Posted in BL, Drama, Romance

Rahasia Hati

By. Miss Lee

 

hay,, annyeong.. ini sebenarnya ff req dari Iis Dewi Anggraini yang meminta dibuatkan FF dengan inspirasi dari lagu Rahasia hatinya elemen, lagu nya sebenarnya galau ya? tapi tenang ini akan dibuat happy ending koq..

sebenarnya juga ini seharusnya oneshoot tapi lagi-lagi kelemahan saya adalah saya terlalu suka menulis cerita yang agak panjang jadi akhirnya ini menjadi twoshoot.. yawdah ya.. moga suka dan untuk Iis smoga ssuai dengan harapannya,hehehe.. oia satu lagi mian kalo ada typo y..

Happy reading…

Cast : Siwon x Kyuhyun

Other cast dicari dicerita saja ya.. 😛

Genre : Drama, Romance

Alur : Maju, mundur

Rate : T (Boys Love)

 

(Waktu terus berlalu tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan)

Rahasia Hati

Choi Siwon seorang pengusaha muda, ia sukses menjalankan bisnis dari sang appa dengan baik. Terlihat dengan kemajuan  pesat dari Hyundai corp. yang terus berkembang dan kini memiliki cabang di beberapa Negara. Tetapi ada yang menjadi kurang dalam kehidupannya, seorang pendamping hidup. Di usianya yang sudah memasuki 30 tahun membuatnya didesak oleh kedua orang tuanya untuk segera melepas masa lajangnya, ia sendiri bukan tidak menginginkannya akan tetapi perasaan cintanya masih tertambat kepada seseorang yang ntah sampai kapan harus ia kubur dalam-dalam. Kedua orang tuanya bukan tidak pernah melakukan sesuatu agar Siwon bisa menikah, berbagai perjodohan telah dilewati dan semua berakhir hanya dengan kencan pertama.

Tok,tok,tok..

“Masuk” Siwon masih bergelung dengan berbagai file di meja kerjanya, tertera didepan meja nya ada papan kecil tertulis Direktur Utama.

“Hay..” Siwon yang hafal dengan suara yang menyapanya mendonggakan kepalanya dan mengalihkan perhatiannya sejenak dari file menuju seseorang yang masih betah berdiri didepan pintunya.

 

“Hyung.. kenapa kau masih berdiri disana? Masuklah..” pintanya yang dengan segera dituruti oleh Yesung, seniornya di Senior High School serta ia pun menjabat sebagai sahabatnya. Siwon sendiri kini berjalan menghampiri Yesung dan duduk disofa agar lebih terkesan santai dengan pertemuan ini.

“Ada apa hyung?”

“Aku hanya ingin menanyakan kabarmu? Ah dan satu lagi proyek untuk pembangunan mall di Agujeong akan segera rampung, aku hanya akan memberitahukannya secara langsung padamu. Karena kau sudah mau mempercayakan pembangunan gedung Mall kepada perusahaanku”

“Karena aku tau kualitas perusahaanmu hyung, ini bukan untuk pertama kalinya kita bekerjasama bukan?” ujar Siwon yang masih sibuk dengan file yang ada ditangannya, sembari matanya tetap focus mengecek laporan perusahaan.

“Kau bekerja sangat keras Siwon-ah” ujar Yesung yang bangga melihat adik angkatannya menjadi seseorang yang sukses, walau ada sedikit rasa sedih melihat Siwon seperti ini.

 

“Kau tidak akan menawariku minum? Aku lelah Siwon-ah, dari kantorku menuju kantormu itu butuh waktu sekitar setengah jam. Dan ini jam istirahat, kau tega tidak menjamuku?” keluh Yesung yang hanya dihadiahi gerakan bola mata Siwon malas. Sembari menyimpan filenya di meja Siwon pun melangkah menuju mejanya.

“Araseo, kita delivery saja. Aku masih banyak kerjaan hyung”

“Sampai kapan kau akan terus seperti ini Siwon-ah?” ucapan Yesung menghentikan langkah Siwon.

“Maksudmu hyung?” Tanya Siwon tanpa berbalik.

“Aku memang tidak mengetahui bagaimana yang sebenarnya terjadi. Tapi aku tau kau terluka Siwon-ah. Ini sudah 5 tahun sejak kejadian itu, bahkan kau berani kembali ke Korea 6 bulan yang lalu. Karena aku yakin kau sudah bisa melupakannya, bukan?” jawab Yesung serius. “Lupakan dia dan hidup dengan baik Siwon-ah”

“Mollayo hyung.. aku pesankan dulu makanannya” Siwon berusaha menghindari pertanyaan maupun pernyataan Yesung. Ia tau seharusnya kini ia sudah bisa merelakannya, menjalani hidupnya dengan baik.

 

(Masih teringat jelas, senyum terakhir yang kau beri untukku)

Rahasia Hati

Mungkin benar kata Yesung hyung aku seharusnya sudah tidak lagi memikirkannya. Kepulanganku dari Eropa kembali ke Korea karena aku yakin aku sudah bisa melupakannya, tapi ternyata semua itu salah. Kini aku masih terus hidup dalam bayangannya. Andai saja dulu aku berani untuk mengambil resiko, maka semua tidak akan seperti ini.

 

Flashback

“Hyung.. aku ingin makan ice cream” rajuk namja yang kini berstatus namjachinguku.

“Nanti ya baby.. kita harus makan dulu, hyung tidak ingin kau sakit”

Dengan mempoutkan bibirnya yang ingin sekali ku balas dengan mencium bibirnya itu, mengangguk patuh. Kyuhyun namjachinguku, dia walau merajuk tetapi bila aku sudah mengatakan tentang kesehatannya maka ia pasti akan menurutiku.

“Tapi aku ingin makan jjangmyeon saja y hyung”

“Anything for you baby..” yang hanya dibalas dengan semburat merah dikedua pipinya menambah kesan cantik dan imut dari dirinya.

Tak lama handphone Kyuhyun berdering, dia hanya melihat sekilas tanpa mau mengangkatnya. “Dari siapa baby?” tanyaku, Kyuhyun hanya menoleh sekilas dan tersenyum “Bukan dari siapa-siapa hyung? Aku tak mengenal nomornya”

Berkali-kali handphone Kyuhyun berdering, hingga akhirnya Kyuhyun pun mematikan handphonenya, ingin aku menanyakannya kembali. Tetapi melihat raut mukanya yang berubah menjadi tidak bersahabat, akan menambah moody bagi dirinya. “Kita sudah sampai baby, kajja” ajakku sembari seperti biasa aku akan memanjakannya selalu, membukakan pintu untuknya dan tak segan melingkarkan lenganku dipinggangnya. Lagi pula Kyuhyun selalu menyukai caraku ini.

 

“Hyung.. bila suatu saat nanti, aku melakukan kesalahan padamu. Apa yang akan hyung lakukan padaku?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba sesaat kita akan makan siang.

“Kenapa kau bertanya seperti itu baby? Apakah kau sudah melakukan kesalahan padaku?” selidikku, Kyuhyun langsung menyenderkan kepalanya dibahuku. “Apapun yang terjadi, percayalah bahwa aku hanya mencintaimu hyung”

“Baby.. kau berbicara apa?”

“Tidak ada.. kajja kita makan hyung” seketika wajahnya kembali ceria, dengan makan yang selalu berantakan, membuatku tersenyum dengan tingkah lakunya.

Flashback end

 

“Mengapa kau membohongiku, baby?” aku mengusap wajahku kasar. Berusaha untuk menghilangkan segala pemikiran tentangnya. Aku harus bisa bangkit dan mulai menjalani kehidupanku. Walau hatiku masih sakit hingga saat ini dan aku pun lebih memutuskan untuk menyendiri tanpa tau kapan aku akan siap membuka hatiku kembali.

“Siwonie..” aku merasakan hangatnya sentuhan tangan lembut umma dipundakku, aku segera melihat ke arahnya. “Umma sejak kapan ada disini?” tanyaku lembut.

“Saat kau sedang serius melamun, ada apa Siwonie? Ceritakan pada umma. Kau berubah nak. Umma merindukanmu yang dulu” setitik air mata jatuh di kedua pipi mulusnya yang sekarang ini sudah mulai ada guratan keriput, tapi tidak meninggalkan kesan cantiknya umma.

Aku langsung menghapus bulir air mata itu, aku tidak akan membuat kedua orang tua ku kecewa dan sedih karena ku lagi. Sudah 5 tahun aku berubah menjadi Siwon yang introvert dan gila kerja, kini waktunya aku kembali menjadi Siwon yang dulu. Yang akan membuat kedua orang tuaku tersenyum bangga dan bahagia, serta mencari seseorang yang akan membuat hari-hariku menjadi kembali bersemangat.

 

(Tak pernah ku mencoba dan tak ingin ku mengisi hatiku dengan cinta yang lain)

Rahasia Hati­

“Kyu.. makanlah, dari tadi pagi kau belum menyentuh makan sedikitpun. Sampai kapan kau akan seperti ini Kyu?” Ahra, sang kaka hanya bisa menatap sendu kearah adiknya yang kini sedang duduk di belakang meja kerjanya. Kyuhyun berusia 28 tahun sukses membangun kafe yang kini sudah akan membuka cabang ke empatnya di Seoul.

“Nanti saja noona, aku memang tidak lapar” Kyuhyun masih enggan untuk mengikuti saran dari kaka nya itu.

“Tapi berjanjilah setelah kau menyelesaikan file-file keuangan kafe mu. Kau langsung makan, noona harus pergi menjemput Haera di sekolahnya. Sampai jumpa Kyunie..” Ahra mendekat menuju Kyuhyun lalu mencium sekilas kening adiknya, setelahnya ia keluar. Sesaat pintu ditutup perubahan wajah Kyuhyun yang dingin dan tak terbaca kini malah terlihat seperti orang yang frustasi menahan kesedihannya.

Kyuhyun lalu membuka lacinya, terdapat sebuah foto yang tersimpan didalam pigura yang selalu terlihat bersih. Fotonya 5 tahun lalu dengan seseorang yang dicintainya, seseorang yang akan selalu tersimpan dihatinya. “Aku merindukanmu hyung. Saranghae” setelah mengucapkan kata-kata itu, tumpah sudah bendungan air matanya sembari mencium fotonya, Kyuhyun pun memeluknya dengan erat seakan memberitahukan bahwa perasaan cintanya ibarat pelukan yang tak akan pernah lepas.

 

Flashback

Aku sedang berada di balkon apartemen Siwon hyung, kekasihku. Kita sudah merajut percintaan sekitar 4 tahun lebih. Aku mencintainya, sangat mencintainya. Aku jadi teringat dengan percakapanku dengan appa tadi pagi.

“Appa.. aku sudah memiliki Siwon hyung, kenapa appa masih tetap memintaku untuk menikah dengan Changmin?”

“Kyu, jebal.. Changmin adalah anak Shim. Kau tau appa banyak berhutang budi padanya, saat appa ingin membalas semuanya, tetapi semua sudah terlambat, pesawat yang ditumpangi Shim dan istrinya mengalami kecelakaan. Shim sempat berpesan untuk menjaga Changmin dan membahagiakannya.”

“Lalu maksud appa membahagiakan Changmin adalah dengan menukar kebahagiaanku? Aku harus mau menikah dengannya? Begitukah?”

“Kyu..”

“Appa bukankah ada cara lain untuk bisa membahagiakan Changmin? Dengan mengangkatnya anak, aku bersedia menjadi saudaranya. Tapi bukan berarti aku mau menikah dengannya”

“Kau bisa mencintainya setelah kalian menikah, bukankah Changmin temanmu. Kau pasti bisa Kyu..”

“Appa.. walau kami berteman sebelumnya, tapi aku tidak mencintainya!! Mengapa bukan Ahra noona saja? Aku belum ingin menikah appa, terlebih dengan Shim Changmin”

“Tetapi Changmin mencintaimu Kyu”aku hanya bisa terdiam, jadi selama ini Changmin mencintaiku “Kyu jebal.. anggap ini permintaan terakhir appa”

“Tapi bagaimana dengan Siwon, appa? Aku sangat mencintainya”

“Siwon namja yang baik. Pasti dia akan mengerti”

 

Saat sedang menikmati pemandangan dipinggir balkon dengan menaruh kedua tanganku di atas pagar besi itu, tetapi tak lama ada kedua tangan melingkar sempurna dipinggangku.

Aku terlalu mengetahui siapa pemilik tangan ini. “Baby Kyu.. saranghae..” ujar Siwon hyung. Aku pun membalikan tubuhku melihat ke arahnya, wajahnya kian mendekat. Dengan refleks aku menutup mataku dengan sempurna, menyambut bibirnya yang akan bertemu dengan bibirku. Hembusan nafasnya semakin terasa menerpa wajahku. Kini bibirnya sudah menempel sempurna diatas bibirku. Dia hanya mendiamkannya saja, aku pun terhipnotis dan ikut dalam perasaan yang campur aduk dalam hatiku. “Miannae hyung” ucap ku dalam hati.

Bibirnya mulai melumat bibirku dengan lembut, seakan ingin memberikan kesan nyaman terhadapku. Aku pun mulai mengikuti alurnya dengan ikut menggerakan bibirku menyambutnya. Semakin lama ciuman kami mulai terbawa nafsu, ntah siapa yang memulai kini kami saling melilitkan lidah. Tapi aku perlu mengakuinya bahwa aku selalu kalah dalam perang ini, aku terbuai dengan segala sentuhannya padaku. Bahkan kini tubuh kami semakin melekat sempurna. Pasokan oksigen membuat kami harus rela menyudahinya.

 

Siwon hyung membalikan badanku. Kini ia memberikanku backhug dengan sesekali bibirnya mendaratkan ciuman di bahu dan leher ku yang memang sedikit terekspos karena aku memakai kaos v neck. Aku semakin menyamankan diriku dalam pelukannya.

“Hyung..”

“Heum..” hanya deheman yang keluar darinya, karena Siwon hyung terlalu sibuk dengan aktifitasnya menciumi leher dan bahuku.

“Hyung..” panggilku sekali lagi, “Wae baby?” Siwon hyung sepertinya tidak rela aku menganggu aktifitasnya, karena kini dia sudah tidak memelukku lagi. Dia berjalan menuju kursi (kursi sandaran yang seperti di pantai atau kolam renang) duduk di atasnya lalu menyandarkan tubuhnya dengan tenang.

“Kau marah padaku hyung?” tanyaku sembari aku mendudukan diri disampingnya. “Tidak baby, tidak akan pernah hyung marah padamu. Kemarilah” Siwon hyung memintaku untuk memeluknya dan menyandarkan kepalaku di dadanya.

 

“Kau mendengar detak jantung Hyung?” tanyanya, aku hanya memberikan anggukan sebagai jawabannya. Sembari mengelus rambutku dengan sayang “Jantung ini akan terus berdetak dengan cepat, bila itu bersamamu. Hyung sangat mencintaimu Kyu, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan hyung” aku menegang mendengar ucapannya.

“Maksud hyung?” aku mencoba untuk berpura tidak mengerti, aku takut bila ternyata Siwon hyung sudah mengetahuinya. “Gwaenchana baby. Hyung hanya merasa akhir-akhir ini merasakan ketakutan yang tidak jelas. Hyung takut bila dirimu meninggalkan hyung” aku langsung membungkam bibirnya menempelkan bibirku diatas bibirnya. “Bila aku meninggalkanmu, tolong tarik aku kembali untuk masuk ke dalam pelukanmu dan jangan pernah melepaskannya”

Flashback end

“Hyung mengapa kau tidak menarikku kembali dalam pelukanmu? Aku mencintai dan menyanyangimu hyung.. kapan aku bisa bertemu denganmu kembali? Bogosipheo..”

 

-tbc-

Advertisements

35 thoughts on “Rahasia Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s