Posted in Drama, Romance, WonKyu Story

Circle of Love – Take 1

C360_2014-04-06-22-38-55-927

Circle of Love – Take 1
By: -ssiihee-
Genre: Romance
Rate: PG 15
Main cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Cho Jinra (OC)

Disclaimer: Cerita ini punya saya, jika ada kesamaan dalam hal tokoh, cerita dan sebagainya dikarenakan faktor yang tidak di sengaja. Dan ini hanya khayalan saya belaka.

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Warning: BL, OOC, AU, abal, alay, typo, jauh dari EYD dsb.

Don’t Like, don’t read !
Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!
(= ̄▽ ̄=)V

***
CoL
ssiihee©2014
Totally Reserved
***
.
.
.

“Kyunnie, bagaimana penampilanku?”
Seorang gadis cantik dengan dress baby pink yang membalut tubuhnya terlihat sedang sibuk melihat penampilannya di depan sebuah cermin besar di kamar tersebut. Sedang seorang pria -yang di panggil kyunnie- terlihat bosan dengan gadis depannya. Ia sedang duduk di pinggir ranjang memperhatikan kakak perempuannya yang sudah satu jam berdiri di depan cermin. Apa semua perempuan seperti itu.

“Nunna sudah bertanya seperti itu berkali-kali dan aku juga sudah menjawab hal yang sama berkali-kali juga. Tidak bisa kah kau bertanya bagaimana kalau sekarang kita turun dan menemui kedua orang tua kita di bawah?!”

  Gadis itu hanya memutar kedua matanya mendengar nada sinis adik satu-satunya ini. Sekali lagi ia merapihkan rambut coklatnya yang di ikat kesamping. Memastikan bahwa tiara kecil yang ia gunakan sebagai pemanis di rambutnya sudah pas. Ia juga kembali memastikan bahwa make up di wajahnya terlihat natural dan tidak berlebihan. Setelah mengambil tas tangan berwarna senada ia segera menarik lengan adiknya.

“Kajja aku sudah siap!”
“Aku sudah bosan!”
“Aish bocah ini!”

“Kau turun duluan nunna, aku mau ambil coat-ku dulu”
  “Ku kira malam ini kau akan pakai jas. Kurasa umma tidak berhasil membujukmu.”
“Berhenti bergurau Cho Jinra.”
“Mwo?! Yaks Cho Kyuhyun!” Gadis bernama Cho Jinra atau biasa di panggil Jinra hanya mendelik kesal pada Kyuhyun yang mengabaikannya dan bergegas ke kamarnya untuk mengambil coatnya.

Adik -tepatnya adik kembar- laki-laki satu-satunya itu memang tidak terlalu suka memakai jas di tambah kemeja dan dasi. Menurut Kyuhyun itu terlaku kaku dan terkesan tua. Ia lebih suka memakai coat yang menurutnya lebih santai dan trendi. Beruntung pekerjaannya juga tidak mengharuskan Kyuhyun memakai pakaian seresmi itu. Untuk itulah Jinra dan ummanya sangat senang menggoda atau memaksa Kyuhyun untuk memakai jas.

“Sedang apa kau nunna?” Kyuhyun memandang datar kakaknya yang masih berdiri di depan pintu kamar mereka yang bersebelahan. “Aigoo Kyunnie kau manis sekali.” Jinra memandang Kyuhyun yang malam ini memakai baju turtle neck berwarna putih di tambah coat panjang berwarna hitam dengan tatapan memuja. Ia memang sangat menyukai keimutan adiknya itu.

“Sudah ku bilang aku ini tampan.” Balas Kyuhyun acuh dan berjalan menuruni tangga di ikuti Jinra di belakangnya. “Ne~~ kau memang tampan, tapi juga manis bahkan cenderung cantik
” Jinra mengaitkan tanganya di lengan Kyuhyun setelah berhasil menyamai langkah adiknya. Adiknya itu hanya mendengus bosan dengan ucapannya.

“Kau ingat saat sekolah dulu banyak sekali gadis-gadis yang mendekatiku hanya untuk berkenalan denganmu?”
“Dan kau dengan tegas menolak mereka atau justru mengerjai mereka.” Sahut Kyuhyun.

“Tentu saja! Aku kesal karna mereka berteman denganku hanya untuk bisa dekat denganmu. Dan yang paling membuatku kesal, bukan hanya para gadis yang melakukannya. Tapi para pria juga.” Ucapan Jinra membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. “Haruskah kau mengatakannya?” Kyuhyun berlalu meninggalkan Jinra dengan wajah kesal. Sementara Jinra hanya terkikik pelan melihat adiknya.

Apa yang Jinra ucapkan memang benar. Saat sekolah dulu, bahkan sejak taman kanak-kanak ia memang sering sekali di dekati oleh anak-anak perempuan yang tertarik dengan Kyuhyun. Awalnya ia kesal, namun lama-lama ia terbiasa bahkan cenderung sering mengerjai mereka. Namun hal yang membuat Jinra Shock adalah bahwa kenyataannya bukan hanya anak perempuan yang menyukai adiknya itu. Laki-laki juga. Ia ingat betul kejadian saat SMP yang membuat ia dan Kyuhyun menangis bersama tanpa henti dan membuat kedua orang tuanya bingung. Dan ia hanya bisa tertawa jika mengingatnya.

.
***
.

“Jinra-ah tunggu aku.” Jinra menoleh dan memandang sorang gadis yang menggunakan seragam sama sepertinya sedang berlari kecil ke arahnya. “Ada apa?” Tanya Jinra dengan wajah datar. Ia sudah tau apa yang akan di lakukan gadis di depannya.

“Hem… itu…” Jinra memutar bola matanya bosan. “Akan kuberikan.” Gadis itu memandang Jinra dengan senyum lebarnya menghiraukan sikap tidak bersahabat Jinra. Ia memberikan sebuah kotak kepada Jinra. “Apa ini?”

“Hanya sebuah hadiah. Aku membelinya saat liburan kemarin.” Gadis itu menjawab dengan malu terlihat dari wajahnya yang kini memerah. “Oh. Pantas saja kemarin kau tiba-tiba saja memberikanku hadiah. Ternyata kau juga ingin memberikannya untuk Kyuhyun. Baiklah akan ku sampaikan.”

“Ne~~ terima kasih Jinra-ah. Kau baik sekali.” Jinra mendengus kecil mendengarnya dan ia segera berlalu dari hadapan gadis itu. Setelah agak jauh ia mengeluarkan ponsel dan mendial lama angka 1 yang langsung terhubung dengan adiknya.
“Hallo Kyunnie, aku mendapat titipan dari fansmu. Apa yang harus kulakukan?. Ne baiklah. Sampai jumpa di rumah.” Jinra tersenyum dengan lebarnya. Setelahnya ia menghampiri tempat sampah di depannya. Ia memandang kotak yang di terimanya dengan wajah sedih. “Mianhae~~” dan tanpa merasa bersalah ia membuang kotak itu.

Kejam?. Yah memang. Tapi menurut Jinra teman-temannya-tidak- orang-orang yang mengaku temannya memanfaatkannya untuk mendekati Kyuhyun -adik laki-lakinya- lebih kejam. Ia memang tahu bahwa adiknya itu sudah mendapat banyak perhatian dari teman-teman perempuannya sejak ЅD. Dan kebanyakan mereka mendekati Jinra yang memang ramah untuk bisa dekat dengan Kyuhyun yang sulit di dekati.

Saat pertama mengetahuinya Jinra kesal dan sakit hati. Ia bahkan menjauhi teman-temannya. Namun seiring waktu ia mulai terbiasa. Ia bahkan akan tersenyum saat ada seseorang yang menitipkan sesuatu untuk Kyuhyun. Seperti gadis tadi. Dan semuanya akan berakhir di tong sampah atau ia berikan untuk orang lain. Anggap saja beramal. Dan Kyuhyun tidak pernah mempermasalahkannya. Ia juga sudah bosan dengan berbagai hadiah yang di terimanya.

“Cho Jinra!”

Jinra menoleh ke arah sumber suara yang memanggil namanya. Dan seketika rasanya ia ingin lari saat mengetahui siapa yang memanggilanya. Jung Yunho. Seniornya di sekolahnya itu satu tingkat di atasnya. Jinra sudah memiliki perasaan khusus untuk seniornya yang satu ini sejak pertama kali ia menyandang status sebagai siswa junior high school.

Dan belakangan ini seniornya ini sering sekali menghampirinya. Baik sekedar untuk ke kantin bersama saat jam istirahat atau mengantarnya pulang saat Kyuhyun tidak bisa pulang bersamanya. Bukannya ia tidak senang tapi Jinra sedikit menjadi bodoh saat berada di dekat orang yang di sukainya.

“Ne~~ sunbae. Kau belum pulang?”
“Aish sudah ku bilang panggil saja Yunho.”  Pria itu kini sudah berada di samping Jinra. “Kau sendiri?” Jinra hanya mengangguk sebagai jawaban. “ehm Kyuhyun?”

Entah hanya perasaannya saja atau benar. Jinra merasa Yunho sunbae selalu gugup saat menyebut nama adiknya. Apakah ia takut ketahuan Kyuhyun bahwa ia mendekatinya. Jinra mengangkat bahu acuh. “Dia ada urusan jadi tidak bisa pulang bersama.”

Yunho mengangguk kecil kemudian tersenyum menatap Jinra.”Kalau begitu kita bisa pulang bersama.” Tentu saja Jinra mau. Ia sangat senang bisa dekat dengan pria yang di sukainya.

Keduanya berjalan bersisian sambil membicarakan berbagai hal. Dari mulai pelajaran, hobi, dan sebagainya. Hingga tidak terasa mereka sudah tiba di depan sebuah rumah berlantai dua. Rumah keluarga Cho. “Kita sudah samapai.” Jinra menatap rumahnya dengan sedikit kecewa. “Ne~~”

“Jinra-ah. Sebenernya ada sesuatu yang ingin ku sampaikan.” Jinra memandang Yunho dengan perasaan berdebar. Jangan bilang kalau ia akan menyatakan cinta. Astaga. Jinra belum siap. “Aku sedikit ragu. Tapi aku sudah bisa menahannya. Minggu nanti bisakah kita bertemu? Aku akan memberitahukan tempatnya nanti.”

Jinra mengangguk semangat. Bahkan terlalu bersemangat. Dan ia merutuki sikap bodohnya. “Ne~~ tentu saja. Kapan lagi bisa kencan dengan senior tampan.” Jinra tersenyum garing berusaha mencairkan suasana canggung menurutnya. Sementara Yunho hanya terkekeh mendengar ucapan Jinra. “Kencan? Baiklah. Sekarang masuklah. Kau pasti lelah.” Jinra meangguk dan segera masuk kedalam rumah setelah Yunho pergi. Senyum tak lepas dari bibir tipisnya.

“Kenapa senyum-senyum?”
“Astaga. Kau mau membuatku mati muda Cho Kyuhyun? Sejak kapan kau disana?” Jinra memandang sengit saudara kembaranya. Kyuhyun memang sering sekali datang tanpa ada yang menyadarinya.

Kyuhyun yang kini sedang bersandar di depan pintu melipat tangannya di dada. “Cukup lama untuk melihatmu terlihat bodoh. Kau pulang bersamanya? Siapa namanya?” “Yunho!” Sela Jinra. Ia melangkah masuk di ikuti Kyuhyun di belakangnya.

“Sepertinya kalian dekat.”
“Waeyo? Kau cemburu? Tenang saja Kyunnie kau nomor satuku!” Jinra tertawa dan merangkul pundak Kyuhyun. “Ia mengajaku bertemu hari minggu. Aku tidak sabar.”
“Jangan terlalu percaya diri Cho Jinra. Kalau jatuh kau akan sakit hati.”
“Aish kau ini sama sekali tidak membantu. Setidaknya berikan aku semangat. Aku sangat gugup dan tidak sabar. Sudahlah aku ke kamar dulu.”

Kyuhyun memandang kakak perempuannya yang pergi sambil bersenandung. Entah apa yang di nyanyikannya. Ia tau kakaknya itu sangat menyukai senior mereka yang bernama Jung Yunho. Tapi entah mengapa Kyuhyun merasa kakaknya akan tersakiti. Ia tidak tau alasannya karna setaunya Yunho anak yang baik. Tapi perasaannya mengatakan ada sesuatu yang akan terjadi. Entahlah apakah ini hanya perasaannya saja atau memang sebuah firasat dari seorang kembar.

.
***
.

Minggupun tiba dan sesuai janjinya Yunho dan Jinra bertemu di sebuah taman bermain. Setelah puas bermain dan mencoba semua wahana, mereka berdua memutuskan untuk beristirahat di sebuah taman. Duduk di sebuah bangku sambil menikmati ice cream.

“Aku menyukainya.”
“Ne?” Jinra menatap Yunho bingung. Ia sedikit terkejut dengan ucapan tiba-tiba pria di sampingnya.
“Aku sudah tidak bisa menahannya. Aku tau ini salah tidak seharusnya aku seperti ini. Tapi dia benar-benar tidak bisa hilang dari pikiranku.”
“Sunbae.” Jinra menatap Yunho dengan mata panas. Entah kenapa ia tau itu bukan untuknya. “Siapa?”

Yunho menjadi ragu saat melihat Jinra. Ia tau tidak seharusnya ia berbuat seperti ini. “Kau mengenalnya.” Dan entah mengapa Jinra tidak ingin lagi mengetahuinya. “Jinra-ah.” Yunho menatap sedih Jinra. Ia pasti kecewa. Yunho merasa menjadi pria paling jahat. Ia tahu Jinra memiliki perasaan khusus kepadanya. Itu di ketahuinya kemarin saat ia tak sengaja mendengar pembicaraan beberapa teman Jinra. Tapi ia sudah tidak bisa mundur. Awalnya ia hanya ingin tau bagaimana reaksi Jinra.

“Maafkan aku.”

“Mengapa?” Jinra mendesah dan menatap Yunho dalam. Ia sekuat tenaga menahan perasaannya. “Mengapa kau mengatkannya kepadaku. Kau tau kau sama saja dengan gadis-gadis itu.”Suara Jinra sedikit bergetar. “Dan mengapa harus adikku?”

Yunho memejamkan matanya. Entah mengapa ia merasa sedang berbicara dengan wanita yang lebih dewasa darinya. Bukan dengan seorang siswi 1 SMP. Jinra memang lebih dewasa dari anak-anak seusianya. Sebenarnya ia berharaf Jinra akan berteriak dan memarahinya. Itu akan lebih membuat Yunho tenang. Tetapi reaksi Jinra sungguh di luar dugaan.

“Aku tidak tau. Bukankah kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta.”
“Kalau begitu kau salah mengatakannya padaku. Sama seperti yang aku lakukan dengan gadis-gadis itu aku tidak peduli. Kalau mau katakan sendiri padanya. Aku pergi.”

Yunho menatap sedih punggung Jinra yang meninggalkannya. Ia sudah menyakiti gadis itu. Seharusnya sejak awal ia tidak terlalu dekat dengan Jinra. Ia yakin setelah ini semuanya akan semakin kacau.

.
***
.

Kyuhyun menatap nanar pintu kamar kakaknya. Perasaannya mengatakan ada sesuatu yang terjadi. Ia bisa melihat dari wajah kakaknya saat pulang tadi dan ia sama sekali tidak menyapanya. Ia sudah mengetuk pintu itu berkali-kali namun tidak ada jawaban.

“Ada apa kyunnie?” Nyonya Cho menghampiri putranya saat melihat Kyuhyun mengetuk-ngetuk pintu kamar putrinya. “Kenapa Jinra?”

“Aku tidak tau umma. Sejak pulang ia sudah seperti ini.”
“Kyunnie kenapa kau menangis?”
“Aku tidak menangis umma.”
“Kau menangis.” Nyonya Cho menghapus air mata yang mengalir tiba-tiba di pipi putih kyuhyun. Tapi Kyuhyun sama sekali tidak merasa ada sesuatu yang harus ia tangisi. Dan ia meyadari satu hal. Jika Kyuhyun menangis tanpa alasan itu berarti Jinralah yang menangis. Ia pasti menangis dengan begitu sedih hingga Kyuhyun ikut menangis.

“Jinnie buka pintunya ayo kita bicara.” Nyonya Cho yang sudah mulai mengerti bahwa sesuatu terjadi pada putra-putrinya mulai merasa khawatir . Terlebih ia melihat air mata Kyuhyun semakin deras. “Sayang buka pintunya. Ceritakan pada umma.” Nyonya Cho terus membujuk putrinya hingga tuan Cho menghapiri mereka setelah menyadari sesuatu telah terjadi pada istri dan anak-anaknya.

“Jinnie sayang buka pintunya atau appa akan memaksanya.” Suara tegas tuan Cho membuat Jinra menyerah. Saudara kembar itu memang terlalu mengormati ayahnya. Bukan takut.

Saat pintu terbuka Kyuhyun bisa melihat wajah Jinra yang memerah. Tangisnya belum berhenti. Namun Kyuhyun menyadari ada sesuatu dalan tatapan kakaknya itu. Dan itu terbukti saat Jinra tidak mengijiknnya masuk. Ia hanya ingin berbicara dengan ummanya. Kyuhyun mengalah. Ia menyetujui perkataan ayahnya untuk meninggalkan mereka berdua.

.
***
.

Keesokan paginya suasana di ruang makan keluarga Cho begitu kaku. Tuan Cho memperhatikan putra-putrinya yang makan dalam diam. Padahal biasanya kedua anaknya itu akan berceloteh apa saja dengan ayah mereka. Meributkan tentang makanan seperti Jinra yang memaksa Kyuhyun memakan paprika atau Kyuhyun yang memaksa Jinra memakan udang. Meski pada akhirnya keduanya tidak akan memakan udang atau paprika.

Kyuhyun memang tidak begitu menyukai sayuran dan untuk paprika ia membencinya. Entahlah paprika bisa di sebut sayuran atau tidak dan Jinra juga tidak akan memakan paprika karena ia tahu saudara kembaranya itu tidak menyukainya. Begitu sebaliknya. Jinra tidak begitu menyukai seafood terlebih dengan udang dan seperti yang kakaknya lakukan Kyuhyun tidak akan memakan udang karena Jinra. Dan anehnya Nyonya rumah alias ibu mereka tetap memasak kedua makanan itu meski tau kedua anaknya tidak memakannya. Ia hanya suka melihat kedua anaknya meributkan masalah udang versus paprika.

“Hari ini kalian ayah antar.”

Baik Kyuhyun atau Jinra hanya mengangguk. Dan itu membuat tuan Cho begitu penasaran dengan apa yang terjadi. Semalam ia sudah bertanya pada istrinya tapi hanya di jawab gelengan kepala dan membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Baru istrinya itu akan menceritakannya.

Sekolah di buat heran dengan kelakuan si kembar yang berjalan berjauhan. Selama ini mereka terbiasa melihat keduanya berjalan beiringan. Jinra yang berceloteh dengan riang di samping Kyuhyun yang mendengarkan dengan tampang cool. Mereka berbisik-bisik menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Dan hanya seseorang yang tau apa yang sebenarnya terjadi yang kini sedang menatap dengan wajah bersalah di ujung koridor. Jung Yunho.

“Kita harus bicara nunna.” Kyuhyun menarik kakaknya ke atap sekolah tempat yang ia anggap aman untuk berbicara empat mata. Kyuhyun sudah tidak tahan. Sejak semalam Jinra terus mengacuhkan Kyuhyun tanpa tau apa kesalahannya.

“Katakan sesuatu terjadi saat kau bersama Yunho.” Jinra menatap kesal adiknya saat Kyuhyun menyebut nama Yunho. Semakin membuat Kyuhyun yakin semua ini berkaitan. “Ayolah nunna.” Kyuhyun mengeluarkan jurus andalannya. Ia merengek manja pada kakaknya itu.

“Apa kau masih mau mendengar jika ada hubungannya denganmu?”
“Tentu saja. Kau pikir aku suka kau memusuhiku tanpa tau apa yang terjadi?”
“Aku tidak memusuhimu!”
“Ya! Tapi sikapmu mengatakan bahwa kau tidak mau bersamaku.”

Jinra dan Kyuhyun mulai emosi. Keduanya tanpa sadar sudah berteriak satu sama lain. Tapi bagi Kyuhyun ini lebih baik dari pada kakaknya terus mengacuhkannya.

“Aku tau orang-orang sangat mudah untuk menyukaimu. Aku juga sudah terbiasa melihat para gadis mendekatiku karena mereka menyukaimu.” Kyuhyun semakin tidak mengerti ucapan kakaknya. Bukankah Jinra sudah tidak pernah mempermasalahkannya. “Tapi haruskah aku juga menerima bahwa para pria juga mendekatiku karna mereka menyukaimu!?”

“Mwo?! A-apa maksudmu nunna?” Kyuhyun menatap shock Jinra.
“Kau tau aku sangat senang Yunho mengajaku pergi. Ku pikir ia akan mengatakannya cintanya.” Jinra menarik nafas dan membuangnnya dengan cepat seolah itu bisa mengurangi sedikit beban di hatinya. “Dan tebakanku benar dia memang mengatakannya. Tapi bukan untukku. Kau tau untuk siapa?” Air mata mengalir di wajah cantik Jinra membuat Kyuhyun menahan nafas. Entah mengapa ia sudah tahu kelanjutan dari cerita ini.

“Kau tau Kyu aku tidak akan sesakit ini jika saja itu bukan kau. Aku mungkin hanya akan menangis lalu melupakan Yunho jika saja ia menyukai gadis lain atau bahkan pria lain.” Air mata kini mengalir di pipi Kyuhyun. Ia tidak sanggup melihat kakaknya terluka seperti ini terlebih penyebabnya adalah ia sendiri. “Tapi mengapa harus kau? Mengapa semua orang mengukaimu? Tidak bisakah mereka menyukaiku tanpa alasan bahwa mereka mengukaimu?”

Jinra berlari meninggalkan Kyuhyun ia takut kata-kata yang keluar dari bibirnya semakin mengakiti Kyuhyun. “Aku menghindarimu karena aku takut karena bisa saja aku membencimu. Walau aku tidak akan pernah sanggup membencimu.” Setelah mengatakannya Jinra segera pergi dengan air mata berlinang di pipinya.

Sementar itu Kyuhyun hanya memandangi kepergian Jinra dengan air mata yang juga mengalir deras. Ia sama sekali tidak tau apa yang harus di lakukan dan di pikirkan. Kyuhyun sendiri masih terkejut dengan kenyataan bahwa ada seorang pria yang menyukainya. Kyuhyun merasa bersalah dengan kakaknya. Jinra pasti sangat sedih bagaimana pun Yunho adalah cinta pertamanya. Mengingat Yunho membuat Kyuhyun di liputi amarah. Ia segera berlari untuk mencari orang itu. Ia tak menyadari bahwa orang yang sejak tadi mereka bicarakan mendengar semuanya.

Kelas 2 di buat heboh dengan kedatangan Kyuhyun. Terlebih ia menanyakan keberadaan Yunho dengan wajah yang tidak bisa di bilang bersahabat. Hingga akhirnya ia berpapasan dengan Yunho saat ia keluar dari kelas pria itu. Yunho sendiri begitu terkejut melihat Kyuhyun di depannya. “Bisa kita bicara?” Nada tegas  Kyuhyun membuat Yunho tau apa yang akan mereka bicarakan. Ia menyingkir saat Kyuhyun melewatinya dan mengikutinya.

“Ku dengar dari Jinra kau menyukaiku?” Yunho tidak menyangka Kyuhyun akan langsung menanyakan ini saat mereka sampai di taman belakang sekolah yang sepi. “Aku tidak tau apa yang membuatmu menyukaiku. Padahal ada begitu banyak gadis yang meyukaimu. Aku tidak peduli. Aku hanya minta jangan pernah muncul di hadapanku dan Jinra lagi. Aku membenci orang yang membuat kakakku menangis.” Setelah mengatakan itu Kyuhyun pergi meninggalkan Yunho tanpa memberi kesempatan pria itu berbicara.

Akhirnya jam pelajaran usai. Kyuhyun segera membereskan barang-barangnya. Ia ingin segera pulang. Entah mengapa hari ini waktu berjalan sangat lambat. Kyuhyun berjalan lesu di koridor sekolah. Ia sama sekali tidak mendengar teriakan Jinra yang memanggilnya. Jinra memang tidak kembali ke kelas setelah mereka bicara.

“Aish Cho Kyuhyun pabbo!” Jinra sedikit menarik rambut adiknya saat ia sampai di belakang Kyuhyun. “Kau mau meninggalkanku?” Kyuhyun hanya menatap heran perubahan sikap kakanya.

“Kau sudah tidak marah lagi?” Jinra menggeleng. “Untuk apa aku marah denganmu hanya karna seorang Jung Yunho. Dan aku akan menjadi orang paling bodoh jika membenci saudara kembarku sendiri.” Jinra menarik lengan Kyuhyun untuk berjalan bersamannya. “Aku sudah memikirkannya. Itu bukan salahmu juga bukan salah Yunho. Kau adikku terlalu imut hingga pria dan wanita menyukaimu.” Kyuhyun mendengus mendengarnya membuat Jinra tertawa. “Dan sekarang aku juga harus menjagamu ekstra bukan hanya dari wanita tapi juga pria.” Jinra tertawa kencang melihat muka kesal Kyuhyun.

“Miaanhae~~ nunna.”
“Sudah ku bilang itu bukan salahmu. Aku hanya akan memarahimu jika kau menerima Yunho dan berlari ke arahnya.”
“Nunna!!! Aku tidak seperti itu!”
“Lalu apakah ada seorang gadis yang kau sukai? Atau mungkin pria lain?” Jihra tertawa puas melihat wajah kesal Kyuhyun terlebih saat adiknya itu mempoutkan bibirnya. Dan hari itu Jinra terus saja menggoda Kyuhyun sampai di rumah.

Tuan dan nyonya Cho yang melihat putra-putri mereka sudah kembali seperti sebelumnya akhirnya bisa tersenyum. Nyonya Cho benar ia yakin bahwa anak-anaknya akan menyelesaikan maslah mereka dengan baik. Dan berikutnya tugas mereka memberitahu makna dari masalah yang kali ini terjadi.

.
***
.

“Kau masih marah Kyunnie?” Jinra menyenggol lengan Kyuhyun yang duduk di sebelahnya. Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil. Nyonya Cho yang duduk di tengah bersama suaminya menoleh kebelakang menatap Jinra. “Apa yang kau ucapkan pada adikmu Jinnie-ah?”
“Anni~~ aku hanya berkata kalau para gadis dan pria menyukai Kyunnie kita umma.” Jawab Jinra dengan senyum jailnya membuat Kyuhyun semakin kesal. Sementara Nyonya Cho hanya tersenyum melihat kelakuan putra-putrinya. “Itu memang benar.” Sahut Nyonya Cho.

“Aish Umma sama saja. Nunna diamlah.” Kyuhyun semakin kesal melihat kakaknya tertawa menang. “Bukankah kita makan malam untuk acara perjodohanmu kenapa kau sama sekali tidak tegang dan justru sibuk menjahiliku.”

“Kenapa aku harus tegang? Aku tau pilihan umma dan appa.” Sahut Jinra santai. Gadis berusia 25 tahun itu memang sama sekali tidak mempermasalahkan perjodohan yang di lakukan oleh orang tuanya. Dan malam ini ia akan bertemu pria yang kelak mungkin akan menjadi teman hidupnya.

“Aish kau sudah tau siapa dia?” Tanya Kyuhyun melihat sikap kakaknya. “Tentu saja. Dan kau.” Jinra mencubit hidung Kyuhyun gemas. “Jangan coba-coba menarik perhatiannya!”

“Mwo?! Aish umma!” Jinra tertawa puas melihat Kyuhyun merajuk pada ummanya. Sementara Nyonya Cho dan suaminya hanya tertawa melihat Kyuhyun mempoutkan bibirnya tanda ia sangat kesal. Hal yang sudah sangat jarang mereka lihat sejak anak-anak mereka bertambah dewasa.

“Aku ke toilet dulu!” Ucap Kyuhyun saat mereka sudah tiba di salah satu restorant yang cukup terkenal di pusat kota. Meninggalkan kedua orang tuanya dan Jinra.

.
***
.

“Kau pasti menyukainya Siwonnie.” Seorang wanita paruh baya tersenyum kepada seorang pria yang ia panggil Siwon. “Dia gadis yang baik dan juga ceria.” Siwon tersenyum kecil dan menatap wanita itu lembut. “Aku tau umma.” Siwon sesekali melirik kedua orang tuanya yang duduk di belakang. Saat ini ia dan kedua orang tuanya sedang menuju sebuah restorant di pusat kota untuk bertemu dengan teman lama sekaligus untuk mengenalkannya dengan putri teman appanya itu.

Siwon sudah tau menganai acara perjodohan ini dan ia sama sekali tak menolaknya. Ia bukan tidak bisa mencari pendamping hidupnya sendiri. Namun pria berusia 27 tahun itu sudah lelah dengan gadis-gadis yang ia dekati dan mendekatinya. Semuanya berakhir dengan dua kalimat yang begitu Siwon benci. Demi Uang. Ya. Gadis-gadis itu tertarik dengannya karna ia tampan dan kaya raya. Sebagai penerus dari kerajaan bisnis Choi Corp, Siwon memang menjadi incaran dari para gadis. Ia seperti magnet dan tambang uang bagi para wanita yang hobi bersolek dengan kekayaan. Dan hari ini ia mencoba mengikuti perjodohan yang di lakukan kedua orang tuanya. Walau Siwon tau ada kata bisnis dalam perjodohan ini tapi ia yakin orang tuanya tidak akan memaksanya kalaupun ia tidak setuju. Kau bisa mengenalnya setelah itu terserah padamu. Setidaknya itulah yang di ucapkan ummanya.

“Kalian duluan saja. Aku ke toilet dulu.” Ucap Siwon saat mereka sudah sampai di depan restorant yang terlihat eksklusif itu. “Baiklah. Hati-hati.” Ucap Nyonya Choi. Siwon tersenyum menatap ummanya dan segera berlalu.

.
***
.

“Aish sepertinya ini sudah terlalu panjang.” Kyuhyun merapikan rambut depannya yang sudah mulai panjang. Jari-jari lentiknya menyisir kecil surai coklat yang sama dengan yang di miliki Jinra. Ia tak sadar bahwa di sampingnya berdiri seorang pria yang juga sedang meperhatikan pantulan dirinya di cermin. Saat mata mereka bertemu Kyuhyun baru tahu dan menatap wajah pria yang kini mengalihkan tatapannya.

Kyuhyun memperhatikan pria di sampingnya. Pria itu memakai kemeja putih yang terlihat pas di tubuhnya dengan jas merah maroon yang juga melekat dengan sempurna di tubuh tegapnya. Jauh dari kesan kaku dan tua dari yang selama ini ia kira. Pria ini justru terlihat tampan dan gagah dengan rambut hitam yang di tata rapih namun tetap terlihat trendi. Kyuhyun menebak bahwa pria itu hanya terpaut beberapa tahun darinya. Tapi tunggu untuk apa ia memperhatikannya. Dan apa tadi ia bilang pria itu tampann?. Astaga ia sudah gila. Kyuhyun memejamkan mata dan menggelengkan kepalanya pelan. Saat membuka mata kembali ia melihat pria itu sedang memperhatikannya lagi. Jangan bilang pria itu tertarik padanya.

“Ada apa tuan? Kau menyukaiku?” Aish Kyuhyun positif sudah gila. Dan ini pasti akibat ucapan kakaknya tadi. Kyuhyun merutuki mulutnya yang terkadang bertindak semaunya sendiri. Dengan tenang ia kembali menatap pria yang kini justru tertawa mendengar ucapannya. “Ada yang lucu?” Tentu saja kau Cho Kyuhyun.

Pria itu kembali tertawa. Ia menyilangkan kedua tanganya di dada dan berdiri mengahadap Kyuhyun. “Dengar, aku tau untuk seorang pria kau memang terlihat manis dan terkesan cantik. Tapi tenang saja aku masih tertarik dengan makhluk bernama wanita dan aku harap kau jangan menyukaiku karna kau bisa saja patah hati. Dan aku memperhatikanmu karna aku merasa pernah melihatmu tapi sepertinya aku salah.” Setelah mengatakannya pria itu meninggalkan Kyuhyun yang terpaku dengan wajah merah padam.

Ia kesal dengan pria angkuh itu sekaligus malu karna ini pertama kalinya ada seorang pria yang mengatakan secara langsung bahwa ia manis dan cantik. Aish aku tampan. Dengan wajah kesal Kyuhyun pergi dan menemui keluarganya yang sudah menunggu.

.
***
.

“Maaf menunggu lama.”

Siwon mendongak mendengar sebuah suara yang ia kenal. Dan benar saja. Pria yang duduk di hadapannya ini adalah pria manis yang ia temui di toilet. Siwon sendiri saat meninggalkan toilet sempat heran kenapa ia bisa berpikir bahwa pria di hadapannya ini manis. Tapi jika di perhatikan memang benar.

Pria di hadapannya ini memiliki kulit putih pucat dengan tatapan mata tajam. Hidung mancungnya di apit oleh kedua pipi yang pasti akan membulat penuh saat tertawa. Di tambah bibir merah yang terlihat menggoda. Mengundang orang untuk mencicipinya. Siwon terkejut dengan pikirannya sendiri akan pria di manis di depannya ini. Oh bahkan ia kembali menyebut pria itu manis lagi. Gosh.

“Siwon-ah kau ingat dengan Kyuhyun?” Suara nyonya Cho mengembalikan kesadaran Siwon. Ia menatap nyonya Cho dan Kyuhyun bergantian.

“Aigooo jangan bilang ini Kyunnie kecil.” Nyonya Choi memandang Kyuhyun dengan tatapan haru penuh rindu yang di balas Kyuhyun dengan anggukan singkat tanda hormat.

“Benar adjumma. Dia Kyunnie. Adik kecilku yang sangat manis.” Jinra merangkul Kyuhyun dan menjawab dengan nada ceria yang menurut Kyuhyun berlebihan. Sementara Kyuhyun membalasnya dengan death glarenya yang terkenal mematikan namun tidak berpengaruh terhadap Jinra.

Siwon hanya menatap bingung melihat sikap Jinra dan ummanya. “Siwonnie kau tidak ingat?” Nyonya Choi memandang putranya dengan bingung. “Wajar saja kalau kau tak ingat. Itu sudah 20 tahun berlalu.” Nyonya Cho kini ikut buka suara.

“Kau ingat dulu saat kita pindah ke korea kita bertetangga dengan pemilik rumah yang memiliki anak kembar? Nah anak itu adalah Jinra dan Kyuhyun.” Ucap nyonya Choi.

Siwon memandang Jinra dan Kyuhyun bergantian. Jadi mereka kembar. Tapi jika di perhatikan mereka berdua memang memiliki wajah yang sama walau tidak identik tentu saja karna dari gender pun berbeda. Keduanya sama-sama memilik kulit putih dengan tatapan mata tajam. Namun Jinra lebih terkesan bersahabat. Pipi Jinra tidak terlalu terlihat berisi mungkin karna ia perempuan yang mengenal perawatan tubuh. Dan satu lagi. Jinra memiliki bibir tipis yang Siwon sadari akan membentang indah saat ia tersenyum. Beda dengan bibir Kyuhyun yang menurutnya…

“Oppa tidak ingat? Aku saja yang saat itu baru berusia 5 tahun ingat.” Suara Jinra menyadarkan Siwon akan semua penilaiannya terhadap si kembar. “Kau juga ingat kan Kyunnie. Jangan bilang IQ-mu di atas rata-rata jika kau tidak ingat.” Kyuhyun menatap Siwon sejenak dan mengangkat bahu. “Tidak tahu.”

“Sudahlah. Tidak usah membahasnya lagi. Sekarang kalian bisa berkenalan lagi.” Suara tuan Choi seolah menjadi penengah. Segera Jinra berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Siwon. Saat pertama bertemu mereka memang belum saling menyapa secara langsung hanya kedua orang tuanyalah yang langsung segera akrab.

“Annyeong oppa, Cho Jinra imnida. Aku boleh memanggilmu oppa kan?” Siwon tersenyum dan menyambut uluran tangan Jinra. “Tidak masalah. Choi Siwon imnida.”

“Kyunnie.” Jinra menyenggol lengan Kyuhyun yang diam saja. Kyuhyun yang mengerti tatapan Jinra menghela nafas. Ia menatap Siwon datar dan mengulurkan tangan. “Cho Kyuhyun imnida.” Siwon membalas singkat. “Choi Siwon imnida.”

“Aigoo kalian harus sering berkumpul lagi mulai sekarang. Umma merindukan keributan kalian.” Nyonya Choi menatap Siwon, Jinra dan Kyuhyun bergantian. Dan ucapannya di setujui oleh nyonya Cho. “Sayang Heerin tidak bisa ikut.”

“Heerin?” Jinra menatap Nyonya Choi bingung. Sedetik kemudian matanya membulat saat mengingat sesuatu. “Ne~~ kau benar. Heerin adik Siwon yang dulu suka sekali menempel denganmu.” Sahut nyonya Choi seolah menjawab pertanyaan Jinra.

“Ah gadis yang juga suka sekali makan ice cream. Sama seperti Kyuhyun. Jika Heerin senang bermain dengan Jinra. Kyunnie justru dekat sekali dengan Siwon benarkan? Dimana dia sekarang?” Ucapan Nyonya Cho membuat Siwon dan Kyuhyun tanpa sengaja saling menatap.

“Ah iya kemana dia adjumma? Aigo aku merindukan adik kecilku itu.” Nyonya Choi tersenyum. “Dia ada sedikit urusan dengan tugas kuliahnya. Maklum mahasiswa tingkat akhir. Tapi ia berjanji akan menemui kalian lain waktu.”

“Sudah-sudah mengenang masa lalunya di lanjutkan nanti saja. Sekarang bisa kita makan dulu?” Suara Tuan Cho yang sejak tadi hanya mendengarkan keluarganya dan keluarga sahabatnya ini akhirnya membuat Jinra menahan suaranya yang kembali ingin bertanya.

Kedua keluarga itu akhirnya memutuskan memulai makan malam mereka di iringi oleh celotehan kecil Jinra yang sepertinya memang sangat antusias dengan pertemuan dua keluarga ini. Sementara dua orang lain sibuk dengan pikirannya masing-masing. Siwon sesekali memperhatikan Kyuhyun yang makan dalan diam. Satu lagi perbedaan Kyuhyun dan Jinra. Benar kata ummanya, Jinra memang terkesan sebagai gadis yang ceria dan mudah akrab. Beda dengan Kyuhyun yang lebih banyak diam. Seingatnya Kyuhyun dulu juga bocah yang periang.

Ya. Siwon ingat. 20 tahun lalu saat keluarganya pindah ke korea mereka menempati sebuah rumah di mana keluarga yang menempati rumah di depan kediamannya memiliki anak kembar yang usianya tidak beda jauh dengannya. Dengan mudah keluarganya dekat dengan keluarga Cho setelah sebuah kejadian yang terjadi antara Siwon dan Kyuhyun. Saat itu Siwon sangat senang karna ia punya teman bermain di rumah selain Heerin adik perempuannya. Begitu juga dengan Heerin yang seolah mendapat kakak perempuan saat bertemu Jinra. Dengan mudahnya gadis itu mengambil hati adiknya yang terkenal sulit sekali di dekati orang asing. Siwon juga ingat bagaimana ia dan Kyuhyun dulu bisa sangat dekat.

Dan sekarang setelah 20 tahun berlalu mereka kembali di pertemukan. Wajar saja jika Siwon merasa canggung. Ia tidak tahu jika ayahnya dan tuan Cho masih saling berhubungan setelah setahun kemudian keluarganya harus pindah ke new york karna urusan pekerjaan ayahnya. Dan 5 tahun lalu keluarganya kembali ke korea setelah bertahun-tahun meninggalkan tanah kelahirannya.

“Siwon-ah ku dengar kau menjadi eksekutif muda yang sangat sukses di usia mu yang baru menginjak 27 tahun?” Suara tuan Cho. Membuat Siwon menyadari bahwa ada orang lain di sekitarnya. Kyuhyun yang sejak tadi fokus dengan makanan dan sesekali menjawab pertanyaan dari orang sekitarnya mengangkat wajah dan menatap Siwon lekat membuat pria itu salah tingkah dan akhirnya memalingkan wajah ke arah tuan Cho.
“Anni~~ adjushi aku masih harus banyak belajar.” Siwon menjawab dengan senyum manisnya yang begitu banyak di gilai wanit8a termasuk Jinra yang entah bagaimana sudah mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia menyukai senyum itu.

“Aish kau ini mirip sekali dengan ayahmu.” Ucap tuan Cho. “Itu benar. Bahkan kebiasaan mereka yang suka lupa waktu saat bekerja sangat mirip.” Kali ini Nyonya Choi membuka suaranya.

“Kau sendiri Kyuhyun-ah bagaimana dengan pekerjaanmu? Ku dengar kau seorang programer di salah satu perusahaan game terkenal?” Tuan Choi tidak mau kalah. Dan sama seperti Siwon ia menjawab dengan senyum manisnya yang juga banyak di gilai wanita. “Sangat menyenangkan adjushi.”

“Dia benar-benar jatuh cinta dengan yang namanya game.” Sahut tuan Cho. Ia ingat saat Kyuhyun mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadi peneris Cho Group. Saat itu ia sempat kecewa dengan keputusan putranya. Namun tuan Cho bukanlah tipe orang tua yang suka memaksakan kehendak kepada anaknya.

Saat menginjak sekolah dasar Kyuhyun memang sangat menyukai game. Ia tidak pernah lepas dari benda kecil dengan game yang di dominasi warna hitam putih, yang di berikan orang tuanya saat ia menjadi peringkat pertama di tahun pertamanya sekolah. Sejak itu ia benar-benar tidak bisa lepas dengan hal-hal berbau game. Sampai akhirnya ia memutuskan apa yang ia inginkan saat dewasa nanti. Menjadi programer game. Dan ia bersyukur orang tuanya tidak menentang walau ia tahu sang ayah pasti kecewa dengan keputusannya.

“Bahkan aku heran bagaimana ia bisa menjadi peringkat pertama di sekolah saat ku tahu ia lebih banyak bermain game daripada belajar.” Kyuhyun memicingkan mata menatap kakaknya. “Itu karna IQ ku di atas rata-rata nunna.”

“Ya aku tahu. Dan bukan kau saja yang memiliki IQ di atas rata-rata. Tapi aku juga.” Ucapan Jinra membuat Kyuhyun tertawa. “Itu karna aku sedikit membagi kepintaranku padamu saat kita dalam kandungan.”

Jinra terlihat mengingat sesuatu. “Aku tidak ingat kapan kau memberikannya. Tapi terima kasih karna sudah memberikannya. Aish adikku yang manis sangat baik rupanya.”

“Yaks nunna!” Kyuhyun sedikit berteriak kesal saat kakaknya mencubit pipinya gemas dan menciumnya. Aish memalukan.

Dan pertemuan dua keluarga itu terus berjalan dengan tingkah Jinra dan Kyuhyun yang saling mengejek satu sama lain. Melupakan bahwa ada orang lain yang melihat tingkah kekanakan keduanya yang justru menjadi penghibur bagi orang-orang di sekitarnya.

Si kembar sama sekali tak tahu bahwa takdir akan mempermainkan mereka. Mempermainkan dua orang dengan keterikatan satu sama lain. Memporak-porakan perasaan keduanya sekali lagi. Sekaligus seolah menjadi barometer sejauh mana kata saudara kembar sedarah yang katanya bisa merasakan perasaannya saling terikat berjuang atas nama cinta. Dan mereka sama sekali tidak tahu bahwa orang yang akan menguji keterikatan keduanya ada bersama mereka saat ini. Choi Siwon.

.
.
.
.
NOTE:
Akhirnya saya publish juga part 1… ㅋㅋㅋ maaf kalo kepanjangan dan membosankan…. kalo alurnya telalu lambat juga tolong di maafkan… saya baru belajar, jd belom bisa membuat alur yg cepat, dan kebetulan saya orangnya detail jd part2 awal mungkin akan lambat… selanjutnya batu di percepat…. kalo ada typo atau tata bahasa yg kurang pas tolong di kasih tau… maklum pelajaran bahasa saya kebanyakan gak dengerin… нё헤нё헤нё헤◦’⌣’◦
RCL please^^

Last but not least..
See U next time and keep spreading WonKyu love !!!
Annyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

51 thoughts on “Circle of Love – Take 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s