagi” eoma Cho langsung menghambur memeluk Kyuhyun. Kyuhyun sendiri yang baru tersadar hanya bisa mengelus punggung eomanya, mencoba menenangkan.

“Eoma.. appa.. Ahra noona, miannae” Kyuhyun bersuara, tatapan matanya seperti menandakan perasaan sedih mendalam. Kau kenapa Kyu? Apa yang sebenarnya terjadi, dulu? Sampai kau trauma seperti ini? Andai aku tau siapa yang membuatmu seperti ini, maka aku akan memberikan pembalasan yang setimpal. Innerku, sembari aku tetap menatap wajah Kyuhyun yang pucat tapi tidak meninggalkan kesan manisnya dengan penuh rasa sayang.

“Siwon hyung..” Kyuhyun seakan menyadarkanku dari lamunan, aku mendekatinya dan berdiri di samping ranjangnya. Walau masih terlihat lemah, tapi dirinya masih memberikan senyuman terbaiknya untukku. “Gwaenchana?” Tanyaku, dia hanya menganggukan kepalanya dengan senyuman manisnya terus mengembang di kedua sudut bibirnya.

 

CKLEK!!

Pintu kamar Kyuhyun terbuka, menampakkan Henry, Donghae dan juga Eunhyuk. Sepertinya mereka sudah selesai mengikuti rangkaian acara lomba, karena memang tadi aku meminta kepada mereka untuk tetap berada disana hingga pengumuman dibacakan. “Hay.. Kyuhyun” sapa Henry sesaat setelah menutup pintu kamar Kyuhyun. Yang hanya dibalas dengan senyuman tulus dari Kyuhyun.

“Kalau begitu eoma, appa dan Ahra keluar dulu. Kalian disinilah menemani Kyuhyun” ucap eoma Cho yang langsung bangkit dari duduknya dan segera menarik lengan suami dan anak pertamanya itu keluar dari kamar Kyuhyun.

“Bagaimana keadaanmu Kyu?” Tanya Eunhyuk sembari menatap khawatir kepadanya, “Aku baik..” jawabnya singkat, aku dan juga Eunhyuk, Donghae dan Henry duduk melingkar di ranjang Kyuhyun. Kami berbincang-bincang, tidak lupa Donghae memberitahukan bahwa Sekolahan kami kembali memenangkan lomba, bahkan Kyuhyun sebagai perwakilan Sekolah untuk kategori penyanyi Solo berhasil mendapatkan poin penuh, aku dapat melihat senyuman senang dari Kyuhyun tapi aku juga dapat melihat bahwa dalam tatapannya ada sorot ketakutan, kesedihan dan aku tidak dapat mendeskripsikannya terlalu jelas. Aku hanya menatap sendu kepadanya, aku akan terus menjagamu Kyu.. aku tidak akan membiarkan siapapun lagi menyakitimu Kyu. Kami tidak terlalu banyak berbicang, karena memang kondisi Kyuhyun yang masih lemah pasca tersadar dari pingsannya. Setelah dirasa waktu kami cukup untuk menemani Kyuhyun, maka aku dan juga Eunhyuk, Donghae dan juga Henry memilih berpamitan pulang.

 

Angel of Voice

“Kau sudah siap Kyunie?” Ahra noona merapihkan penampilanku kembali, aku hanya menganggukan kepala sembari memberikan senyuman manis padanya. Malam ini aku sangat berbahagia, Siwon hyung mengajakku untuk pergi berdua ke acara party kemenangan lomba Sekolah. Siwon hyung langsung meminta izin kepada kedua orang tuaku dan juga Ahra noona untuk mengajakku pergi, tidak ada penolakan dari kedua orang tuaku, bahkan Ahra noona dengan semangatnya malah langsung menerima permintaan Siwon hyung.

Bahkan kini Ahra noona dengan riangnya membantuku untuk bersiap berangkat, ini sebenarnya aku akan pergi kencan atau aku akan pergi ke acara party? Ahra noona terlalu bersemangat membantuku. Kondisiku sendiri jauh lebih baik dari kemarin, aku hanya perlu istirahat seharian hingga aku tidak bersekolah dan kini aku sudah kembali siap dalam rutinitasku, mungkin lebih tepatnya aku sudah siap malam ini untuk pergi dengan Siwon hyung.

“Kyunie..” tepukan halus menyentuh pundakku, aku menolehkan wajahku ke Ahra noona “Siwon sudah datang, dia menunggumu dibawah” aku kembali menganggukan kepalaku, mencoba menetralisir debaran jantungku. Oh Tuhan rasanya aku bisa-bisa pingsan bila terus menerus merasakan ketakutan seperti ini, ingat Kyuhyun ini hanya acara party bukan acara kencanmu, bersikaplah yang wajar.

 

Aku kembali merapihkan penampilanku, dimulai dari rambut, baju hingga celana dan sepatu. Semua terasa sudah beres, aku pun langsung melangkah keluar kamar. Debaran jantungku semakin kencang saat aku bisa melihat Siwon hyung berbincang akrab dengan appa, “Ekhm.. Siwon hyung..” aku mencoba memberitahukannya bahwa aku sudah berada disana.

Siwon hyung melihatku dengan tatapan yang eum.. aku pun sulit mengartikannya, tapi bolehkah aku berharap bahwa itu tatapan kagum dan mungkin ada rasa sayang dan cinta disana? “Ekhm..” aku kembali mencoba menyadarkan Siwon hyung yang terlihat masih betah menatapku, tidak bisa aku tutupi bahwa kini rona merah sudah menjalar di kedua pipiku.

“Kyu, kau manis..” ucapnya yang mungkin tanpa sadar terucap dari bibirnya karena terlihat Siwon hyung yang langsung menutup bibirnya dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya ia pakai untuk menggaruk tengkuknya. Terlihat menggemaskan bila dirinya berlaku selayaknya orang yang salah tingkah seperti ini.

 

“Eum.. Kyu kita berangkat sekarang?” tanyanya, aku sendiri hanya tersenyum mengiyakan. Setelah berpamitan kepada appa, eoma dan juga Ahra noona. Kini kami sedang berada di mobil dengan suasana keheningan, tidak ada obrolan. Aku sendiri lebih memilih untuk melihat ke luar jendela melihat pemandangan, hingga akhirnya Siwon hyung memegang tanganku untuk memanggilku.

“Kyu.. kau Nampak manis sekali malam ini.” Aku merona saat membaca gerakan bibirnya, “Kau sudah benar-benar sehat kan?” tanyanya perhatian. “Ne hyung..” dia tersenyum ke arahku “Akhirnya kau mau berbicara denganku kembali, Kau tau suaramu indah Kyu. Kau harus sering-sering menggunakan suaramu, tapi mungkin lebih baik bila suaramu memang hanya diperdengarkan hanya untukku” yang lagi-lagi membuatku merona untuk kesekian kalinya.

Sesampainya di gedung kesenian Sekolah, Siwon hyung dengan gentle nya membukakan pintu untukku. Aku memanglah bukan seorang yeoja, tapi aku menghargai dan juga menyukai sikapnya yang seakan sangat melindungiku ini. Siwon hyung berjalan dengan menggandeng tanganku erat, jangan tanyakan bagaimana kondisiku kini. Jantungku berdetak tak menentu bahkan mungkin kini wajahku memerah seperti seorang yeoja yang diberikan sentuhan perona pipi.

 

Kami berjalan menuju tempat duduk dideretan tengah persis depan panggung. “Kyu, penampilan pertama itu adalah Henry berkolaborasi dengan EunHae. Kau rekam dengan kamera ini ya, nanti selesai acara aku akan menjelaskan apa yang mereka tampilkan, araseo” aku hanya mengangguk semangat. Siwon hyung sudah menyiapkan semuanya dengan baik, dia tau aku mempunyai kekurangan tapi ia pun tau aku ingin bisa sama dengan yang lainnya. Aku memang tidak mungkin bisa menikmati acara dengan kondisiku seperti ini, tapi dengan adanya Siwon hyung dan juga melihat para siswa-siswi Blue Sapphire yang antusias melihat penampilan acara ini, aku pun ikut larut dalam suka cita ini.

Penampilan perdana dimulai dengan Henry dan juga EunHae hyung yang melakukan nyanyian dan juga dance, mereka sangat menghibur sekali. Andai aku pun bisa sama seperti mereka, aku pun ingin bisa bernyanyi, menari, memainkan alat music dengan pendengaranku yang normal agar aku benar-benar bisa menikmatinya. Aku menolehkan wajahku ke arah Siwon hyung saat tepukan halus dipundak ku rasakan “Menikmatilah semua ini dengan perasaanmu, dengan hatimu. Semua yang ada disini mungkin bisa menikmatinya dengan melihat dan mendengarkan tapi istimewamu adalah kau bisa mendengarkan dan melihat penampilan dengan hatimu” ujar Siwon hyung sembari memberikan senyuman terbaiknya.

Andai kau tau hyung, saat melihat segala ucapanmu aku ingin memelukmu saat ini juga. Mencurahkan perasaanku yang menjadi ringan saat aku kembali bertemu denganmu. Selama ini aku terbebani dengan segala keinginanku untuk bisa kembali normal seperti yang dulu, hingga aku menutup diriku. Tapi dengan segala semangatmu, kini aku sadar bahwa aku pun bisa menjadi seperti mereka, biarkan aku menikmati semua ini bahkan hari-hari ku dengan perasaanku, memainkan music dengan kata hatiku.

“Kyu tunggulah disini, aku akan ke backstage dulu sebentar, okay” pintanya yang hanya aku balas dengan anggukan. Setelah melihatku menyetujui permintaannya, segera Siwon hyung pergi menuju belakang panggung.

 

Tidak lama lampu mati, digantikan oleh cahaya dari arah panggung. aku memperhatikan seseorang yang baru saja menaiki panggung dengan jas hitam, kemeja biru dan tantanan rambut yang rapih. “Siwon hyung..” ucapku pelan karena tenggelam oleh suara teriakan para siswa-siswi yang melihat Siwon hyung akan menyanyikan sebuah lagu.

“Lagu ini aku persembahkan untuk seseorang yang selalu menjadi inspirasiku, menjadi seseorang yang selalu berharga untukku” ucapnya sembari melihat ke arahku. Aku tidak tau ia berucap apa? Karena memang aku sulit untuk membaca gerakan bibirnya, tapi aku tetap mengarahkan handycam yang sedari tadi aku pegang kepadanya.

Walau kau tidak bisa mendengarkan suaraku disaat nanti aku bernyanyi untukmu, Nikmatilah dengan hatimu. Karena aku pun akan mempersembahkan nyanyianku dengan sepenuh hati untukmu” ucapan Siwon hyung terngiang jelas di pikiranku.

 

Penampilan Siwon hyung sungguh memukau, siswi-siswi terhanyut akan pesona dan juga indahnya alunan nada yang dinyanyikan oleh seorang Choi Siwon. Aku pun menikmatinya, menikmati penampilan Siwon hyung dengan cara yang berbeda. Saat semua orang terhanyut akan nada demi nada lagu yang dinyanyikan melalui pendengarannya, akan tetapi aku meresapi penampilan Siwon hyung melalui perasaanku. Selesai penampilan tepuk tangan terus menggema di seluruh ruangan kesenian Sekolahan. Mereka terkagum atas penampilan Siwon hyung yang benar-benar memukau, aku dengan senang hati memberikan tepuk tangan juga untuk Siwon hyung. Siwon hyung melihat ke arahku dengan tersenyum, Siwon hyung membalas pandanganku dengan mengucapkan “Gamsahamnida”.

Acara party sukses terselenggarakan. Kini aku sedang berada di mobil menuju kediamanku kembali. Selama di perjalanan, kami tidak membicarakan apapun. Hingga aku tersadar bahwa kini aku sudah berada di depan rumahku, “Mau mampir hyung?” tawarku sesaat aku sebelum turun dari mobil, “Tidak Kyu, sudah malam. Besok hyung akan menjemputmu untuk berangkat bersama ke Sekolah. Dan besok juga hyung akan menjelaskan semua isi yang terekam di handycam ini” sembari mengangkat handycamnya, aku tersenyum lalu mulai membuka kunci mobil, tetapi sebelum aku keluar ada tangan yang menarikku kembali untuk tetap berdiam di dalam mobil.

CUP..

Aku bisa merasakan hembusan nafas panas di keningku dan juga sentuhan lembut dari bibir tipisnya, “Eum.. selamat malam Kyu, sampai jumpa besok” ucapnya yang mungkin seakan tersadar dengan perbuatannya itu, tapi aku senang mendapatkan perlakuan seperti tadi, “Ne hyung. Selamat malam, sampai bertemu besok” aku pun segera memanjat keluar, menetralkan debaran jantungku. Lalu melambai ke arah mobil yang sudah mulai menghilang “Aku dicium olehnya??” masih dapat ku rasakan sentuhan halusnya, aku pasti akan mimpi indah malam ini. Segera aku menuju ke dalam rumahku dengan perasaan yang sangat senang.

 

Angel of Voice

Aku seperti biasa akan mengantar jemput Kyuhyun ke Sekolah dan rumahnya. Perasaanku pada Kyuhyun semakin membuatku tidak mengerti, apa perasaannku ini hanya perasaan yang senang bertemu dengan teman lama? Atau ada perasaan lain? Aku memang nyaman, bahagia, merasa semakin hidup saat bersamanya. Tapi aku pun merasa tidak tega terhadap Stella yang masih berstatus yeojachinguku. Seharusnya aku bisa segera memilih diantara mereka berdua.

Aku sedang menunggu Kyuhyun di taman belakang Sekolah, kami akan membahas penampilan acara party kemarin. Sebenarnya acaranya sudah lewat beberapa hari kemarin, tapi kami baru bisa membahasnya, oh mungkin tepatnya aku baru bisa membahasnya dengan Kyuhyun. Karena kemarin-kemarin kita disibukkan dengann ujian jadi untuk mengulas penampilan di acara party School harus tertunda dulu. “Siwon hyung..” suara yang sudah aku tau siapa pemiliknya.

“Duduklah Kyu..” aku membersihkan tempat duduk disampingku, dengan tersenyum cantiknya Kyuhyun mendudukan diri di  sampingku. “Aku sudah memindahkan file handycam nya ke dalam laptop ku jadi bisa lebih leluasa untuk menontonnya. Kajja kita mulai menonton”

 

Aku terus memberikan informasiku kepada Kyuhyun, dia sesekali mencoba menirukan ucapan demi ucapan dari pengisi acara. “Suara mereka indah kan hyung?” tanyanya yang membuatku menatap sendu padanya, “Ya, suara mereka indah. Tapi bagiku suaramu yang paling indah Kyunie” membuat pipinya merah merona karena ucapanku.

“Hyung bagaimana suaramu?” tanyanya kembali “Andai aku bisa mendengar suaramu, mungkin saat itu aku pasti akan ikut berteriak bersama mereka (menunjuk ke arah siswa-siswi) karena penampilan yang indah darimu” aku segera membawanya kedalam pelukanku. Membawa kepalanya menuju dadaku, seakan ingin memberitahukan detak jantungku. Aku tau ini hal bodoh, karena pasti Kyuhyun tidak dapat mendengerkannya, tapi aku tau Kyuhyun pasti bisa merasakannya. Aku menarik diriku “Kyunie, kau tidak perlu mendengarkan suara mereka, tidak perlu mengetahui bagaimana suaraku. Yang perlu kau tau bahwa aku memberikan nyanyian itu untukmu, kau bisa mendengarkan dan menikmatinya dengan perasaanmu dengan kata hatimu. Itu sudah lebih dari cukup” dirinya mengangguk, dapat aku lihat matanya yang sedikit berkaca-kaca, aku kembali mendekatkan bibirku ke keningnya. Menciumnya dan memberikan perasaan nyaman serta aman untuk selalu berada didekatku.

 

Aku sedang berada di parkiran, aku akan mengajak Kyuhyun untuk pulang bersama seperti biasanya. Saat aku sedang berada didepan mobilku, tiba-tiba aku merasakan tangan halus seperti orang yang sudah aku kenal, aku segera melepaskan tangannya dan membalik tubuhku “Stella.. kau ada disini?”, aku sungguh terkejut mendapati Stella berada di Korea.

“Ne.. bogosipheo oppa” Stella langsung memelukku, aku melihat ke arah sekitar berharap bahwa kejadian ini tidak terlihat oleh Kyuhyun. “Sejak kapan kau berada di Korea?” aku segera melepaskan pelukannya. “Tadi pagi aku baru saja sampai disini, karena aku tau bahwa oppa pulang Sekolah siang hari maka itu aku beristirahat dulu di Hotel. Oppa tidak senang aku berada disini?” tanyanya dengan mimik muka yang terlihat sedih.

“Apa maksudmu?” aku tetap berwaspada, aku hanya takut bahwa Kyuhyun melihatku berdua dengan Stella. Aku tidak ingin dirinya sedih karena ini, “Mukamu tidak menampakkan kau merindukanku, bahkan sudah hampir dua minggu lebih oppa tidak pernah menghubungiku. Ada apa sebenarnya?”

 

“Jadi kau kemari hanya untuk menanyakan hal itu?” aku terus saja memantau ke dalam Sekolahan, “Oppa, sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kau berubah? Apa kau masih marah padaku karena aku memilih berkarir di London?”

“Aku tidak berpikir demikian.. masuklah Stella, aku akan mengantarmu kembali ke Hotel”

“Tapi oppa aku ingin berjalan-jalan denganmu, tidak kah kau merindukanku?”

“Masuklah Stella..” aku segera membukakan pintu penumpang untuk Stella, setelah melihat Stella memasuki mobilku. Aku segera mengetikan pesan untuk  Kyuhyun “Miannae Kyu.. hyung tidak bisa mengantarmu pulang, hyung ada sedikit urusan. Hyung akan meminta Donghae dan Eunhyuk untuk mengantarmu pulang, hati-hati dijalan.” Setelah mengetikkan pesan itu, aku segera memasuki mobil dan langsung menjalankan meninggalkan pelataran parkir Sekolahan.

 

Angel of Voice

Miannae Kyu.. hyung tidak bisa mengantarmu pulang, hyung ada sedikit urusan. Hyung akan meminta Donghae dan Eunhyuk untuk mengantarmu pulang, hati-hati dijalan. Kyuhyun terus membaca kembali isi pesan yang diterima nya dari Siwon. Ia memang sedikitnya kecewa, tapi dia pun tidak mungkin marah kepada Siwon karena hari ini dia tidak bisa diantar pulang oleh Siwon.

“Kyu..” tepukan halus didapatinya saat menolehkan wajahnya kepada seseorang yang sudah memanggilnya “Kajja kita antar pulang” Eunhyuk dan Donghae langsung membawa Kyuhyun menuju mobil mereka. Selama sepanjang perjalanan, Kyuhyun lebih banyak terdiam. Terlebih memang karena posisi duduk Kyuhyun yang dibelakang tidak bisa ikut terlibat obrolan, sesampainya di rumah Kyuhyun lebih memilih untuk segera masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan terima kasih kepada EunHae.

“Stella sudah kembali, aku yakin Siwon dan Kyuhyun pasti akan terusik hubungannya” ucap Donghae setelah selesai mengantarkan Kyuhyun pulang. “Heum.. tapi aku yakin, ini saat yang tepat bagi Siwon untuk mengatakan kepada dia bahwa Siwon lebih memilih angel of voice nya”

 

“Kau terlalu berlebihan Hyuk-ah.. Siwon sudah dijodohkan dengan Stella, tidak mungkin Siwon dapat begitu saja memutuskan semuanya” sanggah Donghae. “Tapi aku jamin semuanya bisa terjadi Hae chagi” lagi-lagi Eunhyuk memberikan shock therapy kepada Donghae, setelah ucapannya saat di belakang panggung sesaat sebelum akan mulai perlombaan dan kini hanya berdua di dalam mobil, bisakah Donghae berandai bahwa Eunhyuk mulai membuka jalan agar dirinya bisa mendapatkan hati seorang Jung Eunhyuk?

“Kau kenapa Hae?” tanya Eunhyuk yang masih tidak sadar akan ucapannya tadi. Donghae sendiri tidak menjawab hanya tersenyum-senyum menanggapinya, Eunhyuk pun tidak ambil pusing dengan sikap Donghae itu dan akhirnya memilih untuk bermain dengan handphone nya untuk membunuh waktu hingga nanti dirinya sampai di rumahnya.

 

Sudah 3 hari Stella berada di Korea dan sudah 3 hari pula Siwon berusaha membagi waktunya untuk Kyuhyun dan juga Stella, dirinya merasakan seperti sedang melakukan perselingkuhan. Stella sendiri sudah merasakan kejanggalan dengan sikap Siwon semenjak dirinya menginjakkan kaki di Korea, atau mungkin semenjak Siwon tidak lagi berkirim pesan lagi dengannya. Tapi pemikiran buruk itu ia buang begitu saja. Dia tidak mungkin menjudge Siwon seenaknya tanpa ada bukti yang kongkrit.

Stella kini sedang akan berjalan-jalan melepas penatnya, karena Siwon mengatakan bahwa hari ini dirinya tidak bisa pergi bersamanya, dengan alasan ada tugas kelompok. Stella yang sudah selesai dari butik langganannya bermaksud untuk makan siang di sekitar butik, matanya menangkap sosok namja yang ia sangat kenali, Choi Siwon kekasihnya. Tapi dia tidak sendirian, dia bersama dengan seorang namja manis bahkan mungkin terlihat cantik. Bukankah Siwon mengatakan kepadanya sedang belajar kelompok, tetapi ini..

Dengan segera Stella mencoba menghubungi Siwon, tetapi panggilannya itu tidak di indahkan oleh Siwonnya. Setelah melihat namja cantik pergi, Stella mencoba menghubungi Siwon dan dapat Stella lihat Siwon kini mengangkat sambungan telephone nya “Yeboseyo Oppa.. eodiga?” tanya Stella kepadaku, “Dirumah teman..” jawabnya cepat, “Stella, oppa harus ke kamar mandi. Nanti oppa hubungi lagi ne” setelahnya Siwon segera menutup sambungan telephone dari Stella.

 

Tanpa Siwon tau Stella menatap penuh amarah kepada dirinya dan juga Kyuhyun yang baru saja kembali dari toilet dan kini sedang bercanda, dengan saling menyuapi es krim. “Ada hubungan apa namja itu dengan Siwon oppa, sehingga Siwon oppa berani berbohong kepadaku. Aku akan menyelidikinya, tidak ada satu orang pun yang bisa merebut perhatian dan cinta Siwon oppa dariku”. Stella berjalan terburu dan menghentikan taksi yang melintas didepannya.

Siwon sendiri yang memang tidak mengetahui bahwa Stella sudah memergokinya berduaan dengan Kyuhyun, masih menikmati bahkan sangat menikmati kebersamaannya dengan Kyuhyun. Karena memang setelah ada Stella, ia dan Kyuhyun tidak bisa seleluasa dulu untuk bersama.

 

Angel of Voice

Aku sedang berjalan-jalan di taman, sebenarnya aku ingin mengajak Siwon hyung pergi. Tapi aku terlalu malu untuk mengajaknya. Terlebih kini Siwon hyung pun seperti sibuk, dia sudah jarang untuk menghubungi bahkan untuk mengantar-jemputku. Tapi kemarin aku senang karena akhirnya aku bisa kembali merasakan waktu berdua kami kembali. Saat aku memutuskan untuk kembali menuju rumah, aku dihadang oleh seorang yeoja berpakaian modis dan cukup cantik, menurutku.

“Kau yang bernama Kyuhyun?” Aku hanya menganggukan kepalaku, “Bisa kita berbicara sebentar? Oia perkenalkan namaku Kim Stella, panggil aku Stella saja” pintanya, lagi-lagi aku menganggukan kepalaku. Dia berjalan mendahuluiku dan langsung memasuki kafe yang memang tidak jauh dari taman ini.

“Kau mau memesan apa?” tanyanya sesaat kami baru saja duduk didalam kafe, aku hanya menggelengkan kepalaku pertanda aku tidak akan memesan apapun. Seseorang yang aku tau bernama Stella itu pun hanya memesan minuman untuknya. Setelah waitress pergi Stella kembali memandangku dengan tatapan yang seakan merendahkanku.

 

“Apakah kau berteman baik dengan Siwon oppa?” tanyanya yang kembali aku hanya menjawab dengan gerakan kepalaku. Ntahlah aku hanya sedang tidak mood baik untuk menjawab segala pertanyaannya. Ataukah aku cemburu dengan dirinya? Tapi siapakah dirinya ini?

“Kau mungkin bertanya-tanya siapa aku? Dan mengapa aku mengajakmu berbicara?” Aku hanya terdiam membalas tatapan matanya dengan datar, seakan tau bahwa aku ingin menanyakan hal itu kepadanya, dia kembali berkata “Aku kekasih Siwon oppa dan mungkin sebentar lagi aku akan menjadi tunangan Siwon oppa, aku hanya ingin memberitahukan kepadamu agar kau tidak terlalu salah paham akan tingkah baik dari Siwon oppa terhadapmu.”

Aku memang tidak terkejut mendengar penuturan darinya, karena aku tau bahwa Siwon hyung sudah memiliki seseorang. Tapi yang membuatku merasakan sakit hati, apakah benar bahwa sikap Siwon hyung selama ini hanya sikap baik yang kasihan? Tapi aku masih tetap mempercayai Siwon hyung bahwa dirinya pasti bersikap baik padaku karena Siwon hyung menyayangiku, bolehkah aku berharap?

 

“Kenapa diam? Apakah kau baru tersadar dari pikiranmu? Kau tidak sebanding dengan Siwon oppa. Lebih baik kau menjaga jarak darinya” Stella menyeruput minumannya dengan seringaian licik tercetak di wajahnya, aku tidak boleh terpengaruh oleh ucapannya. “Siwon oppa hanya kasihan kepadamu, dia tidak menyukaimu. Lebih baik segeralah kau menyikir dari kehidupan Siwon oppa, kau benalu dalam hidupnya..” ucapan itu, seakan mengingatkanku terhadap kejadian dulu,

“Untuk apa kau mengucapkan semua ini kepadaku? Seharusnya kau berkaca mengapa kau bisa sampai berbuat seperti ini? Ketakutankah bila Siwon hyung sudah tidak mencintaimu lagi?”

“Kau..!!” Stella hampir menyiramkan minumannya kepadaku, aku menutup kedua mataku tapi sudah seperkian detik aku tidak merasakan basah pada wajahku. Aku membuka kedua mataku perlahan, dapat ku lihat tangannya dipegang keras oleh Eunhyuk hyung. Tangannya segera dihempaskan oleh Eunhyuk hyung, hingga genggaman tangan Stella pada gelas minumannya sedikit terjerembab dan membuat air sedikitnya tumpah mengenai meja.

 

Angel of Voice­

Eunhyuk yang diminta oleh eoma nya untuk membeli makanan kesukannya, kini sedang menunggu pesanan take away nya. Sembari memainkan handphonenya, Eunhyuk melihat seseorang yang ia kenal masuk ke dalam kafe. Dia masih terdiam mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya. Eunhyuk yang tidak sengaja duduk persis disisi kanan tempat duduk Kyuhyun dan Stella dapat mendengar segala ucapan Stella kepada Kyuhyun. Ia merasa marah saat melihat Stella akan menyiramkan minumannya kepada Kyuhyun, dengan segera Eunhyuk menahan perbuatan Stella.

“Yeoja terhormat tidak akan berani mempermalukan dirinya di hadapan public seperti ini, yeoja terhormat akan berkaca pada dirinya terlebih dahulu sebelum melimpahkan kesalahan kepada orang lain dan yeoja terhormat tidak akan menjatuhkan harga dirinya untuk memperebutkan seorang namja, yang belum tentu mencintainya tulus sepenuh hati”

“Apa maksudmu??” Stella memandang penuh amarah kepada Eunhyuk.

 

“Aku tidak bermaksud apapun. Tapi sepertinya kau mengerti ucapanku, bukan Stella-ssi?” Eunhyuk dengan pandangan datar mencoba membalas perkataan Stella.

“….” Stella terdiam mencoba mencerna ucapan Eunhyuk.

“Aku akan membongkar semuanya bila aku mau saat ini juga, tapi aku masih berharap bahwa kau seorang yeoja terpelajar yang akan memberitahukan segalanya, seorang diri.” Eunhyuk melangkah mendekati Kyuhyun “Kajja Kyu..” Eunhyuk menarik lengan Kyuhyun dengan lembut, saat dirinya kembali berjalan mendekat ke arah Stella, Eunhyuk membisikkan sesuatu yang membuat Stella menahan segala amarahnya, “Bila sekali lagi aku melihatmu melakukan tindakan intimidasi terhadap Kyuhyun, maka say goodbye dengan segala kesenanganmu saat ini Stella-ssi”

 

“Kau mengancamku??”

“Aku hanya ingin meluruskan yang seharusnya sedari dulu aku lakukan” ucap Eunhyuk tenang dan kembali berjalan menuju pintu keluar. Dilupakannya pesanan yang sedari tadi dirinya tunggu.

“ARGH!!..” Stella menjerit kesal, pandangan aneh ditujukan kepadanya oleh pelanggan – pelanggan kafe, Stella sendiri tidak ambil pusing dirinya menjadi pusat perhatian. Dia membuka tasnya, mencari handphonenya. Mencoba mencari nama yang akan dihubunginya, dengan mencoba mengatur emosi kembali Stella mencoba menjawab sambungan telephone,

 

“Yeboseyo.. ahjussi Choi. Ini aku Stella, apakah ahjussi ada waktu?”

“…”

“Ada yang harus aku bicarakan mengenai Siwon oppa, bisakah?”

“….”

“Besok jam 10 pagi di kantor ahjussi, begitukah? Baiklah, aku mengerti. Maaf mengganggu waktu ahjussi, ne.. Gamsahamnida” Stella menutup sambungan telephonenya, tersenyum puas sembari memasukan kembali handphonenya ke dalam tasnya. Dia mengeluarkan beberapa lembar won diatas mejanya, sebelum dia melangkah pergi, “Bila dengan tindakanku tidak bisa membuatmu berhenti Cho Kyuhyun, maka apa kau masih bisa terus melangkah apabila Ahjussi Choi telah turun tangan?” ucapnya penuh dengan kemenangan. Stella bangkit dari tempat duduknya, dengan penuh kepercayaan diri Stella segera melangkah keluar kafe.

 

-tbc-

 

 

mian ini terlalu lama sekali menunggu untuk publishnya..

tapi terima kasih yang sudah mau menunggu cerita kami sampai akhirnya sekarang update, okay karna gatau harus berkata apa-apa lagi, kami hanya mengucapkan terima kasih kepada yang sudah membaca dan comment dari chapter awal sampai yang sekarang ini..

terima kasih sekali lagi

jangan pernah bosan untuk selalu mampir di WKC y..

Advertisements

46 thoughts on “Angel of Voice chap.6

  1. hanyut ma kedekatan wonkyu sempat lupa dengan kehadiran siwon. btw aku baru nyadar kalo eunhyuk marganya pake jung di ff ini

  2. Stella kembali.? Oh noooooo….. Pasti akan nganggu hub wonkyu…

    Untung saja kyuhyun tdk terlalu termakan omongannya stella….
    Tapi apa mksd dri ucapan eunhyuk ya.?

    —–1315—–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s