Posted in Drama, Romance, WonKyu Story

Circle of Love – Prolog

Circle of Love – Prolog
By: -ssiihee-
Genre: Romance
Rate: PG 15
Main cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Disclaimer: Cerita ini punya saya, jika ada kesamaan dalam hal tokoh, cerita dan sebagainya dikarenakan faktor yang tidak di sengaja. Dan ini hanya khayalan saya belaka.

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Warning: BL, OOC, AU, abal, alay, typo, jauh dari EYD dsb.

Don’t Like, don’t read !
Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!
(= ̄▽ ̄=)V

***
CoL
ssiihee©2014
Totally Reserved
***
.
.
.
“Aku tidak tau apa yang terjadi padaku. Bagaimana rasa itu bisa masuk kedalam hatiku. Bahkan aku dengan mudahnya membukakan pintu untuknya. Jelas-jelas sejak awal aku tahu ini terlarang. Aku tahu kau bukan untukku. Sejak awal kau untuknya. Tapi aku membiarkannya. Membiarkan hatiku merebutmu darinya. Dari dia yang menjadi separuh hidupku. Dari orang yang begitu aku cintai . Dari orang yang bersamaku bahkan sejak tuhan meniupkan ruh ke dalam ragaku. Dari orang yang tak akan pernah sanggup aku sakiti. Tapi rasa ini justru menyakitinya. Bahkan karna rasa ini juga membuat ku tahu bahwa sejak dulu aku sering menyakitinya. Bodohnya aku sama sekali tidak menyadarinya.

Tapi jujur jika bisa memilih aku tak ingin memiliki rasa ini untukmu jika aku harus bertaruh dengannya. Aku ingin kau hanya tersenyum untuknya dan membuatnya tersenyum. Karna dengan begitu aku juga bisa tersenyum. Walau jauh dalam lubuk hatiku aku ingin kau hanya tersenyum untukku. Kau tidak taukan aku begitu menyukai senyumnya. Senyumnya selalu membuatku tenang dan merasa aman. Namun karna rasa yang ku miliki untukmu aku kehilangan senyumnya. Ia memang tersenyum, tapi tak selembut dulu sebelum dia tau aku mempunyai rasa kepadamu. Terlebih kau membalas rasaku saat kau tau bahwa ia juga punya rasa yang dalam kepadamu membuatnya semakin jauh dariku. Tapi aku tak pernah menyalahkan kehadiranmu dalam kehidupan kami. Terlebih kau memberiku sebuah kehidupan lain untukku. Sebuah kehidupan yang tidak pernah terlintas sekalipun dalam pikiranku. Sebuah kehidupan yang kali ini hanya aku yang memilikinya.
Anggaplah itu sebagai balasan karna aku takkan pernah bisa memilikimu.

Terima kasih untuk segala yang kau lakukan untukku. Terima kasih atas segala perhatian dan sikap lembutmu  kepadaku. Terima kasih untuk tetap berada di sekitarku walau aku selalu menyakitimu. Terima kasih karna hadirmu aku mengenal rasa ini. Terima kasih karna sudah menginjinkanku menyentuhmu dengan sebuah rasa bernama CINTA.
AKU MENCINTAIMU.”

.
***
.

“Dia adalah separuh hidupku. Begitu pun aku baginya. Kami sudah bersama bahkan sebelum orang lain tau kami ada. Kami adalah hadiah tuhan terindah bagi orang-orang yang memang mencintai kami. Aku dan dia. Selalu bersama tak terpisahkan. Berbagi apapun yang bisa kami nikmati bersama. Apa yang aku miliki adalah milikknya dan apa yang dia miliki akupun memilikinya. Bagiku tak ada yang bisa memisahkan kami. Hingga kau datang. Hingga rasa untukmu hadir diantara kami berdua. Hingga datang pemikiran bahwa andai saja dia tak ada mungkin kita bisa bersama. Aku jahat bukan. Bukankah dia yang terpenting untukku. Tapi aku tidak bisa mencegahnya. Saat sisi lain diriku hadir dan membuatnya terluka. Sekali ini saja aku ingin memilikimu hanya untukku. Tanpa harus berbagi dengannya. Karna rasaku untukmu begitu kuat hingga aku menutup mata atas segala rasa yang juga ia punya untukmu. Aku menutup mata bahwa kau memiliki rasa kepadanya. Rasa yang tak seharusnya. Rasa yang orang lain anggap sebagai suatu kesalahan. Aku tahu rasa itu hadir bukan atas kemauan kalian. Karena sekuat apapun aku memisahkan kalian, mencoba menghilangkan rasa yang salah dalam dirimu dan dia aku tetap tak bisa. Karena aku tahu rasa itu datang dari IA pemilik segalanya. Dan saat aku sadar bahwa menyerah dan membiarkan kalian bersama adalah yag terbaik dia justru menyerah. Dengan alasan dia tak bisa bahagia jika aku sendiri menderita. Ah kami memang sama.

Aku tau bukan hanya aku dan dia yang terluka tapi kau juga. Maaf atas segala kesalahan yang kami lakukan untukmu. Maaf atas segala rasa yang kami miliki untukmu justru membuatmu terluka. Terlebih saat dia pergi dan membawa bukti dari segala rasa yang kalian miliki berdua. Walau pada akhirnya ialah yang paling egois dari kisah ini. Pada akhirnya kau pun bisa bersamanya, meninggalkan aku sendiri dengan segala penyelasan yang aku punya. Aku menyesal karna tak sempat mengatakan bahwa aku sangat mencintainya melebihi rasaku padamu. Bahwa ia adalah segalanya bagiku. Aku menyesal bahwa seharusnya sejak lama aku membiarkan kalian bersama sehingga mungkin aku tetap bisa melihatnya. Melihat senyum manisnya dan segala sikap manjaya kepadaku. Namun bukankah penyesalan memang selalu hadir belakangan. Saat semua hilang. Tapi aku tak menyesal memiliki rasa ini kepadamu. Rasa yang untuk pertama kalinya kami miliki dan kebetulan untuk orang yang sama. Kau. Sebuah rasa bernama CINTA.
AKU MENCINTAIMU.

.
***
.

“Aku tidak pernah menyangka bahwa hadirku di antara kalian membuat kalian terluka. Membuat sebuah jarak yang sebelumnya tidak pernah ada. Membuat kalian menyakiti satu sama lain. Sesungguhnya aku tak pantas menerima segala rasa dari kalian. Walau aku sungguh tak bisa menolak rasaku padamu yang entah bagaimana bisa hadir. Rasa yang pada awalnya aku sangkal karna menurutku tidak masuk akal dan tidak seharusnya. Namun aku tak tau bagaimana pesonamu menjeratku. Membuatku berpaling dari ia yang tersenyum cantik kepadaku. Yang juga memiliki rasa yang dalam untukku. Karna mu aku mengabaikan ia yang di harapkan menjadi pendamping sempurna untukku. Tapi bagiku kau jau lebih sempurna. Jauh lebih indah. Jauh lebih membuatku gila karna rasa ini begitu menyiksaku. Menyiksaku yang begitu ingin hidup bersamamu, memelukmu, dan membawamu jauh dari orang- orang yang tidak mengerti dan menerima apa yang kita miliki. Menghindarkanmu dari rasa sakit. Ke tempat yang jauh hingga hanya ada kau dan aku.

Namun kenapa kau justru menyerah di saat ia sudah mengijinkan kita bersama. Di saat orang-orang yang menyayangimu menerima apa yang kita miliki. Aku tau ia segalanya bagimu. Aku tau ia yang lebih lama di sisimu bahkan sebelum kau hadir ke dunia ia sudah bersamamu. Namun yang aku tidak terima kau meninggalkanku terlalu jauh. Hingga aku tak bisa melihatmu. Melihat senyummu. Kau tau tak apa bagiku jika kau tak bersamaku asal kau tetap berada dalam pandangan mataku. Asal kau tetap tersenyum kepadaku. Tapi kau justru memilih pergi tanpa memberi tahu kenyataan yang semakin membuatku menyesal tidak memaksamu untuk tetap bersamaku.
Andai saja saat itu aku menahanmu di sisiku mungkin aku masih bisa melihat dan menjaga bukti dari segala yang kau dan aku miliki. Namun sepertinya tuhan lebih menyayangimu. Walau aku tahu ia juga menyayangiku karna pada akhirnya ia mengijinkanku bersamamu. Selamanya. Dan untuk ia yang begitu mencintai kami berdua terima kasih. Maaf karna kami banyak menyakitimu. Maaf karna aku tak bisa membuat ia bahagia walau sedikit. Jika bisa memilih mungkin aku berharap bahwa ia tak memiliki rasa kepadaku. Atau aku memilih hanya akan mengenalmu tanpa bertemu dengan ia. Dengan begitu ia tak akan terluka. Namun bukankah cinta tak pernah bisa di tebak di mana ia hadir dan kepada siapa cinta itu di persembahkan. Ya. Rasa yang aku, kau dan ia miliki adalah sebuah rasa bernama CINTA. DAN AKU MENCINTAIMU . Bukan ia.”

.
.
.
.
Note: huaaaaa apaaan ini ??? Akhirnya ke update juga… ih malu deh /.\ Ada yang bisa nebak ceritanya gimana ??? Bisalah…. cerita biasa ko…. nekat bgt nulis ini… chap 1 di update gak sekarang… *suka2 ai* tp pasti di update… walopun malu bgt rasanya…. aduuuhhhh emaaakkkk… *ceburin diri ke jurang*
Udah deh….

Last but not least…
See U next time and keep spreading wonkyu love !!!
Annyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

28 thoughts on “Circle of Love – Prolog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s