Posted in Romance

Someday part 1

Suatu hari, aku ingin hidup bersama orang yang kucintai… Membangun rumah kecil di tepi pantai… mungkin kami akan mengadopsi seorang atau dua orang anak untuk melengkapi agar menjadi sebuah keluarga yang utuh… seperti keluarga yang lain… Ya, ini hanya angan yang kugantungkan pada suatu senja di musim panas… duduk di bibir pantai dengan kau di sampingku, hingga aku bisa merebahkan kepalaku di pundak kokohmu… Tapi sepertinya ini hanya asa yang tak akan pernah sampai, karena akhirnya aku sadar, bahwa cinta yang dulu kutitipkan sudah tidak kau pegang lagi…

.

-Someday-

^silvernriel^

WonKyu-SiBum

T

Happy Reading ^^v

.1970790_1426812464224981_602000238_n

.

Pagi-pagi sekali Kyuhyun yang sedang membuka jendela rumah dikejutkan oleh sebuah mobil yang memasuki pekarangan rumahnya yang sederhana. Melihat berberapa orang keluar dari mobil sambil tersenyum padanya sambil menggendong ransel masing-masing.

“Kau tak rindu dan ingin memelukku, Kyuhyun?”

 

Pemuda itu tersenyum tipis. “Kibummie bodoh!” Dia segera berlari dan menubruk pemuda yang dipanggilnya ‘Kibummie’. “Tentu saja aku merindukanmu.” Dengan gemas, setelah melepas pelukan, Kyuhyun mencubit pipi Kibum yang juga terlihat sama gempal dengan pipinya.

 

“Kau tak merindukanku juga, Kyu?”

 

Kyuhyun tersenyum malu, lalu beralih memeluk tubuh tegap seorang laki-laki yang memiliki posisi khusus dalam hatinya. “Tentu saja, Siwon-ah…” dan dia menyelipkan wajahnya keceruk leher Siwon sedangkan tangannya melingkari punggung lelaki itu.

 

Omo! Kupikir siapa yang datang…” seorang wanita paruh baya melihat tamunya yang baru datang.

 

Kedua laki-laki yang baru saja meletakkan beberapa koper di teras rumah Kyuhyun memeluk ibunya dengan serempak. Tapi focus matanya pada satu arah, seorang lelaki tampan dengan bibir tipis yang begitu manis ketika tersenyum. Dan tanpa sadar, Kyuhyun mengulas senyum yang sama.
.
Dia, Cho Kyuhyun, tak pernah mengira kedatangan kedua sahabat sejak kecilnya akan membawa dampak tak terduga dalam hidupnya. Awalnya ia pikir bisa tetap menggenggam tangan kedua orang itu seperti dulu, tanpa beban. Namun dia salah.

 

Perasaan yang sepuluh tahun dia ukir dalam hati seseorang ternyata sudah berubah, berbalik mencari perasaan lain yang serupa. Bertautan, dan terjalinlah sebuah ikatan atas dasar cinta. Kyuhyun bodoh saat itu, dia meninggalkan seluruh cintanya di Seoul, tepatnya pada seorang lelaki bermarga Choi yang akan menghabiskan liburan musim panas di Okinawa, Jepang.

 

Kyuhyun pikir, mereka bertiga masih bisa berbagi tempat tidur sama seperti usia mereka masih delapan tahun, tidur dengan tiga tangan yang saling menggenggam, juga dengan tubuh yang saling memeluk satu sama lain. Tapi sekarang sudah berubah. Dan Kyuhyun harusnya sadar akan hal itu, namun kembali lagi pada ego yang mendasari hatinya, bahwa mungkin saja suatu saat nanti mereka bisa kembali seperti dulu, mengesampingkan perasaannya yang layu sebelum bertunas.

 

Di tiap malamnya ketika mereka sudah sama-sama berada diatas ranjang dan dalam keadaan tanpa penerangan, kecuali jika bulan sedang tampak, maka Kyuhyun bisa merasakan ranjangnya sedikit berderit, ataupun merasakan tubuh di sampingnya berbalik arah. Tidak sekali dia mendengar desahan halus, dan saat itu Kyuhyun terjaga ditiap malam hanya untuk meloloskan airmatanya diatas bantal tidur.
.
Sampai ketika pada satu hari di tengah musim panas, dia memenuhi undangan salah seorang teman sekelasnya yang berkebangsaan Jepang. Saat itu Siwon memaksa ikut karena ia ingin tahu seperti apa pergaulan anak muda di Negara Sakura itu. Sedangkan Kibum lebih antusias pada objek wisata di sana, ataupun lebih suka menghabiskan waktu di kedai yang di kelola Umma Kyuhyun. Liburan yang mereka miliki memang seharusnya digunakan sebaik mungkin. Karena entah kapan lagi mereka bisa menghabiskan liburan musim panas bersama.

 

Kyuhyun tidak tahu kalau Siwon tidak bisa menenggak alcohol, tapi saat itu, dia hampir menghabiskan beberapa botol anggur dan juga sake yang di sediakan temannya. Siwon mabuk dan dia kalut. Tidak mungkin pulang dengan Siwon yang kehilangan kesadaran seperti saat itu. Umma-nya pasti akan menghabiskan ribuan kata hanya untuk menceramahinya berhari-hari.

 

Beruntung salah seorang teman yang sebangsa dengannya, Kim Soohyun, mau membantu memberikan tempat menginap, karena kebetulan Bibi Kim mengelola sebuah penginapan yang letaknya tidak jauh dari pantai Okinawa.

 

Namun lagi-lagi Kyuhyun melakukan kesalahan paling fatal. Dia dan Siwon terbangun di bawah selimut tebal, dengan tubuh yang sama-sama telanjang di pagi menjelan siang. Dan tiba-tiba pintu gesek di kamar penginapan tempat Kyuhyun dan Siwon bermalam terdobrak dengan brutal. Dia bisa melihat aura kemarahan dari Tuan Kim, Ayah Kibum, memandang tubuh telanjangnya dengan jijik.
.
Seharian Kyuhyun mendengar tangis ibunya di ruang keluarga rumahnya, sedangkan pipi, pelipis, juga bibirnya tidak dalam keadaan baik. Tuan Kim menyeretnya keluar penginapan, dan sampai di rumahnya, dia dipukuli habis-habisan. Tidak ada yang bisa menolongnya ataupun menghentikan amarah Tuan Kim, karena tidak ada siapapun yang bisa melakukannya saat itu.

 

Dia bisa mendengar dengan jelas bagaimana Tuan Kim mencaci maki ibunya dengan kata-kata kasar, dan dia hanya bisa merosot di balik pintu dengan wajah basah. Dadanya kelewat sakit saat itu, entah karena kejadian ini atau ada hal lain yang seperti sedang menikam dadanya dengan cepat.

 

Kibum dan Siwon kembali ke Seoul tanpa salam perpisahan ataupun pelukan selamat jalan. Memandang Kyuhyun saja sudah tidak sudi.

 

Pemuda itu berjalan menghampiri Umma-nya yang sedang duduk dengan kepala tertunduk, sesekali terisak dan tangannya terangkat hanya untuk menyeka airmatanya.

 

Umma, mianhae…” Kyuhyun bersimpuh di kaki ibunya saat itu, namun bisa dia rasakan gerakan menjauh dari Umma-nya meski tidak begitu kentara. Tapi Kyuhyun sadar, bahkan Ibu yang selama ini selalu ada di sisinya menolak.

 

Kyuhyun suka duduk dibibir pantai, menunggu matahari sampai keperaduannya. Dia akan duduk dengan dagu yang tertopang di lutut, dengan sesekali air pantai yang berebut ingin membasuh kakinya. Namun kini tidak bisa ia lakukan lagi. Semburat senja yang selalu dia lihat tidak seindah dulu. Warna emas dari air pantai tidak secantik ketika Kyuhyun hanya duduk sendiri di sana.



Niichanniichan…” seorang anak perempuan berambut sebahu menarik celana biru dongker yang Kyuhyun kenakan.

 

Lelaki itu menoleh lalu tersenyum ketika anak itu menghampirinya dengan membawa kertas segiempat berwarna-warni. Anak perempuan itu langsung meringis, memperlihatkan sederetan giginya yang baru tumbuh. “Niichan, buatkan origami…”

 

Kyuhyun meletakkan gunting dan beberapa tangkai bunga yang sedikit lagi selesai dia rangkai, ia sedikit merunduk untuk mengangkat tubuh kecil anak perempuan itu, menempatkan dalam pangkuannya. Dia mengambil kertas yang di bawa anak tadi, lalu dengan cekatan, jemari lentiknya mulai bergerak melipat tiap sisi kertas warna-warni tadi sehingga membentuk sebuah burung bangau.

 

“Whooaa~!” anak perempuan di pangkuan Kyuhyun memandang origami ciptaan Kyuhyun dengan takjub. Lelaki itu bisa membuat bangau dengan cepat.

 

“Apa Otosan belum menjemputmu?” Kyuhyun kembali mengerjakan tugasnya kembali.

 

Kepala anak itu menggeleng, “Sensei menyuruh Rika ketempat Kyu-nii…”

 

“Baiklah… Sambil menunggu Otosan datang, kita buat origami yang banyak.”

 

Lagi, kepala anak perempuan yang bernama Rika itu mengangguk antusias. Sedangkan Kyuhyun semakin mengembangkan senyum, mengabaikan sebentar pekerjaannya hanya sekedar untuk membuatkan burung bangau kertas.

 

Kyuhyun tidak pernah lagi mengagumi senja sejak peristiwa lima tahun yang lalu. Dia sudah mengabaikan warna oranye di langit sore, karena yang ada dalam penglihatannya, semuanya sama. Tidak indah lagi…



Seorang laki-laki menutup pintu mobilnya, memandang sebuah rumah yang terletak tidak jauh dari pantai Okinawa. Ada begitu banyak rasa yang tercampur dalam hatinya ketika sepasang manik hitamnya memandang tiap sudut rumah sederhana itu.

 

Lamat-lamat, dia mulai menggerakkan kakinya menuju pagar kayu bercat putih, membukanya kemudian masuk. Ada sedikit ragu, namun buru-buru dia hapus. Lelaki itu mengetuk pintu yang sepertinya baru berganti warna, yang terakhir kali ia ingat berwarna biru, kini berwarna abu-abu sedikit lebih gelap.

 

Bunyi derit pintu terbuka membuat laki-laki tadi mengulas senyum, namun langsung luntur ketika melihat siapa yang berdiri di balik pintu rumah.

Harusnya Kibum menyadari, memperbaiki semuanya tidak semudah membalik telapak tangan. Lima tahun yang terbuang percuma tak mungkin bisa dia ganti hanya dengan waktu lima menit. Harusnya ia juga tahu, sudah berapa banyak luka yang di miliki orang itu, hingga memutuskan untuk pergi ketempat dimana tidak ada kenangan diantara mereka. Rasa egois, benci dan marah yang menguasainya membuat Kibum enggan lagi peduli pada seorang anak lelaki yang ketika itu sudah yatim. Padahal dulu sekali, entah sudah berapa kali seorang anak laki-laki mengganti permen yang dia jatuhkan. Atau memberikan buku bergambar miliknya ketika Kibum kalah taruhan bersama teman-temannya.

 

Beberapa tahun terakhir, seringkali lelaki itu mendapati dirinya menangis ketika sedang melihat album-album lama, yang kebanyakan menampilkan dia, Kyuhyun, dan juga Siwon sedang tertawa tanpa dosa. Kibum mulai menyadari arti dari nyawanya kini. Jika saja dulu, ketika mereka bertiga sedang bermain di sebuah rumah kosong, dan tidak ada anak laki-laki yang masih cadel mendorongnya. Mungkin di detik ini, tidak ada nafas yang keluar dari hidungnya.

 

Kibum kembali menangis sekarang dalam mobilnya. Kenangan itu kembali lagi tiba-tiba. Dia bahkan bisa mencium amis dari liquid merah yang perlahan mengalir dari pelipis Kyuhyun, mengenai kakinya yang saat itu di peluk dengan kuat oleh Siwon. Membasahi lantai marmer yang usang karena usia dan debu.

 

“Kyuhyun-ah, mianhae…”

-TBC-

Aneh ya? hehehe
Makasih yang sudah mampir ^^

-Salam perkenalan dari silvernriel-

 

Advertisements

40 thoughts on “Someday part 1

  1. Kasian bngt sama babykyu 😦 …wlpun msh blm ngerti knpa bisa wonkyu tidur berdua & ayah’a Kibum dtng. Mungkin di next chap flashback’a.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s