Posted in Angst

Angel of Voice chap.3

By. Miss Lee & Ryupyo

 

Cast     : Siwon x Kyuhyun

Donghae x Eunhyuk

Henry Lau

Cho Ahra & Stella

Genre  : Angst,Romance

Rate     : T (boys love)

 

Angel of Voice-

Selama 4 hari keberadaan Stella di Korea,tidak ada hari yang tidak Siwon lewatkan bersama dengannya. Dimana ada Stella maka disanapun pasti ada Siwon.

“Siwon benar-benar sudah mencintai Stella” ujar Eunhyuk yang kini hanya makan siang berdua dengan Donghae.

“Bukan mencintai lagi,tapi sudah sangat mencintai Stella. Tapi tunggu hyuk-ah,kenapa kau sangat tidak menyukai Siwon bersama dengan Stella?? Kau tidak mencintai Siwon kan?” Donghae sebenarnya enggan untuk mengatakan pertanyaan yang menyakiti dirinya sendiri,tapi dia membutuhkan kejelasan dari segala sikap yang ditunjukkan oleh Eunhyuk bila sudah mendengar kata Stella terlontarkan dari mulut Siwon ataupun dirinya.

“Aku mencintai Siwon? Oh ayolah Hae,Siwon itu sahabat kita dari kecil. Aku hanya ingin melihatnya bahagia,tapi itu bukan dengan Stella. Ada bagian dalam hatiku yang menolak kehadiran Stella dalam kehidupan Siwon,aku rasa Stella bukan yang terbaik untuk Siwon” Donghae cukup lega mengetahui bahwa Eunhyuk tidak mempunyai perasaan lebih kepada Siwon,hanya saja baginya masih terlalu ganjil alasan yang dikemukakan oleh Eunhyuk.

“Tapi aku meyakini Siwon harus bertemu dulu dengan yang salah,baru setelahnya bisa menemukan yang benar dan yg terbaik untuknya,bukan begitu Hae-ah?” Eunhyuk menambahkan kembali

“Aku setuju padamu,hyuk-ah” Donghae mengacak rambut Eunhyuk gemas,yang hanya dibalas tatapan tajam oleh Eunhyuk.

 

Angel of Voice-

Rasanya bila ku bisa menghentikan waktu maka aku ingin menghentikannya,tepat hari ini Stella kembali ke London. Mengapa waktu berjalan sangat cepat?

“Chagiya apa kau harus kembali ke London?”

“Siwon oppa.. inilah jalan hidupku,kau sudah mengizinkanku untuk menentukan masa depanku bukan? Maka inilah yang aku inginkan,meniti karir sebagai model. Hal itu sudah mulai berjalan,aku mohon kau bisa mengerti” Stella membujukku,aku tau aku pasti egois. Tapi apa aku salah bila aku menginginkan sosok yang aku cintai selalu berada disisiku??

“Baiklah.. aku akan selalu merindukanmu”

CUP

Stella mencium pipiku sekilas”Gomawo oppa.. aku mencintaimu”

“nado.. sepertinya sebentar lagi akan take off,masuklah…” Stella tersenyum padaku dan dia mulai melangkahkan kaki menjauh dariku,aku pasti akan merindukanmu.

 

Setelah mengantar Stella ke bandara,aku memilih untuk kembali ke sekolah. Bermain basket sepertinya akan membantu aku untuk melupakan sejenak kesedihan ini. “Siwon-ah..” Donghae dan juga Eunhyuk datang menghampiriku.

“Aku sangka kau tidak akan kembali ke sekolah setelah mengantar kepergian Stella?” tanya Eunhyuk yang langsung mengambil bola ditanganku dan mulai mendrabble nya.

“Daripada aku dirumah kesepian dan perasaan rindu semakin ku rasakan,lebih baik aku disini” Aku mengambil bola kembali dari tangan Eunhyuk lalu mulai mendrabble nya tak lama aku mencoba memasukan bola ke ring.

“Kami main bersamamu” Donghae langsung melepaskan baju seragamnya,begitu juga dengan Eunhyuk.

 

Angel of Voice-

Aku sedang berada dikelas,pagiku terasa menyenangkan. Walau memang masih terkesan biasa saja karena aku masih membuat Ahra noona sedih,tapi suatu saat nanti aku pasti akan membuat mereka bangga padaku dan juga bahagia.

“Kyu-ah.. hey lagi-lagi kau selalu memakai headset mu,memangnya kau sedang mendengarkan lagu apa?” Henry mencoba merebut headset ku tapi belum sampai ke telinganya,aku sudah menarik headsetku kembali.

“Hey..calmdown.. aku hanya ingin memberitahukan kepadamu. Akhirnya kau bisa masuk ke dalam tim musik untuk mewakili sekolah kita dalam perlombaan. Kita bisa berkolaborasi Kyu-ah” Henry sangat antusias saat memberitahukan bahwa pihak sekolah menyetujui usulannya agar aku bisa menjadi pianis dalam kelompok musik yang akan bertanding sekitar sebulan dari sekarang.

“Kau tidak senang?”Aku menoleh pada Henry,sembari tersenyum dan menggelengkan kepala pertanda bahwa aku masih terkejut dengan pemberitahuannya.

 

“Tenanglah Kyu,kau itu berbakat. Aku yakin kau bisa. Hwaiting!!” aku lagi-lagi hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya yang ekspresif. Henry pun membawaku menuju kantin sekolah. Tetapi sebelum sampai dikantin,Henry diajak oleh seseorang yang aku yakini dia adalah teman di kelas dance nya. Ya.. Henry selain dia mengikuti kelas musik tapi dia juga terkadang mengikuti kelas dance dan bisa ku katakan bahwa Henry itu multi talenta,dia bisa memainkan beberapa peralatan musik,dia juga bisa bernyanyi dan juga dia bisa dance. Aku beruntung berteman dengannya,terlebih Henry bukanlah orang yang sombong.

Aku pun lebih memilih untuk kembali ke kelas. Tapi sebelum masuk kelas,aku diberitahukan oleh salah satu teman sekelasku bahwa aku dipanggil oleh Kepala Sekolah.

“Apa ini berkaitan dengan perlombaan??” innerku,tanpa berpikir lama aku pun langsung menuju ruang Kepala Sekolah.Ruangan yang terletak paling ujung di gedung sekolah ini,saat aku masuk terlihat ruangan ini masih rapih,seperti belum ada orang yang memasuki ruangan walau banyak berkas yang menumpuk di meja. Tanpa berpikiran yang negatif,aku duduk di sofa yang berada disana sembari menunggu kedatangan kepala sekolah yang mungkin sedang berada diluar,rasa kantuk menyerangku dan tanpa ku sadari aku tertidur.

 

Angel of Voice­

“Kalian melihat Kyuhyun??” tanya Henry kepada beberapa teman sekelasnya.

“Aku tidak melihatnya” ujar mereka kompak

“Kau dimana kyu? Kenapa kau tidak masuk kelas kembali?” Henry bergegas menuju belakang sekolah menyusuri danau yang biasanya Kyuhyun lakukan. Tapi dia tidak menemukan Kyuhyun disana, “Akh,sial. Kenapa aku tidak pernah meminta nomor handphone nya? Jadi aku tidak susah-susah mencarinya sekarang ini” Henry pun dengan masih penasaran dan perasaan yang tak menentu pergi menuju gerbang sekolah.

“Mian kyu.. Aku tidak bisa mencarimu lebih lama,aku harus segera pulang. Aku harap kau baik-baik saja” inner Henry,karena hari sudah semakin petang Henry pun memilih untuk pulang dia langsung menancap gas motornya meninggalkan gedung sekolahan.

 

Angel of Voice­

Kepergian Stella hari ini membuatku sedikit hampa,setelah selesai bermain basket dengan kedua sahabatku. Aku memilih untuk membersihkan diri di ruang ganti pemain basket yang juga dilengkapi kamar mandi dan juga loker untuk menyimpan baju.

“Siwon.. kau ada didalam??” terdengar suara Donghae dari luar, “Ya,kenapa hae?” jawabku cepat.

“Aku dan Eunhyuk sudah selesai. Apa kau masih akan disini atau kami menunggumu?” sembari membilas rambutku yang masih terdapat shampo aku pun menjawab pertanyaan dengan sedikit keras agar mereka bisa mendengarnya “Kalian pulang duluan saja,nanti aku akan menyusul kalian ke tempat biasa”

“Baiklah kalau begitu. Kami pulang lebih dulu,Siwon-ah” ujar Eunhyuk yang langsung menarik Donghae untuk ikut pulang bersamanya.Setelah selesai membersihkan diri akupun membuka loker,kalau tidak salah aku memang menyimpan beberapa potong baju diloker ruang ganti basket.

 

“Ternyata hari sudah malam,pantas badanku kelelahan. Aku bermain basket terlalu lama” setelah membereskan barang-barangku ke dalam tas,aku pun bergegas menuju parkiran sekolah.

“Aish,sepertinya aku meninggalkan kunci mobilku diatas meja diruang ganti” aku pun berlari kembali menuju ruang ganti,beruntunglah pintunya belum terkunci.Saat akan melewati ruang kepala sekolah,sayup-sayup terdengar suara handphone berbunyi.

“Ini hanya pikiranku saja atau memang aku mendengar suara bunyi handphone?” sedikit demi sedikit aku melangkahkan kaki menuju ruang kepala sekolah yang baru. Ya..ruangan itu memang akan menjadi ruang kepala sekolah tapi belum terisi karena masih harus ada yang diperbaiki,lampu pun belum terpasang karena aliran listrik belum dipasang diruangan itu.
Saat aku sudah dekat,bunyi itu semakin jelas terdengar.

 

“Ada orang didalam??” tanyaku sembari mengetuk pintu,tapi lama tidak ada yang menyahutiku yang ada hanya suara dering handphone yang semakin keras dan tidak berhenti berbunyi. “Pintunya terkunci,bagaimana ini? Apa aku harus mendobraknya saja?” Tanpa berpikir lebih lama lagi,akupun mencoba membuka pintu dengan paksa setelah beberapa kali aku mencoba menendang akhirnya pintu bisa terbuka.

Aku edarkan pandanganku ke segala penjuru,aku memakai handphone ku sebagai penerang diruangan. Dapat ku lihat handphone yang bergerak-gerak dibawah. Terkejutnya aku melihat ada orang yang tergeletak dibawah meja tak jauh dari handphone yang terus berbunyi dan bergetar.

“Bukankah dia..” Aku yang penasaran dengan deringan handphone mencoba untuk mengangkat panggilan itu,Ahra noona calling terlihat dilayar touchscreennya.

“yeboseyo..”

“Kyunie..”

“Aku bukan Kyuhyun,aku temannya. Aku menemukan Kyuhyun pingsan di ruang kepala sekolah..”

“Siapapun kau,aku mohon bawa Kyuhyun ke rumah sakit. Aku akan segera kesana”

“Baiklah noona..” setelah panggilan terputus,aku pun membawa Kyuhyun menuju rumah sakit Seoul Hospital.

 

Angel of Voice

Disinilah Siwon dan Kyuhyun berada,Kyuhyun langsung ditangani oleh dokter,sedangkan Siwon sendiri menunggu diluar dengan keadaan cemas. Tak lama datanglah seorang yeoja cantik berumur sekitar 25 tahun yang diketahui sebagai kaka Cho Kyuhyun,menghampiri ruangan 203 sesuai dengan sms yang dikirimkan seseorang yang menyelamatkan Kyuhyun.

Ceklek…

Pintu ruang rawatpun terbuka.”Dokter bagaimana keadaan adikku??” Ahra dengan cepat menanyakan keadaan adiknya,dia sangat cemas karena sudah berapa lamanya Kyuhyun sudah tidak pernah masuk ke rumah sakit lagi. Bila kedua orang tuanya tahu maka habislah Ahra terkena ocehan panjang mereka.

 

“Tenanglah..” dokter menggantung kalimatnya”Ahra.. nama saya Cho Ahra,bagaimana keadaan Kyuhyun,dokter?” Ahra menjawab pertanyaan yang tersirat saat dokter menggantungkan jawabannya.

“Keadaannya baik-baik saja,dia mengalami kelelahan karena dehidrasi dan juga apakah dia mempunyai phobia?” Ahra hanya menunduk sedih,phobia Kyuhyun kambuh lagi.

“Ya dokter. Tapi apa sekarang saya bisa menjenguknya?”

“Silahkan,tidak lama lagi Kyuhyun akan segera sadar. Saya memberikannya infus untuk menangani dehidrasinya. Kalau begitu,saya pamit. Silahkan” dokter yang bernama Kangin sesuai name tag di jas dokternya pun pamit pergi menuju ruangannya kembali.

 

“ekhm..” Siwon yang merasa diabaikan sedaritadi mencoba untuk memberitahukan keberadaannya kepada Ahra.

“Kau..” sebelum Ahra melanjutkan ucapannya,Siwon pun langsung memotong ucapannya “Namaku Choi Siwon,eum…teman Kyuhyun..”

“Apakah kau yang membawa dongsaengku kesini?” Siwon hanya memberikan anggukan sebagai balasan jawabannya.

“Siwon-ssi.. gomawo”

“Noona tidak usah memanggilku secara formal seperti itu,lagi pula sudah seharusnya saya membantu bila ada yang membutuhkan bantuan” ujar Siwon ramah

“Kau mau masuk untuk menjenguk Kyunie?” tanya Ahra

“Sepertinya tidak noona ini sudah malam,lebih baik saya pulang. Besok apakah boleh bila saya akan kembali kesini untuk menjenguk Kyuhyun?”

“Pasti Siwon. Kau boleh menjenguk Kyuhyun,hati-hatilah dijalan dan sekali lagi gomawo Siwon.. kau sudah membawa Kyuhyun kesini”

“Cheonmayo noona.. Kalau begitu saya pamit” Siwon pun bergegas menuju pintu keluar rumah sakit,sedangkan Ahra sendiri langsung masuk ke dalam ruang rawat Kyuhyun.

 

Angel of Voice­

Keesokan harinya aku berniat untuk menjenguk Kyuhyun di rumah sakit,tapi ntah mengapa aku ingin sekali pergi ke suatu tempat dimana terdapat banyak history dalam kehidupanku. Tempat yang akan selalu menjadi kenangan manis dalam kehidupanku dan tidak akan aku lupakan seumur hidupku.

Disinilah aku,berada di gereja tua dekat pegunungan didaerah Nowon. Suasana yang tenang dan damai membuatku semakin merindukan sosoknya. Sosok yang sudah lama tak pernah ku temui,Aku melangkah memasuki gereja.

Aku menduduki salah satu bagian tempat duduk dibarisan pertama di gereja itu,lalu melantunkan doa “Tuhan.. andaikan waktu bisa ku putar kembali,aku berharap bisa membuatnya selalu bersamaku. Tuhan bila memang dirinya adalah yang terbaik untukku,aku berharap bisa bertemu kembali dengannya. Amin..”

Air mata yang aku bendung menetes dikedua pipiku,aku tidak tau mengapa aku bisa sesedih ini? Tapi yang pasti,aku merindukannya,sangat merindukannya. Aku melangkah keluar gereja,berjalan pelan menelusuri pinggir gereja. Disana terdapat taman bermain untuk anak-anak,dulu aku selalu bermain disana.

 

Angel of Voice

Flashback

“Wonnie chagi cepat turun.. kita sudah harus berangkat” ujar umma Choi.

“Iya umma..” terlihatlah seorang bocah tampan dengan menggunakan jas formal dan tak lupa dasi yang sudah menempel sempurna pada dadanya,menghampiri sang umma.

“Wah anak umma tampan sekali” puji umma Choi kepada jagoan kecilnya. “Sebenarnya kita mau kemana umma?” Tanya Siwon dengan wajah polosnya.

“Ke Nowon,appa mu akan mengadakan acara amal di salah satu gereja disana,chagi..” jawab sang umma dengan senyum manisnya dan dibalas dengan anggukan dari Siwon.

 

Suasana gereja lain dari biasanya,semua orang yang ada disana begitu menikmati alunan nada yang dilantunkan oleh para choir gereja. Alunan nada yang mengalun indah dan membuat hati damai. Hal inipun tak luput dari seorang bocah berlesung pipi yang sedari tadi hanya memusatkan perhatiannya pada satu tempat kearah depan altar gereja,dimana para choir sedang melantunkan iramanya.

“Angel of voice..” kata-kata itu refleks terlontar dari mulut bocah berlesung pipi itu,tak kala mendengar alunan nada yang dinyanyikan oleh seorang bocah berpipi chubby dan bermata boneka. Ntah apa yang membuat Siwon merasa terpukau pada suara yang mampu membuat badannya merasakan merinding,takjub mendengarkannya. Tanpa sadar lesung pipi itupun muncul dengan sempurna tak kala sang pemiliknya menarik ujung bibirnya,tersenyum. Tak lama suara merdu itupun berakhir dan beranjaklah bocah berpipi chubby dari altar gereja.

 

“Appa..” Siwon menarik-narik ujung jas appa Choi agar bisa memusatkan perhatian kepadanya. “Ada apa Siwonie?” Tanya sang appa penuh kelembutan tanpa meninggalkan kesan wibawanya.

“Aku mau izin ke toilet. Setelah itu,bolehkah aku untuk berkeliling gereja ini? Boleh ya appa..” pinta Siwon dengan lembut tapi sedikit manja.

“Baiklah.. tapi jangan terlalu jauh mainnya ya..” ucap sang appa yang langsung dibalas dengan anggukan dan tersenyum senang olehnya. Dan kemudian Siwon pun bergegas keluar dari gereja,alasannya untuk pergi ke toilet sebenarnya untuk menutupi tujuan utamanya,yakni mencari keberadaan anak berpipi chubby yang sudah memukau hatinya.

 

Lama Siwon berkeliling mencarinya,akhirnya senyuman terkembang tak kala melihat orang yang dicarinya sedang bermain ayunan di taman samping gereja,hanya seorang diri.

“Hay..” anak berpipi chubby pun menolehkan kepalanya kearah sumber suara. Siwon hanya bisa berdiri tegak disamping ayunan dengan masih melambaikan tangan. Belum anak berpipi chubby itu membalas sapaannya Siwon pun melanjutkan ucapannya.

“Kenapa kau sendirian disini?” Siwon menunggu jawaban,tapi nampaknya tanda-tanda untuk membalas pertanyaannya tak diindahkan oleh sang pipi chubby. Terbukti dia masih bermain ayunan tanpa terusik Siwon yang menatap intens padanya.

“Hey.. aku bertanya padamu?” tapi lagi-lagi ucapan Siwon tidak digubrisnya,tanpa pantang menyerah Siwon pun mengeluarkan coklat yang ada disaku celananya. “Kau mau coklat?” ucapnya kembali,sembari menyodorkan coklat itu pada sang pipi chubby yang masih setia menunduk dan memainkan ayunannya dengan pelan.

“Ya sudah jika kau tak mau,padahal coklat ini sangat lezat. Appa membelikannya sewaktu ia pulang dari Eropa,benar kau tidak ingin mencobanya?” Siwon tetap berusaha untuk membuat pipi chubby itu berbicara padanya,tapi sepertinya ia harus menyerah karena sang lawan bicara seperti enggan untuk berbicara padanya bahkan enggan untuk melihatnya.

 

Namun langkah Siwon terhenti saat tangan mungil nan lembut pemilik anak berpipi chubby itu memegang tangannya erat. “Siapa bilang aku tidak mau?” ucapnya dan langsung mengambil coklat yang berada di tangan kanan Siwon,dengan santainya ia langsung membuka bungkusnya dan langsung memakan coklat itu.

Di sela kunyahannya “Mmm.. enak.. kau benar,coklat ini enak sekali..”. Siwon yang tersadar dari segala keterkejutannya hanya mampu tersenyum senang melihat tingkah pipi chubby yang menggemaskan. Pipi chubby kembali memainkan ayunanannya dan Siwon memberanikan diri untuk berdiri dibelakangnya dan mendorong pelan punggung itu,seakan mereka sudah akrab,mereka hanya tertawa-tawa kecil saat ayunan mulai bergerak sesuai arah.

“Kau tinggal disini?” kini Siwon berusaha kembali mengajak berbicara pipi chubby yang hanya dibalas dengan anggukan darinya. “Tapi sebentar lagi aku akan pindah” ucapnya sambil terus mengunyah coklat dari Siwon.

 

“Apa itu alasanmu,menjadi murung seperti tadi?” pipi chubby walau tampak ragu tapi ia menganggukan kepalanya.

“Kalau begitu,kajja.. ikut denganku..” Siwon langsung berjalan ke depan pipi chubby dan menarik lengannya untuk ikut bersamanya. “Tapi.. kita akan kemana?” tanyanya bingung.

“Kita akan bermain sepuasnya,agar kau tak sedih lagi. Bagaimana?” dengan antusias pipi chubby menganggukan kepalanya membuatnya semakin memggemaskan dan membalas genggaman tangan Siwon.

Siwon mengajak pipi chubby itu bermain di taman bunga yang tidak jauh dari gereja,mereka bermain mengejar kupu-kupu dengan berlari riang kesana kemari. Mengambil ilalang dan meniupkan agar menjadi salju halus di musim semi. Hingga pipi chubby terjatuh ke sungai kecil disana saat akan mencoba menangkap kodok.

 

“Huwaaa…. Hiks..hiks.. umma…” tangis pipi chubby,Siwon yang melihatnya pun berusaha untuk menenangkannya.

“Cup..cup.. uljima” tapi tangisannya bukannya reda malah semakin kencang.

“Umma… bajuku basah..hiks..hiks..huwaaa….” Siwon yang bingung harus bagaimana menenangkannya melihat penjual es krim di seberang jalan.”Sssttt… uljima.. aku akan membelikanmu es krim tapi kau jangan menangis lagi ya”

“Tapi bajuku bagaimana?” Siwon pun melepaskan jas nya dan langsung memakaikannya kepada pipi chubby, “Pakailah jas ku dulu,agar kau tidak kedinginan. Tunggu disini setelahnya aku akan membelikanmu es krim,bagaimana?”

 

“Vanilla ya..” ujar pipi chubby,Siwon mengacak gemas rambut pipi chubby “Ne.. aku akan membelikanmu eskrim vanilla,kau tunggu disini dan jangan pergi kemana-mana,ok!” pipi chubby pun langsung membalasnya dengan anggukan. Setelah puas bermain-main akhirnya mereka pun kembali menuju gereja.

“Ini jasmu,gomawo karna sudah menemaniku bermain.”

“Ne,cheonmayo.. eum besok kau masih ada disini kan?” pipi chubby hanya membalasnya dengan anggukan semangat “Besok usai sekolah,aku akan kembali kesini. Kita bisa bermain lagi”

“Ne.. aku pegang janjimu”

Flashback off

 

Siwon kini duduk diayunan taman samping gereja,ia mencoba mengayunkannya. Hingga tidak menyadari ada seorang namja berumur yang mendekatinya.

“Tuan muda Choi?” terkanya

“Ne.. apa ahjussi mengenalku?”

“Jadi kau benar tuan muda Choi,sudah lama sekali anda tidak datang kesini?” Siwon pun berdiri menghampirinya, “Ahjussi Hwang?” Ahjussi Hwang adalah penjaga gereja ini,Siwon bisa mengenalnya karena appa Choi adalah penyumbang dana sosial bagi gereja ini sejak ia kecil. Tapi setelah kepergian pipi chubby “Angel of voice” nya Siwon jarang untuk kembali ke gereja ini.

“Ne.. tuan muda masih mengingat saya”

“Jangan memanggilku dengan sebutan tuan muda,panggil saya Siwon saja,ahjussi..” Ahjussi Hwang hanya tersenyum menanggapi permintaan Siwon, “Ne.. ada angin apa yang membawamu kemari nak?”

“Aku hanya merindukan suasana disini..” Siwon memberikan jeda “Dan seseorang..” ucapnya kembali dengan pelan.

 

“Belum lama ini ada seorang anak muda yang datang kemari,dia melakukan hal yang sama denganmu” jantung Siwon berdegup kencang mendengar penuturan ahjussi Hwang padanya.

“Seorang pemuda?” tanyanya kembali untuk memastikan bahwa pendengarannya tidak salah mendengar,Ahjussi Hwang mengangguk untuk balasan jawabannya.

“Pemuda itu seperti sosok malaikat,itulah kesan pertamaku saat melihatnya” lanjutnya.

DEG kembali jantung Siwon berpacu tidak sebagaimana mestinya. “A..apa..apa..paman mengetahui dimana pemuda itu tinggal?” Siwon penuh dengan harapan bahwa Ahjussi Hwang mengatakan YA.

 

“Saya tidak tau dimana ia tinggal dan dia pun tidak memberikan alamatnya,tapi dari penampilannya ia masih bersekolah. Dilihat dari seragamnya,kalau ahjussi tidak salah ingat itu adalah seragam sekolah Blue Sapphire.”

“Benarkah? Apa ahjussi tau ciri-cirinya? Atau mungkin ia mengatakan sesuatu?” Tanya Siwon penasaran. “Dia tidak mengatakan apapun,tapi ia memakai headset dilehernya. Tingginya tidak terlalu jauh dibawahmu dan…” belum selesai Ahjussi Hwang menjawab pertanyaan Siwon.

“Gamsahamnida ahjussi.. !!” Siwon dengan setengah berlari menuju mobilnya,meninggalkan ahjussi Hwang tanpa ingin mendengarkan cerita selanjutnya,ia merasa yakin seseorang itu adalah orang yang selama ini dicarinya. “Angel of voice” nya,seseorang yang sudah mengisi separuh dari hatinya. Pikirannya terpusat pada seseorang. “Cho Kyuhyun..” ujarnya sembari  mengemudikan mobilnya kencang kembali menuju Seoul.

 

-tbc-

 

hay bertemu lagi dengan kami berdua..

lanjutan chap 3 yang lumayan panjang,bahkan mungkin panjang bgd,hehehe.. tapi moga suka dan sedikitnya disini kita udh kasih clue2 soal kehidupan wonkyu walau belum spenuhnya..

mkasih yang udah kasih masukan dan juga comment2 positif d chap 1 dan 2, gak nyangka responnya baik sekali..

untuk itu kami ucapkan makasih banyak dan semoga kalian semua betah di WP kami (5 angels #plak) ini..

Advertisements

47 thoughts on “Angel of Voice chap.3

  1. kyu kenapa ?
    dia phobia apa ?
    dan kenapa dia gak pernah ngomong ?
    jadi wonkyu pernah ketemu ya ??
    sumpah penasaran banget…

  2. Oh jadi kyuhyun dan siwon prnh berteman wktu kecil….

    Kyuhyun.? Org yg dicari siwon…
    Tapi sbnrnya apa yg terjadi .? Knp kyuhyun tdk prnh bersuara lagi.?

    —–1315—–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s