Posted in Angst, BL, Drama, Family, Genre, Romance, WonKyu Story

Circle of Love – Take 2

image

Circle of Love – Take 2
By: -ssiihee-
Genre: Romance, angst, family
Rate: PG 15
Main cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Cho Jinra (OC)

Disclaimer: Cerita ini punya saya, jika ada kesamaan dalam hal tokoh, cerita dan sebagainya dikarenakan faktor yang tidak di sengaja. Dan ini hanya khayalan saya belaka.

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Warning: BL, OOC, AU, abal, alay, typo, jauh dari EYD dsb.

Don’t Like, don’t read !
Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!
(= ̄▽ ̄=)V

***
CoL
ssiihee©2014
Totally Reserved
***
.
.
.

“Sedang apa kau?”

Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 7 tahun menghampiri bocah lain yang sedang berjongkok sambil menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya. Kedua tangannya memeluk kedua kakinya. Dari getaran tubuhnya bocah itu terlihat sedang menangis. Dan benar saja saat ia mengangkat wajahnya, air mata sudah membanjiri pipinya yang chubby. Kedua mata dan wajahnya memerah pertanda ia sudah mengangis lama.

“Ada apa? kenapa kau menangis?”

Bocah yang sedang menangis itu memandang bocah yang menghampirinya. Bocah itu kini ikut berjongkok di hadapannya. Ia menghapus air mata yang mengalir di pipi bocah manis berambut coklat itu.

“Jangan menangis lagi, ada aku disini.” Bocah tinggi itu tersenyum menampilkan dua lesung pipi yang membuat wajah kecilnya terlihat tampan. Namun yang terjadi adalah bocah manis itu semakin menangis kencang membuatnya bingung harus melakukan apa. Ia hanya mengusap pelan kepala bocah imut yang sedang menangis itu.

“Wonnie sedang apa kau?” Bocah tampan itu menoleh ketika mendengar suara seorang wanita. Ia segera berlari dan memeluk kaki wanita itu. “Ummaaa…” Wanita yang ternyata ibu bocah tampan itu memandang bingung putranya. “Dia menangis umma.”

Wanita itu segera menghampiri bocah manis itu dan berjongkok di depannya. Ia meraih bocah itu agar berdiri dan mengusap air mata yang menbanjiri wajah putihnya. “Aigoo kenapa menangis sayang? di mana orang tua mu?” Bocah itu menggeleng namun sudah berhenti menangis. “Siapa namamu?”

Bocah itu memandang adjumma di depannya ragu. “Kyunnie” “Apa kau datang kesini dengan orang tuamu?” kali ini bocah itu mengangguk. “Baiklah.”

Wanita itu segera menggendong bocah manis itu. Lalu meraih tangan anaknya dan menuntunnya. “Ayo adjuma dan Wonnie hyung akan membantumu.” Bocah itu memandang Siwon sejenak lalu tersenyum.

Nyonya Choi memandangi taman yang tidak jauh dari tempat ia menemukan Kyunnie berharap orang tua anak itu masih mencari keberadaan anaknya di sekitar taman. Namun yang ia lihat taman itu sudah sepi karna hari semakin gelap.

“Umma aku lapar.” Nyonya Choi memandang putra kecilnya. Sepertinya ia harus segera pulang dan memberi makan putranya dan Kyunnie yang sejak tadi sudah terlelap dalam gendongannya. Sepertinya bocah itu kelelahan. Mungkin setelah itu dia baru melaporkan keberadaan Kyunnie.

Setelah sampai di kediamannya Nyonya Choi di sambut dengan kebingungan dari suaminya karna melihat istrinya menggendong seorang bocah. Namun Nyonya Choi hanya tersenyum dan mengatakan bahwa ia akan menceritakannya nanti. “Siwon-ah kau bisa mandi sendiri kan? setelah itu kau bantu umma menjaga Kyunnie selagi umma membuatkan makanan.” Siwon mengangguk dan segera berlari ke kamarnya. Sementara Nyonya Choi segera membawa Kyunnie ke kamarnya untuk di mandikan setelah menyuruh seorang pelayan mencari baju Siwon yang sekiranya muat untuk Kyunnie.

Siwon memandang ragu Kyunnie yang kini sedang duduk di sofa ruang tengah. Bocah itu terlalu sibuk dengan biskuit-biskuitnya sehingga tidak menyadari kehadiran Siwon. “Wonnie kenapa diam saja? duduklah bersama Kyunnie.” Tiba-tiba saja Nyonya Choi muncul membuat Kyunnie menoleh ke samping. Bocah itu tersenyum manis. “Hyung cini duduk.” Kyunnie menepuk-nepuk sofa di sebelahnya. Mendengar itu Siwon tersenyum dan segera duduk di sampung Kyunnie ikut memakan biskuit-biskuitnya yang di sediakan ummanya. Nyonya Choi hanya tersenyum melihatnya.

“Umma~~~” Tiba-tiba ada suara anak perempuan yang berteriak dari lantai atas. “Wonnie jaga Kyunnie yah. Umma mau melihat adikmu dulu.” Siwon mengangguk dan membiarkan ummanya pergi ke kamar adiknya.

“Hyung punya adik? Kyunnie punya nunna.” Ucap Kyunnie. Dan mengingat kakaknya Kyunnie tiba-tiba saja menangis membuat Siwon terkejut. “Nunna~~~” Siwon bingung melihat Kyunnie yang menangis. Ia tidak tau apa yang harus dilakukan. Akhirnya ia memeluk Kyunnie dan menepuk-nepuk punggunya pelan. Seingatnya umma selalu melakukan itu saat adiknya menangis.

“Jangan menangis nanti kita cari nunna Kyunnie.” Ucap Siwon polos.
“Benarkah?”
“Ne~~” Siwon mengangguk. “Jadi jangan menangis lagi.” Ucap Siwon. Tanpa sadar ia mencium pipi Kyunnie. “Kenapa kau sangat lucu.”
“Hyung juga tampan.” Balas kyunnie polos.

“Oppa~~” Suara gadis kecil yang di gendong nyonya Choi membuat Siwon melepaskan pelukannya kepada Kyunnie. Nyonya Choi segera menurunkan putrinya dan membiarkan anak perempuannya itu menghampiri oppanya.
“Sini Heerin-ah, kenapa kau menangis?” Siwon menarik pelan adik perempuannya untuk duduk di sebelahnya. Ia mengusap pipi adiknya dengan penuh sayang. “Oh iya. Kenalkan ini Kyunnie teman baru kita.” Siwon segera menarik adiknya untuk mendekat ke arah Kyunnie.

“Annyeong oppa. Heelin imnida.” Ucap gadis kecil itu dan Kyunnie membalasnya dengan senyum ceria. “Annyeong Kyunnie imnida.” Heerin membalasnya hanya dengan senyum kecil. Siwon yang tau bagaimana sifat adiknya mengusap pelan rambut Heerin. ” Tidak apa-apa Kyunnie baik”

“Umma aku mau ice cream” teriak Heerin. Nyonya Choi yang sejak tadi hanya memperhatikan ketiga bocah itu tersenyum dan beranjak ke dapur.”Heerin-ah tidak boleh berteriak pada umma.” Ucap Siwon pelan.
“Ini ice cream untuk putri umma yang cantik.” Nyonya Choi memberikan 1 mangkuk ice cream kepada Heerin dan saat itu pandangannya terarah ke Kyunnie yang memperhatikan Heerin dengan lekat. “Kyunnie juga mau ice cream?” Kyunnie mengangguk dengan semangat membuat nyonya Choi dan Siwon tertawa.
“Oppa mau juga? Cini makan cama Heelin.” Heerin memberikan ice creamnya kepada Kyunnie dan di sambut dengan senyum manis bocah tersebut.

Ketiga bocah itu akhirnya bermain bersama. Kejahilan Heerin di mulai sejak ia tau Kyunnie sangat sensitif jika di klitiki. Bocah perempuan itu sibuk mengejar Kyunnie yang selalu bersembunyi di balik tubuh Siwon yang berusaha menghentikan tingkah adiknya. Nyonya Choi yang kebetulan lewat untuk membuka pintu depan, karna sepertinya ada tamu hanya bisa tertawa.

“Selamat sore agashi.”
“Ne, selamat sore ada yang bisa saya bantu?” Nyonya Choi menatap tamu yang berkunjung ke kediamannya. Seorang wanita seumuran dengannya yang terlihat khawatir dan seorang pria yang sepertinya suami wanita itu. Sang pria menggendong bocah perempuan berusia sekitar 5 tahun.

“Maaf agashi, kami penghuni rumah di depan. Apakah agashi melihat seorang anak laki-laki  berusia 5 tahun berkeliaran di sekitar sini. Kami kehilangan putra kami saat bermain di taman. Apakah anda melihatnya. Ini dia seperti ini.” Dengan cepat wanita itu berbicara dan menunjukan sebuah foto yang di kenali Nyonya Choi. “Kami baru bisa melaporkannya jika sudah 24 jam. Saat ini kami sedang mencarinya.” Wanita itu akhirnya tidak dapat menahan tangisnya sementara sang suami hanya memeluk dan mengusap pundak sang istri.

“Jadi anda orang tua Kyunnie?”
“Jadi anda melihat putra kami?”
“Dia di dalam. Anakku menemukannya sedang menangis.” Jawab nyonya Choi masih menatap foto Kyunnie.
“Kyunnie” Bocah perempuan yang sejak tadi hanya diam dalam gendongan ayahnya segera memberontak turun setelah tahu Kyunnie ada di rumah ini. Ia segera berlari masuk ke dalam rumah keluarga Choi. Sementara Nyonya Choi segera menggiring tamunya masuk.

“Kyunnie~~~” Bocah perempuan itu terus berteriak dan berlari hingga tak sengaja ia menabrak Siwon yang ingit melihat siapa yang berteriak memanggil Kyunnie.
“Oh kau siapa?” Bocah itu mengerjapkan matanya saat Siwon menatapnya. “Oppa tampan.” Jawabnya dengan tampang polos.

“Nunna~~”  Suara Kyunnie mengalihkan perhatian bocah perempuan itu dari Siwon. Ia segera berlari ke arah Kyunnie. “Kyunnie~~~ napa Kyunnie pelgi?”
“Kyunnie ndak pergi, nunna tinggalin Kyunnie,”
“Anni~~ nunna cayang Kyunnie, nunna-kyunnie celamanya.” Kedua bocah itu masih berpelukan saat ibu mereka mengahampiri keduanya. Dan mengecek keadaan puteranya. Ia sangat bersyukur bahwa anaknya bertemu dengan orang baik seperti keluarga Choi.

Nyonya Choi pun mengetahui kalo anak perempuan tadi adalah saudara kembar Kyunnie atau Cho Kyuhyun dan anak perempuan itu bernama Cho Jinra. Nyonya Choi dan nyonya Cho segera akrab seperti anak-anak mereka. Jinrapun sudah akrab dengan Siwon dan Heerin bahkan Heerin dengan mudahnya menerima Jinra. Gadis kecil itu sangat senang dengan Jinra sementara Kyunhyun lebih senang bermain dengan Siwon. Hingga akhirnya kedua keluarga itu harus berpisah setelah menyelesaikan makan malam bersama seraya berjanji bahwa mereka akan kembali menghabiskan waktu bersama.

.
***
.

“Oenni~~~~”
Jinra terpaku sejenak saat tiba-tiba ada seorang gadis menerobos masuk ke kamarnya dan memeluknya. Setelah kesadarannya pulih ia melepas pelukan gadis berambut panjang dengan kaca mata besar di wajahnya. Dengan wajah galak Jinra menunjuk gadis itu tepat di ujung hidungnya.
“Kau! Siapa kau seenaknya saja masuk dan memelukku.”
“Aigo oenni kau tidak ingat padaku?” Gadis itu menurunkan tangan Jinra lalu mengoyang-goyangkan tubuh Jinra. “Bukankah oenni berjanji tidak akn melupakanku.”
“Aish berhenti kau membuatku pusing.” Jinra menyentak pelan tangan gadis di depannya. Aish gadis ini membuat kepalanya berdenyut.

“Oenni jika sudah besar aku ingin menikah dengan Kyunnie oppa, bolehkah?” Jinra melotot mendengar ucapan gadis itu. Seketika ingatannya kembali ke masa 20 tahun lalu saat seorang gadis kecil merengek manja padanya.
“Kau!”
“Ne, kau sudah ingat?” Jinra segera memeluk gadis itu dan mengoyang-goyangkan tubuh gadis dalam pelukannya. “Ais oenni kepala ku pusing.” Gadis itu mengulangi ucapan Jinra saat ia memutar-mutar tubuh Heerin

Jinra menatap gadis di depannya dengan takjub. “Kau Choi Heerin, bagaimana bisa sekarang kau bahkan lebih tinggi dari ku?” Heerin hanya tersenyum saat Jinra menariknya duduk di ranjang. “Aigo waktu memang merubah segalanya.”

“Maaf oenni aku masuk tanpa salam. Saat umma menyuruhku langsung ke kamarmu aku sangat senang. Sikapnya sama sekali tidak berubah.” Heerin memang langsung di suruh ke kamar Jinra setelah melepas rindu dengan Nyonya Cho. “Aku menyesal tidak ikut makan malam waktu.”

“Tidak masalah ummamu sudah bilang kalau kau sedang sibuk.” Keduanya sibuk mengenang masa kanak mereka yang masih terekam jelas walau tidak seluruhnya. Menceritakan kehidupan setelah mereka berpisah hingga bagaimana mereka bisa bertemu lagi saat ini.

“Oh iya kau masih serius dengan ucapanmu tadi?” Heerin mengerutkan kening bingung. “Ucapan yang mana?” Jinra menghela nafas. “Tentang menikah dengan Kyuhyun?” Seketika tawa Heerin menggema. Ia tidak menyangka bahwa Jinra akan menanyakan hal itu.

“Aigo sepertinya kau sudah benar-benar terjerat pesona Siwon oppa.” Heerin masih saja tertawa sementara Jinra hanya memberenggut kesal. Wajar saja jika ia menanyakan hal itu. Bagaimanapun ia dan Siwon akan di jodohkan. “Tenang saja oenni. Aku mengatakan itu hanya untuk mengingatkanmu. Aku sudah tau bahwa kau dan oppa akan di jodohkan. Lagi pula aku lupa…..”

“Nunna, umma menyuruhku memberikan ini.” Ucapan Heerin terhenti saat tiba-tiba Kyuhyun masuk dengan membawa makanan dan minuman. Dan tatapan Kyuhyun langsung bersiborok dengan tatapan Heerin.
“Oh Kyunnie terima kasih.” Jinra mengambil makanan dan minuman yang di bawa Kyuhyun dan meletakannya di nakas. “Oh iya kau ingat ini Heerin adik Siwon yang dulu suka sekali berebut ice cream denganmu.”

“Annyeong Choi Heerin imnida, senang bertemu denganmu lagi oppa.” Heerin berkata lugas dengan senyum ramah di bibirnya. Kyuhyun pun dengan mudah mengingat gadis kecil yang dulu sering sekali berebut juga berbagi ice cream dengannya. Dengan senyum kecil ia meyambut uluran tangan Heerin. “Kyuhyun imnida. Kau tumbuh dengan baik.”

“Kyunnie duduklah kita cerita-cerita.”
“Maaf nunna aku tidak bisa menemani kalian aku ada janji. Aku pergi dulu Heerin-ah.” Kyuhyun segera keluar meninggalkan kamar Jinra yang sibuk menggerutu. “Dasar anak itu benar-benar menyebalkan.”

“Oenni dia benar Kyunnie adikmu?”
“Tentu saja. Kenapa?”
“Bolehkah aku menarik kata-kataku kembali?”
“Maksudmu?”
“Jika kau dan oppa tidak cocok bolehkan aku mengejar Kyuhyun?”
“Mwo?!”
“Bagaimana bisa Kyuhyun tumbuh menjadi pria yang sangat tampan.”
“Mwo?!”

Heerin menatap pintu dengan tatapan memuja seolah Kyuhyun ada disana. Namun setelahnya ia tertawa kencang melihat tampang shock Jinra. Oppanya benar-benar hebat merebut perhatian soarang gadis. “Oenni sadarlah. Kau terlihat bodoh dengan wajah seperti itu.”
“Yaks Choi Heerin kau mempermainkanku?” Heerin masih saja tertawa entah apa yang membuatnya merasa geli. Yang jelas ia benar-benar merasa senang hari ini karna dapat bertemu kembali dengan teman masa kecilnya.

.
***
.

Oppa bisakah hari ini kita makan siang bersama? Aku mengajak Jinra dan Kyuhyun. Sudah lamakan kita tidak berkumpul. Ku tunggu kau di tempat biasa.

Siwon tersenyum membaca pesan dari adiknya. Ia sudah mendengar bahwa Heerin sudah menemui Jinra kemarin. Setelah seminggu ia bisa kembali bertemu dengan Kyuhyun. Aish bahkan Siwon hapal kapan ia terakhir bertemu Kyuhyun. Namun Siwon memang sangat ingin bertemu dengan Kyuhyun lagi. Ada sesuatu yang menganggunya tentang pria itu.

“Wae? Kenapa kau senyum-senyum sendiri?” Siwon hanya melirik sekilas sahabatnya yang menatapnya penuh minat tanpa berniat menjawab. “Ah aku tau? Bagaimana dia? Sepertinya kali ini orang tuamu berhasil. Kau tidak berniat mengenalkannya kepadaku?”

“Tidak.”
“Yaks Choi Siwon!”
“Lee Donghae-ssi aku ini bos-mu.”
“Ya…ya…”

Pria yang di panggil Siwon Donghae adalah salah satu sahabatnya yang juga bekerja di Choi corp. Meski jabatan Siwon lebih tinggi ia selalu bersikap biasa pada Donghae terlebih jika mereka hanya sedang berdua seperti ini. Saat ini mereka berdua baru saja selesai berdiskusi tentang sebuah proyek baru. Hingga sebuah pesan yang masuk ke ponsel Siwon menginterupsi obrolan mereka. Dan Donghae memang tau kalau boss sekaligus sahabatnya itu di jodohkan. Siwon sendiri yang mengatakannya dan pernah meminta pendapatnya juga.

“Katakanlah aku penasaran.” Donghae kembali membujuk Siwon. Kali ini ia memasang wajah kekanakn.
“Berhenti bertingkah seperti anak berusia 5 tahun.” Siwon heran sahabatnya ini terkadang benar-benar bertingkah sseperti anak 5 tahun padahal umur mereka sama.

“Aish kau ini.”
“Sudahlah aku ada janji makan siang dengan Heerin. Kali ini kau makan siang sendiri atau kau bisa mengajak salah satu karyawan wanita.”
“Aku tidak tertarik!”
“Ne~~ kau hanya tertarik dengan sekretaris ayahku. Siapa namanya? Lee Hyukjae?”
“Mwo?! Yaks Choi Siwon!” Siwon mengabaikan teriakan Donghae dan meninggalkan sahabatnya itu dengan wajah kesal.

.
***
.

Mereka berempat -Siwon, Kyuhyun, Jinra dan Heerin- bertemu di sebuah restorant tempat Choi sibling biasa bertemu. Mereka menempati satu meja di dekat jendela dimana pemandangan langsung mengarah ke jalan dengan posisi Siwon dan Kyuhyun saling berhadapan, sementara Jinra duduk di sebelah kanan adiknya dan Heerin di sebelah kiri Kyuhyun.

Siang itu benar-benar menjadi acara reuni. Jinra dan Heerin sibuk menggali ingatan mereka tentang masa kecil. Sementara Siwon dan Kyuhyun hanya menanggapi jika kedua gadis itu bertanya. Siwon justru lebih sibuk memperhatikan Kyuhyun yang sepertinya sangat cuek dengannya sementara dengan Heerin beberapa kali pria itu melontarkan candaan. Entahlah Siwon merasa pria manis itu mengacuhkanya. Hey apa tadi ia baru saja mengatakan lagi kalau Kyuhyun manis. Gosh.

“Kyunnie kau masih suka ice cream? Vanila?”
“Oppa, panggil aku oppa bagaimanapun aku lebih tua darimu.” Kyuhyun menyentil dahi Heerin pelan. Tindakannya ini kembali menarik perhatian Siwon. “Ne~ oppa.” Jinra hanya tertawa kecil melihat sikap Heerin yang sepertinya tidak setuju. Beda dengan Kyuhyun, Jinra rasa adik kembarnya itu punya kegemaran baru, menjahili Jinra. Padahal saat kecil Heerinlah yang sering menjahili Kyuhyun.

“Tentu saja. Bahkan kau bisa mencium bau vanila di tubuh Kyuhyun. Aku rasa dia juga mandi dengan sabun rasa vanila.” Heerin tertawa mendengar ucapan Jinra. Sementara orang yang di bicarakan hanya memberenggut kesal. “Kau sok tau Cho Jinra!”

“Mwo?! Yaks Cho Kyuhyun sopanlah sedikit. Biar hanya berselang 5 menit aku tetap kakakmu.” Jinra mencubit gemas pipi Kyuhyun namun di tepis pelan oleh adiknya saat tidak sengaja mata Kyuhyun bertatapan dengan Siwon yang sedang tertawa.

“Apa kalian selalu seperti ini?”

Siwon yang sejak tadi hanya menjadi penonton membuka suaranya. “Tidak. Kami sangat akur dan kompak.” Jawab Jinra dengan tawanya. “Hanya saja terkadang dia sangat menyebalkan.” Kyuhyun menatap kakaknya dengan sedih. “Yaks jangan menatapku seperti itu.”

Kyuhyun tertawa melihat sikap kakaknya. Ia hapal betul jika Jinra sangat lemah dengan tatapan merana miliknya. “Kau curang Cho Kyuhyun. Anni~~ aku sangat menyayanginya.” Kyuhyun kembali tertawa dan kali ini ia mengecup pipi Jinra membuat gadis itu terkejut. Pasalnya Kyuhyun jarang sekali menunjukan kasih sayangnya di depan umum. Namun sekali ia menunjukannya Jinra selalu saja merasa terkejut.

Siwon dan Heerin yang menyaksikannya hanya bisa tersenyum. Mereka berdua saling menatap dan kemudian Siwon mengelus kepala Heerin pelan membuat gadis itu semakin tersenyum. Setelahnya mereka kembali melanjutkan obrolan ringan mereka. Namun lagi-lagi Siwon hanya diam dan kembali memperhatikan Kyuhyun. Tadi pertama kalinya ia kembali melihat Kyuhyun tertawa lepas dan Siwon menyadari pria itu masih Kyuhyun yang dulu. Hanya saja sikapnya padanya saja yang berbeda. Ia harus segera mencari tahu penyebabnya.

.
***
.

“Ku rasa Kyuhyun tidak senang bertemu denganku?”
Jinra menatap Siwon yang duduk di kursi kemudi dengan bingung. Setelah makan siang Heerin segera pergi karna ada janji lain dengan teman-temannya dan ia tidak bersedia di antar Siwon. Begitu juga dengan Kyuhyun yang tiba-tiba saja pamit. Akhirnya Siwon memutuskan mengantar Jinra pulang sekaligus menyampaikan beberap hal.

“Maksud oppa?”
“Kau lihat sikapnya denganku dan Heerin sangat berbeda. Ia sangat dingin kepadaku tapi kepada Heerin sikapnya sama seprti saat bersamamu.”
Jinra menghela nafas pelan. “Kyuhyun memang terkesan sebagai orang yang dingin namun percayalah jika kau sudah mengenalnya kau akan sangat di kejutkan dengan sifatnya yang tidak terduga. Aku saja terkadang masih tidak meyangka dengan sikap ajaibnya.” Jinra tertawa pelan. “Tapi Kyuhyun adalah tipe orang yang jika sudah menyayangi sesuatu maka akan ia jaga terus. Jadi kau tenang saja oppa, mungkin ia hanya merasa canggung kepadamu.”

Siwon hanya tersenyum dan berharap apa yang dikatakan Jinra benar. “Atau mungkin ia hanya masih marah kepadamu.” Siwon menoleh sekilas ke arah Jinra dan berikutnya ia menepikan mobilnya dan menatap gadis itu serius. “Marah? Karna apa?”
“Karna kau meninggalkannya. Saat kau pergi ia terus menunggumu untuk bermain bersama namun kau tidak pernah datang lagi. Saat itu adikku itu menangis kencang dan mengatakan kalau kau marah kepadanya makanya kau tidak ingin lagi bermain bersamanya. Padahal kau pergi karna keluargamu harus pindah. Karna kau tidak kunjung datang, Kyuhyun akhirnya berhenti menunggumu, ia juga tidak lagi bertanya kapan kau datang kepada umma.”

Siwon mengusap wajahnya pelan. Ia tidak meyangka anak berusia 5 tahun bisa bersikap seprti itu. “Oppa kau tenang saja. Aku akan mecoba berbiacara kepada Kyuhyun. Karna tidak mungkin ia selalu bersikap acuh kepadamu. Bagaimanapun kita akan jadi keluarga.” Ucapan Jinra membuat Siwon menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Aku tahu ini terlalu cepat. Ini bahkan pertemuan kita yang kedua. Tapi kau dan aku sama-sama tahu bahwa orang tua kita menginginkan kita bersama.” Jinra menarik nafas sejenak. Sementara Siwon hanya mendengarkan dalam diam. “Jika itu bukan kau, aku akan tetap di jodohkan. Namun karna denganmu aku merasa akan jauh lebih mudah. Jadi maukah kau memulainya? Perlahan saja tidak perlu terburu-buru. Jika kau setuju setidaknya aku tau harus bersikap seperti apa mulai saat ini.”

Siwon menghela nafas pelan. Apa yang di katakan Jinra memang benar dan memang harus ada yang memulainya. Bukankah ia memang harus mencobanya. Walau ia tidak tau akan seperti apa hasil kedepannya. Siwon menatap Jinra kemudian tertawa kecil membuat gadis itu bingung. “Ada apa? Apa aku terlihat seperti orang yang sedang menyatakan cinta?”

“Memangnya kau sudah jatuh cinta kepadaku?”
“Ah itu. Tentu saja belum.” Jinra memalingkan wajah melihat Wajah Siwon yang tertawa menggodanya namun ia tidak berhasil menyembunyikan rona merah di pipinya. “Baiklah. Seperti katamu kita memang harus memulainya. Dan aku juga merasa jika denganmu akan jauh lebih mudah. Lagi pula hanya pria bodoh yang menolak gadis cantik sepertimu Jinra.” Ucapan Siwon semakin membuat wajah Jinra memanas dan ada satu hal lagi yang ia rasakan. Entah sejak kapan jantungnya berdetak lebih cepat Walau tidak kencang.

.
***
.

“Ais menyebalkan!”
Kyuhyun menendang kesal kerikil yang berserakan di jalan. Ia tidak tau dimana ia berada. Harusnya ia tidak merelakan dirinya di culik oleh Kim Heechul senior sekaligus sahabatnya di kantor tanpa uang sepeserpun. Siang ini tiba-tiba saja Heechul mengajaknya pergi ke suatu tempat. Menurutnya ia tiba-tiba saja mendapat ide dan harus segera pergi. Dan dengan seenaknya ia membawa Kyuhyun tanpa persiapan. Lalu setelah sampai di sana Heechul justru meninggalkannya dan sekarang Kyuhyun terdampar di tempat yang sama sekali tidak ia kenal. Dan lebih sialnya handphone Kyuhyun mati membuat ia tidak bisa menghubungi siapapun. Ia bisa saja mencari taksi dan membayarnya saat tiba di rumah. Namun sepertinya taksi pun ikut memusuhinya. Ia sudah berjalan cukup jauh hingga ke sebuah halte bus namun tak ada satupun taksi yang lewat begitupula dengan bus membuat Kyuhyun semakin kesal. Ia akan membuat perhitungan dengan Kim Heechul nanti.

Kyuhyun memutuskan untuk beristirahat sejenak. Ia duduk di halte bus yang sepi seorang diri. Ia membungkuk dan menyembunyikan wajahnya di atas paha. Menyedihkan sekali. Saat ini ia benar-benar ingin pulang dan beristirahat. Kyuhyun menghela nafas kencang saat ia akan mengangkat wajahnya ia melihat sepasang kaki di balut sepatu hitam berdiri di depannya.

“Sedang apa kau?”

Kyuhyun menegakan tubuh dan mendongakan wajahnya saat ia merasa mengenali suara tersebut. Dan saat tatapannya beradu dengan tatapan khawatir pria itu, Kyuhyun merasakan dejavu. Ia seperti kembali ke peristiwa 20 tahun lalu. Di sebuah taman saat ia hilang, dan di temukan dengan orang yang sama. Choi Siwon. Dan entah mengapa ia tidak bisa menyembunyikan senyum leganya.

“Hyung~~~”
.
.
.
.
Note: update…. thanks buat respon di part sebelumnya aku gak nyangka ada yg mau baca…. dan untuk part ini maaf jika kependekan, tadinya mau dilanjut akhirnya aku pangkas dan lempar ke part 3… hehehehe….
Terima kasih buat yang sudah koment dan yang baca tp belom nongol juga terima kasih… ^^

Last but not least…
See U next time and keep spreading wonkyu love ^^
Annyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

48 thoughts on “Circle of Love – Take 2

  1. Apa cuman aq aja yg merasa dejavu saat kyukyu manggil siwon dg “Hyung~~” … tau ah pusing dg hubungan mereka ….. 😛 😛

  2. Haaah,,
    Won ma jinri makin dket, truz gmna nasibnya kyu???
    Lingkaran cinta mereka bneran rumit yah, lingkarannya gak bkalan berakhir kcuali ada yg hrus mengalah. Dan mengalah berarti hrus tersakiti 😢😢😢
    it’s so complicated. . 〒_〒

  3. aduh pasti complicated banget nihh, jinra udah mulai suka sama siwon dan kayaknya siwon juga udah suka sama kyuhyun cuma belum sadar aja
    apa kyu juga suka sama siwon? ahh penasarann lanjut chap 3 hihihi

  4. Sebenarnya ake 2 aku udah baca, tapi udah komen belum ya?? Lupa….
    Kirain Kyu bener-bener udah lupa dengan Siwon ternyata dia ingat, hanya dia marah.
    Hmmmm so sweet, pertemuan pertama mereka terulang kembali hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s