Posted in Angst, BL, Drama, Family, Romance, WonKyu Story

Circle of Love – Take 3

image

Circle of Love – Take 3
By: -ssiihee-
Genre: Romance
Rate: PG 15
Main cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Cho Jinra (OC)

Disclaimer: Cerita ini punya saya, jika ada kesamaan dalam hal tokoh, cerita dan sebagainya dikarenakan faktor yang tidak di sengaja. Dan ini hanya khayalan saya belaka.

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Warning: BL, OOC, AU, abal, alay, typo, jauh dari EYD dsb.

Don’t Like, don’t read !
Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!
(= ̄▽ ̄=)V
.
.
.

***

CoL
ssiihee©2014
Totally Reserved

***
.
.
.

“Hyung~~~”

Siwon tidak tahu jika ia harus mengulang kejadian 20 tahun lalu hanya untuk melihat Kyuhyun tersenyum padanya. Ia baru saja menemui seorang klien saat dalam perjalanan pulang matanya menangkap seseorang di pinggir jalan. Siwon tidak mengetahui jika orang itu adalah Kyuhyun. Ia hanya mengikuti hatinya yang mengatakan untuk berhenti padahal ia tau bahwa ada acara lain yang harus ia hadiri.

“Sepertinya kau hobi sekali menghilang.”

Kyuhyun yang saat ini sudah berdiri berhadapan dengan Siwon hanya mendengus pelan lalu segera beranjak masuk ke dalam mobil. Siwon yang melihatnya hanya tertawa pelan. Sepertinya ini akan menarik. Saat di dalam mobil ia melirik Kyuhyun disebelahnya. Pria itu hanya menatap keluar jendela tanpa menghiraukan Siwon.

Seolah sudah terbiasa Siwon hanya mengabaikannya. Ia bergerak kearah Kyuhyun membuat pria itu tersadar saat siwon mencoba memasangkan safety bell kepadanya. Kyuhyun mengerjapkan matanya sementara Siwon kini fokus di balik kemudi.

“Kyuhyun-ah”

Siwon mencoba memulai percakapan. Ia rasa ini waktu yang tepat untuk membicarakan apa yang di katakan Jinra kepadanya. “Kau marah padaku?” Kali ini Kyuhyun menoleh. Pria itu memandang Siwon bingung. “Jinra bilang sepertinya kau masih marah padaku.”

Kyuhyun masih menatap lekat Siwon membuat pria itu tiba-tiba saja merasa gugup. Entah kenapa justru kini Siwon merasa ia benar-benar orang yang patut di persalahkan. “Hyung….”
“Ne?”
“Bisakah kita bicara nanti. Aku lapar.”

Kali ini Siwon kembali di buat terkejut dengan nada bicara Kyuhyun. Ia mengenal nada bicara seperti itu. Nada yang biasa di gunakan Heerin saat ia merengek manja kepadanya. Dan entah kenapa Siwon tidak dapat menahan senyumannya. “Baiklah.”

.
.

***
.
.

Kyuhyun memandang makanan di hadapannya dengan tatapan ganas. Ia baru ingat kalau ia sudah melewatkan makan siangnya dan ini sudah hampir sore. Pantas saja perutnya tidak bisa diam di tambah perjalan yang lumayan jauh.

“Makanlah. Kau seperti orang yang baru pertama kali melihat makanan.” Siwon tersenyum melihat tampang Kyuhyun sementara pria itu hanya menatapnya tajam. “Kau tidak tau sejauh apa aku berjalan hanya untuk sampai di halte bus dan tidak ada satupun bus yang lewat.” Ucap Kyuhyun ketus saat ia mengambil sumpit dan mulai menyantap makannya.

“Setidaknya aku tidak menemukanmu dalam keadaan menangis lagi.”
“Aku bukan anak kecil lagi.” Balas Kyuhyun dengan makanan penuh di mulutnya.
“Makanlah dulu. Kau bisa tersedak.”
“Kau yang mengajaku bicara hyung.”

Siwon terkekeh dan membiarkan Kyuhyun mengahabisan makanannya. Sekarang setidaknya pria itu sudah kembali memanggilanya hyung. Dan Siwon rasa kedepannya akan lebih mudah. Dengan sabar Siwon menunggu Kyuhyun menghabiskan makannnya. Pipinya yang chubby menggembung, membuat pria itu terlihat sangat menggemaskan. Cho Kyuhyun siapa sebenarnya kau.

“Kenapa? Kenapa kau pergi hyung?”

Siwon tidak menyangka Kyuhyun akan menanyakan hal itu. Siwon pikir Kyuhyun seharusnya tau alasannya. Sementara Kyuhyun hanya memandang datar pria di hadapannya. Tentu saja ia tau alasan Siwon tidak datang menemuinya dulu. Tapi entah kenapa ia ingin mendengar langsung dari mulut pria yang membuatnya menangis saat itu.

“Minhae. Seharusnya dulu aku mengatakannya padamu.”

Siwon ingat ia memang tidak pamit kepada Kyuhyun secara langsung saat itu. Karna takut akan membuat Kyuhyun menangis karna sebelumnya ia pernah membuatnya menangis saat tidak sengaja meninggalkan Kyuhyun saat bermain. Ia tidak tau bahwa tindakannya akan berdampak lain hingga saat ini.

“Kau tau, aku mengira kau marah kepadaku karna aku mengambil gambarmu. Walau umma mengatakan bahwa kau pergi karna kalian memang harus pindah tetap saja aku mengira kau marah padaku sehingga tidak pamit denganku sama sekali.”

Kyuhyun menarik nafas. Sesak menghimpit dadanya saat ini. Entahlah ia tidak tau apa yang terjadi padanya. Ia hanya ingin megeluarkan kekesalannya. Rasa marah karna di abaikan yang semakin bertambah saat ia kembali bertemu Siwon. Saat ia sama sekali tidak menyadari bahwa itu Siwon.

“Mianhae.” Siwon memandang Kyuhyun dengan tatapan menyesal. Bagaimanapun dulu ia menyayangi Kyuhyun sama seperti ia menyayangi Heerin adiknya. Dan saat itu pun ia menyesal tidak mengatakan apapun pada pria di hadapannya ini. “Aku juga merasa bersalah padamu. Mianhae.”

Kyuhyun menghembuskan nafas kencang. “Sudahlah. Itu sudah terjadi. Lagipula kita sudah dewasa. Akan sangat kekanakan jika kita berselisih hanya karna masalah seperti itu.”

Siwon menatap Kyuhyun intens. Entahlah ia tidak suka dengan gaya bicara Kyuhyun saat ini. “Baiklah kita lupakan. Tapi bisakah kita memulainya lagi? Bagaimanapun aku tidak merasa nyaman jika kau terus bersikap dingin kepadaku.”

“Aku tidak bersikap dingin.”
“Yah kau melakukannya.”
“Anni~~ aku hanya merasa aneh jika kita bersikap biasa.”
“Aneh bagaimana? Jinra dan Heerin saja bisa bersikap seperti dulu.”

“Itu karna mereka perempuan hyung! Kau tidak tau perempuan bisa langsung dekat hanya dengan satu fakta bahwa mereka menyukai sesuatu yang sama.” Kyuhyun tidak mungkin bisa bersikap seperti dulu. Bagaimanapun kini mereka sudah dewasa pasti akan terasa berbeda. Cara pertemanan merekapun akan berubah layaknya pria dewasa. Walau bagi Kyuhyun tidak ada yang berbeda sedikitpun dari Siwon. Pria itu tetap baik, senang menebar senyum, tetap Siwon yang dulu yang selalu membuatnya tenang. Hari inipun ia benar-benar tidak menyangka bahwa Siwonlah yang akan menemukannya seperti saat ia kecil. Dan ia senang akan kenyataan yang baru saja terjadi.

“Baiklah. Aku belum tau apa yang akan berbeda dan berubah kedepannya. Jadi kita lihat saja nanti.”
“Kau tidak merasa sekarang pun perbedaan dan perubahan itu terlihat? Kemarin kita seperti tidak mengenal sama sekali. Dan sekarang kau dan aku duduk bersama dan terlihat akrab.” Siwon tersenyum senang. Kyuhyun benar ia suka dengan keadaan seperti ini dimana ia dan Kyuhyun bisa duduk tenang dengan membicarakan sesuatu.

“Oh iya Kyu, ada yang ingin aku tanyakan.” Kyuhyun menatap Siwon bingung. “Waktu itu saat kita bertemu di toilet mengapa kau berpikir aku menyukaimu?” Kyuhyun melebarkan mata dan seketika wajahnya terasa panas. Siwon masih menatapnya. Pria itu kini mencondongkan tubuhnya lebih dekat. “Saat itu aku hanya merasa mengenalmu. Tapi kau berpikir bahwa aku menyukaimu. Apa ada seorang pria lagi yang menyatakan bahwa ia menyukaimu?” Ucapan Siwon kali ini benar-benar membuat Kyuhyun bisu mendadak. Aigo ini salah kakaknya. “Aku tau bahwa dulu saat kecil pernah ada anak laki-laki yang mengatakan bahwa ia menyukaimu. Dan ingin sekali bisa bermain denganmu. Namun kau selalu menolak.”

Saat ini Kyuhyun ingin sekali menarik rambut Siwon karna pria itu secara tidak langsung mengingatkannya tentang kejadian saat ia junior high school. Dan juga kejadian saat di toilet restorant. Bagaimana bisa Siwon menanyakan hal seperti itu dengan santai dan tanpa merasa sungkan sama sekali.

Kyuhyun menegakkan tubuh dan kembali menatap Siwon. Ia sedikit menarik nafas cepat dan menghembuskannya untuk menghilangkan kegugupannya. “Kau sendiri hyung? Apa maksudmu mengatakan kalau aku…” Kyuhyun sedikit menggantung perkataannya. Ini hal yang tidak ia sukai. Siwon yang masih menatapnya memaksa Kyuhyun untuk melanjutkan ucapannya. “Kalau aku cantik.” Memalukan. Bagaimanapun ia ini tampan. Kyuhyun memalingkan wajah setelah mengatakan hal itu. Ia sama sekali tidak ingin menatap Siwon yang kini justru tergagu.

“Ah itu…” Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Haruskah ia mengatakannya. Bagaimana jika setelah ini Kyuhyun marah padanya. Tapi sama seperti yang di ucapkan dulu. Untuk ukuran seorang pria Kyuhyun terlalu cantik. Mungkin Siwon harus menggantinnya dengan kata indah karena sepertinya Kyuhyun tidak suka jika ada yang mengatakan ia cantik.

“Itu apa Siwon hyung?” Kyuhyun tersenyum kecil. Ia menahan tawanya melihat wajah gugup Siwon saat ini. Aigo jangan main-main dengan Cho Kyuhyun. “Itu… tapi memang benar, menurutku kau punya sisi cantik seperti kakakmu Jinra.” Senyum Kyuhyun hilang. Entah mengapa ada rasa aneh saat nama Jinra terucap dari bibir pria dihadapannya. Dan Siwon tahu kali ini ia kembali salah bicara. Terbukti dengan Kyuhyun yang tiba-tiba saja beranjak dari duduknya dan pergi tanpa mengatakan apapun.
.
.

***
.
.

“Apa yang kau katakan pada hyung nunna?”
“Hyung?”
Jinra menatap Kyuhyun yang masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu. Dan siapa yang di maksud dengan hyung. Ah. Jinra sepertinya tau. “Kalian sudah berbaikan?”

Kyuhyun menaikan alisnya. “Memangnya kami terlihat seperti orang yang bermusuhan?” Kyuhyun membaringkan tubuhnya di ranjang Jinra yang di dominasi warna pink. Kyuhyun heran untuk ukuran gadis Jinra bukannlah tipe gadis feminim tapi ia sangat menggilai warna pink. Sedangkan ia lebih suka warna biru. Kyuhyun mmemperhatikan kakaknya yang menatapnya dari balik cermin meja rias.

“Anni~~ kalian terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.” Kyuhyun membulatkan matanya. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa kakaknya mengatakan hal itu. Sementara Jinra hanya terkekeh melihat ekspresi adiknya. “Aku haya mengatakan yang sebenarnya.”

“Tapi tidak untuk menangis. Itu memalukan.”
“Kau memang menangis Kyu.” Jinra menghampiri Kyuhyun dan duduk di tepi ranjang. “Bahkan saat itu aku berpikir kau tidak sayang padaku. Karna kau hanya mau bermain dengan Siwon.”
“Aku tidak seperti itu.”
“Ne. Aku tau. Aku hanya merasa kau terlalu menyukai Siwon.”
“Mwo! Apa yang kau ucapkan nunna?”

Kyuhyun terduduk dan menatap kakaknya horor. Jangan bilang kalau kakaknya itu berpikir bahwa ia menyukai Siwon dan akan merebutnya dari sisi Jinra. Itu tidak mungkin. “Nunna dengar aku dan Siwon hyung hanya…” Kyuhyun menghentikan ucapannya saat ia melihat Jinra menutup mulutnya dengan tangan seperti menahan sesuatu. “Yaks! Kau mengerjaiku!”

Jinra tertawa kencang. Ia tadi hanya ingin menggoda Kyuhyun tanpa tau bahwa ekspresi adiknya itu seperti orang yang ketahuan selingkuh. “Kau menyebalkan Cho Jinra.” Kyuhyun kembali membaringkan tubuhnya. Ia menarik selimut hingga menutupi kepalanya.
“Tidurlah. Aku akan segera kembali.” Kyuhyun menurunkan selimutnya mendengar ucapan Jinra. Ia baru sadar bahwa kakaknya akan pergi. Terlihat dari pakaiannya saat ini. “Kau mau kemana nunna?”

“Aku ada janji dengan Siwon. Aku pergi dulu. Sampai jumpa.” Jinra melangkah meninggalkan Kyuhyun setelah mengecup kening adiknya. Ia tidak menyadari perubahan ekspresi Kyuhyun saat ini.
“Nunna~~”
Jinra baru saja akan membuka pintu kamarnya saat suara adiknya menahannya. “Bagaimana….bagaimana kalau…” Jinra menatap bingung Kyuhyun. “Bagaimana kalau aku benar-benar menyukai Siwon Hyung.”

Kali ini Jinra termangu. Kyuhyun tidak seriuskan. Adiknya itu pasti ingin balas dendam. Tapi mengingat cara Siwon kemarin memperhatikan adiknya Jinra sedikit merasa ragu. Jinra baru akan membuka suaranya saat tawa Kyuhyun memecah keheningan. “Kita seri Cho Jinra.” Kyuhyun kembali tertawa. Ia jarang sekali melihat wajah kakaknya sepeti tadi. Kakaknya itu biasanya selalu punya kata-kata untuk membalasnya.

“Kau menyebalkan Cho Kyuhyun,” Jinra segera pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih tertawa. Setelah pintu tertutup rapat tawa itu hilang. Kyuhyun menelan ludah membasahi tenggorokannya yang di paksa tertawa. Ia menarik selimut dan berguman pelan. Kau menyebalkan Choi Siwon.
.
.

***
.
.

Siwon semakin menyadari perbedaan saat bersama Jinra dan Kyuhyun. Sepanjang makan malam ini Jinra tak henti-hentinya membuatnya tersenyum. Gadis itu seperti tak kehabisan bahan obrolan. Selalu ada saja hal yang dapat mereka bahas. Dan itu sangat membantu Siwon yang sebenarnya takut kalau ia tidak bisa membuat gadis itu nyaman. Sebelumnya ia memang jarang sekali membahas sesuatu dengan gadis-gadis yang dekat dengannya. Tentu saja. Mereka semua hanya akan membawa Siwon ke pusat perbelanjaan. Setelah itu mereka sibuk sendiri.

Namun saat ia bersama Kyuhyun, Siwon merasa ia yang harus mencari sesuatu untuk menarik perhatian pria manis itu. Dan ada rasa senang saat ia berhasil membuat Kyuhyun mengeluarkan reaksi yang jarang di perlihatkannya.

“Kudengar kalian sudah berbaikan.”
Siwon meletakan gelas minumannya dan mengalihkan perhatiannya ke Jinra. Gadis itu masih sibuk dengan salad buahnya. “Apa Kyuhyun mengatakan sesuatu?” Jinra tertawa pelan.
“Anni~~ dia hanya kesal karna aku mengatakan bahwa ia menangis.” Jinra menyelesaikan makanannya dan meminun segelas air. Ia memicingkan mata melihat Siwon. “Justru aku ingin bertanya kepadamu. Apa terjadi sesuatu? Aku rasa moodnya dalam keadaan tidak baik.”

Siwon menghela nafas pelan. Jangan bilang ini karna perkataannya kemarin. “Anni~~ ku rasa hanya salah paham kecil.”
“Kau harus sabar oppa. Kyunnie sedikit sulit di tebak. Kadang aku merasa sifatnya itu lebih mirip perempuan.” Siwon tertawa mendengar ucapan Jinra. “Jangan bilang padanya. Tapi aku merasa ia mengambil semua sifat perempuanku.” Kali ini Jinra sendiri yang tertawa mendengar ucapannya. Dan obrolan mereka berlajut hingga perjalanan pulang.
.
.

***
.
.

Kyuhyun terbangun saat ia tiba-tiba saja merasa haus. Dengan gontai ia melangkah turun dari ranjang. Namun baru beberapa langkah ia mendengar suara mobil. Sepertinya kakanya baru pulang. Ia memutar langkah menuju jendela di sebelah kiri ranjang yang langsung menghadap halaman depan. Terlihat Siwon yang sedang membukakan pintu untuk Jinra. Kakaknya itu tersenyum manis dan sedikit membisikan sesuatu yang membuat Siwon tersenyum kecil. Dan hal berikut yang terjadi sanggup membuat Kyuhyun menahan nafas. Tiba-tiba saja ia sudah tidak merasa haus. Ia hanya ingin kembali tidur dan melupakannya segalanya.
.
.

***
.
.

“Oppa gomawo.” Jinra tersenyum manis kepada Siwon. Sikap Siwon hari ini benar-benar mebuatnya menjadi gadis paling special. “Apa kau memang selalu seperti ini?” Siwon hanya tertawa mendengarnya namun hal yang dilakukan Jinra selanjutnya cukup membuatnya terkejut. Gadis itu menciumnya. Walau hanya di pipi dan begitu singkat.

“Aku masuk dulu. Sampai jumpa.” Jinra segera melarikan diri setelah melakukan hal yang membuat dirinya sendiri terkejut. Astaga ia baru saja mencium siwon. Cho Jinra kau benar-benar memalukan.

Jinra menatap Kyuhyun yang ternyata masih berada di kamarnya. Setelah membersihkan diri ia segera naik ke ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya. Ia baru saja akan memejamkan mata saat ada sesuatu menabrak punggungnya dan dua buah tangan yang melingkar di pinggangnya.

“Maaf mengganggumu Kyunnie.”
“Nunna~~”
“Ne?”
“Aku tetap nomor satumu kan?”

Jinra mengerutkan kening mendengar pertanyaannya Kyuhyun. Ia berusaha membalikan tubuh untuk menatap adiknya. Namun Kyuhyun menahannya. “Kenapa? Tentu saja kau yang terpenting untukku.”

“Aku hanya merasa kau akan menjauhiku.” Jinra tersenyum mendengarnya. Ia tahu walau Kyuhyun jarang mengatakannya tapi Jinra tahu adiknya itu menyayanginya sama seperti ia menyayangi Kyuhyun. “Anni~~ aku akan selalu bersamamu. Tidurlah.”
.
.

***
.
.

Kyuhyun merutuki kebodohannya yang tidak menghidupkan silent mode pada ponselnya. Karna saat ini suara dering ponsel itu dengan lantang mengganggu tidurnya. Ini hari minggu tidak seharusnya ia bangun pagi. Dengan mata terpejam Kyuhyun mencari dimana suara menyebalkan itu berasal. Setelah menemukannya ia kembali menenggelamkan tubuhnya dalam selimut tebal berwarna baby blue itu.

“Hallo.” Kyuhyun menjawab tanpa melihat ID pemanggil.
“Kyuhyun-ah.”
Kyuhyun menatap layar ponselnya setelah mendengar suara berat di ujung sana. “Kau mengganggu tidurku hyung.” Ucapnya datar. Namun dibalas dengan suara tawa di seberang sana. “Ada apa?”
“Bisa kita bertemu? Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat.”
“Aku tidak bisa.”
“Kenapa?”
“Karna aku tidak mau.” Kyuhyun mengusap matanya pelan. Saat ini ia sudah duduk di sandaran ranjang diiringi ocehan panjang lawan bicaranya. “Kalau aku tetap tidak mau?”
“Aku akan sedih.”
“Ckckck. Kau tidak pandai merayu hyung.” Kyuhyun tertawa membayangkan wajah pria di seberang sana.
“Baiklah. Kudengar kau mengincar sebuah game terbaru yang akan rilis bulan ini. Jika kau mau aku bisa memberikannya saat ini juga.”
“Mwo?! Kau serius? Baiklah.” Mendengar kata game Kyuhun tidak perlu berpikir untuk berkata ya.
“Ku jemput kau di…”
“Anni~~ aku akan memberitahu dimana kita bertemu. Ku tutup hyung. Annyeong~~~”
.
.

***
.
.

Siwon tersenyum senang menatap layar ponselnya. Ia baru saja mengajak Kyuhyun untuk pergi ke suatu tempat. Setelah berdebat dan menberikan sebuah sogokan berupa game terbaru akhirnya Kyuhyun bersedia pergi dengannya. Dengan semangat ia segera bersiap. Perjalanan mereka cukup jauh jadi Siwon memutuskan untuk berangkat lebih cepat.

Jins berwarna navi dan kemeja yang berwarna senada melekat sempurna di tubuh Siwon. Sebuah kaca mata hitam bertengger dengan manis di hidungnya yang kokoh. Tataan rambut yang sederhana tetap menambah ketampanan pria berlesung pipi itu. Setelah semua pas ia mengambil jacket hitam dan kunci mobil lalu melesat pergi untuk menjemput Kyuhyun.
.
.
***
.
.

“Kau mau kemana Kyunnie? Tumben.”
Jinra menatap heran adiknya yang terlihat sudah rapih. Biasanya Kyuhyun sangat susah di ajak pergi saat hari libur. Kecuali sudah membuat janji sebelumnya. Adiknya itu lebih suka menghabiskan waktu di kamar dengan bergelung selimut.

“Aku tidak tau. Siwon hyung tidak bilang apa-apa. Aku berangkat nunna.” Kyuhyun meninggalkan Jinra dengan kening yang semakin berkerut bingung. Ia tidak tau jika Siwon akan mengajak Kyuhyun pergi. Cho Jinra sadarlah memang kau siapa. Jinra merutuki pikirannya sendiri. Hubungannya dan Siwon masih terlalu dini untuk membuatnya tau seluruh kegiatan pria itu. Jinra babo. Tapi kemana Siwon membawa Kyuhyun. Penasaran kini mengrogoti hati dan pikiran Jinra.
.
.
***
.
.

Siwon menepikan mobilnya saat melihat sosok pria yang kini sedang berdiri di sebuah halte sambil memainkan ponsel. Pria itu -Kyuhyun- menoleh saat menyadari keberadaan mobil Siwon. Seketika rasa aneh berdesir dalam hati Siwon saat Kyuhyun tersenyum. Pria itu terlihat indah dengan kaos biru-putih bergaris dilapisi cardigan panjang berwarna hitam. Sedangkan tubuh bagian bawahnya di balut celana berwarna baby blue yang terlihat pas di kaki jenjangnya dengan ujungnya yang sedikit di lipat dia atas mata kaki. Rambut coklatnya menutupi dahi hingga hampir menyentuh alis. Sedikit terlihat berantakan namun itu justru membuatnya terlihat menggemaskan. Siwon mengerjap. Oh god. Lagi-lagi ia mengakui bahwa Kyuhyun menggemaskan.

“Sebenarnya kita mau kemana hyung?”

Siwon mengerjap mendengar suara Kyuhyun. Ia baru sadar bahwa pria itu kini sudah duduk di sebelahnya dan menatapnya dengan mata bulat yang terlihat lucu. Sama seperti 20 tahun lalu. Siwon berdehem pelan berusaha menormalkan suaranya. “Kau akan tau. Dan…” Siwon bergerak mendekati Kyuhyun membuat pria itu sedikit memundurkan tubuh. “Jangan lupa untuk safety bellnya.” Lanjutnya setelah memastikan Kyuhyun aman di tempatnya.

“Ne~~” Jawab Kyuhyun singkat setelah sempat menahan nafas saat Siwon berada terlalu dekat dengannya. Kyuhyun bahkan dapat mencium aroma tubuh Siwon. Ia tidak tau seperti apa tapi itu membuatnya tenang. “Kajja. Kita berangkat.” Kyuhyun berkata dengan semangat membuat Siwon hanya bisa tertawa.

“Oo. Bukankan ini…” Kyuhyun menoleh kearah Siwon saat menyadari kemana pria itu akan membawanya. Ini adalah jalan menuju tempat tingalnya sejak lahir sampai junior high school. Lalu keluarganya pindah ke daerah Apgujeong. Siwon hanya tersenyum penuh arti. Tentu saja Kyuhyun menyadari kemana ia akan membawanya. Siwon hanya ingin sedikit mengulang masa kanak-kanak mereka.

“Daerah ini sama sekali belum berubah.” Kyuhyun menatap sekelilingnya. Mereka berdua memutuskan untuk berjalan kaki setelah memarkirkan mobil Siwon di tempat yang aman.
“Ne. Kitalah yang berubah.” ucap Siwon. Ia berjalan pelan di belakang Kyuhyun yang berjalan dengan antusias. “Kau senang?”
Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap Siwon sehingga ia kini berjalan mundur. “Tentu saja. Sudah lama sekali aku tidak ke sini.” Jawabnya dengan senyum ceria.

Keduanya terus berjalan dengan diiringin beberapa celotehan Kyuhyun yang terkadang membuat Siwon tak henti-hentinya tersenyum. Saat mereka sampai di sebuah taman bermain langkah keduanya terhenti tepat di mana mereka berdua pertama kali bertemu. Tempat itu masih sama seperti 20 tahun lalu. Hanya terlihat lebih rapih saja.

Kyuhyun mengadahkan kepalanya dan memejamkan mata menikmati udara hangat yang membawa kilasan ingatannya kembali. Disampingnya Siwon terpaku melihat bagaimana Kyuhyun terlihat bersinar. Ia baru kali ini melihat seseorang terlihat begitu indah tanpa melakukan apapun. Rasanya begitu damai membuat Siwon ingin berlama.

Kyuhyun sendiri masih sibuk dengan dunianya. Ingatannya kini bagai sebuah film. Memutar saat-saat manis yang mereka alami berdua. Saat dimana ia terjatuh dan menangis. Saat Siwon berkata tidak apa-apa dengan senyumannya yang langsung membuat ia berhenti menangis. Kyuhyun merindukannya. Ia merindukan senyum itu. Dan saat ia membuka mata dan menoleh ke samping harapannya terkabul. Siwon kini sedang tersenyum kepadanya. Pria itu tersenyum lembut, memancarkan sejuta arti penting untuknya.

“Kyunnie? Cho Kyuhyun?”

Suara seorang wanita memecahkan keheningan yang terjadi diantara Siwon dan Kyuhyun. Keduanya serempak berbalik dan langsung berhadapan dengan seorang wanita seumuran ibunya yang menatap Kyuhyun dengan pandangan rindu.

“Ternyata benar kau Kyunnie?” Wanita itu menutup mulutnya seolah tidak percaya dengan apa yang ada di depannya. Terlihat cairan menggenang di pelupuk matanya. Kyuhyun sendiri kini sedang tersenyum memandang wanita itu. Ia berjalan mendekat dan langsung memeluk wanita itu.

“Apa kabar adjumma Lee? Aku mau ice cream.” Wanita yang di panggil adjumma Lee oleh Kyuhyun itu terisak haru namun sedikit tergelak dengan ucapan Kyuhyun. “Kau sudah besar dan menjadi pria yang tampan.” Ucap wanita itu saat Kyuhyun melepaskan pelukannya. “Ne dan adjumma ternyata sudah tua namun tetap cantik.” Balas Kyuhyun. Adjumma Lee adalah penjual ice cream di daerah itu. Kyuhyun sudah mengenalnya sejak ia kecil dan selalu suka dengan ice cream dari kedai adjumma Lee.

Adjumma Lee tertawa. “Sudah lama sekali. Kau kesini dengan siapa? Apa bersama dengan orang tuamu. Jinra, apa dia ikut.”
“Annie. Aku ke sini bersama seorang teman.” Kyuhyun menoleh ke arah Siwon begitu juga dengan pandangan adjumma Lee. “Kau ingat Siwon? Dia…”
“Ya tuhan kau Siwon?” Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan ucapannya adjumma Lee sudah mendekat ke arah Siwon dan menepuk-nepuk bahu pria itu pelan. “Kau makin tampan saja.”
Siwon hanya tersenyum. “Apa kabar adjumma.”

Setelah bertukar sapa, adjumma Lee meminta keduanya untyk mampir ke tempatnya. Kyuhyun yang rindu dengan ice cream khas kedai adjumma Lee pun menyetujuinya. Sementara Siwon hanya menyerahkan segalanya kepada Kyuhyun.

Setelah menikmati ice cream di kedai adjumma Lee kini Siwon dan Kyuhyun berdiri di depan sebuah rumah yang Kyuhyun kenali sebagai rumah Siwon dulu. Sedangkan tepat di hadapannya terdapat rumah lamanya yang kini sudah berpindah tangan.

“Kau mau masuk?” Kyuhyun mengerutkan alis mendengar pertanyaan Siwon. Seingatnya rumah ini juga sudah bukan milik keluarga Choi. “Pemiliknya sedang berlibur dan mereka mengijinkan aku masuk sebentar.” Ucap Siwon menjawab kebingungan Kyuhyun. Pria itu segera menarik Kyuhyun masuk.

Siwon langsung mengarahkan Kyuhyun ke taman belakang yang tidak banyak berubah. Tempat dimana ia dulu sering bermain dengan Kyuhyun. Ia membawa Kyuhyun ke tengah taman. “Tunggu Hyung!” Seakan mengingat sesuatu, Kyuhyun menatap Pria di hadapannya dengan khawatir. “Apakah masih?”

Siwon tersenyum mengerti arti dari pertanyaan Kyuhyun. Belum sempat ia menjawab tiba-tiba saja tubuh mereka sudah di guyur air. Bukan air hujam melainkan penyiran otomatis di taman yang sepertinya masih di gunakan pemilik rumah itu. Keduanya tertawa.

“Aku tidak bawa baju hyung!” Ucap Kyuhyun saat keduanya hanya saling menatap. Kyuhyun sendiri merasa malu dengan keadaannya. Ia hendak berbalik saat tiba-tiba tubuhnya oleng. Siwon yang terkejut refleks menahan tubuh Kyuhyun. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun sementara pria itu menahan tubuhnya dengan berpegangan pada lengan Siwon.

Keadaan ini membuat tubuh keduanya melekat. Kyuhyun sendiri merasa wajahnya memanas walaupun ia dalan keadaan basah. Sementara Siwon sendiri memandang Kyuhyun dengan tatapan yang sulit di artikan. Ia menatap bibir pucat Kyuhyun yang tepat berada di depannya. Sekelebatan bayangan ia melumat bibir itu muncul membuat Siwon terkesiap.”Kyu kau.. kau tidak apa-apa?” Ucap Siwon dengan nada gugup.

“Hyung~~ aku merindukanmu.”

Kyuhyun mengucapakannya dengan suara pelan namun bisa di dengar oleh Siwon. Seketika wajahnya memerah. Dengan cepat ia mencium pipi kanan Siwon dan berlari meninggalkan Siwon yang kini hanya berdiri mematung. Kyuhyun sendiri kini sibuk berlari kesana kemari hanya untuk menghilangkan perasaan gugupnya. Ia juga sibuk merutuki apa yang ia lakukan tadi. Ia harap Siwon tidak marah. Namun ia juga senang karena telah mengungkapkan apa yang ia rasakan. Kata-kata yang sangat ingin ia sampaikan. Bahwa ia begitu merindukan pria bermarga Choi itu.

Siwon yang kini sudah sadar dari keterkejutannya hanya tersenyum. Ia hanya menikmati pemandangan di depannya. Dimana Kyuhyun sedang tertawa dengan bahagianya dan ia harap itu karena dirinya. Karena tiba-tiba saja datang keinginan dalam diri Siwon untuk membuat kyuhyun selalu tertawa seperti ini. Ia ingin Kyuhyun bahagia.
.
.

***
.
.
.
.
.
Nb: annyeong~~~ ada yang masih ingat dengan ff abal ini… ㅋㅋㅋ
Akhirnya setelah my tabbie selesai di rawat, bisa juga post part ini… maaf kalo masih bertele-tele,,, karna saya suka seperti itu … нё헤нё헤нё헤◦’⌣’◦
Tapi part depan sedikit bocoran WonKyu udah mulai menyadari perasaan mereka… ㅋㅋㅋ

RCL…RCL…
Walau gak ngarep tp kalo 20 coments masuk cepet maka part 4 saya publish segera… pengganti kemarin yg lama gak update… hehehehehe…

Last but not least
See U next time and keep spreading WonKyu love !!
Annyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

47 thoughts on “Circle of Love – Take 3

  1. aduh aduh aduhh, udah mulai nih kayaknya kyu juga suka sama siwonn
    jinra kasian juga sih sebenernya dia baik, tapi mau gimana dong udah takdirnya wonkyu bersatuㅋㅋㅋ

  2. ahaiiiiiii, perkembangan hubungan mereka bolehh juga. haha
    kiyuuu unyu sekali. duhhh
    cieeee cieeee kalian yyaa

  3. kyaaa…babykyu uda berani cium wonie walaupun cma dipipi..
    wonkyu momentny manis pke bnget bkin snyum2 sndri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s