Posted in Drama, Genderswitch, Genre, Oneshoot, Romance, wonkyu, WonKyu Story

WonKyu Cut : My Medicine

WonKyu Cut: My Medicine

By: -ssiihee-

Choi Siwon & Cho Kyuhyun

Romance, Fluff, PG 18, GS, OOC, AU,

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe^^

Don’t Like, don’t read !

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!

(= ̄▽ ̄=)V

***

WKMM

 ssiihee©2014

Totally Reserved

***

 

Sebuah kamar di apartement itu terliht sepi dan sunyi hanya ada sesuatu seperti gundukan yang bergerak gelisah dibalik selimut yang menutupi ranjang. Gundukan itu perlahan terbuka dan menampilkan seorang gadis berwajah manis. Kulit wajahnya yang seputih susu sedikit memerah dengan bibir pucat. Surai coklat karamel panjangnya dijepit asal menyisakan helai-helai rambut yang berjuntai indah di wajahnya.

Cho Kyuhyun –gadis itu, memutar-mutar tubuhnya dan membuat selimut tebal berwarna putih itu menggulung tubuhnya seperti risoles.

“Aish aku bosan!” umpatnya.”

Dia mengambil ponselnya dan mengutak-atiknya malas. Kyuhyun kemudian berusaha mendudukan tubuhnya dan menyandarkannya ke kepala ranjangg. Dia menarik selimut hingga dadanya. Tiba-tiba saja sebuah ide melintas saat ia tidak sengaja melihat ujung kakinya sendiri.

.

.

.

Di tempat lain seorang gadis bernama Lee Donghae sedang asik memainkan smartphonenya menjelajah dunia maya. Bibirnya menggumankan sebuah lagu dengan pelan. Keasikannya terganggu dan matanya melebar membaca sebuah postingan di twitter dari orang yang begitu dikenalnya.

“Hyuk, Kemarilah!” panggilnya kepada seorang pria bernama Lee Hyukjae.

“Ada apa?”

“Lihatlah!” ucap Donghae menunjukan layar smartphonenya. “Sepertinya baby Kyu sedang demam,” ucapnya

Lee Hyukjae seketika melebarkan matanya. “Mwo? Dimana ponsel Siwon, Hae-ah?” tanya Hyuk panik.

“Untuk apa?” tanya Donghae yang heran melihat reaksi Hyukjae.

“Aish. Kau tidak ingin Siwon mengacaukan proses syuting hari inikan?” Donghae terlihat bingung namun detik berikutnya dia mengangguk setuju. Siwon tidak boleh tau kalau Kyuhyun –kekasihnya, sedang sakit. Bisa-bisa pria tampan itu dengan cepat terbang ke Seoul dan meninggalkan semuanya.

“Tapi Hyuk?” Donghae sedikit ragu, bagaimana pun dia tidak tega membohongi Siwon.

“Tenanglah Hae-ah, ini hanya sebentar. Tinggal 1 scene lagi dan selanjutnya biarkan cinta menemui jalannya.”

Hyukjae terkekeh mendengar ucapannya sendiri. Dia memandang Siwon yang kini sedang sibuk berdiskusi dengan sang sutradara. Sebagai sahabat yang merangkap sebagai manager dia sudah hapal dengan tingkah laku Siwon. Aktor tampan itu bisa meninggalkan semua hal jika itu berkaitan dengan kekasihnya. Cho Kyuhyun. Pria itu benar-benar cinta mati dengan baby Kyunya.

***

Sesuai rencana Siwon tidak mengetahui keadaan Kyuhyun sampai proses syuting selesai. Semua kru memutuskan untuk berkumpul di sebuah restorant dan saat itulah Siwon menyadari bahwa dia belum menghubungi kekasihnya. Setelah mendapatkan ponselnya yang sejak tadi, entah bagaimana berada di tangan Hyukjae sahabat sekaligus manajernya.

Siwon segera membuka beberapa akun SNSnya. Membaca pelan-pelan pesan yang dikirim penggemarnya. Bibirnya mengulum senyum senang, namun senyum itu langsung menghilang saat melihat sebuah postingan di Twitter dari seseorang yang begitu dirindukannya. Postingan bergambar sebuah kaki dengan keterangan bahwa sang pemilik sedang demam dan kelaparan seketika membuat sesak menyeruak dalam hatinya. Siwon bergegas keluar dan menemui Hyukjae dan Donghae yang tiba-tiba saja langsung menyerahkan sebuah tiket pesawat.

“Maaf tidak segera memberi tahumu. Cepat pergilah,” ucap Donghae yang terlihat merasa bersalah melihat wajah khawatir Siwon.

Tanpa berkata apapun Siwon meraihnya dan meninggalkan mereka berdua. Dia tau sebagai seorang artis tidak seharusnya ia sering pergi dengan seenak hati dan meninggalkan lokasi syuting karena Kyuhyun. Tapi dia sungguh tidak bisa mengabaikan hal kecil apapun tentang kekasihnya itu. Kyuhyun adalah hidupnya. Oksigennya. Siwon melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah hampir tengah malam dan tiba-tiba dia lupa berapa lama waktu yang akan ditempuh dari China menuju Korea. Baby semoga kau baik-baik saja. Inner Siwon.

.

.

.

Sebelumnya di tempat lain Kyuhyun tersenyum evil melihat postingan Twitternya sendiri. Dia sengaja mengatakan bahwa ia demam dan kelaparan. Berharap Siwon kekasihnya membacanya dan segera pulang menemuinya. Kyuhyun bisa saja mengirim pesan namun itu akan terkesan sangat jelas bahwa ia merindukan pria itu.

Kyuhyun terkikik pelan membaca pesan dari penggemarnya yang mengatakan cepat sembuh. Sejujurnya dia tidak benar-benar berbohong. Tubuhnya memang sedikit deman namun Kyuhyun tidak kelaparan. Tidak mungkin dia membiarkan dirinya kelaparan. Setelah puas berselancar di dunia maya Kyuhyun menguap. Sepertinya efek obat yang diminumnya mulai bekerja. Kyuhyun meletakan ponselnya di nakas sebelah kanan ranjang dan menarik selimut menuju alam mimpi.

.

.

.

Kyuhyun mengerjapkan mata saat dirasakannya ada tangan kekar yang melingkar di pinggangnya juga hembusan nafas hangat di lehernya. Dia berbalik dan menatap wajah tampan yang begitu dirindukannya.

“Jam berapa kau sampai?” tanyanya saat tau bahwa Siwon –kekasihnya, terjaga.

“Sejam yang lalu,” jawab Siwon singkat. Dia mengeratkan pelukannya dan mencium kening Kyuhyun lembut. “Tidurlah, ini sudah hampir pagi.”

Kyuhyun melirik jam di dinding dan benar saja sudah hampir pagi. Dia mengalihkan tatapannya ke wajah tampan kekasihnya. Siwon pasti lelah. Kyuhyun pun meringkuk dalam dekapan Siwon dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang kekasihnya. Melanjutkan mimpi indahnya.

***

Morning my beautiful world,” ucap Siwon saat Kyuhyun mengerjapkan matanya lucu.

Sejak terjaga setengah jam yang lalu Siwon hanya memandangi wajah polos Kyuhyun saat tidur. Dan ia sama sekali tidak bosan dan semakin gemas dengan wajah yang hanya ditemuinya beberapa kali dalan sebulan ini. Siwon tersenyum manis melihat kekasihnya melenguh kecil dan kembali menyusupkan wajahnya di dadanya.

Morning, Siwon. Jam berapa ini?”

“Baru jam 8 baby, dan angkatlah wajahmu aku belum puas menikmatinya,” jawab Siwon menggoda kekasihnya. Dia meringis pelan saat Kyuhyun mencubit pelan pinggangnya.

“Masih pagi, Choi Siwon. Jangan menggodaku,” protes Kyuhyun dengan nada kesal dibuat-buat namun tetap mengangkat wajahnya menghadap Siwon yang tiduran menyamping di depannya.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Siwon yang menyentuh kening Kyuhyun lembut.

Sementara Kyuhyun memejamkan mata merasakan kehangatan yang disalurkan Siwon. “Aku baik-baik saja. Hanya sedikit deman tapi sepertinya sudah turun.”

“Kenapa tidak menghubungiku?”

“Aku hanya demam, Choi Siwon.”

“Tetap saja. Setidaknya beri aku kabar lewat pesan bukan hanya mengatakannya kepada fansmu.”

Siwon memandang lembut wajah pucat namun tetap cantik dihadapannya. Sungguh dia begitu mencintai gadis yang sedang tersenyum manis kepadanya. Siwon tidak sanggup membayangkan hidup tanpa Kyuhyun di sisinya. Kyuhyun adalah nyawanya.

Lama Siwon menatap dan membelai lembut wajah kekasihnya dan perlahan mendekatkan wajahnya mempersempit jarak di antara keduanya. Kyuhyun yang sempat terbuai dengan sikap lembut Siwon seketika menutup bibirnya dengan tangan kiri saat sadar jarak wajah Siwon yang begitu dekat dengannya. Kening Siwon berkerut bingung tidak suka.

“Ada apa, baby? Kau tidak mau kucium?” tanya Siwon langsung.

“Aish aku sedang sakit, Choi Siwon pabbo. Kau bisa tertular,” jawab Kyuhyun kesal.

“Aku rela sakit menggatikanmu asal kau baik-baik saja,” ucap Siwon dengan senyum menggoda.

Cheesy!”

“Tapi kau suka.”

“Kata siapa? Yaks apa yang kau lakukan?” teriak Kyuhyun saat Siwon dengan mudahnya mengangkat tubuh gadis itu mengahadapnya sehingga berbaring di atas tubuh kekar Siwon.

Kiss me!” ujar Siwon.

Mwo?!”

Morning kiss untukku baby,” ucap Siwon dengan senyum menggoda.

Kyuhyun mendengus pelan memalingkan wajahnya yang memanas. “Minta saja sama bugsy.”

“Kau tega sekali, baby. Bagaimana bisa bibir sexy kekasihmu ini kau suruh mencium bugsy.”

Siwon menatap Kyuhyun dengan wajah memelas yang menggelikan membuat gadis itu gemas. Dan….

Chup~

Sebuah ciuman singkat mendarat di bibir joker Siwon. “Aish apa itu? Tidak terasa. Ulangi, baby,” protes Siwon.

“Tidak ada reka ulang,” ucap Kyuhyun memukul pelan dada Siwon.

Saat dia akan bangun dari tubuh kekar itu, tangan Siwon menahanya. Pria itu menarik wajah Kyuhyun sehingga tepat di depan wajanya. Dengan lembut dia mengecup pelan bibir pucat Kyuhyun berkali-kali. Akhirnya Kyuhyun menyerah dan mulai membalas setiap kecupan Siwon.

Siwon mencium lembut bibir pucat Kyuhyun menyalurkan semua perasaan yang ia miliki. Sementara Kyuhyun seketika merasa ada ribuan kupu-kupu berterbangan dalam perutnya. Siwon terus mencium bibir Kyuhyun yang sudah menjadi candunya itu. Ciuman yang awalnya manis itu kini berubah menjadi lumatan-lumatan yang menggetarkan seluruh syaraf dalam tubuh kyuhyun, memaksa jatungnya bekerja lebih cepat untuk memompa aliran darahnya. Dan Kyuhyun hanya bisa merimanya. Sejujurnya dia begitu menyukai ciuman Siwon yang memabukan.

Kedua insan itu masih terus bercumbu mesra. Mereka hanya berhenti saat paru-paru mereka berteriak membutuhkan oksigen. Posisi keduanya bahkan sudah berubah. Entah sejak kapan Siwon membalikan tubuh Kyuhyun sehingga berada di bawahnya dengan tangan gadis itu yang melingkar erat di leher Siwon.

“Enghhh… Siwonnnhh…”

Desahan kecil tidak dapat ditahan Kyuhyun saat ciuman Siwon beralih ke leher jenjangnya. Dia hanya bisa mengangkat kepala memberikan akses lebih pada pria yang kini sedang berusaha membuat jejak pada kulit putihnya. Pria itu kembali menarik ciumannya ke bibir Kyuhyun yang semakin memerah karna hisapan dan lumatan Siwon. Setelah puas Siwon menghentikan ulahnya.  Tapi dia belum menjauhkan wajahnya dari wajah Kyuhyun. Hidung dan kening keduanya saling menempel. Siwon sangat suka menikmati wajah kekasihnya seperti ini. Dengan wajah dan bibir yang membengkak merah.

Merasa di perhatikan, Kyuhyun yang sejak tadi memejamkan mata membuka kedua irisnya. “Miss you Siwonnie,” ucapnya mengecup mesra bibir Siwon.

I miss you more,” balas Siwon dengan kecupan yang tak kalah lembut dari mulai kening, kedua mata, hidung dan berakhir kembali di bibir Kyuhyun.

Kemudian keduanya berpelukan lama dengan Siwon yang tentu saja sudah turun dari atas tubuh Kyuhyun. Lama tubuh mereka saling menempel merasakan kehadiran satu sama lain hingga Siwon akhirnya harus melepas tubuh ramping kekasihnya karena kebutuhan lain.

“Kau tunggulah disini, baby. Berbaringlah. Aku akan membuatkanmu makanan,” ucap Siwon sambil merapikan anak rambut Kyuhyun.

Annie,” ucap Kyuhyun manja. Gadis itu kembali melingkarkan tangannya di leher Siwon saat pria itu bangun membuat tubuh Kyuhyun otomatis ikut terangkat. “Aku ikut,” lanjut Kyuhyun.

Siwon hanya tersenyum lalu berdiri dengan mengangkat tubuh ramping gadisnya. Sedangkan Kyuhyun mengeratkan pegangannya di leher Siwon dan melingkarkan kedua kakinya di pinggang pria itu. Dia menyusupkan wajahnya di leher Siwon menghirup aroma yang begitu disukainya.

Siwon berjalan keluar kamarnya sambil menggendong Kyuhyun. Kemudian dia medudukan  gadis itu di atas meja dapur.

Baby, bagaimana aku bisa memasak jika terus seperti ini,” ucap Siwon lembut ketika Kyuhyun tidak juga melepaskan pelukannya.

Dengan berat hati gadis itu melepaskan pelukannya dan membiarkan Siwon melanjutkan misinya untuk memasak. Siwon bergerak lincah dengan semua peralatan dapurnya, membuat Kyuhyun terkadang tertawa karena pria itu mencoba membuat lelucon dengan semua alat yang di tangannya. Tapi bukan karena tingkahnya Kyuhyun tertawa, melainkan wajah konyol kekasihnya.

“Siwon, kau sangat sexy saat di dapur,” ucap Kyuhyun.

Membuat Siwon yang sedang sibuk mengaduk sup berbalik menghadapnya. “Hanya di dapur, baby?” balas Siwon dengan alis mengkerut.

Annie, saat di luar sana kau juga sexy. Tapi lebih sexy saat memasak karena hanya aku saja yang melihatnya,” sahut Kyuhyun dengan senyum manisnya.

“Kau juga sexy, baby. Bahkan aku berpikir saat ini kau sedang menggodaku,” balas Siwon dengan mata memperhatikan Kyuhyun dari atas hingga ujung kaki.

Gadis itu memang hanya menggunakan kemeja putih Siwon yang lengannya menutupi seluruh tangan gadis itu. Siwon bahkan dapat melihat bra hitam yang membungkus dua buah gundukan kenyal yang sudah pernah dicicipinya. Sedangkan untuk bawahannya gadis itu memakai hot pants  berwarna hitam yang juga tenggelam oleh kemejanya, memamerkan paha putih mulus dan kaki jenjangnya.

“Benarkah?” tanya Kyuhyun dengan kerlingan nakal. “Kalau begitu kemarilah, Siwonnie,” lanjut gadis itu dengan merentangkan kedua tangannya.

Siwon tertawa pelan dan mematikan kompor untuk menghampiri Kyuhyun. Menyambut pelukan hangat kekasihnya. Siwon membelai lembut punggung Kyuhyun dan sesekali mencium mesra rambut panjangnya. Menghirup aroma khas gadis yang dicintaiya. Siwon sungguh beruntung memiliki Kyuhyun.

Tiga tahun sudah terlewati dengan begitu banyak cerita yang menghiasi perjalanan cinta mereka. Keduanya bertemu empat tahun lalu saat Siwon menghadiri sebuah acara penghargaan dimana Kyuhyun -seorang model yang karirnya sedang bersinar, diundang menjadi MC tamu untuk membacakan salah satu kategori. Kyuhyun bertugas membacakan kategori aktor pendatang baru terbaik dan Siwon keluar sebagai pemenangnya. Saat itulah keduanya bertatap muka untuk pertama kalinya. Kyuhyun menyalami Siwon sebagai ucapan selamat. Dan sentuhan pertama itu menyengat dan menyebar, mengarah tepat ke hati terdalam mereka.

Setelah satu tahun saling mengenal Siwon dan Kyuhyun memutuskan bersama. Di saat idol lain ingin bebas berkencan dan berhubungan layaknya pasangan normal, Siwon dan Kyuhyun justru memutuskan menyembunyikan kisah cinta mereka walau kedua perusahaannya tidak melarang hubungannya. Keduanya berpikir sebagai entertainer mereka sudah tidak punya sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Kehidupan mereka berdua sudah begitu terekspose hingga hal-hal kecil tentang mereka pun diketahui oleh orang lain. Biarlah untuk satu hal ini cukup mereka berdua dan orang-orang terdekat yang mengetahuinya. Setidaknya masih ada hal yang mereka miliki sebagai tanda privasi. Walau tidak untuk selamanya.

“Apa kau lelah, baby?” tanya Siwon memecahkan kedamaian di antara keduanya.

“Tentu saja tidak. Tapi jika kau lelah dan ingin berhenti aku ikut,” jawab Kyuhyun.

Gadis itu tahu makna dari pertanyaan Siwon. Kekasihnya akhir-akhir ini memang sering mengatakan bahwa dia ingin sekali dunia tahu bahwa Kyuhyun miliknya. Terlebih saat keduanya sama-sama digosipkan memiliki hubungan dengan partner kerjanya. Kepercayaan dan keyakinan akan perasaan masing-masinglah yang menjadikan hubungan keduanya berjalan hingga sekarang. Siwon menyadari kebutuhannya akan Kyuhyun. Begitu juga sebaliknya.

Siwon tidak menjawab pernyataan Kyuhyun. Dia merenggangkan pelukannya dan menatap wajah kekasihnya. “Bagaimana reaksi fans mu jika tahu kau itu milikku?” tanya Siwon dengan senyum jailnya.

Kyuhyun hanya tersenyum sebagai jawaban. Gadis itu tahu bentuk kecemburuan Siwon akan fansnya yang kebanyakan seorang pria. Tentu saja, laki-laki mana yang tidak akan terpesona dengan model cantik sekelas Kyuhyun. Tubuh jenjang dengan kulit putih susu yang membungkusnya. Belum lagi tubuh yang tidak terlalu kurus seperti kebanyanyak model yang membuatnya terlihat sexy dengan apapun yang dipakainya.

“Aku juga ingin tahu reaksi para Adjumma yang gagal mendapatkan calon menantu sepertimu,” sahut Kyuhyun.

Dia teringat bagaimana teman-teman ibunya membicarakan ketampanan Siwon dan berharap laki-laki itu berjodoh dengan putrinya. Sementara ibunya sendiri hanya akan tertawa mengatakan Siwon pasti sudah punya calon mertua sendiri. Dalam hati mengatakan bahwa dirinyalah calon mertuanya. Dan ibunya itu akan menceritakan kepadanya dengan tawa bahagia.

“Bisakah kalian berhenti berpelukan dan menyambut kami?”

Sebuah suara membuat Siwon dan Kyuhyun menoleh. Mereka baru menyadari bahwa di sana sudah ada Donghae dan Hyukjae yang entah sejak kapan berdiri dengan tangan terlipat di depan dada.

“Bagaimana kalian bisa masuk?” tanya Siwon dengan alis berkerut.

“Cho Kyuhyun. Hanya itu yang terbaca dalam dirimu, Cho Siwon,” jawab Hyukjae.

“Sudahlah,” potong Donghae. Dia menghampiri pasangan yang masih berpelukan itu dan menarik paksa Siwon dari tubuh kekasihnya. “Bagaimana keadaanmu Kyunnie?” tanya Donghae.

Sementara Siwon kembali melanjutkan acara memasaknya yang tertunda. Sedangkan Hyukjae menarik kursi di meja makan memperhatikan kedua gadis di depannya.

“Aku baik-baik saja, Oenni.”

“Tentu saja dia baik-baik saja. Sudah ada obat yang lebih ampuh dari segala macam obat yang pernah ada,” sela Hyukjae. Membuatnya mendapat deathglare dari kedua gadis yang berstatus sahabat dan satunya lagi kekasihnya.

***

Mereka melanjutkan kegiatan dengan sarapan yang sedikit telat itu. Membicarakan banyak hal dan kejadian yang akhir-akhir ini sedang hangat dibicarakan dunia hiburan tempat mereka bekerja. Setelah menyelesaikan semuanya Donghae dan Hyukjae pamit karena mereka akan segera berangkat ke Jepang untuk menghabiskan liburan mereka.

Donghae adalah salah satu make up artis terkenal. Dia sudah sering bekerja dengan Kyuhyun dan Siwon. Dari sanalah ia mengenal Hyukjae dan mengetahui hubungan spesial Siwon dan Kyuhyun. Sepeninggalan Donghae dan Hyukjae, Siwon dan Kyuhyun menghabiskan waktu berdua di ranjang. Kyuhyun yang asik memainkan PSPnya, menyandarkan tubuh pada dada Siwon yang duduk sambil memeluknya. Pria itu hanya memperhatikan Kyuhyun dengan sesekali menciumi pundak dan rambut gadis tersebut.

“Aish Siwon, kau mengangguku!” seru Kyuhyun saat Siwon mulai menghujaninya dengan sebuah kecupan.

Siwon tidak memperdulikan protes kekasihnya. Dia masih terus menciumi pundak dan leher Kyuhyun hingga gadis itu menggigil geli. Akhirnya Kyuhyun menyerah. Gadis itu meletakan PSPnya dan berbalik menghadap Siwon. Dia melingkarkan tangannya di leher Siwon dan mensejajarkan wajahnya pada wajah kekasihnya yang kini tersenyum lebar.

“Kau berhasil,” kata Kyuhyun seraya menyatukan bibirnya dengan bibir Siwon.

Pergulatan panjang seperti pagi ini pun kembali terulang. Siwon kembali mencumbu Kyuhyun dibawahnya. Menikmati leher jenjang itu. Mengecup tanda kepemilikan yang dia ukir sebelumnya. Kyuhyun sendiri begitu menikmatinya. Kedua tangannya meremas rambut hitam Siwon menahan gejolak perasaannya. Saat ciuman itu semakin turun ke belahan dada sintalnya sebuah desahan lolos dari bibirnya. Berkali-kali Kyuhyun menyebut nama Siwon saat laki-laki itu menyiksanya dengan kecupan-kecupan lembut didadanya.

Ommo! Apa yang kau lakukan, Siwonnie?”

Sebuah suara yang begitu dikenal Siwon dan Kyuhyun menghentikan kegiatan intim keduanya. Siwon menoleh ke kanan di mana wajah Nyonya Choi –ibunya, menatap garang kepadanya. Seketika Siwon bangun dari tubuh Kyuhyun dan berdiri dipinggir ranjang. Sementara Kyuhyun segera duduk dan merapikan kemejanya yang berantakan karena ulah Siwon.

“Sejak kapan Umma datang?” tanya Siwon sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

Nyonya Choi menghampiri Siwon dan mendaratkan tas tangannya yang mahal ke kepala Siwon pelan. “Cukup lama untuk menyaksikan apa yang kau lakukan pada Kyunnie,” jawabnya yang dibalas cengiran khas ala putranya.

Kemudian wanita itu duduk di ranjang menghadap Kyuhyun yang wajahnya kini memerah menahan malu. Sebenarnya bukan kali ini saja dia dan Siwon tertangkap basah di depan kedua orangtua mereka. Tapi tetap saja Kyuhyun tidak bisa menahan rasa malunya. Semuanya gara-gara Choi Siwon.

“Bagaimana keadaanmu, Kyunnie. Hyukie  bilang kau sakit?” tanya Nyonya Choi sambil menatap Kyuhyun sayang.

Siwon mendengus pelan mendengar nada bicara ibunya yang begitu berbeda. Dia sudah terbiasa mengahadapi sikap ibunya yang lebih menyanyangi Kyuhyun dari pada putranya sendiri semenjak kedua orangtua mereka mengetahui hubungan keduanya.

“Aku baik-baik saja, Umma. Terima kasih sudah datang,” jawab kyuhyun pelan. Dia memang memanggil Nyonya Choi dengan sebutan sama seperti kekasihnya. Nyonya Choi sendiri yang memintanya.

Aigo, sepertinya kau kurusan.”

Nyonya Choi membelai lembut pipi Kyuhyun dan mengecup kening gadis itu penuh sayang.  Hal yang selalu membuat Kyuhyun tidak henti-hentinya bersyukur dilimpahi orang-orang yang begitu mencintainya.

“Jangan terlalu banyak diet. Kau sudah cantik, Kyunnie,” lanjut wanita paruh baya itu yang dibalas senyum penuh terima kasih Kyuhyun.

Nyonya Choi masih membelai pipi chubby Kyuhyun, merapihkan anak rambut yang menempel pada wajah calon menantunya itu. Dan saat itulah dia melihat tanda merah di sekitar leher Kyuhyun. “Oh apa ini?” Siwon yang menyadarinya segera berlari keluar kamar. “Choi Siwon!” teriak nyonya Choi lantang.

***

“Tidak bisakah kalian menikah saja secepatnya dan memberikan Umma cucu-cucu yang manis?”

Nyonya Choi memulai acara ceramahnya saat mereka bertiga duduk di ruang tengah dengan Kyuhyun dalam pelukannya. Sementara Siwon duduk di depan mengahadap ibunya yang kini sedang mengelus rambut panjang Kyuhyun. “Umma tidak mau Kyunnie hamil sebelum kalin resmi menikah.”

“Itu tidak akan terjadi Umma,” sela Siwon.

Umma tidak percaya padamu Siwonnie,” sahut Nyonya Choi dengan mata mengejek putranya. “Ini bukan kali pertama Umma menangkap basah kalian,” lanjutnya.

Siwon hanya tersenyum garing sementara Kyuhyun tidak berkomentar. Dia hanya menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Nyonya Choi. Hubungan keduanya memang sudah sangat intim. Jika hanya berdua di dalam kamar seperti sebelumnya, sentuhan yang awalnya hanya diawali dengan sebuah ciuman akan berlanjut dengan sentuhan lain diseluruh tubuh keduanya. Mereka bukanlah pasangan yang hanya berpegangan tangan dan berciuman. Tapi meskipun begitu Siwon bersumpah dia tidak pernah menyentuh Kyuhyun lebih dari sebuah sentuhan dan cumbuannya pada tubuh gadis itu. Sepanas apapun kegiatan intim mereka Siwon selalu menahan dirinya untuk tidak mengambil hal berharga Kyuhyun. Dia akan menunggu sampai Kyuhyun sah menjadi miliknya dihadapan Tuhan.

“Bagaimana, Kyunnie?” Kyuhyun mendongak ketika namanya disebut. “Kau maukan jadi menantu Umma dan memberikan wanita tua kesepian ini dengan bayi-bayi lucu kalian?” Kyuhyun memutar mata mendengar ucapan Nyonya Choi membuat gadis itu mendapat cubitan ringan di hidungnya. “Aish kau ini,” ucap Nyonya Choi gemas.

“Akan ada saatnya, Umma. Umma maukan bersabar sedikit lagi?” tanya Kyuhyun pada akhirnya. Gadis itu begitu bahagia dengan kenyataan bahwa dia diterima denngan baik oleh keluarga Choi. Dan sedikit merasa bersalah karna belum bisa memenuhi keinginan ibunya Siwon yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri. Namun dia sendiri belum tau apa yang ditunggunya. Siwon kah?

“Sudahlah. Jangan memikirkannya, Kyunnie. Tenang saja Umma akan selalu bersabar untuk membawamu pulang,” ucap nyonya Choi pelan. Membuat Siwon dan Kyuhyun tersenyum.

“Kyunnie, kau baik-baik saja? Oenni datang!”

Suara pintu dibuka dan tertutup diiringi teriakan seorang gadis membuat ketiga orang itu menoleh ke arah pintu. Cho Ahra. Kakak peremuan Kyuhyun itu segera duduk disamping adiknya. Saat tahu adiknya sakit pagi ini dari Hyujae, dia langsung menuju apartement adiknya namun tidak ada siapapun. Segera saja dia bergerak ke apartement Siwon yang jadi tempat tinggal ketiga adiknya.

“Kau baik-baik sajakan?” ulang Ahra. “Tidak ingin memelukku?”

Kyuhyun memutar matanya bosan. Namun tetap beralih ke pelukan kakanya. Dia sudah biasa menghadapi orang-orang yang seketika panik mendengarnya sakit sedikit saja. Itu berarti dia begitu dicintai bukan.

“Aku baik-baik saja, Oenni. Siwonnie, Hyukjae dan Donghae Oenni, juga Umma menjagaku dengan sangat baik,” jawab Kyuhyuh. Siwon dan Nyonya Choi hanya tersenyum melihat kedua adik-kakak itu.

Umma, Siwon apa kabar?” tanya Ahra menyapa Siwon dan ibunya bergantian.

“Baik Ahra-ah. Kau sendiri?” jawab Nyonya Choi

“Seperti yang Umma lihat. Aku baik hanya sedikit khawatir dengan anak ini,” jawab Ahra menepuk pelan bahu Kyuhyun membuat gadis itu mempoutkan bibirnya.

Ahra dan Nyonya Choi hanya tertawa melihat tingkah Kyuhyun. Sementara Siwon terlihat sedang berpikir untuk kembali mengganti password apartementnya.

.

.

.

“Siwon, bagaimana kalau kita liburan seperti Hyukjae Oppa dam Donghae Oenni? Kau belum ada kegiatan lagikan?” tanya Kyuhyun saat keduanya sudah bersiap untuk tidur.

“Kau sendiri, baby?”

“Aku sengaja mengosongkan jadwal setelah tahu kemarin hari terakhirmu syuting.”

“Baiklah. Kau mau kemana?”

“Hawai!”

“Kenapa hawai?”

“Karena aku mau.”

Siwon tertawa dan menarik Kyuhyun kedalam pelukannya. “Tapi kau harus sudah sehat dulu, baby.”

“Aku sudah sembuh Siwon,” ucap Kyuhyun manja.”Sudah ada kau obatnya.”

Chessy!”

Yah! Itu kata-kataku.” Kyuhyun tertawa pelan dan mengecup bibir Siwon sekilas.

“Sudah malam. Ayo tidur,” ucap Siwon.

Kyuhyun menurut. Dia membiarkan Siwon menarik selimut sebatas dadanya dan melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun semakin menyusupkan wajahnya pada dada bidang Siwon menghirup aroma maskulin yang menjadi obat tidurnya.

Good night, baby. Mimpikan aku,” ucap Siwon mengecup pelan kepala Kyuhyun.

“Good night, Siwon. Datang ke mimpiku,” balas Kyuhyun dengan senyum manisnya. Seraya berterima kasih karena selalu menjadi penyembuh dalam setiap kesakitannya.

.

.

.

– – – – – keut – – – – –

.

.

Note: annyeong~~~ karena dr kmrin gak ada updatean jadi saya post ini deh… Sebelumnya ff ini pernah saya post di acc ffn jd bagi yg udah baca kalo masih mau ninggalin jejak monggo~~~~

Ff ini one shoot, tp masih ada lanjutannya dengan cerita berbeda… Jd 1 chap selesai next chap beda cerita lagi yah pokoknya begitulah…

Terimakasih ^^

Last but not least….

See U next time and keep spreading wonkyu love !!!

Annyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

50 thoughts on “WonKyu Cut : My Medicine

  1. Mereka romantis banget 🙂 ihhh kyu lucu gengsinya gede banget. Td aku blum mau baca soalnya aku liat chap slanjutmya itu diprotect dan aku udh ngirim email buat mint pw tpi mungkin krna aku…… Komen makanya blum dikasih ya. Huaaa dan aki penarasan apa yg terjadi selanjutnya ;(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s