Posted in Angst, BL, Drama, Romance

Someday part 2

10171824_1441574696082091_2404563096989853755_n

Seorang bocah laki-laki bersurai ikal kehitaman, mengenakan kaos serta celana pendek selutut tengah berjalan mengitari sebuah taman di dekat rumahnya dengan sebuah lollipop berukuran cukup besar digenggamnya dengan erat. Senyum yang terukir di bibir kecilnya membuat wajah bocah itu semakin menggemaskan karena pipi bulatnya terangkat. Tidak lupa juga dengungan merdu sebuah lagu yang sering dinyanyikan sang ibu mengiringi langkahnya sepulang dari salah satu minimarket terdekat.

Namun langkahnya tiba-tiba melambat dan dengunan merdu barusan lenyap ketika sepasang mata cokelatnya menangkap sebuah sosok yang duduk di salah satu ayunan taman, terlihat sedang menangis. Lamat-lamat dia dekati sosok itu, yang ternyata adalah seorang teman baiknya.

“Bummie-ya, gwenchanayo?” Tanyanya sembari meletakkan telapak mungil keatas kepala seorang anak laki-laki lain yang tengah terisak.

“Kyunnie… huhuhu…”

Anak kecil yang dipanggil ‘Kyunnie’ memiringkan sedikit kepalanya, “Waeyo?”

“Huwee~ cokelat Bummie jatuh… hiks…”

Kyuhyun kecil menatap iba sahabatnya yang sesungukan itu, kemudian menatap lollipop ditangannya. “Ini.”

Anak laki-laki bernama Kibum itu langsung mengangkat kepalanya dengan wajah menahan tangis dan air mata yang masih mengalir. Dia juga ikut menatap setangkai lollipop warna-warni dihadapannya kini. “Hu?”

Kyuhyun kecil tersenyum, “Untuk Bummie.”

Setelahnya, dengan senang hati Kibum mengambil lollipop yang tampak menggiurkan bagi kebanyakan anak, sedangkan Kyuhyun duduk di sisi ayunan yang lain, sembari melihat Kibum melahap lollipop miliknya. Ah sudah bukan miliknya lagi, karena telah dia berikan untuk kibum. Kaki-kaki pendeknya mengayun ayunan kayu yang dia duduki, sehingga menimbulkan suara derit yang halus dari besi pengait.

Kyuhyun bahkan masih ingat ketika seminggu yang lalu dia merengek pada Umma-nya untuk meminta lollipop yang dia lihat disebuah etalase supermarket, namun sang Umma dengan halus menolak membelikan. Akhirnya Kyuhyun kecil putuskan untuk mengumpulkan uang jajannya selama seminggu hanya demi sebatang lollipop yang kini dilahap oleh sahabatnya.

Tapi Kyuhyun tidak marah. Dia dan Kibum sudah sering berbagi—atau lebih tepat dia yang lebih sering membagi pada Kibum—jadi pun tak masalah jika kali ini dia memberikan utuh sebuah lollipop berukuran sedang.

.

Someday part 2

.

WonKyu-SiBum

.

Kibum mematut dirinya sekali lagi di depan cermin kamarnya, memastikan kembali apa yang akan dia lakukan hari ini. Beberapa kali terdengar helaan napas berat darinya, ketika kemarin dia tidak menemukan Kyuhyun, justru seorang wanita Jepang yang membuka pintu. Sungguh meleset dari perkiraannya, yang sebelumnya sudah memersiapkan mental untuk menemui sahabat semasa kecilnya dulu.

Setelah hatinya kembali mantap, Kibum tersenyum kecil. Memang tidak akan menjadi mudah jika nanti bertemu Kyuhyun dia hanya akan meminta maaf karena kejadian lima tahun yang lalu. Tapi Kibum akan melakukan apapun agar Kyuhyun mau memaafkannya. Selama lima tahun terakhir, entah kenapa perasaannya terus gelisah. Beberapa malampun sering kali dia memimpikan masa-masa kecilnya bersama anak itu.

Ketika emosinya sudah reda dulu, dia mendengarkan kembali cerita dari bibir Siwon, dan itu seperti sebuah tamparan untuknya yang langsung gelap mata ketika melihat Siwon dan Kyuhyun berada diatas ranjang yang sama dengan tubuh tanpa busana. Dia berpikir Kyuhyun sudah menjebak Siwon, karena bagaimanapun sebenarnya dia tahu kalau Kyuhyun menyimpan rasa pada seorang lelaki yang sudah menjadi kekasihnya.

Tapi ternyata itu semua hanya kesalah pahaman semata. Dan betapa bersalahnya ia ketika dulu, Kibum ataupun Siwon tidak membela sama sekali Kyuhyun yang dipukuli oleh ayahnya. Bahkan jika mengingat kembali, Kibum sedikit bergidik dengan adegan saat itu. Dia juga masih ingat tidak sedikit darah yang menghiasi wajah pucat Kyuhyun. Bagaimana ayahnya menampar dan memukul pelipisnya hingga terkoyak, bagaimana ucapan demi ucapan berupa makian kasar terlontar dari ayahnya, bagaimana tatapan Kyuhyun yang ketika itu mengiba belas kasihan namun teracuhkan.

Kibum meremat kemeja bagian dada saat merasakan nyeri disana.
.
.
“Kau datang lagi?”

Kibum membalik badannya dan melihat perempuan kemarin memasuki pagar rumah dengan beberapa kantung belanja dikedua tangannya. “Moshi-moshi. Maaf mengganggu waktumu…”

“Tidak apa. Kau kemarin langsung pulang, jadi aku tidak mengunci pagar rumah agar kau bisa masuk lagi. Boleh kutahu apa yang kau lakukan disini?”

Perempuan itu mempersilahkan Kibum duduk disebuah kursi kayu di teras rumah, ia meletakkan belanjaannya di depan pintu dan duduk dihadapan Kibum.

“Kau… yang menempati rumah ini?”

Perempuan di depan Kibum mengangguk dengan raut bingung, “Tentu. Apa ada sesuatu?”

“Ah… Aku sedang mencari temanku. Terakhir yang kuingat, dia tinggal dirumah ini.”

“Apa yang kau maksud itu seorang anak laki-laki berkebangsaan Korea bernama Cho Kyuhyun?”

Mendengar perempuan di depannya menyebut nama sahabatnya, mata Kibum terlihat berbinar dan tampak antusias. Dia mengangguk dengan cepat agar perempuan itu bisa memberi tahu dimana Kyuhyun dan bagaimana rumah sederhana ini bisa berpindah penghuni?

“Aku membeli rumah ini tiga tahun yang lalu, tepat ketika aku sampai di Okinawa dan membutuhkan tempat tinggal, dia datang menawarkan rumah ini untuk biaya pemakaman ibunya.”

Senyum yang semulanya sumringah berubah keruh. Kibum seperti dihantam oleh batu besar tepat diulu hati, sampai-sampai rasanya sangat nyeri. Bibirnya bergetar dan matanya bergerak-gerak gelisah setelah mendengar cerita singkat mengenai Kyuhyun.

“Pe-pemakaman?”

Perempuan itu mengangguk, “Kalau tidak salah, setelah ada masalah dengan anak itu, ibunya jatuh sakit dan harus dirawat. Dua tahun kemudian ibunya meninggal, dan dia menjual rumah ini untuk biaya pemakaman lalu menghilang entah kemana.”
.
.
.
“Nahh~ sudah jadii~” seorang lelaki berwajah menawan mengangkat sebuah mangkuk besar berisi sukiyaki, lalu meletakkannya pada kompor pemanas yang berada diatas meja makan.

Dua lelaki lainnya sudah mempersiapkan diri dengan sendok dan mangkuk keramik dihadapan masing-masing. Keduanya sudah tidak sabar ingin mencicipi makanan dengan uap panas yang masih mengepul tanpa henti. Meski siangnya cukup panas, tapi ketika malam, udara yang berhembus di Jepang cukup dingin. Terlebih lagi karena rasa lelah akibat bekerja seharian, membuat makanan yang tampak kini terlihat menggiurkan.

Keduanya sudah siap untuk menyendok sukiyaki dan memindahkannya kemangkuk masing-masing, sebelum akhirnya ditahan oleh si pembuat.

“Ck! Tidak sabaran sekali. Harusnya kalian berdoa lebih dulu.”

Keduanya cengengesan kecil, rasanya seperti sedang ditegur oleh ibu sendiri. Dalam keheningan sebentar, keduanya memanjatkan doa terima kasih, karena hingga saat ini ketiganya masih diberkahi makanan enak untuk disantap.

Ittdakimashu~!”

“Yunho! Malulah dengan Kyuhyun!” lelaki berparas menawan itu, Kim Jaejoong, mencubit pipi kekasihnya yang memang sudah terlihat kelaparan sejak sukiyaki terhidang

“Tidak apa. Aku yang terakhir.” Ucap Kyuhyun dengan senyum kecil. Betapa bahagianya ia sekarang, mendapat sebuah ‘keluarga’ yang begitu menyayanginya yang hanyalah seorang anak kucing. Dipungut, diberi kehangatan serta makanan enak. Kyuhyun berkali-kali mensyukuri dan berterima kasih pada Tuhan, karena sejak kehilangan kebahagiaannya dulu, dia sudah terlalu putus asa.

Jaejoong segera menyendok untuk bagian Kyuhyun, kedua untuknya dan yang terakhir untuk Yunho, yang langsung mencebilkan bibir bawahnya. Sontak hal ini membuat Jaejoong dan Kyuhyun sedikit tertawa kecil melihat tingkah pria berusia 28 tahun itu. Ketiganya makan dengan lumayan berisik, terlebih Jung Yunho, yang berperan seperti ‘Ayah’ dalam rumah yang menjadi satu dengan toko bunga yang mereka berdua kelola.

“Kyuhyun-ah, lusa nanti kami akan ke Okinawa.”

Suapan yang hampir Kyuhyun tangkap langsung berhenti. Dia terdiam sejenak ketika mendengar kota Okinawa kembali disebut. Yunho juga sama terkejutnya dengan Kyuhyun, lantas melihat kearah Jaejoong. Entah apa yang ada dalam pikiran lelaki bermarga Kim itu sampai-sampai membuat pernyataan yang seketika membekukan laki-laki didepannya.

“Oki-nawa?”

Jaejoong tersenyum lembut, “Nde, salah seorang teman membutuhkan bantuanku di sana, mungkin sekitar seminggu kita akan sangat sibuk nanti.”

Kyuhyun tidak tahu harus bersikap seperti apa selain hanya mengangguk kikuk di hadapan Jaejoong dan Yunho saat ini. Luka di dalam sana belum mengering, bahkan masih teramat basah sama seperti ketika pertama terluka. Menginjakkan kaki kembali di Okinawa mungkin pilihan paling berat ketika perlahan dia mulai membiasakan dengan rasa sakitnya.
.
.
.
Senja di pantai Okinawa adalah salah satu hal di dunia ini yang tidak ingin Kyuhyun lihat lagi. Hal itu akan membuatnya bernostalgia pada piringan rusak yang tersimpan dalam sudut relung hatinya yang sudah tak memiliki bentuk seindah dulu. Namun semilir angin musim panas yang kini membelai lembut wajahnya, serta merta membuat lelehan di kedua pipinya hadir selama hampir tiga tahun dia tidak lagi menangis. Kyuhyun pikir airmatanya sudah mongering setelah kematian Umma-nya, tapi ternyata tidak.

Di sini, dari sudut pulau Okinawa bagian utara, Kyuhyun berdiri menghadap matahari yang perlahan kembali keperaduannya. Menyisakan cahaya emas yang perlahan tampak remang-remang.
.
.
.
“Kibum-ah?”

Siwon menghampiri Kibum yang sekarang terduduk di depan sebuah bangunan mewah—Akuarium Churaumi, yang terletak di Taman Ocean Expo, barat laut Okinawa. Napasnya sedikit memburu karena dia buru-buru menghampiri Kibum setelah kekasihnya memberi tahu tempat yang ingin mereka datangi jauh hari.

Kibum mengangkat kepalanya sembari berdiri, “Aku ingin kesini.” Hanya sepenggal kalimat itu yang keluar dari bibir lelaki bermarga Kibum, dan setelahnya mereka sudah berada di sebuah ruang dengan beberapa lorong dengan menampilkan ribuan ikal kecil yang berwarna-warni dan beraneka ragam, serta terumbu karang yang terlihat begitu cantik.

Siwon hanya menatap Kibum beberapa kali, merasa bahwa ada sesuatu yang aneh dengan kekasihnya hari ini. Namun dia sendiri terlalu pengecut untuk sekedar bertanya basa-basi. Sepanjang kaki-kaki mereka berjalan menyusuri lorong demi lorong akuarium, hanya terdengar desir air ataupun riuh beberapa kelompok wisawatan yang juga sedang berkunjung ke Akuarium megah itu.

Sampai ketika mereka sampai di lorong menuju pintu keluar, Kibum berhenti. Dia yang sedari tadi menunduk lantas mengangkat kepalanya dengan senyum yang tersamar, “Siwonnie, peluk aku…”

Siwon masih belum bergerak dari posisi awal, merasa kalau memang ada yang tidak beres dengan Kibum. Namun melihat wajah lelaki manis itu membuatnya bungkam untuk yang kesekian kali. Dengan perlahan, langkahnya menghampiri Kibum dan tangannya melebar, siap mendekap tubuh di depannya.

Kibum seperti ingin menangis tatkala merasakan pelukan hangat Siwon yang sekarang seperti hujaman jarum kecil disekujur tubuhnya. Rasa hangat berubah menjadi rasa sakit ketika dia mengingat kembali cerita tentang sahabat baiknya. Sahabat kecil yang dulu seringkali memberikan lollipop sebagai pengganti miliknya yang jatuh atau di rampas anak lain.

“Kyuhyunnie, bagaimana keadaanmu sekarang? Aku merindukanmu. Bukankah dulu kau pernah bermimpi ingin kemari bersama Siwon? Dibawah riak air dan jutaan ikan kecil, saling berpelukan dan bertukar kehangatan. Maaf, jika sekarang yang dipeluk Siwon bukanlah kau, Kyuhyun-ah… Maaf…”
.

.
Mobil yang dibawa Yunho akhirnya sampai di salah satu gedung penting dalam Ocean Expo Park, yaitu Tropical Dream Center. Tropical Dream Center adalah kebun bunga dan buah tropis yang merupakan bagian dari kebun botani tropis dan subtropis di Taman Ocean Expo. Di dalamnya terdapat kebun anggrek di dalam rumah kaca seluas 14.778 m², rumah kaca kebun buah-buahan seluas 1.263 m², dan sebuah menara pengamatan.

Entah berapa uang yang harus dikeluarkan oleh pelanggan mereka kali ini untuk membeli beberapa tangkai bunga yang dibudidayakan di sana, karena pastinya itu bukanlah harga yang murah seperti bunga-bunga yang dijual di toko bunga biasa.

Keduanya mulai menyapa beberapa pekerja yang cukup ramah, sehingga sedikit banyak, Kyuhyun berlajar tentang bunga dan juga buah yang ditanam di Tropical Dream Center. Ternyata ada hal yang begitu sederhana yang tidak pernah dilihat Kyuhyun, bahwa bunga liarpun bisa menjadi sebuah tanaman mahal dan cantik jika dirawat dengan baik. Pemuda itu menghampiri sebuah rak yang berisi beberapa pot yang ditanami bunga anggrek.

Bukankah anggrek adalah salah satu tanaman liar yang kebanyakan hidup di hutan? Tapi lihat, dengan keterampilan tangan-tangan manusia, sekarang sudah begitu banyak spesies hasil kawin silang, sehingga menciptakan warna baru dari bunga-bunga yang polos. Kepalanya perlahan terangkat, dan senyum tipisnya memudar ketika melihat sebuah gedung lain yang berjarak tidak begitu jauh dari tempatnya sekarang.

Dia melihat kebelakang, tepatnya kearah Yunho yang masih sibuk berbicara dengan beberapa pekerja. Mungkn berjalan-jalan sebentar tidak aka nada masalah. Toh pekerjaan mereka sudah hampir selesai. Hanya perlu pulang kemudian merangkai bunga yang sudah dipilih oleh sebuah keluarga yang akan melangsungkan pernikahan anak mereka.
.
Kyuhyun berkali-kali mendecak kagum melihat sekelilingnya. Tangannya menuntun langkah dengan meraba kaca akrilik, membuat beberapa ikan kecil dengan bentuk yang lucu seolah tergoda dengan Kyuhyun. ikan-ikan kecil itu ikut mengiringi langkah pemuda itu sampai ketika tubuh Kyuhyun seperti tersengat sesuatu. Terdiam sebentar melihat pemandangan di depannya.

Kyuhyun mulai sesak kembali dengan mata yang nyaris panas. Selama tiga tahun dia selalu memohon agar tidak dipertemukan kembali oleh dua orang dari masalalunya. Kyuhyun hanya berpikir, jika mereka akan bahagia, makan sebaiknya Kyuhyun tidak tahu apapun lagi tentang keduanya. Lebih baik jika mereka bahagia tanpa tahu bagaimana rapuh dirinya sekarang.

Dengan langkah perlahan, Kyuhyun mundur teratur, dan ketika berbalik, setetes airmata lolos seketika dan jatuh tiba-tiba.
.
Kibum mengangkat kepalanya dan mata sipitnya langsung melebar saat mendapati sosok yang sedang berdiri dihadapannya. Dia segera melepas pelukan Siwon ketika sosok itu perlahan mundur dan berbalik, kemudian menghilang di balik dinding akuarium.

“Kyuhyun!” pekiknya, dan dengan langkah cepat dia berusaha mengejar seseorang yang masih dia anggap sebagai sahabat.

“Kibummie? Apa yang terjadi?” Siwon segera menangkap tangan Kibum dan menahannya cukup kuat saat merasa Kibum akan berlari dengan napas yang mulai tersengal-sengal.

“Kyuhyun, Siwon-ah! Aku melihat Kyuhyun! aku ingin menemuinya… hiks… meski sejujurnya aku tak pantas untuk itu…”

Siwon buru-buru mendekap kembali Kibum dan merasa pemberontakan kecil dari lelaki dalam pelukannya. “Sudah lima tahun, Bummie… lupakanlah…” bisiknya sembari sesekali mengecupi puncak kepala Kibum.

Tanpa keduanya sadar, Kyuhyun berdiri dibalik tembok sebuah gedung. Menyaksikan kembali kemesraan kedua sahabatnya. Membuat dadanya kambali nyeri dan perih. Berkali-kali pemuda itu menarik napas meski sulit. Dia meremat baju bagian dada. Tak seharusnya dia tetap di sini, namun kakinya seolah lumpuh. Dia tidak bisa bergerak kemanapun. Tuhan seolah kembali mengujinya dengan mempertemukan dia dan dua orang yang kini saling balas memeluk.

Umma… sakit… hiks… sakit sekali…”

Kyuhyun ingin menyerah pada dunia. Seberapapun dia mencoba, luka lama yang masih basah itu kembali terbuka dan menganga. Perih dan sangat menyiksa.

Ketika cinta berkali-kali menyakitimu, lantas hal apa lagi yang membuatmu ingin terus hidup?

Ketika cinta ratusan kali menamparmu, lalu untuk apa terus dipertahankan?

Dan pada akhirnya, sebuah hati yang semula kuat, kini serapuh kaca tipis. Dia jatuh dan pecah. Dan sayangnya, tidak banyak yang bisa mendengar bunyi denting kaca yang berserakan terbentur tanah itu terdengar begitu menyedihkan.

Ya, kau sungguh menyedihkan dalam kisah ini, Cho Kyuhyun…
.
.
.

T-B-C

Advertisements

29 thoughts on “Someday part 2

  1. ooowh KyuKyu yg malang.
    Kibum menyadari kalo Kyu ada rasa pada Siwon, dan apakah Siwon tau perasaan KyuKyu?

    kisah cinta yang pahit d rasakan KyuKyu. yg sabar KyuKyu hiks hiks hiks

  2. Aish,, knp kyu nasibnya kasian bnget. .
    Knp slalu kyu yg tersakiti. Hiks. .

    Kibum ama won tega bnget sih. .
    Pdah kibum tau kyu suka ma won, truz knpa malah dy yg pcran ma won??
    Won jga sbnernya suka pa gak sih ma kyu??

    Lnjut aah, kkk~

  3. Hiks hiks nyesek banget…knpa kyu harus ketemu sama sibum sich?? Luka yg sudah mulai mengering skrng hrs berdarah kembali huweeee
    Semoga babykyu ga berbuat nekat meskipun sdh berkali” tersakiti oleh cinta

  4. Biasanya kyuhyun itu slalu dihadiahkan sm cinta2 dari siwon semua org mencintainya hehe tp aduh malang banget nasibnya kyuhyun..
    Waktu kecil sama kibum kyuhyun itu baik banget mw kasih lolipop nya sama kibum pdhl itukan susah payah dr uang jajannya huhuhu
    Tp kibum tega banget ga percaya penjelasannya kyuhyun pdahal mereka uda banyak mellui masa kecil sama2..
    Duh kibum siwon sungguh tega sma kyuhyun yg semanis ini hiks hiks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s