Posted in Angst, BL, Drama, Family, Romance

angel of voice chap 4

By. Ryupyo & Miss Lee

 

Cast     : Siwon x Kyuhyun

Donghae x Eunhyuk

Henry Lau

Cho Ahra & Stella

Genre  : Angst,Romance,Drama

Rate     : T (boys love)

 

Angel of Voice-

Saat malam aku terbangun,aku menemukan diriku berada di rumah sakit dengan selang infus menempel di lengan kiriku. Ahra noona begitu bersyukur saat aku terjaga,aku kembali mengingat kejadian sebelumnya. Saat itu aku sedang menunggu kedatangan kepala sekolah hingga aku ketiduran disana,saat terbangun aku baru menyadari bahwa hari sudah petang.

Aku coba untuk keluar dari ruangan, tapi ternyata terkunci. Sampai malam aku mencoba untuk keluar dari sana,tenagaku seperti terkuras habis karena aku hanya mendapat nutrisi dari sarapan susu tanpa makan apapun disiang harinya. Hari semakin malam dan ternyata ruangan itu tidak teraliri listrik,walau aku membawa handphone karena panik aku hanya mencoba berpikir untuk keluar.Phobia ku kembali kambuh,karena tidak bisa melihat apapun tanpa sengaja aku menabrak meja hingga kepalaku jatuh terkena lantai hingga membuatku pingsan.Ya seperti itu lah kejadiannya.

“Kyunie.. gwaenchana?” aku hanya mengangguk mengisyaratkan bahwa aku baik-baik saja.

“Kenapa kau bisa berada diruangan gelap dan terkunci??” tanya Ahra noona kembali,aku menuliskan di notes ku “Molla.. yang terpenting aku baik-baik saja, noona jangan khawatir”

“Bodoh!! bagaimana noona tidak khawatir,phobiamu kambuh Kyu.. Mengapa kau tidak berteriak Kyu? Masihkah aku harus tenang??” terlihat dari ucapan dan sikapnya bahwa Ahra noona kecewa padaku.

“Noona aku bisa menjaga diriku sendiri. Ini hanya kecerobohanku saja” aku menuliskannya kembali dan melihatkannya kepada noona. Seketika setelah membacanya noona langsung memelukku,aku mengelus punggungnya untuk mencoba menenangkan.

“Kyunie.. Noona akan segera kembali,noona hanya pergi sebentar ke ruang dokter ne..”aku mengangguk patuh,tapi sebelum noona melangkah pergi aku dikejutkan dengan ucapannya. “Kau diselamatkan kemarin oleh temanmu, yang bernama eum..Choi.. Choi Siwon. Iya namanya Choi Siwon, dia namja yang tampan Kyunie” goda Ahra noona kepadaku, aku sendiri hanya terpaku mendengarnya. “Choi Siwon menolongku??” innerku.

 

Angel of Voice

Jadi inikah alasan mengapa waktu itu Kyuhyun menangis?

Seolah aku menemukan jawaban dari apa yang terjadi ketika aku melihatnya menangis saat memainkan harmonika ini. Kau benar-benar bodoh Choi Siwon. Kenapa kau tidak menyadarinya dari awal??!! Perasaanku saat ini benar-benar bercampur aduk, tapi jujur rasa senang ini tak mampu aku gambarkan dengan sebuah kata maupun kalimat. Aku bahagia karena ternyata Tuhan memberikan ku kesempatan untuk bertemu dengannya kembali walau dengan cara yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.

 

TRAP…TRAP…

Aku langsung berlari ketika sampai di pelataran halaman Rumah Sakit Kyuhyun dirawat kini, sungguh aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. Senyumku terus berkembang tanpa mampu aku kendalikan. Sesampainya di dalam Rumah Sakit, aku langsung berlari menuju meja resepsionis untuk menanyakan apakah Kyuhyun masih ada diruang rawatnya. Tapi langkah kakiku tiba-tiba terasa kaku saat mendengar.

“Apa kau tau pasien yang ada di kamar 203?” ujar suster 1 kepada teman-temannya

“Ya tentu saja, dia sangat manis bahkan manisnya itu melebihi seorang yeoja” jawab suster 2

“Iya kau benar. Tapi sayang sekali anak semanis dia ternyata tidak bisa mendengar” jawabnya lagi kepada suster kedua itu.

“Maksud kalian?” Tanya suster ketiga ikut terlibat obrolan.

“Ya.. dia itu tuna rungu” jawab suster kesatu kembali.

“Mwo? Kau yakin?” Tanya suster kedua dan ketiga yang hanya dibalas anggukan oleh suster pertama.

“Kasian sekali dia. Pasti sangat menderita hidup tanpa bisa mendengar apapun” jawab suster kedua yang dibalas anggukan oleh suster ketiga.

Aku yang mendengar pembicaraan mereka langsung berlari menuju ruang rawat Kyuhyun, sepanjang perjalanan menuju ruang rawat aku hanya bisa berdoa bahwa aku hanya salah mendengar.

 

“Tidak ini pasti bohong, mereka pasti sedang bercanda.. tapi ini bercanda yang tidak lucu sama sekali” aku terus meracau, terserah bila orang-orang yang melihatku menganggapku gila. Yang kini aku perdulikan adalah hanya kondisi Kyuhyun.

Oh Tuhan.. kenapa semuanya menjadi seperti ini? Bukan pertemuan seperti ini yang aku harapkan. Perlahan tapi pasti kini aku sudah berada didepan ruang rawat Kyuhyun. Aku membuka pintunya secara perlahan, dapat ku dengar Kyuhyun sedang bersenandung walau tanpa rangkaian kata. Ku mendapati Kyuhyun sedang duduk sembari melihat kearah jendela, membelakangiku.

“Cho Kyuhyun kau mendengarku kan?” dengan susah payah aku mengatur emosiku dan menengadahkan kepalaku demi menghindari lolosnya butiran Kristal yang sudah menumpuk di kedua mataku.

Akan tetapi tidak ada respon sama sekali dari dirinya, dia masih sibuk menulis sembari melihat kearah luar dari balik jendelanya. “Kyu.. Cho Kyuhyun.. mereka mengatakan kau tidak bisa mendengar, itu bohongkan Kyu? Kau bisa mendengarkan aku kan Kyu?” tanyaku berusaha untuk menulikan diriku sendiri, karena Kyuhyun sama sekali tidak ada respon kepadaku. Mati-matian aku terus menahan air mataku yang sepertinya bisa saja lolos dengan mudahnya. Semua terasa menyesakkan bagiku.

Setelah ku rasakan ketenangan dalam diriku aku berusaha untuk berbicara kembali dengan Kyuhyun ”Kyuhyun…” tapi lagi-lagi panggilanku tidak dijawabnya. “CHO KYUHYUN!!! BERHENTILAH MENGABAIKANKU!!” dengan berteriak aku mencoba untuk berinteraksi dengannya. Tetapi semuanya tidak berhasil, tidak ada reaksi apapun yang ditunjukkan oleh Kyuhyun. Roboh sudah pertahananku, aku sudah tak kuasa untuk menahan isakan tangisku. Ingin sekali ku berlari memeluknya tapi aku masih terdiam kaku melihatnya.

 

Angel of Voice

“Jadi inikah alasan atas segala sikapmu selama ini Kyu?” Siwon merasa tidak sanggup lagi untuk bertemu dengan Kyuhyun. Setelah kejadian tadi ia langsung meninggalkan ruang rawat Kyuhyun dan kini dia memutuskan untuk duduk menyendiri di kursi yang ada di depan kamar Kyuhyun.

Siwon merasakan sulit bernapas saat ini, ia ingin sekali berteriak menanyakan apa yg sebenarnya telah terjadi? Mengapa semua bisa seperti ini?

“Kyu…” lagi-lagi air mata itu tumpah begitu saja, membasahi kedua pipi Siwon.

“Dia kehilangan pendengarannya.. dikarenakan kecelakaan”

“Nonna..?” Siwonpun terkejut tak kala melihat Cho Ahra sudah duduk disampingnya sembari menyodorkan sekaleng softdrink.

 

“Kyunie mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh teman-temannya di Kanada.” Mendengar itu refleks Siwon menatap Ahra “Keberadaannya sebagai orang asing yang berbakat, sulit untuk diterima oleh siswa lainnya disana. Kyunie sempat dirawat selama 1 bulan di Rumah Sakit, setelah sadar ternayata dokter menyatakan bahwa..” Ahra sempat menjedanya menahan rasa sakit itu kembali hinggap dihatinya, Siwon sendiri masih terus mendengarkannya “Kyunie divonis tidak bisa mendengar lagi seumur hidupnya.” Untaian kalimat yang keluar dari mulut Ahra itu membuat dunia Siwon seakan runtuh, ia hanya mampu menggenggam erat minuman kaleng yang dipegangnya.

“Pada awalnya Kyunie sempat mengalami depresi dan sulit beradaptasi” kembali Ahra menjeda ucapannya “Kecelakaan itupun telah merenggut impiannya untuk bernyanyi diatas panggung yang besar, panggung megah bagi impian para penyanyi” Siwonpun kembali menoleh kearah Ahra. Ingatannya seolah terlempar ke masa dulu.
flashback

“Oya kita belum saling mengenal, siapa namamu?” Tanya Siwon kepada anak berpipi chubby itu.

“Kita tidak akan bertemu lagi jadi kau tidak perlu tau siapa namaku” jawab pipi chubby kepada Siwon dengan nada sedikit ketus.

“Angel of voice” si chubby hanya mampu menatap bingung ketika mendengar perkataan dari Siwon. “Karena aku tidak tau siapa namamu, maka aku akan mengingatmu sebagai angel of voice. Suara mu saat bernyanyi sangat menganggumkan!! Suatu saat nanti jadilah penyanyi yang hebat dan berdirilah dipanggung besar dan megah untuk impian semua penyanyi. Biarkan dunia mendengar suara indahmu”

Flashback end

 

“Kyuhyun menjadi takut terhadap keramaian dan kegelapan” Siwon semakin merasakan sesak didadanya tak kala ia mengingat apa saja yang sudah ia dan teman-temannya lakukan terhadap Kyuhyun.

“Noona..” Siwon memberanikan dirinya untuk membuka suara setelah mengumpulkan tenaganya. “Izinkan aku untuk melindunginya” ucap Siwon mantap sembari melihat kearah Ahra.

“Heum..” Ahra masih belum paham dengan apa yang sudah Siwon katakan kepadanya.

“Izinkan aku untuk menjaga dan melindunginya, aku berjanji akan membuatnya berada dipanggung yang besar dan megah. Mewujudkan impiannya!!” ujar Siwon penuh dengan keyakinan.

“eum.. aku mengizinkanmu Siwon-ah” ucap Ahra dengan senyum lembut sembari menepuk-nepuk tangan Siwon. “Gomawo noona.. gomawo..” ucap Siwon tulus.

“Ne.. sudah sekarang kau hapus air matamu itu, kita masuk” Ahrapun berdiri dari kursinya, tapi sebelum Siwon berdiri “Noona..”

“Ne..?” Ahrapun kembali melihat kearah Siwon.

“Apa Kyuhyun bisa berbicara?” Tanya Siwon ragu, ia hanya takut bahwa kenyataan mempermainkan perasaannya kembali.

 

Dengan tersenyum Ahra tidak menjawab pertanyaan Siwon “Masuklah, kau akan tau jawabannya nanti” Siwon pun akhirnya menuruti permintaan Ahra, dengan langkah pelan tapi pasti ia memasuki kembali ruangan Kyuhyun. Didalam kamar Kyuhyun masih saja berkutat dengan kertasnya. Ahra yang melihat Siwon masih saja terdiam ditempatnya, akhirnya mendekati Kyuhyun dengan menepuk punggungnya.

“Kau tidak bosan masih menulis terus?” Tanya Ahra yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Kyuhyun. “Kau ini..” yang hanya dibalas dengan cubitan sayang dihidung Kyuhyun.

“Oia Kyunie, noona ada urusan. Maka itu noona pamit pulang kepadamu, nanti malam noona akan kembali kesini. Jadi untuk membuang rasa bosanmu, kau akan ditemani oleh Siwon dulu ya” Kyuhyun yang membaca ucapan Ahra hanya terdiam, Ahra pun menunjuk kearah pintu dimana Siwon masih betah disana melihat interaksi keduanya. Kyuhyun yang melihat Siwon ada dikamarnya hanya mampu terkejut yang ditutupinya dengan muka datarnya.

“Nah Siwon-ah, kau masuklah jangan berdiam diri disana terus. Noona titip Kyunie ya..” yang hanya dibalas anggukan oleh Siwon. Ahrapun mengambil tas yang berada di sofa ruang rawat itu, setelah mengacak rambut dan juga mencium kening Kyuhyun, Ahra pun pergi.

 

Angel of Voice

Siwon duduk dikursi yang berada disamping ranjang Kyuhyun, Kyuhyun sendiri merasakan gugup saat posisi mereka yang cukup dekat, bahkan mungkin sangat dekat. Keheningan melanda keduanya. Tidak ada satupun yang berani untuk berbicara. Sampai akhirnya,

“Gomawo..” Siwon mengarahkan wajahnya kearah Kyuhyun, dia mencoba mencubit lengannya. Mencoba menyadari bahwa yang ia dengar benarlah adanya. Untuk pertama kalinya ia bisa mendengar suara Kyuhyun langsung.

“Cheonma..” Siwon menjawab dengan sumringah, yang hanya dibalas dengan senyuman tulus dari Kyuhyun. Kali ini Siwon harus mengakui nya bahwa ia kembali terpesona dengan segala yang dimiliki seorang Kyuhyun. “Suaramu lembut” lanjut Siwon yang membuat Kyuhyun merona. Sungguh Siwon saat ini ingin sekali memeluk Kyuhyun, namun dengan susah payah dia berusaha menahannya. Setelah itu, keheningan kembali melanda diantara mereka berdua. Terasa sekali hawa canggung yang terjadi.

 

Tak lama Siwon berusaha untuk kembali membuka obrolan “Kyu, aku dan juga mewakili kedua sahabatku meminta maaf atas apa yang selama ini kami lakukan kepadamu. Hingga akhirnya perbuatan kami diikuti oleh siswa-siswa yang tidak bertanggung jawab dan membuatmu harus menjadi seperti ini” Siwon menatap dalam mata Kyuhyun mencoba memberitahukan bahwa ia benar-benar tulus meminta maaf.

Kyuhyun sendiri yang dilihat seperti itu hanya bisa menutupi salah tingkahnya, dengan kembali mengambil kertas yang ada di meja dekat ranjangnya, lalu ia menuliskan sesuatu dan memberikannya kepada Siwon. “Aku sudah memaafkan kalian semua, jauh sebelum kejadian seperti ini terjadi. Aku pun turut andil dalam hal ini, karena mereka salah faham dengan sikapku selama ini”.

Siwon yang setelah membacanya kembali menatap wajah Kyuhyun “Hey, kenapa kau memakai tulisan? Aku ingin mendengar lagi suaramu?” pinta Siwon.

“Aku sedang malas berbicara” tulisnya lagi pada notes yang tadi Siwon berikan kepadanya lalu menunjukkannya kembali kepada Siwon, sambil tak lupa senyuman terkembang diwajahnya yang akhirnya membuat seorang Siwon harus mengakui ia untuk hari ini sudah beberapa kali terpesona dengan Kyuhyunnya (??).

 

“Baiklah.. suaramu indah Kyu.. dan perlu kau tau bahwa tulisanmu pun juga indah” goda Siwon yang sukses membuat Kyuhyun merona kembali.

Dan kembali lagi keheningan melanda mereka berdua, tapi tak bisa Siwon pungkiri bahwa saat ini ia sangat bahagia. Tanpa Siwon pun tau kini Kyuhyun pun bahagia bisa bersama dengan Siwon menghabiskan waktu di Rumah Sakit yang selalu jadi musuhnya sejak kejadian di Kanada dulu.

Siwon senang karena akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan  angel of voice nya, meskipun saat ini keadaannya sudah berbeda. Namun bagi Siwon ini bukan saat yang tepat untuk menanyakan pada Kyuhyun apakah ia masih mengingat tentang masa lalu mereka, masa lalu saat mereka kecil. Siwon merogoh saku celananya, terdapat coklat yang kembali mengingatkannya dengan kejadian dulu saat keheningan melanda mereka berdua.

 

“Kyu kau mau coklat?” namun seketika Siwon mengumpat dirinya sendiri “Shit!! Kau bodoh Siwon” saat dia menyadari Kyuhyun tidak mungkin mendengarnya, terlebih saat ini Kyuhyun sedang asik kembali menulis. Siwon pun dengan memberanikan diri mencoba menyadarkan Kyuhyun dengan memegang tangannya, dulu saat mereka masih kecil Siwon berani untuk memegang tangannya tanpa perduli apakah Kyuhyun akan berontak ataupun tidak. Tapi hal ini sangat berbeda, Siwon mati-matian menahan degupan kencang jantungnya.

“Kyu..” ucapnya yang akhirnya membuat Kyuhyun mengarahkan pandangannya ke Siwon dan itu sukses membuat Siwon menjadi salah tingkah “Kalau kau butuh sesuatu katakan saja padaku” Siwon merutuki ucapannya, mengapa hal itu yang akhirnya keluar dari mulutnya dan hanya dibalas anggukan dari Kyuhyun tanpa menyadari bahwa tangan Siwon masih setia berada di atas tangan Kyuhyun. Saat Kyuhyun menyadarinya ia pun menarik tangannya dan berpura kembali menulis, Siwon sendiri menjadi salah tingkah lagi dengan yang telah diperbuatnya.
Angel of Voice

Kejadian pingsannya Kyuhyun diruang Kepala Sekolah menyebar cepat di Sekolahan, dengan kuasa Siwon, maka siswa yang memberikan info palsu kepada Kyuhyun beserta teman yang ikut membantunya diberikan sanksi skorsing selama satu minggu. Setelah itu tidak ada lagi yang berani menganggu ketentraman dan kenyamanan seorang Cho Kyuhyun, terlebih kini Siwon pun berusaha untuk selalu menemani Kyuhyun. Henry yang sempat merasa janggal dengan kebaikan Siwon, tapi saat melihat Kyuhyun bahagia bersama Siwon itu, tidak menjadi masalah lagi baginya.

 

“Siwon-ah kami perlu berbicara kepadamu” pinta Eunhyuk dan Donghae yang ingin memastikan mengapa seorang Choi Siwon bisa berubah karena Kyuhyun.

Kini mereka telah berada diatap Sekolah, agar tidak ada satu orang pun yang mengetahui pembicaraan mereka bertiga. “Apa yang ingin kalian bicarakan kepadaku?”

“Apa maksudmu yang kini berteman dengan Kyuhyun?”

“Angel of voice..” ucapan itu membuat Donghae dan juga Eunhyuk saling pandang “Ya.. dia angel of voice yang pernah aku katakan pada kalian berdua”

“Apa kau yakin Kyuhyun orangnya?” Tanya Donghae memastikan yang hanya dijawab anggukan oleh Siwon, tak lama Siwon berjalan menjauh dari kedua sahabatnya itu kembali lagi menuju kekelas.

“Akhirnya aku bisa tersenyum lega bahwa Siwon bertemu kembali dengan angel of voicenya. Selanjutnya aku berharap bahwa aku pun mendengar kabar bahwa Siwon akan lebih memilih angel of voicenya dibandingkan dengan Stella” Eunhyuk tersenyum pada Donghae “Kajja kita masuk kelas” ajak Eunhyuk.

“Chakama.. kenapa kau selalu tidak menyukai Stella?”

“Pada akhirnya semua akan tau mengapa aku tidak menyukainya. Sudahlah kau tidak perlu memikirkannya terus, kajja” Eunhyuk pun melangkah menjauh meninggalkan Donghae yang masih betah melamun mendengar ucapan Eunhyuk, saat tersadar “Hyuk-ah.. tunggu aku..” Donghae berlari-lari kecil untuk menyusul Eunhyuk yang sudah sampai didepan pintu keluar dari atap gedung.

 

­-Angel of Voice

Aku yang akan kembali ke kelas setelah berbincang dengan kedua sahabatku, tidak sengaja melihat Kyuhyun memasuki ruang musik. Keinginan tauanku yang sangat besar membuatku membelokkan arah dari kelas bisnis menuju ruang musik. Aku bisa melihat Kyuhyun melangkahkan kakinya perlahan menuju grandpiano putih yang berada di sudut kiri ruang musik, tangannya menekan tuts-tuts piano.

“Do..re..mi.. hey, apakah suara kalian masih sama? Bahkan aku tak bisa mendengar suara kalian meski itu hanya sebuah bisikan. Menyedihkan bukan?” ucapnya sembari tersenyum. “Aku merindukan suara kalian” lanjutnya dengan kembali menekan tuts piano secara perlahan.

Dapat ku lihat dia memejamkan matanya sembari menekan tuts-tuts piano berusaha menebak rangkaian nada yang dihasilkannya meskipun tak akan pernah dia tahu bahwa seperti apa hasilnya. Kyuhyun terus saja menekan tuts piano mencoba mendengarkan dengan hatinya, itulah yang ia lakukan saat ini. Cho Kyuhyun seseorang yang menyukai kesunyian bukan karena ia ingin tapi karena ia tak mampu berada dikeramaian, yang membuatnya takut. Keramaian hanya akan membuat konsentrasinya pecah dan membuatnya tak mampu mengenal dunia secara baik sama hal nya seperti kegelapan, itulah ucapan Ahra noona kepadaku.

 

Aku hanya mampu melihat Kyuhyun dan ikut merasakan kepedihan yang dialaminya, aku tau ia kuat karena ia tidak ingin dikasihani. Air mata yang aku tahan sedari tadi kini lolos begitu saja, aku mengusap air mataku kasar. Setelahnya aku berjalan mendekatinya dan kemudian memeluk Kyuhyun dari belakang. Kyuhyun sempat terkejut dengan apa yang aku lakukan, tapi setelahnya ia hanya kembali memandang kearah depan, arah piano. Kyuhyun seakan tidak risih dengan perlakuanku kembali menekan tuts-tuts piano yang kini aku mencoba untuk mengikuti gerakanannya dari atas jemarinya.

Setelah selesai memainkannya aku pun membalikan badan Kyuhyun untuk menatapku. Aku memberikan senyuman terbaikku pada Kyuhyun, walau sebenarnya aku mencoba untuk menahan air mata yang seakan ingin keluar kembali dari kedua mataku ini. Aku masih jelas mengingat segala perkataan Ahra noona “Kyunie memang tidak bisa mengetahui dunia melalu pendengarannya tapi ia bisa mengetahui dunia melalui penglihatannya, jadi jangan pernah tunjukkan air mata kesedihan padanya. Karena itu hanya akan membuatnya ikut bersedih”.

“Kyu, aku memang tidak akan bisa berjanji apapun, tapi aku akan berusaha membantumu mewujudkan impianmu.” Kyuhyun masih tetap tidak bergeming, ia hanya menatapku tanpa aku bisa membaca dari tatapan itu.

 

“Kyu, aku menyayangimu sangat menyayangimu” ujarku sembari memeluknya dengan erat, air mata yang sudah aku tahan kini kembali lolos tanpa aku perintah. Namun Kyuhyun sendiri hanya terdiam tanpa membalas pelukanku, aku tau Kyuhyun tidak mengetahui apa yang aku katakan karena aku langsung memeluknya tanpa ia mencerna ucapanku terlebih dahulu. Kyuhyun hanya terdiam sembari menelusupkan kepalanya menuju perpotongan leherku, yang membuatku merasa senang.

Lama kami terdiam dalam posisi berpelukan seperti ini, hingga akupun menarik diri “Kajja ikut aku” aku menarik lengan Kyuhyun menuju luar ruangan. “Kita mau kemana hyung?” aku menghentikan langkahku, saat aku mendengarkan suaranya kembali. Sembari tersenyum “Nanti kau juga akan tau” aku pun dengan sedikit berlari mengajak Kyuhyun menuju parkiran mobil yang membuat Kyuhyun semakin bingung “Sekali-kali kita membolos, kajja” ucapku sembari mengacak surai madunya yang membuat Kyuhyun merona dan membukakan pintu penumpang yang langsung Kyuhyun masuki.

 

Angel of Voice

Disinilah mereka berada, ditempat yang penuh dengan kenangan. Kyuhyun tak mampu menggerakan langkah kakinya, dia hanya mampu diam terpaku melihat depan gereja. Kristal bening yang menumpuk dimatanya kini berkumpul, membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas.

“Hyung..” Siwon tidak membalas ucapan Kyuhyun dan justru mengeluarkan sesuatu dari sakunya “Aku sudah menjaganya dengan baik kan?” balas Siwon dengan senyuman dan menyerahkan harmonika kesayangannya ke telapak tangan Kyuhyun.

 

Flashback

“Karena kau sudah baik padaku jadi ini aku berikan padamu” ucap pipi chubby itu sambil memberikan harmonikanya “Jaga harmonika itu baik-baik karena itu adalah harmonika kesayanganku” lanjutnya. Dengan senyum bangga dan dibalas senyuman menawan dari Siwon.

“Aku pergi, sampai jumpa..” si pipi chubby berpamitan kepada Siwon, lalu ia mulai masuk ke dalam mobil yang tidak terparkir jauh dari halaman gereja. Sembari sedikit membuka kaca nya pipi chubby melambaikan tangannya. Siwon hanya bisa menatap kepergian pipi chubby dengan senyum “Aku pasti akan selalu menjaganya, kan ku tunggu kau kembali datang padaku” lalu menyimpan harmonika itu kedalam saku celananya. Berjalan riang menuju mobilnya lalu kembali menuju Seoul.

Flashback end

 

Siwon mengucap air mata yang sudah membasahi pipi Kyuhyun “Kau suka bernyanyi bukan? Maka bernyanyilah, jika kau takut maka tataplah aku dan bernyanyilah untukku” ucap Siwon sambil terus mengusap air mata Kyuhyun. “Angel of voice” Siwon langsung memeluk Kyuhyun erat setelah mengatakan kata-kata itu dan dapat Siwon dengar Kyuhyun menangis menumpahkan semua kesedihannya selama ini. Siwonpun yang mendengarnya tidak dapat menahan air matanya. Namun kali ini air mata kebahagiaan karena akhirnya dia bisa bertemu dengan angel of voice nya.

Tanpa Siwon ketahui bahwa sedari tadi handphone nya yang memang dipasang mode silent dan disimpan diatas dashboard mobilnya terus berkedip, seakan memberitahukan bahwa ada beberapa panggilan dari seseorang. Stella, kekasihnya.

-tbc-

 

mian lama ya update nya, tapi moga puas dengan update’an ini, semua pertanyaan bisa terjawab disini bukan?

makasih yang udah mau nunggu crita dari kami.. ^^ moga g bosen nunggu kelanjutannya sampai akhir.. ini words terpanjang yang saya buat deh spertinya.. karna ad 3000words di chap ini.. skali lagi makasih udh mau baca n commentnya ^^

 

Advertisements

47 thoughts on “angel of voice chap 4

  1. aigooo kasian kyu gak bisa denger.
    aku kira dia gak bisa ngomong

    jahat banget sih yg udah lakuin itu ke kyu
    tapi kyu tetep kuat menjalaninya
    tanpa dia sadari walaupun gak bisa denger tapi permainan piano dan harmonikanya bikin orang tersentuh

  2. hmmm sepertinya stella dah buat kealahan fatal yang hanya di tau oleh hyukhyuk.
    btw napa kyu ga pake alat bantu dengar aja y?

  3. Sedih bngt baca chap ini. …. Hueeeee
    Oh jadi kyuhyun tdk bisa mendengar.? Jahat sekali teman” kyuhyun dikanada….

    Aku yakin siwon bisa membantu mewujudkan impian kyuhyun… Fighting WonKyu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s